Solo, (UII News).  “Seorang Profesional Teknik Industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Posisi seorang Profesional Teknik Industri yang umum adalah Project Manager, Product Engineer, Process Engineer, Logistic And Inventory Control, Quality Control, Quality Assesement dan Team Designer”.

 

Hal tersebut disampaikan Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) selaku Narasumber pada kegiatan RoadShow Magister Teknik Industri (MTI) Program Pascasarjana (PPs) FTI UII berkerjasama dengan Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Surakarta (Prodi TI FTUMS) yang dikemas dalam kegiatan “Diskusi dan Dialog Tantangan Profesional Teknik Industri di MEA” (18 Safar 1437 H / 1 Desember 2015).

Bertempat di Gedung Fakultas Teknik (FT) UMS Surakarta, tampak dihadir dari FT UMS,  Hafidh Munawir, ST,Meng, Ketua Jurusan Teknik Industri, Indah Pratiwi, ST,M.T Dosen Senior, Mahasiswa serta Alumni FT UMS. Sedangkan dari PPs FTI UII, tampak Dr. R Teduh Dirgahayu,ST, M.Sc, Direktur PPs FTI UII dan Jerri Irgo, SE, MM, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII.

 

“Kiat-kiat meraih sukses di dalam merintis karier seorang profesional karena ilmu-ilmu Teknik Industri yang dikuasai. Peluang pengembangan ilmu dan profesi keteknik industrian masih sangat besar. Upaya pengembangan keilmuan dan profesi ini sangat bagus terutama untuk negara-negara padat karya seperti Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya” ujar Dr. Imam Djati Widodo yang juga sebagai Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia ini.

 

Selain itu, ke depan teknik industri juga akan dihadapkan dengan permasalahan yang timbul akibat tantangan globalisasi yang akhir-akhir ini telah menjadi pembahasan utama dalam dunia industri global diantaranta termasuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). MEA dapat diartikan dengan semakin kompleksnya permasalahan dan meningkatnya persaingan yang kemudian harus diikuti dengan perubahan-perubahan baik dalam organisasi maupun manajemen serta sikap-mental sumber daya manusia yang mendukungnya.

 

MEA jelas membawa banyak tantangan, ancaman maupun peluang yang harus dihadapi oleh  dunia industri dan secara serta-merta akan langsung menjadi tanggung jawab profesi Teknik  Industri. Tantangan global tidak dapat tidak menghadapkan dunia pendidikan tinggi teknologi industri agar mampu mengikuti dan menangkap arah perkembangan sains-teknologi yang melaju cepat seiring dengan tuntutan masyarakat (termasuk industri) pemakai jasa pendidikan tinggi.

 

Berdasarkan kriteria kompetensi Teknik Industri yang meliputi, kemampuan untuk bekerja dalam kelompok (organisasi), pemahaman tentang tanggung jawab sosial dan etika profesi,kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, kesadaran lingkungan (alam maupun sosial), kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi menyangkut berbagai macam isu kontemporer, aktual maupun situasional, kemampuan berorganisasi, manajemen dan leadership, dan sebagainya, dengan adanya berbagai tantangan yang ada.

 

“Seorang profesional Teknik Industri tidak saja diharapkan akan memiliki kemampuan akademis dan kompetensi profesi keinsinyuran (engineering) yang baik saja, tetapi juga memiliki wawasan dan kepekaan terhadap segala permasalahan yang ada di industri maupun masyarakat” pungkasnya.

 

Diberitakan di UII News edisi Januari 2016

 

Jerri Irgo

Yogyakarta. Dr. Taufik Immawan, Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MTI PPs FTI UII), menyatakan “Seorang Profesional Teknik Industri itu adalah SDM dengan kompetensi ketekindustrian yang memahami dan dapat mengembangkan ilmunya”. Hal tersebut disampaikan di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,5 Sleman Yogyakarta (18/01/2016).

 

“Keseriusan PPs FTI UII mencetak Profesional Teknik Industri secara umum UII tampak pada Pengumuman klasifikasi dan pemeringkatan perguruan tinggi klaster pertama untuk tahun 2015 ini telah di keluarkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) beberapa waktu yang lalu” ujarnya.

 

Kemenristek Dikti melakukannya penilaian dan memposisikan perguruan tinggi 10 Kampus Terbaik di Indonesia, berdasarkan empat kriteria, yaitu kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen dan organisasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.  Keempat kriteria tersebut memaparkan posisi setiap perguruan tinggi masing-masing, sehingga setiap kampus berada di urutan yang berbeda, berdasarkan empat kriteria itu.

 

UII adalah termasuk sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, dimana terdapat tiga perguruan tinggi swasta (PTS) yang berhasil menembus nominasi perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pengumuman klaster pertama tahun ini selain Universitas Gunadarma dan Universitas Petra Surabaya.

 

Dengan hal tersebut Dr. Taufik Immawan berharap, para lulusan Magister Teknik Industri PPs FTI UII harus mampu bersaing di jagat teknologi kekinian. “Lulusan Magister Teknik Industri, adalah profesional yang mampu mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang teknologi Industri yang mampu bersaing di kancah dunia,” papar Dr. Taufik Immawan.

 

 

Jerri Irgo

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pembentukan Asosisasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) yang digagas sejumlah praktisi Digital Forensik. “Kami mendukung diluncurkan suatu wadah baru namanya AFDI, tempat berkumpulnya para ahli yang mempunyai kapasitas di bidang forensic digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Selasa, 17 November 2015.

 

Dukungan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Kick Off Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia di Ruang Serbaguna Kementerian Komunikasi. AFDI ini kelak bisa membantu aparat penegak hukum untuk melacak jejak digital yang terkait dengan kriminal.

 

Rudiantara membuka langsung acara Kick Off Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia yang dihadiri sekitar 100 Analis Forensik Digital Indonesia. Menurut Rudiantara, dalam ranah cybercrimes, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) itu mengatur perbuatan-perbuatan yang dilarang beserta ancaman pidananya.

 

Selain itu, UU ITE mengatur mengenai bukti digital. Bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan dengan syarat bahwa informasi yang tercantum di dalamnya secara teknis dapat diakses, ditampilkan, dijamin keutuhannya, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Agar bukti digital dianggap sah dan dapat diajukan ke persidangan maka diperlukan tindakan forensik digital yang terdiri dari pengumpulan, akuisisi, pemulihan, penyimpanan, dan pemeriksaan bukti digital berdasarkan cara dan dengan alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk kepentingan pembuktian,” ujar Rudiantara.

 

Rudiantara menyampaikan bahwa dalam kegiatan forensik digital, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu prosedur pemeriksaan forensik digital dan ahli yang melakukan pemeriksaan. Berkenaan dengan prosedur forensik digital saat ini, Kementerian Komunikasi sedang merumuskan rancangan peraturan menteri terkait standar panduan teknis dalam melakukan identifikasi, pengumpulan, akuisisi, dan pemeliharaan bukti digital berdasarkan ISO/SNI 27037.

“Dibutuhkan ahli forensik digital untuk menangani tindak pidana siber,” ujar Rudiantara.

 

“Pembentukan Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI) bertujuan untuk menghimpun dan mengkoordinasi para analis dan peminat forensik digital dalam suatu wadah asosiasi,” ujar Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri Ajun Komisaris Besar M. Nuh Al Azhar, Selasa, 17 November 2015. Nuh menambahkan, hal tersebut bermanfaat baik untuk kemajuan anggota asosiasi sendiri maupun bagi bangsa dan negara, serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang forensik digital kepada masyarakat Indonesia.

 

Selain itu, AFDI diharapkan menjadi referensi bagi antaranggota asosiasi untuk memahami dan menambah pengetahuan tentang seluk-beluk forensik digital, serta menjadi sarana komunikasi, sarana tukar informasi, dan interaksi anggota asosiasi sehingga mampu mengakselerasi perkembangan dan penerapan forensik digital Indonesia.

 

“AFDI akan menjalin hubungan profesional dengan stakeholder lain, termasuk menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah,” ujar Nuh. Selain itu, Nuh menambahkan kalau AFDI akan menyusun dan mengembangkan standar kompetensi analisis forensik digital, juga kode etik profesi analis forensik digital Indonesia.

 

Selain Rudiantara, sejumlah pemapar yang berbicara dalam Kick Off Asosisasi Forensik Digital Indonesia antara lain Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Anang Iskandar, Dirjen Aplikasi Informatika Bambang Heru Tjahjono, serta Ruby Alamsyah (Profesional), Kasubbid Computer Forensik Puslabfor Mabes POLRI selaku Ketua Tim Formatur Pembentukan Asosiasi AKBP M. Nuh Al-Azhar, dan Kepala Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yudi Prayudi.

 

Diberitakan Tempo Online

 

 

Kaliurang, (UII News) – “Alhamdullilah setelah melalui perjuangan kami berhasil mendapat Juara 1 Robot Bowling, terima kasih doanya semua” pesan singkat dari Zaky Mohammad seusai meraih Juara 1 kategori Perguruan Tinggi dalam even “Rockwell Automation Competition” yang merupakan bagian dari rangkaian acara Industrial Mechatronics & Automation Competition (IMAC) 2015 yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Rockwell Automation (10 Muharam 1437 H/24 Oktober 2015).

 

Zaki Mohammad adalah Mahasiswa FTI UII yang juga salah satu anggota Tim Mangkubumi – Admiral Unisi Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Tim yang terdiri 4 anggota tim dari Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Mesin ini, selain membawa pulang Trofi Juara 1, juga Sertifikat dari ITS – Mechatronic Technology Center (ITS-MTC), Produk dari Sponsor, Voucher dan Souvenir serta uang tunai Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah).

 

Secara terpisah, Agung Nugroho Adi, ST, MT, salah satu Dosen Pembimbing Tim menyatakan “Karena cabang lombanya banyak fokusnya di lomba bowling. Intinya seperti bowling robot harus dapat mengambil bola, kemudian mendeteksi lokasi pin (target) dan kemudian melemparkan bola ke arah pin”

 

Rockwell Automation Competition, terdapat beberapa kategori yang dilombakan dengan kualifikasi peserta dari tingkat SMA/SMK sederajat dan tingkat universitas. Adapun kategori lomba kompetisi “Rockwell Automation Competition” untuk tingkat Perguruan Tinggi antara lain : Integrated Architecture Builder, Studio 5000 dan FTView.

 

Integrated Architecture Builder (IAB) adalah sebuah alat bantu dalam bentuk software grafis untuk mengkonfigurasi sistem otomasi berbasis Logix. IAB dapat membantu untuk memilih hardware dan menghasilkan Bills of Material untuk aplikasi termasuk kontroler, I/O, network, drive, pengkabelan, dan lain-lain. Output dari IAB adalah Bills Of Material dan Report dengan kualitas grafis.

 

Sedangkan studio 5000 (PLC Allen Bradley) + FTView (HMI) 2, merupakan kompetisi yang mengkombinasikan antara merancang dan mendesain elemen otomasi yang mencakup elemen sistem kontrol untuk operasi sistem menggunakan software Studio 5000 dan menerapkannya menggunakan HMI berupa tampilan visual antara manusia dan proses proses, mesin, aplikasi. HMI merupakan bagian dari mesin yang menangani masalah hubungan manusia dengan mesin.HMI juga digunakan untuk mengontrol, memonitor, mendiagnosa dan mengatur aplikasi kita. HMI biasanya bekerja online dan real time.

 

Selanjutnya RA – Studio 5000 2, merupakan software produk dari Rockwell Automation yang digunakan untuk merancang dan mendesain elemen-elemen otomasi yaitu mencakup elemen sistem kontrol untuk operasi sistem itu sendiri maupun maintenance dari suatu sistem kontrol yang telah ada. Lomba ini merupakan salah satu rangkaian acara dari IMAE 2015.

 

“Barakallah. Alasan untuk berusaha lebih keras lagi pada kesempatan berikutnya. Senang boleh, tapi secukupnya, tantangan lebih berat sudah menanti” ujar Agung Nugroho Adi, ST, MT, Dosen Teknik Mesin yang juga salah satu Dosen Pembimbing Tim Admiral Unisi FTI UII.

 

Jerri Irgo

“Salah satu daya tarik terbentuknya team promo mahasiswa adalah untuk berlajar sekaligus pengalaman bekerja selanjutnya, banyak mahasiswa sedang secure dibawah fakultas langsung” ujar Sigit Pamungkas, SE., M.Com saat diskusi Workshop Strategi Komunikasi Pemasaran Fakultas Teknologi Industri Universitas islam Indonesia (FTI UII)

 

Kegiatan yang dibuka oleh Dr. Sri Kusumadewi, Wakil Dekan FTI UII, bertempat di Ruang PPs 1 – Program Pascasarjana FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl  Kaliurang Km 14,5 Sleman Yogyakarta (30/10/2015)

 

“Manajemen Tim Promosi Fakultas di UII” disampaikan oleh Sigit Pamungkas, SE., M.Com dan Faizuddin Firdaus, ST, MM menyampaikan “Strategi Psikologi Marketing Siswa SMA”

 

Hadir sebagai peserta adalah Ketua Program Studi di Lingkungan FTI UII serta Tim Promosi FTI UII.

 

Jerri Irgo

Terik matahari yang menyengat kala 20- 22 Oktober 2015, memberikan semangat kepada Tim Lomba Labview Programming dari Jurusan Teknik Elektro UII  untuk berjuang pada ajang Industrial Mechatronic and Automation Competition 2015.  Lomba tersebut diselenggarakan oleh Pusat TIK dan Robotika ITS, LPPM ITS, dan Mechatronic Technology Center ITS. Setelah melalui perjuangan yang panjang mulai babak penyisihan hingga final, akhirnya Lalu Moh. Hasbi Maulidin dan Muhammad Ridho Ramadhani yang tergabung dalam Tim UII_MYRIO dan  berkompetisi di kategori LabVIEW Embedded mendapat Juara ke-2. “Prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Jurusan Teknik Elektro UII, dan sebenarnya di luar prediksi kami, mengingat kami baru pertama kali berpartisipasi pada lomba LabVIEW Embedded Programming. Kami juga mengirim Tim UII_MYDAQ yang beranggotakan Dika Abadianto dan Muhammad Deny Pradana yang berkompetisi di kategori Labview Programming Advance sampai babak final, meskipun belum berhasil menjadi juara, “ jelas Dwi Ana Ratna Wati, M,Eng selaku dosen pembimbing kedua TIM.

 

Prestasi tersebut tentu tidak datang tiba-tiba. Berawal dari ditandatanganinya MoU antara Fakultas Teknologi Industri UII dan National Instruments (NI) Indonesia. LabVIEW merupakan sebuah produk NI berupa development environment yang menggunakan graphical programming sebagai tool di bidang engineering. Pada awal tahun 2015, Jurusan Teknik Elektro menjadi salah satu LabVIEW Academic Site Lisence. Kemudian beberapa training LabVIEW Introduction diselenggarakan untuk mahasiswa Teknik Elektro UII. Selanjutnya Training LabVIEW programming advanced dilakukan secara intensif oleh Control Research Group di Laboratorium Kendali dan Automasi Industri. Training tersebut juga mempelajari penggunaan MyDAQ dan MyRIO, perangkat edukasi untuk data acquisition and control design yang digunakan pada ajang kompetisi Labview di IMAC 2015.

 

Selanjutnya Ana menuturkan “ Kami berharap agar prestasi yang sudah diraih ini dapat menjadi pemicu semangat belajar rekan-rekan mahasiswa, sehingga dapat kembali mengukir prestasi di ajang kompetisi berikutnya”.

“Alhamdulillahirabbilalamin, ucapan syukur tiada henti diucapkan oleh segenap sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, khususnya Program Studi Teknik Informatika UII. bagaimana tidak, kerja keras yang telah dilakukan selama 21 tahun berdirinya Prodi tersebut akhirnya berbuah manis, penantian panjang dosen dan mahasiswa JTF FTI UII akan pengakuan akreditasi yang merupakan tolak ukur penjaminan mutu program studi telah diraih dengan nilai A – Sempurna”.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi Teknik Informatika, Hendrik, ST., M.Sc. di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (14 Muharam 1437 H / 28 Oktober 2015)

 

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tanggal 12 September 2015, memutuskan pemberian nilai A bagi prodi Teknik Informatika yang dituangkan dalam SK BAN PT Nomor 990/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana, berlaku 5 (lima) tahun.

 

Keputusan tersebut berlaku selama proses pengelolaan dan penyelenggaraan program akademik pada Prodi Teknik Informatika memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dengan perolehan nilai akreditasi dari BAN PT tersebut, prodi Teknik Informatika telah lulus ujian terberat dalam proses re-akreditasi Prodi, dengan nilai A yang saat ini diamanahkan kepada prodi TF FTI UII, pembenahan-pembenahan harus tetap dilakukan, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

 

Harapannya pencapaian tersebut tidak melenakan pengelola prodi tetapi menjadi semangat untuk terus berkiprah dan meraih Akreditasi yang lebih tinggi, setidaknya mulai di tingkat ASEAN ataupun Asia sehingga dapat mencetak sarjana Teknik Informatika yang lebih unggul dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi terkemuka lainnya baik di dalam maupun luar negeri” ujar Hendrik dengan senyum khasnya, menutup wawancara.

 

Jerri Irgo

Pemberitahuan

Nomor: 1006/Dek/20/DAUH/X/2015

Tentang

Program CEPT Preparation

Untuk Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UII

Dalam rangka membantu ketepatan masa studi mahasiswa utamanya yang berkaitan dengan pemenuhan syarat kelulusan CEPT, maka Fakultas Teknologi Industri UII bekerjasama dengan CILACS UII akan menyelenggarakan Program CEPT Preparation berupa short course (4 x 120 menit) yang terdiri dari 3x pertemuan dan 1x real CEPT. Adapun Program dilaksanakan pada Minggu Pertama Bulan Desember 2015

 

Syarat:

 

  1. Mahasiswa aktif pada Semester Ganjil TA 2015/2016;
  2. Pernah mengikuti tes CEPT di CILACS dan mendapatkan skor < 422, dibuktikan dengan serfifikat CEPT;
  3. Diutamakan bagi mahasiswa yang sudah mengambil tugas akhir.

 

Prosedur:

  1. Mahasiswa mengisi form yang disediakan
  2. Melampiri Fc. sertifikat CEPT

 

Pendaftaran dilakukan di

Loket Layanan Terpadu

Lantai Basement Gd. KH Mas Mansur

Kampus Fakultas Teknologi Industri

Universitas Islam Indonesia

 

Pendaftaran dilayani hingga hari Senin, 16 November 2015 atau hingga jumlah pendaftar telah mencapai 75 mahasiswa.

 

 

Yogyakarta, 16 Oktober 2015

Dekan,

 

 

 

 

Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.

NIK 935220102

 

 

Pengumuman resmi disini

Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng, Ketua Prodi Teknik, ketua Delegasi benchmark Program Studi Teknik Industri FTI UII Industri diterima langsung oleh Dr. Julita Robles (Director of Quality Assurance DLSU, Philipine (1 Muharam 1437 H/ 15 Oktober 2015).

 

Dr. Julita Robles mengantarkan tim ke Biology departement untuk bertemu dengan Prof. Dr. Jose SR Carandang VI MNSA, College of Science Dean yang juga ketua tim asesmen AUN QA pada tahun 2014 and Mary Jane Cruz-Flores, Ph.D., Chair of Biology Department juga merupakan wakil ketua tim asesmen. Atas prestasi mendapatkan AUN QA terbaik, mereka dipercaya untuk menduduki jabatan mereka saat ini.

 

“Tujuan melakukan benchmarking ke Universitas ini selain telah karena tekah terakreditasi Internasional juga untuk mengetahui profil jurusan, di mana dalam hal ini adalah untuk mengetahui rancangan kurikulum yang telah berjalan” ujar Yuli Agusti Rochman

 

Pembicaraan dengan biology departement dihasilkan beberapa kesepakatan, yaitu diantaranya aktivitas penyusunan dokumen AUN QA didasarkan pada strategic planning universitas sebagai framework. Strategic planning yang dimaksud adalah mendefinisikan universitas sebagai teaching university atau Research University. Selanjutnya strategic planning universitas diturunkan menjadi desain kurikulum.

 

Selanjutnya Yuli juga menyampaikan “Dalam waktu dekat perlunya dirancang strategi khusus untuk menjamin mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu sesuai kurikulum yang dirancang, semisal : DLU mempunyai program trimester atau program kuliah mandiri bagi mahasiswa yang tidak lulus dalam satu mata kuliah”

 

“Selain itu pengelolaan laboratorium menjadi factor urgent yang harus diperhatikan sehingga lab mampu memberikan dukungan yang signifikan dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan riset, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah upaya untuk meningkatkan utilitas laboratorium, kebijakan untuk sharing resources antar departemen menjadi pilihan yang sangat diprioritaskan di DLU, tidak hanya sharing resources berbasis alat, namun juga terkait sharing sumber daya manusia sehingga diharapkan bisa memunculkan adanya riset lintas department” ujarnya.

 

Tampak hadir anggota delegasi Teknik Industri FTI UII, Nasrullah Setiawan, ST, MT., Agus Mansur, ST., M.Eng.Sc., Muhammad Ragil Suryoputro.M, ST, M.Sc dan Joko Sulistio, ST.M.Sc.

 

Jerri Irgo

Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), melakukan rangkaian kunjungan kerja sebagai upaya peningatan kompetensi berupa inisiasi riset ke PT Bio Farma dan PT Kereta Api Indonesia Pusat di Bandung (23 Dzulhijjah 1436 H/ 07 Oktober 2015).

 

Hikmatullah Insan Purnama, Head of InformationnTechnologi Division Bio Farma menerima kunjungan silaturahmi Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, yang di dampingi Jerri Irgo, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII, bertempat di Lantai 4 Gedung Bio Farma, Pasteur Bandung.

 

Dalam pokok materi diskusi, terdapat irisan dalam pengembangan Bio Informatic dimana Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, memiliki konsentrasi Informatika Medis. Dengan perkembangan ke arah lebih komersial, dimana keragaman penyakit lebih banyak, maka diharapkan dengan adanya informatika medik dapat diselaraskan.

 

“Baik dari bisnis maupun dari akademik, berharap terdapat hal yang sama, yaitu perguruan tinggi perlu insert dari dunia industri dan sebaliknya sehingga akademik ataupun bisnis tidak terisolir pada dunianya sendiri” ujar Hikmatullah

 

Harapan bersama adalah dapat memberikan value added pada studi-studi  vaksin, dimana saat ini trendnya perlu cara analisis, metode sesuai dengan perkembangan bisnis. Hadir sebagai anggota team PT Bio Farma terdiri dari dr Bambang Djalinud, Pemasaran, Wage, Warehouse, Dicky MT, RAD dan Alan A Prakosa, IT Syi Del.

 

Inisiasi riset juga dilakukan Direktur PPs FTI UII ke PT Kereta Api Indonesia Pusat yang diterima oleh Irwan Juliardi Manager Protocol & Secretary PT Kereta Api Indonesia.

 

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan dedikasi untuk melayani negeri. Dedikasi itu ditunjukkan dengan pelayanan dan inovasi untuk meningkatkan kemajuan bangsa lewat aspek transportasi perkeretaapian. Kini tak hanya masyarakat Indonesia, namun para wisatawan mancanegara pun dapat merasakan pelayanan kereta api yang modern, maju dan nyaman dari PT KAI” ujar Irwan Juliardi

 

Irwan Juliardi   menambahkan “Hingga saat ini PT KAI telah banyak menerapkan teknologi terbaru untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasanya. Sebut saja dalam hal ticketing reservation, sehingga calon penumpang dapat memesan tiket kereta api dengan mengakses berbagai channel pemesanan tiket dan ini berawal dari Yogyakarta”

 

“Kami mengharapkan adanya riset bersama dengan PPs FTI UII dapat mendukung upaya dan kerja cerdas yang telah dikerahkan PT KAI selama ini. Hal tersebut murni didedikasikan bagi kemaslahatan bangsa Indonesia. Pelayanan yang ramah dan modern akan terus ditingkatkan. Seperti pada gambar di atas pelayanan yang ramah selalu menjadi ciri khas PT KAI” ujar Irwan Juliardi diujung diskusi.

 

Jerri Irgo