VIVA.co.id – Maraknya transaksi online melalui situs e-commerce sejak beberapa tahun terakhir ini telah meningkatkan aktivitas kejahatan siber. Terhitung pada kuartal pertama 2016 ini telah terjadi peningkatan kejahatan siber sebesar 35 persen dibandingkan akhir 2015.

 

Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu kuartal pertama 2015, maka aktivitas kejahatan siber kuartal pertama 2016 ini lebih tinggi 52 persen. Tren tersebut sama dengan temuan dari Symantec.

 

Perusahaan keamanan itu mencatat sepanjang 2015, ternyata 43 persen dari serangan siber mengarah ke kelompok bisnis kecil dan menengah atau UKM.

 

“Umumnya perusahaan besar, multinasional, perbankan, pemerintah, instansi penegakan hukum, perguruan tinggi dan pertahanan yang menjadi sasaran cybercrime. Namun, dengan maraknya bisnis di kalangan UKM, kini para pelaku kejahatan siber mulai menyasar UKM,” kata Kepala Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia, Yudi Prayudi, Jumat, 20 Mei 2016.

 

Menurutnya, kalangan UKM kini mulai banyak yang sudah memanfaatkan komputer dan internet untuk keperluan bisnis dan pengembangan usaha mereka. “Baik untuk transaksi keuangan atau pun lainnya,” katanya.

 

Di sisi lain, penggunaan sarana prasarana teknologi informasi di kalangan UKM ini belum mempergunakan sistem keamanan yang kuat. Bahkan, kata dia, cenderung lemah, terbuka dan sederhana, sehingga nyaris tidak ada sedikit pun kesulitan bagi pelaku kejahatan siber untuk menembus dinding.

 

Sasaran empuk

 

Kata Yudi, di mata pelaku kejahatan siber, sistem komputer pada UKM memiliki daya tarik untuk dijadikan target karena kurangnya sistem keamanan jaringan dan data pada UKM. Kelemahan sistem itu dapat dijadikan backdoor untuk menembus sistem komputer pada perusahaan yang lebih besar, bahkan termasuk perbankan.

 

Faktor lainnya, kata dia, adalah lemahnya sumber daya manusia pengguna sistem sehingga dapat menjadi sasaran empuk untuk aktivitas e-mail phising (penipuan).

 

“Dalam banyak hal e-mail phising menduduki tempat pertama sebagai modus utama penjahat siber untuk menembus sistem komputer,” ungkapnya.

 

Ia mengemukakan, pada umumnya pemilik bisnis UKM, pegawai serta pelanggannya belum memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya keamanan komputer serta seluk beluk dunia kejahatan siber. Yudi mengutip, dari survei yang dilakukan perusahaan asuransi NationWide terhadap 500 perusahaan selevel UKM, menunjukkan delapan dari sepuluh perusahaan UKM tidak memiliki perencanaan sistem keamanan komputer.

 

“Masih banyak yang berpikiran bahwa sebagai usaha kecil tidak mungkin menjadi sasaran cybercrime,” kata Yudi.

 

Di Indonesia tercatat, belum sampai 10 persen dari sekitar 50 juta UKM yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Namun dipastikan akan semakin banyak UKM yang masuk ke dunia teknologi informasi. Untuk itu, ia mengajak seluruh UKM mulai mempersiapkan penggunaan komputer secara aman dengan meningkatkan kesadaran keamanan.

 

“Agar jangan menjadi sasaran empuk cybercrime,” katanya.

 

Diberitakan Viva

 

Jerri Irgo

YOGYAKARTA – Kejahatan cyber semakin lama semakin menyebar luas dan tidak pandang bulu. Jika selama ini sektor bisnis yang sering menjadi sasaran ialah perusahaan besar, kini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga banyak yang menjadi korban.

 

“Pemerintah sekarang ini tidak cukup jika hanya memberikan pelatihan internet dan teknologi informasi sebagai solusi meningkatkan daya saing dan kapasitas bisnis UKM. Program pendampingan terkait peningkatan kewaspadaan keamanan di kalangan pelaku bisnis UMKM juga sama pentingnya agar mereka tidak menjadi korban kejahatan cyber,” kata Ke pala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta Yudi Prayudi MKom di Kampus UII Yogyakarta, kemarin.

 

Menurut Yudi, pada umumnya pemilik bisnis UMKM, pegawai dan pelanggannya belum memiliki kesadaran yang baik mengenai pentingnya sistem keamanan komputer serta seluk-beluk dunia cyber crime. Lemahnya SDM itulah yang juga menjadi salah satu faktor yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk masuk dan membobol sistem yang ada dengan sejumlah malware dan ransomware.

 

“Di sini saya melihat ada kekeliruan pola pikir pada pelaku UMKM sendiri. Para pelaku bisnis ini justru seringnya beranggapan skala usaha mereka masih kecil sehingga tidak mungkin dijadikan sasaran aktivitas cybercrime. Padahal sekarang bukan besar kecil usaha bukan pertimbangan melakukan kejahatan,” kata Yudi. Yudi mengatakan, untuk menghindari atau setidaknya meminimalisasi UMKM sebagai target aktivitas kejahatan cyber , sistem keamanan dan policy perusahaan serta karyawan perlu diperketat.

 

“Para pelaku bisnis UMKM sudah selayaknya juga memberlakukan kebijakan sistem password yang ketat terhadap setiap sistem yang dimiliki. Kebijakan ini antara lain mengenai karakter minimal serta kebijakan update password secara reguler,” kata Yudi. Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Dr Ir Bambang Supriyadi CES DEA mengatakan, perkembangan teknologi informasi kini telah menjadi strategi di kalangan masyarakat dalam menghadapi daya saing MEA.

 

Contoh nyatanya ialah munculnya aplikasi online seperti taksi online maupun ojek online. Hal tersebut juga membuktikan perkembangan TI menjadi berkah tersendiri untuk ekonomi baru yang lebih efisien, inovatif, dan bisa dijangkau untuk semua lapisan masyarakat.

 

diberitakan OkeZone

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mengadakan Kegiatan Family Gatering dalam Rangka Milad UII ke-73, Minggu (10 Sya’ban 1437/22 Mei 2016). Kegiatan dihadiri keluarga besar Civitas FTI UII. Acara dibuka oleh Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri UII, secara simbolis mengibaskan bendera tanda acara dibuka serta jalan sehat dimulai.

 

Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian acara Family Gatering, dengan rute start awalnya dimulai dari Gedung FTI K.H. Mas Mansyur menuju Gedung Dr Mohammad Hatta dan berakhir di tempat awal

 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, selain dimulai dengan jalan sehat, diadakan juga lomba untuk tingkat anak yaitu lomba menggambar, mewarni dan membaca Al-Qur’an, dan juga dongeng anak dengan pendongeng adalah Kak Bimo. Sedangkan bagi Dosen dan Staff serta keluarga mengikuti lomba bakiak dan balap karung.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim keluarga besar Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan juga membangun potensi anak dalam lomba-lomba yang ada untuk tingkat anak” ujar Dr. Imam Djati Widodo sesaat sebelum menutup kegiatan.

 

lomba_karung_fix

Kemeriahan Lomba Balap Karung

lomba_bakiak_fix

Kemeriahan Lomba Bakiak

family_gatering_lomba_anak_2016

lomba untuk kategori anak

K3_Kimia2

Bapak Adit dari Solusimaxi sedang memberikan materi dalam kegiatan K3

 

Pada tanggal 15 Mei 2016 Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia-Tekstil Universitas Islam Indonesia mengadakan kegiatan K3 yang di laksanakan di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito Universitas Islam Indonesia.Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dengan pembicara Bapak Adit dari Solusimaxi, tidak hanya mahasiswa Teknik Kimia UII tetapi juga diikuti oleh peserta dari luar UII serta dari jurusan non Kimia. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia-Tekstil FTI UII dengan BKKMTKI(Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia) dan Solusimaxi yang membentuk suatu projek yang diberinama “Ganesa Projek”.

 

Menurut ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia-Tekstil, Nugraeni Fahrunisa, kegiatan ini bertujuan untuk memberi pelatihan, pembelajaran, dan sertifikasi dalam bidang industri. Dalam kegiatan ini juga terdapat test untuk menentukan kelayakan peserta untuk mendapat sertifikat atau tidak. Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia-Tekstil juga berharap dengan diadakan kegiatan ini bisa menjadi suatu pengalaman untuk mencari kerja dan saat bekerja nanti, serta berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan di setiap tahun, karena kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi mahasiswa.

 

K3_Kimia

45 peserta yang mengikuti kegiatan K3 sedang mendengarkan penjelasan dari pembicara

volly putra

Agenda Milad UII yang ke 73 mengadakan berbagai even olah raga, salah satu lomba volly antar Fakultas Teknologi Industri (FTI) melawan Fakultas Hukum (FH), diadakan di Gedung Olah Raga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).

Team FTI UII Putra pada hari selasa (2 Sya’ban 1437 H/10 Mei 2016) yang dikomandani Wahyudi dengan membawa pasukan 6 orang anggota dengan rasa percaya dan semangat mereka siap untuk tanding volly. Dengan persiapan yang matang mereka sebelumnya telah melakukan latihan untuk menghadapi pertandingan dalam agenda milad ini.

Secara terpisah, Kasiyono sebagai anggota tim menuturkan. “Dalam pertandingan volly antar Fakultas tahun ini seru, senang, dan ikut meramaikan milad UII ke 73, dibabak penyisihan melawan Fakultas Hukum FTI bermain sangat bagus sehingga dapat mengalahkan team Fakultas Hukum dengan skor 2-0 (25-14 dan 25-18) dan team Fakultas Teknologi Industri (FTI) akan bermain di semifinal melawan Rektorat”.

“Harapan kedepan  untuk team bola volly FTI agar lebih bagus dan bisa tampil sebagai pemenang dalam setiap pertandingan dalam rangka milad UII ke 73, kemudian akan diadakan latihan volly dalam setiap minggunya”. Ujar Kasiyono yang juga kadiv Sistem Informasi Managemen (SIM) dari Fakultas Teknologi Industri UII.

Risky Falahiyah

Kaliurang (FTI UII).  Aktivitas Civitas Akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia  (FTI UII) yang sangat kompleks disimulasikan ke dalam suatu bentuk kegiatan yang sederhana, yang ditampilkan dalam outbound training sebagai sebuah metafora dalam kehidupan kompleks tersebut.  Tampak terlibat seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan  FTI UII mengikuti Outbound, dengan mengambil lokasi di lereng selatan gunung Merapi (22 Rajab 1437 H / 30 April 2016).

 

Family cooking competition dan paintball menjadi dua games yang menarik bagi seluruh peserta outbound ini, karena menjadi sebuah pengalaman untuk membekali diri dalam menghadapi tantangan dan persaingan yang lebih nyata di kehidupan sosial masyarakat.

 

Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc, Dekan FTI UII, menyampaikan “Alasan kegiatan outbond FTI UII adalah untuk meningkatkan kerjasama dan keakraban semua civitas akademika FTI UII. Outbound tidak hanya dihadapkan pada tantangan intelegensia, tetapi juga fisik dan mental namun juga merupakan salah satu metode pembelajaran modern yang memanfaatkan keunggulan alam”.

 

“Harapannya dengan metode penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan, dapat meningkatnya kerjasama dan keakraban akan meningkatkan totalitas kinerja Civitas Akademika FTI UII” ujar Dr Imam Djati Widodo.

 

Jerri Irgo

Cyprus (FTI UII). “Alhamdulillah, Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) mendapat peringkat ke-4 dari total 20 Tim yang merupakan utusan 10 negara, meliputi Asia, Eropa, Afrika, pada kegiatan SAR Games 2016 yang diselenggarakan International Universities Search & Rescue Council (IUSARC) di Cyprus. Peringkat ke-4 ini capaian yang membanggakan mengingat persiapannya terbatas” ujar Beni Suranto, S.T., M.SoftEng, Direktur Pengembangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII,  pada release singkatnya (22 Rajab 1437 H / 30 April 2016).

 

“Berdasarkan rangking, Kyrgyzstan menempati urutan pertama, disusul Northern Cyprus pada urutan kedua serta pada urutan ketiga Pakistan” ujarnya didampingi Mr. Ibrahim Caglardi Ketua Pelaksana Kegiaran bertempat di ruang conference pers, kantor Civil Defense Department of Turkish Republic of Northern Cyprus (TRNC)

 

Beni Suranto menyampaikan “Lesson learned yang paling penting adalah misi dari kompetisi ini adalah bukan sekedar lomba mencari juara, namun menyebarkan pesan untuk menciptakan perdamaian dan bersama-sama dalam upaya menolong sesama yg membutuhkan. Utamanya bagi yang menderita karena bencana alam maupun musibah lainnya. Bagi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia (MAPALA UNISI) kegiatan ini sangat luar biasa, karena mampu menberi banyak wawasan, pengetahuan dan ketrampilan baru, termasuk bagaimana bekerja sama dengan tim dari negara lain”

 

“Pada saat meeting kemarin saya mewakili UII mengusulkan kategori baru sesuai masukan MAPALA UNISI, yaitu whitewater rescue. Untuk tahun depan kompetisi ini akan kembali diselenggarakan dengan target peserta 30 – 40 tim dari 20 negara berbeda. UII akan mempersiapkan tim dengan lebih baik, termasuk ketrampilan komunikasi dan penguasaan alat/perlengkapan” ujar Beni Suranto, yang juga Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UII

 

“Hal paling membanggakan adalah Tim MAPALA UNISI disebut sebagai tim dengan personel yg paling ramah, bersahabat, dan menyenangkan (the most sympathetic team)” pungkasnya.

 

Berita Terkait : Delegasi UII di even International Universities Search & Rescue Council

 

Jerri Irgo

Kaliurang (FTI UII). “Teknologi Informasi, diharapkan dapat mengembangkan budidaya perikanan untuk dapat lebih baik, efisien dan berbiaya rendah. Hal tersebut, akan sangat membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) di sektor tersebut,” ujar Suranto, salah satu Pengurus Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Kepis melalui pesan singkatnya (21 Rajab 1437 H / 29 April 2016).

 

KPI Mina Kepis,  beralamat di Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya adalah kelompok petani ikan di Dusun Burikan, Sumberadi, Mlati, seiring perkembangan produksi ikan, kelompok ini akhirnya membentuk pasar sendiri. Anggota kelompok hanya diperbolehkan menjual produksi ikannya melalui pasar tersebut.

 

Saat ini, dengan beranggotakan 29 orang petani ikan Desa Sumberadi,  pada tutup tahun 2015, telah berhasil membukukan omzet Rp 2,44 miliar lebih pertahun. Angka yang cukup fantastis ini sejalan dengan tingginya nilai transaksi harian di pasar ikan tersebut.

 

“Mendambakan adanya dukungan dan pemanfaatan Teknologi Informasi, menjadi priotitas bagi kami saat ini” kata Suranto.

 

Secara terpisah, Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), secara prinsip mendukung pengembangan pelaku UMKM Indonesia, agar mereka lebih dapat berkembang dan mempunyai daya saing serta nilai tambah.

 

Kontribusi Sistem Informasi Enterprise (SIE), sebuah konsentrasi di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, kepada UMKM Indonesia adalah dengan melakukan kerjasama dengan konsep Academic, Business, Government. “Adapun salah satu bentuk dukungannya adalah Information and Communication Technologies (ICT) for Development” ujar pakar Sistem Informasi Enterprise ini.

 

Jerri Irgo

Jakarta (PPs FTI UII). Dalam rangka mendukung upaya-upaya strategis pelaku handicraft dalam menyongsong Era pasar bebas ASEAN, INACRAFT ke-18 hadir dengan mengusung kekayaan warisan budaya salah satu daerah Indonesia di Bagian Barat, yakni Sumatera Barat dengan mengangkat tema: The Splendour of Minangkabau.

 

Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka pameran Inacraft 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (12 Rajab 1437 H / 20 April 2016). Dalam sambutannya, Wapres menginginkan hasil kerajinan tangan Indonesia mampu menembus pasar internasional. Ia pun mendorong agar ada penyesuaian kerajinan sesuai dengan selera pasar. Di sini disebutkan dari desa ke pasar dunia, artinya, jangan berpikir tentang kesukaan kita, berpikir tentang kesukaan orang, itu baru bisa jadi pasar dunia,” kata Kalla.

 

Terkait dengan hal tersebut, secara terpisah, Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), mendukung pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar dapat bersaing di pasar Internasional.

 

Kontribusi Sistem Informasi Enterprise (SIE), sebuah konsentrasi di Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, kepada UMKM Indonesia adalah dengan melakukan kerjasama dengan konsep Academic, Business, Government. “Adapun bentuk dukungannya adalah Information and Communication Technologies (ICT) for Development” ujar pakar Sistem Informasi Enterprise ini.

 

Inacraft 2016 diselenggarakan pada 20-24 April 2016 dan diikuti oleh lebih dari 1.400 pengusaha kerajinan, baik produsen maupun eksportir dari 34 provinsi di Indonesia. Tak cuma peserta dalam negeri, Inacraft 2016 juga diikuti peserta pameran dari berbagai negara, yakni Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, dan Suriah. Dalam lima hari penyelenggaraan, Inacraft 2016 ditargetkan mampu menyedot 200.000 pengunjung dan transaksi dagang mencapai lebih dari Rp 133 miliar.

 

Jerri Irgo

Jakarta (FTI UII). Bayu Centari Rahman, Mahasiswa Prodi Teknik Informatika FTI UII, tercatat sebagai Anggota Mapala Unisi GC 32, menjadi Team Leader – Delegasi Universitas Islam Indonesia (UII) pada kegiatan SAR Games 2016 yang diselenggarakan International Universities Search & Rescue Council (IUSARC) di Cyprus. Republik Cyprus adalah negara di Eropa, sebuah negara pulau di Laut Tengah bagian timur, ±113 km di sebelah selatan Turki.

 

Delegasi ini  mendapat support dari para Senior Mapala Unisi yang berdomisili di Jakarta, diantaranya tampak hadir Buyung Kamaruzzaman, Wing Aji Wibowo, Erwin NK, Tungku Arief dan Willy Pangaribuan, sesaat transit di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (11 Rajab 1437 H / 19 April 2016). Sebelumnya pada hari yang sama, Delegasi ini telah di lepas secara resmi oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc didampingi Direktur Pengembangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII, Beni Suranto, M.SoftEng di Kampus UII Yogyakarta,

 

“Delegasi yang beranggotakan Angga Septiawan, Prodi Ekonomi Islam, Anggota Mapala Unisi GC 35, Andre Thohir, Prodi Teknik Lingkungan, Anggota Mapala Unisi GC 35, Ferry Fermansyah, Prodi Ilmu Ekonomi, Anggota Mapala Unisi GC 35 dan Syaikh Qoyyom Aqnahulloh, Prodi Ekonomi Islam, Anggota Mapala Unisi GC 36 serta Siti Mahdaria, International Program – Management, melihat dari berbagai referensi yang ada, team ini cukup solid. Harapan kita semua, semoga dapat mendapatkan hasil yang terbaik, pantang kembali sebelum tercapai puncak Idaman” kata Erwin NK.

 

Secara terpisah, Beni Suranto, S.T., M.SoftEng memberikan pesan-pesan kepada Delegasi yaitu untuk menjaga nama baik UII dan Indonesia, selanjutnya tunjukkan partisipasi aktif dan profesionalisme selama mengikuti kegiatan. “Tim Mapala Unisi menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dan akan mengikuti 5 (lima) kategori lomba yaitu Target Discovery, Rescue from Debris, Rescue from Car Accident and First Aid, Overhead Line Rescue, dan Nightlong Tracing on the Openfield” katanya

 

Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII tersebut, memberikan target meraih poin maksimal pada minimal 3 kategori lomba. “Mapala Unisi harus menyiapkan kader-kader mahasiswa untuk kegiatan di tingkat internasional ditahun-tahun mendatang. Mengingat Program ini adalah salah satu upaya UII dalam mewujudkan keunggulan mahasiswa UII yang kompetitif dan berwawasan global. Serta langkah konkrit UII dalam berkontribusi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional” ujar Beni Suranto dalam pesan singkatnya.

 

Berita Terkait  : Mapala Unisi Ikuti Lomba SAR Internasional di Republik Turki Siprus Utara

 

Jerri Irgo