Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2013 yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) secara resmi telah ditutup pada Ahad (8/12/2013) di Auditorium FTI UII.  Upacara penutupan secara resmi dilakukan oleh Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, dalam hembusan udara dingin diiringi hujan yang begitu lebat.

Menempati juara umum dalam MTQ tahun 2013 ini adalah Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) memperoleh skor 31 dengan rincian 4 mahasiswa juara I, 2 mahasiswa jaura II, dan 1 mahasiswa juara III. Urutan kedua diraih oleh Fakultas Teknologi Industi (FTI) memperoleh skor 15 dengan rincian 1 mahasiswa juara I, 1 mahasiswa juara II, dan 2 mahasiswa juara III. Urutan ketiga dan keempat diraih Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Hukum (FH) memperoleh skor 4, yang masing-masing mendapatkan 1 mahasiswa sebagai juara II, dan urutan kelima diperoleh Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya (FPSB) yang 2 orang mahasiswanya sebagai juara III.

Secara rinci berikut para mahasiswa yang menjadi juara dalam MTQ 2013 yang diumumkan pada hari Ahad tanggal 8 Desember 2013

Juara MTQ Tahun 2013 Untuk Cabang Tilawatil Qu’an
I.  Andry Setiawan (13422007) Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI
II.  Risman Nuryadi (12525084) Prodi Teknik Mesin FTI
III.  Wahyudin Afrizal (13320203) Prodi Psikologi FPSB

Juara MTQ Tahun 2013 Untuk Cabang Hifdzil Qu’an
I.  Chasna Atika (11521087) Prodi Teknik Kimia FTI
II.  M. Zulmiadi (10522031) Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI
III.  Mamlu’atun Nuha (12421048) Prodi Hukum Islam FIAI

Juara MTQ Tahun 2013 Untuk Cabang Tartil Qu’an
I.  M. Ridho Hidayat (12422090) Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI
II.  Sabella Nailil Muna (13611147) Prodi Statistika MIPA
III.  Lanjar Kurniawan (10522261) Prodi Teknik Industri FTI

Juara MTQ Tahun 2013 Untuk Cabang Khattil Qur’an
I.  Suryaningsih (12421022) Prodi Hukum Islam FIAI
II.  Ahmad Azizi (11423016) Prodi Ekonomi Islam FIAI
III.  Muhammad Mukhlas (13322034) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FPSB

Juara MTQ Tahun 2013 Untuk Cabang Adzan
I.  M. Ridho Hidayat (12422090) Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI
II. Syarif Hidayat Hasibuan Prodi Ilmu Hukum FH
III. Lanjar Kurniawan (10522261) Prodi Teknik Industri FTI

Sekali lagi kepada para pemenang diucapkan selamat menikmati kemenangannya.

 

Foto

Berita Terkait:

Gumbolo: Kualitas MTQ 2013 Lebih Baik

Secara Resmi Warek III UII, Membuka MTQ

Genderang MTQ FTI-DPPAI UII Telah Ditabuh

Dorong Mahasiswa Mencintai Al Qur’an, UII Adakan Kompetisi MTQ

fti_uii_gumbolo_menutup_mtq_2013Berdasarkan pengamatan dan laporan panitia, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2013 yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) lebih baik. Hal ini disampaikan Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, dalam sambutan sekaligus menutup acara MTQ tahun 2013 pada Ahad (8/12/2013) di Auditorium FTI UII dalam suasana hujan lebat.

 

“Dalam pengamatan dan laporan panitia, kualitas MTQ kali ini lebih baik dari pada MTQ sebelumnya”. “Kemudian mahasiswa khususnya yang dari FTI UII memiliki potensi  yang luar biasa, karena kemampuan yang ditunjukkan kepada para dewan juri benar-benar diluar dugaan kami”, terang Gumbolo. Selanjutnya disampaikan bahwa secara umum UII memiliki potensi terpendam dalam bidang keagamaan ini. Gumbolo yakin pada MTQ Nasional tahun 2014 akan menjadi juara, kalau potensi ini terus dilatih dengan bersungguh-sungguh.

 

“Terus terang saja, awalnya kami  egois. Kami hanya ingin MTQ ini khusus untuk mahasiswa FTI UII saja, karena kami memiliki banyak beasiswa unggulan yang dari pesantren”. “Kami tidak ingin potensi mereka hilang ketika memasuki dunia industri yang semakin modern”. Kenangnya. Tapi akhirnya diingatkan oleh DPPAI “Jangan begitu pak kita gabungkan saja untuk seluruh UII”, Gumbolo menambah.

 

Kepada para pemenang diucapkan selamat, dan bagi yang belum menang, ini hanyalah kompetisi biasa saja, semoga tidak putus asa. Yang namanya komptetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. “Anda jangan berkecil hati dan kecewa”, pesannya. Gumbolo melanjutkan, “Setidaknya ini dapat dijadikan ajang silaturahim sesama mahasiswa di lingkungan UII”.  Kepada mahasiswa yang dari luar FTI UII, dekan mohon maaf kalau kemarin belum diucapkan selamat datang. “Inilah FTI UII, sering-seringlah datang ke FTI untuk berbagai aktifitas apapun, tidak terbatas pada MTQ semacam ini”.

 

Kenapa yang menyelenggarakan MTQ adalah FTI, bukan fakultas yang lain, ini sengaja dilakukan, kalau biasanya FTI itu menyelenggarakan kegiatan yang berbau teknologi seperti lomba robot, lomba desain teknologi dan lain sebagainya, sengaja saat ini FTI ingin membuat beda. Dalam kesempatan berbeda Dekan sampaikan “biar robotnya ikut masuk surga”, sembari berkelakar.  Kepada para mahasiswa dekan juga menyampaikan dalam waktu dekat ini FTI akan mencoba biogas, yang saat ini sudah disiapkan.

 

Kepada panitia dekan mengucapkan terima kasih karena dadakan (1,5 bulan). Pak Ragil sebagai ketua, ditembak begitu saja setelah SK dan surat tugas jadi. “Karena kalau ditawari pasti menolak”, jelasnya. Kepada Bank Muamalat, diucapkan terima kasih karena dengan penuh memberikan donasi sebagai sponsor untuk kegiatan ini. “Terima kasih pak Agus, sebagai perwakilan Bank Muamalat”. “Ini acara belum selesai donasinya sudah ditransfer ke rekening FTI”.

 

Dalam menutup acara MTQ ini dekan menyampaikan rasa puasnya atas kerjasama yang saling menguntungkan dan dapat bermanfaat untuk kemajuan UII di kemudian hari.

 

 

Berita Terkait:

FIAI Juara Umum MTQ 2013

Secara Resmi Warek III UII, Membuka MTQ

Genderang MTQ FTI-DPPAI UII Telah Ditabuh

Dorong Mahasiswa Mencintai Al Qur’an, UII Adakan Kompetisi MTQ

fti_uii_mtq_ragilFakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tanggal hari Sabtu (7/12/2013) sampai Ahad (8/12/2013). Pembukaan acara berlangsung meriah karena dihadiri oleh seluruh peserta yang berjumlah 155 mahasiswa dan segenap panitia yang terlibat.  Berkenan hadir dan membuka acara Wakil Rektor 3 UII, Ir. Bachnas M.Sc., Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Wakil Dekan FTI UII, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng., Direktur DPPAI UII, dr. Agus Taufiqurrohman M.Kes., Sp.S.

 

Ketua Panitia, Muhammad Ragil Suryoputro S.T, M.Sc dalam kesempatan memberi sambutan menyampaikan bahwa MTQ diselenggarakan dalam rangka FTI UII ikut berpartisipasi menjaring mahasiswa UII yang konsen dan memiliki komitmen di dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan MTQ.  Selain itu MTQ ini juga merupakan perwujudan atas visi UII yang memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah Islamiyah, setingkat universitas yang berkualitas di negara-negara maju. Berpijak kepada visi yang sangat mulia ini, FTI UII berkeinginan memberikan kontribusi nyata melalui penyelenggaraan MTQ di tahun 2013 ini.

 

Selanjutnya Ragil juga menyampaikan bahwa MTQ ini dikemas menjadi ajang kompetisi mahasiswa di lingkungan UII. “MTQ tahun 2013 ini kami kemas menjadi forum kompetisi berbagai fakultas di dalam lingkup UII”. “Alhamdulillah dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa UII dari jenjang D3 dan S1 yang berjumlah 155 peserta, terdiri dari D3 Ekonomi 3 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 4 mahasiswa, Fakultas Ilmu Agama Islam 27 mahasiswa, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 14 mahasiswa, Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya 10 mahasiswa, Fakultas Teknologi Industri 81 mahasiswa, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan 8 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 7 mahasiswa dan dari Fakultas Hukum 1 mahasiswa”.

 

Masih menurut Ragil, bahwa dalam MTQ tahun 2013 ini ditetapkan lima jenis lomba meliputi: Musabaqah Tilawatil Qur’an atau lomba baca indah Al-Qur’an, Musabaqah Hifdzil Qur’an atau lomba menghafal Al-Qur’an, Musabaqah Tartil Qur’an atau lomba Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Khatil Qur’an atau lomba kaligrafi dan Musabaqah Adzan atau lomba Adzan.

 

Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang berkenan ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan MTQ tahun 2013 ini, terutama kepada donatur yaitu Bank Muamalat Yogyakarta. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada bapak Agus selaku perwakilan pimpinan dari Bank Muamalat Yogyakarta yang telah memberikan sponsorship pada kegiatan MTQ tahun 2013 ini”, ucapnya sembari menutup sambutan.

 

Berita Terkait:

FIAI Juara Umum MTQ 2013

Gumbolo: Kualitas MTQ 2013 Lebih Baik

Secara Resmi Warek III UII, Membuka MTQ

Dorong Mahasiswa Mencintai Al Qur’an, UII Adakan Kompetisi MTQ

fti_uii_-_thailand_-_arif_budi_g_-_1Bangkok, FTI UII – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (PERMITHA) sukses menyelenggarakan International Symposium of Overseas Indonesia Student Association Alliance 2013 (IS-OISAA 2013), bertempat di Thammasat University, Bangkok. Delapan orang mahasiswa-mahasiswi FTI UII yang sedang berada di Thailand mendapat kesempatan untuk bergabung dalam kepanitiaan. Acara yang digelar pada 28-30 November 2013 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) yang tengah melaksanakan join degree program di RMUTT Thailand.

 

Mereka adalah Yoski (Teknik Kimia) di Divisi Hubungan Masyarakat. Ia dan timnya bertugas dalam menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Kemudian, Arwani Luthfia Qurataayuni (Teknik Industri), Disa Ayu Maharani (Teknik Industri), Rizka Pricillia Fitriana Restu Putri (Teknik Industri), Achmad Maulidin (Teknik Industri), Arman Hifni Ramadhan (Teknik Industri), Irfan Hanafi (Teknik Industri), serta Ahmad Satria Budiman (Teknik Kimia) di Divisi Akomodasi dan City Tour. Mereka bertugas dalam mengurus penjemputan dan penginapan peserta, juga dalam hal memandu kunjungan ke beberapa objek wisata.  Mereka mengaku bersyukur dengan kesempatan tersebut. Selain memperoleh wawasan keilmuan terkait program studi yang ditempuh, mereka juga terlibat kegiatan yang membawa dampak positif.

 

Hal yang dirasa berkesan adalah kepanitiaan acara dilakukan bersama dengan mahasiswa-mahasiswi Thailand yang belajar di Thammasat University. Tiap mahasiswa memiliki kesan masing-masing selama berinteraksi dan berkomunikasi dengan mahasiswa lintas universitas di Thailand tersebut. Seperti cerita Achmad Maulidin yang menuturkan bahwa teman-teman dari Thammasat University bersemangat untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan PERMITHA ini, terlebih karena mereka tahu bahwa peserta acara merupakan pelajar-pelajar Indonesia dari berbagai negara di dunia, seperti dari Australia, Taiwan, Jerman, dan Tunisia. “Mereka sampai mengantar kami untuk shalat Jum’at di masjid terdekat dari Thammasat ketika acara berlangsung di hari Jum’at,” tutur Maulidin.

 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terkait ASEAN Economic Community (AEC) 2015, sebagai salah satu topik yang dibahas dalam IS-OISAA 2013. Sebagian dari teman-teman Thammasat University dapat berbahasa Indonesia karena mereka diajarkan Bahasa Indonesia di sana. Maka, komunikasi yang berlangsung di antara mereka tidak saja dilakukan dalam Bahasa Inggris, namun sesekali juga dalam Bahasa Indonesia. Tiga tahun belajar Bahasa Indonesia membuat kemampuan berbahasa teman-teman Thammasat University tersebut cukup bagus. “Secara tidak langsung, ini tanda bahwa Thailand siap dengan AEC 2015. Nah, bagaimana dengan Indonesia, khususnya mahasiswa UII,” komentar Disa Ayu Maharani.

 

Ahmad Satria Budiman

fti_uii_centris_mabit-1Lembaga Dakwah Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), CENTRIS mempersiapkan kader-kader barunya dengan melaksanakan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit). Kegiatan dilaksanakan di Gunungkidul tepatnya di pantai Krakal beberapa waktu kemarin berjalan dengan lancar. Meskipun ada sedikit kendala ‘bingung’ karena pimpinan perjalanan lupa arah, rombongan waktu itu sekitar jam 15:00 seluruh peserta tiba di Pantai Krakal dengan selamat.

 

Meskipun rasa capek menguasai seluruh peserta, namun ketika menyaksikan keindahan deru ombak yang menenangkan dan angin pantai yang sejuk, perlahan mengikis rasa penat para peserta. Kegiatan pertama dalam mabit ialah kajian islami yang disampaikan oleh ustadz Aza El Munadiyan.

 

Tiba saatnya waktu istirahat. Tanpa di aba-aba para peserta langsung mencelupkan kakinya ke air laut. “Saya tidak pernah melihat pantai sebelumnya, jadi ini adalah mabit sekaligus wisata bagi saya, hehehe”, ucap seorang peserta mabit. Hingga masuk waktu sholat, para peserta sholat berjama’ah dan dilanjutkan membaca al Qur’an dan Al-Ma’tsurat. Bernanung dalam sebuah tenda besar, para peserta merasakan keakraban satu sama lain. Ukhuwah islamiyah yang memang ditargetkan CENTRIS.

 

Berbagai macam kegiatan lanjutan dalam mengisi mabit dilakukan ba’da Isya hingga peserta terlelap dalam tidur yang sangat nyaman. Masuk waktu dini hari, pukul 01.00 panitia membangunkan satu per satu peserta dengan memberikan selisih waktu diantaranya. Satu per satu peserta disuruh berjalan melewati jalan yang sudah di arahkan sebelumnya. Seperti kegiatan malam pada pramuka, CENTRIS meletakan beberapa pos untuk mengawasi para peserta dalam perjalanan. Hingga tiba di puncak karang para peserta melaksanakan sholat Tahajud sambil merenungi kebesaran Allah SWT.

 

Hari kedua, setelah tausiyah yang disampaikan oleh Dimas Harits selanjutnya diisi dengan berbagai permainan yang sungguh sangat memberi motivasi. Karena dipantai maka seluruh peserta wajib basah. Sehingga apabila ada peserta yang ketahuan tidak basah akan diceburkan ke pantai oleh panitia.  Meskipun rasa letih yang sangat memuncak rasanya enggan untuk mengakhiri kegiatan ini. Namun demikian sang waktu tidak bisa dihentikan untuk kami harus beraktifitas kembali di kampus. Alhamdulillah akhirnya seluruh peserta sampai di kampus FTI UII setelah melakukan perjalanan pulang.

 

Dewi SM

ustadz_nashrullahUstadz Nashrullah, mengawali mauidho hasanah dengan sebuah cerita dalam hadits, suatu ketika rasulullah ditanya oleh sahabat. “Ya Raslullah, apa yang menyebabkan kebanyakan ke dalam surga dan apa yang menyebabkan kebanyakan ke dalam neraka?”. Rasul menjawab bahwa yang menyebabkan kebanyakan manusia masuk ke dalam surga adalah “Taqwa Allah wa husnul khuluq”. “Maksudnya bahwa kebanyakan manusia masuk surga karena taqwanya kepada Allah dan selalu membaguskan akhlaknya”. Ustadz melanjutkan bahwa “sebaliknya yang kebanyakan menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka adalah karena selalu memperturutkan mulut dan lubang kemaluan”.

 

Hal ini disampaikan dalam pengajian tasyakuran perolehan akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) Teknik Industri dan akreditasi B untuk Prodi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII).  Rangkaian tasyakuran ini diikuti oleh seluruh civitas akademika FTI UII di ruang Auditorium FTI UII pada Selasa (03/12/2013).

 

Lebih lanjut ustadz menyampaikan bahwa taqwa kepada Allah adalah bentuk bagusnya manusia dengan sang Kholiq, sedangkan ‘husnul khuluq’ adalah bentuk bagusnya manusia dengan sesama manusia yang lainnya atau dengan makhluk Allah. Selanjutnya ustadz Nashrullah, sembari menanggapi pegawai yang purna tugas dan juga lainnya mengajak agar kita sebagai manusia dan seorang muslim harus bisa memberi manfaat di manapun berada.

 

Ustadz mencontohkan manusia diumpamakan dengan lebah. Bahwa lebah hinggap dimanapun tidak akan pernah membuat kerusakan tempat yang dihinggapi. “Lebah juga selalu hinggap di tempat yang indah-indah”. “Jarang ditemui lebah kok hinggap di kotoran sapi misalnya”, imbuh ustadz. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kotoran yang dikeluarkanpun, yang namanya lebah selalu madu. “Dan Allah menjelaskan yang namanya madu adalah ‘syifa’u linnas’ atau obat bagi manusia”. “Madu bisa diminum siapa saja saja orang yang sakit minum madu bisa sembuh, sementara orang yang sehatpun juga akan menambah kesehatannya”, jelas ustadz.

 

Lebih lanjut ustadz menukil hadits nabi yang diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim, dari Abu Musa ra berkata, bahwa Nabi SAW bersabda, “Setiap muslim wajib bershadaqah”. Ada yang bertanya, “Bagaimana jika dia tidak menjumpai (apa yang dishadaqahkan)?” Rasulullah menjawab, “Hendaklah ia bekerja, sehingga mendapatkan hasil untuk dirinya dan bershadaqah”. “Bagaimana jika ia tidak mampu bekerja?”. Rasulullah menjawab, “Membantu orang yang benar-benar membutuhkan bantuan”. “Bagaimana jika ia tidak mampu?”. “Menyuruh orang jika ia tidak mampu”. “Bagaimana jika ia tidak mampu?”. Rasulullah bersabda, “Tidak melakukan keburukan. Karena yang demikian itu adalah shadaqah”.

 

Lebih lanjut ustadz Nasrullah menjelaskan maksud yang terkandung dalam hadits tersebut bahwa (1) Perintah untuk mencari rejeki agar bisa mencukupi kebutuhannya dan bisa bershadaqah, sehingga tidak menjadi peminta-minta. (2) Untuk mendapatkan pahala kebaikan banyak jalan yang bisa ditempuh, bahkan hanya dengan menyuruh orang untuk melakukan kebaikan. (3) Makna shadaqah tidak harus berupa barang atau kekayaan yang banyak tetapi mencakup perbuatan baik yang dilakukan manusia adalah bagian dari shadaqah. (4) Berusaha untuk tidak merugikan orang lain adalah juga bagian dari shadaqah. (5) Yang lebih penting lagi adalah setiap muslim harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

 

Berita Terkait:

Dekan FTI UII, Lepas Pegawai Purna Tugas

Prodi TI segera Siapkan Akreditasi Internasional

bu_budiDekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc melepaskan secara resmi dua tenaga edukatif yang purna tugas, Dra. Hj. Eskar Tri Murti MM dan Ir. Hj. Budi Astuti MT. Hal ini dirangkai dengan acara tasyakuran perolehan akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) Teknik Industri dan akreditasi B untuk Prodi Teknik Kimia  Rangkaian tasyakuran ini diikuti oleh seluruh civitas akademika FTI UII di ruang Auditorium FTI UII pada Selasa (03/12/2013).

 

Seolah dirinya melayang jauh ke belakang, Gumbolo mengisahkan bagaimana bekerja dengan ibu Eskar dan ibu Budi Astuti. Menurutnya beliau berdua memiliki dedikasi yang sangat baik. Oleh karenanya sampai akhir masa mengabdinya di UII beliau selau menjabat di berbagai posisi strategis yang membawa dampak kebaikan khususnya bagi FTI dan UII pada umumnya. Dekan juga berpesan semoga meskipun secara institusi sudah purna tugas, beberapa pemikirannya masih ditunggu untuk FTI. Selanjutnya kepada ibu Eskar karena kesehatannya sedang menurun, Gumbolo mengajak kepada yang hadir untuk berkenan mendo’akannya agar Allah segera memberikan kesembuhan dan mengembalikan kesehatannya. Kepada ibu Eskar dan ibu Budi, atas nama pimpinan fakultas, Gumbolo minta mohon maaf apabila selama bekerjasama ada hal yang tidak berkenan.

 

Sementara salah satu dosen purna tugas yang dilepaskan, Ir. Hj. Budi Astuti MT menyampaikan sambutan perpisahannya dengan tetap bersemangat. “Tidak terasa saya sudah 30 tahun 7 bulan hidup bersama dan di dalam UII, dan menurut istilahnya pak Fatul saya khusnul khotimah”. “Saya ingat pada suatu sore saya membawa surat lamaran kepada pimpinan UII, dan setelah tes ternyata saya diterima”. Budi mengawali sambutan. Selanjutnya diceritakan dengan rinci perjalannya sampai saat ini meskipun hanya sekilas. Rasa syukurnya disampaikan kepada Allah dengan cara beliau tidak mau menceritakan yang jelek meskipun sedikit. Kepada siapa saja yang sudah berkenan kerjasama baik dengannya Budi menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf apabila selama bekerjasama ada hal-hal yang tidak berkenan di hati. Selanjutnya atas nama dirinya sendiri dan ibu Eskar mohon dido’akan semoga tetap mendapatkan ketenangan selama tidak mengabdi di UII. “Mohon kami dido’akan semoga kami mendapatkan ketengan selama sudah tidak lagi mengabdi di sini”. “Lebih dari itu kami mohon silaturahmi kita tetap berlanjut. Itu yang sangat kami inginkan”, pintanya. “Saya juga sudah menanam beberapa pohon di lingkungan FTI UII ini, semoga tidak ‘keterak’ proyek, sehingga tetap hidup. Dan semoga sepeninggal kami FTI UII terus maju dan semakin bagus lagi”. Budi berharap.

harwati-“Alhamdulillah, saat ini Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berhasil mempertahankan akreditasi dengan nilai A untuk lima tahun ke depan”. Hal ini disampaikan Harwati, ST, MT, mewakili Prodi dalam tasyakuran perolehan akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) Teknik Industri dan akreditasi B untuk Prodi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII).  Rangkaian tasyakuran ini diikuti oleh seluruh civitas akademika FTI UII di ruang Auditorium FTI UII pada Selasa (03/12/2013).

 

“Tentunya perolehan ini tidak lepas dari dukungan dan support dari bapak dan ibu yang ada di lingungan FTI UII”.  Dalam kesempatan ini Harwati menyampikan terima kasih kepada semua yang terlibat langsung dengan pengajuan akreditasi ini dari awal hingga akhir. “Terutama kepada bapak dekan pak Gum, dan juga pak wadek, pak Wahyudi yang setia mendampingi”. “Kemudian kepada Divisi-divisi yang membantu penuh menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan”. “Semoga perolehan ini membawa manfaat untuk kita semua, dan semoga nilai A ini tidak membuat kami bangga diri, karena ke depan tentunya semakin banyak tantangan yang harus kami hadapi”, harapnya.

 

Sementara Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dalam menyampaikan sambutan, sembari menceritakan perjalanan menjelang dan proses visitasi re akreditasi, Dekan menyampaikan ucapan selamat kepada kedua Prodi yang sudah menyelesaikan re-akreditasi dengan baik. “Kepada Prodi Teknik Industri mendapat akreditasi A dengan nilai 364, ini nilai yang lumayan berat untuk bisa diperolehnya seperti tahun sebelumnya”. “Sementara untuk Prodi Teknik Kimia memperoleh akreditasi B dengan nilai 329 ini sudah mendekati A sebenarnya”. “Semoga periode yang akan datang mendapat nilai A”, harap dekan. Kepada prodi Teknik Industri Gumbolo berharap segera mempersiapkan diri untuk akreditasi internasional. “Khusus prodi Teknik Industri, kami berharap karena sudah tiga kali mendapatkan akreditasi A, maka segeralah berpikir bukan lagi A dalam negeri tapi A dari luar negeri”. “Nampaknya beberapa pendukungnya juga siap seperti sudah punya dua Profesor, banyak Doktor dan lain sebagainya”, terang Gumbolo.

 

 

Berita Terkait:

Dekan FTI UII, Lepas Pegawai Purna Tugas

Setiap Muslim Harus Bisa Bermanfaat

Kardjono, Kepala Desa Tirtoadi Kecamatan  Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sangat antusias dengan rencana diskusi dalam rangka menjaring permasalahan pelayanan kesehatan yang dapat dibantu dengan Informasi Teknologi, pada tanggal 17 Desember 2013 mendatang.  Hal tersebut disampaikan seusai koordinasi teknis di Balai Desa Tirtoadi (02/12/2013)

 

“Hal ini selain sejalan dengan kebutuhan masyarakat di Desa Tirtoadi juga dapat mendorong percepatan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di bidang kesehatan, yaitu mendukung dua strategi dari tiga strategi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu penguatan kebijakan dan perencanaan terkait penerapan TIK; pengintegrasian sistem-sistem informasi yang ada; dan penguatan sumber daya manusia atau SDM, khususnya tenaga pengelola sistem informasi kesehatan” ujar Kardjono.

 

Kardjono juga menambahkan “Tujuannya adalah terjaringanya permasalahan pelayanan kesehatan yang dapat dibantu dengan IT dan membuat rekomendasi serta penyelesaian permasalahan pelayanan kesehatan dengan bantuan IT. Sedangkan peserta yang diharapkan hadir adalah Bidan Desa dan Tenaga Pengelola Sistem Informasi Kesehatan serta Perangkat Desa terkait”

 

“Kegiatan dengan tema Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Membantu Pelayanan Kesehatan Masyarakat tersebut, merupakan salah satu implementasi dari kerjasama antara Pemerintah Desa Tirtoadi Kecamatan  Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia” tutup Kardjono.

 

Jerri Irgo

fti-outbond-1Dalam upaya menjadikan seluruh pegawai yang ada di lingkungannya kompak dalam menapaki setiap jengkal rangkaian pekerjaan yang menjadi tugas masing-masing, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) selenggarakan outbond pada hari Sabtu (30/11/2013).  Outbond yang melibatkan hampir dua ratus peserta yang terdiri seluruh pegawai yang ada di FTI UII dari tenaga edukatif maupun tenaga kependidikan yang ada mengambil tempat di desa wisata pendidikan, lingkungan dan budaya ‘Dolan Ndeso Boro’ di wilayah Kulon Progo.

 

Rangkaian kegiatan outbond sehari penuh diawali sejak pagi hari pukul 06:00 peserta kumpul di kampus melakukan persiapan seperlunya dan tepat pukul 06:30 dengan 4 bus UII dan beberapa mobil berangkat menuju lokasi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, rombongan mulai berdatangan di lokasi dan selanjutnya dimulailah berbagai permainan yang sudah direncanakan. Permainan yang ada dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu sebelum shalat istirahat dan shalat dhuhur permainan kering yaitu melakukan berbagai permainan yang tidak mengandung air.  Setelah istirahat siang tapatnya pukul 13:00 sampai sore dilakukanlah berbagai permainan basah.  Di kesempatan inilah seluruh peserta wajib basah karena harus ‘nyemplung’ di kolam dan selokan untuk melakukan berbagai permainan yang memang diadakan di dalam air.

 

Salah seorang pemandu, Kisdi sambil kelakar menyampaikan “Di tempat ini bapak-ibu, yang mudah-mudah itu harus dibuat sulit”, pesannya sambil memberi instruksi dalam permainan. Memang demikian adanya setiap permainan yang dilakukan jadi kebalikan dari kenyataan yang sebenarnya. Kalau di lingkungan pekerjaan sehari-hari bagaimana membuat mudah setiap kesulitan yang ada, tidak demikian dalam berbagai permainan dalam outbond.  Namun demikian hal ini mengandung makna dan manfaat yang diharapkan oleh panitia penyelenggara bahwa usai menyelenggarakan outbond akan muncul ide-ide baru yang segar untuk menyatukan sudut pandang sehingga dalam pekerjaan bias fokus, bersatu dalam kebersamaan.

 

Ketua panitia, Ari Sujarwo menyampaikan harapannya baik secara institusi maupun pribadi target yang hendak dicapai dalam kalimat singkat ‘bersatu dalam kebersamaan’ bisa dengan mudah tercapai dengan menyadari dan mengambil pelajaran dalam berbagai permainan yang dilakukan. Hal senada juga disampaikan Wakil Dekan FTI UII, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng sembari menambahkan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang dengan semangat mengikuti kegiatan outbond yang diselenggarakan.  Dalam kesempatan menyampaikan penutupan acara Wahyudi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Bank Mua’amat yang ikut berpartisipasi membantu penyelenggaraan outbond dan berbagai kegiatan di lingkungan FTI UII.

 

Marketing dan perwakilan Bank Muamalat, Agus menyampaikan juga rasa syukur dan terima kasih diberi kesempatan bisa berpartisipan di lingkungan FTI UII. Lebih dari itu melalui Agus, bank Muamalah memberikan doorprize berupa tabungan kepada 2 peserta dan sejumlah lainnya yang nilainya lumayan tinggi.  Doorprize yang jumlahnya lebih dari 10 jenis dari bank Muamalat menambah 55 jenis doorprize yang sudah disiapkan panitia.  Alhamdulillah meskipun badan pegel-pegel namun akhirnya pikiran menjadi tambah segar usai outbond.