Fleming Hardianto dari Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk – Jakarta, melakukan kunjungan silaturahmi ke Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam hal menjajaki kerjasama peningkatan kompetensi UMKM (06/09).
Bertempat di Balai Desa Tirtoadi, pada kunjungan tersebut, tampak hadir juga Suharyanto dari Kantor Wilayah PT BRI Tbk Yogyakarta, Karjono dan Royadi Ade Sejati dari Kantor Cabang PT BRI Tbk Sleman serta Ambar Garijo dari Kantor BRI Unit Kecamatan Mlati. Sedangkan dari Perangkat Desa Tirtoadi, hadir Kardjono selaku Kepala Desa Tirtoadi dan Ir H Margiono selaku Badan Perwakilan Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati serta Jerri Irgo dari Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) / Consultant Expert Pool GIZ RED – Bappenas
Rombongan juga sempat diskusi singkat dengan salah satu pelaku UMKM, sesaat melakukan kunjungan langsung ke salah satu potensi unggulan Desa Tirtoadi, yaitu Sentra Kerajinan Industri Bambu di Dusun Sendari.
Data Potensi Desa Tirtoadi merupakan hasil Mapping Potensi Ekonomi dengan menggunakan Cluster Management telah digagas bersama antara FTI UII dan GIZ RED mulai tahun 2010 di 3 (tiga) desa, yaitu Desa Tirtoadi, Desa Sumberadi dan Desa Tlogoadi Kecamatan Mlati. Dari hasil mapping tersebut, salah satu yang sudah dilanjutkan oleh Bank Indonesia Yogyakarta di sentra ikan air tawar Minakepis di dusun Burikan Sumberadi.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kunjungan silaturahmi ini, yang merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara PPs FTI UII dan Desa Tirtoadi, diantaranya dalam hal meningkatkan kompetensi UMKM khususnya dan Masyarakat Desa Tirtoadi secara umum yang melibatkan multi stakeholders” ujar Kepala Desa Kardjono sesaat setelah melepas rombongan dari BRI.
Jerri Irgo

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menyampaikan berbagai jawaban dari asesor terkait borang ketiga dalam sesi borang fakultas saat visitasi akreditasi Program Studi (Prodi) Teknik Industri FTI UII, Kamis (5/9/2013). Di Ruang Sidang 1 Dekanat FTI UII, Gumbolo dengan gamblang memaparkan apa saja yang dilalui untuk memperoleh mahasiswa yang berkualitas sampai upaya mencetak alumni yang mampu berkiprah di masyarakat.
Sekretaris Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc menyampaian beberapa hal terkait visi dan misi fakultas di hadapan tim asesor dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Kamis (5/9/2013). Menurutnya ada 3 indikator generik dalam tahapan menjadika FTI UII sebagai teaching university. Tiga hal tersebut antara lain bagaimana FTI UII bisa memenuhi standar unversity, memenuhi komponen-komponen pembelajaran yang bagus, dan penataan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM).
Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII), Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. menyampaikan sambutan dalam rangka pembukaan visitasi akreditasi untuk Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri (FTI), Kamis (5/9/2013). Di awal sambutannya beliau menyampaikan permintaan maaf dari Rektor UII, Rektor sebagai ketua Forum Universitas Swasta Indonesia sedang memberikan arahan kaitan dengan Akreditasi Institusi di berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Usaianya acara pembukaan visitasi secara resmi, menurut rencana pemaparan borang fakultas oleh dekan, namun karena keperluan tertentu yang dipandang tim asesor akan lebih efektif maka urutan kegiatan yang sudah direncanakan pada Kamis (5/9/2013) dirubah menurut skala prioritas yang dibuat tim asesor. Dalam kesempatan ini, ketua tim asesor Prof. Dr. Ir. Suparno, M.S.I.E menyampaikan permohonan maaf apabila nantinya mengganggu. “Kami nanti akan banyak mengganggu dalam artian kami mohon bantuan klarifikasi”, tekannya.
Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) punya gawe besar, yaitu menyambut dan menjamu tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Kamis (5/9/2013). Kedatangan tim asesor disambut dengan sejenak nostalgia. Di ruang dekanat FTI UII Ketua Prodi Teknik Industri FTI UII, Muhammad Ibnu Mastur, M.S.I.E sekilas menceritakan sejarah masa lalu ketika proses belajar-mengajar dilangsungkan di kampus Sorowajan yang ‘mewah’.
Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Kamariah Anwar, MS didampingi tim Prodi Teknik Kimia bersama tim Asesor keliling kampus untuk melihat dari dekat berbagai fasilitas belajar mengajar yang sudah dituliskan dalam borang, Rabu (4/9/2013). Sambil keliling ruangan kuliah, Kamariah memberikan penjelasan bahwa ruang kuliah yang ada sampai empat lantai, masih kesulitan apabila ada dosen yang hendak mengganti waktu kuliah. “Saking banyaknya jumlah kelas pada setiap sesi di lingkungan FTI UII”, imbuhnya.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dalam waktu yang terbatas dipaksa mempresentasikan apa yang ada di FTI UII di harapan tim Asesor dalam visitasi Program Studi (Prodi) Teknik Kimia FTI UII, Rabu (4/9/2013). Di ruang sidang Program Pasca Sarjana (PPs) FTI UII, Gumbolo memaparkan secara rinci dari tata pamong di lingkungan FTI UII sampai berbagai fasilitas di lingkungan kampus.
Menurut tim asesor yang dikirimkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Prof. Dr. Taslim Ersam, MS untuk melakukan verifikasi data ke Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), “Waktu penilaian melalui desk evaluasi, program studi ini telah memenuhi standard”. Hal ini disampaikannya dalam rangka mengawali visitasi akreditasi untuk Progra Studi (Prodi) Teknik Kimia FTI UII, Rabu (4/9/2013).
Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII), Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D. menyampaikan sambutan dalam rangka pembukaan visitasi akreditasi untuk Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI), Rabu (4/9/2013). Di awal sambutannya Nandang menyampaikan salam dari Rektor untuk bapak tim asesor dan minta maaf, karena berhalangan hadir.