Sindonews.com – Tidak lama lagi, akan diselenggarakan kontes robot nasional. Kontes tersebut akan dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Ketua Pelaksana Kontes Robot Nasional Regional III Jateng-DIY Izzati Muhimmah mengatakan, konteks robot yang dijadwalkan berlangsung 3 sampai 4 Mei 2013. Sedangkan untuk tuan rumah penyelenggaraan, kontes robot nasional regional III Jateng-DIY, terpilihlah Universitas Islam Indonesia (UII).
“Menggelar kontes sebesar ini jelas menjadi tantangan bagi kami dalam kondisi perekonomian dan kerumitan birokrasi saat ini. Namun kami bersyukur banyak sarana prasarana di dalam kampus UII sendiri yang dapat digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan ini,” kata Izzati, di Yogyakarta, Rabu (24/4/2013).
Ditemui di Fakultas Teknologi Industri, Izzati menjelaskan, peserta di regional III sebanyak 71 tim robot nasional yang terdiri dari 266 mahasiswa dan 71 dosen pembimbing asal Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) Jateng-DIY.
“Kontes ini akan menjadi saksi perjuangan para mahasiswa dalam merancang, membangun, dan mengatur strategi robot-robot untuk mengatasi setiap tantangan yang ada dalam setiap kategori lomba,” pungkasnya.
Jerri Irgo
diberitakan di Seputar Indonesia

Sabtu (13/4) rangkaian acara Exploraphoria 2013 kembali digelar. Kali ini menyajikan Parade Budaya, Festival Seni dan Budaya, serta Malam Puncak (Expression Night). Exploraphoria 2013 mengangkat tema “Explode Your Spirith of Youth through Art & Culture” (meledakkan semangat kaum muda melalui seni dan budaya). Pada Kamis (18/4) juga menyelenggarakan rangkaian terakhir yaitu pemecahan rekor MURI.
Pencetus gerakan reformasi, Prof. Dr. Amien Rais, MA menilai adanya kesalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia khususnya di bidang pertambangan sehingga cenderung sangat menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan rakyat banyak.
Solusinya, bagi mahasiswa yang tidak mau ikut dalam persaingan jutaan mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan, harus mengubah mental dari ‘pencari kerja’ menjadi ‘pembuka lapangan kerja’ alias jadi pengusaha. Sejak kapan? Tentu saja sedini mungkin. Bagi yang belum memulai, ya sejak sekarang ini saatnya. Kalimat tersebut disampaikan owner Kedai Digital, Saptuari Sugiharto berkolaborasi dengan dengan owner Waroeng Steak and Shake, Jody Broto Suseno dalam kuliah umum yang digelar di Auditorium UII, Jl. Kaliurang KM 14,5 dalam rangka milad UII ke 70 pada hari Rabu (17/4/2013).
Universitas Islam Indonesia (UII) bertekad agar dari kampus ini bisa lahir sejuta sarjana enterpreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. Hal ini disampaikan Wakil Rektor I UII, Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D, dalam pidato sambutan untuk membuka acara Presidential Lectures Series yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri (FTI) dalam rangka milad UII ke 70. Acara ini digelar pada hari Rabu tanggal 17 April 2013 jam 10:00 dengan mengambil tempat di Auditorium KH Abdul Kahar Muzakir komplek kampus UII terpadu di Jl. Kaliurang KM 14,5.
Wirausahawan (enterpreneur) merupakan orang yang memiliki ide, kreatif dan inovatif. Mereka juga berani mengambil resiko serta tidak pasif, tetapi aktif menemukan sesuatu untuk berkarya. Hal ini disampaikan Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dr. Ir. Bedjo Santoso, M.Si, mewakili Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan yang karena kesibukannya tidak bisa hadir pada Presidential Lectures Series yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dalam rangka memperingati Milad ke-70 UII Yogyakarta di Auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir UII Jl. Kaliurang, Yogyakarta, Rabu (17/4/2013).