Tag Archive for: FTI UII

Kepada Yth. Sivitas (Mahasiswa, Tenaga Kependidikan, Dosen) dan Mitra Universitas Islam Indonesia

Dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan), maka dengan ini, Universitas Islam Indonesia mengambil kebijakan sebagai berikut

Bismillah. Dengan berat hati dan karena berhati-hati, UII memperpanjang masa pembelajaran daring dan kerja dari rumah sampai 24 Juli 2020.

Semoga Allah meridai ikhtiar ini.
Selamat mengisi sisa Ramadan dengan amalan terbaik. Semoga Allah memanjangkan umur kita untuk bersua dengan Ramadan tahun depan.

Selamat Idul Fitri 1441 H. Mari, jaga silaturahmi tetap erat, walau tangan tak bisa berjabat.

Yogyakarta, 22 Ramadan 1441 / 15 Mei 2020
Rektor,
Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

= = =
Unduh Surat Edaran Rektor Nomor: 1769/Rek/10/SP/V/202

Berpuasa di bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas kita berkurang, justru pada saat melaksanakan puasa umat harus lebih produktif dan bersemangat, sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam yang terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Puasa Produktif diusung menjadi tema Pengajian online Ramadhan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) oleh Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo., S.T., M.Sc., Ph.D sekaligus memimpin doa khataman Al Quran bagi Pimpinan dan Tenaga Kependidikan FTI UII (20 Ramadhan 1441 H /13 Mei 2020).

credit photo: Rahmat Miftahul Habib, S.Kom

Allah SWT begitu banyak melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Ada nikmat kesehatan yang membuat kita merasa nyaman dalam menjalani hidup. Ada nikmat kekuatan yang memungkinkan kita selalu siap melakukan segala aktifitas. Ada nikmat akal yang terus menuntun kita untuk menemukan pikiran-pikiran baru dalam bekerja. Ada banyak lagi nikmat yang tiada hentinya kita rasakan, dalam setiap detik pekerjaan hidup kita, yang semuanya harus dan wajib untuk kita syukuri.

“Bersyukur karena dapat bekerja adalah nikmat Allah SWT diharapkan akan lebih produktivitas apalagi dilakukan dengan senang hati, dan output yang didapat akan lebih lagi” ujar Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo.

Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo mengatakan “sebagaimana dalam QS. Al Ashr (103): 1 – 3, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”

Dalam surah Al-Ashr, “kita memahami bahwa orang tidak akan merugi jika beriman (mengaktifkan hati), mengerjakan amal saleh (mengaktifkan panca indra/fisik), dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran (mengaktifkan akal sebanyak dua kali). Berdasarkan surah Al-Ashr, manusia tidak akan merugi jika mengaktifkan hati, panca indra, dan akal,” tutur Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII tersebut

“Salah satu implementasi dari QS. Al Ashr adalah adalah amal sholeh kontekstual, yaitu kebermanfaatan ilmu yang kita miliki untuk kesejahteraan umat manusia sehingga bisa mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah SWT”, tegasnya.

Harapannya mari sama-sama dengan hati-hati untuk menggunakan waktu kita, seperti dalam bulan Ramadhan ini Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya apa saja amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an. Ketahuilah, bahwa Al-Qur’an pertama kali di turunkan pada bulan Rahamdhan.

Tentunya tak heran jika Rasulullah SAW sering membaca Al-qur’an pada bulan ini. Allah Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah: 185)

Pengajian online Ramadhan FTI UII ini, dihadiri Dekan FTI UII, Prof., Dr., Ir., Hari Purnomo., M.T., selanjutnya Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya serta Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII.

Jerri Irgo

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pimpinan dan seluruh Sivitas Akademika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan

Selamat menunaikan ibadah Puasa 1441 H

Semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita di bulan suci ini

Aamiin Ya Rabbal Alamin

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Dekan

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T.

Dr. Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) Universitas Islam Indonesia

= = =

 

Zoom adalah sebuah aplikasi yang tiba-tiba melejit popularitasnya sejalan dengan munculnya kebutuhan video conference untuk mendukung aktivitas Work from Home, termasuk kegiatan belajar mengajar. Review tentang keunggulan Zoom dibandingkan dengan aplikasi video conference lainnya sebenarnya sudah mulai banyak disampaikan sejak 2 tahun lalu. Zoom mendapatkan momen terbaik untuk dikenal luas ketika pandemi corona merebak yang memaksa untuk mengubah aktivitas fisik sehari menjadi aktivitas berbasiskan pada Internet. Naiknya popularitas Zoom tidak lepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan Zoom dalam memfasilitasi video conference baik yang berbasis komputer maupun handphone.

Namun demikian, meningkatnya popularitas Zoom juga menjadi perhatian dari pelaku dan pengamat keamanan komputer. Sejak awal Maret 2020 ketika mulai banyak negara menerapkan Work from Home maka sejak itu pula pengguna aplikasi video conference Zoom meningkat dengan tajam. Sejak itu pula, berbagai issue keamanan Zoom mulai ramai dibahas dan dijadikan topik utama berbagai media terkemuka. Salah satu issue yang sangat menghebohkan adalah laporan dari perusahaan keamanan online Cyble yang menyatakan bahwa terdapat 530.000 akun Zoom yang diperjual belikan di pasar dark web. Laporan tersebut tentunya sangat mengagetkan banyak pihak. Bagi masyarakat awam yang selama ini sebagai pengguna Zoom tentunya laporan tersebut akan menambah kekhawatiran akan kelangsungan aktivitas berikutnya dalam menjalankan Work from Home. Namun benarkah demikian rentannya aplikasi Zoom sehingga hacker mampu meretas sekian banyak akun pengguna Zoom?

Sayangnya, media tidak mengungkap sisi lain dari laporan dari perusahaan keamanan online Cyble tersebut. Laporan tersebut sebenarnya memberikan ulasan juga tentang bagaimana teknik yang memungkinkan hacker bisa mendapatkan 530.000 akun tersebut. Ternyatanya tekniknya adalah menggunakan Password Stuffing atau dikenal juga dengan Credential Stuffing. Dalam hal ini, Credential Stuffing adalah metode yang digunakan oleh hacker untuk melakukan pembobolan akun dengan mengandalkan informasi atau data sensitif yang sebelumnya sudah tersedia di ranah publik. Teknik ini sebenarnya adalah teknik sederhana, yaitu memanfaatkan akun-akun yang sudah pernah jebol sebelumnya dari berbagai situs untuk kemudian digunakan kembali untuk menjebol aplikasi Zoom. Pengertian lainnya dari Password Stuffing adalah Recycling Passwords, yaitu penggunaan password yang sama untuk berbagai layanan yang berbeda.

Merujuk pada situs https://haveibeenpwned.com/ yang dikelola oleh seorang pakar keamanan web dari Australia bernama Troy Hunt, saat ini tercatat sekitar 9,5 milyar akun yang berhasil diretas yang berasal dari 495 website. Akun yang diretas umumnya adalah alamat email dan passwordnya. Jumlah akun yang berhasil diretas oleh hacker diyakini lebih besar dari yang dipublikasikan oleh Troy Hunt melalui situs tersebut. Data yang dipublikasikan tersebut hanya bersumber dari informasi publik atau yang didapat melalui forum-forum underground. Sementara beberapa basis data lainnya memang tidak dipublikasikan luas dan hanya beredar secara terbatas dalam kelompok kelompok kecil hacker. Sehingga jumlah akun dan websitenya akan lebih banyak dibandingkan dengan publikasi pada website tersebut.

Tidak sedikit diantara kita yang tidak menyadari bahwa akun e-mail dan password yang kita miliki adalah termasuk salah satu dari data yang berhasil diretas tersebut. Pada sisi lain, salah satu kelemahan yang sangat disadari oleh sebagian besar user sistem adalah menggunakan pasangan e-mail dan password yang sama untuk berbagai aplikasi lainnya. Alasan kemudahan dan kepraktisan menjadi alasan utama mengapa umumnya user menggunakan pasangan e-mail dan password yang sama untuk berbagai aplikasi yang berbeda. Hal ini sesuai dengan fakta dari sebuah survey pada tahun 2018 yang dirilis oleh Security Boulevard, disebutkan bahwa 59% responden selalu menggunakan username dan password yang sama untuk semua aplikasi yang digunakannya. Sementara alasannya mengapa menerapkan username dan password yang sama pada semua aplikasi, 61% jawabannya adalah karena takut lupa password bila setiap aplikasi harus menggunakan password yang berbeda.

Hal itulah yang sebenarnya terjadi dengan kasus diretasnya 530.000 akun Zoom. Hacker memanfaatkan data basis akun yang telah terpublikasi sebelumnya untuk kemudian menggunakannya kembali untuk meretas aplikasi Zoom. Dengan kata lain sebenarnya hal ini bisa terjadi pada aplikasi apa saja, tidak hanya terbatas pada aplikasi Zoom. Hanya karena Zoom sedang menjadi pusat perhatian dari seluruh komunitas siber, maka aktivitas Password Stuffing dilakukan pada Zoom. Bila memang diretasnya sekian banyak akun Zoom tersebut adalah menggunakan aktivitas Password Stuffing, maka kelemahan sebenarnya terletak pada user-nya itu sendiri, bukan pada aplikasi Zoomnya. Untuk itu, pengetahuan tentang bagaimana cara menggunakan username dan password yang aman harus menjadi dasar bagi setiap user agar bisa lebih tenang dan nyaman dalam menggunakan aplikasi apapun, termasuk aplikasi Zoom.

Dalam dunia keamanan komputer, Password Stuffing hampir sama dengan teknik Brute Force Attack, alias teknik coba-coba untuk menjebol sebuah sistem. Hanya saja Brute Force Attack sifat serangannya adalah tanpa konteks dengan string acak dan mendasarkan pada pola umum yang digunakan atau kamus frasa umum dalam membuat password. Sementara Password Stuffing mendasarkan teknik coba-cobanya pada database user dan password yang pernah digunakan sebelumnya. Peneliti keamanan menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan Password Stuffing lebih tinggi dibandingkan dengan teknik Brute Force Attack. Bahkan dengan teknik keamanan web modern, Brute Force Attack semakin kecil kemungkinannya untuk berhasil. Namun tidak demikian dengan Password Stuffing, pasangan akun dan password seseorang dapat dengan mudah digunakan pada aplikasi target bila memang akun tersebut terdaftar sebagai pengguna aplikasi tersebut.

Solusi terhadap Password Stuffing adalah mengganti password yang lama dengan password baru yang berbeda sama sekali. Kemudian terapkan secara konsisten kombinasi password yang kuat yang memuat huruf besar, huruf kecil, angka dan karakter. Sementara untuk memudahkan penerapan password yang berbeda-beda untuk setiap aplikasi yang kita gunakan, maka gunakan aplikasi sejenis password manager untuk menyimpan dan mengelola username dan password kita pada aplikasi yang berbeda-beda. Dengan demikian, apabila kita pengguna aktif aplikasi video conference Zoom, maka untuk meyakinkan diri kita bawa akun kita tidak termasuk kedalam data 530 ribu akun yang retas oleh hacker, maka segera ganti password. Username dan password adalah kunci terhadap segala aktivitas pada dunia siber, maka berikan perhatian pada kedua hal tersebut agar kita tidak menjadi korban dari upaya-upaya peretasan akun yang akan mengganggu ketenangan, kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas di dunia siber.

Yogyakarta, 19 April 2020

 

 

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyerahkan bantuan logistik kepada mahasiswa yang tengah belajar di rumah atau kos, sebagaimana Surat Edaran Rektor UII Nomor: 1499/Rek/10/SP/IV/2020, perihal Perpanjangan Kerja dari Rumah, Pembelajaran Daring, Libur dan Jam Kerja Selama Ramadan, dan Layanan Konseling.

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII mengatakan “menyusul pembatasan aktivitas untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.  Bantuan logistik ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa, sekaligus untuk mengatasi keterbatasan akses logistik yang mulai tutup.”

“Program ini dilatar belakangi oleh masih adanya mahasiswa FTI UII yang tinggal di Yogyakarta dan memerlukan bantuan. Jadi idenya mendata dari masing-masing Program Studi, siapa mahasiswa yang tinggal di Yogya dan memerluan bantuan, selanjutnya dilakukan seleksi” katanya disela-sela kegiatan bertempat di Teras Hall FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (18 April 2020).

Mahasiswa yang mendapatkan bantuan logistik tercatat 80 mahasiswa. “Kriteria bantuan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, namun juga bagi yang mulai mengalami kesulitan mengakses logistik. Adapun bantuannya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, karena sebagai institusi pendidikan, kita mengajak untuk hidup sehat dengan memasak sendiri sehingga berupa kebutuhan pokok berupa beras dan lauk pauk,” tutur Dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII tersebut.

Harapan Sisdarmanto Adinandra untuk rekan-rekan mahasiswa semua, adalah  “stay safe, stay strong and stay healthy. Untuk tetap di kos, jaga jarak aman, jaga kesehatan, be happy karena bagian meningkatkan imunitas dan semoga kita semua dipertemukan di bulan Ramadhan 1441 H. Insha Allah Ramadhan tahun ini membawa keberkahannya Allah, aamiin” pungkasnya.

Jerri Irgo

Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. Kepala Badan Sistem  Informasi (BSI) Unversitas Islam Indonesia (UII)

= = =

 

Ini bukan posting berbayar, dan bukan karena UII juga pakai Zoom. Tapi untuk sekedar meluaskan pandangan, agar juga tidak menelan mentah-mentah semua yang ada di internet. Always take everything with a grain of salt, termasuk tulisan saya ini tentu saja.

  1. Zoombombing. Ini sudah menjadi word kayaknya hehe. Yakni menampilkan “ilicit” video di tengah meeting berlangsung. Ada orang-orang tidak dikenal masuk ke kanal meeting Zoom, terus menampilkan video-video yang tidak “baik”. Hal ini terjadi karena banyak orang yang menyebarkan link Zoom di publik, kemudian ada orang-orang yang join di meeting tersebut. Fitur share link bukan hanya dimiliki oleh Zoom, tapi hampir semua conferencing media memiliki hal yang sama. Potensi “zoombombing” pun bisa terjadi di seluruh platform conferencing yang lain. Isu utamanya bukan Zoom yang “bolong”, tapi karena orang ceroboh membuka link conferencing ke tempat publik. Platform lain? Ya tetap punya kerawanan yang sama, asal public link dibagi. Setidaknya sekarang di Zoom waiting room di-encourage, ada lock meeting, dlsb untuk mencegah zoombombing. Mengapa kok di platform lain nggak kedengaran isu ini? Karena mereka penggunanya sedikit hehe. Kalau mereka banyak, mungkin isu sama pun akan terjadi.
  2. Password Zoom bocor sebanyak 500.000. Jika merujuk ke beragam sumber yang ada, sebenarnya yang terjadi karena orang-orang menggunakan password yang sama di akun-akun mereka. Ya email, ya sosial media, ya Zoom. Akibatnya para “hacker” bisa masuk ke akun-akun Zoom tersebut. Same old lazy people who have been using the same password again. Kalau mereka pakai akun itu di Google, Microsoft, Cisco, dlsb gimana? Ya sama aja 🙂
  3. Zoom tidak end-to-end encryption. Betul. Tapi begitu juga mayoritas video conferencing yang lain. Hanya sebagian kecil, dan itu pun tidak aktif by default. Salah satu yg ada fitur end-to-end adalah Cisco Webex. So far, Google Meet? Nope. Microsoft Teams? Nope. Jitsi? AFAIK, Nope.
  4. Privacy Issue, attendance tracker. Ini tidak disukai banyak orang karena bisa tahu kalau ada peserta meeting yang Idle. Dosen suka fitur ini, karena tahu kalau mahasiswanya ngeZoom tapi malah ditinggal pergi (entah ke mana gitu) hehehe. Conference lain? Ada juga, Cisco WebEx sampai beberapa waktu lalu pun ada. Tapi fitur ini ditentang oleh banyak pegiat privasi, sehingga akhirnya fitur ini dibuang (dan dosen jadi sedih kembali hihihi)

Itu beberapa isu yang sering dimunculkan. Tentu Zoom tidak berarti tidak ada masalah, faktanya dia di-ban oleh Tesla dan Google (aneh aja sih kalau Google pake Zoom wkwk, orang dia punya platform sendiri) – meski untuk kepentingan individual, employee masih boleh pake Zoom.

Tapi setidaknya mereka mulai terbuka dengan beragam masukan. Wajar aja, tiga bulan lalu mereka cuma 10 juta pengguna, dan hari ini 200 juta pengguna. Anak kecil tiba-tiba jadi bongsor, tentu banyak pihak jadi shock, termasuk zoom sendiri.

Btw, sampai hari ini, kalau saya meeting sama partner-partner UII dari LN, semua juga masih pakai Zoom 😀 termasuk pagi ini, saya diskusi sama team Coursera, mereka juga masih pakai Zoom.

sumber : Facebook Andri Setiawan

Bantuan untuk Mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang mata pencarian orangtua/penanggung biaya kuliah terdampak wabah Covid-19, Besaran bantuan didasarkan pada tingkat keterdampakan.

Beryukurlah kepada Allah, jika mata pencarian orangtua/penanggung biaya kuliah tidak terdampak. Bantulah yang terdampak dengan cara membayar biaya kuliah pada waktunya, sehingga proses bisnis dan layanan UII masih dapat berjalan dengan baik.

Terkhusus untuk adik-adik saya, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, yang berbahagia, para pejuang penuntut ilmu. Kami mengeluarkan kebijakan baru untuk membantu mahasiswa yang terdampak wabah Covid-19. Saya yakin, kebijakan ini tidak akan bisa memuaskan semua pihak, tetapi ini ikhtiar terbaik yang mungkin kami lakukan. Semoga dapat sedikit meringankan beban. Bismillah. Semoga Allah meridai UII. Amin.

Rektor UII

Prof. Fathul Wahid., S.T., M.Sc., Ph.D

= = = =

 

 

Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia yang sedang #dirumahaja dalam situasi darurat COVID-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menyelenggarakan Online Academy dalam Program Digital Talent Scholarship (DTS) 2020.

Program Digital Talent Scholarship adalah program beasiswa pelatihan dan sertifikasi yang ditujukan kepada para peserta terpilih untuk meningkatkan keterampilan di bidang IT. Program DTS kembali menghadirkan Online Academy dengan materi pelatihan yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Global Technology Company seperti Cisco, Redhat, Google, dan mitra lainnya. Peserta Online Academy akan belajar secara mandiri secara daring/online dan peserta mengatur waktu belajar secara mandiri dan terjadwal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Adapun tema pelatihan Online Academy yang dibuka sebagai berikut:

1. Cloud Computing
(Open Stack Administration)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 5 Minggu

2. Cloud Computing
(Containers, Kubernetes, OpenShift)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 4 Minggu

3. IT Essentials
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

4. CCNA Network Engineer
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

5. CCNA Cyber Operations Specialist
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

6. Python
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 8 Minggu

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Sedang bekerja/sudah pernah bekerja (dibuktikan dengan surat pernyataan sedang atau pernah bekerja / ID Card / Surat Tugas)
– Tidak sedang menempuh pendidikan/perkuliahan
– Terbuka untuk ASN/TNI/Polri
———————————————–

7. Digital Entrepreneurship
Pendaftaran: 30 Maret – 12 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 1 Hari

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Untuk Kelas Umum berusia minimal 17 Tahun
– Memiliki akun gmail dan sosial media
terbuka juga kelas untuk Ibu Rumah Tangga
———————————————–

8. Programming
(HTML, CSS, Javascript)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 8 Minggu

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Terbuka untuk umum Lulusan SMA/SMK/Sederajat yg belum bekerja (tidak sedang menempuh pendidikan /perkuliahan)
– Terbuka untuk ASN/TNI/Polri
———————————————–

9. Digital Marketing
Pendaftaran: 30 Maret – 9 April 2020
Pelatihan: 13 – 24 April 2020
Durasi Pelatihan: 10 Hari

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Lulusan D3/D4/S1 yang belum bekerja / tidak sedang bekerja
– Usia 18-30 Tahun
– Berkomitmen untuk mengikuti live session 3 jam sehari
———————————————–

Seluruh pelatihan Terbuka untuk penyandang disabilitas (dengan sarana prasarana disediakan oleh peserta secara mandiri)

INFORMASI DAN PENDAFTARAN melalui digitalent.kominfo.go.id

Follow untuk informasi lebih lanjut:
Instagram: @digitalent.kominfo
Twitter: DTS_Kominfo
Facebook & Telegram: Digital Talent Scholarship

Stay safe & stay healthy Digiers!

Salam,
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

 

Unduh Poster | Info Detail: Program Online Academy (OA)

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahiim

Memperhatikan dan menindaklanjuti Surat Edaran Rektor Universitas Islam Indonesia Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 tentang UII Mitigasi Penyebaran Covid-19 tanggal 14 Maret 2020, Nomor: 1080/Rek/10/SP/III/2020 tentang Perpanjangan Pembelajaran Daring dan Peniadaan Layanan Tatap Muka tanggal 23 Maret 2020 dan dengan berlandaskan pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih, maka Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menerbitkan protokol kesehatan Mitigasi Covid-19 di FTI UII sebagai berikut:

Jika Ibu/Bapak/Sdr merasa kondisi badan sedang tidak sehat dengan kriteria:

  1. Suhu Badan setelah diukur mencapai 38 derajat celcius, dan/atau
  2. Batuk/Pilek

Maka mohon maaf jika Ibu/Bapak/Sdr TIDAK DIIJINKAN MASUK kedalam Gedung K.H. Mas Mansur, mohon untuk segera pulang untuk istirahat yang cukup di rumah dan perbanyak minum air putih.

Jika keluhan berlanjutatau disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat) segera lakukan pemeriksaan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, dengan memperhatikan hal berikut:

  1. Gunakan Masker
  2. Apabila tidak menggunakan masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
  3. Sebaiknya menggunakan transportasi pribadi, bukan transportasi umum

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

= = =

Surat Edaran Dekan FTI UII Nomor: 164/Dek/10/DAURT/III/2020

unduh: format pdfformat JPEG

Alat Pelindung Diri (APD) jadi kebutuhan utama dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien infeksi virus Covid-19. Penggunaan APD dilakukan sesuai petunjuk dan standar kesehatan dunia dari World Health Organization (WHO). Hanya saja persediaan APD dalam penanganan Virus Corona (Covid-19) di sejumlah rumah sakit (RS) di Yogyakarta menipis.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama RSUD Sleman, Joko Hastaryo dalam rilisnya (26 Maret 2020) membenarkan pihaknya sedang menggalang donasi dari masyarakat untuk pengadaan APD berupa masker bedah, masker N-95, kacamata google atau face shield.

Kurangnya ketersediaan APD membuat ada dokter yang disebut harus berjibaku dengan mengenakan jas hujan dan itu sejatinya sangat membahayakan dirinya. Karena APD adalah alat kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan lingkungannya.

credit photo : Facebook Dr Nurul Indarti

Credit photo : Facebook Dr Nurul Indarti

Melihat kebutuhan APD tersebut, membuat Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Islam Indonesia  (UII) bersama istri Dr Nurul Indarti serta kedua anaknya berinisiatif membuat Face Shield

Prof Fathul Wahid dalam rilisnya, mengatakan dalam waktu sekitar 5 jam, di sela kegiatan utama bekerja atau belajar di rumah, keempat orang tersebut dapat memproduksi 35 buah face shield dan 15 lagi sedang dalam proses. “Insya Allah, besok dapat didistribusikan 100-an,” ujar Prof Fathul Wahid

Face Shield produk Tim57 karena dari Timoho 5 no 7 Peduli Covid-19 telah rapi dan siap diambil RS JIH pada hari Kamis (26 Maret 2020) dan menurut Prof Fathul akan dibagi ke RS PDHI dan RS milik UII, jika mungkin. “Dengan ukuran 28×28 berbahan mika hanya diperlukan Rp 5.000-an per biji,” ujar guru besar bidang ilmu sistem informasi tersebut

Prof Fathul Wahid menegaskan bahwa Face Shield yang diproduksinya ini tidak diperjual belikan namun diberikan ke rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang membutuhkan sebagai donasi. “Untuk donasi. Ada uang tapi kalau tidak ada barang, akan repot juga,” ujarnya.

Prof Fathul Wahid bersama dengan keluarga melayani permintaan dengan semampunya, hingga saat ini sudah ada pesanan dari rumah sakit, puskesmas dan klinik yang ada di Jogja maupun di luar kota.

Selain itu, bermodalkan video tutorial yang telah dibuatnya, Rektor UII tersebut juga mengajak mahasiswa dan rekan-rekan untuk memproduksi sendiri.

Berikut adalah video tutorial dari Prof Fathul Wahid: Tutorial Membuat Pelindung Muka Face Shield

Jerri Irgo