Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 29 Oktober 2026 – Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan edukatif dari SMAS ABBS Surakarta pada Kamis (29/10). Kunjungan yang diikuti oleh 136 siswa dan 6 guru pendamping ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai dunia perguruan tinggi, khususnya bidang keilmuan Teknik Elektro, sekaligus memberikan gambaran tentang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan nyata.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 FTI UII pada pukul 09.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan sambutan dan pengenalan lingkungan akademik FTI UII, termasuk informasi mengenai Program Studi Teknik Elektro sebagai salah satu program studi yang menjadi tujuan utama kunjungan.

Pada sesi pengenalan bidang keilmuan, Ir. Firmansyah Nur Budiman, S.T., M.Sc., Ph.D., IPP., selaku perwakilan Program Studi Teknik Elektro FTI UII, memberikan pemaparan mengenai perkembangan teknologi dan cakupan keilmuan Teknik Elektro. Materi ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih jauh peran Teknik Elektro dalam mendukung berbagai aspek kehidupan modern.

Mengenal Perkembangan Teknologi dan Keilmuan Teknik Elektro

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan bidang Teknik Elektro yang memiliki cakupan keilmuan luas dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Beberapa bidang yang menjadi bagian penting dalam keilmuan Teknik Elektro antara lain sistem tenaga listrik, elektronika, sistem kendali, telekomunikasi, instrumentasi, hingga teknologi otomasi.

Para siswa juga diajak memahami bagaimana konsep-konsep kelistrikan dan elektronika diterapkan dalam berbagai teknologi yang digunakan sehari-hari. Mulai dari sistem pembangkit dan distribusi energi listrik, perangkat elektronik, sistem komunikasi digital, hingga teknologi otomatisasi yang banyak dimanfaatkan dalam industri.

Selain itu, perkembangan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotika, serta pemanfaatan energi terbarukan turut menjadi gambaran mengenai luasnya peluang pengembangan teknologi di bidang Teknik Elektro.

Melalui pengenalan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami bahwa Teknik Elektro bukan sekadar mempelajari rangkaian dan kelistrikan, melainkan juga menjadi salah satu bidang keilmuan strategis dalam menjawab tantangan transformasi digital, efisiensi energi, dan perkembangan industri masa depan.

Membangun Pengalaman dan Memperluas Wawasan Pendidikan Tinggi

Kunjungan edukatif ini memberikan pengalaman belajar secara langsung bagi para siswa untuk melihat keterkaitan antara pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah dengan penerapannya di lingkungan perguruan tinggi. Interaksi dengan perwakilan program studi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai proses pembelajaran, ruang lingkup penelitian, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang keteknikan.

Tidak hanya berfokus pada pengenalan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk memperluas wawasan mengenai kehidupan kampus Universitas Islam Indonesia. Para peserta mendapatkan gambaran tentang lingkungan akademik, pilihan bidang studi, serta berbagai peluang pengembangan diri yang dapat ditempuh ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FTI UII berharap dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa SMAS ABBS Surakarta untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa mendatang.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FTI UII dalam mempererat hubungan dengan institusi pendidikan menengah serta memperkenalkan pendidikan tinggi di bidang teknologi dan industri kepada generasi muda.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 28 Oktober 2026 – Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan FTI Talks Periode Oktober 2026 dengan tema “Transisi Energi Primer di Indonesia”, pada Rabu (28/10/2026). Bertempat di Auditorium Lantai 3, Gedung KH. Mas Mansur FTI UII, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan hasil karya akademik sekaligus forum diskusi mengenai tantangan pengembangan sistem energi yang berkelanjutan di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP., Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII periode 2026–2030. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa FTI Talks merupakan wadah untuk berbagi karya, gagasan, dan pengetahuan yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa.

Beliau juga menyampaikan bahwa FTI Talks akan diselenggarakan secara rutin oleh fakultas dengan menghadirkan pemateri yang berbeda-beda. Topik yang diangkat mencakup berbagai bidang, mulai dari pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan keilmuan Kelompok Bidang Ilmu (KBI). Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat saling bertukar wawasan, memperluas perspektif akademik, serta membangun budaya diskusi ilmiah di lingkungan FTI UII.

Materi utama disampaikan oleh Muflih Arisa Adnan, S.T., M.Sc., Ph.D., Dosen Program Studi Teknik Kimia FTI UII sekaligus Kepala Pusat Studi Energi UII. Diskusi dipandu oleh Rahmat Riza, S.T., M.Sc., ME., Kepala Laboratorium Konversi Energi UII, yang bertindak sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Muflih Arisa Adnan mengulas transisi energi primer sebagai perubahan sistem energi dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan terjangkau. Pembahasan ini menempatkan energi tidak hanya sebagai kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara.

Salah satu isu yang dibahas adalah hubungan antara konsumsi energi, pertumbuhan ekonomi, dan emisi karbon. Pengalaman historis sejak Revolusi Industri menunjukkan bahwa pemanfaatan batu bara berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi pada saat yang sama turut mendorong peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂). Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam merancang sistem energi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan dampak lingkungan.

Dari sisi ketersediaan sumber daya, pemateri menjelaskan bahwa bahan bakar fosil merupakan sumber daya tidak terbarukan dalam skala waktu kehidupan manusia. Sementara itu, dari sisi lingkungan, pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam menghasilkan emisi CO₂ yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Kedua persoalan tersebut menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pilihan sumber energi dan teknologi yang digunakan.

Keberlanjutan, Keandalan, dan Keterjangkauan Energi

Pembahasan kemudian berfokus pada tantangan dalam mewujudkan transisi energi. Pemilihan teknologi energi tidak cukup hanya didasarkan pada rendahnya emisi, tetapi juga perlu mempertimbangkan keandalan pasokan, usia pakai teknologi, kebutuhan penyimpanan energi, serta biaya investasi dan operasional.

Dalam presentasinya, pemateri membandingkan karakteristik pembangkit listrik berbasis batu bara, tenaga surya fotovoltaik (solar photovoltaic/PV), dan tenaga angin. Perbandingan tersebut mencakup faktor emisi, faktor kapasitas (capacity factor), serta biaya pembangkitan listrik. Ketiga indikator ini memberikan gambaran bahwa setiap teknologi memiliki karakteristik dan konsekuensi yang berbeda dalam penerapannya.

Pembangkit listrik tenaga surya dan angin menawarkan potensi pengurangan emisi operasional, tetapi kinerjanya dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya alam dan kondisi pemanfaatannya. Di sisi lain, pembangkit berbahan bakar fosil memiliki karakteristik operasional tersendiri yang perlu diperhitungkan bersama dampak emisinya. Oleh karena itu, transisi energi membutuhkan pendekatan yang mampu menyeimbangkan keberlanjutan lingkungan, keandalan sistem, dan keterjangkauan biaya.

Materi tersebut juga menekankan bahwa energi terbarukan tidak secara otomatis dapat dianggap berkelanjutan dalam seluruh aspek. Proses produksi bahan, pembangunan fasilitas, pengoperasian, hingga akhir masa pakai teknologi tetap dapat menimbulkan dampak lingkungan yang perlu diukur dan dievaluasi.

Life Cycle Assessment dan Analisis Tekno-Ekonomi

Untuk memberikan dasar evaluasi yang lebih terukur, pemateri menjelaskan dua pendekatan penting, yaitu Life Cycle Assessment (LCA) dan analisis tekno-ekonomi.

LCA merupakan metode untuk menilai aspek lingkungan dan potensi dampak suatu produk, proses, atau layanan sepanjang daur hidupnya. Mengacu pada ISO 14040 dan ISO 14044, kajian ini meliputi empat tahapan utama, yaitu penentuan tujuan dan ruang lingkup (goal and scope definition), inventarisasi daur hidup (life cycle inventory), penilaian dampak daur hidup (life cycle impact assessment), serta interpretasi hasil.

Melalui pendekatan tersebut, evaluasi teknologi energi dapat mencakup berbagai potensi dampak, seperti pemanasan global dan pengasaman lingkungan. Dengan demikian, penilaian tidak hanya berfokus pada emisi saat energi digunakan, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang muncul sepanjang rantai prosesnya.

Sementara itu, analisis tekno-ekonomi digunakan untuk mengevaluasi kelayakan suatu teknologi atau proses dari sisi biaya dan produksi. Salah satu indikator yang dibahas adalah Levelized Cost of Production (LCOP), yakni biaya rata-rata untuk menghasilkan satu unit produk selama umur proyek. Perhitungannya mempertimbangkan biaya investasi, biaya operasional, faktor pengembalian modal, dan jumlah produksi.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut membantu mengidentifikasi pilihan teknologi yang tidak hanya memiliki kinerja lingkungan yang lebih baik, tetapi juga layak secara ekonomi. Pendekatan ini relevan dalam menilai berbagai jalur pemanfaatan energi dan bahan baku, termasuk pembangkit listrik berbasis batu bara serta pengembangan bahan bakar penerbangan dan pemanfaatan minyak nabati yang turut menjadi bagian dari materi presentasi.

Melalui sesi tanya jawab dan diskusi yang dipandu moderator Rahmat Riza, peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami topik transisi energi primer serta bertukar pandangan mengenai tantangan pengembangan teknologi energi. Forum ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan perspektif akademik dengan persoalan nyata dalam pengembangan sistem energi yang berkelanjutan.

Melalui FTI Talks, FTI UII terus membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berbagi karya, memperluas wawasan, serta mengembangkan diskusi ilmiah yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi sivitas akademika dalam menjawab tantangan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 21 Oktober 2026 — Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan/wati dan Mahasiswa Tingkat Akhir bertema “Ready to Be Hired: Mengomunikasikan Kompetensi dan Potensi di Dunia Kerja” pada Rabu (21/10), bertempat di Auditorium Lantai 3, Gedung KH. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas mempersiapkan mahasiswa menghadapi transisi dari lingkungan akademik menuju dunia profesional.

Pembekalan tersebut menghadirkan Juanda, S.T., alumni FTI UII yang saat ini menjabat sebagai Human Resources and General Affairs Manager PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Dengan latar belakang sebagai alumni sekaligus praktisi industri, sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai kesiapan kerja, pengenalan kompetensi diri, serta cara mengomunikasikan potensi secara profesional kepada perusahaan.

Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18–24, dilanjutkan dengan sambutan pimpinan fakultas yang disampaikan oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng., Dalam sambutannya, Agus Mansur menyampaikan pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya perlu memiliki bekal akademik dan kompetensi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga perlu mampu mengenali potensi diri, mengomunikasikan kemampuan secara profesional, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan dunia industri.

Pembekalan ini menjadi salah satu upaya FTI UII untuk mendukung calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir agar lebih siap menghadapi proses rekrutmen, membangun karier, serta mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut, FTI UII juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dengan kriteria cum laude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di masing-masing program studi. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembekalan dari Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII serta sesi bersama narasumber dari industri.

Memahami Perubahan Dunia Kerja dan Tuntutan Kompetensi

Dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang semakin cepat seiring perkembangan teknologi, otomatisasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Berbagai pekerjaan rutin mulai dapat diotomatisasi, sementara perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi, terus belajar, serta menyelesaikan persoalan yang semakin kompleks.

Dalam konteks tersebut, kesiapan lulusan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting agar lulusan mampu menghadapi perubahan kebutuhan industri sekaligus memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja.

Materi pembekalan menggarisbawahi pentingnya memahami dua konsep utama, yaitu ready dan to be hired. Ready merujuk pada kesiapan individu untuk memasuki dunia kerja dan memberikan kontribusi, sedangkan to be hired berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap posisi yang ditawarkan.

Kesiapan tersebut mencakup tiga aspek yang saling melengkapi. Pertama, kompetensi atau can do, yaitu pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan seseorang melaksanakan pekerjaan. Kedua, potensi atau can grow, yakni kapasitas untuk berkembang dan mempelajari hal-hal baru. Ketiga, kesiapan mental atau will do, yang tercermin melalui sikap positif, kedisiplinan, kemauan menghadapi tantangan, dan kesediaan untuk berkontribusi.

Dengan demikian, mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh. Selain menguasai bidang keilmuan, mereka perlu menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki relevan dengan kebutuhan pekerjaan, memiliki potensi untuk terus berkembang, dan didukung oleh sikap profesional.

Salah satu materi utama pembekalan adalah penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang mampu merepresentasikan kompetensi dan potensi kandidat. CV merupakan dokumen penting yang digunakan untuk memperkenalkan latar belakang pendidikan, pengalaman, pencapaian, serta keterampilan kepada calon pemberi kerja. Dokumen ini juga dapat digunakan untuk keperluan magang, beasiswa, dan berbagai kesempatan profesional lainnya.

Peserta diarahkan untuk menyusun CV secara sistematis dengan mencantumkan identitas yang relevan, riwayat pendidikan secara kronologis dari yang terbaru, pengalaman profesional, prestasi akademik maupun nonakademik, serta keterampilan yang dikuasai.

Pengalaman profesional tidak terbatas pada pekerjaan formal. Mahasiswa yang baru akan memasuki dunia kerja dapat memanfaatkan pengalaman magang, kerja praktik, asisten dosen, asisten praktikum, pekerjaan paruh waktu, proyek tim, maupun aktivitas organisasi sebagai bukti keterlibatan dan kemampuan dalam menyelesaikan tanggung jawab.

Pengalaman tersebut perlu dijelaskan secara spesifik dengan menonjolkan aktivitas yang dilakukan, tanggung jawab yang diemban, keterampilan yang digunakan, dan hasil yang dicapai. Dengan cara ini, CV tidak hanya berisi daftar pengalaman, tetapi juga menunjukkan nilai yang dapat ditawarkan kandidat kepada perusahaan.

Dari sisi keterampilan, peserta perlu mengenali perbedaan hard skills dan soft skills. Hard skills meliputi kemampuan teknis, penguasaan perangkat lunak, pemrograman, bahasa, sertifikasi, dan keterampilan lain yang berkaitan langsung dengan pekerjaan. Adapun soft skills mencakup komunikasi, kepemimpinan, public speaking, pemecahan masalah, kolaborasi, serta manajemen waktu dan diri.

Sebaliknya, kandidat perlu menghindari informasi yang tidak relevan, deskripsi pengalaman yang terlalu umum, informasi palsu, desain yang berlebihan, penggunaan kembali CV tanpa penyesuaian, serta pengiriman dokumen tanpa pemeriksaan ulang. Materi juga memperkenalkan CV yang ramah terhadap Applicant Tracking System (ATS), sehingga mahasiswa perlu memperhatikan keterbacaan dan struktur dokumen ketika melamar melalui sistem rekrutmen digital.

Strategi Wawancara: Menyampaikan Pengalaman secara Terstruktur

Selain CV, wawancara merupakan tahapan penting untuk memperlihatkan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Wawancara memberi kesempatan kepada perekrut untuk menilai pengalaman, kemampuan komunikasi, sikap, serta potensi kandidat berdasarkan informasi yang disampaikan secara langsung.

Persiapan wawancara perlu dimulai sebelum hari pelaksanaan. Kandidat disarankan melakukan riset mengenai perusahaan, mempelajari kriteria posisi yang dilamar, memahami alasan memilih pekerjaan tersebut, melakukan refleksi diri, serta menyiapkan pertanyaan yang relevan untuk pewawancara.

Aspek penampilan dan ketepatan waktu juga menjadi bagian dari profesionalitas. Datang lebih awal, mengenakan pakaian yang sesuai, menjaga bahasa tubuh, mempertahankan kontak mata yang wajar, dan menunjukkan antusiasme dapat membantu membangun kesan positif. Dalam wawancara daring, kesiapan teknis turut menjadi perhatian, termasuk kestabilan koneksi internet, kualitas suara dan video, serta lingkungan yang rapi dan mendukung komunikasi.

Peserta juga diingatkan agar menjawab pertanyaan secara tepat, jelas, dan jujur. Jawaban yang terlalu panjang dapat mengaburkan inti pesan, sedangkan jawaban yang terlalu singkat berisiko tidak menunjukkan kemampuan kandidat secara memadai. Karena itu, pengalaman perlu disampaikan dengan alur yang logis dan disertai contoh yang relevan.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini membantu kandidat menyusun jawaban berdasarkan empat unsur:

  1. Situation — menjelaskan situasi atau konteks pengalaman yang dihadapi.
  2. Task — menguraikan tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
  3. Action — menjelaskan tindakan konkret yang dilakukan untuk menangani situasi tersebut.
  4. Result — memaparkan hasil yang dicapai dari tindakan yang dilakukan.

Sebagai contoh, ketika ditanya mengenai pengalaman bekerja dalam tim, kandidat dapat menjelaskan latar belakang proyek, peran yang diberikan, langkah yang diambil untuk menyelesaikan tugas, serta hasil yang diperoleh. Struktur tersebut membantu pewawancara memahami kontribusi kandidat secara lebih terukur.

Metode STAR juga mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman selama kuliah. Kegiatan organisasi, proyek akademik, kerja praktik, penelitian, dan kepanitiaan dapat menjadi sumber contoh yang relevan selama kandidat mampu menjelaskan peran dan kontribusinya secara jujur.

Menghubungkan Kompetensi Akademik dengan Kebutuhan Industri

Kehadiran Juanda, S.T., sebagai alumni FTI UII yang berkiprah di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan urusan umum di PT Mitrabara Adiperdana Tbk, memberikan perspektif praktisi dalam rangkaian pembekalan ini. Sesi tersebut melengkapi materi persiapan karier dengan konteks dunia industri, terutama pentingnya mengenali kebutuhan posisi yang dilamar dan menyampaikan kompetensi secara relevan.

Bagi calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir, pemahaman tersebut penting agar proses memasuki dunia kerja tidak berhenti pada pengiriman lamaran. Kandidat perlu mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan, menunjukkan bukti pengalaman, dan menjelaskan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi organisasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi, foto bersama, serta penyerahan doorprize. Melalui diskusi, peserta memperoleh ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai persiapan karier dan berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika menghadapi proses rekrutmen.

Mempersiapkan Lulusan yang Kompeten dan Adaptif

Pembekalan bertema “Ready to Be Hired: Mengomunikasikan Kompetensi dan Potensi di Dunia Kerja” menegaskan bahwa kesiapan kerja merupakan perpaduan antara kompetensi, potensi pengembangan, dan sikap profesional. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu disertai kemampuan mengomunikasikan pengalaman, menunjukkan kontribusi, serta beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan industri.

Melalui kegiatan ini, FTI UII mendorong calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir untuk mulai mempersiapkan karier sejak masa studi. Penyusunan CV yang terarah, latihan wawancara, evaluasi pengalaman, dan pengembangan keterampilan perlu menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional.

Pada akhirnya, keberhasilan lulusan tidak hanya tercermin dari kemampuan memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kesanggupan mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan persiapan yang lebih matang, lulusan FTI UII diharapkan mampu menghadapi proses rekrutmen secara percaya diri serta terus bertumbuh dalam perjalanan profesionalnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menghadirkan Mimbar Muda FTI, sebuah kegiatan dakwah kreatif yang mengajak mahasiswa angkatan 2026 untuk menyampaikan pesan kebaikan dan nilai-nilai Islam melalui karya video yang inspiratif dan bermakna.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa semester pertama untuk mengembangkan potensi dakwah, mengasah kreativitas, serta mengimplementasikan materi perkuliahan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam bentuk karya digital yang relevan dengan kehidupan generasi muda.

Pelaksanaan Mimbar Muda FTI diawali dengan pembuatan dan pengumpulan video dakwah oleh mahasiswa di masing-masing kelas PAI. Selanjutnya, dosen PAI akan melakukan penilaian berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan. Dari setiap kelas, akan dipilih dua mahasiswa terbaik, yang terdiri atas satu mahasiswa putra dan satu mahasiswa putri, untuk menjadi delegasi dalam kompetisi tingkat fakultas.

Adapun mekanisme pelaksanaan, ketentuan pembuatan video, dan tenggat waktu pengumpulan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh masing-masing kelas PAI. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan berkoordinasi dengan dosen PAI masing-masing untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai proses seleksi dan persyaratan karya.

Selain menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas dan keberanian dalam berdakwah, Mimbar Muda FTI juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meraih hadiah menarik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif sebagai media penyebaran nilai-nilai Islam dan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.

Mengusung semangat “Berani Berdakwah, Kreatif Berkarya, Tebarkan Manfaat!”, Mimbar Muda FTI diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang kreatif, berkarakter Islami, serta mampu menghadirkan dakwah yang komunikatif dan inspiratif di era digital.

Mari, mahasiswa angkatan 2026, tunjukkan kreativitas dan keberanianmu dalam menyampaikan kebaikan melalui karya video dakwah!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ykh. Sivitas Akademika Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, terkait pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, berikut kami informasikan bahwa:

  1. Sesuai kalender akademik UII, perkuliahan tahap 1 berakhir tanggal  30 Oktober 2026.
  2. Pelaksanaan UTS mengikuti jadwal UTS pada tanggal 2 – 13 November 2026, rincian jadwal UTS dapat diakses pada https://s.id/JadwalUTSGanjil26-27FTIUIIPDF. 
  3. Khusus MKWU, mengikuti ketentuan dari Universitas (Direktorat Layanan Akademik) yang dapat dilihat pada tautan berikut ini (informasi MKWU: [email protected]).
  4. Peserta ujian wajib membawa kartu identitas fisik (KTM, KTP atau SIM) ketika mengikuti ujian. Bukan di HP.
  5. Mahasiswa diwajibkan login ke SIM NKMD (portal.fit.uii.ac.id) untuk mendapatkan kartu ujian online.
  6. Mahasiswa wajib memperlihatkan kartu ujian online kepada pengawas ujian saat akan memasuki ruang ujian. Setelah itu HP atau gawai bisa dimasukkan ke dalam tas dan diletakkan di depan (kecuali ada izin memakai perangkat gawai dari dosen/pengawas).
  7. Apabila terdapat jadwal ujian yang bertabrakan (bentrok), dimohon 3 hari sebelum pelaksanaan ujian menghubungi Divisi Administrasi Akademik di Ruang Layanan Lantai Basement Gedung K.H. Mas Mansur serta mengisi form berikut https://s.id/BentrokKelasUjian.
  8. Jika terjadi permasalahan terkait teknis ujian harap melaporkan kepada panitia ujian di ruang panitia di Ruang 02.17 (Learning Space 5) lantai 2 Gedung K.H. Mas Mansur sayap utara. 
  9. Perkuliahan tahap II Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 akan dimulai  16 November – 31 Desember 2026.

TATA TERTIB PESERTA UJIAN

Tata tertib mahasiswa peserta ujian dapat dilihat pada laman https://fit.uii.ac.id/blog/2026/10/01/tata-tertib-mahasiswa-fti-uii-dalam-mengikuti-ujian/

CARA MELIHAT KARTU UJIAN 

  1. Kartu ujian dapat dilihat dengan login ke SIM NKMD.
  2. Pilih jadwal dan kartu ujian

  3. Lihat kartu ujian

Peta lokasi Ruangan kelas per lantai di Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII beserta layout tempat duduk yang dipakai pada Ujian Tengah Semester Ganjil 2026/2027:

  1. Ruang 01.05 A (kapasitas 25 orang)
  2. Ruang 01.05 B (kapasitas 25 orang)
  3. Ruang 02.05 (kapasitas 25 orang)
  4. Ruang 02.10 (kapasitas 50 orang)
  5. Ruang 02.11 (kapasitas 25 orang)
  6. Ruang 02.12 (kapasitas 50 orang)
  7. Ruang 02.13 (kapasitas 25 orang)
  8. Ruang 02.14 (kapasitas 50 orang)
  9. Ruang 02.18 (kapasitas 50 orang, ruang cadangan)
  10. Ruang 02.20 (kapasitas 50 orang, ruang cadangan)
  11. Ruang 03.04 A (kapasitas 42 orang) 
  12. Ruang 03.04 B (kapasitas 42 orang)
  13. Ruang 03.06 A (kapasitas 25 orang)
  14. Ruang 03.06 B (kapasitas 25 orang)
  15. Ruang 03.09 (kapasitas 50 orang)
  16. Ruang 03.10 (kapasitas 25 orang)
  17. Ruang 03.11 (kapasitas 50 orang)
  18. Ruang 03.12 (kapasitas 25 orang)
  19. Ruang 03.13 (kapasitas 50 orang)
  20. Ruang 03.16 (kapasitas 50 orang, ex FIAI)
  21. Ruang 03.17 (kapasitas 50 orang, ex FIAI)
  22. Ruang 03.18 (kapasitas 50 orang, ex FIAI)
  23. Ruang 04.03 (kapasitas 25 orang)
  24. Ruang 04.04 (kapasitas 25 orang)
  25. Ruang 04.05 A (kapasitas 25 orang)
  26. Ruang 04.05 B (kapasitas 25 orang)
  27. Ruang 04.08 (kapasitas 50 orang)
  28. Ruang 04.09 (kapasitas 25 orang)
  29. Ruang 04.10 (kapasitas 25 orang)
  30. Ruang 04.11 (kapasitas 25 orang)
  31. Ruang 04.12 (kapasitas 50 orang)
  32. Ruang 04.15 A (kapasitas 25 orang)
  33. Ruang 04.15 B (kapasitas 25 orang)
  34. Ruang 04.16 (kapasitas 25 orang)
  35. Ruang 04.17 (kapasitas 25 orang)

Demikian informasi ini kami sampaikan dan harap diperhatikan dengan seksama.

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


BALIKPAPAN –
Universitas Islam Indonesia (UII) memperkuat jejaring kerja sama dengan sekolah melalui kegiatan Roadshow Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UII Tahun Akademik 2027/2028. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Kota Balikpapan dan berlangsung pada Kamis (15/10), pukul 13.00 WITA, di SMA Negeri 1 Balikpapan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus sosialisasi informasi pendidikan tinggi kepada para guru BK yang berperan penting dalam mendampingi siswa menentukan pilihan studi lanjut.

Acara dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Balikpapan, Drs. H. Zaenuri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi diperlukan untuk memastikan siswa memperoleh informasi pendidikan tinggi yang akurat sebagai bekal dalam merencanakan masa depan akademik dan karier.

Turut hadir perwakilan alumni UII, Dr. M. Ir. Fitriansyah, S.T., M.M., selaku Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Kalimantan Timur. Ia mengajak para guru BK untuk terus mendukung pengembangan generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi peluang pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Perkenalkan Program Unggulan FTI UII dan Prospek Karier Lulusan

Sesi utama disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknik Elektro UII, Ir. Firmansyah Nur Budiman, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam pemaparannya, ia memperkenalkan UII sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembentukan karakter keislaman mahasiswa.

Selain memperkenalkan profil universitas, sesi ini juga mengulas berbagai program studi unggulan di lingkungan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Para peserta memperoleh informasi mengenai program studi, fasilitas pembelajaran, peluang kerja sama internasional, pengembangan kompetensi mahasiswa, hingga prospek karier lulusan di berbagai sektor industri.

Bidang teknologi dan industri menjadi salah satu fokus pembahasan, mencakup perkembangan digitalisasi, energi, manufaktur, otomasi, kecerdasan buatan, sistem informasi, dan rekayasa industri. Informasi tersebut diharapkan membantu guru BK dalam memberikan gambaran mengenai pilihan studi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja kepada para siswa.

Roadshow ini juga memberikan informasi mengenai berbagai jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UII Tahun Akademik 2027/2028, mekanisme seleksi, program beasiswa, serta kemudahan akses informasi bagi calon mahasiswa.

Melalui sosialisasi tersebut, para guru BK diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pilihan program studi dan proses penerimaan mahasiswa baru. Dengan demikian, pendampingan kepada siswa dan orang tua dalam menentukan perguruan tinggi tujuan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Selain sosialisasi akademik, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan program kemitraan dan referral yang melibatkan sekolah serta guru BK sebagai mitra strategis UII. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus memperluas jangkauan informasi pendidikan tinggi kepada calon mahasiswa di berbagai daerah.

Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pertanyaan disampaikan mengenai pilihan program studi, peluang beasiswa, proses seleksi masuk, fasilitas kampus, serta prospek kerja lulusan di era transformasi digital.

Melalui Roadshow MGBK PMB UII Tahun Akademik 2027/2028 di Balikpapan, UII, khususnya FTI UII, berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan para guru BK dan sekolah. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi, mengenalkan bidang-bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 13 Oktober 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) akan menyelenggarakan kegiatan Fun & Growth FTI UII 2026: Employee Building & Refreshment pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di kawasan Borobudur dan Balkondes Wanurejo, Magelang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana penyegaran sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar FTI UII, khususnya dosen dan tenaga kependidikan.

Mengusung semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama, kegiatan ini mengajak peserta untuk sejenak menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan melalui aktivitas luar ruang yang menyenangkan, interaktif, dan inspiratif.

Salah satu agenda utama adalah petualangan menggunakan VW Safari Cabriolet untuk menjelajahi kawasan Borobudur. Peserta akan menikmati suasana pedesaan, panorama persawahan di kawasan Svargabumi, serta mengunjungi sentra kerajinan UMKM lokal. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal potensi wisata dan produk lokal di sekitar Borobudur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta di halaman Dekanat FTI UII Kampus Terpadu pada pukul 06.00 WIB, dilanjutkan perjalanan menuju Magelang, sesi ice breaking dan pemanasan, serta tur VW Safari. Setelah istirahat, salat, dan makan siang bersama di Balkondes Wanurejo, peserta akan mengikuti sesi motivasi dan kegiatan tukar kado silang sebagai salah satu momen untuk membangun keakraban antarkaryawan.

Dalam kegiatan tukar kado silang, setiap peserta diminta membawa satu kado non-makanan senilai Rp15.000, dibungkus menggunakan kertas koran atau kertas cokelat tanpa mencantumkan nama. Kado yang dibawa diharapkan bersifat unik, tahan lama, dan dapat digunakan oleh siapa saja.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, peserta diwajibkan mengenakan seragam resmi Milad UII ke-83, memadukannya dengan celana olahraga atau training yang nyaman, serta menggunakan sepatu olahraga yang tidak licin. Peserta juga disarankan membawa baju ganti, obat-obatan pribadi, topi atau kacamata hitam, serta perlengkapan pribadi lainnya.

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara, jadwal kegiatan, serta ketentuan peserta Fun & Growth FTI UII 2026: Employee Building & Refreshment dapat diakses melalui tautan berikut:

Informasi Lengkap Fun & Growth FTI UII 2026

Melalui Fun & Growth FTI UII 2026, diharapkan terbangun suasana kerja yang semakin harmonis, semangat kolaborasi yang lebih kuat, serta hubungan kekeluargaan yang semakin erat di lingkungan FTI UII. Kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi energi positif untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi fakultas dan Universitas Islam Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, FTI UII — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyelenggarakan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Angkatan 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi ruang perkenalan sekaligus komunikasi awal antara fakultas, program studi, dan orang tua/wali dalam mendampingi perjalanan pendidikan mahasiswa selama menempuh studi di FTI UII.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan FTI UII, ketua dan sekretaris program studi, dosen pembimbing akademik, serta orang tua/wali mahasiswa baru angkatan 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai informasi mengenai lingkungan fakultas, layanan dan fasilitas kampus, sistem akademik, hingga berbagai peluang pengembangan mahasiswa.

Dekan FTI UII, Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para orang tua/wali mahasiswa baru angkatan 2026. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara fakultas, mahasiswa, serta orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan.

Orang tua/wali juga diharapkan tidak ragu untuk berkomunikasi dengan pihak fakultas, program studi, maupun dosen pembimbing akademik apabila terdapat kendala yang dihadapi mahasiswa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani proses pembelajaran dengan baik serta berkembang menjadi generasi yang membanggakan keluarga, agama, dan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FTI UII juga memperkenalkan jajaran pimpinan fakultas, yaitu Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. selaku Dekan FTI UII, Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi, Dr. Ir. Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng., IPM. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, serta Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Kealumnian.

Selain itu, diperkenalkan pula jajaran pimpinan program studi yang berada di lingkungan FTI UII.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Ir. Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng., IPM. Pada sesi tersebut, orang tua/wali diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan FTI UII dan Universitas Islam Indonesia.

FTI UII memiliki berbagai fasilitas pendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Mahasiswa dapat memanfaatkan ruang pembelajaran, laboratorium, ruang kegiatan mahasiswa, fasilitas ibadah, kantin, serta berbagai sarana pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya juga disampaikan mengenai berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan UII, termasuk perpustakaan, poliklinik, masjid, auditorium, fasilitas olahraga, serta layanan pendukung mahasiswa lainnya.

Selain fasilitas fisik, UII juga menyediakan berbagai layanan digital yang dapat membantu mahasiswa maupun orang tua/wali dalam memantau proses perkuliahan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi, Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP, memberikan pemaparan mengenai perjalanan akademik mahasiswa selama menempuh pendidikan di FTI UII.

Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa proses pendidikan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perkuliahan di kelas. Mahasiswa juga memiliki berbagai kesempatan untuk mengembangkan pengalaman dan kompetensi melalui penelitian, magang, kompetisi, kegiatan internasional, organisasi kemahasiswaan, hingga program double degree.

FTI UII juga menyediakan pendampingan akademik melalui Dosen Pembimbing Akademik (DPA). DPA menjadi salah satu pihak yang dapat mendampingi mahasiswa dalam persoalan akademik selama menjalani studi.

Selain pendampingan akademik, UII juga menyediakan layanan konseling di tingkat universitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa ketika membutuhkan dukungan terkait berbagai persoalan yang dihadapi selama masa studi.

Orang Tua Dapat Memantau Perkembangan Studi Mahasiswa

Salah satu informasi penting dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan UII Gateway dan Single Sign-On (SSO) Orang Tua. Melalui sistem tersebut, orang tua/wali dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan putra-putrinya selama menjalani perkuliahan.

Orang tua/wali dapat memantau berbagai informasi, antara lain presensi, perkembangan studi, nilai, serta informasi pembayaran. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di UII.

FTI UII juga mendorong orang tua untuk melakukan pemantauan secara berkala sehingga apabila terdapat hal yang perlu mendapatkan perhatian, komunikasi dengan mahasiswa maupun pihak kampus dapat dilakukan lebih awal.

Temu wali mahasiswa angkatan 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan pola komunikasi yang diharapkan dapat dibangun sejak awal antara kampus, mahasiswa, dan orang tua/wali.

Menurut pemaparan dalam kegiatan tersebut, temu wali pada angkatan 2026 dilakukan lebih awal agar orang tua/wali dapat mengenal sistem pemantauan mahasiswa melalui UII Gateway dan SSO Orang Tua. Setelah mahasiswa menjalani semester pertama, FTI UII juga merencanakan kegiatan temu wali yang memungkinkan orang tua/wali berdiskusi lebih lanjut dengan dosen pembimbing akademik mengenai perkembangan mahasiswa.

Dengan adanya komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan, fakultas berharap proses pendampingan mahasiswa dapat dilakukan secara lebih optimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada orang tua/wali untuk menyampaikan pertanyaan seputar akademik, program internasional, dosen pembimbing akademik, double degree, serta berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan studi mahasiswa di FTI UII.

Melalui kegiatan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru Angkatan 2026, FTI UII berkomitmen membangun sinergi dengan orang tua/wali sebagai bagian penting dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa. Kolaborasi antara kampus, mahasiswa, dan keluarga diharapkan dapat menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk menjalani masa studi dengan baik sekaligus mengembangkan kompetensi, karakter, kepemimpinan, dan pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 30 September 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) turut mendukung pelaksanaan Program Talenta Unggul Nasional (TUNAS) 2026 yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengidentifikasi dan memetakan lulusan dengan potensi unggul sesuai kebutuhan sumber daya manusia pada sektor-sektor strategis.

 

Pelaksanaan tes TUNAS di lingkungan UII berlangsung pada 28–30 September 2026 di Auditorium Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi setiap harinya, yaitu pukul 08.00–10.00 WIB, 12.00–14.00 WIB, dan 16.00–18.00 WIB.

Selama tiga hari pelaksanaan, sekitar 900 peserta mengikuti tes di lokasi UII. Peserta tidak hanya berasal dari UII, tetapi juga dari sejumlah perguruan tinggi lain yang tergabung dalam klaster pelaksanaan tes di wilayah Yogyakarta.

Program TUNAS dirancang untuk membangun Database Talenta Unggul Nasional dengan menghimpun data lulusan dari berbagai perguruan tinggi. Pemetaan dilakukan melalui sejumlah asesmen, termasuk Tes IQ serta Tes Spirit & Grit, yang digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan, potensi, dan daya juang peserta.

Hasil asesmen tersebut selanjutnya dapat menjadi bagian dari Talent Pool SDM Strategis. Data talenta yang terhimpun kemudian dapat dipadankan dengan kebutuhan kompetensi pada berbagai sektor strategis melalui mekanisme talent matching.

Program ini mencakup sejumlah bidang prioritas, antara lain pangan, kesehatan, energi, hilirisasi dan industrialisasi, kecerdasan artifisial dan semikonduktor, material dan manufaktur maju, pertahanan, serta maritim.

Bagi lingkungan Fakultas Teknologi Industri, program tersebut memiliki relevansi yang erat dengan bidang keilmuan dan kompetensi yang dikembangkan melalui berbagai program studi di FTI UII, khususnya dalam mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri dan sektor strategis nasional.

Alumni FTI UII dalam Pemetaan Talenta Nasional

Keterlibatan alumni menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan TUNAS 2026. Dari lingkungan UII, sebanyak 1.699 alumni mendapatkan undangan untuk mengikuti program ini, dengan 385 alumni tercatat mengikuti tes.

Keikutsertaan alumni dalam asesmen memberikan kesempatan untuk memetakan potensi dan kompetensi mereka dalam sebuah basis data talenta nasional. Bagi alumni FTI UII, proses tersebut dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kompetensi yang dimiliki sekaligus membuka kemungkinan keterhubungan dengan kebutuhan tenaga profesional pada berbagai sektor.

Hal tersebut sejalan dengan karakter pendidikan di FTI UII yang tidak hanya menekankan penguasaan keilmuan dan teknologi, tetapi juga mendorong lulusan agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri serta kebutuhan masyarakat.

FTI UII Dorong Kesiapan Talenta di Era Industri

Perkembangan industri dan teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kombinasi antara kompetensi teknis, kemampuan berpikir, serta daya adaptasi yang kuat. Karena itu, pemetaan talenta seperti yang dilakukan melalui TUNAS menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keterhubungan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Keterlibatan FTI UII dalam mendukung ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk terus memperkuat hubungan antara pendidikan, pengembangan kompetensi, dunia industri, dan kebutuhan sumber daya manusia nasional.

Pelaksanaan Tes TUNAS di UII dikoordinasikan oleh Direktorat Karier dan Alumni UII (UII Career Center). Kegiatan tersebut juga mendapatkan pemantauan dari perwakilan Kemdiktisaintek untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Koordinator pelaksanaan TUNAS di UII, Allan Fatchan Gani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kepercayaan kepada UII sebagai salah satu lokasi pelaksanaan merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam proses pemetaan dan pengembangan talenta unggul Indonesia.

“Direktorat Karier dan Alumni UII menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada UII sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan TUNAS 2026 dan berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam pemetaan serta pengembangan talenta unggul nasional.”

Melalui dukungan terhadap pelaksanaan TUNAS 2026, FTI UII turut mengambil bagian dalam ekosistem pengembangan talenta Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara kompetensi lulusan, kebutuhan dunia kerja, serta sektor-sektor strategis yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas.

Bagi FTI UII, keterlibatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta teknologi dan industri yang adaptif, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

sumber : https://career.uii.ac.id/uii-jadi-tuan-rumah-pelaksanaan-tes-tunas-dukung-pemetaan-talenta-unggul-nasional/

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 21 September 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyelenggarakan Studi Umum Pengembangan Diri Qur’ani (PDQ) Periode 2026/2027 dengan tema “PLOT TWIST: Unlock Your Leadership Skills”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ulil Albab UII ini menghadirkan Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai narasumber.

Kegiatan mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan bukan sesuatu yang hadir secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dalam membangun karakter, spiritualitas, ilmu, adab, pengalaman, hingga kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui konsep “7 Fase dari Usia Muda ke Pemimpin Qur’ani”, peserta diperkenalkan pada tahapan pembentukan diri yang dimulai sejak masa kanak-kanak hingga mampu membimbing dan melahirkan pemimpin baru. Ketujuh fase tersebut meliputi:

Fase Rentang Usia Fokus
Fase 0 0–7 tahun Menanam fitrah
Fase 1 7–12 tahun Pembiasaan ibadah dan adab
Fase 2 13–18 tahun Mencari dan mengikat identitas
Fase 3 18–23 tahun Tempaan ilmu dan adab
Fase 4 23–30 tahun Ujian lapangan
Fase 5 30–40 tahun Menerima dan menjalankan amanah
Fase 6 40 tahun ke atas Melahirkan pemimpin baru

Bagi mahasiswa, Fase 3 menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan diri. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun adab, kedewasaan, kemampuan memimpin, serta fondasi ruhani. Masa perkuliahan dipandang sebagai fase tempaan untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

Materi juga membahas pentingnya pengalaman dan amanah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menjalankan tanggung jawab, tetapi juga memahami kondisi orang yang dipimpinnya. Karena itu, pendekatan kepemimpinan perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kesiapan masing-masing individu.

Pada fase terakhir, kepemimpinan diarahkan pada kemampuan melahirkan pemimpin baru. Seorang pemimpin tidak lagi berorientasi menjadi pihak yang paling penting, tetapi berperan dalam membimbing dan mengembangkan generasi berikutnya.

Sebagai penutup, peserta diajak melakukan refleksi dan muhasabah terhadap fase kehidupan yang sedang dijalani. Materi menekankan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki proses pembentukan diri. Pesan utama yang disampaikan adalah “yang menjadi masalah bukan terlambat, tetapi melompat.”

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FTI UII diharapkan dapat memandang kepemimpinan sebagai perjalanan yang dibangun melalui ilmu, adab, ujian, amanah, dan keteladanan, hingga pada akhirnya mampu memberikan manfaat dan menumbuhkan pemimpin baru.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.