Universitas Islam Indonesia (UII) kembali bersiap melaksanakan Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Periode 2022-2026, setelah sebelumnya usai pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII pada periode yang sama.

Proses pemilihan terdapat 11 (sebelas) tahapan pada Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, Periode 2022-2026, sebagaimana dikutip dilaman https://www.uii.ac.id/uiimemilih2022/dekan/

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan, No 1 Tahun 2022, Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Periode 2022-2026 tanggal 17 Mei 2022 yang ditandatangani  oleh Ketua Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII Periode 2022-2026, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si.

Adapun tahapannya sebagai berikut

  1. 17 Mei 2022 – Pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS)
  2. 20 Mei 2022 – Pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT)
  3. 20 Mei 2022 – Pengumuman Bakal Calon Dekan
  4. 25 Mei 2022 – Pemilihan Calon Dekan
  5. 25 Mei 2022 – Penetapan Calon Dekan
  6. 31 mei 2022 – Penyampaian Action Plan oleh Calon Dekan
  7. 7 Juni 2022 – Pemilihan Dekan oleh Rapat Senat Fakultas
  8. 7 Juni 2022 – Penetapan Dekan Terpilih
  9. 10 Juni 2022 – Pengumuman Wakil Dekan
  10. 16 Juni 2022 – Pemilihan Wakil Dekan oleh Rapat Senat Fakultas
  11. 16 Juni 2022 – Penetapan Wakil Dekan Terpilih

Selanjutnya merujuk dalam Surat Keputusan Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Periode 2022 – 2026, Nomor 01 Tahun 2022 Tentang Daftar Pemilih Sementara dalam Pemilihan Calon Dekan, secara keseluruhan terdapat 1.061 pemilih yang terdistribusi di 8 (delapan) Fakultas.

Jumlah pemilih berdasarkan urutan dengan jumlah terbanyak dimulai dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) yaitu terdapat 203 atau 19% pemilih, selanjutnya Fakultas Teknologi Industri (FTI) sejumlah 181 atau 17% pemilih dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) 139 atau 13% pemilih

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas (FMIPA) terdapat 131 atau 12%, kemudian Fakultas Hukum (FH) sejumlah 116 atau 11%.

Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya (FPSB) sejumlah 111 atau 10% pemilih, selanjutnya Fakultas Kedokteran (FK) terdapat 100 atau 9% pemilih serta Fakulras Ilmu Agama Islam (FIAI) sejumlah 80 atau 8% pemilih.

Semoga Allah meridhoi UII .. Aamiin

Jerri Irgo

= = =
unduh dokumen :

 

Islam memandang kehidupan dunia berimbang dengan kehidupan akhirat tetapi tetap kehidupan akhirat merupakan prioritas, kita tidak boleh hanya mengejar kehidupan akhirat atau dunia saja keduanya harus berimbang.

“Hal tersebut disebut produktif tanpa meninggalkan kehidupan dunia,” tutur Ustadz Moh. Hasyim, S.H., M.Hum, Dosen Fakultas Hukum (FH) UII saat memberikan tausyiah Halal Bi Halal bertempat di Auditorium Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Rabu, 11 Mei 2022)

Pakar Hukum Administrasi Negara dan Hukum Kepegawaian tersebut menegaskan “memaknai Spirit Kesucian Idul Fitri sebagai Modal untuk membangun Kreativitas dan Produktivitas, diantaranya dengan membentuk pribadi yang bertaqwa.”

Sikap taqwa ini tidak datang dengan sendirinya, akan tetapi harus di raih melalui proses pendekatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT, dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan apa yang menjadi larangan-Nya.

Salah satu perintah yang harus dilaksanakan adalah puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana di jelaskan dalam Al Quran surat Al Baqarah 183: “Hai orang-orang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa”.

“Semakin kita bertaqwa, maka akan semakin mulia, sehingga ada kolerasi antara taqwa dan produktif,” tegasnya.

Selanjutnya Ustadz Moh. Hasyim mengatakan “di bulan Syawal ini, tugas kita adalah peningkatan, diantaranya dengan berinfak”. Sebagaimana Rasulullah bersabda, ”Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Sementara itu, orang yang kikir akan jauh dari Allah, jauh dari sesama makhluk hidup, jauh dari surga dan dekat dengan neraka.

Sebagaimana telah menjelaskan cara melakukan infak yang direstui Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah Ayat 262. Jika berinfak sesuai ajaran Islam dan mendapat restu Allah SWT, maka orang yang berinfak tersebut akan mendapat pahala yang berlipat ganda.

“Menafkahkan harta di jalan Allah haruslah dengan niat yang ikhlas dan maksud yang suci. Atas niat yang ikhlas inilah Allah akan memberikan pahala,” pungkasnya.

Jerri Irgo

Momen Lebaran mendorong meningkatnya produksi sampah menjadi 15-20% dari volume sampah harian. Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DIY menunjukkan bahwa pada tahun 2021 rata-rata volume sampah yang dihasilkan se-DIY sebanyak 1.133 ton setiap harinya. Kenaikan volume sampah terjadi pada lokasi-lokasi wisata yang banyak dikunjungi oleh pemudik maupun wisatawan. Namun demikian, hotel, tempat penginapan, dan restoran juga memberikan kontribusi terhadap bertambahnya volume sampah.

Dr. Arif Hidayat. S.T., M.T. Sekretaris Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengungkapkan hal tersebut kepada rekan media melalui pesan singkatnya (28 April 2022).

“Bentuk peran serta masyarakat dalam permasalah sampah di antaranya adalah dengan melakukan pembuangan sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan oleh pengelola tempat wisata maupun di tempat-tempat keramaian,” kata Dr. Arif Hidayat

Perilaku masyarakat yang peduli sampah, terutama dengan  memilah sampah akan memudahkan dalam proses pengelolaannya. “Sampah yang telah terpilah akan lebih mudah ditangani sehingga volume sampah yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir akan bisa ditekan seminimal mungkin,” tutur Dr Arif Hidayat.

Pemilahan sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan membedakan antara sampah organik dan non organik. Meskipun sampah non organik tidak bisa terurai, tapi pemanfaatannya bisa dikomersilkan dan dijual untuk diolah kembali menjadi barang yang layak pakai. 

Dr Arif Hidayat berharap “Apabila penanganan dan pengurangan sampah dapat mulai dilakukan dari rumah tangga, maka diharapkan dapat mengurangi 30% dari volume sampah yang diangkut ke TPA. Di samping itu pengelolaan dan penangan sampah yang baik akan menimbulkan paradigma bahwa sampah menyimpan potensi ekonomi kepada para pelaku sampah,” pungkasnya

Jerri Irgo

Pemerintah wajib menyamarkan identitas pemilik data yang akan ditampilkan di portal-portal keterbukaan data (open data portal). Hal ini dimaksudkan agar privasi pemilik data terlindungi dan pemerintah tidak terkena somasi.

“Identitas yang disamarkan meliputi, nama, alamat, kota, nomor telepon, email, faximil. Jika bertransaksi jual beli, baik identitas penjual dan pembeli harus dilindungi,” tutur Dr. Ahmad Luthfi, S,Kom., M.Kom,  Dosen Program Studi Informatika, Program Magister, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Islam Indonesia (UII) kepada wartawan di ruang sidang Dekanat FTI UII, Lantai 2 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, (26 April 2022).

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian disertasi untuk meraih gelar doktor di Delft University of Technology (TU Delft) Belanda akhir tahun 2021 lalu. Berdasarkan temuan tersebut, Luthfi mengusulkan perlu mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk menimbang manfaat dan risiko dalam membuka data pemerintahan.

Terdapat dua kontribusi utama dalam pembangunan sistem pendukung keputusan ini. Pertama, sistem dapat menimbang dan mengklasifikasi tingkat potensi manfaat dan risiko dari kumpulan data, sehingga pengambil keputusan dapat menentukan arah kebijakan apakah bisa melepas kumpulan data tersebut.

Kedua, sistem juga menyediakan beberapa alternatif keputusan lain dalam membuka data seperti memberikan batasan akses kepada pihak yang berkepentingan, dan juga melakukan perlakuan khusus terhadap data melalui mekanisme anonimisasi dan teknik penyamaran nilai data lainnya.

“Dengan demikian, sistem ini dapat memberikan preferensi yang lebih ilmiah, komprehensif dan moderat jika dibandingkan pengambilan keputusan berdasarkan sistem binari yaitu buka dan tutup data,” harap Luthfi yang didampingi Izzati Muhimmah, ST, M.Sc, Ph.D Ketua Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII.

Jerri

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII)  Prof., Dr., Ir., Hari Purnomo, M.T., IPU, mengatakan salah satu prioritas kampus adalah terwujudnya SDM yang unggul, diantaranya melalui program magang.

Hal tersebut untuk menjawab tantangan dunia usaha yang berharap magang mahasiswa bukan sekadar untuk meningkatkan keterampilan kerja, melainkan jadi hubungan industri dengan universitas yang saling menguntungkan.

“Harapannya, hubungan itu bisa membantu industri memecahkan masalah yang dihadapi dengan pemikiran ilmiah yang dimiliki perguruan tinggi,” tutur Prof Hari Purnomo (20 April 2022)

Kehadiran mahasiswa magang di perusahaan-perusahaan atau dikenal dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sangat menguntungkan mahasiswa dan pengusaha, sebagaimana diungkapkan Bambang Wijaya SE, Direktur Utama PT Dekor Asia Jayakarya, 

PT Dekor Asia merupakan perusahaan yang mengolah bambu menjadi furniture, kerajinan tangan dan pagar untuk kebutuhan ekspor. Selama ini mengekspor hasil produksinya berupa pagar bambu ke Australia. Sebulan mengekspor pagar rata-rata 15 kontainer. Sedang kerajinan tangan dan furniture ke Belanda, Inggris, Belgia, Prancis dan Jerman (Eropa).

Adanya mahasiswa magang yang berasal dari Program Studi Teknik Industri S1 dan Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) sangat membantu untuk meningkatkan kecepatan berproduksi. “Mahasiswa magang memberikan masukan yang berkaitan dengan manajemen, layout, teknik-teknik pekerjaan. Selama ini hal tersebut menjadi kendala dan kecepatan produksi. Kini sudah ada progress yang berjalan,” tutur Bambang 

Sabila Rizqi Alfian, mahasiswa S1 Prodi Teknik Industri FTI UII mengatakan saat magang berdiskusi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi PT Dekor Asia Jayakarya. Kemudian ia berdiskusi dengan teman-teman magangnya untuk memecahkan masalah.

“Saya sendiri fokus pada masalah teknologi untuk pembuatan mesin pembuat lubang pada bambu. Kita masih melakukan trial and error untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Dekor Asia,” katanya.

Sedang Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T, M.Sc, Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Industri UII mengatakan “alumni sering memberikan masukan jika kurikulumnya masih ada gap dengan dunia industri. Sehingga menghasilkan lulusan yang belum bisa langsung bisa digunakan industri.

“Sehingga perguruan tinggi perlu menciptakan link and match dengan industri. Kebetulan Dekor Asia menawarkan sebagai laboratorium hidup yang bisa kita gunakan untuk belajar bagi mahasiswa FTI,” kata Ridwan.

Jerri

Mengapa Hati, yaitu di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Q.S, Asy Syu’aro: 88-89).  Hati yang bersih (selamat) dari berbagai bentuk syahwat dan syubhat yang menyalahi perintah Allah dan menerjang larangan Allah Ta’ala. Hati yang selamat dari berbuat syirik kepada selain Allah dalam bentuk apapun. Irodah (keinginan), cinta, tawakal, inabah (kembali) tunduk, takut dan rasa harap hanya ditujukan pada Allah semata.

Ungkap Ustadz Dr Subhan Afifi., S.Sos., M.Si, Dosen FPSB UII saat menjadi penceramah di Pengajian Ramadhan FTI UII yang dilakukan secara blended, daring dan luring bertempat di Ruang Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (19 April 2022).

Dr Subhan Afifi mengatakan “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Contoh amalan hati adalah khauf (takut), raja’ (berharap), tawakal, Raghbah (berharap amalnya diterima), Rahbah (cemas amalannya di tolak) dan khusyu.  Menurut Dr Subhan Afifi, adapun “cara mengotimalkan amalan hati diantaranya melatih untuk ikhlas dan berkaca dari orang-orang sholeh,” tuturnya

Pengajian Ramadhan rutin dilaksanakan setiap hari Selasa tersebut, diikuti seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan FTI UII, dibuka oleh R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Secara terpisah Kasiyono, S.Kom., Ketua Tim Pelaksana Ramadhan FTI UII, menaruh harapan dari rangkaian kegiatan ramadhan ini adalah untuk meningkatkan Iman, Taat, Taqwa seluruh civitas akademika FTI UII kepada Allah SWT

Jerri Irgo

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetensi tinggi dan profesional sebagai salah satu solusi bisnis perusahaan untuk mencapai sasaran strategis perusahaan. Karena itu, pengembangan SDM sangat sangat penting guna mendukung terwujudnya tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Karyawan Aji, Direktur SDM dan Administrasi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB),  mengatakan, “latar belakang dan kondisi yang membuat SDM harus berubah dan adanya kolaborasi dengan institusi pendidikan adalah pendidikan formal. Penyelenggaraan program beasiswa pendidikan formal D3, S1, S2, yang saat ini semua program beasiswa menginduk ke PT PLN.”

Hal tersebut diungkapkan Karyawan Aji saat menjadi narasumber kuliah umum Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), (11 April 2022).

Selain itu, Joint Research, yang dalam pelaksanaan penelitian dengan memanfaatkan resource dengan fakultas milik institusi pendidikan. Kemudian, “PMMB Program Mahasiswa Magang Bersertifikat, menginduk pada kebijakan PT PLN, lokasi KP/TA, PJB menyediakan lokasi kerja praktek.tugas akhir bagi mahasiswa yang membutuhkan dan obyek penelitian bagi dosen sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

Tips bagi leader dalam menggunakan social teknologi secara virtual adalah mengoptimalkan penggunaan multimedia (streaming video langsung atau rapat virtual) agar interaksi virtual terasa lebih realistis.

Dalam kesempatan yang sama Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan “SDM merupakan komponen penting dalam sebuah bisnis dan merupakan penentu faktor produksi dalam sebuah bisnis, baik skala kecil maupun skala besar.”

“Tanpa adanya SDM mumpuni, sebuah bisnis tidak akan berjalan dengan baik dan tidak dapat mencapai target yang diharapkan. Pengembangan SDM perlu terus dilakukan untuk meningkatkan performa bisnis itu sendiri,” tandas Pakar Manajemen Aset tersebut.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang melakukan inisiasi kerjasama dengan Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dalam hal meningkatkan sumber daya manusia dan memberikan nilai tambah pada kualitas benang serat nanas, agar dapat berkualitas ekspor.

“Kita akan memanfaatkan teknologi sebagai upaya efektivitas proses bisnis terutama di bidang pengolahan limbah daun nanas menjadi benang untuk bahan pakaian,” kata Ir Winda Nur Cahyo, ST, MT, Ph.D, IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII saat beraudiensi dengan Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya, MM di ruang kerja Walikota Prabumulih (30 Maret 2022). 

Menurut Winda, nanas, baik dalam bentuk buah dan seratnya sangat menarik. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Prabumulih ingin melakukan penelitian dan kajian. “Sebagai langkah pertama, telah membawa dua kilogram serat benang untuk dilakukan penelitian awal,” kata Winda.

Selanjutnya, tambah Winda, FTI UII juga akan memetakan semua potensi dan tantangan dalam hal Supply Chain Management (SCM) dan melakukan penelitian mendalam terkait dengan benang dari daun nanas tersebut di Laboratorium Terpadu UII Yogyakarta yang insha Allah akan melibatkan semua Program Studi di FTI UII.

Insha Allah akan melibatkan semua program studi di FTI UII yaitu program studi Teknik Kimia, program studi Teknik Mesin, program studi Teknik Elektro, program studi Informatika dan program studi Rekayasa Tekstil.

“Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk dan proses bisnis pengolahan serat daun nanas menjadi benang yang lebih efektif dan efisien,” tutur Winda.

Secara terpisah Merisha Hastarina, ST, M.Eng, Ketua Program Studi Teknik Industri FT UM Palembang mengatakan “Kolaborasi tersebut dapat dalam bentuk penelitian dan pengabdian, serta diharapkan dapat memberikan lebih banyak manfaat, sehingga akan menjadi simbiosis mutualisme bagi para pihak,” 

Jerri Irgo

Orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses. Jika anda tidak berkorban untuk impian anda, maka impian anda yang akan jadi korbannya. Ada enam kata kunci menghadapi masa depan adalah kekuatan doa, memilih tempat pendidikan, fokus pada keterampilan yang ingin dikuasai, perbanyak interaksi dengan orang lain, aktif organisasi dan banyak cari informasi.

Dr. Dody Hartanto. S.Pd., M.Pd, Dosen Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling UAD memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber Webinar “Strategi Memilih Jurusan untuk Menjemput Masa Depan Impian”, yang diselenggarakan Prodi Rekayasa Tekstil (Rekateks) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) secara daring (26 Maret 2022)

Lebih lanjut, Hariz Enggar Wijaya., S.Psi, M.Si., Psikolog, Dosen Prodi Psikologi UII, sebagai narasumber kedua mengatakan “untuk dapat mengenali diri dengan kenali impianmu, kenali bakat-minatmu, kenali kemampuan akademikmu dan kenali lingkungan dekatmu. Selain itu juga harus dapat mengenali target studi dengan pilih 3 alternatif pilihan jurusanmu selanjutnya kumpulkan informasi di website, mahasiswa, alumni, dosen dan kalau perlu kunjungi.”

“Mengambil keputusan lakukan dengan cara bandingkan semua info 3 alternatif pilihan studi tadi, cek impianmu, apakah sejalan?, cek bakat-minatmu, apakah ok?, cek kemampuan akademikmu, apakah cocok?, cek orang terdekatmu, apakah mendukung?, libatkan Tuhan serta urutkan 1-3. Hal penting adalah  buat rencana akan kuliah / kerja di mana dan cek kembali proses dari awal,” tuturnya.

Sementara Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., Dosen Prodi Rekateks yang juga sebagai Ketua Tim Pelaksana, ungkapkan “Alhamdulillah, semoga webinar ini dapat sebagai pencerahan dalam memilih kampus, tidak hanya mampu membekali diri untuk persiapan kerja di dunia namun juga persiapan di kehidupan akhirat.” 

Jerri

Secara mondial, inisiatif keterbukaan data pemerintahan (Open Government Data) telah berjalan selama satu dasawarsa terakhir. Munculnya portal-portal keterbukaan data (open data portal) pada domain pemerintahan telah membuka akses yang luas bagi masyarakat sehingga dapat menggunakan kembali data tersebut untuk kepentingan yang beragam.

Dr. Ahmad Luthfi, S.Kom., M.Kom, Dosen Program Studi Informatika Program Magister FTI UII menyatakan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Umum Program Studi Informatika Program Magister FTI UII (22 Sya’ban 1443 H/25 Maret 2022)

“Setidaknya, terdapat tiga motivasi utama mengapa pemerintah perlu melepas datanya ke publik, diantaranya adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, mendorong keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan, dan menciptakan nilai atau inovasi yang lebih baik,” kata Peneliti di bidang forensika digital, jaringan komputer, keamanan jaringan, open government data tersebut.

Luthfi menjelaskan, “Namun demikian, terlepas signifikansi manfaat yang diperoleh, di belakang layar, proses pengambilan keputusan untuk membuka atau menutup kumpulan data tersebut bukanlah hal yang sepele dan menghadapi banyak tantangan terutama bagi internal institusi pemerintahan.”

Pertama, proses pengambilan keputusan pembukaan data ke publik melibatkan pemangku kepentingan yang memiliki latar belakang heterogen, pengetahuan dan pengalaman empiris yang tak sebanding, tujuan yang beragam, dan juga kepentingan berjarak.

Kurangnya wawasan dan keahlian dalam memprediksi sebab dan akibat dari pembukaan data juga dapat menciptakan ketidakpastian, yang mungkin berdampak penghindaran pengungkapan kumpulan data.

Kedua, budaya menghindari risiko yang melekat pada pengambil keputusan berpotensi lebih kuat dibandingkan pemahaman kemuliaan dari melepas kumpulan data.

“Dengan demikian, sistem ini dapat memberikan preferensi yang lebih ilmiah, komprehensif dan moderat jika dibandingkan pengambilan keputusan berdasarkan sistem binari yaitu buka dan tutup data,” tandasnya.

Jerri Irgo