Di di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013), seorang mahasiswi penerima Beasiswa Unggulan (BU), Fukky Winassis menyampaikan kemampuannya dan kawan-kawan dalam hal menghapal Al-Quran. Fukky dan dua mahasiswi lainnya mewakili Universitas Islam Indonesia (UII) dalam lomba Hifdzil Quran di Padang pada akhir bulan Juni 2013. Ketiganya di tingkat UII terpilih sebagai pemenang, makanya dikirim untuk mewakili UII, namun sayang kepulangannya belum membawa piala.

 

Menurut Fukky, mereka ke Padang didampingi Chasna dan Qiqi, mengikuti lomba Hifdzil Quran untuk hafalan 1 juz, 2 juz dan 5 juz. Meskipun sekarang belum mendapat juara, tapi tetap miliki harapan juara 1. “Meskipun kami pulang tidak membawa piala besar sebagai juara pertama, kami tetap memiliki harapan menjadi juara pertama pak!”, ujarnya disambut tepuk tangan kawan-kawannya.  Lebih lanjut ujarnya “Maafkan kami ya pak, kami tidak membawa prestasi, kami hanya memperoleh piagam dan amplop”. “Pak, mbok Rektornya itu dikasih tahu, agar kami ini diberikan piala yang gedhe gitu lho pak, masa UII segede ini tidak memberikan piala?”.  “Waktu kami di padang uang sakunya habis karena tidak mendapat uang saku dari UII, semoga uang sakunya menyusul”, pinta Fukky.

 

Dengan santai, Dekan FTI UII, Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menanggapi keluhan ini. “Baru kali ini ada mahasiswa berani memerintah Rektor. Padahal dekan dan yang lainnya yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ada yang berani memerintah Rektor”. “Hanya untuk beli piala lagi!”, kelakarnya. Masalah uang saku, kami pasti kami akan memikirkan kalau anak yang pergi itu pamit dan mengikuti prosedur. “Lha kamu pergi saja tidak pamit sama Dekan, bagaimana kami bisa memberikan uang saku?”. “Coba kalau sebelumnya sowan, mohon do’a restu pasti kami beri do’a restu juga”. “Tapi Anda bertiga ini sunguh luar biasa, saya salut karena Anda bisa mengalahkan fakultas-fakultas lain di tingkat UII”. “Yang lebih luar biasa lagi Anda pergi tanpa pamit”, sindir dekan.

 

Untuk ke depannya dekan meminta kepada siapapun yang mewakili UII keluar agar pamit kepada pimpinan fakultasnya. Tidak hanya untuk yang ke Padang kali ini. Termasuk yang mengikuti lomba robot baik di tingkat regional sampai tingkat nasional. “Barangkali kalau prosedur ini dilakukan, pasti kami akan memikirkan untuk mendapatkan kebijakan yang lainnya”, pesan dekan.

 

“Dibalik banyaknya orang yang kesulitan biaya kuliah, Anda adalah termasuk yang dipilih mendapatkan kesempatan kuliah di FTI UII. Anda memperoleh beasiswa dari BPKLN dari negera yang jelas dari pajak, barangkali dari bapak-bapak petani para sopir dan lain-lain. Untuk itu peluang ini jangan disia-siakan. Dan yang jelas Anda jangan terlalu cinta dengan FTI yang maksudnya segeralah lulus dan beri kesempatan adik-adik yang lain untuk memperoleh beasiswa yang sama”. Rangkaian kalimat tersebut disampaikan Wakil Dekan FTI, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng sebagai moderator mengawali acara sarasehan antara mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU) dengan perwakilan penyandang dana.

 

Meskipun awalnya malu-malu, akhirnya bermunculan berbagai pertanyaan, harapan dan uneg-uneg lainnya dari para mahasiswa, baik itu kepada BPKLN yang dalam hal ini diwakili Musa Yosep, S.Ip, M.Ak.  Farida misalnya mahasiswi dari program studi (Prodi) Teknik Kimia menanyakan kenapa waktru mendaftakan melalui online kok sulit dan sampai lama tidak ada tanggapan. Pernyataan tersebut memancing pertanyaan lain dari mahasiswa “Boleh tidak penerima BU menerima beasiswa selain BU untuk biaya hidup, dan juga berbagai pertanyaan lainnya.

 

Dari pertanyaan terakhir ini, Yosep menjawab bahwa mahasiswa penerima BU boleh menerima beasiswa lain, asal sumbernya tidak dari BUMN atau pemerintah. “Berarti Anda bisa mencari dari pihak swasta”, tekannya.  Lebih lanjut Yosep memaparkan macam-macam beasiswa dari pemerintah, “Ada bidik misi, besiswa unggulan, siswa miskin”. “Beasiswa unggulan juga menjalin bermacam-macam kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta seperti dengan bank atau lainnya”. “Dengan pemerintah daerah (Pemda) ada BU Kriwil, kami mencari anak berprestasi yang rambutnya keriting”, jelas Yosep.

 

Sebagaimana dipaparkan Yosep, bahwa “Saat ini BPKLN setiap tahun mengelola dana 110 Milliyar, belum 1 Trilliyun, BLT saja 6 Trilliyun”. “Mereka yang akan memperoleh beasiswa adalah yang benar-benar berprestasi”, papar Yosep.  “Kalau calon penerima BU mendaftar melalui website memang datanya sangat banyak, bahkan menurutnya saat ini lebih dari 10 ribu bundel data mengantri untuk dikoreksi. Kalau ingin cepat ya mendekati perguruan tinggi yang sudah menjalin kerjasama dengan bpkln seperti FTI UII ini”, Yosep memberi contoh. Sebagaimana yang sudah berjalan selama ini, FTI UII menyeleksi sendiri data calon penerima beasiswa kemudian diusulkan kepada BPKLN, dan akan disetujui sesuai kuota yang disiapkan.

 

Lebih lanjut masih menurut Yosep, banyak cara-cara jitu bagaimana agar adik-adik kita nanti dapat memperoleh BU. Syaratnya adalah benar-benar memiliki prestasi misalnya memiliki kejuaraan tertentu di tingkat nasional, misalnya hafal al-quran 30 juz, lulusan terbaik di tingkat propinsi. “ini sulit atau kalau ada orang ini, tersembunyi di pinggiran desa”, ujarnya. “Kami punya program dan dana, sementara mencari siswa yang berprestasi ini yang sulit. Jadi tolong bantu kami untuk ditunjukkan kepada kami”, imbuhnya.

fauzi“Beasiswa unggulan lebih hebat, lebih praktis dan memiliki berbagai kelebihan lainnya dibandingkan beasiswa lainnya”. Kalimat ini disampaikan Prof. Akhmad Fauzi sebagai moderator dalam sesi Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta, hari Sabtu (6/7/2013).

 

Lebih lanjut menurut Prof. Fauzi, bahwa penerima beasiswa unggulan lebih memiliki banyak keuntungan, selain bisa kuliah double degree, juga punya kesempatan studi lanjut lebih mudah. “Tunggu nanti akan dipaparkan oleh pak Yosep”, jelasnya. Kepada para mahasiswa Prof. Fauzi juga menyampaikan, kalau para mahasiswa harus berterimakasih kepada Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc. “Di UII, dalam hal ini dekan FTI UII lebih tinggi derajatnya daripada Rektor”, kelakarnya. “Pak Yosep termasuk konseptor dalam beasiswa unggulan. Pak yosep memiliki kelebihan dibandingkan pak Abe, karena pak Yosep ini yang pegang uang di BPKLN. Jadi nasib saudara selain ditentukan oleh Allah, juga ditentukan oleh pak Yosep” jelas Prof. Fauzi disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

 

Sementara narasumber dari BPKLN, Musa Yosep, S.Ip, M.Ak yang hadir mewakili pak Abe mengawali paparannya dengan menunjukkan website beasiswa unggulan. Menurutnya, para mahasiswa mempunyai kewajiban ISR sebagaimana ditulis di website tersebut. Yosep melanjutkan, “ISR adalah merupakan kegiatan menulis artikel bebas dan tema tulisan juga bebas sesuai yang diinginkan penerima Beasiswa Unggulan, asal dalam tulisan tersebut wajib mengkaitkan Program Beasiswa Unggulan dari Kemdiknas”. Lebih lanjut masih menurut Yosep, apapun kemampuan atau prestasi penerima beasiswa asal ditulis, meskipun sebelumnya sama sekali tidak dipikirkan. Misal sebagai juara lomba adzan, lomba baca Al-Quran dan lain sebagainya. Atau bahkan mengkritisi efek penggunaan balsem, suka menulis cerpen, suka menulis puisi, suka menulis apapun asal dikaitkan dan mencantumkan identitas dan keterangan penerima beasiswa unggulan.

 

Bagi yang suka dan mau kuliah lanjut, baik S2, maupun S3, melalui beasiswa unggulan, semua punya kesempatan. “Syaratnya selain memiliki toefl 600, yang bersangkutan harus memiliki karakter”. Terkait dengan karakter Yosep menjelaskan. Kalau mengaku sebagai santri, ya harus santri. Kalau mengaku sebagai profesional di bidang tertentu ya benar-benar profesional setidaknya tingkat propinsi. Secara intelektual juga harus ditunjukkan dengan Indeks Prestasi yang baik. Kalau kuliah lanjutnya di luar negeri ditambah dengan kemampuan menguasai bahasa dimana negara tempat studi berlangsung.

gumbolo(3)Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mendapatkan amanah yang berat untuk bisa membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa unggulan benar-benar unggul, memiliki karakter. Untuk itu FTI UII menggelar sarasehan dengan bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta pada tanggal 6-7 Juli 2013.

 

Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menekankan kepada mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU), “yang namanya beasiswa unggulan, siapapun penerimanya ya harus unggul dalam bidang apapun yang dikuasai”. “Sebenarnya agar lebih ngirit akan dilaksanakan di kampus saja tapi ternyata tidak boleh, dan harus dilaksanakan di luar kampus. Maka di tempat inilah di hotel Cakra Kusuma, selama dua hari dari sekarang Saudara tidak boleh pulang, sehingga Anda juga dilatih untuk merasakan tidur di hotel”, kelakar Gumbolo. “Semua hotel yang dipesan apapun bentuknya dianggap dan dinilai sama, jadi kalau ada yang mendapat ruang dulux dan ada yang sebaliknya itu hanyalah undian rejeki yang Saudara terima, syukuri yang ada”, terang Dekan.

 

Selanjutnya Gumbolo menjelaskan sambil memperkenalkan kepada hadirin bahwa, “Pak Yos, mewaliki pak Abe dari BPKLN, Prof. Fauzi ini, meskipun tampak kecil tapi beliau yang menguasai beasiswa unggulan di wilayah Jawa Tengah khususnya UII”. “Yang terhormat Pak Mastur mewakili Prodi”. “Yang diundang lima, tapi yang datang hanya satu pak Mastur, berarti mewakili Prodi”, terang Gumbolo.  Lebih lanjut, kepada para penerima beasiswa, setiap mahasiswa penerima beasiswa harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemberi beasiswa. “Bagi yang tidak mau mengikuti apalagi nilainya turun untuk semester yang akan datang bisa terancam untuk dicabut”.” Masa unggulnya mbolos!”, ancamnya.

 

Lebih lanjut Gumbolo sampaikan kepada para mahasiswa, “Dalam sesi sarasehan nanti sampaikan apa yang menjadi uneg-uneg saudara, mumpung ada pak Yos yang pegang uang di BPKLN”.  “Misalnya, pak uang sakunya belum ada atau boleh tidak mencari biasiswa yang lain”. Sembari memohon, mahasiswa juga diminta menunjukkan prestasi unggulnya kepada BPKLN. “Apapun itu, kamampuan Saudara, misalnya mampu melantunkan adzan dengan indah, mampu menhapalkan Al Quran 30 juz”, terang Gumbolo.

 

Kepada Prof Fauzi, Gumbolo juga menyampaikan “Ini karya bapak selama tiga tahun. Banyak mahasiswa yang atas perjuangan bapak bisa menikmati kuliah dengan tenang”. Terangnya berikut menutup sambutan.

yosepSelama dua hari di tempat sarasehan, mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani rangkaian kegiatan untuk membentuk karakter mahasiswa penerima beasiswa di lingkungan FTI UII. Agus menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaluai antara lain di hari pertama, Sabtu (6/7/2013). “Pada sesi pertama, tema pengembangan akademik mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan untuk menjadi intelektual muda calon pemimpin bangsa yang akan disampaikan bapak Musa Yosep mewakili pak Abe yang berhalangan hadir”. “Sesi kedua sore nanti, tema membangun mental mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship oleh owner Kedai Digital, Saptuari Sugiharto”. “Nanti malam pukul 19:00 sampai capai akan dilangsungkan ramah tamah antara mahasiswa penerima beasiswa unggulan dengan Koordinator BPKLN”.

 

Pada hari kedua, Ahad (7/7/2013), kegiatan dimulai sejak pagi usai sarapan dilaksanakan sesi keorganisasian. Dalam sesi itu selain menerima materi tentang organisasi, dilangsungkan juga pemilihan mahasiswa sebagai koordinator dan sekretaris beasiswa, utamanya penerima beasiswa unggulan maupun beasiswa santri unggulan di lingkungan FTI UII. “Tujuannya agar jelas dan mudah untuk melakukan koordinasi berbagai bidang dan kegiatan untuk para penerima beasiswa”, jelas Agus menutup sambutan.

 

Sementara Musa Yosep, S.Ip, M.Ak, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa mahasiswa apalagi penerima beasiswa unggulan ya harus unggul. “Yang lebih utama unggul karakternya”, jelas Yosep. Lebih lanjut Yosep mengungkapkan, “Untuk itulah sengaja kali ini Anda dikumpulkan, agar kami mendapatkan data riil dengan pengamatan langsung. Karena kalau pak Gumbolo laporan bagus-bagus terus, dan kalau pak Agus yang lapor lebih bagus lagi”, Yosep sembari berkelakar.

 

Masih menurut Yosep, dalam kesempatan sarasehan akan disampaikan berbagai informasi yang berguna untuk adik-adik kelas yang tertarik mendapatkan beasiswa unggulan. Dalam memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi Yosep menyampaikan, “saat ini saya tidak menyampaikan banyak hal, kawatir materi saya nanti habis sebelum sampai sesi utama”. “Untuk itu dengan menyucapkan syukur, marilah acara ini secara resmi kita buka”.

agus_taufiqFakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sukses menggelar sarasehan dengan Tema ‘Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa Unggulan’. Sarasehan berlangsung selama dua hari tanggal 6-7 Juli 2013, bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta.

 

Dalam kesempatan sambutan sebagai ketua panitia, Ir. Agus Taufiq, MT menyampaikan tujuan dari sarasehan yang diselenggarakan selama dua hari ini.  Menurut Agus yang utama dan utama adalah mensukseskan Visi dan Misi pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Beberapa yang disebutkan Agus antara lain bahwa mahasiswa penerima beasiswa unggulan harus memiliki visi yang jelas. “Mahasiswa penerima unggulan harus memiliki visi menjadi mahasiswa Indonesia Cerdas dan Kompetitif”, terangnya.

 

Adapun berbagai langkah untuk mencapai visi tersebut dituangkan dalam misi meningkatkan kualitas keimanan-ketaqwaan dan moral mahasiswa, mengembangkan kapabilitas intelektual mahasiswa, mengembangkan mahasiswa untuk berpikir kritis, santun, bermoral yang berlandaskan pada kaidah hukum dan norma akademik, menanamkan rasa nasionalisme yang konstruktif sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menumbuhkembangkan kualitas dan semangat kewirausahaan, mengembangkan idealisme dan suasana demokratis dalam kehidupan kemahasiswaan, meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa, dan meningkatkan kualitas lembaga kemahasiswaan dengan berorientasi pada profesionalisme.

 

Kepada pemberi beasiswa unggulan yang saat itu diwakili Musa Yosep, S.Ip, M.Ak, Agus menyampaikan laporan bahwa jumlah mahasiswa yang mengikuti acara sarasehan ini 96 mahasiswa terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa unggulan, beasiswa santri unggulan dan beberapa penerima beasiswa dari yang lainnya. “Seluruh mahasiswa penerima beasiswa di FTI UII harus memiliki karakter. Untuk itulah acara ini dilakukan”, lapornya.  Selanjutnya kepada para mahasiswa penerima beasiswa Agus berharap “Saudara harus bisa memberikan atau menunjukkan prestasi lebih dibandingkan dengan teman-teman Saudara yang tidak menerima beasiswa”. “Inilah tantangan dan kesempatan yang harus Saudara hadapi. Sebagai penerima beasiswa, Anda harus memiliki karakter”, tekan Agus.

Alvin Sahroni, ST.,M.Eng Dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (TE FTI UII) telah meluncurkan produk penelitainnya berupa “Tong sampah pintar ergonomis. Produk Go Green yang menggunakan kemampuan lokal dan bertujuan mengajak mencintai kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan solusi permasalahan sosial di Indonesia”. Disampaikan dalam releasenya (8/07)

 

“Tong Sampah pintar ergonomis adalah tong sampah yang di intervensikan dengan sentuhan teknologi otomatisasi dan dengan mempertimbangkan faktor ergonomis yang bertujuan agar membuang tong sampah dapat lebih nyaman tanpa harus menyentuh tutup tong sampah serta dapat menyesuaikan tinggi orang yang membuang sampah sehingga tidak harus membungkuk dan aman bagi tubuh” ungkap Alvin.

 

“Hal ini menjadi penting bagi masyarakat dikarenakan masalah sampah adalah isu yang hingga saat ini mengancam bangsa indonesia. Pengolahan yang belum terintegrasi, ditambah kesadaran yang masih kurang, mengakibatkan sampah menjadi suatu hal yang masih berat untuk diselesaikan di Indonesia. Tujuan mulia dari produk ini lebih kearah menumbuhkembangkan kesadaran bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan desain dan sistem yang menarik, harapannya dapat menarik perhatian masyarakat untuk menggunakan tong sampah ini” lanjutnya

 

Menurut Alvin “Alat ini ditujukan di tempat – tempat umum, seperti tempat pariwisata, tempat bermain, sekolah/universitas, tempat kerja,dan public services dikarenakan tempat-tempat tersebut sebagai lahan yang aktivitas membuang sampahnya sangat tinggi. Dengan frekuensi dan aktivitas sampah yang tinggi, ini menjadi lahan yang tepat untuk menerapkan teknologi tong sampah pintar ergonomis, agar sampah dapat dikelola dengan baik oleh pihak yang terkait”.

 

Tong sampah pintar adalah hasil penelitian dosen dan mahasiswa di fakultas teknologi industri yang mengkolaborasikan bidang keilmuan teknik elektro dan teknik industri. Awalnya program ini diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa pada tahun 2011 dan mendapatkan hibah dari DIKTI dan kemudian dikembangkan kembali untuk menjadi produk jadi dan telah berhasil mendapatkan HIBAH kembali dari DIKTI pada tahun 2013 untuk dapat disebarluaskan penjualannya menjadi produk universitas berbasis penelitian.

 

“Cara kerja sistem ini yaitu, jika ada seseorang yang ingin membuang sampah, maka sensor elektronis mendeteksi dan kemudian memproses sesuai dengan algoritma yang telah ditanamkan pada CPU yang terintegrasi untuk dapat menyesuikan teinggi badan menggunakan aktuasi motor yang tertanam dalam tong sampah. setelah itu sensor akan mendeteksi tangan yang membuang sampah agar tutup tong sampah dapat terbuka. Setelah sampah dibuang, dan tangan yang membuang sampah sudah tidak dekat tutup tong sampah, maka CPU akan mengunstruksikan untuk menutup tutup tong sampah dan menurunkan posisi tong sampah ke posisi semula” ujar Alvin diakhir wawancara.

 

Jerri Irgo

Dr. Sri Kusumadewi, S.Si. MT. Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menyampaikan “Permasalahan penerimaan teknologi informasi sebagai alat bantu layanan medis di Indonesia dirasa masih relatif kompleks. Beberapa kendala yang muncul antara lain minimnya sumber daya manusia sebagai operator, infrastruktur, aliran kerja yang dimungkinkan akan berubah, regulasi dari pemerintah dan yang tidak kalah penting adalah faktor budaya”. Hal tersebut disampaikan saat orasi ilmiah Wisuda X STIMIK – DCI di Tasikmalaya Jawa Barat (06/07) .

 

Dosen konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika PPs FTI UII ini juga menyampaikan “Pada saat ini, kami sedang melakukan penelitian terkait dengan penerimaan teknologi informasi bagi tenaga medis (dokter). Kami mengumpulkan data dari beberapa dokter yang ada di Sleman DIY. Hasil sementara pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat penerimaan mereka terhadap aplikasi teknologi informasi di bidang medis cukup tinggi yaitu sebesar 78%”.

 

“Tidak seperti di negara maju, SPKK di negara berkembang belum menunjukkan peranan yang cukup berarti. Studi yang dilakukan oleh Sambasivan et.al (2012), menunjukkan bahwa resistensi penggunaan SPKK di negara-negara berkembang lebih tinggi dibanding dingan resistensi penggunaan SPKK di negara-negara maju” ujar Dr Sri Kusumadewi diakhir orasi ilmiahnya

 

Jerri Irgo

 

lembaga_mhs_ftiSidang Umum XXXIV Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (SU XXXIV DPM FTI UII) berakhir pada Ahad, 7 Juli 2013. Agenda yang dilaksanakan di auditorium FTI UII ini telah dimulai pada Selasa, 25 juni 2013, terhitung berlangsung selama 12 hari. Menetapkan Pimpinan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (DPM FTI UII) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris Jenderal, Ketua Komisi 1, Ketua Komisi 2 dan ketua Komisi 3, serta menetapkan Delegatoris DPM FTI UII (Ketua Umum LEM FTI UII).

 

Peserta dalam sidang umum ini adalah para legislatif terpilih yang berjumlah 9 orang. Peninjau yaitu pengurus LEM (fungsionaris LEM, HMJ, UKM) demisioner. Jumlah hadirin terbanyak ialah ketika pemilihan Pimpinan DPM FTI UII dan Ketua Umum LEM FTI UII. Mekanisme pemilihan dilakukan dengan voting, masing-masing dengan voting tertutup dan voting terbuka. Dari SU XXXIV DPM FTI UII Diperoleh nama-nama beserta amanah sebagai berikut.  Ketua Ahad Jabbar Syaifullah (TI 10, Sekretaris Jenderal Siti Masruroh (TF 10), Ketua Komisi 1 M. Rizky F. Sangadji (TK 10), Anggota Ricky Rodian Al Imron (TM 11), Ketua Komisi 2 Luas Dzatzali (TI 10), Anggota Muhammad Ramdan (TI 10), Ketua Komisi 3 Tarlim (TK 11), Anggota Asmawi Asgar (TI 10), Delegatoris (Ketua Umum LEM) Ahada Ramadhana (TK 10)

 

Aspirasi mengenai kelembagaan maupun kampus dapat disampaikan melalui nama-nama DPM FTI UII di atas. Sedangkan open recrutment fungsionaris LEM FTI UII akan dilaksanakan dalam waktu dekat.