Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan pelayanan terbatas pada civitas akademik untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Langkah ini dilakukan Pimpinan FTI UII untuk melindungi sekaligus menjaga agar lingkungan kampus tidak terpapar virus corona yang saat ini sedang menjadi perhatian serius.

“Kami harus melakukan langkah inisiatif sebagai upaya preventif yang perlu diambil segera berdasar arahan Pimpinan Fakultas dan Surat Edaran Rektor UII, Nomor: 1050/Rek/10/SP/III/2020, tentang Kerja dari Rumah (KdR) untuk Mitigasi Penyebaran Covid-19,” tutur Kepala Divisi Administrasi Umum dan Rumah Tangga,  Ervin Yulianita Indriyani, S.T., M.T., saat mendampingi Dekan FTI UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., M.T dan Dr. Arif Hidayat., ST., MT, Sekretaris Jurusan Teknik Kimia FTI UII memantau kondisi terkini (20 Maret 2020).

Saat ditemui di Hall FTI UII, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu, Ervin menjelaskan “selain layanan terbatas tersebut, juga memberlakukan 1 pintu dan protokol sebagai bentuk komitmen agar KdR dapat berjalan dengan baik dan tetap menjaga produktivitas untuk kemajuan Universitas Islam Indonesia. Selain itu juga sebagai wujud dari Surat Edaran Rektor UII, Nomor: 928/Rek/10/SP/III/2020 tentang Pencegahan Dampak Meluasnya Covid-19.”

Layanan terbatas yang dimaksud sebagaimana Surat Edaran Dekan FTI UII, Nomor: 160/Dek/10/DAURT/III/2020, yang mengatur semua akan melewati prosedur pengecekan terlebih dahulu sesuai petunjuk teknis yang dilakukan di pintu masuk Hall Gedung KH Mas Mansur.

Pada saat ini pun, Pimpinan FTI UII memberikan tugas kepada Satuan Pengamanan (Satpam) dan Cleaning Service untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan semua streril sebagai upaya tindakan preventif yang juga wajib dilakukan seluruh sivitas akademika UII.

“Sementara ini akan berlaku sampai dengan ada Surat Edaran selanjutnya dan nanti akan kita evaluasi lagi. Semoga ini salah satu ikhtiar kita untuk dapat tetap memberikan layanan terbaik,” tandas Ervin.

Jerri Irgo

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., M.T, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Dr. Edi Pambudi, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Sektor Jasa dan Sumber Daya Alam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, membatalkan pertemuan yang terjadwal akibat wabah Virus Corona (COVID-19), sebagai gantinya, mengadakan pertemuan virtual (18 Maret 2020).

Salah satu agenda pertemuan terkait dengan “pohon industri yang merupakan sebuah peta,  dimana kita dapat mengisi kekosongan yang ada diantaranya bahan baku. Adanya wabah Covid-19 ini, kita perlu banyak melakukan perbaikan untuk mengisi kekosongan bahan baku, namun kalau mitra dagang tutup, sumber bahan baku tutup, maka kita pun akhirnya terpaksa tutup, sehingga ada baiknya melengkapi puzzle industri kita,” ujar Dr. Edi Pambudi.

Sebelumnya Dr. Edi Pambudi hadir sebagai narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 September 2019) silam.

Baca : Maha Data, Transformasi Proses Bisnis Ketahanan Pangan

Dr. Edi Pambudi mengatakan “Berdasarkan data pada tahun 2007 sampai dengan 2009 industri kita setelah masa-masa krisis cukup baik dan pertambangan menjadi primadona,  tinggal menggarap investasi, sehingga industri harus dibuat ramai investasi namun masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) besar, pertama menyelesaikan puzzle terkait industri kita belum sambung menyambung, antara barang baku sampai barang jadi. Sampai saat ini, industri kita mengalami masalah, pada saat China menutup kegiatan industrinya. Hal tersebut menunjukkan ketergantungan industri kita pada satu negara masih sangat tinggi.”

Khusus untuk industri makanan dan minuman, tumbuhnya cepat sekali, namun dalam periode kuartal 2018 strukturnya berubah lagi.  “Kondisi saat ini (bagi akademisi-red) bukan lagi call for paper namun sudah call for action” ujarnya.

Dr. Edi Pambudi mendorong Himpunan Program Studi Teknik Industri se-Indonesia sama-sama memikirkan strategi yang tepat seperti apa, untuk dapat membantu pelaku usaha diantaranya menghubungkan dengan bahan baku. “Impor bahan baku terkonsentrasi di 2 negara, India dan China, sebelumnya di Eropa, tapi kemudian tutup.  Ini juga dapat menjadi kajian yang menarik bahwa Perilaku Produksi di Industri yang sangat sensitif dengan harga, mempengaruhi harga pokok produksi pasti juga akan mengalami relasi gagal media.”

Baca Juga : Prof Hari, Beri Arahan Mitigasi Covid-19

Prof Hari Purnomo, menerima peluang tersebut, ”insha Allah segera berkoordinasi untuk berkontribusi dalam hal ini, tidak hanya tataran akademik, namun action, apapun  hasilnya,” tutur Guru Besar Bidang Ergonomi Teknik Industri tersebut.

Hadir pula Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII sebagai inisiator pertemuan tindak lanjut tersebut.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta memproduksi hand sanitizer atau pembersih tangan secara mandiri dengan label produksi KhasanahMed sebagai salah satu upaya melindungi civitas akademika dari virus Covid-2019.

“Saat ini kita agak kesulitan dalam pengadaan hand sanitizer, salah satu langkah strategisnya adalah memproduksi sendiri,” kata Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T.,  Sekretaris  Program Studi / Jurusan Teknik Kimia FTI UII.

Dr. Arif Hidayat, sampaikan hal tersebut saat koordinasi internal dengan Kepala Divisi Administrasi Umum dan Rumah Tangga FTI UII, Ervin Yulianita Indriyani, S.T., M.T. serta Staf Laboran Prodi Teknik Kimia, Retno Tri Hastutiningsih, S.T dan Afif Dwijayanto, S.Si di ruang kerjanya, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (17 Maret 2020).

Baca : Prof Hari, Berikan Arahan Mitigasi Covid-2019

Ungkapan syukur diungkapkan Ervin, “Alhamdulillah, kebutuhan hand sanitizer di FTI UII hingga pekan ini telah terpenuhi. Setidaknya tersedia di setiap lantai 1 dan lantai 2 di Gedung KH Mas Mansur dan 10 botol di Ruang Laboratorium di Gedung K.H.A. Wahid Hasyim.”

Lebih lanjut Ervin mengatakan “Pendistribusian telah dilakukan sejak 9 Maret 2020, dengan asumsi aktif kuliah maka kebutuhan rata-rata 11.000 milliliter per minggu dan berharap masih terus memproduksi hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dari Virus Covid 2019. Kita juga berharap dapat melakukan kegiatan edukasi ke masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data saat ini tercatat 147 Dosen dan 85 tendik selanjutnya berdasarkan data Unisys, tercatat 5.004 mahasiswa. Untuk Strata 1, Prodi  Informatika berjumlah 1.112, selanjutnya Prodi Teknik Industri 1.049. Adapun Prodi Teknik Kimia 810 serta Prodi Teknik Mesin 590 dan Prodi Teknik Elektro 490 Mahasiswa. Untuk Strata 2, Magister Teknik Industri 419 dan Magister Informatika 534 Mahasiswa.

Secara terpisah, Dekan FTI UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., M.T, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Prodi Teknik Kimia di tengah keresahan masyarakat akibat langkanya hand sanitizer atau pembersih tangan, semoga menjadi salah satu ikhtiar dan semoga menjadi bagian mitigasi bencana global ini.

Jerri Irgo

“Sangat beralasan, mengapa kita secepatnya harus bertindak melakukan mitigasi, karena kita bergerak di dunia pendidikan, artinya harus secepatnya juga memberikan pendidikan khususnya kepada Mahasiwa untuk berbuat baik, bagaimana kita menanggulanginya. Akan menjadi bencana, kalau dunia pendidikan lalai” ujar Prof Hari Purnomo, di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (16 Maret 2020).

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat memberikan arahan kepada 85 Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kerja FTI UII tentang Mitigasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dan Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca : Mitigasi Penyebaran Covid-2019

Adapun langkah antisipasi tersebut, dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan) dan memperhatikan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 tentang  Mitigasi penyebaran Covid-2019 dan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1050/Rek/10/SP/III/2020 tentang Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca Juga : Infografis Kerja dari Rumah

Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII, tampak hadir pada kegiatan tersebut

Dalam arahan terakhir,  Prof Hari Purnomo meminta agar Tendik FTI UII dan keluarga serta lingkungan dapat saling mengingatkan untuk mengantisipasi virus tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat diantaranya dengan berolahraga.

Baca : UII Respon Covid 2019

“Semoga dengan mengikhtiarkan secara sungguh-sungguh pelayanan kepada semua pemangku kepentingan dapat dipenuhi dalam kualitas yang terbaik” pungkasnya.

Jerri Irgo

Dengan memperhatikan Surat Edaran Kementerian Pendidikan nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-2019) pada Satuan Pendidikan dan mempertimbangkan perkembangan mutakhir terkait dengan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-2019), dan dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan), maka dengan ini Universitas Islam Indonesia mengeluarkan SURAT EDARAN REKTOR, Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 – mengambil kebijakan untuk:

Pembelajaran daring dan tatap muka

  1. Tidak meliburkan pembelajaran (termasuk kuliah dan pembimbingan) tetapi menyelenggarakannya menggunakan bantuan teknologi informasi secara daring, mulai 16 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020. Pembelajaran daring dapat diselenggarakan menggunakan Google Classroom, Zoom, atau sistem lain. Ujian Tengah Semester yang berlangsung mulai 16 April diikhtiarkan dapat berupa ujian bawa pulang (take home exam). Durasi pembelajaran daring dapat diperpanjang dengan memperhatikan perkembangan mutakhir.
  2. Memperketat protokol penyelenggaraan pembelajaran yang tidak mungkin dijalankan secara daring (seperti praktikum, kerja praktik, praktik kerja, kegiatan keterampilan medik) dan aktivitas lain (seperti Sumpah Apoteker). Protokol tersebut termasuk pengecekan suhu, penggunaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), pembatasan kontak fisik (seperti jabat tangan), dan pembatasan tamu dari luar Universitas Islam Indonesia.

Penundaan program atau aktivitas

  1. Menunda pelaksanaan program atau aktivitas yang melibatkan banyak orang atau pihak luar Universitas Islam Indonesia (seperti seminar/konferensi, workshop, kuliah umum), mulai 16 Maret 2020 sampai pandemi Covid-19 mereda. Jika karena alasan yang sangat khusus, program atau aktivitas tidak bisa ditunda, protokol yang ketat harus dijalankan.
  2. Menunda acara Wisuda Periode IV TA 2019/2020 yang direncanakan pada 18 April 2020. Peserta Wisuda Periode IV TA 2019/2020 memiliki pilihan untuk dapat mengambil ijazah mulai 18 April 2020 di Direktorat Layanan Akademik Universitas Islam Indonesia. Waktu wisuda pengganti akan diumumkan kemudian.

Mobilltas nasional dan internasional

  1. Membatasi sivitas akademika dalam melakukan perjalanan dinas ke luar negeri atau ke luar kota.
  2. Memberlakukan protokol ketat untuk tamu internasional, termasuk karantina dan pembatalan pertemuan, jika diperlukan. Kesehatan diri dan lingkungan.
  3. Meningkatkan ikhtiar pencegahan lain, seperti dengan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, mengurangi kontak fisik, serta menyediakan fasilitas pendukung, seperti cairan pembersih tangan.
  4. Meminta kepada sivitas akademika yang merasakan gejala tidak sehat, seperti batuk, demam tinggi, gangguan pernafasan (yang merujuk kepada kondisi penderita Covid-19), untuk tidak masuk kerja atau tidak mengikuti proses pembelajaran dengan tatap muka. Permohonan izin dapat disampaikan ke Divisi Administrasi Akademik (untuk mahasiswa) atau Divisi Administrasi Umum dan RumahTangga (untuk tenaga kependidikan) atau Ketua Jurusan (untuk dosen) atau ke atasan langsung.
  5. Mengimbau kepada semua sivitas akademika, untuk sementara waktu, untuk menghindari tempat berkumpul beragam orang (seperti pusat perbelanjaan, kafe, atau ruang kerja bersama).
  6. Sambil mengerjakan semua ikhtiar, mengajak semua sivitas akademika untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan kualitas amalan terbaik, termasuk memperbanyak sedekah.

Pusat informasi dan pengaduan

  1. Untuk pengaduan dan akses informasi lain terkait dengan mitigasi penyebaran Covid-2019 di lingkungan Universitas Islam Indonesia dapat menghubungi Bidang Hubungan Masyarakat di 0821-3173-7773 (telepon, WhatsApp)

Kebijakan ini melengkapi surat edaran yang telah dikeluarkan sebelumnya. Jika terdapat perkembangan lain yang perlu diperhatikan, pengumuman lebih lanjut akan disampaikan.

Selengkapnya:

 

Pakar Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ismail Fahmi, Ph.D mengatakan, keterbukaan tentang penyebaran Virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat sangat penting. Sebab dengan mengetahui perkembangan penyebaran COVID-19, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri, menjaga diri, dan lingkungan dengan baik.

“Keterbukaan informasi tidak akan membuat masyarakat panik, justru memperkuat kepercayaan pada pemerintah. Untuk itu, masyarakat memerlukan informasi yang jelas dan terbuka mengenai Virus Corona,” kata Ismail Fahmi, Ph.D., Dosen FTI UII saat memaparkan Pemanfaatan Big Data, sesaat sebelum menjadi di Narasumber Kuliah Umum Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, di Ruang Sidang Dekanat FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (14/3/2020).

Founder Media Kernels Indonesia dan Drone Emprit tersebut menjelaskan apa yang disampaikan berdasarkan data yang masuk dan diolahnya dari percakapan di media sosial. Khususnya yang menjadi perhatian serius masyarakat, yakni kepercayaan. Kepercayaan bisa positif, tapi juga dapat negatif.

Yang jelas, kepercayaan menduduki peringkat pertama. Kepanikan justru bukan menjadi hal yang utama dalam keseharian masyarakat. Persentase percakapan yang menyinggung kepanikan jauh lebih sedikit dibandingkan kepercayaan. “Untuk itu mendorong pemerintah agar terbuka menyampaikan informasi, sehingga masyarakat benar-benar memahami dan mengetahui yang harus dilakukan,” paparnya didampingi Winda Nurcahyo, S.T., M.T., Ph.D., Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr. Zaroni, Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia

Namun keterbukaan tersebut tetap harus dari satu pintu seperti yang selama ini berlangsung. Tidak semua orang, dalam hal ini pemerintah daerah, bisa menyampaikan informasi terkait Corona. Informasi satu pintu menuntut Pemerintah Pusat memiliki data yang selalu baru dari waktu ke waktu berdasarkan laporan dari daerah yang juga harus selalu terbaru.

”Idealnya informasi tentang Virus Corona memang satu pintu, ada di Pemerintah Pusat,” tukasnya.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehnya, sudah bisa dikategorikan yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi melalui percakapan di media sosial. Ini memberi gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan kerjasama dengan Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat magang mahasiswa. Ini merupakan implementasi FTI UII yang mendapatkan 21 pendanaan penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi pada Perguruan Tinggi Non Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Demikian diungkapkan Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT kepada wartawan di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Kamis (30/1/2020). Dari 21 proposal yang mendapat pendanaan penelitian, sebanyak 17 proposal baru, dan empat proposal lanjutan. Mahasiswa yang didampingi dosen akan melakukan pengabdian masyarakat di seluruh desa Kapanewon Ngemplak yaitu Desa Wedomartani, Umbulmartani, Widodomartani, Bimomartani, dan Sindumartani.

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan semua penelitian dosen ini akan melibatkan mahasiswa dari seluruh Program Studi (Prodi) FTI. Mahasiswa akan ditempat magang di masing-masing desa minimal selama enam bulan. “Mereka akan kita carikan tempat tinggal di desa tempat mereka magang. Sehingga mahasiswa bisa lebih fokus pada pengabdian masyarakat,” kata Prof Hari Purnomo yang didampingi Dr RM Sisdarmanto Adinandra ST, MSc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Selama ini, kata Prof Hari Purnomo, pengabdian masyarakat bersifat spontanitas. Kalau ada kebutuhan saja, dosen dan mahasiswa datang ke desa dan memberikan ceramah. “Model seperti ini harus dihilangkan, harus ada action. Kita kerjasama dengan Ngemplak sudah empat tahun, tetapi tidak ada hasilnya,” tutur Prof Hari Purnomo yang berupaya untuk memperbaiki model pengabdian masyarakat.

Prof Hari Purnomo, menyampaikan ada tiga tujuan magang mahasiswa yaitu digitalisasi, hilirisasi produk dan income generating activity (program peningkatan pendapatan masyarakat). Prof Hari Purnomo berharap dengan pola baru ini, pengabdian masyarakat benar-benar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dosen FTI yang mendapatkan dana pengabdian masyarakat adalah Alvin Sahron, ST, MEng, PhD (Teknik Elektro) satu proposal; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo (Teknik Industri) tiga proposal; Muhammad Ridwan Andi Purnomo., ST, MSc, PhD (Teknik Industri) satu proposal melibatkan empat Prodi; Dhomas Hatta Fudholi, ST, MEng, PhD (Informatika) enam proposal; Ridho Rahmadi, ST, MSc, PhD (Informatika) tiga proposal; Izzati Muhimmah, ST, MSc, PhD (Informatika) satu proposal; Dr Raden Teduh Dirgahayu, ST, MSc (Informatika) satu proposal dengan 11 Prodi; Dr Arif Hidayat, ST, MT (Teknik Kimia) dua proposal; Dr Diana, ST, MSc (Teknik Kimia) satu proposal melibatkan tiga Prodi; Dr Muhammad Khafidh, ST, MT (Teknik Mesin) satu proposal; dan Dr Eng Risdiyono, ST, MEng (Teknik Mesin) satu proposal melibatkan dua Prodi.

FTI UII menjadi Fakultas yang paling banyak mendapatkan pendanaan penelitian. Kemudian disusul Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing mendapat 11 proposal, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) lima proposal, Fakultas Psikologi Sastra Budaya (FPSB) dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) masing-masing dua proposal.

“Capaian tersebut sebagai salah satu wujud dari Visi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam, profesionalitas, dan daya saing global, dalam bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat dan Dakwah Islamiyah, pada tahun 2038,” pungkas Prof Hari Purnomo

Jerri Irgo

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.  Prof. Dr. Ir. Raden Chairul Saleh, M.Sc., Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, telah berpulang ke rahmatullah saat dirawat di Hospital Malaka, Malaysia pada Kamis, 8 Rabiul Tsani 1441 H / 5 Desember 2019,  jam 04.49 waktu setempat.

Profesor kelahiran Pamekasan, Madura, 17 Mei 1957 tersebut, “sehari sebelumnya sempat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dirawat di rumah sakit yang sama karena serangan jantung. Almarhum sempat melewati masa kritisnya meski kondisi masih naik turun” mengutip pesan singkat Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII yang hadir mendampingi di Malaysia.

Adapun rencana pemakaman, lanjut Muhammad Ridwan, Insyaa Allah “Agen sedang di KBRI mengurus dokumen agen. Atase pendidikan sudah menghubungi saya kalau sedang menyelesaikan dokumen kedutaan. Jenazah baru dapat terbang ke Surabaya besok pagi (Jumat 9 Rabiul Tsani 1441 H / 6 Desember 2019, jam 7:20 waktu Malaysia. Diperkirakan tiba di Surabaya jam 9:30 WIB dan langsung di kerumah duka untuk disemayamkan sebelum di makamkan di Makam Mojo Gunungsempu, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”

Semoga Prof. Chaerul Shaleh rahimahullah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan, aamiin.

Jerri Irgo

“Belajar menangkap pola dari apa yang sudah dikerjakan saat ini untuk menemukan kekurangan-kekurangan dari apa yang ada. Perbaikan selalu berisi trial and error, jangan menyerah. Terimalah tantangan baru, jangan menghindarinya” Ungkap Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psi..Dosen Psikologi UII saat menjadi narasumber dengan topik Bersiap Memasuki Dunia Kerja di kegiatan penutupan program Fresh Graduate Academy (FGA)  Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII bekerja sama dengan Kominfo Republik Indonesia (15 Rabbi’ul Awwal 1441 H / 12 November 2019).

Direktur Sumber Daya Manusia UII tersebut, juga menuturkan untuk lengkapi diri dengan beragam keahlian, dengan berpikir kritis untuk menemukan dan menyelaraskan antara passion, pendidikan dan keahlian yang sudah dimiliki saat ini. “Lakukan analisis untuk memetakan potensi dan keahlian diri yang belum optimal, lalu lakukan upaya keras untuk mengembangkanya” ujarnya di Auditorium Lantai 3 FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

Penyebab umum dalam kegagalan menghadapi wawancara kerja dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya, kurang percaya diri, kurang santun, kurang memaham etika, keterampilan komunikasi yang kurang mendukung, penampilan yang tidak menyakinkan, pemahaman diri yang kurang memadai atau wawasan terbatas terkait perusahaan dan pekerjaan yang di tuju” kata Ike.

Saat pentupan tersebut Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII menyampaikan bahwa 78 peserta FGA telah mengikuti program pelatihan selama 36 pertemuan selama 144 jam pelajaran.

Dwi Ana juga menyampaikan juga peserta dengan nilai terbaik FGA UII 2019 tahap 2, berdasarkan tema Artificial Intelligence diraih oleh Aninditya Anggarai Nuryono (UII), Ilman Amri Hidayar (UII) dan Gayuh Eka Kumala (UII). Selanjutnya Mei Sita Saraswati (Undip), Mahmudah Tus Sa’siyah (UII), Nur Azizzah (UII) untuk tema Big Data Analytic.

Cybersecurity, peserta terbaik adalah Arjun Zakari Yahya (UII), Dirman (UMI), Yasir Muin (Univeritas Khairun) dan untuk tema Internet of Things adalah Agta Marlinda Putri (Politeknik Negeri Jakarta), Lutfi Ardiyanto (UMY), Muhammad Yoga Prabowo (UII)

Jerri Irgo

Dr R Edi Prio Pambudi, SE, MA, Staf Ahli Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Kementerian Koordinator Keuangan Republik Indonesia menyatakan “Welcome to Hyper Connected World, dimana berawal  dari people to people bergeser ke people to things dan saat ini things to things, sehingga perlu kolaborasi hulu hilir”.

Hal tersebut terjadi disemua komoditas termasuk pangan. Komoditas pangan merupakan sebuah sistem kehidupan, maka yang perlu dibentuk adalah sebuah ekosistem, bagaimana makanan dapat tersaji diatas meja makan. Dalam kerangka pikir seorang industrialis adalah harus berpikir efesiensi dan mampu menciptakan barang, untuk menciptakan harus punya pengetahuan dan teknologi yang akan diinjeksi sehingga barang yang diproduksi memiliki nilai tambah” jelasnya

Edi Pambudi memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bertempat di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 Muharram 1441 H / 14 September 2019).

Pemanfaatan Maha Data (Big Data) dalam industri pangan meliputi “Pengendalian Stok Ketersediaan pangam, Maha Data dapat digunakan untuk memonitor gudang bulog dan ketersediaan stok didalamnya secara real time, selanjutnya digunakan untuk Perkiraan Distribusi Pangan, dengan sensor yang dipasang pada truk, Maha Data dapat digunakan untuk mengetahui kemana persebaran stol pangan tertentu” tuturnya

Edi menambahkan Maha Data pun dipergunakan untuk “perhitungan masa produksi dan panen, Maha Data juga dapat digunakan untuk menghitung kapan waktu optimum untuk produksi dan panen, relatif terhadap musim dan profiling selera dan preferensi masyarakat, Maha Data dapat dipergunakan untuk mengetahui preferensi terhadap makanan tertentu, dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan pangan”

Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr, Zaroni CISCP, CFMP – Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia hadir juga sebagai narasumber.

Zaroni, dalam paparannya menjelaskan “saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, dari pushing the resources ke pulling the resources, dengan memaksimalisasi sumberdaya, minimalisasi pemborosan (waste) dan optimalisasi harga yang dikemas menjadi CERDASS atau Chain Enterprises Resources Demand Analysis Sharing System sebagai salah satu opsi ketahanan logistik”

Sementara itu, scara terpisah Winda Nur Cahyo didampingi Andrie Pasca Hendradewa, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan pada semester ganjil ini, telah menerima 30 Mahasiswa Baru yang terdiri dari 16 orang Mahasiswa kelas Weekdays, selanjutnya 6 orang kelas Blok dan 9 orang Mahasiswa Program Seat in / Fast Track.

Jerri Irgo