Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 19 Agustus 2026 — Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII menyelenggarakan Pembekalan Wisudawan dan Mahasiswa Tingkat Akhir FTI UII pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Auditorium FTI UII.

Mengusung tema “Beyond Graduation: Menjemput Peluang, Membangun Karier”, kegiatan ini ditujukan bagi calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir FTI UII sebagai bekal untuk menghadapi transisi dari dunia akademik menuju dunia profesional.

Kegiatan menghadirkan Nur Pratiwi Noviati, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai narasumber. Pembekalan difokuskan pada strategi memasuki dunia kerja serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum memasuki proses rekrutmen. Materi tersebut merupakan bagian dari pembekalan yang disampaikan oleh Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni UII pada 19 Agustus 2026.

Dari Kampus Menuju Dunia Kerja

Dalam materi pembekalan, mahasiswa diajak memahami potret dunia kerja masa kini, termasuk perubahan lingkungan kerja dan tuntutan profesional. Alumni UII juga diharapkan mampu membawa karakter sebagai insan ulil albab yang berkepribadian Islami, berwawasan mondial, unggul dalam karya, berpikir intelektual, dan berjiwa Indonesiawi.

Pesan utama pembekalan dirangkum dalam pertanyaan “After Graduate, What’s Next?”, yang kemudian diarahkan pada strategi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Dua aspek utama yang menjadi perhatian adalah Outstanding Curriculum Vitae dan Well-Prepared Work Interview.

Salah satu dokumen penting yang perlu dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan, magang, beasiswa, maupun kesempatan profesional lainnya adalah Curriculum Vitae (CV). Dalam materi pembekalan dijelaskan bahwa CV merupakan dokumen yang berisi riwayat hidup dan menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkenalkan kompetensi serta pengalaman kepada calon pemberi kerja.

Mahasiswa diingatkan untuk mencantumkan informasi pendidikan secara kronologis, pengalaman profesional, prestasi, serta keterampilan yang dimiliki. Pengalaman yang dapat dicantumkan tidak terbatas pada pekerjaan formal, tetapi juga dapat berupa magang, kerja praktik, asisten dosen, asisten praktikum, pekerjaan paruh waktu, maupun pengalaman dalam tim proyek.

Selain itu, keterampilan dapat dibedakan menjadi hard skills dan soft skills. Hard skills antara lain sertifikasi, kursus, kemampuan bahasa, komputer, dan pemrograman. Sementara itu, soft skills dapat berupa kepemimpinan, komunikasi, public speaking, problem solving, serta kemampuan manajemen waktu dan diri.

Dalam pembekalan, mahasiswa juga mendapatkan sejumlah kiat praktis dalam menyusun CV. Di antaranya membuat personal statement yang sesuai dengan posisi yang dilamar, mencantumkan informasi yang relevan, mengukur kemampuan dan pencapaian, serta menjaga CV tetap ringkas dengan maksimal dua halaman.

Sebaliknya, mahasiswa perlu menghindari informasi pribadi yang tidak relevan, informasi yang tidak detail, klaim atau informasi palsu, desain yang terlalu ramai, praktik copy-paste, penggunaan foto selfie, serta mengirimkan CV tanpa melakukan pengecekan ulang.

Bersiap Menghadapi Wawancara Kerja

Mahasiswa dibekali sejumlah strategi untuk menghadapi wawancara, mulai dari memperhatikan penampilan, datang lebih awal, menjaga fokus, memberikan impresi positif, hingga menjawab pertanyaan secara tepat, cerdas, dan jujur.

Sikap profesional juga menjadi perhatian. Mahasiswa diingatkan untuk memperkenalkan diri dengan jelas, menggunakan bahasa formal, menunjukkan sikap percaya diri, serta mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai.

Menerapkan Prinsip STAR dalam Wawancara

Salah satu strategi yang diperkenalkan adalah prinsip STAR, yaitu:

Tahapan Makna Fokus Jawaban
S — Situation Situasi Menjelaskan konteks atau situasi yang dihadapi
T — Task Tugas Menjelaskan tanggung jawab yang dimiliki
A — Action Tindakan Menjelaskan langkah konkret yang dilakukan
R — Result Hasil Menjelaskan hasil atau dampak dari tindakan

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan pengalaman secara lebih terstruktur dan menunjukkan kontribusi yang telah dilakukan dalam sebuah kegiatan atau proyek.

Penghargaan bagi Mahasiswa dengan IPK Tertinggi

Selain pembekalan karier, kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi bagi mahasiswa berprestasi. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bingkisan kepada mahasiswa dengan IPK tertinggi pada masing-masing program studi.

Berikut daftar mahasiswa penerima apresiasi:

No. Nama Program Studi IPK
🏆 1 Nur Achmad Akbar Baharuddin Teknik Kimia 3,98
🏆 2 Zahid Anugrah Muzaffar Rana Teknik Industri 3,94
🏆 3 Hardy Febryan Informatika 3,99
🏆 4 Muhammad Umar Arrasyid Informatika Program Internasional 3,89
🏆 5 Defan Faiz Adytama Teknik Elektro 3,82
🏆 6 Ferry Fadli Hermawan Rekayasa Tekstil (Material) 3,70
🏆 7 Alvin Agustin S2 Magister Teknik Industri 3,95
🏆 8 Kholid Haryono S3 Doktor Rekayasa Industri 4,00

Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas capaian akademik mahasiswa sekaligus motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan prestasi dan kompetensi selama menempuh pendidikan di FTI UII.

Membangun Karier Setelah Lulus

Pembekalan juga memberikan gambaran mengenai berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan fresh graduate dalam mempersiapkan karier. DPKA UII menyediakan sejumlah layanan, antara lain Career Counselling, Career Seminar, Career Mentoring, serta Build Professional Network Advance Level.

Melalui kegiatan ini, FTI UII berharap calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir tidak hanya siap menyelesaikan studi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjemput peluang dan membangun karier setelah lulus.

Bekal berupa kompetensi akademik, pengalaman, kemampuan menyusun CV, kesiapan menghadapi wawancara, serta karakter profesional diharapkan menjadi modal bagi mahasiswa FTI UII untuk berkontribusi di dunia kerja dan masyarakat.

Sebagaimana pesan yang turut disampaikan dalam materi pembekalan:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ath-Daruqutni)

Dengan semangat “Beyond Graduation: Menjemput Peluang, Membangun Karier”, FTI UII terus mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan sejak di bangku kuliah, menjadi lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, dan memberikan manfaat yang luas.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yogyakarta, FTI UII — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melaksanakan rangkaian Pemilihan Ketua Program Studi (Kaprodi) Periode 2026–2030 pada 12–14 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Learning Space (LS) 1 dan LS 2 FTI UII dan diikuti oleh kelompok program studi di lingkungan FTI UII.

Pemilihan Kaprodi merupakan bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan akademik di tingkat program studi. Melalui proses ini, FTI UII memberikan ruang bagi pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk mengikuti seluruh rangkaian pemilihan sesuai dengan ketentuan dan susunan acara yang telah ditetapkan.

Rangkaian pemilihan dimulai pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan agenda Kelompok Program Studi Informatika yang dilaksanakan di Learning Space 2. Proses dimulai dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah mufakat untuk pemilihan Ketua Program Studi Informatika pada jenjang Doktor, Magister, Sarjana, dan Program Jarak Jauh. Apabila musyawarah tidak mencapai mufakat, proses dilanjutkan melalui pemungutan suara, perhitungan suara, serta kelengkapan administrasi.

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, proses pemilihan berlanjut untuk tiga kelompok program studi. Kelompok Program Studi Teknik Kimia melaksanakan pemilihan di Learning Space 2 untuk Program Studi Teknik Kimia Program Magister dan Sarjana, serta Program Studi Rekayasa Tekstil Program Sarjana. Rangkaian kegiatan mencakup registrasi, pembukaan, musyawarah mufakat, pemungutan suara apabila diperlukan, perhitungan suara, dan penyelesaian administrasi.

Pada hari yang sama, Kelompok Program Studi Teknik Mesin juga melaksanakan pemilihan Ketua Program Studi Teknik Mesin Program Sarjana di Learning Space 1. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.15 WIB.

Sementara itu, pada siang harinya, Kelompok Program Studi Profesi Insinyur melaksanakan pemilihan Ketua Program Studi Profesi Insinyur. Agenda berlangsung di Learning Space 2 mulai pukul 13.00 hingga 15.15 WIB, dengan tahapan musyawarah mufakat, pemungutan suara apabila diperlukan, perhitungan suara, dan kelengkapan administrasi.

Rangkaian pemilihan kemudian ditutup pada Jumat, 14 Agustus 2026 melalui agenda Kelompok Program Studi Teknik Industri dan Kelompok Program Studi Teknik Elektro.

Kelompok Program Studi Teknik Industri melaksanakan proses pemilihan di Learning Space 2. Agenda mencakup pemilihan Ketua Program Studi Rekayasa Industri Program Doktor, Teknik Industri Program Magister dan Sarjana, serta Manajemen Rekayasa Program Sarjana. Rangkaian berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan mencakup tahapan musyawarah mufakat, pemungutan suara apabila diperlukan, perhitungan suara, serta penyelesaian administrasi.

Pada waktu yang sama, Kelompok Program Studi Teknik Elektro melaksanakan pemilihan di Learning Space 1. Pemilihan mencakup Ketua Program Studi Rekayasa Elektro Program Magister dan Ketua Program Studi Teknik Elektro Program Sarjana. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.15 hingga 12.00 WIB.

Dalam setiap kelompok program studi, proses pemilihan diawali dengan musyawarah untuk mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai, pemilihan dilanjutkan melalui mekanisme pemungutan suara, kemudian dilakukan perhitungan suara dan penyelesaian kelengkapan administrasi berupa berita acara dan dokumen terkait.

Mekanisme tersebut menunjukkan upaya FTI UII untuk melaksanakan proses regenerasi kepemimpinan program studi secara terstruktur dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan. Pemilihan Ketua Program Studi diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan akademik yang mampu melanjutkan pengembangan program studi serta memperkuat penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen linimasa bisa dilihat pada link berikut : https://fit.uii.ac.id/blog/2026/08/11/pemilihan-ketua-program-studi-dan-penunjukan-sekretaris-program-studi-fti-uii-periode-2026-2030/

Dengan terlaksananya rangkaian Pemilihan Ketua Program Studi Periode 2026–2030 tersebut, FTI UII turut memperkuat proses regenerasi kepemimpinan akademik di lingkungan fakultas. Kepemimpinan program studi yang terpilih diharapkan dapat membawa semangat pengembangan berkelanjutan dan berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola akademik yang semakin baik di FTI UII.

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Yogyakarta – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Semester Antara Tahun Akademik 2025/2026 sebagai salah satu upaya memberikan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengambil mata kuliah baru maupun mengulang mata kuliah guna meningkatkan capaian akademik sekaligus mempercepat penyelesaian studi.

Semester Antara diperuntukkan bagi mahasiswa yang berstatus aktif pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Pelaksanaannya bersifat pilihan dengan beban studi maksimal 9 SKS, serta diselenggarakan sesuai kebutuhan masing-masing program studi di lingkungan FTI UII. Selain mata kuliah reguler, beberapa program studi juga menawarkan mata kuliah berbasis micro credential sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.

Ketentuan Pelaksanaan

Dalam pelaksanaannya, Semester Antara memiliki sejumlah ketentuan yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa. Mata kuliah hanya akan dibuka apabila memenuhi jumlah peserta minimum, yaitu 12 mahasiswa untuk program reguler dan 7 mahasiswa untuk program internasional. Mahasiswa yang sedang menjalani KKN dan telah tutup teori tidak diperkenankan mengikuti Semester Antara. Selain itu, peserta wajib memenuhi kehadiran minimal 75 persen sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Perlu diketahui pula bahwa nilai Semester Antara tidak memengaruhi batas maksimal pengambilan SKS pada Semester Ganjil TA 2026/2027, serta mata kuliah berbobot 4 SKS tidak ditawarkan dalam penyelenggaraan kali ini.

Tahapan Waktu
Penawaran Mata Kuliah dan Penjadwalan 27–30 Juli 2026
Key In RAS 31 Juli 2026 (08.00 WIB) – 3 Agustus 2026 (15.00 WIB)
Monitoring Program Studi / Pembatalan Mata Kuliah 4 Agustus 2026
Revisi Key In RAS 5 Agustus 2026 (08.00 WIB) – 6 Agustus 2026 (12.00 WIB)
Pembayaran 6 Agustus 2026 (15.00 WIB) – 7 Agustus 2026 (23.59 WIB)
Perkuliahan Tahap I dan UTS 10–14 Agustus 2026
Perkuliahan Tahap II dan UAS 24–31 Agustus 2026
Mata Kuliah yang Ditawarkan

Semester Antara TA 2025/2026 diselenggarakan oleh sejumlah program studi di lingkungan FTI UII. Mahasiswa dapat mengakses informasi penawaran mata kuliah melalui laman masing-masing program studi. Bagi program studi yang masih dalam proses finalisasi, informasi akan diumumkan kemudian.

Program Studi Informasi Mata Kuliah
Teknik Kimia Reguler s.id/Info-Semester-Antara-TK-UII
Teknik Kimia Internasional Tidak diselenggarakan
Teknik Industri Reguler s.id/PSTI_Sem_Antara
Teknik Industri Internasional Menghubungi Prodi TI IP
Informatika Reguler s.id/Info-Semester-Antara-INF-UII
Informatika Internasional Tidak diselenggarakan
Informatika PJJ Tidak diselenggarakan
Teknik Elektro Reguler https://ee.uii.ac.id/penawaran-mata-kuliah-semester-antara/
Teknik Elektro Internasional Tidak diselenggarakan
Teknik Mesin s.id/Info-Semester-Antara-TM-UII
Rekayasa Tekstil https://textiles.uii.ac.id/informasi-pelaksanaan-semester-antara-rekateks-2025-2026/
Manajemen Rekayasa https://s.id/KuliahAntaraMRGenap2526

Catatan: Mahasiswa diharapkan selalu memantau laman program studi masing-masing untuk memperoleh informasi terbaru mengenai mata kuliah yang dibuka pada Semester Antara.


Skema dan Jadwal Perkuliahan

Perkuliahan Semester Antara dilaksanakan secara luring di Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII pada hari efektif Senin–Jumat. Setiap mata kuliah dirancang dengan skema pembelajaran yang tetap memenuhi capaian pembelajaran sesuai ketentuan akademik.

Komposisi Perkuliahan
Kegiatan Jumlah
Pertemuan luring sinkron (termasuk UTS) 9 kali
Pertemuan asinkron 2 kali
Ujian Akhir Semester (UAS) 1 kali
Durasi per pertemuan 90 menit
Jadwal Sesi Perkuliahan
Sesi Waktu
1 07.30 – 09.00
2 09.00 – 10.30
3 10.30 – 12.00
4 12.30 – 14.00
5 14.00 – 15.30
6 15.30 – 17.00
Pelaksanaan Perkuliahan

Perkuliahan Semester Antara dilaksanakan secara luring di Gedung K.H. Mas Mansur FTI UII pada hari Senin hingga Jumat. Setiap mata kuliah terdiri atas 9 pertemuan sinkron, termasuk Ujian Tengah Semester (UTS), 2 pertemuan asinkron, serta 1 pertemuan Ujian Akhir Semester (UAS) yang diselenggarakan oleh fakultas. Durasi setiap sesi perkuliahan untuk mata kuliah 2 SKS maupun 3 SKS adalah 90 menit.

Tarif Semester Antara

Tarif Semester Antara ditetapkan berdasarkan tahun angkatan mahasiswa sesuai ketentuan Fakultas.

Tahun Masuk Tarif Reguler Tarif Internasional
2025 Rp164.000/SKS Rp275.000/SKS
2023–2024 Rp160.000/SKS Rp275.000/SKS
2019–2022 Rp156.000/SKS Rp275.000/SKS

Mahasiswa yang berminat mengikuti Semester Antara diharapkan mencermati seluruh jadwal dan ketentuan yang berlaku agar proses registrasi hingga perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Divisi Administrasi Akademik FTI UII pada jam layanan melalui WhatsApp 0877-0011-6621.

 

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) secara resmi melantik jajaran Dekan dan Wakil Dekan untuk masa jabatan periode 2026–2030 pada Rabu, 1 Juli 2026, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII. Pelantikan ini menjadi momentum estafet kepemimpinan baru di seluruh fakultas, termasuk Fakultas Teknologi Industri UII, yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat di tengah dinamika perkembangan teknologi dan kebutuhan global.

Pada periode kepemimpinan 2026–2030, FTI UII dipimpin oleh:

  • Dekan
    • Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.
  • Wakil Dekan
    • Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP. – Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi
    • Dr. Ir. Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng., IPM. – Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya
    • Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. – Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian

Prof. Sri Kusumadewi bukanlah sosok baru di lingkungan FTI UII. Guru Besar di bidang Sistem Pendukung Keputusan tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam kepemimpinan akademik, mulai dari Sekretaris Jurusan Informatika, Ketua Jurusan Informatika, Wakil Dekan FTI, hingga Direktur Direktorat Pendayagunaan Sumber Daya UII selama dua periode. Selain dikenal sebagai akademisi produktif dengan berbagai publikasi internasional bereputasi, beliau juga aktif mengembangkan inovasi di bidang kecerdasan buatan, sistem pendukung keputusan, dan transformasi digital pendidikan.

Bersama jajaran wakil dekan, kepemimpinan baru FTI UII diharapkan mampu memperkuat sinergi antarjurusan, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring riset dan kolaborasi internasional, mengembangkan inovasi berbasis teknologi, serta memperkokoh pembinaan mahasiswa dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan akademik.

Seluruh sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri UII menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., beserta jajaran Wakil Dekan yang telah menerima amanah untuk memimpin FTI UII periode 2026–2030. Besar harapan agar kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi yang berkelanjutan dalam mewujudkan FTI UII sebagai fakultas yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, kekuatan, kesehatan, dan kebijaksanaan kepada seluruh pimpinan dalam mengemban amanah ini. Semoga setiap langkah yang diambil membawa kemajuan bagi Fakultas Teknologi Industri UII, memperkuat kontribusi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, berjiwa pemimpin, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

 

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

YogyakartaFakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia, menyelenggarakan acara pisah sambut pimpinan periode 2022–2026 pada Jumat, 3 Juli 2026 di Auditorium FTI UII. Kegiatan ini menjadi momen apresiasi atas pengabdian pimpinan sebelumnya sekaligus menyambut kepemimpinan baru dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika FTI UII. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 27–28, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan fakultas.

Dalam sambutannya, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Teknologi Industri periode 2022-2026, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang telah diemban selama empat tahun terakhir. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama masa kepemimpinannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil tentu belum sepenuhnya sempurna. Oleh karena itu, ia berharap seluruh sivitas akademika tetap menjaga kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan terus melanjutkan semangat membangun FTI UII menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arif mengajak seluruh hadirin untuk lebih mengingat berbagai kebersamaan dan capaian positif yang telah diraih selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa keberhasilan fakultas merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, sehingga semangat kekeluargaan dan sinergi perlu terus dipelihara demi kemajuan FTI UII.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. selaku Dekan FTI UII periode 2026–2030. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan berbagai capaian yang telah ditorehkan oleh kepemimpinan sebelumnya sebagai fondasi untuk melanjutkan pengembangan fakultas di masa mendatang.

Prof. Sri Kusumadewi mengajak seluruh sivitas akademika FTI UII untuk bersama-sama membangun fakultas dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan saling mendukung. Beliau menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang hanya dapat dijalankan dengan baik melalui kerja sama seluruh elemen fakultas. Oleh karena itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dan kritik yang bersifat membangun sebagai bagian dari upaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas tata kelola fakultas.

Beliau juga berharap seluruh sivitas akademika dapat menyatukan visi dan langkah dalam mewujudkan FTI UII yang semakin unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Universitas Islam Indonesia dan masyarakat luas.

Sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan periode 2022–2026, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Dr. Arif Hidayat, M.T. dan Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.,Sc., IPU., ASEAN Eng. ,yang kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan dan sivitas akademika FTI UII. Momen tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan sekaligus komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan FTI UII menuju masa depan yang lebih baik.

 

 Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat tonggak baru dalam pengembangan pendidikan profesi dengan melantik 88 lulusan angkatan pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang digelar di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Ahad (28/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 lulusan mengikuti prosesi secara luring dan enam lulusan mengikuti secara daring, sementara empat lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti pelantikan pada periode berikutnya.

Pelantikan perdana ini menjadi penanda awal kontribusi PSPPI UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung etika profesi, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan industri dan pembangunan.

PSPPI UII yang resmi berdiri pada 22 April 2025 memperoleh antusiasme tinggi sejak pembukaan angkatan pertamanya. Dari 129 pendaftar, sebanyak 99 orang diterima sebagai mahasiswa dan 88 di antaranya dinyatakan lulus pada Juni 2026.

Ketua PSPPI UII, Dr.Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan program ini terletak pada integrasi sertifikasi inovasi dan pemecahan masalah berbasis metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Penguatan kompetensi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadikan PSPPI UII sebagai salah satu pelopor pengembangan pembelajaran profesi keinsinyuran yang mengintegrasikan metode systematic problem solving ke dalam kurikulum pendidikan profesi.

“Mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti ujian sertifikasi TRIZ yang dilaksanakan di kampus sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional,” ujar Risdiyono.

Pada pelantikan perdana ini, sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi praktisi yang berlaku secara internasional.

Selain penguatan kompetensi melalui sertifikasi internasional, PSPPI UII juga dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan praktik keinsinyuran, manajerial, dan profesionalisme sesuai kebutuhan dunia kerja serta standar praktik keinsinyuran nasional dan global.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Agus Mansur, serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika. Pembacaan sumpah profesi insinyur disaksikan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, M.T., PUSDA, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Siswoyo menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan peneguhan amanah profesi yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesional yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Ketua PII Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dan integritas profesi.

“Pegang dua hal penting ini: tetaplah adaptif agar terus relevan, dan tetaplah berintegritas agar terus bermanfaat serta menyelamatkan kehidupan manusia,” pesannya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelantikan, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan pelantikan perdana ini menjadi momentum penting dalam penguatan profesi insinyur di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 180.000–220.000 lulusan bidang teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun yang menjadi potensi besar pengembangan pendidikan profesi insinyur.

Menurutnya, Program Profesi Insinyur merupakan investasi jangka panjang karena tidak hanya memberikan gelar insinyur (Ir.), tetapi juga memperkuat pengakuan kompetensi profesional, meningkatkan kredibilitas, memperluas peluang karier, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Menutup rangkaian pelantikan, Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII terbuka tidak hanya bagi lulusan baru bidang teknik, tetapi juga bagi para profesional yang telah berkarya di bidang rekayasa dan ingin memperoleh pengakuan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme sesuai standar praktik keinsinyuran di Indonesia.

Suasana pagi di Gedung K.H. Mas Mansur Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (20/6) nampak dipenuhi para orang tua dan wali mahasiswa Angkatan 2025. Mereka datang dari berbagai kota untuk menghadiri kegiatan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 FTI UII. Forum tahunan ini tidak hanya mempererat komunikasi antara kampus dan orang tua mahasiswa, tetapi juga membahas peran penting kedua pihak dalam mendampingi kehidupan mahasiswa.

Read more

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh,

Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Halal Supply Chain Management Forum 2026 di Auditorium Lantai 3 FTI UII. Kegiatan ini menghadirkan pakar internasional di bidang halal supply chain, Prof. Marco Tiemann, CEO LBB International sekaligus Chairman HSC Alliance, untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan rantai pasok halal di era global.

Dalam sambutannya, Ardi Nugroho, S.Farm., M.Sc. menegaskan bahwa implementasi halal di Indonesia terus berkembang dan kini mencakup hampir seluruh produk yang beredar di masyarakat. Tidak hanya makanan dan minuman, tetapi juga obat-obatan, kosmetik, produk elektronik, hingga pakaian yang digunakan sehari-hari wajib memenuhi standar kehalalan.

Menurut Ardi, perkembangan tersebut menuntut adanya sistem jaminan halal yang semakin kuat, transparan, dan dapat ditelusuri. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi seperti blockchain dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung keterlacakan (traceability) serta menjaga integritas halal secara berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Ir. Bertha Maya Sopha menyoroti pentingnya aspek kepercayaan dalam industri halal. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran atau dugaan kontaminasi bahan nonhalal dapat berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Sebuah kasus yang pernah terjadi pada jaringan restoran besar di Indonesia menunjukkan bahwa hilangnya kepercayaan konsumen dapat menyebabkan penurunan pendapatan secara signifikan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan reputasi perusahaan.

Menurut Prof. Bertha, halal saat ini tidak lagi sekadar persoalan produk, melainkan juga menyangkut kemampuan perusahaan menjaga integritas produknya melalui rantai pasok yang transparan, andal, dan berkelanjutan. Kepercayaan konsumen menjadi aset yang sangat berharga dan harus dijaga secara konsisten oleh seluruh pelaku industri.

 

Dalam kuliah utamanya, Prof. Marco Tiemann menjelaskan bahwa konsep halal telah mengalami evolusi yang signifikan. Jika sebelumnya halal lebih banyak dipahami sebagai karakteristik produk, kini halal berkembang menjadi konsep Halal Supply Chain bahkan Halal Value Chain yang mencakup seluruh aktivitas bisnis.

Menurutnya, sertifikasi halal pada produk saja tidak lagi cukup. Risiko kontaminasi dapat terjadi selama proses penyimpanan, transportasi, distribusi, maupun penanganan produk sebelum sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, tujuan utama Halal Supply Chain Management (HSCM) adalah menjaga integritas halal sejak sumber bahan baku hingga produk diterima oleh konsumen.

Prof. Marco menekankan bahwa pengelolaan rantai pasok halal tidak dapat dilakukan secara parsial. Kompleksitas rantai pasok global menuntut adanya sinergi dan kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemasok bahan baku, produsen, penyedia jasa logistik, distributor, regulator, hingga lembaga sertifikasi halal. Kolaborasi vertikal dan horizontal menjadi kunci untuk memastikan standar halal diterapkan secara konsisten pada setiap tahapan rantai pasok.

Ia juga memperkenalkan konsep Halal Value Chain, yaitu pendekatan yang menempatkan halal sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Dalam konsep ini, prinsip halal tidak hanya diterapkan pada proses produksi, tetapi juga mencakup pengadaan bahan baku, operasional, pemasaran, layanan pelanggan, manajemen risiko, penelitian dan pengembangan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurut Prof. Marco, perusahaan perlu menerapkan pendekatan Halal by design, yakni membangun sistem jaminan halal sejak tahap perancangan proses bisnis dan rantai pasok. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk blockchain, untuk meningkatkan transparansi, keterlacakan, serta kepercayaan konsumen terhadap produk halal.

Lebih lanjut, Prof. Marco menjelaskan bahwa masa depan industri halal bergantung pada kemampuan membangun jaringan dan ekosistem halal yang terintegrasi. Melalui HSC Alliance, berbagai pemangku kepentingan didorong untuk menyelaraskan protokol rantai pasok halal, memperkuat kolaborasi internasional, serta membangun standar keunggulan halal yang dapat diterapkan secara global.

Dalam konteks tersebut, ia memperkenalkan konsep Halal Park 2.0, yaitu kawasan industri halal yang mengintegrasikan industri, logistik halal, teknologi, pembiayaan syariah, keberlanjutan, serta inovasi dalam satu ekosistem. Model ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat daya saing industri halal, mendukung ketahanan pangan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah.

Prof. Marco menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekosistem halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dukungan regulasi yang semakin kuat, serta potensi industri yang besar, Indonesia berpeluang menjadi model pengembangan kawasan industri halal dan rantai pasok halal terintegrasi yang dapat direplikasi di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Melalui forum ini, para peserta memperoleh pemahaman bahwa masa depan industri halal tidak hanya bergantung pada sertifikasi produk, tetapi juga pada kemampuan membangun rantai pasok yang terpercaya, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sebagaimana ditekankan oleh Prof. Marco Tiemann, halal pada akhirnya adalah tentang menjaga kepercayaan. Ketika integritas, transparansi, inovasi, dan kolaborasi mampu diwujudkan dari hulu hingga hilir, maka industri halal tidak hanya akan tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya ekosistem bisnis yang terpercaya, tangguh, dan berdaya saing global.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.