Yogyakarta, 21 Oktober 2026 — Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan/wati dan Mahasiswa Tingkat Akhir bertema “Ready to Be Hired: Mengomunikasikan Kompetensi dan Potensi di Dunia Kerja” pada Rabu (21/10), bertempat di Auditorium Lantai 3, Gedung KH. Mas Mansur, FTI UII. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas mempersiapkan mahasiswa menghadapi transisi dari lingkungan akademik menuju dunia profesional.
Pembekalan tersebut menghadirkan Juanda, S.T., alumni FTI UII yang saat ini menjabat sebagai Human Resources and General Affairs Manager PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Dengan latar belakang sebagai alumni sekaligus praktisi industri, sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai kesiapan kerja, pengenalan kompetensi diri, serta cara mengomunikasikan potensi secara profesional kepada perusahaan.
Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18–24, dilanjutkan dengan sambutan pimpinan fakultas yang disampaikan oleh Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng., Dalam sambutannya, Agus Mansur menyampaikan pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya perlu memiliki bekal akademik dan kompetensi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga perlu mampu mengenali potensi diri, mengomunikasikan kemampuan secara profesional, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan dunia industri.
Pembekalan ini menjadi salah satu upaya FTI UII untuk mendukung calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir agar lebih siap menghadapi proses rekrutmen, membangun karier, serta mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Pada kesempatan tersebut, FTI UII juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dengan kriteria cum laude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di masing-masing program studi. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembekalan dari Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) UII serta sesi bersama narasumber dari industri.

Memahami Perubahan Dunia Kerja dan Tuntutan Kompetensi
Dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang semakin cepat seiring perkembangan teknologi, otomatisasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Berbagai pekerjaan rutin mulai dapat diotomatisasi, sementara perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi, terus belajar, serta menyelesaikan persoalan yang semakin kompleks.
Dalam konteks tersebut, kesiapan lulusan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting agar lulusan mampu menghadapi perubahan kebutuhan industri sekaligus memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja.
Materi pembekalan menggarisbawahi pentingnya memahami dua konsep utama, yaitu ready dan to be hired. Ready merujuk pada kesiapan individu untuk memasuki dunia kerja dan memberikan kontribusi, sedangkan to be hired berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap posisi yang ditawarkan.
Kesiapan tersebut mencakup tiga aspek yang saling melengkapi. Pertama, kompetensi atau can do, yaitu pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan seseorang melaksanakan pekerjaan. Kedua, potensi atau can grow, yakni kapasitas untuk berkembang dan mempelajari hal-hal baru. Ketiga, kesiapan mental atau will do, yang tercermin melalui sikap positif, kedisiplinan, kemauan menghadapi tantangan, dan kesediaan untuk berkontribusi.
Dengan demikian, mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh. Selain menguasai bidang keilmuan, mereka perlu menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki relevan dengan kebutuhan pekerjaan, memiliki potensi untuk terus berkembang, dan didukung oleh sikap profesional.
Salah satu materi utama pembekalan adalah penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang mampu merepresentasikan kompetensi dan potensi kandidat. CV merupakan dokumen penting yang digunakan untuk memperkenalkan latar belakang pendidikan, pengalaman, pencapaian, serta keterampilan kepada calon pemberi kerja. Dokumen ini juga dapat digunakan untuk keperluan magang, beasiswa, dan berbagai kesempatan profesional lainnya.
Peserta diarahkan untuk menyusun CV secara sistematis dengan mencantumkan identitas yang relevan, riwayat pendidikan secara kronologis dari yang terbaru, pengalaman profesional, prestasi akademik maupun nonakademik, serta keterampilan yang dikuasai.
Pengalaman profesional tidak terbatas pada pekerjaan formal. Mahasiswa yang baru akan memasuki dunia kerja dapat memanfaatkan pengalaman magang, kerja praktik, asisten dosen, asisten praktikum, pekerjaan paruh waktu, proyek tim, maupun aktivitas organisasi sebagai bukti keterlibatan dan kemampuan dalam menyelesaikan tanggung jawab.
Pengalaman tersebut perlu dijelaskan secara spesifik dengan menonjolkan aktivitas yang dilakukan, tanggung jawab yang diemban, keterampilan yang digunakan, dan hasil yang dicapai. Dengan cara ini, CV tidak hanya berisi daftar pengalaman, tetapi juga menunjukkan nilai yang dapat ditawarkan kandidat kepada perusahaan.
Dari sisi keterampilan, peserta perlu mengenali perbedaan hard skills dan soft skills. Hard skills meliputi kemampuan teknis, penguasaan perangkat lunak, pemrograman, bahasa, sertifikasi, dan keterampilan lain yang berkaitan langsung dengan pekerjaan. Adapun soft skills mencakup komunikasi, kepemimpinan, public speaking, pemecahan masalah, kolaborasi, serta manajemen waktu dan diri.
Sebaliknya, kandidat perlu menghindari informasi yang tidak relevan, deskripsi pengalaman yang terlalu umum, informasi palsu, desain yang berlebihan, penggunaan kembali CV tanpa penyesuaian, serta pengiriman dokumen tanpa pemeriksaan ulang. Materi juga memperkenalkan CV yang ramah terhadap Applicant Tracking System (ATS), sehingga mahasiswa perlu memperhatikan keterbacaan dan struktur dokumen ketika melamar melalui sistem rekrutmen digital.
Strategi Wawancara: Menyampaikan Pengalaman secara Terstruktur
Selain CV, wawancara merupakan tahapan penting untuk memperlihatkan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Wawancara memberi kesempatan kepada perekrut untuk menilai pengalaman, kemampuan komunikasi, sikap, serta potensi kandidat berdasarkan informasi yang disampaikan secara langsung.
Persiapan wawancara perlu dimulai sebelum hari pelaksanaan. Kandidat disarankan melakukan riset mengenai perusahaan, mempelajari kriteria posisi yang dilamar, memahami alasan memilih pekerjaan tersebut, melakukan refleksi diri, serta menyiapkan pertanyaan yang relevan untuk pewawancara.
Aspek penampilan dan ketepatan waktu juga menjadi bagian dari profesionalitas. Datang lebih awal, mengenakan pakaian yang sesuai, menjaga bahasa tubuh, mempertahankan kontak mata yang wajar, dan menunjukkan antusiasme dapat membantu membangun kesan positif. Dalam wawancara daring, kesiapan teknis turut menjadi perhatian, termasuk kestabilan koneksi internet, kualitas suara dan video, serta lingkungan yang rapi dan mendukung komunikasi.
Peserta juga diingatkan agar menjawab pertanyaan secara tepat, jelas, dan jujur. Jawaban yang terlalu panjang dapat mengaburkan inti pesan, sedangkan jawaban yang terlalu singkat berisiko tidak menunjukkan kemampuan kandidat secara memadai. Karena itu, pengalaman perlu disampaikan dengan alur yang logis dan disertai contoh yang relevan.
Salah satu pendekatan yang dibahas adalah metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini membantu kandidat menyusun jawaban berdasarkan empat unsur:
- Situation — menjelaskan situasi atau konteks pengalaman yang dihadapi.
- Task — menguraikan tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
- Action — menjelaskan tindakan konkret yang dilakukan untuk menangani situasi tersebut.
- Result — memaparkan hasil yang dicapai dari tindakan yang dilakukan.
Sebagai contoh, ketika ditanya mengenai pengalaman bekerja dalam tim, kandidat dapat menjelaskan latar belakang proyek, peran yang diberikan, langkah yang diambil untuk menyelesaikan tugas, serta hasil yang diperoleh. Struktur tersebut membantu pewawancara memahami kontribusi kandidat secara lebih terukur.
Metode STAR juga mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman selama kuliah. Kegiatan organisasi, proyek akademik, kerja praktik, penelitian, dan kepanitiaan dapat menjadi sumber contoh yang relevan selama kandidat mampu menjelaskan peran dan kontribusinya secara jujur.
Menghubungkan Kompetensi Akademik dengan Kebutuhan Industri
Kehadiran Juanda, S.T., sebagai alumni FTI UII yang berkiprah di bidang pengelolaan sumber daya manusia dan urusan umum di PT Mitrabara Adiperdana Tbk, memberikan perspektif praktisi dalam rangkaian pembekalan ini. Sesi tersebut melengkapi materi persiapan karier dengan konteks dunia industri, terutama pentingnya mengenali kebutuhan posisi yang dilamar dan menyampaikan kompetensi secara relevan.
Bagi calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir, pemahaman tersebut penting agar proses memasuki dunia kerja tidak berhenti pada pengiriman lamaran. Kandidat perlu mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan, menunjukkan bukti pengalaman, dan menjelaskan bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi organisasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi, foto bersama, serta penyerahan doorprize. Melalui diskusi, peserta memperoleh ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai persiapan karier dan berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika menghadapi proses rekrutmen.

Mempersiapkan Lulusan yang Kompeten dan Adaptif
Pembekalan bertema “Ready to Be Hired: Mengomunikasikan Kompetensi dan Potensi di Dunia Kerja” menegaskan bahwa kesiapan kerja merupakan perpaduan antara kompetensi, potensi pengembangan, dan sikap profesional. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu disertai kemampuan mengomunikasikan pengalaman, menunjukkan kontribusi, serta beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan ini, FTI UII mendorong calon wisudawan dan mahasiswa tingkat akhir untuk mulai mempersiapkan karier sejak masa studi. Penyusunan CV yang terarah, latihan wawancara, evaluasi pengalaman, dan pengembangan keterampilan perlu menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional.
Pada akhirnya, keberhasilan lulusan tidak hanya tercermin dari kemampuan memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kesanggupan mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan persiapan yang lebih matang, lulusan FTI UII diharapkan mampu menghadapi proses rekrutmen secara percaya diri serta terus bertumbuh dalam perjalanan profesionalnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.