agus_taufiqFakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sukses menggelar sarasehan dengan Tema ‘Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan bagi Penerima Beasiswa Unggulan’. Sarasehan berlangsung selama dua hari tanggal 6-7 Juli 2013, bertempat di ruang Melati, Hotel Cakra Kusuma Jl Kaliurang No 25 Km 5,2 Yogyakarta.

 

Dalam kesempatan sambutan sebagai ketua panitia, Ir. Agus Taufiq, MT menyampaikan tujuan dari sarasehan yang diselenggarakan selama dua hari ini.  Menurut Agus yang utama dan utama adalah mensukseskan Visi dan Misi pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Beberapa yang disebutkan Agus antara lain bahwa mahasiswa penerima beasiswa unggulan harus memiliki visi yang jelas. “Mahasiswa penerima unggulan harus memiliki visi menjadi mahasiswa Indonesia Cerdas dan Kompetitif”, terangnya.

 

Adapun berbagai langkah untuk mencapai visi tersebut dituangkan dalam misi meningkatkan kualitas keimanan-ketaqwaan dan moral mahasiswa, mengembangkan kapabilitas intelektual mahasiswa, mengembangkan mahasiswa untuk berpikir kritis, santun, bermoral yang berlandaskan pada kaidah hukum dan norma akademik, menanamkan rasa nasionalisme yang konstruktif sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menumbuhkembangkan kualitas dan semangat kewirausahaan, mengembangkan idealisme dan suasana demokratis dalam kehidupan kemahasiswaan, meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa, dan meningkatkan kualitas lembaga kemahasiswaan dengan berorientasi pada profesionalisme.

 

Kepada pemberi beasiswa unggulan yang saat itu diwakili Musa Yosep, S.Ip, M.Ak, Agus menyampaikan laporan bahwa jumlah mahasiswa yang mengikuti acara sarasehan ini 96 mahasiswa terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa unggulan, beasiswa santri unggulan dan beberapa penerima beasiswa dari yang lainnya. “Seluruh mahasiswa penerima beasiswa di FTI UII harus memiliki karakter. Untuk itulah acara ini dilakukan”, lapornya.  Selanjutnya kepada para mahasiswa penerima beasiswa Agus berharap “Saudara harus bisa memberikan atau menunjukkan prestasi lebih dibandingkan dengan teman-teman Saudara yang tidak menerima beasiswa”. “Inilah tantangan dan kesempatan yang harus Saudara hadapi. Sebagai penerima beasiswa, Anda harus memiliki karakter”, tekan Agus.

Alvin Sahroni, ST.,M.Eng Dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (TE FTI UII) telah meluncurkan produk penelitainnya berupa “Tong sampah pintar ergonomis. Produk Go Green yang menggunakan kemampuan lokal dan bertujuan mengajak mencintai kebersihan lingkungan. Sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan solusi permasalahan sosial di Indonesia”. Disampaikan dalam releasenya (8/07)

 

“Tong Sampah pintar ergonomis adalah tong sampah yang di intervensikan dengan sentuhan teknologi otomatisasi dan dengan mempertimbangkan faktor ergonomis yang bertujuan agar membuang tong sampah dapat lebih nyaman tanpa harus menyentuh tutup tong sampah serta dapat menyesuaikan tinggi orang yang membuang sampah sehingga tidak harus membungkuk dan aman bagi tubuh” ungkap Alvin.

 

“Hal ini menjadi penting bagi masyarakat dikarenakan masalah sampah adalah isu yang hingga saat ini mengancam bangsa indonesia. Pengolahan yang belum terintegrasi, ditambah kesadaran yang masih kurang, mengakibatkan sampah menjadi suatu hal yang masih berat untuk diselesaikan di Indonesia. Tujuan mulia dari produk ini lebih kearah menumbuhkembangkan kesadaran bagi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan desain dan sistem yang menarik, harapannya dapat menarik perhatian masyarakat untuk menggunakan tong sampah ini” lanjutnya

 

Menurut Alvin “Alat ini ditujukan di tempat – tempat umum, seperti tempat pariwisata, tempat bermain, sekolah/universitas, tempat kerja,dan public services dikarenakan tempat-tempat tersebut sebagai lahan yang aktivitas membuang sampahnya sangat tinggi. Dengan frekuensi dan aktivitas sampah yang tinggi, ini menjadi lahan yang tepat untuk menerapkan teknologi tong sampah pintar ergonomis, agar sampah dapat dikelola dengan baik oleh pihak yang terkait”.

 

Tong sampah pintar adalah hasil penelitian dosen dan mahasiswa di fakultas teknologi industri yang mengkolaborasikan bidang keilmuan teknik elektro dan teknik industri. Awalnya program ini diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa pada tahun 2011 dan mendapatkan hibah dari DIKTI dan kemudian dikembangkan kembali untuk menjadi produk jadi dan telah berhasil mendapatkan HIBAH kembali dari DIKTI pada tahun 2013 untuk dapat disebarluaskan penjualannya menjadi produk universitas berbasis penelitian.

 

“Cara kerja sistem ini yaitu, jika ada seseorang yang ingin membuang sampah, maka sensor elektronis mendeteksi dan kemudian memproses sesuai dengan algoritma yang telah ditanamkan pada CPU yang terintegrasi untuk dapat menyesuikan teinggi badan menggunakan aktuasi motor yang tertanam dalam tong sampah. setelah itu sensor akan mendeteksi tangan yang membuang sampah agar tutup tong sampah dapat terbuka. Setelah sampah dibuang, dan tangan yang membuang sampah sudah tidak dekat tutup tong sampah, maka CPU akan mengunstruksikan untuk menutup tutup tong sampah dan menurunkan posisi tong sampah ke posisi semula” ujar Alvin diakhir wawancara.

 

Jerri Irgo

Dr. Sri Kusumadewi, S.Si. MT. Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menyampaikan “Permasalahan penerimaan teknologi informasi sebagai alat bantu layanan medis di Indonesia dirasa masih relatif kompleks. Beberapa kendala yang muncul antara lain minimnya sumber daya manusia sebagai operator, infrastruktur, aliran kerja yang dimungkinkan akan berubah, regulasi dari pemerintah dan yang tidak kalah penting adalah faktor budaya”. Hal tersebut disampaikan saat orasi ilmiah Wisuda X STIMIK – DCI di Tasikmalaya Jawa Barat (06/07) .

 

Dosen konsentrasi Informatika Medis Magister Teknik Informatika PPs FTI UII ini juga menyampaikan “Pada saat ini, kami sedang melakukan penelitian terkait dengan penerimaan teknologi informasi bagi tenaga medis (dokter). Kami mengumpulkan data dari beberapa dokter yang ada di Sleman DIY. Hasil sementara pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat penerimaan mereka terhadap aplikasi teknologi informasi di bidang medis cukup tinggi yaitu sebesar 78%”.

 

“Tidak seperti di negara maju, SPKK di negara berkembang belum menunjukkan peranan yang cukup berarti. Studi yang dilakukan oleh Sambasivan et.al (2012), menunjukkan bahwa resistensi penggunaan SPKK di negara-negara berkembang lebih tinggi dibanding dingan resistensi penggunaan SPKK di negara-negara maju” ujar Dr Sri Kusumadewi diakhir orasi ilmiahnya

 

Jerri Irgo

 

lembaga_mhs_ftiSidang Umum XXXIV Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (SU XXXIV DPM FTI UII) berakhir pada Ahad, 7 Juli 2013. Agenda yang dilaksanakan di auditorium FTI UII ini telah dimulai pada Selasa, 25 juni 2013, terhitung berlangsung selama 12 hari. Menetapkan Pimpinan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (DPM FTI UII) yang terdiri dari Ketua, Sekretaris Jenderal, Ketua Komisi 1, Ketua Komisi 2 dan ketua Komisi 3, serta menetapkan Delegatoris DPM FTI UII (Ketua Umum LEM FTI UII).

 

Peserta dalam sidang umum ini adalah para legislatif terpilih yang berjumlah 9 orang. Peninjau yaitu pengurus LEM (fungsionaris LEM, HMJ, UKM) demisioner. Jumlah hadirin terbanyak ialah ketika pemilihan Pimpinan DPM FTI UII dan Ketua Umum LEM FTI UII. Mekanisme pemilihan dilakukan dengan voting, masing-masing dengan voting tertutup dan voting terbuka. Dari SU XXXIV DPM FTI UII Diperoleh nama-nama beserta amanah sebagai berikut.  Ketua Ahad Jabbar Syaifullah (TI 10, Sekretaris Jenderal Siti Masruroh (TF 10), Ketua Komisi 1 M. Rizky F. Sangadji (TK 10), Anggota Ricky Rodian Al Imron (TM 11), Ketua Komisi 2 Luas Dzatzali (TI 10), Anggota Muhammad Ramdan (TI 10), Ketua Komisi 3 Tarlim (TK 11), Anggota Asmawi Asgar (TI 10), Delegatoris (Ketua Umum LEM) Ahada Ramadhana (TK 10)

 

Aspirasi mengenai kelembagaan maupun kampus dapat disampaikan melalui nama-nama DPM FTI UII di atas. Sedangkan open recrutment fungsionaris LEM FTI UII akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Roadshow Marketing Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) adalah untuk memperkenalkan secara langsung Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Informatika kepada Alumni UII khususnya dan anggota Kadin serta masyarakat Bengkulu pada umumnya yang ingin melanjutkan pendidikan lanjut Srata S-2 di PPs FTI UII.

Acara diskusi secara kekeluargaan digelar pada tanggal 3 dan 4 Juli 2013 dengan melakukan silaturahmi ke tokoh2 alumni UII, hal ini merupakan inisiasi dan disupport penuh oleh Zulkarnain Thaib SH, alumni UII yang saat ini menjabat ketua Komisi II DPRD Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu.

“Dengan roadshow marketing ini, diharapkan informasi tentang PPs FTI UII semakin dekat dan terkini, serta diharapkan hal ini, dapat menjadi konsep bola salju yang akan terus bergulir dari kecil semakin besar dan langsung tersampaikan ke kelompok sasaran ataupun rekomendator” ujar Zulkarnain menutup wawancara

Jerri Irgo

lomba_mhqFakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) bersyukur telah sukses menyelenggarakan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dan lomba mengumandangkan Adzan. Lomba MHQ diikuti sebanyak 73 mahasiswa dan lomba Adzan diikiti sebanyak 37 mahasiswa, yang kesemuanya adalah mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan (BU) dan Beasiswa Santri Unggulan (BSU). Lomba diselenggarakan dalam waktu dua hari tanggal 1 – 2 Juli 2013 bertempat di lingkungan Gedung KH. Mas Mansur komplek FTI UII.

 

Dalam mengikuti MHQ, mahasiswa dituntut untuk dapat menghafal Al-Qur’an dengan bacaan tartil/murottal.  Bacaan Al-Qur’an harus mengandung nilai ilmu baca (tajwid), seni (lagu dan suara), dan etika membaca dengan benar.  Ketua dewan juri, Drs. Jamroni, M.Si menuturkan bahwa “Peserta lomba harus memiliki kualitas hafalan, mengerti ilmu tajwid, suara dan lagunya merdu, juga mengerti adab dalam membaca Al-Qur’an”.  Adapun bacaan yang mesti dihafalkan antara lain diambil dari Al-Qur’an minimal 2 juz terdiri dari juz 1 dan juz 30.

 

Dalam kesempatan menyampaikan arahan dalam acara koordinasi tim, dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menyampaikan bahwa pendidikan tidak cukup hanya dengan mengedepankan unsur akademik saja tetapi harus ada unsur lain yang diunggulkan. “Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi. Untuk itulah lomba hafal qur’an dan lomba mengumandangkan adzan ini diselenggarakan.” terangnya.

 

FTI UII memiliki keinginan untuk menggali lebih dalam terhadap para mahasiswa yang menerima BU maupun BSU. Sehingga para penerima beasiswa tersebut harus benar-benar unggul. Bahwa kecerdasan pada setiap individu yang terdiri dari kecerdasan linguistik yang didominasi oleh otak kanan dan kecedasan matematik logik yang didominasi oleh otak kiri, keduanya harus dilatih untuk mendapatkan potensi maksimal. Berpijak pada hal tersebut, dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin global ini, dunia pendidikan dituntut untuk selalu aktif dalam meningkatkan kompetensinya dalam mencapai mutu bidang pendidikan terutama bagi mahasiswa penerima BU dan BSU di beberapa universitas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha yang ditempuh antara lain dengan membekali mahasiswa penerima beasiswa dengan berbagai kegiatan.

 

Potensi dibidang akademik saja sebenarnya dapat mengantarkan peserta didik berhasil memasuki dunia kerja, namun mengahadapi kehidupan nyata mereka tidak akan siap karena kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan mengelola dirinya.

Muhammad_ikhsanul_AzizMusyawarah Besar Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan Centre of Islamic Engineers (Mubes UKMK CENTRIS) FTI UII ditutup pada Sabtu (29/6). Mubes ini dilaksanakan di ruang 3.13 FTI UII, berlangsung selama lima hari, 21-23 Juni 2013 kemudian dilanjutkan pada 28-29 Juni 2013. Rangkaian agendanya adalah pembahasan Tata Tertib Sidang, Laporan Pertanggungjawaban, Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga, Garis Besar Haluan Organisasi, serta rangkaian terakhir adalah pemilihan Ketua. Dari Mubes ini diperoleh kesepakatan bersama menetapkan saudara Muhammad Ikhsanul Aziz (Teknik Industri 2011) untuk memikul amanah sebagai  Ketua Centris FTI UII.

 

Dalam penyampaian sambutan  pertamanya pasca terpilih, Ikhsan menyampaikan agar kita semua bersatu padu kedalam satu wadah yakni CENTRIS FTI UII, dimana semuanya terikat dalam ikatan ukhuwah islam. Jalannya roda dakwah yang ada perlu dukungan diantara internal centris sendiri. Para pengurus nantinya yang terpilih harus selalu siap menerima setiap amanah yang diberikan dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Keterpaduan gerak dan pentingnya koordinasi diantara pengurus harus menjadi prioritas utama untuk menjalankan program selanjutnya. Selain itu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak demi berjalannya setiap agenda dakwah yang dilakukan kepengurusan baru. Alumni, Dosen, Dewan Pengawas Organisasi (DPO), mahasiswa FTI dan stakeholder lainnya juga diharapkan selalu memberikan saran yang membangun bagi CENTRIS  saat ini.

 

Muhammad Ulil Albab

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) digandeng Konsultan Keuangan Mitra Bank Daerah Istimewa Yogyakarta (KKMB DIY) mendapatkan kesempatan mempromosikan keunggulan Program Studi S1 dan S2 nya di Pameran Wirausaha Baru Bank Indonesia 2013 di Gedung Heritage Bank Indonesia Yogyakarta pada hari Jum’at dan Sabtu (28-29/6).

 

Pameran yang berlangsung serentak di tiga kota besar, yaitu Yogyakarta, Bandung dan Cirebon ini, merupakan Pameran yang memperkenalkan dan memasarkan wirausaha muda baru ini dengan berbagai produk kreatifnya, juga membuka wawasan ‘entrepreneurship’, merubah mindset masyarakat dan menyebarkan virus wirausaha.

 

Pameran  secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dr Halim Alamsyah, SH, SE, MA dihadiri oleh pejabat Bank Indonesia, pejabat pemerintah propinsi, asosiasi dan perwakilan dari masyarakat.  Pameran digelar 28 Juni – 2 Juli 2013 ini akan menampilkan 40 stand yang terdiri dari produk2 kerajinan, produk pertanian terpadu dan juga kuliner.

 

Dr Halim Alamsyah mengatakan selama ini UMKM merupakan sektor industri kecil yang justru mampu menghadapi krisis dan semakin berkembang dengan ide kreatif dan inovasinya. Guna menjembatani para pelaku usaha yang dianggap sukses dengan calon wirausaha muda maka BI memfasilitasi dalam mengembangkan UMKM tersebut.

 

“Guna menjamin stabilitas perekonomian yang diikuti pertumbuhan ekonomi yang merata khususnya sektor UMKM, BI membuat program ini guna menciptakan wirausaha baru. Tentunya hal ini juga dibantu pengusaha-pengusaha yang sudah berhasil guna menyebarkan virus wirausaha kepada generasi muda,” tutur Dr Halim Alamsyah usai membuka Pameran Wirausaha Baru BI, Jumat (28/6).

 

Jerri Irgo

tf-baksos-1Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) meluapkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong, dan rasa saling peduli kepada orang lain yang membutuhkan uluran tangan melalui program Bakti Sosial.  Selama seharian penuh pada (2/6/2013) pimpinan dan staf Prodi menyatu dengan rumah yatim Wiwin Muslimah di obyek wisata kebun binatang Gembira Loka.

 

Di hadapan pimpinan dan anak-anak yatim Wiwin Muslimah, ketua Prodi Teknik Informatika FTI UII, Yudi Prayudi S.Si., M.Kom dalam kesempatan menyampaikan sambutan dalam acara ramah tamah, menyampaikan maksud dari penyelenggaraan bakti sosial antara lain untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai sarana aktualisasi diri untuk membantu sesama. Selain itu, dimaksudkan juga untuk memberikan motivasi kepada keluarga Prodi Teknik Informatika FTI UII tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan emosional. Yang lebih penting lagi menurut Yudi, dengan bakti sosial yang diselenggarakan untuk mempererat hubungan antara keluarga Teknik Informatika dengan masyarakat. “Kami, keluarga besar Prodi Teknik Informatika FTI UII ingin menyatu dengan masyarakat termasuk keluarga panti ini terus dipererat”, tekannya.

 

Selanjutnya, dalam acara bakti sosial disampaikan tausiah dan motivasi oleh ustadz Kustriyanto. Dalam penyampaian materi yang sesekali diselingi humor yang renyah, ustadz mampu membuat yang hadir bisa ketawa gembira, seolah tidak ada beban dalam dirinya. Usainya tausiah dilantunkan do’a bersama, memohon kehadirat Illahi Robbi, agar segala hajat baik baik hajat yang sudah diikrarkan maupun yang masih tersembunyi di dalam sanubari masing-masing segera dikabulkan oleh Allah.  Usainya rangkaian acara dilanjutkan pemberian perlengkapan alat tulis dan santunan kepada anak-anak panti asuhan.  Selanjutnya hingga sore hari tiba pimpinan dan staf prodi Teknik Indormatika FTI UII beserta pengelola dan anak-anak panti seolah menyatu dalam suasana gembira di Gembira Loka.

kamariah-ratnaGuru BK apakah sama dengan ‘Coach’? Teks sederhana ini berbuntut menjadi pembicaraan panjang mengawali kegiatan Workshop yang berlangsung di ruang Auditorium FTI UII pada Kamis (20/6/2013) diikuti oleh 40 guru BK di Yogyakarta dan sekitarnya. Narasumber, Ratna Syifa’a Rahmahana S.Psi., M.Si sengaja memancing para guru BK untuk mengeluarkan uneg-uneg yang dirasakan selama menjadi guru BK di sekolah masing-masing.

 

“Coach adalah pelatih dalam dunia olah raga. Apakah sama antara guru BK dengan pelatih?” tanya Ratna.  Salah satu guru BK dari MAN I Yogyakarta, Drs. Khamdan Jauhari merasa terusik dengan kalimat tersebut dan spontan menanggapi. Menurutnya bahwa antara guru BK dengan coach itu beda. Kalau guru BK di dalamnya ada konseling yang melibatkan perasaan yang akan menentukan ‘keberhasilan’ siswa di kemudian hari. Sementara menurut Khamdan, kalau pelatih sekedar memberikan pelatihan yang sifatnya lahiriah semata. “Ada unsur psikis berat yang diemban guru BK”, takannya.

 

Selanjutnya bergantian para guru BK menyampaikan pendapatnya terkait pertanyaan tersebut. Dari diskusi awal ini, Ratna menyampaikan bahwa saat ini keberadaan guru BK sudah benar diperhitungkan tidak sebagaimana tahun-tahun yang telah lalu. Dulu, guru BK selalu berdiri di depan sekolah, mengawasi pakaian anak didik, kalau ada yang tidak sesuai langsung dihukum. Guru BK seolah menjadi polisi sekolah. “Sekarang, guru BK bukan sebagai polisi sekolah lagi”, jelas Ratna.

 

Untuk itulah dalam kesempatan workshop tersebut, Ratna menyampaikan bekal untuk menambah wawasan guru BK yang hadir. Guru BK harus senantiasa observasi dan reflesksi diri, memonitor reaksi, emosi dan perilaku diri. Selanjutnya sebagai guru BK juga harus realistik melihat kekuatan dan kelemahan diri dan harus mampu menerima kritik tanpa harus membela diri. Lebih lanjut masih menurut Ratna dalam mengarungi kehidupan sehari-hari sebagai guru BK harus mendasarkan pada nilai-nilai dan keyakinan, mampu memotivasi siswa melalui nilai, mimpi dan aspirasi siswa.  Selain itu guru BK jangan ketinggalan ‘role model’. “Kalau siswanya bermain facebook, guru BK juga harus bisa bermain facebook. Kalau siswa twiteran, guru bk mesti mengimbangi siswa dengan twiteran juga”, jelas Ratna sambil berkelakar. “Yang jelas, sebagai guru BK harus selalu ada waktu untuk memahami orang lain secara pribadi”, tutup Ratna.