Belajar menangkap pola dari apa yang sudah dikerjakan saat ini untuk menemukan kekurangan-kekurangan dari apa yang ada. Perbaikan selalu berisi trial and error, jangan menyerah. Terimalah tantangan baru, jangan menghindarinya

Ungkap Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psi..Dosen Psikologi UII saat menjadi narasumber dengan topik Bersiap Memasuki Dunia Kerja di kegiatan penutupan program Fresh Graduate Academy (FGA)  Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII bekerja sama dengan Kominfo Republik Indonesia (15 Rabbi’ul Awwal 1441 H / 12 November 2019).

Direktur Sumber Daya Manusia UII tersebut, juga menuturkan untuk lengkapi diri dengan beragam keahlian, dengan berpikir kritis untuk menemukan dan menyelaraskan antara passion, pendidikan dan keahlian yang sudah dimiliki saat ini. “Lakukan analisis untuk memetakan potensi dan keahlian diri yang belum optimal, lalu lakukan upaya keras untuk mengembangkanya” ujarnya di Auditorium Lantai 3 FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

Penyebab umum dalam kegagalan menghadapi wawancara kerja dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya, kurang percaya diri, kurang santun, kurang memaham etika, keterampilan komunikasi yang kurang mendukung, penampilan yang tidak menyakinkan, pemahaman diri yang kurang memadai atau wawasan terbatas terkait perusahaan dan pekerjaan yang di tuju” kata Ike.

Saat pentupan tersebut Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII menyampaikan bahwa 78 peserta FGA telah mengikuti program pelatihan selama 36 pertemuan selam 144 jam pelajaran.

Dwi Ana juga menyampaikan juga peserta dengan nilai terbaik FGA UII 2019 tahap 2, berdasarkan tema Artificial Intelligence diraih oleh Aninditya Anggarai Nuryono (UII), Ilman Amri Hidayar (UII) dan Gayuh Eka Kumala (UII). Selanjutnya Mei Sita Saraswati (Undip), Mahmudah Tus Sa’siyah (UII), Nur Azizzah (UII) untuk tema Big Data Analytic.

Cybersecurity, peserta terbaik adalah Arjun Zakari Yahya (UII), Dirman (UMI), Yasir Muin (Univeritas Khairun) dan untuk tema Internet of Things adalah Agta Marlinda Putri (Politeknik Negeri Jakarta), Lutfi Ardiyanto (UMY), Muhammad Yoga Prabowo (UII)

Jerri Irgo

Dr R Edi Prio Pambudi, SE, MA, Staf Ahli Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Kementerian Koordinator Keuangan Republik Indonesia menyatakan “Welcome to Hyper Connected World, dimana berawal  dari people to people bergeser ke people to things dan saat ini things to things, sehingga perlu kolaborasi hulu hilir”.

Hal tersebut terjadi disemua komoditas termasuk pangan. Komoditas pangan merupakan sebuah sistem kehidupan, maka yang perlu dibentuk adalah sebuah ekosistem, bagaimana makanan dapat tersaji diatas meja makan. Dalam kerangka pikir seorang industrialis adalah harus berpikir efesiensi dan mampu menciptakan barang, untuk menciptakan harus punya pengetahuan dan teknologi yang akan diinjeksi sehingga barang yang diproduksi memiliki nilai tambah” jelasnya

Edi Pambudi memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bertempat di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 Muharram 1441 H / 14 September 2019).

Pemanfaatan Maha Data (Big Data) dalam industri pangan meliputi “Pengendalian Stok Ketersediaan pangam, Maha Data dapat digunakan untuk memonitor gudang bulog dan ketersediaan stok didalamnya secara real time, selanjutnya digunakan untuk Perkiraan Distribusi Pangan, dengan sensor yang dipasang pada truk, Maha Data dapat digunakan untuk mengetahui kemana persebaran stol pangan tertentu” tuturnya

Edi menambahkan Maha Data pun dipergunakan untuk “perhitungan masa produksi dan panen, Maha Data juga dapat digunakan untuk menghitung kapan waktu optimum untuk produksi dan panen, relatif terhadap musim dan profiling selera dan preferensi masyarakat, Maha Data dapat dipergunakan untuk mengetahui preferensi terhadap makanan tertentu, dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan pangan”

Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr, Zaroni CISCP, CFMP – Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia hadir juga sebagai narasumber.

Zaroni, dalam paparannya menjelaskan “saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, dari pushing the resources ke pulling the resources, dengan memaksimalisasi sumberdaya, minimalisasi pemborosan (waste) dan optimalisasi harga yang dikemas menjadi CERDASS atau Chain Enterprises Resources Demand Analysis Sharing System sebagai salah satu opsi ketahanan logistik”

Sementara itu, scara terpisah Winda Nur Cahyo didampingi Andrie Pasca Hendradewa, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan pada semester ganjil ini, telah menerima 30 Mahasiswa Baru yang terdiri dari 16 orang Mahasiswa kelas Weekdays, selanjutnya 6 orang kelas Blok dan 9 orang Mahasiswa Program Seat in / Fast Track.

Jerri Irgo

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin selama kuliah di FTI UII, tidak hanya di bidang akademik namun juga kreativitas dan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat membuka Pekan Ta’aruf (PETA) FTI UII 2019 di GOR Ki Bagus Hardikoesoemo Kampus Terpadu UII (27 Agustus 2019).

Berdasarkan data unisys, Tahun Akademik 2019/2020, FTI UII menerima 903 Mahasiswa Baru, dimana sejumlah 316 atau 35% dari Program Studi Teknik Industri, selanjutnya Program Studi Teknik Informatika sejumlah 190 atau 21% dan Program Studi Teknik Kimia, sejumlah 135 atau 15%.

Program Teknik Mesin tercatat 130 atau 14% disusul Program Studi Teknik Elektro sejumlah 114 atau 13% dan Program Studi Teknik Industri – Program Internasional sejumlah 18 atau 2%.

Mahasiswa FTI UII, mau tidak mau, harus siap di Era industri 4.0, sehingga dibutuhkan kemampuan Mahasiswa dengan kompetensi intelektual dan keterampilan yang terus diasah jangan sampai kemampuan mahasiswa lebih rendah dari perkembangan jaman.

“Saya janji di FTI UII tidak ada plonco, PETA menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengenalan kampus, ikuti kegiatan ini dengan baik dan riang gembira, serta tirulah yang baik-baik” pungkasnya

Jerri Irgo

“Orang sering menghubungkan mahadata, big data, sains data dengan era industri 4.0, namun ada hal yang sering terlupakan, atau minimal tidak terpikirkan, yaitu terkait dengan etika. Sains data yang merupakan memanen atau penambangan yang diambil dari banyak data dari banyak sumber dari konsumen, jika tidak dibingkai pengelolaan dengan etika, dapat berlari ke arah yang salah”.

Ungkap Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Islam Indonesia, saat membuka secara resmi SNATI 2019 Industri 4.0 dengan tema Peran Sains Data dari Perspektif Akademisi dan Praktisi. SNATI 2019 diselenggarakan di Yogyakarta oleh Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (03 Agustus 2019).

Fathul Wahid, menambahkan tema SNATI 2019 Industri 4.0 relevan dengan apa yang dikembangkan saat ini oleh Universitas Islam Indonesia, diantaranya pembukaan konsentrasi Sains Data oleh Program Studi Teknik Informatika Program Magister FTI UII.

“Perusahan-peusahaan yang sekarang kita kenalpun, pada suatu masa, kalau kita lacak ke belakang, juga melakukan seperti itu, yaitu menambang data dari konsumen, tanpa sepengetahuan tapi digunakan diluar yang seharusnya. Hal tersebut menyedihkan, menakutkan, mengkhawatirkan karena dapat mengancam seseorang dan demokrasi. Hal ini menarik jika sain data tidak dibingkai dengan etika dapat berlari ke arah yang sesat” tuturnya.

Fathul Wahid menegaskan “Yang perlu dicermati juga dengan adanya surplus pengintaian, mengapa? Karena pengambilan data berlebih dan disimpan untuk diolah ulang untuk banyak hal, beberapa diantaranya untuk memprediksi produk, juga memprediksi perilaku dan kadang kita tidak sadar ujungnya adalah rekayasa perilaku, dan kadang kita tidak sadar perilaku kita direkayasa, berdasarkan keseharian dan kita dapat diarahkan oleh rekayasa tersebut”.

“Dengan banyaknya ahli dan peneliti yang hadir, berharap di SNATI 2019 dapat mendiskusikan karena pengelolaan maha data tidak hanya faktor teknis namun juga ada faktor non teknis, sehingga bagaimana menguatkan sisi positif dan menekan potensi buruk dari penggunaan mahadata dapat diminimalkan: tutur Fathul Wahid

Secara terpisah Moh. Idris,. S.Kom,. M.Kom, Ketua Pelaksana SNATI 2019 Industri 4.0 menambahkan “Hadir sebagai keynote speech Ridho Rachmadi, S.T., M.Sc., Ph.D, Kepala Pusat Studi Data Science UII Jurusan Teknik Informatika FTI UII dan Fadhilur Rizki, Data Scientist Bukalapak”.

Prof. Dr. Ir,, Hari Purnomo., M.T., Dekan FTI UII, Hendrik, Ketua Jurusan Teknik Informatika FTI UII dan Dr. R. Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Informatika Program Sarjana FTI UII serta Tamu Undangan tampak hadir di sesi pembukaan.

“Alhamdulillah di tahun ke 15 ini, SNATI 2019 Industri 4.0 menerima 108 makalah namun hanya 29 makalah yang diterima dan paparkan di depan reviewer” pungkas Moh. Idris

Jerri Irgo

“Why you start is very important dan focus on the problem and then the solution, menjadi hal yang perlu diperhatikan startup business” jelas Delta Purna Widyangga, narasumber di sesi Kuliah Motivasi kegiatan Fresh Graduate Academy (FGA), kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) dan Universitas Islam Indonesia.

Delta, dalam paparannya juga berbagi rumus sukses startup business yaitu “Idea x Product x Team x Execution x Luck” jelas CEO & Co-Founder PT. Qiscus Tekno Indonesia tersebut.

Qiscus, perusahaan teknologi business to business penyedia teknologi chat untuk bisnis. Qiscus merupakan perusahaan yang ahli di bidang teknologi komunikasi langsung. Perusahaan ini didirikan di Singapura pada tahun 2013 dan memiliki pusat riset dan pengembangan teknologi di Yogyakarta.

“Kegiatan Fresh Graduate Academy di UII diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai pelaksana kegiatan, dibuka resmi oleh Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, Dekan FTI UII bertempat di Auditorium FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (1 Juli 2019).

Secara terpisah, Ketua Tim Digital Talent Scholarship, Yusuf Aziz Amrulloh., S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan “Tercatat 98 peserta yang lulus seleksi dari 115 pendaftar. Peserta diwajibkan mengikuti 144 jam pelajaran yang dilaksanakan dalam 36 pertemuan, dimana setiap pertemuan 4 jam”.

Adapun “Materi yang akan didapatkan peserta adalah, Amazon Web Services (AWS) Cloud, Python Programming, Machine Learning dan Deep Learning. Semua materi akan disampaikan 15 orang Instruktur/Pengajar dan 7 orang Asisten Instruktur/Pengajar” pungkas Ketua Jurusan Teknik Elektro FTI UII tersebut.

Jerri Irgo

Dalam upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, Peneliti Utama Direktorat Infokom PMK melakukan sosialisasi program Digital Talent Scholarship 2019 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Audiovisual Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (23 Ramadhan 1440 H / 28 Mei 2019).

Prof. Gati Gayatri menjelaskan, program Digital Talent Scholarship 2019 merupakan kesiapan pemerintah untuk menghadapi era 4.O. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia. “Jadi, ambilah peran penting sebagai orang yang akan membuat sebuah kebijakan, yang akan membuat aturan dan instruksi kerja,” jelasnya

Baca : Kemenkominfo Gandeng UII dalam Digital Talent Scholarship 

Beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementrian Kominfo bersama dengan 30 Kampus diantaranya Universitas Islam Indonesia dan 23 mitra Politeknik serta 4 mitra sertifikasi internasional dari perusahaan global AWS, Cisco, Google serta Microsoft ini terdiri dari empat akademi, yakni Fresh Graduate Academy (FGA) yang terdiri dari 6.000 beasiswa, Vocational School Graduate Academy (VSGA) 4.000 beasiswa, Coding Teacher Academy (CTA) 4.000 beasiswa serta Online Academy (OA) 11.000 beasiswa.

Peserta akan menjalani program ini selama dua bulan, terhitung sejak 28 Juni-20 Agustus 2019. Terdapat beberapa pilihan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship 2019. UII mendapatkan amanah peserta Digital Talent Scholarship 2019 kategori Fresh Graduate Academy dengan Program Pelatihan Machine Learning (AWS).

Program Fresh Graduate Academy (FGA) merupakan program pelatihan bidang TIK yang berfokus pada enam (6) tema pelatihan yakni Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning. Pelatihan ini ditujukan bagi 6.075 orang lulusan D3/D4/S1 bidang TIK dan MIPA yang belum bekerja, agar memiliki kompetensi secara profesional dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0.

Diharapkan, dengan terselenggaranya program FGA ini, dapat memberikan kemampuan siap pakai bagi lulusan S1 dan D3/D4 yang akan berdampak untuk mengurangi angka pengangguran, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi. Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam hal ini berupaya untuk menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran triple helix (instansi pemerintahan, sektor privat, dan institusi pendidikan) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

Pendaftaran Online: digitalent.kominfo.go.id selambatnya 15 Juni 2019

Jerri Irgo

Berbicara mengenai teknologi, internet menjadi salah satu dari perkembangan teknologi yang paling dekat dengan masyarakat saat ini. Berbagai macam informasi dan data terekam dengan cukup cepat melalui internet. Terlebih di era revolusi industri 4.0 terjadi digitalisasi di berbagai sektor yang berorientasi pada data.

Guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan big data di kalangan civitas akademica, Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah umum untuk mahasiswa program profesi, magister dan doktor bertajuk Membaca Indonesia Melalui Mahadata.

Pada kuliah umum kali ini, yang diinisiasi oleh Direktorat Layanan Akademik UII, mengundang pakar bigdata Indonesia yang juga Founder Media Kernel Indonesia, Ismail Fahmi, S.T., M.A., Ph.D. Jalanya acara dipandu oleh Direktur Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII, Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng.

Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII, dalam sambutannya mengatakan pengembangan data adalah hal yang cukup krusial dalam perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini. Mengingat perkembangan dunia digital kini telah merambah di berbagai sektor terutama pendidikan.

“Pengetahuan tentang data menjadi tonggak penting di era yang serba digital ini, sebagai institusi pendidikan kita juga harus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan memiliki wawasan dalam menguasai data,” ungkapnya.

Disampaikan Ismail Fahmi bahwa saat ini berbagai macam peristiwa ataupun informasi di seluruh Indonesia bahkan dunia dapat kita ketahui secara langsung melalui media sosial, karena adanya data. Segala sesuatu yang berhubungan dengan data dapat dengan mudah diakses akibat adanya transfer data melalui internet.

“Membaca Indonesia melalui data itu sangat menarik. Berbagai macam peristiwa terekam secara langsung melalui data yang dapat kita akses, salah satunya melalui media sosial,” tuturnya.

Ismail Fahmi melanjutkan, sering sekali terjadi atau muncul berita-berita yang tidak benar di kalangan masyarakat akibat adanya resonansi data. Maka dari itu, Ia menghimbau kepada pengguna internet saat ini agar mampu menyaring berbagai informasi yang diterima. Sehingga berita-berita yang tidak benar itu dapat diminimalisir.

“Unik ketika kita melihat data percakapan di media sosial. Terlebih mengenai isu-isu yang sedang heboh, misalnya politik. Kita dapat mengetahui bagaimana polemik para pendukung yang saling serang. Inilah salah satu bentuk data yang berbahaya jika kita tidak mampu menyaring dengan baik,” ujar Ismail Fahmi yang juga Dosen Program Studi Teknik Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII tersebut.

Akan sangat bermanfaat bagi di kalangan civitas akademica dalam mengakses data. Ismail Fahmi mengajak kepada mahasiswa, dosen, peneliti dan mahasiswa dalam pemanfaatan data. Salah satunya melalui Drone Emprit Academy (DEA) yang merupakan gagasannya dalam memberikan fasilitas di kalangan civitas akademica.

“Saya mengajak teman-teman khususnya UII agar bisa memanfaatkan data melalui program ini. DEA siap memberikan data yang dibutuhkan baik untuk riset ataupun keperluan akademik lainnya,” ungkapnya.

diberitakan : Humas UII

Program Studi (Prodi) Teknik Kimia, Konsentrasi Teknik Tekstil Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), bekerjasama dengan Prodi Teknik Busana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Assosiasi Ahli Design Pola Marker Garmen Indonesia (AADPMGI) di Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (2 dan 3 Maret 2019) menggelar Workshop SDM Fashion di Era Industri 4.0.

Dalyono S.Teks. M.Si, Dosen Prodi Teknik Kimia FTI UII mewakili Ketua Program Studi, dalam sambutannya “berterima kasih atas kepercayaan untuk menjadi tuan rumah dan menyambut baik kehadiran serta kerjasama AADPMGI dengan salah satu agenda melaksanakan workshop SDM Fashion di Era Industri 4.0”

Peserta yang diundang untuk hadir berasal dari penjuru Tanah Air, selama dua hari berbagi dan menambah wawasan khususnya tren fashion dan desain bersama para pembicara dari kalangan industri.

Hadir sebagai narasumber Ronny, Gemini CAD/CAM System, memperkenalkan diantaranya automatic photo digitizer dan pattern editor. Merujuk dari release Gemini CAD Sistem menyatakan tidak peduli seberapa baiknya teknologi, Nilai riil dengan ditambahnya sentuhan manusia. Gemini CAD Sistem merupakan keseimbangan dengan menempatkan usaha yang sama dalam membangun tim yang kuat seperti yang dilakukan kami dalam mengembangkan produk-produknya.

Selanjutnya L Donny Yulianto, AD Machinery Juki Sewing Machine Indonesia sebagai narasumber kedua, menjelaskan 5 Produk unggulan Juki yang dapat menjawab kebutuhan industri dan dunia pendidikan.

Menurut Fitriansyah, CAD/CAM Engineer dan Ketua AADPMGI “Kegiatan rutin AADPMGI yang ke 2 kerjasama dengan UII. “Dipilih UII karena selain ada konsentrasi Tekstil, juga saat koordinasi dengan Program Studi, selain bersedia untuk kerjasama juga sangat serius, termasuk pengadaan alat pun siap” tuturnya

Sangat beralasan baginya, karena “UII pertama yang lengkap peralatannya diantara Perguruan Tinggi lainnya. UII memiliki plootter, cutting plotter dan software serta 3D. Harapan ke depan, sebagaimana telah direncanakan dengan materi-materi berbeda yang berhubungan dengan fashion dan desain akan menjadi kegiatan rutin,” pungkas Fitriansyah.

Jerri Irgo

Retno Dyah Purwaningrum, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Sarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mendapat apresiasi atas raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi yaitu 4.0.

Apresiasi ini juga diberikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T, Dekan FTI UII kepada 4 Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 lainnya yang dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Sebagai rangkaian kegiatan Temu Orangtua/Wali Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 (Sabtu, 23 Februari 2019) bertempat di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Prof. Hari Purnomo berharap “Semoga penghargaan ini dapat menginspirasi kita semua, untuk meneruskan semangat khususnya bagi Mahasiswa FTI UII lainnya”. IPK tinggi sebenarnya bukan hanya soal meraih nilai tinggi saja, tapi bagaimana selalu mempertahankan IPK yang sudah bagus sehingga nilanya dapat stabil sampai lulus.

Seusai menerima apresiasi, puteri pasangan Agus Djuari dan Yulia Mulyawati, yang berasal dari Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini pun berbagi tips dan triks untuk dapat meraih IPK Tertinggi.

“Saya mempunyai manajemen waktu saya sendiri, membagi waktu untuk belajar dan juga aktif di kegiatan lain. Yang penting bagi saya ialah ada kemauan dan kerja keras. Serta   jangan pernah malas, terutama untuk urusan menuntut ilmu” ujar Retno.

Selain itu Retno mengatakan “Dukungan dari orang tua, meliputi materi dan juga non materi. Tetapi sebenarnya, Orang tua saya tidak pernah menuntut banyak, senyamannya saya saja.  Tentunya itu semua tak luput dari doa orang tua saya dan juga teman teman. Teman teman juga membantu saya dalam belajar, seperti berdiskusi dan  belajar kelompok”.

Retno berharap untuk “Program Studi adalah dapat membangun kerjasama, saling memberikan manfaat, dan terus meningkatkan tenaga pengajar akademisi sehingga dapat menghasilkan mahasiswa yg berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional” pungkasnya.

Jerri Irgo

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima langsung Prof. Dato’ Ir. Dr. Riza Atiq Abdullah bin O.K. Rahmat, Former Deputy Vice Chancellor (Academic & International Affairs), Universiti Kebangsaan Malaysia dan Assoc. Prof. Dr. Anan Mungwattana, Kasetsart University saat melakukan visitasi ke Jurusan Teknik Industri FTI UII (12 Februari 2019)

Kehadiran Prof. Dato’ Ir. Dr. Riza Atiq Abdullah dan Assoc. Prof. Dr. Anan Mungwattana, di Gedung KH Mas Mansur, kampus Terpadu UII sebagai Asesor ASEAN University Network on Higher Education for Quality Assurance (AUN-QA) yang mendapatkan mandat melakukan penilaian mutu kualitas pendidikan dan pengajaran di Jurusan Teknik Industri FTI UII

Proses penilaian secara institusional Tim Asesor dari AUN-QA untuk melaksanakan penilaian melalui audiensi dengan seluruh elemen kampus, seperti Dekan, Dosen, Mahasiswa, serta Tenaga Kependidikan, dilakukan selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Februari 2019.

Tampak hadir Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.SC, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Selain itu juga hadir dari Jurusan Teknik Industri, Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Industri, beserta Sekretaris Jurusan Teknik Industri, Harwati, S.T., M.T dan Ketua Program Studi Teknik Industri – Program Sarjana, Dr. Taufiq Immawan, S.T., M.M. serta Sekretaris Program Studi Teknik Industri – Program Sarjana, Sri Indrawati, S.T., M.Eng.

Penilaian AUN-QA terdiri dari 25 kriteria dalam QA startegis, QA sistemik, QA fungsional, dan results. Penilaian mencakup sistem perencanaan, implementasi, evaluasi, serta tindak lanjut yang dilakukan.

Jerri Irgo