Lomba Foto dan Video (Lotovi) 2016 bagi Siswa SMA sederajat (SMK, MAN) se-Indonesia dengan tema “Impelentasi Edukasi dalam Seni – Show Your Art” digelar 25 Juli sd 25 Agustus 2016.

 

“Lotovi 2016 merupakan lomba fotografi dan videografi yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta” ujar Andhika Giri Persada, S.Kom, M.Eng. Ketua Lotovi 2016, Senin (22 Syawwal 1437 H / 25 Juli 2016) di ruang kerjanya, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

 

Andhika, menuturkan “Lotovi 2016 diselenggarakan sebagai refleksi seni secara umum dalam dunia pendidikan. Secara khusus dunia fotografi memberikan sudut pandang lain dalam memandang dunia pendidikan maupun aktivitas di dalamnya, memperebutkan total hadiah 14 juta rupiah”

 

“Team Juri terdiri dari Dwi Oblo, Kontributor Reuters (kantor berita yang bermarkas di London, Inggris) yang juga Kontributor foto untuk National Geographic Indonesia dan National Geographic Traveler selanjutnya Bona Utama D Actomy, Photographer, Traveller serta Beni Suranto, Apresiator, Traveller, ketiganya akan mengambil peran sebagai Juri Lotovi 2016” ujar Andhika yang juga sebagai Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII.

 

 

Pendaftaran calon mahasiswa baru Program Pascasarjana PPs FTI UII gelombang ketiga untuk periode perkuliahan September 2016 dilaksanakan sampai dengan tanggal 20 Agustus 2016, pukul 15.00 WIB (adapun syarat sebagaimana tautan persyaratan-persyaratan dan ketentuan)

 

Hal tersebut disampaikan Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana FTI UII, di ruang kerjanya (17 Syawwal 1437 H/22 Juli 2016) gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

 

PPs FTI UII, memiliki Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Informatika. Magister Teknik Industri dengan konsentrasi studi Teknik Industri, Manajemen Industri serta Ergonomi dan Keselamatan & Kesehatan Industri, sedangkan Magister Teknik Informatika dengan konsentrasi studi Informatika Medis, Sistem Informasi Enterprise dan Forensika Digital

 

“Raihan akreditasi Magister Teknik Industri  dan Magister Teknik Informatika  PPs FTI UII, keduanya telah terakreditasi B – dari BAN PT. Selama ini PPs FTI UII telah berusaha secara optimal dalam bidang penelitian, kerja sama nasional dan internasional, penjaminan mutu, pembaruan sistem dan teknologi informasi, peningkatan kualitas dosen dan karyawan, internasionalisasi jurnal, dan mengutamakan kepuasan masyarakat. Beberapa hal tersebut sangat membantu capaian akreditasi” tutup Dr. R Teduh Dirgahayu.

 

Jerri Irgo

Polemik game berbasis teknologi, Game mobile Pokemon Go, menjadi salah satu game mobile yang lagi booming akhir-akhir ini. Game Pokemon Go dianggap berbahaya untuk Indonesia, demikian disampaikan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi Henri Subiakto. Pokemon Go yang awal Juli lalu diluncurkan oleh John Hanke di Amerika Serikat, Australia dan New Zealand, tidak cocok dimainkan di Indonesia.

 

Dikutip dari berbagai sumber, Pokemon di Game Boy dan DS (Nintendo) tadinya adalah program kartun dengan teknologi sederhana serta permainan kartu untuk ditukar, namun baru kali ini menjadi game di ponsel pintar. Menggunakan GPS (Sistem Pemosisi Global) memunculkan kembali monster-monster Nintendo Game Boy yang populer di tahun 90-an.

 

Menanggapi pesatnya pemanfaatan Teknologi Informasi tersebut, Hendrik, S.T., M.Eng., SAP IHL, OCA. Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mempunyai pendapat berbeda, dalam releasenya (14 Syawwal 1437 H / 19 Juli 2016) di ruang kerjanya Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

 

“Dianggap berbahaya, karena saat ini game yang menggunakan teknologi augmented reality, menggabungkan dunia maya yang ada di kamera ponsel pintar dengan tampilan fisik, belum menambahkan piranti rambu-rambu semacam alarm sebagai petunjuk” ujar Hendrik yang juga Tenaga Ahli di Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII.

 

“Sehingga dengan adanya rambu-rambu semacam alarm tersebut akan dapat membantu pemain, walau harus berjalan mencari makhluk Pokemon yang tersebar di rumah, jalan, taman, masjid, dan tempat-tempat strategis lainnya. Dengan demikian, John Hanke, orang yang berada di belakang aplikasi Pokemon Go tersebut akan dapat membuat masyarakat lebih produktif dan tidak membahayakan serta aman dari persoalan cyber security” tuturnya.

 

Menambahkan rambu-rambu semacam alarm tersebut bukanlah hal yang sulit bagi Niantic, perusahaan berbasis di San Francisco. Hendrik bahkan memprediksi saham Nintendo akan telah terus melejit lebih dari 25 persen berada di puncak Apple Store. “Hal tersebut karena Niantic terus melakukan inovasi yang memberikan nilai tambah yaitu mengingatkan pemain, sehingga walau asyik mengejar Pokemon para pemain tidak akan terlena” pungkasnya.

 

Jerri Irgo

Dalam dunia fisioterapi, bed atau tempat tidur terapi menjadi salah satu alat penunjang bagi pasien sekaligus memudahkan proses terapi. Sayangnya, sampai saat ini belum ada bed yang multifungsi karena tiap bed yang ada memiliki jenis bed terapi yang berdiri sendiri.

 

Berangkat dari permasalahan kebutuhan akan bed terapi multifungsi itulah, mahasiswa Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Farit Ardiyanto membuat bed terapi multifungsi. Bed yang dibuatnya tersebut bahkan disesuaikan dengan antropometri masyarakat Indonesia. “Bed terapi saat ini juga menjadi salah satu modal kerja para fisioterapis dalam membuka klinik mandiri.

 

Tidak mungkin tiap fisioterapis memiliki bermacam-macam bed terapi. Selain harga yang mahal karena harus beli beberapa, efisiensi tempat pun tidak tercapai. Sehingga kebutuhannya pun kalau bisa satu bed untuk semua jenis terapis,” ujarnya, kemarin. Kepada wartawan di kampus setempat, Farit menjelaskan, beberapa macam bed terapi fisik adalah bed terapi manual, bed terapi traksi, dan bed terapi tilting table .

 

Pada bed terapi buatannya, Farit mengombinasikan ketiga macam bed menjadi satu bed multifungsi. “Lewat penelitian, saya pun awalnya mencari tahu apa saja yang dibutuhkan para pasien maupun terapis. Tujuannya tentu agar bed yang jadi bisa memberi kepuasan pada penggunanya.

 

Ditemukanlah apa keinginan konsumen terhadap desain bed , mulai dari rangka yang harus kuat, cover bed awet dan tidak tembus air, mudah dibersihkan, nyaman saat pasien berbaring, serta posisi bed bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan,” paparnya. Dari segi harga, Farit pun menjamin harga bed multifungsinya lebih murah daripada bed terapi yang sudah ada di pasaran.

 

Ia sendiri mematok harga sekitar Rp8 juta untuk tiap bed yang sudah memiliki fungsi tiga macam bed terapis sekaligus. Sebagai perbandingan, satu bed dengan satu fungsi terapi yang ada di pasaran saat ini rata-rata seharga Rp6 juta, bahkan untuk bed normal saja harga pasaran sudah mencapai Rp4 juta.

 

“Bisa dikatakan ini lebih hemat. Saya sendiri sampai saat ini sudah menjual beberapa bed terapi multifungsi yang saya produksi sendiri. Selanjutnya saya berencana untuk mematenkan produk buatan saya ini dulu, baru saya akan membuka kesempatan bagi pihak industri yang berniat memproduksi secara massal,” katanya.

 

Farit mengaku membutuhkan waktu tiga pekan untuk penelitiannya tersebut hingga benar-benar bisa menghasilkan bed yang sesuai kebutuhan konsumen. Meski telah berhasil membuat bed terapi multifungsi, ia berencana melakukan beberapa penyempurnaan lagi agar bed buatannya tersebut benar-benar bisa mempermudah proses terapi pasien.

 

“Sepertinya masih perlu dibuatkan rail khusus yang digunakan untuk mengatur kabel kontrol yang dipakai agar lebih rapi. Untuk hak paten sendiri semoga bisa segera diurus,” tuturnya.

 

diberitakan Koran Sindo 

Taqabbalallahu minna wa minkum, Selamat Hari Raya idul fitri 1437H Mohon Maaf Lahir Batin. Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) tiap tahun mengadakan acara Pengajian Syawalan. Syawalan adalah sebuah tradisi dan bersilaturahmi yang dilakukan setelah bulan ramadhan usai, lebih tepatnya setelah hari Raya Idul Fitri.

 

“Pengajian Syawalan FTI UII, yang dilaksanakan tiap tahun ini, berharap dapat menambahkan tali silaturahmi agar kita lebih dekat dan lebih baik”, ujar Dr. Imam Djati Widodo Msi, M.Sc. Dekan FTI UII, di Auditorium Gedung KH. Mas Mansyur (8 syawal 1437H / 15 Juli 2016).

 

Syawalan Pengajian FTI 1437H 2016

 

Pengajian Syawalan ini dihadiri seluruh keluarga besar FTI UII serta turut hadir Rektor UII, Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc. memberikan tausiyah.

 

“Peningkatan Ibadah Setelah Ramadhan, sesuatu yang telah kita laksanakan dan kerjakan saat bulan ramadhan kemarin agar semakin meningkat ibadahnya. Tidak hanya ibadah saja, kita harus menata hati dan perbuatan dengan Iklhas. Sehingga ketika kita bekerja kinerja dan pribadi menjadi lebih baik” ujar Dr. Ir. H. Harsoyo dalam tausiyahnya.

 

Selain tausiyah,  Eko Sukanto, ST., Ketua Ikatan Keluarga Pegawai (IKP) FTI UII, memperkenalakan keluarga baru FTI UII yaitu Dosen baru Rahmat Riza, ST, M.Sc.ME Prodi Teknik Mesin, Ajeng Yulianti Dwi Lestari, ST. M.Eng Prodi Teknik, Suci Miranda, ST., M.Sc Prodi Teknik Industri.

 

Risky Falahiyah

Syukuran Akreditasi A Teknik Elektro FTI UII

Bertempat di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc. memberikan potongan tumpeng pertama ke Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr. Eng. Hendra Setiawan, dilanjutkan potongan tumpeng kedua dari Dekan FTI UII Dr. Imam Djati Widodo, yang diserahkan ke Sekretaris Prodi Teknik Elektro, R. M. Sisdarmanto Adinandra. Ph. D.

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur atas tercapainya akreditasi A untuk Prodi Teknik Elektro FTI UII, yang diselenggarakan pada acara Pengajian Syawalan FTI UII 1437H (10 syawal 1437H / 15 Juli 2016).

 

“alhamdulillah, suatu prestasi bagi Teknik Elektro telah mencapai peringkat kelayakan tertinggi pengakuan yang menjamin standar minimal yaitu akreditasi A“, selaku Dekan FTI Dr. Imam Djati Widodo M.Eng, Sc.

 

Pencapaian akreditasi dari B menjadi A, ini sebuah pencapaian yang bagus dan memuaskan melihat hasilnya. Selain itu, Dekan FTI Dr. Imam Djati Widodo M. Eng, Sc, memberikan apresiasi terhadap seluruh dosen elektro beserta pimpinanannya.

 

Risky Falahiyah

MAHASISWA Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menciptakan aplikasi yang membantu rumah sakit maupun keluarga pasien memprediksikan biaya rawat inap selama proses pengobatan.

 

Sukma Puspitorini, mahasiswa Informatika Medis Magister Teknik Informatika UII itu, Senin (27/6), menjelaskan aplikasi ciptaannya itu memang belum diberi nama. Namun secara umum aplikasi ini merupakan sistem pendukung keputusan penentuan tingkat keparahan (severity level) kasus penyakit. Didampingi dosen Magister Teknik Informatika Izzati Muhimmah , Sukma menyebutkan aplikasi yang dibuatnya itu mengacu pada INA CBG’s (Indonesia Case Based Group) yang merupakan cara pembayaran kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan pada sistem jaminan kesehatan nasional.

 

“Melalui sistem yang selama ini ada, petugas harus mengisikan pada kolom-kolom yang cukup panjang. Namun melalui aplikasi yang saya buat cukup dengan klik-klik segera dapat diketahui prediksi biaya yang harus dikeluarkan,” katanya. Dijelaskan, severity level atau tingkat keparahan yang dimaksud berkaitan dengan resource intensity level yaitu sumberdaya yang dihabiskan oleh rumah sakit dalam menangani seorang pasien. Karena itu, lanjutnya, aplikasi yang dibangun pun ditukan untuk membangun sistem yang mendukung keputusan untuk menentukan tingkat keparahan kasus penyakit.

 

Ia menambahkan tingkat keparahan berkaitan dengan diagnosis sekunder yang dapat memperpanjang hari perawatan pasien atau length of stay di rumah sakit. Atribut yang digunakan sebagai masukan untuk prediksi tingkat keparahan, lanjutnya, cukup simpel yakni umur, diagnosis utama atau DU, Diagnosis Sekunder-1 atau DS-1 dan Diagnosis Sekunder-2 atau DS-2. “Begitu selesai entry, segera muncul prediksi biayanya,” katanya.

 

Aplikasi ini, katanya dibangun dari penelitian di RSUD Raden Mataher (Jambi) dan RSUD dr R Soeprapto (Cepu). RSUD Raden Mataher merupakan rumah sakit tipe B di Regional III sedangkan RSUD dr R Soeprapto adalah rumah sakit tipe C di Regional I. Tipe dan regional memunculkan angka biaya yang berbeda yang mengacu pada Permenkes No 69/2013 tentang Standar Tarif INA CBG’s.

 

Sukma berharap aplikasi ciptaannya itu akan dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga akan mencakup jenis penyakit yang lebih banyak serta tipe dan regional rumah sakit yang lebih luas.(OL-4)

 

Diberitakan di Media Indonesia

Sapa_Senyum_Salam_fti_uii_2016

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (FTI UII), untuk meningkatkan pelayanan dalam melayani semua hal pekerjaan yang ada dilingkungan FTI, fakultas mengadakan sebuah pelatihan yang membangun motivasi baru bagi seluruh tenaga kependidikan FTI.

 

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Pelatihan Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan FTI UII. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa (15 dan 16 Ramadhan 1437H / 20 dan 21 Juni 2016), bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII.

 

“Sapalah senyumlah dengan sesama muslim dan salamlah terlebih dahulu, jangan melihat siapa yang lebih tua atau yang muda, karena islam mengajarkan sapalah terlebih dahulu”, kata Sus Budiarto, S.Psi, M.Si. selaku pembicara psikolog yang juga dosen dari Fakultas Psikologi Sosial dan Budaya di Universitas Islam Indonesia.

 

“Pengembangan aktualisasi diri pasti menghasilkan pelayanan yang prima, terlebih saat melayani customer(karyawan, relasi kerja maupun mahasiswa), ujarnya.

 

Mengutip dari surat Al-Hasyr, Sus Budiarto, S.Psi, M.Si. menguatkan. “Hai orang-orang yang beriman yang telah beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia perbuat (dimasa lalu dan masa kini) untuk hari esoknya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada jiwa mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. (Q.S. Al-Hasyr : 59)

 

Risky Falahiyah

Kaliurang (FTI UII). “Pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu dan telah kusempurnakan bagimu nikmat-Ku dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagimu” (QS. Al Maidah : 3). Tentang sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “sampaikan dariku walau hanya satu ayat”, Al Ma’afi An Nahrawani mengatakan, “Hal ini agar setiap orang yang mendengar suatu perkara dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera untuk menyampaikannya,  meskipun hanya sedikit. Tujuannya agar nukilan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dapat segera tersambung dan tersampaikan seluruhnya.”

 

ramadhan_ceria_fti_uii_2016

 

Setidaknya hal tersebutlah menjadi salah satu refleksi dari pelaksaan Lomba Dakwah Ramadhan Ceria SMA se DIY yang diadakan MarCoom Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, yang diikuti 60 peserta dari utusan SMA sederajat se DIY, pada hari Sabtu dan Minggu, (13 dan 14 Ramadhan 1437 H / 18 dan 19 Juni 2016), di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII

 

Husein Mubarok, M.Eng, Ketua Pelaksana Program Ramadhan Ceria SMA se DIY,  sebelum menutup rangkaian lomba Dakwah dan memberikan apresiasi kepada M Nashirudin Salim, MAN Yogyakarta II, yang terpilih sebagai Juara Pertama Lomba Dakwah, selanjutnya Syifanggita Hattamik, SMAN I Yogyakarta pada peringkat kedua dan peringkat ketiga Febriyanti Shifa H, SMKN I Tempel.

 

Husein Mubarok, yang juga sebagai Dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII berharap “agar setelah kegiatan ini tetap terus semangat meningkatkan kemampuan siswa siswi  untuk selalu mensyiaarkan kebaikan agama Islam” tuturnya.

 

Jerri Irgo

Kaliurang (FTI UII). Alhamdulillah, Fatwa Arvi Utami, SMAN 1 Yogyakarta, terpilih meraih juara pertama kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Ramadhan Ceria SMA se DIY, disusul Salsabilah Nur A S, SMAN 2 Yogyakarta, meraih juara kedua dan Diaz Saufa, SMAN 6 Yogyakarta, pada juara ketiga.

 

Hal tersebut disampaikan Husein Mubarok, M.Eng, Ketua Pelaksana Program Ramadhan Ceria SMA se DIY, sesaat seusai menutup rangkaian kegiatan pada hari Sabtu dan Minggu, (13 dan 14 Ramadhan 1437 H / 18 dan 19 Juni 2016), di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII.

 

“Tim MarComm Fakultas Teknologi Industri (FTI UII), mengadakan kegiatan Ramadhan Ceria Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan tujuan selain mempererat tali silaturahmi, juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai keIslaman bagi remaja muslim, khususnya untuk kemajuan generasi muda Bangsa Indonesia di masa depan” ujarnya.

 

Husein Mubarok, menambahkan, “Ramadhan Ceria SMA se DIY juga mempunyai tujuan  meningkatkan kemampuan siswa siswi  dalam membaca Al Qur’an dengan indah, selanjutnya juga untuk meningkatkan kemampuan siswa siswi dalam mensyiaarkan agama Islam” ujarnya.

 

“Selain lomba MTQ juga diadakan lomba dakwah. Harapan dari kegiatan ini dapat bermanfaat baik bagi para siswa maupun FTI UII sendiri, apalagi kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahun, tentunya dengan peningkatan dan perbaikan. Pastinya berharap kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan,  namun terwujudnya awareness para siswa SMA se DIY terhadap UII secara umum, dan FTI UII secara khusus” pungkas Husein Mubarok  yang juga sebagai Dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII

 

Jerri Irgo