Kepada Yth. Sivitas (Mahasiswa, Tenaga Kependidikan, Dosen) dan Mitra Universitas Islam Indonesia

Dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan), maka dengan ini, Universitas Islam Indonesia mengambil kebijakan sebagai berikut

Bismillah. Dengan berat hati dan karena berhati-hati, UII memperpanjang masa pembelajaran daring dan kerja dari rumah sampai 24 Juli 2020.

Semoga Allah meridai ikhtiar ini.
Selamat mengisi sisa Ramadan dengan amalan terbaik. Semoga Allah memanjangkan umur kita untuk bersua dengan Ramadan tahun depan.

Selamat Idul Fitri 1441 H. Mari, jaga silaturahmi tetap erat, walau tangan tak bisa berjabat.

Yogyakarta, 22 Ramadan 1441 / 15 Mei 2020
Rektor,
Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

= = =
Unduh Surat Edaran Rektor Nomor: 1769/Rek/10/SP/V/202

Berpuasa di bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas kita berkurang, justru pada saat melaksanakan puasa umat harus lebih produktif dan bersemangat, sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam yang terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Puasa Produktif diusung menjadi tema Pengajian online Ramadhan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) oleh Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo., S.T., M.Sc., Ph.D sekaligus memimpin doa khataman Al Quran bagi Pimpinan dan Tenaga Kependidikan FTI UII (20 Ramadhan 1441 H /13 Mei 2020).

credit photo: Rahmat Miftahul Habib, S.Kom

Allah SWT begitu banyak melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Ada nikmat kesehatan yang membuat kita merasa nyaman dalam menjalani hidup. Ada nikmat kekuatan yang memungkinkan kita selalu siap melakukan segala aktifitas. Ada nikmat akal yang terus menuntun kita untuk menemukan pikiran-pikiran baru dalam bekerja. Ada banyak lagi nikmat yang tiada hentinya kita rasakan, dalam setiap detik pekerjaan hidup kita, yang semuanya harus dan wajib untuk kita syukuri.

“Bersyukur karena dapat bekerja adalah nikmat Allah SWT diharapkan akan lebih produktivitas apalagi dilakukan dengan senang hati, dan output yang didapat akan lebih lagi” ujar Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo.

Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo mengatakan “sebagaimana dalam QS. Al Ashr (103): 1 – 3, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”

Dalam surah Al-Ashr, “kita memahami bahwa orang tidak akan merugi jika beriman (mengaktifkan hati), mengerjakan amal saleh (mengaktifkan panca indra/fisik), dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran (mengaktifkan akal sebanyak dua kali). Berdasarkan surah Al-Ashr, manusia tidak akan merugi jika mengaktifkan hati, panca indra, dan akal,” tutur Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII tersebut

“Salah satu implementasi dari QS. Al Ashr adalah adalah amal sholeh kontekstual, yaitu kebermanfaatan ilmu yang kita miliki untuk kesejahteraan umat manusia sehingga bisa mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah SWT”, tegasnya.

Harapannya mari sama-sama dengan hati-hati untuk menggunakan waktu kita, seperti dalam bulan Ramadhan ini Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya apa saja amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an. Ketahuilah, bahwa Al-Qur’an pertama kali di turunkan pada bulan Rahamdhan.

Tentunya tak heran jika Rasulullah SAW sering membaca Al-qur’an pada bulan ini. Allah Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah: 185)

Pengajian online Ramadhan FTI UII ini, dihadiri Dekan FTI UII, Prof., Dr., Ir., Hari Purnomo., M.T., selanjutnya Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya serta Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII.

Jerri Irgo

Kita telah mengetahui bahwa Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Alquran. Allah Ta’ala berfirman di dalam Surat Al Baqarah yang artinya, ”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (Al Baqarah: 185).

Oleh karena itu di Bulan Ramadhan ini, sudah selayaknya kita sebagai umat muslim untuk lebih fokus di dalam memanfaatkan waktu kita dengan Alquran.

Allah SWT yang menurunkan Alquran untuk dijadikan pelajaran bagi orang yang mau menjadikan pelajaran. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qamar: 17).

credit photo: Rahmat Miftahul Habib, S.Kom

Di dalam ayat tersebut makna mudah dapat dikategorikan ke dalam 4 hal, yaitu mudah untuk dibaca, mudah untuk dihafalkan, mudah untuk difahami, dan mudah untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Ustadz Ahmad Fathan Hidayatullah, ST., M.Cs. di Pengajian Ramadhan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) secara online dengan tema Ramadhan bersama Alquran (6 Mei 2020) juga menukil sebuah hadis shahih riwayat Imam Bukhari yang artinya, “Sebaik-baik orang adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”.

Terakhir, Ustadz Ahmad Fathan Hidayatullah menegaskan “mengenai perlunya kita sebagai umat muslim untuk senantiasa membaca, mentadaburi, dan merenungi makna-makna ayat yang terkandung dalam Alquran. Dengan tadabur dan merenungi makna Alquran, maka Alquran akan lebih membekas di dalam hati seseorang sehingga akan mudah pula untuk mengamalkan kandungan-kandungannya,” jelas Dosen Jurusan Informatika FTI UII tersebut.

Jerri Irgo

 

 

“Untuk orang tua saya,  mama dan bapak tidak perlu terlalu khawatir, saya baik-baik  saja disini, tidak apa-apa sementara jauh yang penting sehat semuanya, tetep jaga kesehatan jangan kerja terlalu capek. Yang saya butuhkan saat ini adalah kabar bahwa mama dan bapak tetap sehat serta doa untuk saya agar dilancarkan segera menyelesaikan studi.”

Siti Nur Kayatun, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pesan tersebut kepada kedua orangtua di Sorong, Papua Barat, sesaat setelah menerima bantuan logistik dari FTI UII (02 Mei 2020).

Walaupun keputusannya tetap tinggal di perantauan sangatlah berat, namun Siti mengakui rasa rindunya kepada kedua orang tua tak sebanding dibandingkan kesehatan kedua orangtuanya.

Siti juga ungkapkan rasa terimakasih kepada FTI UII atas bantuannya, “sangat membantu bagi kami dari Papua yang terpaksa tidak dapat pulang kampung dan menghabiskan waktu Ramadhan serta hari raya di perantauan. Sekali lagi terimakasih bantuan Bahan Makanannya sangat lengkap,” tuturnya sesaat setelah menerima bantuan logistik dalam masa mitigasi bencana Covid-19 periode Mei 2020.

Pengambilan bantuan logistik diwajibkan mengikuti waktu yang telah ditentukan dengan membawa KTM serta mengikuti protokol kesehatan penanggulangan Covid-19 yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik, dan tidak bergerombol.

Siti sampaikan harapan dan pesan untuk teman mahasiswa  rantau agar “tetap semangat, jangan merasa sendiri, kita sama-sama bertahan untuk tidak mudik selama masa pandemi hingga Covid-19 benar-benar pergi demi menjaga diri kita, keluarga, tetangga dan teman-teman kita di kampung. Tetap stay di kost,  jangan keluar jika tidak benar-benar penting. Jaga kesehatan dan olahraga dirumah agar tetap fit, istiqomah beribadah dan berdoa. Semoga pandemi ini segera selesai, aamiin”

Mengutip rilis Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII mengatakan “menyusul pembatasan aktivitas untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.  Bantuan logistik periode Mei 2020 berjumlah 203 paket ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa, sekaligus untuk mengatasi keterbatasan akses logistik yang mulai tutup dan pastinya “stay safe, stay strong and stay healthy. Untuk tetap di kos, jaga jarak aman, jaga kesehatan, be happy” pungkasnya.

Jerri Irgo

Kemuliaan surga tidak akan diberikan oleh Allah SWT secara gratis, melainkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, beramal shalih, berjihad di Jalan Allah, bersabar dan selalu berbuat ihsan (baik). Dalam Al Qur’an, dari 18 kali kata “Allah mencintai,” sebanyak 15 di antaranya disandarkan kepada orang-orang yang berbuat baik (muhsinin).

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Ali Imran Ayat 133)” ungkap Ustadz Agus Mansur., S.T., M.Eng.Sc.

Hal tersebut disampaikan saat Pengajian Ramadhan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan tema Membangun Mental Positif Menuju Kesempurnaan Taqwa dilakukan secara online (29 April 2020).

“Allah akan menyambut orang yang punya niat yang ikhlas untuk mendapat keridhoan-Nya. Bahkan Allah SWT akan selalu menyertai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsinin)” tutur Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII tersebut.

Selanjutnya Ustadz Agus Mansur tegaskan “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran Ayat 134).

Sejatinya, dalam kehidupan tidak ada manusia yang sempurna. Dalam perjalanan hidup di dunia ini manusia dengan sesama terkadang melakukan kesalahan yang mengakibatkan rasa sakit hati, kesal, marah dan dendam dalam diri seseorang. Namun, seperti motivasi yang diberikan Nabi SAW kepada umatnya agar selalu mengedepankan sifat saling memberi maaf. “Allah tidak menambah seorang hamba karena mau memberi maaf, melainkan kemuliaan; dan tidaklah seseorang yang bersikap rendah hati di hadapan Allah melainkan akan diangkat oleh Allah derajatnya,” ujar Ustadz Agus Mansur.

Motivasi yang kuat merupakan mental positif yang harus di bangun, sebagai berkah untuk kita semua. Nikmat hidup merupakan anugerah yang luar biasa, juga Nikmat Iman dan keIslaman yang merupakan hidayah dari Allah SWT.

Ustadz Agus Mansur mengingatkan keberkahan kemuliaan di dalam bulan Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta’ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan.

Pengajian  Ramadhan FTI UII), dihadiri Prof., Dr., Ir., Hari Purnomo., M.T., Dekan FTI UII, selanjutnya Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya serta Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Ustadz Agus Mansur  berharap dengan berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih. “Semoga Ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya” pungkasnya.

Jerri Irgo

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pimpinan dan seluruh Sivitas Akademika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan

Selamat menunaikan ibadah Puasa 1441 H

Semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita di bulan suci ini

Aamiin Ya Rabbal Alamin

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Dekan

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T.

Alhamdulillah, Warung Rakyat, tempat mangkal daring pelaku ekonomi kerakyatan, sudah resmi buka. Sengaja kami buat sederhana tanpa menu transaksi daring.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Fathul Wahid, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) di postingan media sosialnya (22 April 2020).

“Untuk sahabat yang berorbit di Yogyakarta dan sekitarnya, monggo para warung di sana dapat dipesan dagangannya. Silakan kontak langsung para pemilik warung. Ada warung di dekat sahabat yang perlu bantuan pemasaran? Sila diusulkan melalui menu Usul Warung” tulisnya.

Semoga ikhtiar kecil ini bermanfaat! Bismillah.

Kunjungi: https://warungrakyat.uii.ac.id

Sambut bulan Ramadhan dengan bahagia, adalah ciri-ciri orang yang diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. “Ramadhan adalah cara Allah SWT untuk kembali mengangkat derajat kita sehingga kita semua yang mungkin telah berlumur dengan dosa, di bulan ramadhan ini waktunya untuk bangkit kembali, menjadi hamba-Nya” tutur Ustadz Agus Mansur, Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII di acara Pengajian Rutin FTI UII yang dilakukan secara virtual (22 April 2020).

Salah satu tanda keimanan seorang muslim adalah bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadhan. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nantikan, maka perlu dipersiapkan segalanya dan tentu hati menjadi sangat senang tamu Ramadhan akan datang. Tentu lebih senang lagi jika kita semua menjumpai Ramadhan.

“Hendaknya seorang muslim khawatir akan dirinya jika tidak ada perasaan gembira akan datangnya Ramadhan. Ia merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Bisa jadi ia terluput dari kebaikan yang banyak. Karena ini adalah karunia dari Allah dan seorang muslim harus bergembira” tuturnya.

Sebagaimana Allah berfirman,  “Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”  (QS. Yunus [10]: 58).

Lebih lanjut, Ustadz Agus Mansur  mengatakan hari ini ada sebagian atau seluruh dari kita, bahkan lebih dari 200  negara di dunia ada perasaan khawatir, keluar rumah harus pakai masker, karena khawatir dengan wabah Virus Covid-19.

Mengutip Surat Al-Baqarah Ayat 155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Maka berikan kabar gembira pada mereka yang sabar. Ketika Rasulullah Muhammad SAW menghadapi cobaan atau musibah, beliau segera berwudhu dan shalat.

Ayat berikut ini mengajarkan kepada kita: “Wahai orang-orang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan berikan kabar gembira untuk orang-orang yang bersabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi roji’un,” ujar Ustadz Agus Mansur.

Maka kewajiban kita bahwa musibah apapun yang menimpa, serahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini bukan berarti kita tidak berusaha. Kita tetap berusaha tapi sambil kita menyerahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Marhaban ya Ramadhan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan kita semua untuk beribadah dalam bulan suci nanti” pungkasnya.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyerahkan bantuan logistik kepada mahasiswa yang tengah belajar di rumah atau kos, sebagaimana Surat Edaran Rektor UII Nomor: 1499/Rek/10/SP/IV/2020, perihal Perpanjangan Kerja dari Rumah, Pembelajaran Daring, Libur dan Jam Kerja Selama Ramadan, dan Layanan Konseling.

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII mengatakan “menyusul pembatasan aktivitas untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.  Bantuan logistik ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa, sekaligus untuk mengatasi keterbatasan akses logistik yang mulai tutup.”

“Program ini dilatar belakangi oleh masih adanya mahasiswa FTI UII yang tinggal di Yogyakarta dan memerlukan bantuan. Jadi idenya mendata dari masing-masing Program Studi, siapa mahasiswa yang tinggal di Yogya dan memerluan bantuan, selanjutnya dilakukan seleksi” katanya disela-sela kegiatan bertempat di Teras Hall FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (18 April 2020).

Mahasiswa yang mendapatkan bantuan logistik tercatat 80 mahasiswa. “Kriteria bantuan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, namun juga bagi yang mulai mengalami kesulitan mengakses logistik. Adapun bantuannya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, karena sebagai institusi pendidikan, kita mengajak untuk hidup sehat dengan memasak sendiri sehingga berupa kebutuhan pokok berupa beras dan lauk pauk,” tutur Dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII tersebut.

Harapan Sisdarmanto Adinandra untuk rekan-rekan mahasiswa semua, adalah  “stay safe, stay strong and stay healthy. Untuk tetap di kos, jaga jarak aman, jaga kesehatan, be happy karena bagian meningkatkan imunitas dan semoga kita semua dipertemukan di bulan Ramadhan 1441 H. Insha Allah Ramadhan tahun ini membawa keberkahannya Allah, aamiin” pungkasnya.

Jerri Irgo

Program Studi Rekayasa Tekstil (Rekateks) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Alumni dan Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Tim UII Siaga Covid-19 selanjutnya akan diserahkan kepada Tenaga Medis dan Masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

Pada tahap pertama, APD dibagikan kepada masyarakat di sekitar Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,5 Sleman, DIY berupa 2.000 pcs masker dan 100 pcs pakaian pelindung (protective clothing) kepada beberapa Puskesmas dan rumah sakit di sekitar Yogyakarta. Dan pada tahap berikutnya akan dibagikan 8.000 pcs masker dan 400 pcs pakaian pelindung, sehingga total akan disediakan 10.000 pcs masker dan 500 pcs pakaian pelindung kesehatan.

Suharno Rusdi, Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Kimia FTI UII yang juga Ketua Umum IKATSI dalam rilis Jumat (17 April 2020) mengatakan, spesifikasi bahan APD yang digunakan terbuat dari Spun Viscose Yarn 8450 30R dan Spun Cotton Yarn 7454 30C, yang telah melalui proses kimiawi sehingga memiliki sifat Water Repellent (menolak air) dan Anti Bacterial dan telah diuji di Laboratorium Kendali Mutu Prodi Rekayasa Tekstil FTI UII. Dengan demikian, berdasarkan hasil laboratorium diperhitungkan APD tersebut akan mampu menangkal virus Corona.

Dikatakan, masker dibuat dengan dua lapis kain, bagian luar terbuat dari 8450 30R dan bagian dalam terbuat dari 7454 30C, sementara kain pelindung terbuat dari 8450 30R 100 persen. Dengan spesisfikasi tersebut APD yang dipakai akan terasa nyaman karena memiliki sifat dapat ditembus udara (breathable) dan dapat dicuci ulang dan digunakan kembali (washable) setelah melalui proses sterilisasi.

Sebagaimana diketahui bahwa ukuran partake (particel size) virus Corona adalah sebesar 0,12 mikron, sementara dengan proses penyempurnaan kimiawi Water Repellent di samping kain akan mampu menolak air, juga akan memiliki porosity lebih kecil dari 0.12 mikron, sehingga APD mampu memblokir virus corona menembus ke badan ataupun terhirup oleh manusia. Dengan proses anti Bacterial, si pemakai APD diharapkan tidak akan terkontaminasi oleh jenis bakteri apa pun.

Menurut Suharno Rusdi, puluhan bahkan ratusan tenaga medis yang tertular bahkan sampai meninggal saat menangani wabah Covid-19 karena kurang efektifanya APD yang digunakan. “Dengan dikenalkannya APD jenis 8450 30R/7454 30C ini diharapkan dapat mengurangi korban tenaga medis akibat terkena resiko tertular virus Corona,” kata Suharno Rusdi.

Rencana ke depan

Pada tahap lanjut, untuk membantu menanggulangi wabah Covid-19, dalam skema Catur Dharma UII, Program Rekayasa Tekstil FTI UII sedang dan akan mengembangkan jenis APD dengan bahan spesifikai lain yang dibuat dari bahan hydrophobic (tidak menyerap air) dan akan segera dirilis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dikatakan, Program Studi Rekayasa Tekstil FTI UII merupakan program studi satu-satunya di Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan Rekayasa Tekstil program Sarjana/S1. Program studi ini mendalami pemintaan di bidang Garmen dan Tata Busana, Proses Kimia Tekstil, Proses Manufaktur Tekstil, Tekstil Fungsional, serta Teknologi Baik dan Kerajinan Tekstil.

Jerri Irgo