Dengan memperhatikan Surat Edaran Kementerian Pendidikan nomor 3 tahun 2020 tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-2019) pada Satuan Pendidikan dan mempertimbangkan perkembangan mutakhir terkait dengan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-2019), dan dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan), maka dengan ini Universitas Islam Indonesia mengeluarkan SURAT EDARAN REKTOR, Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 – mengambil kebijakan untuk:

Pembelajaran daring dan tatap muka

  1. Tidak meliburkan pembelajaran (termasuk kuliah dan pembimbingan) tetapi menyelenggarakannya menggunakan bantuan teknologi informasi secara daring, mulai 16 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020. Pembelajaran daring dapat diselenggarakan menggunakan Google Classroom, Zoom, atau sistem lain. Ujian Tengah Semester yang berlangsung mulai 16 April diikhtiarkan dapat berupa ujian bawa pulang (take home exam). Durasi pembelajaran daring dapat diperpanjang dengan memperhatikan perkembangan mutakhir.
  2. Memperketat protokol penyelenggaraan pembelajaran yang tidak mungkin dijalankan secara daring (seperti praktikum, kerja praktik, praktik kerja, kegiatan keterampilan medik) dan aktivitas lain (seperti Sumpah Apoteker). Protokol tersebut termasuk pengecekan suhu, penggunaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer), pembatasan kontak fisik (seperti jabat tangan), dan pembatasan tamu dari luar Universitas Islam Indonesia.

Penundaan program atau aktivitas

  1. Menunda pelaksanaan program atau aktivitas yang melibatkan banyak orang atau pihak luar Universitas Islam Indonesia (seperti seminar/konferensi, workshop, kuliah umum), mulai 16 Maret 2020 sampai pandemi Covid-19 mereda. Jika karena alasan yang sangat khusus, program atau aktivitas tidak bisa ditunda, protokol yang ketat harus dijalankan.
  2. Menunda acara Wisuda Periode IV TA 2019/2020 yang direncanakan pada 18 April 2020. Peserta Wisuda Periode IV TA 2019/2020 memiliki pilihan untuk dapat mengambil ijazah mulai 18 April 2020 di Direktorat Layanan Akademik Universitas Islam Indonesia. Waktu wisuda pengganti akan diumumkan kemudian.

Mobilltas nasional dan internasional

  1. Membatasi sivitas akademika dalam melakukan perjalanan dinas ke luar negeri atau ke luar kota.
  2. Memberlakukan protokol ketat untuk tamu internasional, termasuk karantina dan pembatalan pertemuan, jika diperlukan. Kesehatan diri dan lingkungan.
  3. Meningkatkan ikhtiar pencegahan lain, seperti dengan menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, mengurangi kontak fisik, serta menyediakan fasilitas pendukung, seperti cairan pembersih tangan.
  4. Meminta kepada sivitas akademika yang merasakan gejala tidak sehat, seperti batuk, demam tinggi, gangguan pernafasan (yang merujuk kepada kondisi penderita Covid-19), untuk tidak masuk kerja atau tidak mengikuti proses pembelajaran dengan tatap muka. Permohonan izin dapat disampaikan ke Divisi Administrasi Akademik (untuk mahasiswa) atau Divisi Administrasi Umum dan RumahTangga (untuk tenaga kependidikan) atau Ketua Jurusan (untuk dosen) atau ke atasan langsung.
  5. Mengimbau kepada semua sivitas akademika, untuk sementara waktu, untuk menghindari tempat berkumpul beragam orang (seperti pusat perbelanjaan, kafe, atau ruang kerja bersama).
  6. Sambil mengerjakan semua ikhtiar, mengajak semua sivitas akademika untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan kualitas amalan terbaik, termasuk memperbanyak sedekah.

Pusat informasi dan pengaduan

  1. Untuk pengaduan dan akses informasi lain terkait dengan mitigasi penyebaran Covid-2019 di lingkungan Universitas Islam Indonesia dapat menghubungi Bidang Hubungan Masyarakat di 0821-3173-7773 (telepon, WhatsApp)

Kebijakan ini melengkapi surat edaran yang telah dikeluarkan sebelumnya. Jika terdapat perkembangan lain yang perlu diperhatikan, pengumuman lebih lanjut akan disampaikan.

Selengkapnya:

 

Pakar Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ismail Fahmi, Ph.D mengatakan, keterbukaan tentang penyebaran Virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat sangat penting. Sebab dengan mengetahui perkembangan penyebaran COVID-19, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri, menjaga diri, dan lingkungan dengan baik.

“Keterbukaan informasi tidak akan membuat masyarakat panik, justru memperkuat kepercayaan pada pemerintah. Untuk itu, masyarakat memerlukan informasi yang jelas dan terbuka mengenai Virus Corona,” kata Ismail Fahmi, Ph.D., Dosen FTI UII saat memaparkan Pemanfaatan Big Data, sesaat sebelum menjadi di Narasumber Kuliah Umum Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, di Ruang Sidang Dekanat FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (14/3/2020).

Founder Media Kernels Indonesia dan Drone Emprit tersebut menjelaskan apa yang disampaikan berdasarkan data yang masuk dan diolahnya dari percakapan di media sosial. Khususnya yang menjadi perhatian serius masyarakat, yakni kepercayaan. Kepercayaan bisa positif, tapi juga dapat negatif.

Yang jelas, kepercayaan menduduki peringkat pertama. Kepanikan justru bukan menjadi hal yang utama dalam keseharian masyarakat. Persentase percakapan yang menyinggung kepanikan jauh lebih sedikit dibandingkan kepercayaan. “Untuk itu mendorong pemerintah agar terbuka menyampaikan informasi, sehingga masyarakat benar-benar memahami dan mengetahui yang harus dilakukan,” paparnya didampingi Winda Nurcahyo, S.T., M.T., Ph.D., Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr. Zaroni, Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia

Namun keterbukaan tersebut tetap harus dari satu pintu seperti yang selama ini berlangsung. Tidak semua orang, dalam hal ini pemerintah daerah, bisa menyampaikan informasi terkait Corona. Informasi satu pintu menuntut Pemerintah Pusat memiliki data yang selalu baru dari waktu ke waktu berdasarkan laporan dari daerah yang juga harus selalu terbaru.

”Idealnya informasi tentang Virus Corona memang satu pintu, ada di Pemerintah Pusat,” tukasnya.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehnya, sudah bisa dikategorikan yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi melalui percakapan di media sosial. Ini memberi gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan kerjasama dengan Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat magang mahasiswa. Ini merupakan implementasi FTI UII yang mendapatkan 21 pendanaan penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi pada Perguruan Tinggi Non Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Demikian diungkapkan Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT kepada wartawan di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Kamis (30/1/2020). Dari 21 proposal yang mendapat pendanaan penelitian, sebanyak 17 proposal baru, dan empat proposal lanjutan. Mahasiswa yang didampingi dosen akan melakukan pengabdian masyarakat di seluruh desa Kapanewon Ngemplak yaitu Desa Wedomartani, Umbulmartani, Widodomartani, Bimomartani, dan Sindumartani.

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan semua penelitian dosen ini akan melibatkan mahasiswa dari seluruh Program Studi (Prodi) FTI. Mahasiswa akan ditempat magang di masing-masing desa minimal selama enam bulan. “Mereka akan kita carikan tempat tinggal di desa tempat mereka magang. Sehingga mahasiswa bisa lebih fokus pada pengabdian masyarakat,” kata Prof Hari Purnomo yang didampingi Dr RM Sisdarmanto Adinandra ST, MSc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Selama ini, kata Prof Hari Purnomo, pengabdian masyarakat bersifat spontanitas. Kalau ada kebutuhan saja, dosen dan mahasiswa datang ke desa dan memberikan ceramah. “Model seperti ini harus dihilangkan, harus ada action. Kita kerjasama dengan Ngemplak sudah empat tahun, tetapi tidak ada hasilnya,” tutur Prof Hari Purnomo yang berupaya untuk memperbaiki model pengabdian masyarakat.

Prof Hari Purnomo, menyampaikan ada tiga tujuan magang mahasiswa yaitu digitalisasi, hilirisasi produk dan income generating activity (program peningkatan pendapatan masyarakat). Prof Hari Purnomo berharap dengan pola baru ini, pengabdian masyarakat benar-benar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dosen FTI yang mendapatkan dana pengabdian masyarakat adalah Alvin Sahron, ST, MEng, PhD (Teknik Elektro) satu proposal; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo (Teknik Industri) tiga proposal; Muhammad Ridwan Andi Purnomo., ST, MSc, PhD (Teknik Industri) satu proposal melibatkan empat Prodi; Dhomas Hatta Fudholi, ST, MEng, PhD (Informatika) enam proposal; Ridho Rahmadi, ST, MSc, PhD (Informatika) tiga proposal; Izzati Muhimmah, ST, MSc, PhD (Informatika) satu proposal; Dr Raden Teduh Dirgahayu, ST, MSc (Informatika) satu proposal dengan 11 Prodi; Dr Arif Hidayat, ST, MT (Teknik Kimia) dua proposal; Dr Diana, ST, MSc (Teknik Kimia) satu proposal melibatkan tiga Prodi; Dr Muhammad Khafidh, ST, MT (Teknik Mesin) satu proposal; dan Dr Eng Risdiyono, ST, MEng (Teknik Mesin) satu proposal melibatkan dua Prodi.

FTI UII menjadi Fakultas yang paling banyak mendapatkan pendanaan penelitian. Kemudian disusul Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing mendapat 11 proposal, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) lima proposal, Fakultas Psikologi Sastra Budaya (FPSB) dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) masing-masing dua proposal.

“Capaian tersebut sebagai salah satu wujud dari Visi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam, profesionalitas, dan daya saing global, dalam bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat dan Dakwah Islamiyah, pada tahun 2038,” pungkas Prof Hari Purnomo

Jerri Irgo

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.  Prof. Dr. Ir. Raden Chairul Saleh, M.Sc., Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, telah berpulang ke rahmatullah saat dirawat di Hospital Malaka, Malaysia pada Kamis, 8 Rabiul Tsani 1441 H / 5 Desember 2019,  jam 04.49 waktu setempat.

Profesor kelahiran Pamekasan, Madura, 17 Mei 1957 tersebut, “sehari sebelumnya sempat masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dirawat di rumah sakit yang sama karena serangan jantung. Almarhum sempat melewati masa kritisnya meski kondisi masih naik turun” mengutip pesan singkat Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII yang hadir mendampingi di Malaysia.

Adapun rencana pemakaman, lanjut Muhammad Ridwan, Insyaa Allah “Agen sedang di KBRI mengurus dokumen agen. Atase pendidikan sudah menghubungi saya kalau sedang menyelesaikan dokumen kedutaan. Jenazah baru dapat terbang ke Surabaya besok pagi (Jumat 9 Rabiul Tsani 1441 H / 6 Desember 2019, jam 7:20 waktu Malaysia. Diperkirakan tiba di Surabaya jam 9:30 WIB dan langsung di kerumah duka untuk disemayamkan sebelum di makamkan di Makam Mojo Gunungsempu, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”

Semoga Prof. Chaerul Shaleh rahimahullah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan, aamiin.

Jerri Irgo

“Belajar menangkap pola dari apa yang sudah dikerjakan saat ini untuk menemukan kekurangan-kekurangan dari apa yang ada. Perbaikan selalu berisi trial and error, jangan menyerah. Terimalah tantangan baru, jangan menghindarinya” Ungkap Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psi..Dosen Psikologi UII saat menjadi narasumber dengan topik Bersiap Memasuki Dunia Kerja di kegiatan penutupan program Fresh Graduate Academy (FGA)  Digital Talent Scholarship (DTS) 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri UII bekerja sama dengan Kominfo Republik Indonesia (15 Rabbi’ul Awwal 1441 H / 12 November 2019).

Direktur Sumber Daya Manusia UII tersebut, juga menuturkan untuk lengkapi diri dengan beragam keahlian, dengan berpikir kritis untuk menemukan dan menyelaraskan antara passion, pendidikan dan keahlian yang sudah dimiliki saat ini. “Lakukan analisis untuk memetakan potensi dan keahlian diri yang belum optimal, lalu lakukan upaya keras untuk mengembangkanya” ujarnya di Auditorium Lantai 3 FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

Penyebab umum dalam kegagalan menghadapi wawancara kerja dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya, kurang percaya diri, kurang santun, kurang memaham etika, keterampilan komunikasi yang kurang mendukung, penampilan yang tidak menyakinkan, pemahaman diri yang kurang memadai atau wawasan terbatas terkait perusahaan dan pekerjaan yang di tuju” kata Ike.

Saat pentupan tersebut Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII menyampaikan bahwa 78 peserta FGA telah mengikuti program pelatihan selama 36 pertemuan selama 144 jam pelajaran.

Dwi Ana juga menyampaikan juga peserta dengan nilai terbaik FGA UII 2019 tahap 2, berdasarkan tema Artificial Intelligence diraih oleh Aninditya Anggarai Nuryono (UII), Ilman Amri Hidayar (UII) dan Gayuh Eka Kumala (UII). Selanjutnya Mei Sita Saraswati (Undip), Mahmudah Tus Sa’siyah (UII), Nur Azizzah (UII) untuk tema Big Data Analytic.

Cybersecurity, peserta terbaik adalah Arjun Zakari Yahya (UII), Dirman (UMI), Yasir Muin (Univeritas Khairun) dan untuk tema Internet of Things adalah Agta Marlinda Putri (Politeknik Negeri Jakarta), Lutfi Ardiyanto (UMY), Muhammad Yoga Prabowo (UII)

Jerri Irgo

Dr R Edi Prio Pambudi, SE, MA, Staf Ahli Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Kementerian Koordinator Keuangan Republik Indonesia menyatakan “Welcome to Hyper Connected World, dimana berawal  dari people to people bergeser ke people to things dan saat ini things to things, sehingga perlu kolaborasi hulu hilir”.

Hal tersebut terjadi disemua komoditas termasuk pangan. Komoditas pangan merupakan sebuah sistem kehidupan, maka yang perlu dibentuk adalah sebuah ekosistem, bagaimana makanan dapat tersaji diatas meja makan. Dalam kerangka pikir seorang industrialis adalah harus berpikir efesiensi dan mampu menciptakan barang, untuk menciptakan harus punya pengetahuan dan teknologi yang akan diinjeksi sehingga barang yang diproduksi memiliki nilai tambah” jelasnya

Edi Pambudi memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bertempat di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 Muharram 1441 H / 14 September 2019).

Pemanfaatan Maha Data (Big Data) dalam industri pangan meliputi “Pengendalian Stok Ketersediaan pangam, Maha Data dapat digunakan untuk memonitor gudang bulog dan ketersediaan stok didalamnya secara real time, selanjutnya digunakan untuk Perkiraan Distribusi Pangan, dengan sensor yang dipasang pada truk, Maha Data dapat digunakan untuk mengetahui kemana persebaran stol pangan tertentu” tuturnya

Edi menambahkan Maha Data pun dipergunakan untuk “perhitungan masa produksi dan panen, Maha Data juga dapat digunakan untuk menghitung kapan waktu optimum untuk produksi dan panen, relatif terhadap musim dan profiling selera dan preferensi masyarakat, Maha Data dapat dipergunakan untuk mengetahui preferensi terhadap makanan tertentu, dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan pangan”

Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr, Zaroni CISCP, CFMP – Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia hadir juga sebagai narasumber.

Zaroni, dalam paparannya menjelaskan “saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, dari pushing the resources ke pulling the resources, dengan memaksimalisasi sumberdaya, minimalisasi pemborosan (waste) dan optimalisasi harga yang dikemas menjadi CERDASS atau Chain Enterprises Resources Demand Analysis Sharing System sebagai salah satu opsi ketahanan logistik”

Sementara itu, scara terpisah Winda Nur Cahyo didampingi Andrie Pasca Hendradewa, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan pada semester ganjil ini, telah menerima 30 Mahasiswa Baru yang terdiri dari 16 orang Mahasiswa kelas Weekdays, selanjutnya 6 orang kelas Blok dan 9 orang Mahasiswa Program Seat in / Fast Track.

Jerri Irgo

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin selama kuliah di FTI UII, tidak hanya di bidang akademik namun juga kreativitas dan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat membuka Pekan Ta’aruf (PETA) FTI UII 2019 di GOR Ki Bagus Hardikoesoemo Kampus Terpadu UII (27 Agustus 2019).

Berdasarkan data unisys, Tahun Akademik 2019/2020, FTI UII menerima 903 Mahasiswa Baru, dimana sejumlah 316 atau 35% dari Program Studi Teknik Industri, selanjutnya Program Studi Teknik Informatika sejumlah 190 atau 21% dan Program Studi Teknik Kimia, sejumlah 135 atau 15%.

Program Teknik Mesin tercatat 130 atau 14% disusul Program Studi Teknik Elektro sejumlah 114 atau 13% dan Program Studi Teknik Industri – Program Internasional sejumlah 18 atau 2%.

Mahasiswa FTI UII, mau tidak mau, harus siap di Era industri 4.0, sehingga dibutuhkan kemampuan Mahasiswa dengan kompetensi intelektual dan keterampilan yang terus diasah jangan sampai kemampuan mahasiswa lebih rendah dari perkembangan jaman.

“Saya janji di FTI UII tidak ada plonco, PETA menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengenalan kampus, ikuti kegiatan ini dengan baik dan riang gembira, serta tirulah yang baik-baik” pungkasnya

Jerri Irgo

“Orang sering menghubungkan mahadata, big data, sains data dengan era industri 4.0, namun ada hal yang sering terlupakan, atau minimal tidak terpikirkan, yaitu terkait dengan etika. Sains data yang merupakan memanen atau penambangan yang diambil dari banyak data dari banyak sumber dari konsumen, jika tidak dibingkai pengelolaan dengan etika, dapat berlari ke arah yang salah”.

Ungkap Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Islam Indonesia, saat membuka secara resmi SNATI 2019 Industri 4.0 dengan tema Peran Sains Data dari Perspektif Akademisi dan Praktisi. SNATI 2019 diselenggarakan di Yogyakarta oleh Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (03 Agustus 2019).

Fathul Wahid, menambahkan tema SNATI 2019 Industri 4.0 relevan dengan apa yang dikembangkan saat ini oleh Universitas Islam Indonesia, diantaranya pembukaan konsentrasi Sains Data oleh Program Studi Teknik Informatika Program Magister FTI UII.

“Perusahan-peusahaan yang sekarang kita kenalpun, pada suatu masa, kalau kita lacak ke belakang, juga melakukan seperti itu, yaitu menambang data dari konsumen, tanpa sepengetahuan tapi digunakan diluar yang seharusnya. Hal tersebut menyedihkan, menakutkan, mengkhawatirkan karena dapat mengancam seseorang dan demokrasi. Hal ini menarik jika sain data tidak dibingkai dengan etika dapat berlari ke arah yang sesat” tuturnya.

Fathul Wahid menegaskan “Yang perlu dicermati juga dengan adanya surplus pengintaian, mengapa? Karena pengambilan data berlebih dan disimpan untuk diolah ulang untuk banyak hal, beberapa diantaranya untuk memprediksi produk, juga memprediksi perilaku dan kadang kita tidak sadar ujungnya adalah rekayasa perilaku, dan kadang kita tidak sadar perilaku kita direkayasa, berdasarkan keseharian dan kita dapat diarahkan oleh rekayasa tersebut”.

“Dengan banyaknya ahli dan peneliti yang hadir, berharap di SNATI 2019 dapat mendiskusikan karena pengelolaan maha data tidak hanya faktor teknis namun juga ada faktor non teknis, sehingga bagaimana menguatkan sisi positif dan menekan potensi buruk dari penggunaan mahadata dapat diminimalkan: tutur Fathul Wahid

Secara terpisah Moh. Idris,. S.Kom,. M.Kom, Ketua Pelaksana SNATI 2019 Industri 4.0 menambahkan “Hadir sebagai keynote speech Ridho Rachmadi, S.T., M.Sc., Ph.D, Kepala Pusat Studi Data Science UII Jurusan Teknik Informatika FTI UII dan Fadhilur Rizki, Data Scientist Bukalapak”.

Prof. Dr. Ir,, Hari Purnomo., M.T., Dekan FTI UII, Hendrik, Ketua Jurusan Teknik Informatika FTI UII dan Dr. R. Teduh Dirgahayu, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Informatika Program Sarjana FTI UII serta Tamu Undangan tampak hadir di sesi pembukaan.

“Alhamdulillah di tahun ke 15 ini, SNATI 2019 Industri 4.0 menerima 108 makalah namun hanya 29 makalah yang diterima dan paparkan di depan reviewer” pungkas Moh. Idris

Jerri Irgo

“Why you start is very important dan focus on the problem and then the solution, menjadi hal yang perlu diperhatikan startup business” jelas Delta Purna Widyangga, narasumber di sesi Kuliah Motivasi kegiatan Fresh Graduate Academy (FGA), kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) dan Universitas Islam Indonesia.

Delta, dalam paparannya juga berbagi rumus sukses startup business yaitu “Idea x Product x Team x Execution x Luck” jelas CEO & Co-Founder PT. Qiscus Tekno Indonesia tersebut.

Qiscus, perusahaan teknologi business to business penyedia teknologi chat untuk bisnis. Qiscus merupakan perusahaan yang ahli di bidang teknologi komunikasi langsung. Perusahaan ini didirikan di Singapura pada tahun 2013 dan memiliki pusat riset dan pengembangan teknologi di Yogyakarta.

“Kegiatan Fresh Graduate Academy di UII diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai pelaksana kegiatan, dibuka resmi oleh Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, Dekan FTI UII bertempat di Auditorium FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (1 Juli 2019).

Secara terpisah, Ketua Tim Digital Talent Scholarship, Yusuf Aziz Amrulloh., S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan “Tercatat 98 peserta yang lulus seleksi dari 115 pendaftar. Peserta diwajibkan mengikuti 144 jam pelajaran yang dilaksanakan dalam 36 pertemuan, dimana setiap pertemuan 4 jam”.

Adapun “Materi yang akan didapatkan peserta adalah, Amazon Web Services (AWS) Cloud, Python Programming, Machine Learning dan Deep Learning. Semua materi akan disampaikan 15 orang Instruktur/Pengajar dan 7 orang Asisten Instruktur/Pengajar” pungkas Ketua Jurusan Teknik Elektro FTI UII tersebut.

Jerri Irgo

Dalam upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, Peneliti Utama Direktorat Infokom PMK melakukan sosialisasi program Digital Talent Scholarship 2019 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Audiovisual Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (23 Ramadhan 1440 H / 28 Mei 2019).

Prof. Gati Gayatri menjelaskan, program Digital Talent Scholarship 2019 merupakan kesiapan pemerintah untuk menghadapi era 4.O. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia. “Jadi, ambilah peran penting sebagai orang yang akan membuat sebuah kebijakan, yang akan membuat aturan dan instruksi kerja,” jelasnya

Baca : Kemenkominfo Gandeng UII dalam Digital Talent Scholarship 

Beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementrian Kominfo bersama dengan 30 Kampus diantaranya Universitas Islam Indonesia dan 23 mitra Politeknik serta 4 mitra sertifikasi internasional dari perusahaan global AWS, Cisco, Google serta Microsoft ini terdiri dari empat akademi, yakni Fresh Graduate Academy (FGA) yang terdiri dari 6.000 beasiswa, Vocational School Graduate Academy (VSGA) 4.000 beasiswa, Coding Teacher Academy (CTA) 4.000 beasiswa serta Online Academy (OA) 11.000 beasiswa.

Peserta akan menjalani program ini selama dua bulan, terhitung sejak 28 Juni-20 Agustus 2019. Terdapat beberapa pilihan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship 2019. UII mendapatkan amanah peserta Digital Talent Scholarship 2019 kategori Fresh Graduate Academy dengan Program Pelatihan Machine Learning (AWS).

Program Fresh Graduate Academy (FGA) merupakan program pelatihan bidang TIK yang berfokus pada enam (6) tema pelatihan yakni Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning. Pelatihan ini ditujukan bagi 6.075 orang lulusan D3/D4/S1 bidang TIK dan MIPA yang belum bekerja, agar memiliki kompetensi secara profesional dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0.

Diharapkan, dengan terselenggaranya program FGA ini, dapat memberikan kemampuan siap pakai bagi lulusan S1 dan D3/D4 yang akan berdampak untuk mengurangi angka pengangguran, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi. Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam hal ini berupaya untuk menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran triple helix (instansi pemerintahan, sektor privat, dan institusi pendidikan) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

Pendaftaran Online: digitalent.kominfo.go.id selambatnya 15 Juni 2019

Jerri Irgo