Alhamdulillahirabbilalamin, ucapan syukur tiada henti diucapkan oleh segenap sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, khususnya Prodi Teknik Informatika UII. bagaimana tidak, kerja keras yang telah dilakukan selama 21 tahun berdirinya Prodi tersebut akhirnya berbuah manis, penantian panjang dosen dan mahasiswa JTF FTI UII akan pengakuan akreditasi yang merupakan tolak ukur penjaminan mutu program studi telah diraih dengan nilai sempurna.

 

Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tanggal 12 September 2015, memutuskan pemberian nilai A bagi prodi Teknik Informatika yang dituangkan dalam SK BAN PT Nomor 990/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana. Nilai dan peringkat akreditasi tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun. keputusan tersebut berlaku selama proses pengelolaan dan penyelenggaraan program akademik pada Prodi Teknik Informatika memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

sementara itu, Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) merupakan lembaga pemerintah yang memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada semua institusi pendidikan tinggi meliputi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), program pendidikan jarak jauh, serta program-program kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar.

 

Dengan perolehan nilai akreditasi dari BAN PT tersebut, prodi Teknik Informatika telah lulus ujian terberat dalam proses re-akreditasi Prodi, dengan nilai A yang saat ini diamanahkan kepada prodi TF FTI UII, pembenahan-pembenahan harus tetap dilakukan, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, harapannya pencapaian tersebut tidak melenakan pengelola prodi tetapi menjadi semangat untuk terus berkiprah dalam mencetak sarjana Teknik Informatika yang unggul dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi terkemuka lainnya baik di dalam maupun luar negeri.

 

Informasi tersebut dapat pula diakses di http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php

Sabtu, 3 Oktober 2015 Fakultas Teknologi Industri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kerja Tingkat Fakultas (Rakorja). Bertempat di auditorium KH. Mas Mansur lantai 3 kampus FTI. Agenda acara meliputi pembahasan RKAT 2016 tingkat fakultas dan paparan rencana pengembangan lima program studi, yakni Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan program pascasarjana. Peserta Rakorja adalah seluruh dosen tetap aktif FTI yang berjumlah 116 orang dan lima kepala divisi (kadiv), yakni Divisi Akademik, SIM, Keuangan, Perbekalan & Rumah Tangga, serta Divisi Umum dan Humas.

 

Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut banyak mengingatkan bagaimana kita tidak boleh lengah dengan nama besar kampus UII. Belum lama ini Ban PT Dikti menonaktifkan 243 perguruan tinggi dengan berbagai indikasi pelanggaran yang ditemukan, ini bukti bahwa Dikti mulai bersungguh-sungguh membenahi sistem pendidikan tinggi, oleh karenanya kalau kita lengah, bukan tidak mungkin hal ini juga menimpa kampus kita. Rektor juga memberikan apresiasi dengan perolehan akreditasi kita yang meningkat, universitas sudah memperoleh akreditasi A begitu juga banyak prodi yang Alhamdulillah sudah banyak memperoleh A. Jangan berhenti disini, kita masih punya harapan menjadikan kampus kita World Class University, maka kita harus bisa meningkatkan akreditasi pendidikan kita pada tingkat internasional.

 

Rakorja dilanjutkan dengan pembahasan RKAT fakultas untuk tahun anggaran 2016 yang dibawakan oleh Dekan FTI, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc dan Wakil Dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi dengan moderator Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng. Isu yang menarik dan menjadi perhatian adalah terkait sistem pengakuan keuangan dimana saldo akhir tahun pada periode lalu diakui sebagai saldo awal tahun berikutnya, sekarang berubah yakni akan diakui sebagai pendapatan pada periode selanjutnya padahal anggaran FTI berasal dari prosentase pembagian pendapatan sehingga saldo itu akan dibagi-bagi oleh pusat, maka penting bagi FTI dan semua prodi dibawahnya untuk meningkatkan efektifitas penggunaan anggaran secara maksimal.

 

Pada sesi paparan program pengembangan prodi-prodi dan pascasarjana, isu yang baru dan cukup kuat menjadi konsen dari prodi-prodi adalah pemilihan local genius atau ciri khas prodi. Semua program studi dalam paparannya memasukkan ciri ke-Islaman menjadi local genius-nya. Kekhasan ini diimplementasikan pada setiap aktifitas akademik seperti belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Rakorja selesai tepat pada pukul 15.00 WIB, 30 menit lebih awal dari jadwal  yang direncanakan. Hasil pembahasan RKAT fakultas 2016 selanjutnya dikirim ke universitas untuk dibahas pada tingkat yang lebih tinggi.

 

By. Kholid Haryono.

 

Foto 1

Suasana Rakorja saat Pembukaan Rakorja

Sabtu, 3 Oktober 2015

Komitmen Program Studi Teknik Mesin untuk mengembangkan Local Genius di bidang desain dan manufaktur seni dan perhiasan mulai menunjukkan hasil. Salah seorang mahasiswa Teknik Mesin,  Bayu Dharma Saputra, berhasil menjadi salah satu dari dua peserta asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan yang sangat bergengsi (Honorable Mention Award) dalam  3design Asia and Oceania Contest 2015. Pengumuman pemenang diadakan pada 12 September 2015 di Shenzhen Exhibition Center, China. Dikarenakan tidak bisa menghadiri acara tersebut,  pemberian penghargaan kepada Bayu dilakukan di Jakarta berbarengan dengan acara Seminar 3design Software V9  bersama PT. HONG CHEK. Hadiah diberikan langsung oleh David Lehman sebagai Manager, Support and Services -Type 3 dari Perancis, sekaligus narasumber pada acara tersebut.

 

Hadiah yang diperoleh berupa 1 Lisensi dan dongle software 3Design V9 dan 3Shaper versi terbaru selama 1 tahun, 1 buat trophy, uang tunai sebesar 600 RMB, sertifikat penghargaan dan beberapa bingkisan dari Swarovski. Swarovski merupakan perusahaan perhiasaan ternama yang menjadi sponsor acara tersebut.

 

“Ini prestasi yang sangat menggembirakan dan menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki potensi yang luar biasa. Sebenarnya kita bukan pengguna software 3Design yang digunakan dalam lomba tersebut.  Kebetulan ada alumni Teknik Mesin UII yang sudah menjadi Branch Manager PT Hong Chek (reseller software 3Design) bersedia meminjami lisensi selama kurang lebih 1 bulan. Dia juga mengirimkan staff untuk mentraining mahasiswa kita selama 4 hari. Alhamdulillah dari sekitar 20 desain yang kita kirimkan, 7 diantaranya masuk 50 besar, dan akhirnya ada satu yang menjadi juara” demikian penjelasan dari Kaprodi Teknik Mesin FTI UII, Dr.Eng. Risdiyono, M.Eng.

 

Selamat buat Bayu Dharma Saputra, semoga bisa menjadi pemacu semangat dan motivasi mahasiswa yang lain untuk terus berprestasi.

Untuk membekali mahasiswa dengan wawasan global,  Prodi Teknik Mesin FTI UII memiliki program kerja praktek dan magang di luar negeri. Di semester ganjil Tahun Akademik 2015/2016 ini sebanyak enam mahasiswa terpilih telah diberangkatkan ke Bangkok Thailand untuk magang selama satu bulan. Saat acara pelepasan di Gedung KH. Mas Mansur, Dekan FTI UII, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. berharap kepada seluruh mahasiswa yang akan magang agar serius dalam mengikuti program sehingga benar-benar mampu mendapatkan manfaat yang optimal. Sementara itu, Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH berpesan bahwa apapun yang dilakukan oleh mahasiswa selama magang di Thailand akan selalu membawa nama UII. Untuk itu, beliau menegaskan agar mahasiswa selalu berfikir dengan jernih sebelum bertindak, sehingga semua tindakannya bisa mengharumkan nama baik UII di luar negeri, bukan sebaliknya. Beliau juga menyampaikan komitmennya untuk selalu membantu mahasiswa yang mengikuti program ke luar negeri, baik dalam rangka seminar, pelatihan, lomba, maupun magang.

 

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok Thailand, Bapak Dr. Yunardi saat menerima rombongan dari Teknik Mesin FTI UII sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada UII karena MoU yang telah ditandatangani benar-benar ditindaklanjuti dengan serius. Menurut beliau, masih banyak MoU yang sekedar disimpan sebagai dokumen saja tanpa ada implementasi riilnya. UII telah membuktikan keseriusannya dalam bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di Thailand dengan hasil yang sangat positif.

 

Menurut Kaprodi Teknik Mesin, Dr.Eng. Risdiyono, S.T., M.Eng., program ini merupakan salah satu implementasi dari nota kerjasama antara Universitas Islam Indonesia dengan Rajamangala University of Technology Tanyaburi (RMUTT) Thailand yang telah ditandatangani pada tahun 2012.Setidaknya sudah ada  duapuluhan mahasiswa dari berbagai Prodi di FTI UII yang telah memanfaatkan kerjasama ini dalam bentuk program joint degree, penelitian tugas akhir, magang, maupun kerja praktek. Karena program ini bersifat resiprokal (timbal balik), maka telah banyak juga mahasiswa RMUTT yang mengikuti short course dan penelitian di Prodi Teknik Mesin maupun Prodi lain di FTI UII.

 

Foto 1

Pelepasan oleh Bapak Dekan dan Wakil Rektor III

Foto 2

Bersama Bapak Dr. Yunardi, atase Pendidikan di KBRI Bangkok

YOGYAKARTA,(PRLM).- Batik cap asal Tiongkok dengan motif yang sama persis dengan produk lokal Indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi batik cap lokal dari Yogyakarta, Pekalangan, Cirebon, dan Solo. Produk batik yang dikenal dengan istilah batik mekanik tersebut telah merangsek pasar dan menguasai pangsa di berbagai kota di tanah air sebesar 25-30 persen.

 

Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Dr Taufiq Immawan menyatakan ancaman pangsa batik juga datang dari Malaysia, tetapi eskalasi ekspor batik Malaysia tidak sebesar batik asal Tiongkok, sehingga tidak terlalu memengaruhi pasar di Indonesia.

 

Dalam pernyataannya di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015), dia menyatakan pasar batik tanah air sebenarnya tengah mencapai masa panen sejak UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009, yang diikuti penetapan tanggal tersebut sebagai hari batik nasional.

 

Berdasarkan penelitian Taufiq Immawan, penjualan batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan melonjak. Pasar batik solo meningkat omzet penjualannya antara 30 – 50 persen (2010) dan 200 persen tahun berikutnya (2011). Peningkatan pada kisaran yang sama berlaku di pasar-pasar di Yogyakarta dan Pekalongan.

 

Melihat pasar batik meningkat tajam, produsen Tiongkok alias China menggempur pasar batik di berbagai kota di Indonesia. Batik Tiongkok bisa dikategorikan sebagai batik cap, tetapi produksinya menggunakan mesin atau disebut batik mekanik. Ekspor batik mereka sangat massif, sebagai contoh batik asal China selama tiga bulan pertama 2013 (Januari-Maret) masuk pasar Indonesia sebanyak 159 ton, dengan nilai 4.6 juta dolar AS atau setara Rp 43.7 miliar.

 

“Perkembangan ini sudah mengkhawatirkan, karena mengurangi pangsa pasar batik nasional,” kata dia saat memaparkan hasil penelitian untuk melengkapi data disertasi di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Mukhijab/A-147)***

 

Dipublikasikan di Pikiran Rakyat

 

Jerri Irgo

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah SWT, dimana pada hari tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau Ibadah Qurban” ujar Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

 

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al kautsar ayat 2. fashalli lirabbika wanhar yang artinya “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah” kata qurban sendiri diambil dari bahasa arab qaraba, yuqaribu, qurbanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT” ujarnya, yang disampaikan Rabu, 9 DZULHIJJAH 1436 H / 23 September 2015.

 

Agus menjelaskan “Hakekat Ibadah Qurban adalah mewujudkan ketaatan kita kepada Allah (Total Action) dengan tanpa membantah atau mencari –cari alas an kenapa kita diperintah, dan melaksanakan kesempurnaan (Excellent Action) dalam ibadah, itulah dulu yang diperintahkan Allah kepada putra-putra nabi Adam A.S yaitu Qabil dan Habil, yang diperintahkan untuk melaksanakan kurban atas harta yang diberikan kepada mereka”.

 

Tersebutlah Habil, hamba Allah yang dengan penuh ketulusan, tidak membantah dan semata karena Allah SWT , dia berikan contoh total action and excellent action dalam menjalankan perintah Allah SWT , dia berikan seekor domba terbaik yang dimilikinya untuk dijadikan kurbannya karena dia tahu apa yang dilakukan semata untuk Allah SWT semata.

 

Sedangkan Qabil dengan berbagai macam alasan yang mendominasi pikirannya ia berikan qurbannya, karena Qurban yang diberikan tidak murni karena Allah SWT di mana ia masukkan ego dan pamrih dalam beribadah sehingga bukan yang terbaik yang dia berikan, qabil telah merepresentasi dirinya dalam Poor Action dalam ibadah, bukan yang terbaik yang dia berikan namun sekedar menjalankan perintah, akibatnyaqurbanQabiltertolakdanqurbanHabil yangditerima Allah SWT.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Idul Adha juga merupakan napak tilas sunah nabi Ibrahim A.S yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam bentuk pengujian keimanan, ketaatan, dan keseriusan.

 

Dimana Allah SWT mengujinya untuk mengurbankan putera semata wayangnya yaitu Ismail A.S, putera yang sangat dicintai dan sangat lama dinanti kelahirannya (Allah SWT memberikan putera kepada nabi Ibrahim ketika usia beliau sudah tua)  yang kemudian Allah SWT  menggantinya dengan seekor domba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. As Shafat: 105 – 107.

 

Rasulullah Muhamad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melaksanakan Ibadah Qurban, bahkan saking kuatnya perintah ini beliau “menyampaikan jikalau umatnya mampu untuk melaksanakan ibadah qurban tapi enggan melakukannya beliau melarang orang tersebut untuk mendekati tempat ibadahNYa” .

 

Ibadah Qurban adalah Ibadah yang mengajarkan kesempurnaan, dimana hewan yang disembelih haruslah hewan yang tidak cacat, tidak sakit, tidak kurus dan disembelih dengan cara yang baik, serta didistribusikan secara baik. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pagi setelah sholat Idul Adha (10 Dhulhijjah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

 

Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan pemeluknya untuk melaksanakan sesuatu untuk mencapai yang terbaik, dengan cara terbaik dan dengan niat yang terbaik. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita sebagai golongan hambanya yang baik.Aamiin., pungkas Agus Mansur

 

Jerri Irgo

Pada tanggal 5 – 9 September 2015 UII turut berpartisipasi dalam Yogyakomtek 2015 yang merupakan pameran komputer dan perangkat elektronik yang diselenggarakan oleh Apkomindo DIY. Kesempatan bereksebhisi ini diperoleh berkat kerja sama dengan Intel yang merupakan tindak lanjut dari program Galileo for Universities. Dalam program ini UII merupakan salah satu perguruan tinggi dari sekitar 40 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh dari Intel donasi berupa produk Galileo. Tujuan dari program ini adalah selain memperkenalkan Galileo kepada pengajar dan mahasiswa, juga memberikan kesempatan kepada para akademisi dalam pengembangan teknologi di bidang embeded system untuk menghasilkan produk berbasis Galileo.

 

Intel Galileo adalah komputer berukuran mini berbasis Intel yang dirancang untuk digunakan sebagai pengendali pada berbagai perangkat elektronik. Tidak seperti komputer pada umumnya yang tidak dapat secara langsung dihubungkan dengan komponen input dan output seperti saklar, relay, lampu, sensor ataupun motor listrik, Galileo dilengkapi dengan pin yang dapat langsung dikoneksikan dengan komponen-komponen tersebut. Hal ini membuat Galileo cocok untuk digunakan dalam perancangan berbagai macam produk cerdas (smart device).

 

Dalam pameran kali ini UII memamerkan empat produk yang menggunakan Galileo sebagai pengendalinya, yaitu timbangan Body Mass Index (BMI), robot lengan untuk menggambar, robot holonomik,  dan mobil listrik. Timbangan BMI adalah pengukur berat badan yang dilengkapi dengan pengukur ketinggian tubuh manusia. Hasil dari pengukuran dikirim, ditampilkan, serta disimpan pada suatu komputer. Sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung program ketahanan pangan, misalnya untuk menimbang berat sapi sehingga dapat diketahui taksiran berat daging yang terdapat pada seekor sapi. Pada produk robot lengan pengguna dapat membuat gambar pada perangkat ponsel atau tablet Android yang kemudian ditransfer untuk dibuat gambarnya oleh robot lengan.

 

Robot holonomik adalah robot yang dapat dikendalikan ke segala arah. Robot beroda pada umumnya dapat bergerak dan dikendalikan seperti kendaraan beroda seperti mobil dan motor. Kendaraan beroda hanya dapat bergerak dan dikendalikan pada arah tertentu, misal maju, mundur, dan belok, namun tidak dapat bergeser ke samping atau berputar pada sumbunya. Robot holonomik yang dipamerkan dapat bergerak ke segala arah dengan dikendalikan oleh operator melalui perangkat lunak di ponsel/tabloid Android. Mobil listrik, yang diberi nama Kaliurang Unisi ini, merupakan purwarupa (prototype) yang dikembangkan oleh tim mobil listrik UII. Mobil yang digerakkan motor listrik ini dapat bergerak dengan kecepatan maksimum 50 km/jam. Yang membedakan mobil listrik ini dibandingkan karya mahasiswa perguruan tinggi lain adalah penggunaan kontroler Galileo  dan sistem monitor yang digunakan menggunakan perangkat berbasis Android.

 

Dr. Izzati Muhimmah sebagai koordinator pameran menyambut baik kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran ini. “Partisipasi UII ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami untuk mempubikasikan karya dosen dan mahasiswa UII kepada masyarakat luas. Dan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan UII” ujar Izzati. “Untuk itu kami berterima kasih dan sangat mengapresiasi kesempatan yang telah diberikan oleh Intel. Tentunya kami berharap bahwa kerja sama yang telah dilakukan antara UII dan Intel selama ini dapat terus dikembangkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak” demikian yang disampaikan Izzati menutup perbincangan kali ini.

 

Foto 1

Ketua Apkomindo saat mengunjungi stand mobil listrik FTI UII

Foto 2

Salah satu pengunjung yogyakomtek berfoto dengan tim promo FTI UII

Foto 3

Aksi robot holonomik menarik pengunjung Yogyakomtek 2015

Jumat, 28 Agustus 2015 Fakultas Teknologi Industri berhasil melaksanakan kegiatan rapat koordinasi (rakor) program pengembangan fakultas di gedung auditorium KH. Mas Mansur lantai 3 kampus FTI UII. Kegiatan ini mengundang seluruh dosen tetap FTI yang berjumlah 117 orang dan sebagian besar hadir. Rakor yang berlangsung dari pukul 08.00 s.d 15.00 tersebut melaksanakan tiga agenda utama yakni : a) Evaluasi program pengembangan fakultas; b) Diskusi menjaring usulan, sharing, dan evaluasi; c) Perumusan program pengembangan fakultas.

 

Evaluasi program pengembangan fakultas dipresentasikan oleh dekan FTI, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Dalam presentasinya, dekan membahas mengenai student body FTI, manajemen body tentang profil dosen dan karyawan, kinerja dosen, prestasi dan hambatan yang dihadapi sekaligus evaluasi kegiatan-kegiatan yang sedang dan telah dilaksanan.  Beberapa kinerja yang targetnya telah tercapai adalah kualifikasi dosen ditargetkan 95%, tercapai 100% dosen memenuhi kualifikasi; Hadir perkuliahan ditargetkan 75%, tercapai 92.08% dan masih banyak lainnya, meskipun beberapa hal masih perlu diperbaiki.

 

Pada sesi kedua adalah diskusi menjaring usulan, evaluasi, dan sharing yang dibawakan oleh Dekan dan Wakil Dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi dengan moderator Kholid Haryono S.T., M.Kom. Sesi ini cukup interaktif dengan banyaknya keterlibatan dosen menyampaikan pendapat dan masukan untuk pengembangan fakultas. Isu yang cukup menarik diantaranya adalah masalah memasukkan nilai-nilai islam kedalam Course Outline (CO) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), tentang teknik pengambilan dan distribusi Nilai Kinerja Dosen (NKD) yang perlu dikembangkan lebih baik, manajemen KP/TA dengan sistem dan komputesi disemua prodi, usulan perbaikan fasilitas seperti laboratorium, kelas, ruang dosen, mushola, toilet, air, listri, ruang pusat studi dan lain sebagainya. Disamping sarana-prasaranan, beberapa program pengembangan SDM dan peningkatan kualitas lulusan juga menjadi perhatian khusus.

 

Setelah masukan, usulan, evaluasi, laporan, dan sharing pada sesi kedua selesai. Sesi ketiga adalah perumusan program pengembangan fakultas. Sesi terakhir ini melakukan kompilasi notulen pada sesi diskusi dan memasukkannya kedalam rumusan program pengembangan fakultas. Hasil rumusan dipresentasikan kembali dihadapan forum oleh ibu wakil dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi. Dalam penyampaian hasil rumusan pengembangan fakultas, ibu wakil dekan mengakomodir hampir seluruh usulan dan masukan, sedikit yang tidak diakomodir adalah hal-hal yang terkait diluar wewenang FTI seperti kurikulum yang sekarang menjadi wewenang universitas dan prodi, dan beberapa pendanaan pengembangan infrastruktur yang dibawah wewenang badan wakaf seperti keterbatasan tempat sholat putri serta penginapan bagi tamu/mahasiswa luar negeri yang mengikuti student exchange dengan prodi yang ada di FTI. Meski demikian, fakultas tetap akan mendorong, mengawal, dan berusaha mewujudkan ketersediaan mushola putri tersebut secara baik dan layak.

 

Akhirnya, hasil rumusan yang telah dipresentasikan tersebut selanjutnya dikirim ke universitas sebagai masukan pengembangan dari Fakultas Teknologi Industri.

 

By. Kholid Haryono.

 

Foto 1

Agung Nugroho Adi, ST., MT memberikan masukan tentang NKD

Foto 2

Dekan dan Wakil Dekan FTI menyampaikan evaluasi proker 2015

Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama dengan Badan Perencana (BP) Universitas Islam Indonesia pada hari Senin, 24 Agustus 2015 menyelenggarakan Workshop Local Genius di gedung auditorium KH. Mas Mansur Lantai 3 kampus FTI UII. Peserta workshop adalah seluruh ketua Program Studi (prodi) dibawah Fakultas Teknologi Industri dan perwakilan dosen masing-masing prodi dengan jumlah 47 peserta. Local Genius yang diartikan sebuah kearifan lokal atau ke-khasan masing-masing prodi didiskusikan secara bersama-sama.

 

Acara tersebut diawali dengan paparan ketua BP UII, Prof. Hari Purnomo. Beliau menjabarkan pentingnya prodi pada khususnya, fakultas dan UII pada umumnya memiliki ciri khas yang menjadi branding prodi sehingga prodi mampu menjadi rujukan expert tentang sesuatu yang menjadi local geniusnya. Sehingga beliau meminta output dari acara ini adalah sebuah rumusan local genius secara tertulis masing-masing prodi sebagai usulan awal yang akan integrasikan oleh BP dalam forum yang lebih tinggi. Sebelum sesi perumusan local genius, terlebih dahulu diisi materi workshop tentang teknologi ke-informasian dan teknologi ke-industrian.

 

Materi teknologi ke-informasian dibawakan oleh seorang praktisi bidang teknologi informasi, saudara Saga Iqranegara, S.Kom dengan moderator Kholid Haryono, S.T., M.Kom. Saga Iqranegara adalah manager inkubator bisnis Jogja Digital Valley (JDV) yakni sebuah wadah CSR-nya Telkom Indonesia. Pada forum ini Saga lebih banyak memaparkan apa yang dibutuhkan oleh industri dan pelaku bisnis teknologi informasi. Banyak perusahaan yang mulai melirik Jogja seperti Go-Jek yang akan membuka kantor produksi sistemnya di Jogja, Gamelof yang sudah membuka perwakilannya lebih dulu, perusahaan Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain juga mulai masuk Jogja. Perusahaan itu membuka diri terhadap produk kreatifitas dan tenaga kerja ahli dari Jogja. Menurut Saga, paling tidak ada dua alasan kenapa industri tertarik di Jogja. Pertama, Iklim Jogja sangat nyaman dan mendukung kerja kreatif sehingga tenaga kerja kreatif tidak mau keluar dari Jogja, akibatnya kalangan industrilah yang membuka kantor perwakilan produksinya disini. Kedua, tenaga kerja kreatif di Jogja relatif lebih murah.

 

Sedangkan materi local genius teknologi ke-industrian diisi oleh Assoc. Prof. Rika Fatimah, P.L., S.T., M.Sc., Ph.D dengan moderator Joko Susilo, S.T., MM. Rika Fatimah adalah direktur DEPQI (Dashboard for Excellence Quality and Productivity Improvement) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Lulusan FTI UII angkatan 96 ini lebih banyak memaparkan tentang local genius perguruan tinggi terkemuka di dunia dan Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi nasional dan internasional sebagai rujukan dan inspirasi bagi FTI untuk membuat local genius-nya. Ibu yang memperoleh gelar Ph.D di National University Malaysia ini menekankan bahwa local genius adalah ejawantah dari visi pimpinan yang di drive secara paksa pada sebuah organisasi. Agar implementasinya dapat diterapkan secara baik, daya paksa yang dapat dilakukan oleh pimpinan dapat dilakukan dengan mencarikan musuh bersama, dalam posisi itu perubahan dalam organisasi lebih mudah dilakukan. Salah satu contoh musuh bersama adalah proses akreditasi, biasanya menghadapi akreditasi suatu organisasi akan sekuat tenaga menghadapinya dan cenderung kompak, disuruh apapun bersedia tanpa retensi, maka perlu bagi FTI untuk mulai mencari akreditasi yang memiliki tantangan dan daya saing tinggi terutama ditingkat internasional seperti ABET.

 

Sesi terakhir kegiatan ini adalah diskusi masing-masing prodi untuk merumuskan local genius dan ditutup dengan presentasi hasil rumusan didepan forum secara bergantian. Hasil rumusan kemudian dikirimkan ke BP untuk diintegrasikan pada level yang lebih tinggi yakni Universitas.

 

(Ditulis oleh: Kholid Haryono, ST., M.Kom)

 

Foto 1

Suasana panel sesi Keteknologi Informasian

dengan pemateri Saga Iqranegara, S.Kom (Manajer Inkubasi Jogja Digital Valley)

 

Foto 2

Assoc. Prof. Rika Fatimah (Direktur DEQPI FEB UGM) saat menyampaikan materi Keteknologi Industrian

(Antara Jogja) – Reuni alumni tidak sekadar kangen-kangenan tetapi juga reorientasi terhadap nilai-nilai perjuangan untuk negeri ini, kata Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Prof Dr Hari Purnomo.

 

“Hal itu untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” katanya di sela temu alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, Sabtu (15/8/2015)

 

Menurut dia, reuni juga dapat menjaga silaturahmi dan kebersamaan antara alumni dan sivitas akademika FTI UII untuk mewujudkan kemajuan program studi dan fakultas.

 

Selain itu, kontribusi alumni juga diharapkan pada pengembangan program studi seperti kurikulum dan dapat segera mewujudkan “Beasiswa Alumni FTI UII” yang sumber dananya berasal dari alumni.

Ia mengatakan temu alumni FTI UII juga diisi program pengabdian masyarakat berupa penghijauan dengan penanaman 1.000 bibit pohon sirsat.

 

Bibit pohon itu akan ditanam di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu desa yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi pada 2010.

 

“Penanaman bibit pohon itu diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lereng Merapi dengan membuat industri pengolahan hasil-hasil perkebunan,” katanya.

 

Dekan FTI UII, Dr Imam Djati Widodo mengatakan FTI UII yang memiliki lima program studi telah menghasilkan 12.512 alumnus. Lima program studi itu antara lain Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.

 

Menurut dia, FTI UII berkomitmen membentuk lulusan yang berkompeten dalam bidang teknologi informasi, elektro, mesin, industri, dan kimia serta menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan di kehidupan masyarakat.

 

“Selain itu juga mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjiwa Islam dan berpartisipasi aktif dalam membangun masyarakat dan negara Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridla Allah SWT,” katanya.

 

Sumber : Kantor Berita Antara Jogja

Jerri Irgo