Suasana pagi di Gedung K.H. Mas Mansur Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (20/6) nampak dipenuhi para orang tua dan wali mahasiswa Angkatan 2025. Mereka datang dari berbagai kota untuk menghadiri kegiatan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 FTI UII. Forum tahunan ini tidak hanya mempererat komunikasi antara kampus dan orang tua mahasiswa, tetapi juga membahas peran penting kedua pihak dalam mendampingi kehidupan mahasiswa.
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,
Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Halal Supply Chain Management Forum 2026 di Auditorium Lantai 3 FTI UII. Kegiatan ini menghadirkan pakar internasional di bidang halal supply chain, Prof. Marco Tiemann, CEO LBB International sekaligus Chairman HSC Alliance, untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan rantai pasok halal di era global.
Dalam sambutannya, Ardi Nugroho, S.Farm., M.Sc. menegaskan bahwa implementasi halal di Indonesia terus berkembang dan kini mencakup hampir seluruh produk yang beredar di masyarakat. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan, kosmetik, produk elektronik, hingga pakaian yang digunakan sehari-hari wajib memenuhi standar kehalalan.
Menurut Ardi, perkembangan tersebut menuntut adanya sistem jaminan halal yang semakin kuat, transparan, dan dapat ditelusuri. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi seperti blockchain dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung keterlacakan (traceability) serta menjaga integritas halal secara berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Ir. Bertha Maya Sopha menyoroti pentingnya aspek kepercayaan dalam industri halal. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran atau dugaan kontaminasi bahan nonhalal dapat berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Sebuah kasus yang pernah terjadi pada jaringan restoran besar di Indonesia menunjukkan bahwa hilangnya kepercayaan konsumen dapat menyebabkan penurunan pendapatan secara signifikan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan reputasi perusahaan.
Menurut Prof. Bertha, halal saat ini tidak lagi sekadar persoalan produk, melainkan juga menyangkut kemampuan perusahaan menjaga integritas produknya melalui rantai pasok yang transparan, andal, dan berkelanjutan. Kepercayaan konsumen menjadi aset yang sangat berharga dan harus dijaga secara konsisten oleh seluruh pelaku industri.

Dalam kuliah utamanya, Prof. Marco Tiemann menjelaskan bahwa konsep halal telah mengalami evolusi yang signifikan. Jika sebelumnya halal lebih banyak dipahami sebagai karakteristik produk, kini halal berkembang menjadi konsep Halal Supply Chain bahkan Halal Value Chain yang mencakup seluruh aktivitas bisnis.
Menurutnya, sertifikasi halal pada produk saja tidak lagi cukup. Risiko kontaminasi dapat terjadi selama proses penyimpanan, transportasi, distribusi, maupun penanganan produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, tujuan utama Halal Supply Chain Management (HSCM) adalah menjaga integritas halal sejak sumber bahan baku hingga produk diterima oleh konsumen.
Prof. Marco menekankan bahwa pengelolaan rantai pasok halal tidak dapat dilakukan secara parsial. Kompleksitas rantai pasok global menuntut adanya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemasok bahan baku, produsen, penyedia jasa logistik, distributor, regulator, hingga lembaga sertifikasi halal. Kolaborasi vertikal dan horizontal menjadi kunci untuk memastikan standar halal diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan rantai pasok.
Ia juga memperkenalkan konsep Halal Value Chain, yaitu pendekatan yang menempatkan halal sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Dalam konsep ini, prinsip halal tidak hanya diterapkan pada proses produksi, tetapi juga mencakup pengadaan bahan baku, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, manajemen risiko, penelitian dan pengembangan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.
Menurut Prof. Marco, perusahaan perlu menerapkan pendekatan Halal by design, yakni membangun sistem jaminan halal sejak tahap perancangan proses bisnis dan rantai pasok. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk blockchain, untuk meningkatkan transparansi, keterlacakan, serta kepercayaan konsumen terhadap produk halal.
Lebih lanjut, Prof. Marco menjelaskan bahwa masa depan industri halal bergantung pada kemampuan membangun jaringan dan ekosistem halal yang terintegrasi. Melalui HSC Alliance, berbagai pemangku kepentingan didorong untuk menyelaraskan protokol rantai pasok halal, memperkuat kolaborasi internasional, serta membangun standar keunggulan halal yang dapat diterapkan secara global.
Dalam konteks tersebut, ia memperkenalkan konsep Halal Park 2.0, yaitu kawasan industri halal yang mengintegrasikan industri, logistik halal, teknologi, pembiayaan syariah, keberlanjutan, serta inovasi dalam satu ekosistem. Model ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat daya saing industri halal, mendukung ketahanan pangan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah.
Prof. Marco menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekosistem halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dukungan regulasi yang semakin kuat, serta potensi industri yang besar, Indonesia berpeluang menjadi model pengembangan kawasan industri halal dan rantai pasok halal terintegrasi yang dapat direplikasi di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Melalui forum ini, para peserta memperoleh pemahaman bahwa masa depan industri halal tidak hanya bergantung pada sertifikasi produk, tetapi juga pada kemampuan membangun rantai pasok yang terpercaya, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagaimana ditekankan oleh Prof. Marco Tiemann, halal pada akhirnya adalah tentang menjaga kepercayaan. Ketika integritas, transparansi, inovasi, dan kolaborasi mampu diwujudkan dari hulu hingga hilir, maka industri halal tidak hanya akan tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya ekosistem bisnis yang terpercaya, tangguh, dan berdaya saing global.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,
Dalam rangka perayaan Milad ke-83 Universitas Islam Indonesia yang mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada cabang olahraga badminton.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026 di GOR UII Ki Bagoes Hadikusumo ini menjadi ajang kompetisi antar fakultas yang berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.
Tim badminton putra FTI UII tampil dominan dan berhasil meraih Juara 1 setelah mengalahkan Fakultas Kedokteran dengan permainan yang solid dan meyakinkan. Sementara itu, tim badminton puteri FTI UII juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan dengan meraih Juara 3, setelah berhasil mengalahkan Fakultas Psikologi dalam pertandingan yang kompetitif.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para atlet serta dukungan penuh dari civitas akademika. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia FTI UII, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. yang memberikan dukungan langsung serta motivasi kepada para atlet selama pertandingan berlangsung.
Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan non-akademik seperti olahraga.

Prestasi yang diraih oleh tim badminton FTI UII ini menjadi salah satu wujud nyata semangat harmoni dan kolaborasi yang diusung dalam Milad ke-83 UII. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan membawa nama baik fakultas di berbagai bidang.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,
Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Mas Mansyur FTI UII. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswi angkatan 2025 sebagai bagian dari pembinaan awal dalam membangun karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam.
PKD merupakan aktivitas kemahasiswaan yang dikonsep dalam bentuk pelatihan, yaitu Latihan Kepemimpinan Islam Dasar (LKID). Program ini dirancang untuk menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang mampu menghadirkan nilai rahmatan lil ‘alamin dalam setiap perannya di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesiapan diri dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, PKD menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Vannisya Rifina Putri, alumni S1 Teknik Kimia UII. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan atau posisi, melainkan tentang keberanian untuk tetap bertanggung jawab dan mengambil peran ketika dibutuhkan. Ia juga mengajak peserta untuk mulai membangun kesiapan diri sejak dini, karena kesempatan memimpin tidak selalu datang dalam kondisi siap.
Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya kemandirian perempuan dalam perspektif Islam, keberanian dalam mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjalankan peran. Peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin berarti siap memikul amanah dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan refleksi yang mendorong peserta untuk lebih mengenali potensi diri. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual.
Melalui kegiatan PKD ini, Fakultas Teknologi Industri UII berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang siap menjadi pemimpin masa depan—tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,
Sebagai bagian dari komitmen dalam membentuk lulusan yang unggul dan berkarakter, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menghadirkan Pelatihan Pengembangan Diri (PPD) sebagai aktivitas kemahasiswaan wajib bagi mahasiswa program sarjana angkatan 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Ahad, 26 April 2026, bertempat di Gedung Mas Mansyur FTI UII, dan diikuti oleh mahasiswa baru sebagai bagian dari proses pembinaan awal di lingkungan kampus.
PPD dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pelengkap, melainkan sebagai fondasi penting dalam proses pembentukan kepribadian mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari upaya character building yang bertujuan membentuk insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual.
Dalam pelaksanaannya, PPD mengangkat tiga fokus utama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era modern:
Pertama, teknik belajar dan motivasi diri. Mahasiswa diajak untuk mengenali potensi diri melalui kesadaran diri (self-awareness), memahami kekuatan serta kelemahan yang dimiliki, dan membangun motivasi internal sebagai penggerak utama dalam proses belajar. Kesadaran diri ini menjadi kunci dalam menentukan arah pengembangan diri dan pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Kedua, tata kelola dan kerja sama. Mahasiswa dibekali kemampuan komunikasi efektif, manajemen waktu, serta kerja tim yang solid. Dalam dunia akademik maupun profesional, kemampuan berkolaborasi dan mengelola tanggung jawab menjadi kompetensi penting yang tidak terpisahkan dari kesuksesan individu.
Ketiga, kreativitas dan strategi berpikir. Melalui penguatan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah, mahasiswa dilatih untuk mampu menganalisis informasi secara objektif, mengambil keputusan secara bijak, serta menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan. Kemampuan ini sangat penting di tengah arus informasi yang cepat dan kompleks, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu memaknainya secara mendalam.

Lebih dari itu, PPD juga menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap proses pengembangan diri. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual, serta mampu menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian.
Dengan mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri, mahasiswa diharapkan mampu membangun konsep diri yang positif, meningkatkan kualitas berpikir, serta memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Mahasiswa dari Nanjing Xiaozhuang University (NXU) turut mengunjungi gelaran FTI Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII di Pakuwon Mall Jogja. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Immersion Program internasional yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia.
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi global sekaligus memperluas pengalaman akademik lintas budaya bagi mahasiswa internasional. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, para mahasiswa NXU tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam kunjungannya ke FTI Expo 2026, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi teknologi, karya kreatif mahasiswa, serta potensi akademik dari program studi di lingkungan FTI UII. Mereka juga berkesempatan berdialog dengan mahasiswa dan dosen, serta mengamati secara langsung implementasi teknologi yang dikembangkan dalam berbagai bidang keilmuan.

Menariknya, para mahasiswa NXU menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap beberapa stan yang ada di expo tersebut. Mereka tampak tertarik untuk mengeksplorasi berbagai inovasi yang dipamerkan, bahkan mencoba langsung alat-alat dan sistem yang tersedia di setiap stan. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mereka terhadap penerapan teknologi secara nyata.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa internasional mengenai perkembangan teknologi dan pendidikan di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara UII dan NXU dalam bidang pendidikan, riset, dan pertukaran budaya.
Melalui Immersion Program ini, Universitas Islam Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang inklusif, global, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Fakultas Teknologi Industri UII kembali menyelenggarakan ajang tahunan bertajuk FTI Expo 2026 pada Rabu hingga Minggu (08–12 April 2026) yang berlangsung di Pakuwon Mall Jogja. Kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan, kreativitas mahasiswa, dan industri dalam satu rangkaian acara yang interaktif, edukatif, dan inspiratif.
FTI Expo 2026 dikemas dalam konsep pameran terbuka yang menampilkan beragam inovasi, karya kreatif, serta potensi akademik mahasiswa dari delapan program studi di lingkungan FTI UII. Pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan dengan tingkat kunjungan tinggi menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya siswa SMA/SMK, orang tua calon mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni FTI UII, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T. , menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa FTI UII tidak hanya berfokus pada penguatan akademik semata, tetapi juga memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas mereka.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap program studi menghadirkan stan interaktif yang berisi informasi akademik, karya inovasi mahasiswa, prototipe teknologi, serta demonstrasi alat dan sistem hasil pengembangan mahasiswa. Selain pameran, FTI Expo 2026 juga diramaikan dengan talkshow dari masing-masing program studi yang memberikan wawasan langsung kepada pengunjung mengenai dunia perkuliahan dan prospek karier di bidang teknologi.


Tidak hanya itu, berbagai perlombaan turut diselenggarakan untuk siswa SMA di wilayah DIY, seperti lomba storytelling, lomba vokal, dan lomba tari saman yang digelar pada hari terakhir. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen FTI UII dalam mengembangkan potensi generasi muda tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam aspek seni dan kreativitas.
Melalui FTI Expo 2026, FTI UII terus berupaya menghadirkan inovasi serta membuka akses informasi yang lebih luas, termasuk layanan pendaftaran mahasiswa baru secara langsung di lokasi acara. Diharapkan, kegiatan ini mampu menjadi jembatan yang menghubungkan ide, bakat, teknologi, dan peluang masa depan dalam satu pengalaman yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menghibur.
Suasana Ruang Learning Space 2 Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) tampak berbeda pada Rabu (25/2). Sejak pagi, para tenaga kependidikan FTI telah berkumpul. Mereka datang guna mengikuti Pelatihan Pembacaan Hadis dan Dakwah, sebuah forum penguatan kapasitas keagamaan bagi pegawai yang diadakan oleh panitia Ramadan fakultas.
Kegiatan ini menghadirkan Ust. Ahmad Fathan Hidayatullah, S.T., M.Cs., Ph.D., dosen Informatika UII, sebagai pembicara utama. Dengan latar akademik teknologi dan minat pada studi keislaman, ia mengajak peserta memahami pentingnya membaca hadits secara tepat sekaligus menyampaikannya dengan pendekatan dakwah yang bijak dan kontekstual.
Data Pemenang FTI FEST dan ENGLISH FEST 2025 sila klik di sini
Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan FTI and English Fest National High Competition (FTI Fest UII 2025) sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan potensi positif melalui berbagai ajang kompetisi. Babak final kegiatan ini digelar pada Senin (15/12) di Auditorium Lantai 3 Gedung K.H. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5, Sleman. Para finalis dan guru pendamping tampak telah memadati kampus FTI UII sejak pagi.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII, Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., menjelaskan bahwa FTI Fest UII 2025 dirancang sebagai ruang ekspresi bagi Generasi Z agar dapat menyampaikan ide, kreativitas, serta gagasan secara positif melalui kompetisi yang sehat dan edukatif.
Fakultas Teknologi Industri
Gedung KH. Mas Mansyur
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Telepon: +62 274 895287 ext. 4148
Faks: +62 274 895007
Email: fti[at]uii.ac.id
Download

