“Beasiswa unggulan lebih hebat, lebih praktis dan memiliki berbagai kelebihan lainnya dibandingkan beasiswa lainnya”. Kalimat ini disampaikan Prof. Akhmad Fauzi sebagai moderator dalam sesi Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013).
Lebih lanjut menurut Prof. Fauzi, bahwa penerima beasiswa unggulan lebih memiliki banyak keuntungan, selain bisa kuliah double degree, juga punya kesempatan studi lanjut lebih mudah. “Tunggu nanti akan dipaparkan oleh pak Yosep”, jelasnya. Kepada para mahasiswa Prof. Fauzi juga menyampaikan, kalau para mahasiswa harus berterimakasih kepada Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc. “Di UII, dalam hal ini dekan FTI UII lebih tinggi derajatnya daripada Rektor”, kelakarnya. “Pak Yosep termasuk konseptor dalam beasiswa unggulan. Pak yosep memiliki kelebihan dibandingkan pak Abe, karena pak Yosep ini yang pegang uang di BPKLN. Jadi nasib saudara selain ditentukan oleh Allah, juga ditentukan oleh pak Yosep” jelas Prof. Fauzi disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
Sementara narasumber dari BPKLN, Musa Yosep, S.Ip, M.Ak yang hadir mewakili pak Abe mengawali paparannya dengan menunjukkan website beasiswa unggulan. Menurutnya, para mahasiswa mempunyai kewajiban ISR sebagaimana ditulis di website tersebut. Yosep melanjutkan, “ISR adalah merupakan kegiatan menulis artikel bebas dan tema tulisan juga bebas sesuai yang diinginkan penerima Beasiswa Unggulan, asal dalam tulisan tersebut wajib mengkaitkan Program Beasiswa Unggulan dari Kemdiknas”. Lebih lanjut masih menurut Yosep, apapun kemampuan atau prestasi penerima beasiswa asal ditulis, meskipun sebelumnya sama sekali tidak dipikirkan. Misal sebagai juara lomba adzan, lomba baca Al-Quran dan lain sebagainya. Atau bahkan mengkritisi efek penggunaan balsem, suka menulis cerpen, suka menulis puisi, suka menulis apapun asal dikaitkan dan mencantumkan identitas dan keterangan penerima beasiswa unggulan.
Bagi yang suka dan mau kuliah lanjut, baik S2, maupun S3, melalui beasiswa unggulan, semua punya kesempatan. “Syaratnya selain memiliki toefl 600, yang bersangkutan harus memiliki karakter”. Terkait dengan karakter Yosep menjelaskan. Kalau mengaku sebagai santri, ya harus santri. Kalau mengaku sebagai profesional di bidang tertentu ya benar-benar profesional setidaknya tingkat propinsi. Secara intelektual juga harus ditunjukkan dengan Indeks Prestasi yang baik. Kalau kuliah lanjutnya di luar negeri ditambah dengan kemampuan menguasai bahasa dimana negara tempat studi berlangsung.

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mendapatkan amanah yang berat untuk bisa membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa unggulan benar-benar unggul, memiliki karakter. Untuk itu FTI UII menggelar sarasehan dengan bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta pada tanggal 6-7 Juli 2013.
Selama dua hari di tempat sarasehan, mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani rangkaian kegiatan untuk membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan FTI UII. Agus menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaluai antara lain di hari pertama, Sabtu (6/7/2013). “Pada sesi pertama, tema pengembangan akademik mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan untuk menjadi intelektual muda calon pemimpin bangsa yang akan disampaikan bapak Musa Yosep mewakili pak Abe yang berhalangan hadir”. “Sesi kedua sore nanti, tema membangun mental mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship oleh owner Kedai Digital, Saptuari Sugiharto”. “Nanti malam pukul 19:00 sampai capai akan dilangsungkan ramah tamah antara mahasiswa penerima beasiswa unggulan dengan Koordinator BPKLN”.
Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sukses menggelar sarasehan dengan Tema ‘Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa Unggulan’. Sarasehan berlangsung selama dua hari tanggal 6-7 Juli 2013, bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta.
Sidang Umum XXXIV Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (SU XXXIV DPM FTI UII) berakhir pada Ahad, 7 Juli 2013. Agenda yang dilaksanakan di auditorium FTI UII ini telah dimulai pada Selasa, 25 juni 2013, terhitung berlangsung selama 12 hari. Menetapkan Pimpinan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (DPM FTI UII) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris Jenderal, Ketua Komisi 1, Ketua Komisi 2 dan ketua Komisi 3, serta menetapkan Delegatoris DPM FTI UII (Ketua Umum LEM FTI UII).
Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) bersyukur telah sukses menyelenggarakan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dan lomba mengumandangkan Adzan. Lomba MHQ diikuti sebanyak 73 mahasiswa dan lomba Adzan diikiti sebanyak 37 mahasiswa, yang kesemuanya adalah mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan (BU) dan Beasiswa Santri Unggulan (BSU). Lomba diselenggarakan dalam waktu dua hari tanggal 1 – 2 Juli 2013 bertempat di lingkungan Gedung KH. Mas Mansur komplek FTI UII.
Musyawarah Besar Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan Centre of Islamic Engineers (Mubes UKMK CENTRIS) FTI UII ditutup pada Sabtu (29/6). Mubes ini dilaksanakan di ruang 3.13 FTI UII, berlangsung selama lima hari, 21-23 Juni 2013 kemudian dilanjutkan pada 28-29 Juni 2013. Rangkaian agendanya adalah pembahasan Tata Tertib Sidang, Laporan Pertanggungjawaban, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, Garis Besar Haluan Organisasi, serta rangkaian terakhir adalah pemilihan Ketua. Dari Mubes ini diperoleh kesepakatan bersama menetapkan saudara Muhammad Ikhsanul Aziz (Teknik Industri 2011) untuk memikul amanah sebagai Ketua Centris FTI UII.