fti_uii_beasiswa_lg_innotec-1Pemberian beasiswa kepada mahasiswa merupakan salah satu cara untuk mendorong mereka meningkatkan prestasinya di bidang akademis. Seperti dilakukan oleh UII yang menjalin kerjasama dengan PT. LG Innotek Indonesia dalam memberikan beasiswa kepada para mahasiswanya yang berprestasi. Kali ini sebanyak 10 mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri (FTI) memperoleh beasiswa tugas akhir dari PT. LG Innotek. Penyerahan beasiswa berlangsung di Ruang Dekanat FTI UII pada Senin (16/12) yang dihadiri oleh pimpinan UII, perwakilan PT. LG innotek, dan mahasiswa penerima beasiswa.

 

Wakil Rektor III UII, Ir. Bachnas, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan sebaran beasiswa yang disalurkan kepada para mahasiswa UII. “Ada beasiswa yang berasal dari internal UII, namun kita juga tidak menutup peluang beasiswa yang melibatkan pihak luar, seperti yang selama ini kita jalin dengan PT. LG Innotek”, ungkapnya. Ia mengucapkan terimakasih kepada PT. LG innotek atas kepercayaannya dalam menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa UII.

 

Ia juga menjelaskan proses pemberian beasiswa dilakukan lewat prosedur yang baik dan akuntabel di mana proses seleksi berlangsung secara ketat dan kompetitif. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya dinilai dari kecakapan akademisnya semata namun juga keaktifannya dalam berorganisasi di kampus. “Saya pesankan Saudara harus dapat mempertanggungjawabkan beasiswa yang diperoleh. Tunjukkan dengan peningkatan prestasi dan aktifitas organisasi yang positif baik di kampus maupun di masyarakat”, tambahnya.

 

Sementara, Mr. Jang Seung Deuk, General Manager Administration PT. LG Innotek yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa perusahaannya mempunyai komitmen untuk turut membangun pendidikan di Indonesia. Ia menambahkan sejak tahun 2001, kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan di Indonesia terus dijalin, salah satunya dengan UII. “Saya berharap kerjasama antara kita dapat terus berlanjut dan semakin berkembang”, tutupnya.

 

Simak Juga di UII.

Inception (innovation on product design competition), merupakan lomba nasional desain produk yang diadakan oleh Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Inception ini telah diselenggarakan dua kali dengan penanggung jawab dari Laboratorium Sistem Manufaktur Terintegrasi dan HMTI UII..

 

Untuk tema tahun 2013 ini adalah “innovation on product design through green concept”. Sehingga dengan lomba ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan konsep green manufacturing dan green product bagi perusahaan melalui peran mahasiswa dalam mengembangkan desain produk yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, demikian pres releas yang disampaikan penggungjawab program, Sri Indrawati, ST., M.Eng (16/12/2013)

 

Inovasi produk yang dihasilkan oleh peserta harus memiliki karakteristik ramah lingkungan selama siklus hidup produk (product life cycle) yaitu mulai dari bahan baku, proses produksi, proses distribusi dan proses penggunaan produk oleh konsumen sampai akhir umur ekonomisnya. Produk harus dapat menekan dampak terhadap lingkungan sebesar 25%-30% dibanding produk konvensional.

 

Selain itu, produk yang dibuat merupakan produk yang memiliki poin inovasi, keorisinilan, aspek ergonomika, estetika, kemanfaatan produk dan memiliki salah satu prinsip 4r ( reuse, recyle, reduced, replaced) didalamnya.

 

Lomba ini sukses diselenggarakan dengan diikuti oleh 32 tim peserta dari seluruh universitas negeri maupun swasta di indonesia berdasarkan hasil wawancara dengan ketua sc lomba yaitu ori rabowo. Ke-32 tim itu diseleksi menjadi 15 tim untuk tahap final yang diselenggarakan di auditorium FTI UII Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 2013. Masing-masing tim akan dievaluasi oleh 3 juri yaitu: Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT (pakar desain produk dan ergonomi), Riyanto, S.Pd., M.Si.,Ph.D (pakar green manufacturing), Hermanto, ST (pengusaha produk mainan anak).

 

Sumber : Release Inception

 

Jerri

Senang sekali mendapatkan kabar dari Hendrik, ST, M.Eng, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana  Fakultas Teknologi Industri (PPs FTI UII) yang sedang melakukan riset tentang linked open widget, masih terkait dengan linked data di Wina Austria, sangat membakar semangat untuk terus belajar dan meraih beasiswa, khususnya dengan tujuan Eropa, apa lagi saat beliau menyatakan “di Austria, khususnya Wina banyak sekali kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, tapi ya yang pasti sih harus kuasai bahasa Inggris, kalau untuk jenjang S3 Universitasnya menggunakan bahasa Inggris, namun kalau untuk jenjang S1 atau S2 banyak menggunakan bahasa Jerman”. Demikian disampaikan melalui pesan singkatnya (16/12/2013).

 

“Saingan kita, orang Indonesia saat ini adalah temen-teman dari Vietnam, saya malah jarang bertemu orang India, biasanya orang India banyak. Adapun besaran beasiswanya lumayanlah, di Wina umumnya hingga 1.000 euro atau setara sejumlah 16.56. 879,5 rupiah per bulan” jelas Hendrik yang juga sebagai Dosen Teknik Informatika FTI UII ini,

 

Sebagaimana kita ketahui, Wina adalah ibukota dan salah satu dari 9 provinsi di Austria. Selama berabad-abad kota ini berperan sebagai ibukota Kekaisaran Habsburg dan pusat ekonomi Eropa Tengah bagian selatan.

 

Dari berbagai referensi, Wina juga dikenal sebagai kota budaya, merupakan tempat kelahiran dari banyak musisi ternama seperti Schubert, Johann Strauss I, dan Brahms. Sedangkan bagi Mozart dan Beethoven Wina adalah kota dalam meniti karier, puncak hingga menutup mata. Dengan hal tersebut dari kota inilah banyak lahir gubahan-gubahan dan opera terkenal, sehingga dijuluki sebagai “kota musik di barat”. Sekarang Wien masih berperan sebagai kota musik, walaupun sudah dilampaui kota-kota lain di Eropa.

 

Selain itu, arsitektur Wien merefleksikan bentuk-bentuk terbaik dari berbagai zaman, mulai dari periode Gothik, Barok, dan moderen. Konferensi-konferensi diplomatik dunia sering diselenggarakan di Wien. Badan PBB seperti IAEA (International Atomic Energy Agency), UNIDO(United Nations Industrial Development Organization), OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bermarkas besar di VIC: Vienna International City.

 

Merangkum dari berbagai liputan media nasional, secara umum Eropa dianggap menarik karena keberagaman negara, budaya, dan universitasnya serta berupaya terus memperbaiki kualitas lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Uni Eropa mendedikasikan investasi yang besar untuk penelitian dan pendidikan. Uni Eropa berharap para pelajar, termasuk pelajar internasional seperti generasi muda Indonesia, dapat memperoleh manfaat dari investasi tersebut.

 

Saat ini terdapat lebih dari 4.000 institusi pendidikan tinggi ada di Eropa. Sebagian di antaranya tergolong sebagai universitas terkemuka dunia dan menawarkan fasilitas mutakhir dan peluang penelitian yang besar. Selain itu banyak universitas di Eropa yang menawarkan biaya pendidikan yang lebih murah dibandingkan universitas-universitas di negara-negara lain, terlebih dengan adanya banyak tawaran beasiswa sehingga seharusnya para pelajar yang berminat untuk sekolah di Eropa agar tidak perlu takut.

 

Ayoo kita ambil tantangan Hendrik !!

 

Jerri Irgo

Ketersediaan secara berkelanjutan untuk kebutuhan bahan baku yang ideal dan alat bantu berupa tersedianya mesin mengupas/pengurai sabut kepala, masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di Dusun Rajek Kidul, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan tempat penghasil kerajinan yang terbuat dari sabut kelapa dengan produk yang dihasilkan adalah sapu dan keset.

 

“Usaha Kerajian sabut kelapa itu sendiri sebenarnya adalah sabut kelapa yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi sabut kelapa dan keset. Dalam kurun setahun terakhir ini, trend permintaannya sangat prospek, selalu bertambah sehingga menarik Pemerintah Desa Tirtoadi melakukan kerjasama dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) untuk mengoptimalkan produk yang berkualitas” ujar Kardjono Kepala Desa Tirtoadi.

 

Menariknya, para pengrajin sabut kelapa dan keset ini, kebayakan oleh ibu-ibu dan untuk proses pembuatan setengah jadi oleh bapak-bapak. dengan kerajinan sabut kelapa para pengrajin ini dapat menghasilkan beberapa produksi seperti kerajinan sapu, keset dan sisa hasil produksi dibuat menjadi tali. Pengrajin ini bekerja setelah melakukan pekerjaan utamanya, sehingga waktu produksinya biasanya dari petang hingga larut malam dan dikerjakan di rumah masing-masing dan paginya disetorkan ke kelompok.

 

Atas rekomendasi  Diskusi Optimalisasi Potensi Ekonomi Unggulan Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bertempat di Dusun Jetis Desa Tirtoadi (14/12), Team Surveyor Potensi Desa dari Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri dan PD Bank Pasar Kulon Progo didampingi Kepala Desa Tirtoadi, sempat melakukan kunjungan ke Dusun Rajek Kidul, dimana sebagian besar penduduknya mampu membuat kerajinan dari sabut kelapa.

 

Jerri Irgo

Keripik Bongkol Pisang dan Abon Kluwi, menjadi salah satu produk unggulan makanan olahan dari Desa Tirtoadi. Hal tersebut menjadi salah satu rumus saat dilakukan Diskusi Optimalisasi Potensi Ekonomi Unggulan Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bertempat di Dusun Jetis Desa Tirtoadi (14/12).

 

“Kripik bonggol pisang rasanya lebih lezat dibandingkan kripik yang selama ini dikenal masyarakat seperti kripik ketela pohon” ujar Kardjono, Kepala Desa Tirtoadi. “Kripik berbahan baku bonggol pisang, memiliki kandungan protein dan vitamin lebih tinggi dibanding kripik ketela pohon” tambahnya.

 

Kardjono juga menyampaikan “Selain itu, Abon dari kluwih juga sangat nikmat tidak kalah dari abon daging sapi.Bahannya mudah di dapat,kaya serat dan tidak mengandung kolesterol tinggi sehingga lebih menyehatkan” ujarnya sedikit berpromosi

 

Apalagi  menurutnya, “kripik ataupun abon yang dapat menjadi pelengkap sajian ini, bahan bakunya mudah diperoleh di desa Tirtoadi dengan produk tanaman pisang dan buah kluwih yang berlimpah”.

 

Hadir pada diskusi tersebut selain Perangkat Desa Tirtoadi juga Ir Erlangga Fausa MCIS, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) dan Ir Hartomo, M.Sc, Ph.D Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII serta Jerri Irgo LO/Marketing PPs FTI UII, juga tampak Eko Adi Sidharta, PD BPR Bank Pasar Kulon Progo serta Yoelita Utama Praktisi Comdev

 

“Masyarakat dan Pemerintah Desa sangat berharap, adanya pendampingan pengembangan teknis dari akademis yaitu FTI UII” pungkas Kardjono

 

Jerri Irgo

fti_uii-lowongan-GrowJob_A3_BASF_Final

 

Download Poster

 

Saudara kurang jelas, dapat langsung kontak di bawah ini:

 

Endro Puspo Wiroko (Human Resources)
PT BASF Indonesia

Phone: +62 21 29886000 ext 6107 Mobile: +62 8118304280 Fax: +62 21 29885930 E-Mail: [email protected]
Postal Address: DBS Bank Tower 27th Floor,

fti_uii_tanyaburi_OumThanyaburi-FTI UII.  Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) yang tengah melaksanakan join degree program di Thailand kembali menceritakan kegiatannya selama menempuh studi di Negeri Gajah Putih. Kali ini bersama dengan mahasiswa-mahasiswi se-Indonesia dan Internasional, mereka diundang untuk ikut menyemarakkan acara pembukaan Bua Namnguen Games 23rd di Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Acara tersebut berlangsung pada 9 Desember 2013 bertempat di Main Stadium RMUTT.

 

Delapan orang mahasiswa FTI UII, yaitu Yoski (Teknik Kimia), Ahmad Satria Budiman (Teknik Kimia), Arwani Luthfia Qurataayuni (Teknik Industri), Disa Ayu Maharani (Teknik Industri), Rizka Pricillia Fitriana Restu Putri (Teknik Industri), Achmad Maulidin (Teknik Industri), Arman Hifni Ramadhan (Teknik Industri), dan Irfan Hanafi (Teknik Industri) bergabung bersama tiga orang mahasiswa STIE Mandala Jember dan sepuluh orang mahasiswa-mahasiswi dari UBHARA Surabaya. Mereka juga bergabung bersama rekan-rekan pelajar dari Jerman, Austria, China, Kamboja, dan Vietnam. Acara pembukaan berlangsung meriah sejak sore hingga malam hari. Berbagai kreasi budaya diparadekan mengelilingi stadium, seperti marching band, pakaian adat, cerita rakyat, seni tari, serta pertunjukan dari setiap fakultas. Untuk para pelajar internasional, termasuk mahasiswa-mahasiswi FTI UII, mereka melambaikan bendera negara kepada para hadirin sembari berjalan mengelilingi stadium. Acara berakhir dengan nyala kembang api sebagai pertanda dimulainya Bua Namnguen Games 23rd.

 

Mereka dengan penuh semangat mengikuti acara ini. Semoga pengalaman baik ini benar-benar memotivasi untuk bisa menjadi lebih baik untuk dirinya dan FTI UII di hari-hari mendatang.

 

 

Satria Budiman

 

Berita Terkait:

Mahasiswa FTI UII Bersama Wuttichai Chuchaiwuttipong

fti_uii_tanyaburi_OThanyaburi-FTI UII. Delapan orang mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), yaitu Yoski (TK), Ahmad Satria Budiman (TK), Arwani Luthfia Qurataayuni (TI), Disa Ayu Maharani (TI), Rizka Pricillia Fitriana Restu Putri (TI), Achmad Maulidin (TI), Arman Hifni Ramadhan (TI), dan Irfan Hanafi (TI) bersama dengan mahasiswa-mahasiswi se-Indonesia dan Internasional, mereka diundang untuk ikut menyemarakkan acara pembukaan Bua Namnguen Games 23rd di Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Acara tersebut berlangsung pada 9 Desember 2013 bertempat di Main Stadium RMUTT.

 

Ditemui di sela-sela acara, Wuttichai Chuchaiwuttipong selaku mahasiswa Thailand yang menjadi student guide bagi mahasiswa-mahasiswi FTI UII menjelaskan bahwa acara Bua Namnguen Games 23rd merupakan ajang kompetisi olahraga yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Mahasiwa Faculty of Liberal Arts RMUTT yang akrab disapa O ini menuturkan bahwa penjuaraan kompetisi dilakukan secara unik menggunakan sistem perolehan medali, baik emas, perak, maupun perunggu. “Kata ‘bua namnguen’ diartikan bunga teratai, simbol semangat muda mahasiswa-mahasiswi RMUTT untuk berkompetisi secara positif,” lanjut O.

 

Ditemui usai acara, Natcha Changamporn selaku mahasiswi Thailand yang juga menjadi student guide menambahkan bahwa tahun 2013 adalah tahun ke-23 penyelenggaraan acara. Kompetisi sendiri akan berlangsung selama sepekan. Mahasiwi Faculty of Liberal Arts RMUTT yang akrab disapa Oum ini lalu mengatakan bahwa dengan diundangnya mahasiswa-mahasiswi internasional untuk turut berpartisipasi, bermakna bahwa Thailand, dalam hal ini RMUTT, siap menjalin kerja sama dan persahabatan dengan teman-teman lintas negara. “Termasuk dengan Indonesia, nice to meet you all,” tutup Oum.

 

Satria Budiman

 

Berita Terkait:

Opening Bua Namnguen Games 23rd RMUTT Thailand

fti_uii_jurnal_mak“Tentang Prambanan Techno Park (PTP) sudah dimulai di sebidang tanah seluas 8 hektar, sekarang dalam proses mempersiapkan bibit-bibit yang akan kami tanam. Kami juga berharap melalui kerjasama dengan UII dan UGM bisa muncul bibit-bibit yang selama ini mungkin saja ada tetapi tidak ada yang ngurus …” demikian satu paragraf yang disalin oleh Teguh Sri Pambudi dari surat yang ditulis Buntoro, Direktur Utama PT Mega Andalan kalasan (MAK), dalam bukunya Never Ending Journey.

 

Buku yang diberikan sebagai cindera mata kepada Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) saat melakukan kunjungan industri ke PT MAK oleh Samrat SE, MM, Direktur HR, “kisah perjalanan seorang entrepreneur” demikian tertulis dihalaman depannya.

 

Buntoro, selaku Direktur Utama menjadi tokoh utama dalam buku tersebut. Jatuh bangun dalam merintis sebuah usaha adalah hal biasa. Yang kerapkali hilang dari mereka yang tereliminasi sebagai wirausahaan adalah inti spirit terus melangkah dan berinovasi dalam kondisi apapun, baik saat berjaya maupun sewaktu bisnisnya didera cobaan.

 

Sepintas membaca buku ini, spirit kewirausahaan akan digedor, juga di gugah dalam hal, menyingkirkan ketakukan-ketakukan atau mitos-mitos di seputar merintis sebuah usaha. Termasuk menyingkirkan paradigma lama bahwa bisnis mesti selalu membutuhkan banyak modal. Menelaah buku ini jugha akan menyingkirkan ketakukan bahwa kejenuhan atau kegagalan adalah sebuah kiamat.

 

“Perjalanan Buntoro dan PT MAK, dalam buku ini sangat memberikan inspirasi mahasiswa dan semoga dapat mengambil manfaat dari buku ini” pungkas Erlangga

 

Jerri Irgo

Ir Erlangga Fausa, MCIS, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta menyatakan “terimakasih kepada PT Mega Andalan Kalasan (PT MAK) atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai proses bisnis di perusahaan manufaktur”. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan industri sejumlah 22 (dua puluh dua) mahasiswa PPs FTI UII ke PT MAK yang berlokasi di Jalan Tanjung Tirto No 34, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (09/12/2013).

 

Rombongan mahasiswa PPs FTI UII yang juga didampingi oleh Dhatik Safitri, SE Admisi Magister Teknik Informatika PPs FTI UII dan Jerri Irgo Liaison Officer / Marketing Representative PPs FTI UII diterima langsung oleh Samrat, SE, MM Direktur HR didampingi Gunawan Liaison Officer PT MAK.

 

Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan oleh Samrat, SE, MM, mengenai PT Mega Andalan Kalasan sebagai sebuah perusahaan swasta yang berdiri sejak tahun 1988 dan bergerak di industri perlengkapan rumah sakit. Dijelaskan pula secara singkat mengenai visi misi perusahaan, penerapan business model canvas, area pemasaran dan posisi perusahaan dalam industri serupa baik di Indonesia maupun Asia.

 

Selanjutnya rombongan mengunjungi pabrik dan melihat secara langsung proses produksi peralatan rumah sakit seperti tempat tidur, meja operasi dan furnitur rumah sakit. Sesi diskusi berlangsung tidak hanya di dlam ruangan, akan tetpi juga dilakukan pada saat kunjungan di pabrik.

 

“Mahasiswa diharapkan dapat mengambil manfaat sebanyak mungkin dari kegiatan kunjungan ini, tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis namun juga memperluas jejaring dengan industri dalam rangka pengembangan karir” ujar Erlangga di saat pamitan

 

Jerri Irgo