Ir Sukirman, MM, Ketua Pelaksana Pemilihan Bakal Calon Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2014-2018, ditingkat Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, menyatakan “Atusiame pemilih di FTI UII berdasarkan data yang ada mencapai 86,55% yaitu terdapat 103 pemilih dari 119 jumlah pemilih yang ada”. Hal tersebut disampaikan saat penutupan kegiatan pemilihan bakal Calon Rektor UII di Hall FTI UII (08/01/2014)
“Terdapat 16 pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, dengan berbagai alasan yaitu terdapat sejumlah 8 pemilih yang sedang mengambil studi lanjut ataupun sedang melakukan riset di Luar Negeri, selanjutnya terdapat 1 pemilih sedang mengikuti Konfrensi Internasional di USA, kemudian terdapat 1 orang pemilih sedang melakukan ibadah umroh” ujar Ir Sukirman, MM
Selain itu, Ir Sukirman, MM juga menambahkan “terdapat 3 orang pemilih yang sakit, 1 orang pemilih sedang tugas terkait akademik di luar Jawa dan terdapat 2 orang pemilih yang tidak memberikan alasan”
“Alhamdulillah, proses Pemilihan Bakal Calon Rektor UII di tingkat FTI UII berjalan sebagaimana harapan kita semua, apalagi dengan dukungan dan atusiasme pemilih FTI UII yang cukup baik” pungkas Ir Sukirman, MM
Jerri Irgo
Berita terkait:
Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) membuka secara resmi sebuah tahapan Pemilihan Bakal Calon Rektor UII periode 2014-2018, dalam sambutannya Ir Gumbolo Hadi Susanto menyampaikan “pada hari ini menjadi momen penting bagi UII pada umumnya dan FTI UII pada khususnya, untuk itu gunakan hak suaranya”. Hal tersebut disampaikan di Hall FTI UII (08/01/2014)
Sesuai jadwal kegiatan dimulai jam 9:00 am namun karena belum memenuhi quorum, maka sesuai tata tertib pemilihan bakal calon rektor uii, di skorsing selama 30 menit.
Berdasarkan hasil perhitungan suara, lima besar suara tertinggi diperoleh oleh Prof Ir Mochamad Teguh MSCE, Ph.D dengan 36 suara atau 34,95%, selanjutnya urutan kedua diperoleh Prof Ir Sarwidi MSCE Ph.D, IP-U, dengan 29 suara atau 28,16% selanjutnya urutan ke tiga diperoleh oleh Nandang Sutrisno, SH, LLM M.Hum, Ph.D dengan memperoleh 14 suara atau 13,59%. Sedangkan urutan selanjutnya diperoleh oleh Prof Drs Hadri Kusuma, MBA, Ph.D dengan 10 suara atau 9,71%, disusul Prof Jawahir Thontowi, SH, Ph.D. dengan memperoleh 5 atau 4,85%.
Selanjutnya urutan ke 6 sampai 8 diperoleh Prof Dr Amir Mualim MIS dengan 4 suara atau 3,88% serta Rudy Syahputra, S.Si, M.Si, Ph.d memperoleh 4 suara atau 3,88% dan terakhir Drs Allwar, M.Sc, Ph.D dengan memperoleh 1 suara atau 0,97%.
Diakhir perhitungan suara, Gumbolo menyampaikan “dari 119 jumlah seluruh pemilih di FTI UII, terdapat 103 orang atau 86, 55% pemilih yang hadir , memilih dan dinyatakan sah. Adapun suara abstain dan suara tidak sah nol” pungkasnya
Jerri Irgo
Berita terkait:
Penghujung tahun 2013, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) kedatangan beberapa rombongan besar tamu dari berbagai sekolah yang ingin melihat dari dekat kehebatan FTI UII. Satu diantara rombongan yang berkunjung adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Asadatul Abadiah Jakarta pada hari Senin (30/12/2013).
Rombongan yang berjumlah 83 siswa itu disambut langsung oleh Ketua Tim Promo FTI UII, Nashrullah Setiawan, ST, M.T. mewakili dekan FTI UII yang tidak bisa hadir karena ada urusan penting lainnya. Karena jumlah mereka yang begitu banyak, rombongan diterima di Ruang Auditorium FTI UII Gedung KH. Mas Mansur Jl. Kaliurang KM 14,5 Sleman Yogyakarta.
Kunjungan SMK Asadatul Abadiah ini bukan untuk yang pertama kalinya, ternyata sudah yang ketiga kalinya. Demikian yang disampaikan ketua rombongan. Antusias para siswa untuk mengetahui FTI UII lebih mendalam terpancar dari wajah mereka yang ceria dalam keseriusan menyimak informasi seputar FTI dan UII yang disampaikan oleh salah satu anggota dari tim promo, M. Bagus Arif. Selain itu mereka juga mengajukan pertanyaan seputar jenjang karir dan prospek kerja setelah lulus dari FTI UII.
Semoga dengan adanya kunjungan ini dapat bermanfaat bagi seluruh siswa maupun siswi SMK Asadatul Abadiah Jakarta juga bagi perkembangan FTI UII
*aya
Usaha peternakan sapi secara berkelompok di desa mitra kerja Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi salah satu kajian dan diskusi akademis dengan menggunakan metode Value Chain di Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) bertempat di Ruang Dekanat FTI UII (29/12/2013).
Hadir sebagai narasumber dalam perspektif praktisi Eko Adi Sidharta dan Djarot Sri Hono, keduanya merupakan parktisi dari lembaga keuangan yang bergerak di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Eko Adi Sidharta merekomendasikan agar ada pakan atau nutrisi tambahan pada sapi di Desa Tirtoadi, diantaranya membuat campuran dari berbagai bahan yang diramu sehingga kandungan nutrisinya mencukupi kebutuhan ternak dan tidak perlu tambahan bahan pakan lain termasuk hijauan kecuali air minum. Pemilihan bahan pakan utama berasal dari jerami ini dikarenakan harganya relatif cukup murah dan mudah didapat.
“Pakan ini untuk proses fermentasinya saja hanya berlangsung kurang dari 2 hari, relatif lebih cepat bila dibandingkan teknologi pembuatan pakan hijauan lainnya yang dapat mencapai 21 hari” ujar Eko.
Menurut dia, selain teknik pembuatannya cukup mudah juga proses fermentasi pakan sapi ini, akan berhasil dengan ditandai aroma yang harum dan tekstur tidak berubah atau masih seperti semula serta tidak timbul jamur.
Jerri Irgo
Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MTI PPs FTI UII) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor Makanan Olahan.
Ir Erlangga Fausa, MCIS, Sekretaris PPs FTI UII, beserta team teknis, telah melakukan evaluasi terhadap produk unggulan makanan olahan, berupa Keripik Bongkol Pisang dan Onde-onde (19/12/2013).
Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan metode Rapid Rural Apraisal (RRA), pada Keripik Bongkol Pisang, skore pada kualitas mencapai 100% , selanjutnya baik pada kemasan, rasa dan haraga mencapai 83%. Sedangkan produk onde-onde, skore pada harga dan kualitas produk mencapai 100% sedangkan kemasan dan rasa mencapai 83%.
Menjadi catatan pada pengembangan produk Keripik adalah agar lebih menarik kalau bisa dibuat dengan variasi warna alami , selanjutnya untuk menghindari remuk, bisa ditambah kemasan dus dan perlu ada variasi rasa serta standar pada ukurannya.
“Kalau memungkinkan cantumkan kandungan gizi atau nutrisi di kemasannya, dan tambahkan tulisan khas yogya”, ujar Ir Ali Parkhan, MT Koordinator Keilmuan MTI UII, yang menjadi salah satu team evaluasi.
Ir Ali Parkhan juga menambahkan “pada produk onde-onde, rasa dibuat beda, jangan sama dengan onde-onde yang biasa, perlu variasi rasa, warna dan ukuran kemasan , serta tambahkan keunikannya”
Dari hasil evaluasi tersebut, tahapan selanjutnya adalah pendampingan berupa kajian mendalam pada proses produksi yang akan dilakukan oleh Team MTI PPs UII dan Prodi Teknik Industri FTI UII yang dimotori oleh Ir Hartomo, M.Sc, Ph.D.
Jerri Irgo
Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyatakan “FTI UII, siap mendukung proses pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, periode 2013 -2017”. Hal tersebut disampaikan saat koordinasi Panitia Penyelenggara Pemilihan Calon Rektor dan Wakil Rektor Tingkat Fakultas, bertempat di Ruang Meeting Program Pascasarjana (PPs) FTI UII (19/12/2013).
Pada waktu bersamaan, Ir Agus Taufiq, M.Sc, Panitia Penyelenggara Tingkat Universitas, menyampaikan “FTI UII mempunyai 7 (tujuh) Bakal Calon Rektor, yaitu Prof Hari Purnomo, Prof Chairul Saleh, Dr Sri Kusumadewi, Dr Imam Djati Widodo, Dr Faisal Rasyid Maddun, Dr Farham HM Saleh dan Dr Paryana Puspa Putra”.
Dalam rapat koordinasi, Ir Sukirman, MM menyampaikan “Pelaksanaan di tingkat FTI UII, diharapkan dapat berjalan sukes, untuk itu perlu dilakukan tahapan-tahapan, dimulai dengan melakukan verifikasi data pemilih dan sosialisasi daftar pemilih sementara (DPS) di panitia tingkat Fakultas”.
“Berdasarkan data sementara di tingkat FTI terdapat sejumlah 81 Dosen dan sejumlah 38 Tenaga Kependidikan yang mempunyai hak pilih” pungkas Ir Sukirman, MM selaku Ketua Panitia Tingkat FTI di akhir rapat koordinasi.
Informasi Selengkapnya : Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII 2014
Jerri Irgo
Sebagai upaya untuk mendorong percepatan penerapan TIK di bidang kesehatan, Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (MI PPs FTI UII), Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Prodi Teknik Informatika FTI UII bekerjasama dengan Pemerinmtah Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memandang perlu mendukung dua strategi dari tiga strategi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu penguatan kebijakan dan perencanaan terkait penerapan TIK; pengintegrasian sistem-sistem informasi yang ada; dan penguatan sumber daya manusia atau SDM, khususnya tenaga pengelola sistem informasi kesehatan” ujar Dr Sri Kusumadewi, S.Si., M.T, Direktur PPs FTI UII, di Balai Desa Tirtoadi (17/12/2013), saat membuka diskusi dalam rangka menjaring permasalahan pelayanan kesehatan yang dapat dibantu dengan Informasi Teknologi (IT).
“Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang pesat dan dimanfaatkan di semua sisi kehidupan, termasuk di bidang kesehatan. Penerapan TIK di bidang kesehatan yang dikenal dengan e-Health merupakan suatu tuntutan organisasi, tidak saja di sektor pemerintah, tetapi juga di sektor swasta, yaitu dalam melaksanakan pelayanan agar lebih berkualitas dan efisien. Bila penerapan TIK di bidang kesehatan berhasil mencapai sasaran, maka pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dipercepat” ujar Dr Sri Kusumadewi.
Penerapan TIK di bidang kesehatan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu penerapan TIK untuk manajemen kesehatan dan penerapan TIK untuk pelayanan kesehatan. Sedangkan untuk pemanfaatan TIK yang menyatu dengan manajemen kesehatan dilakukan melalui sistem pelaporan terpadu, sehingga pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya kesehatan akan lebih tepat. TIK dapat digunakan juga untuk membantu pelaksanaan surveilans epidemiologi penyakit atau pengamatan kejadian penyakit dari hari ke hari, sehingga kejadian luar biasa penyakit dapat secara cepat diantisipasi. Dengan TIK, maka peningkatan gizi buruk, peningkatan kejadian malaria, diare, demam berdarah, dapat terdeteksi lebih dini melalui perangkat TIK yang bergerak (m-Health).
Pemanfaatan TIK untuk pelayanan kesehatan perorangan, baik di rumah sakit, Puskesmas, laboratorium, apotek maupun praktek swasta, secara ideal harus mampu melakukan transfer data pasien secara elektronik. Langkah ini dapat mempercepat layanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
“Kemajuan TIK juga dapat membantu mengatasi masalah langkanya tenaga ahli di daerah dengan menerapkan pengobatan jarak jauh, seperti: tele-medicine, tele-consultation, dan tele-radiology. Saat ini, Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti institusi pendidikan, organisasi profesi, dan pelaku industri telah mengembangkan pengobatan jarak jauh
“Tampak hadir dan terlibat aktif diskusi, selain Kepala Desa beserta perangkatnya juga hadir Bidan Desa dan Kader Kesehatan Desa Tirtoadi. Tujuan dari kegiatan bersama ini adalah terjaringanya permasalahan pelayanan kesehatan yang dapat dibantu dengan IT dan rekomendasi serta penyelesaian permasalahan pelayanan kesehatan dengan bantuan IT” ” pungkas Dr Sri Kusumadewi
Jerri Irgo
Fakultas Teknologi Industri
Gedung KH. Mas Mansyur
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Telepon: +62 274 895287 ext. 4148
Faks: +62 274 895007
Email: fti[at]uii.ac.id
Download




