Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) secara resmi melantik jajaran Dekan dan Wakil Dekan untuk masa jabatan periode 2026–2030 pada Rabu, 1 Juli 2026, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Pelantikan ini menjadi momentum estafet kepemimpinan baru di seluruh fakultas, termasuk Fakultas Teknologi Industri UII, yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat di tengah dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan global.

Pada periode kepemimpinan 2026–2030, FTI UII dipimpin oleh:

  • Dekan
    • Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.
  • Wakil Dekan
    • Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP. – Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi
    • Dr. Ir. Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng., IPM. – Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya
    • Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. – Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian

Prof. Sri Kusumadewi bukanlah sosok baru di lingkungan FTI UII. Guru Besar di bidang Sistem Pendukung Keputusan tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan akademik, mulai dari Sekretaris Jurusan Informatika, Ketua Jurusan Informatika, Wakil Dekan FTI, hingga Direktur Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya UII selama dua periode. Selain dikenal sebagai akademisi produktif dengan berbagai publikasi internasional bereputasi, beliau juga aktif mengembangkan inovasi di bidang kecerdasan buatan, sistem pendukung keputusan, dan transformasi digital pendidikan.

Bersama jajaran wakil dekan, kepemimpinan baru FTI UII diharapkan mampu memperkuat sinergi antarjurusan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring riset dan kolaborasi internasional, mengembangkan inovasi berbasis teknologi, serta memperkokoh pembinaan mahasiswa dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik.

Seluruh sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri UII menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., beserta jajaran Wakil Dekan yang telah menerima amanah untuk memimpin FTI UII periode 2026–2030. Besar harapan agar kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi yang berkelanjutan dalam mewujudkan FTI UII sebagai fakultas yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan kepada seluruh pimpinan dalam mengemban amanah ini. Semoga setiap langkah yang diambil membawa kemajuan bagi Fakultas Teknologi Industri UII, memperkuat kontribusi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, berjiwa pemimpin, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

 

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

YogyakartaFakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia, menyelenggarakan acara pisah sambut pimpinan periode 2022–2026 pada Jumat, 3 Juli 2026 di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini menjadi momen apresiasi atas pengabdian pimpinan sebelumnya sekaligus menyambut kepemimpinan baru dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika FTI UII. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 27–28, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Teknologi Industri periode 2022-2026, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang telah diemban selama empat tahun terakhir. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil tentu belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, ia berharap seluruh sivitas akademika tetap menjaga kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan terus melanjutkan semangat membangun FTI UII menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arif mengajak seluruh hadirin untuk lebih mengingat berbagai kebersamaan dan capaian positif yang telah diraih selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan fakultas merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, sehingga semangat kekeluargaan dan sinergi perlu terus dipelihara demi kemajuan FTI UII.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. selaku Dekan FTI UII periode 2026–2030. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan berbagai capaian yang telah ditorehkan oleh kepemimpinan sebelumnya sebagai fondasi untuk melanjutkan pengembangan fakultas di masa mendatang.

Prof. Sri Kusumadewi mengajak seluruh sivitas akademika FTI UII untuk bersama-sama membangun fakultas dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan saling mendukung. Beliau menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang hanya dapat dijalankan dengan baik melalui kerja sama seluruh elemen fakultas. Oleh karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dan kritik yang bersifat membangun sebagai bagian dari upaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas tata kelola fakultas.

Beliau juga berharap seluruh sivitas akademika dapat menyatukan visi dan langkah dalam mewujudkan FTI UII yang semakin unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Universitas Islam Indonesia dan masyarakat luas.

Sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan periode 2022–2026, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Dr. Arif Hidayat, M.T. dan Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.,Sc., IPU., ASEAN Eng. ,yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan dan sivitas akademika FTI UII. Momen tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan FTI UII menuju masa depan yang lebih baik.

 

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat tonggak baru dalam pengembangan pendidikan profesi dengan melantik 88 lulusan angkatan pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang digelar di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Ahad (28/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 lulusan mengikuti prosesi secara luring dan enam lulusan mengikuti secara daring, sementara empat lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti pelantikan pada periode berikutnya.

Pelantikan perdana ini menjadi penanda awal kontribusi PSPPI UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung etika profesi, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan industri dan pembangunan.

PSPPI UII yang resmi berdiri pada 22 April 2025 memperoleh antusiasme tinggi sejak pembukaan angkatan pertamanya. Dari 129 pendaftar, sebanyak 99 orang diterima sebagai mahasiswa dan 88 di antaranya dinyatakan lulus pada Juni 2026.

Ketua PSPPI UII, Dr.Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan program ini terletak pada integrasi sertifikasi inovasi dan pemecahan masalah berbasis metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Penguatan kompetensi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadikan PSPPI UII sebagai salah satu pelopor pengembangan pembelajaran profesi keinsinyuran yang mengintegrasikan metode systematic problem solving ke dalam kurikulum pendidikan profesi.

“Mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti ujian sertifikasi TRIZ yang dilaksanakan di kampus sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional,” ujar Risdiyono.

Pada pelantikan perdana ini, sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi praktisi yang berlaku secara internasional.

Selain penguatan kompetensi melalui sertifikasi internasional, PSPPI UII juga dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan praktik keinsinyuran, manajerial, dan profesionalisme sesuai kebutuhan dunia kerja serta standar praktik keinsinyuran nasional dan global.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Agus Mansur, serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika. Pembacaan sumpah profesi insinyur disaksikan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, M.T., PUSDA, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Siswoyo menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan peneguhan amanah profesi yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesional yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Ketua PII Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dan integritas profesi.

“Pegang dua hal penting ini: tetaplah adaptif agar terus relevan, dan tetaplah berintegritas agar terus bermanfaat serta menyelamatkan kehidupan manusia,” pesannya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelantikan, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan pelantikan perdana ini menjadi momentum penting dalam penguatan profesi insinyur di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 180.000–220.000 lulusan bidang teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun yang menjadi potensi besar pengembangan pendidikan profesi insinyur.

Menurutnya, Program Profesi Insinyur merupakan investasi jangka panjang karena tidak hanya memberikan gelar insinyur (Ir.), tetapi juga memperkuat pengakuan kompetensi profesional, meningkatkan kredibilitas, memperluas peluang karier, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Menutup rangkaian pelantikan, Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII terbuka tidak hanya bagi lulusan baru bidang teknik, tetapi juga bagi para profesional yang telah berkarya di bidang rekayasa dan ingin memperoleh pengakuan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme sesuai standar praktik keinsinyuran di Indonesia.

Suasana pagi di Gedung K.H. Mas Mansur Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (20/6) nampak dipenuhi para orang tua dan wali mahasiswa Angkatan 2025. Mereka datang dari berbagai kota untuk menghadiri kegiatan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 FTI UII. Forum tahunan ini tidak hanya mempererat komunikasi antara kampus dan orang tua mahasiswa, tetapi juga membahas peran penting kedua pihak dalam mendampingi kehidupan mahasiswa.

Read more

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,

Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Halal Supply Chain Management Forum 2026 di Auditorium Lantai 3 FTI UII. Kegiatan ini menghadirkan pakar internasional di bidang halal supply chain, Prof. Marco Tiemann, CEO LBB International sekaligus Chairman HSC Alliance, untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan rantai pasok halal di era global.

Dalam sambutannya, Ardi Nugroho, S.Farm., M.Sc. menegaskan bahwa implementasi halal di Indonesia terus berkembang dan kini mencakup hampir seluruh produk yang beredar di masyarakat. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan, kosmetik, produk elektronik, hingga pakaian yang digunakan sehari-hari wajib memenuhi standar kehalalan.

Menurut Ardi, perkembangan tersebut menuntut adanya sistem jaminan halal yang semakin kuat, transparan, dan dapat ditelusuri. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi seperti blockchain dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung keterlacakan (traceability) serta menjaga integritas halal secara berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Ir. Bertha Maya Sopha menyoroti pentingnya aspek kepercayaan dalam industri halal. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran atau dugaan kontaminasi bahan nonhalal dapat berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Sebuah kasus yang pernah terjadi pada jaringan restoran besar di Indonesia menunjukkan bahwa hilangnya kepercayaan konsumen dapat menyebabkan penurunan pendapatan secara signifikan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan reputasi perusahaan.

Menurut Prof. Bertha, halal saat ini tidak lagi sekadar persoalan produk, melainkan juga menyangkut kemampuan perusahaan menjaga integritas produknya melalui rantai pasok yang transparan, andal, dan berkelanjutan. Kepercayaan konsumen menjadi aset yang sangat berharga dan harus dijaga secara konsisten oleh seluruh pelaku industri.

 

Dalam kuliah utamanya, Prof. Marco Tiemann menjelaskan bahwa konsep halal telah mengalami evolusi yang signifikan. Jika sebelumnya halal lebih banyak dipahami sebagai karakteristik produk, kini halal berkembang menjadi konsep Halal Supply Chain bahkan Halal Value Chain yang mencakup seluruh aktivitas bisnis.

Menurutnya, sertifikasi halal pada produk saja tidak lagi cukup. Risiko kontaminasi dapat terjadi selama proses penyimpanan, transportasi, distribusi, maupun penanganan produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, tujuan utama Halal Supply Chain Management (HSCM) adalah menjaga integritas halal sejak sumber bahan baku hingga produk diterima oleh konsumen.

Prof. Marco menekankan bahwa pengelolaan rantai pasok halal tidak dapat dilakukan secara parsial. Kompleksitas rantai pasok global menuntut adanya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemasok bahan baku, produsen, penyedia jasa logistik, distributor, regulator, hingga lembaga sertifikasi halal. Kolaborasi vertikal dan horizontal menjadi kunci untuk memastikan standar halal diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan rantai pasok.

Ia juga memperkenalkan konsep Halal Value Chain, yaitu pendekatan yang menempatkan halal sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Dalam konsep ini, prinsip halal tidak hanya diterapkan pada proses produksi, tetapi juga mencakup pengadaan bahan baku, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, manajemen risiko, penelitian dan pengembangan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurut Prof. Marco, perusahaan perlu menerapkan pendekatan Halal by design, yakni membangun sistem jaminan halal sejak tahap perancangan proses bisnis dan rantai pasok. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk blockchain, untuk meningkatkan transparansi, keterlacakan, serta kepercayaan konsumen terhadap produk halal.

Lebih lanjut, Prof. Marco menjelaskan bahwa masa depan industri halal bergantung pada kemampuan membangun jaringan dan ekosistem halal yang terintegrasi. Melalui HSC Alliance, berbagai pemangku kepentingan didorong untuk menyelaraskan protokol rantai pasok halal, memperkuat kolaborasi internasional, serta membangun standar keunggulan halal yang dapat diterapkan secara global.

Dalam konteks tersebut, ia memperkenalkan konsep Halal Park 2.0, yaitu kawasan industri halal yang mengintegrasikan industri, logistik halal, teknologi, pembiayaan syariah, keberlanjutan, serta inovasi dalam satu ekosistem. Model ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat daya saing industri halal, mendukung ketahanan pangan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah.

Prof. Marco menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekosistem halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dukungan regulasi yang semakin kuat, serta potensi industri yang besar, Indonesia berpeluang menjadi model pengembangan kawasan industri halal dan rantai pasok halal terintegrasi yang dapat direplikasi di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Melalui forum ini, para peserta memperoleh pemahaman bahwa masa depan industri halal tidak hanya bergantung pada sertifikasi produk, tetapi juga pada kemampuan membangun rantai pasok yang terpercaya, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagaimana ditekankan oleh Prof. Marco Tiemann, halal pada akhirnya adalah tentang menjaga kepercayaan. Ketika integritas, transparansi, inovasi, dan kolaborasi mampu diwujudkan dari hulu hingga hilir, maka industri halal tidak hanya akan tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya ekosistem bisnis yang terpercaya, tangguh, dan berdaya saing global.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,

Dalam rangka perayaan Milad ke-83 Universitas Islam Indonesia yang mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada cabang olahraga badminton.

Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026 di GOR UII Ki Bagoes Hadikusumo ini menjadi ajang kompetisi antar fakultas yang berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.

Tim badminton putra FTI UII tampil dominan dan berhasil meraih Juara 1 setelah mengalahkan Fakultas Kedokteran dengan permainan yang solid dan meyakinkan. Sementara itu, tim badminton puteri FTI UII juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan dengan meraih Juara 3, setelah berhasil mengalahkan Fakultas Psikologi dalam pertandingan yang kompetitif.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para atlet serta dukungan penuh dari civitas akademika. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia FTI UII, Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng.  yang memberikan dukungan langsung serta motivasi kepada para atlet selama pertandingan berlangsung.

Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan non-akademik seperti olahraga.

Prestasi yang diraih oleh tim badminton FTI UII ini menjadi salah satu wujud nyata semangat harmoni dan kolaborasi yang diusung dalam Milad ke-83 UII. Diharapkan, capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan membawa nama baik fakultas di berbagai bidang.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Dakwah (PKD) pada Sabtu, 25 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Mas Mansyur FTI UII. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswi angkatan 2025 sebagai bagian dari pembinaan awal dalam membangun karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam.

PKD merupakan aktivitas kemahasiswaan yang dikonsep dalam bentuk pelatihan, yaitu Latihan Kepemimpinan Islam Dasar (LKID). Program ini dirancang untuk menyiapkan kader-kader pemimpin bangsa yang mampu menghadirkan nilai rahmatan lil ‘alamin dalam setiap perannya di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesiapan diri dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.

Dalam pelaksanaannya, PKD menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Vannisya Rifina Putri, alumni S1 Teknik Kimia UII. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan atau posisi, melainkan tentang keberanian untuk tetap bertanggung jawab dan mengambil peran ketika dibutuhkan. Ia juga mengajak peserta untuk mulai membangun kesiapan diri sejak dini, karena kesempatan memimpin tidak selalu datang dalam kondisi siap.

Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya kemandirian perempuan dalam perspektif Islam, keberanian dalam mengambil keputusan, serta konsistensi dalam menjalankan peran. Peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin berarti siap memikul amanah dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan refleksi yang mendorong peserta untuk lebih mengenali potensi diri. Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual.

Melalui kegiatan PKD ini, Fakultas Teknologi Industri UII berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang siap menjadi pemimpin masa depan—tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,

Sebagai bagian dari komitmen dalam membentuk lulusan yang unggul dan berkarakter, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menghadirkan Pelatihan Pengembangan Diri (PPD) sebagai aktivitas kemahasiswaan wajib bagi mahasiswa program sarjana angkatan 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Ahad, 26 April 2026, bertempat di Gedung Mas Mansyur FTI UII, dan diikuti oleh mahasiswa baru sebagai bagian dari proses pembinaan awal di lingkungan kampus.

PPD dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pelengkap, melainkan sebagai fondasi penting dalam proses pembentukan kepribadian mahasiswa. Program ini merupakan bagian dari upaya character building yang bertujuan membentuk insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, sosial, dan spiritual.

Dalam pelaksanaannya, PPD mengangkat tiga fokus utama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era modern:

Pertama, teknik belajar dan motivasi diri. Mahasiswa diajak untuk mengenali potensi diri melalui kesadaran diri (self-awareness), memahami kekuatan serta kelemahan yang dimiliki, dan membangun motivasi internal sebagai penggerak utama dalam proses belajar. Kesadaran diri ini menjadi kunci dalam menentukan arah pengembangan diri dan pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Kedua, tata kelola dan kerja sama. Mahasiswa dibekali kemampuan komunikasi efektif, manajemen waktu, serta kerja tim yang solid. Dalam dunia akademik maupun profesional, kemampuan berkolaborasi dan mengelola tanggung jawab menjadi kompetensi penting yang tidak terpisahkan dari kesuksesan individu.

Ketiga, kreativitas dan strategi berpikir. Melalui penguatan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah, mahasiswa dilatih untuk mampu menganalisis informasi secara objektif, mengambil keputusan secara bijak, serta menghasilkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan. Kemampuan ini sangat penting di tengah arus informasi yang cepat dan kompleks, sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu memaknainya secara mendalam.

Lebih dari itu, PPD juga menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap proses pengembangan diri. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual, serta mampu menjadikan setiap proses pembelajaran sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian.

Dengan mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri, mahasiswa diharapkan mampu membangun konsep diri yang positif, meningkatkan kualitas berpikir, serta memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan di masa depan.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Mahasiswa dari Nanjing Xiaozhuang University (NXU) turut mengunjungi gelaran FTI Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII di Pakuwon Mall Jogja. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Immersion Program internasional yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia.

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi global sekaligus memperluas pengalaman akademik lintas budaya bagi mahasiswa internasional. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, para mahasiswa NXU tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke FTI Expo 2026, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi teknologi, karya kreatif mahasiswa, serta potensi akademik dari program studi di lingkungan FTI UII. Mereka juga berkesempatan berdialog dengan mahasiswa dan dosen, serta mengamati secara langsung implementasi teknologi yang dikembangkan dalam berbagai bidang keilmuan.

Menariknya, para mahasiswa NXU menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap beberapa stan yang ada di expo tersebut. Mereka tampak tertarik untuk mengeksplorasi berbagai inovasi yang dipamerkan, bahkan mencoba langsung alat-alat dan sistem yang tersedia di setiap stan. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya pemahaman mereka terhadap penerapan teknologi secara nyata.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa internasional mengenai perkembangan teknologi dan pendidikan di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara UII dan NXU dalam bidang pendidikan, riset, dan pertukaran budaya.

Melalui Immersion Program ini, Universitas Islam Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang inklusif, global, dan relevan dengan perkembangan zaman.