Wacana penerapan pemilihan elektronik (e-voting) pada pemilu 2014 menimbulkan berbagai permasalahan. Performa e-voting yang dinilai tidak aman, berpotensi memberi dampak negatif yang sangat besar.

“Kelemahan e-voting memungkinkan masuknya kepentingan pihak-pihak yang ingin mengacaukan proses dan hasil pemilihan” ujar Manik Hapsara, Ph.D., Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UII, Jum’at (26/4) di kampus terpadu.

Manik mengatakan kegagalan pada penerapan e-voting dapat mengurangi kepercayaan masyarakat pada hasil pemilihan presiden. “ Jika terjadi, kemungkinan harus mengulang proses pemilihan, yang artinya aka nada pembengkakan biaya demokrasi. Jika berlarut, dapat membahayakan kehidupan Negara”ungkapnya.

Meski begitu, Manik mengakui ada berbagai keuntungan jika e-voting berhasil dijalankan seperti penghitungan suara dapat dilakukan lebih cepat karena real time online, akurasi data terjamin, kerahasiaan bisa lebih dipastikan karena ada enkripsi, sarana lebih praktis karena pemilih tinggal menyentuh layar touchscreen.

“Ini mungkin saja dilakukan, prospeknya sangat cerah tapi sangat sulit menuju kesana. Para peneliti bahkan bilang kalau bisa dilakukan ini menjadi sistem pertama yang aman di dunia”ujarnya.

Di Indonesia Komisi Pemilihan Umum memang telah berhasil menerapkan e-voting pada pemilihan umum kepala daerah seperti di Pandegelang Banten, dan Jembrana. Namun, menurut Manik, koneksi internet yang digunakan untuk mengirimkan data suara ke pusat tabulasi memilki banyak lubang keamanan yang dapat mengancam kelancara dan kredibilitas e-voting. Beberapa serangan, kata Manik, sangat mungkin dilancarkan kepada internet seperti spoofing, virus, dan denial of service.

Manik menyebutkan beberapa pengalaman penerapan e-voting di beberapa Negara seperti Amerika Serikat, Hawaii, Venezuela, Filipina, dan India. Semuanya menimbulkan masalah masing-masing mulai dari hardware tidak bekerja, sistem tidak mendukung, dan suara yang hilang. Permsalahan ini kata dia bisa terjadi karena terdapat bug pada sistem, atau berhasil diretas oleh hacker dengan menanamkan program yang dirancang untuk mengganggu kerja sistem.

“Indonesia belum siap, kalo tetap dilakukan akan timbul pertanyaan, apakah kita mau mempercayakan keselamatan dan kehidupan sosial, politikm ekonomi, dan hukum kita pada sistem yang tidak terpercaya?” tanyanya.

Jerri Irgo

diberitakan di uii.ac.id

KELUARGA_MHS_UIIKamis (25/4) malam pada pukul 19.30 wib Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (LEM FTI UII) mengadakan forum dialog “Sosialisasi Seputar Keluarga Mahasiswa (KM) UII”. Acara ini digagas oleh bidang Kampus dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM) LEM FTI UII, berlokasi di ruang 1.06 FTI UII. Acara ini digelar atas dasar kurangnya pemahaman para pengurus lembaga (LEM, HMJ, UKM,) mengenai peraturan-peraturan lembaga kemahasiswaan yang telah disusun bersama pada Sidang Umum Universitas maupun Fakultas.

 

Ketua Bidang KPSDM Andi Wibowo berharap, di periode depan forum semacam ini tidak ada lagi, dalam artian para pengurus lembaga khususnya maupun mahasiswa FTI umumnya sudah mengerti peraturan-peraturan lembaga kemahasiswaan yang disusun bersama nantinya. Andi menghimbau pada para peserta untuk dapat menghadiri Sidang Umum Universitas maupun Universitas ke XXXIV yang akan digelar dalam waktu dekat.

 

Acara dihadiri oleh para pengurus lembaga FTI UII yaitu LEM, HMJ, UKM, serta LPM PROFESI. Ketua DPM FTI UII Budi Kusuma menyampaikan materi seputar sejarah UII, sejarah kelembagaan UII, serta kelembagaan UII sekarang, kemudian dilanjutkan dengan dialog seputar kelembagaan. Banyak pertanyaan yang diutarakan, antara lain alur keuangan yang didistribusikan DPM, pembentukan & pembekuan UKM, kerja-kerja DPM, logo HMJ serta perihal penghimpunan aspirasi mahasiswa. Acara berakhir pada pukul 20.30 wib.

“Revitalisasi peran dan fungsi kelembagaan di FTI UII guna mengembangkan intelektualitas mahasiswa berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman” begitulah bunyi dari visi kelembagaan FTI UII periode 2012 – 2013.  Dengan visi tersebut kelembagaan FTI UII bertekad  untuk lebih mengoptimalkan  kinerjanya. Setelah  berjalan satu periode dari 2012 – 2013 maka perlu dikaji lagi apakah kinerja kelembagaan FTI sudah optimal atau belum. Oleh karena itu, Bidang Kajian Strategis LEM FTI UII melakukan survey terhadap kepuasan mahasiswa terhadap kelembagaan di FTI UII. Survey dilakukan dengan menyebar kuisioner terhadap 60 mahasiswa di FTI UII dengan pertanyaan sebagai berikut:

 

Untuk DPM
1.  Apakah anda puas dengan kinerja DPM FTI UII?
2.  DPM FTI dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa?
3.  Kemudahan dalam menyampaikan aspirasi?
Untuk LEM
1.  Apakah anda puas dengan kinerja LEM FTI UII?
2. Kecenderungan mahasiswa mengetahui informasi seputar kegiatan yang dilakukan LEM FTI UII?
3.  Program kerja  yang diadakan di LEM FTI UII?
Dari hasil penyebaran kuisioner sebagaimana dilaporkan oleh Ahad didapatkan hasil sebagai berikut:

Sindonews.com – Tidak lama lagi, akan diselenggarakan kontes robot nasional. Kontes tersebut akan dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

 

Ketua Pelaksana Kontes Robot Nasional Regional III Jateng-DIY Izzati Muhimmah mengatakan, konteks robot yang dijadwalkan berlangsung 3 sampai 4 Mei 2013. Sedangkan untuk tuan rumah penyelenggaraan, kontes robot nasional regional III Jateng-DIY, terpilihlah Universitas Islam Indonesia (UII).

 

“Menggelar kontes sebesar ini jelas menjadi tantangan bagi kami dalam kondisi perekonomian dan kerumitan birokrasi saat ini. Namun kami bersyukur banyak sarana prasarana di dalam kampus UII sendiri yang dapat digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan ini,” kata Izzati, di Yogyakarta, Rabu (24/4/2013).

 

Ditemui di Fakultas Teknologi Industri, Izzati menjelaskan, peserta di regional III sebanyak 71 tim robot nasional yang terdiri dari 266 mahasiswa dan 71 dosen pembimbing asal Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) Jateng-DIY.

 

“Kontes ini akan menjadi saksi perjuangan para mahasiswa dalam merancang, membangun, dan mengatur strategi robot-robot untuk mengatasi setiap tantangan yang ada dalam setiap kategori lomba,” pungkasnya.

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Seputar Indonesia

Sindonews.com – Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan menggelar kontes robot nasional pada 3 sampai 4 Mei 2013.

 

Ketua Pelaksana Kontes Robot Nasional (KRN) Regional III Jateng-DIY Izzati Muhimmah mengatakan, tuan rumah penyelenggaraan kontes robot nasional regional III Jateng-DIY di Universitas Islam Indonesia (UII).

 

Menurutnya, seluruh pelaksanaan lomba di gedung fakultas setempat dan perangkat pertandingan serta venue yang dijadikan ajang kontes dalam finalisasi. “Kami mempersiapkan penyelenggaraan KRN Regional III dengan target sebagai momen mengasah batu menjadi emas,” kata Izzati di Yogyakarta, Rabu (24/4/2013).

 

UII sendiri mengirimkan beberapa tim dan mengikuti seluruh kategori, yaitu Elemen Unisi (peserta divisi KRI), Ksatria Unisi (menyertakan tiga robot humanoid akan bertanding dalam divisi KRSBI).

 

Abunawas Unisi (mengirim robot laba-laba berkaki empat dalam divisi divisi KRPAI Berkaki), Admiral Unisi (mengirim robot beroda tank, peserta divisi KRPAI Beroda dan Icon Unisi (menyiapkan robot humanoid berkepala hanoman, peserta divisi KRSI).

 

“Baru kali ini kami akan tampil untuk semua kategori. Tahun-tahun sebelumnya kami tidak pernah ikut kategori seni. Namun kali ini kami bertekad setidaknya membawa pulang penghargaan the best desain,” ungkapnya.

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Seputar Indonesia

TEMPO.CO, Yogyakarta-Universitas Islam Indonesia (UII) dipilih Direktorat Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tuan rumah penyelenggara Kontes Robot Nasional Regional III 2013. Acara yang diikuti 71 tim dari 23 perguruan tinggi di wilayah DIY dan Jawa Tengah itu puncaknya akan dilangsungkan pada 4 Mei di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo UII.

 

“Ada 371 proposal yang masuk. Tapi yang lolos penjaringan tahap kedua hanya 71 tim,” kata Ketua Pelaksana Izzati Muhimmah kepada Tempo, Rabu (24/4).

 

Tema kontes robot kali ini adalah Green Planet: each nation is a piece of the puzzle that forms the world; the responsibility to protect the earth thus lies on the shoulder of each person living on it. Kompetisi yang digelar dibagi menjadi lima jenis pertandingan. Yaitu Kompetisi Robot Indonesia (KRI), Kompetisi Robot Pemadam Api Beroda (KRPAI Beroda), Kompetisi Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI Berkaki), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI). Pemenang tingkat nasional akan mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional ABU Robocon 2013 di Vietnam.

 

“Butuh kerja sama dan komunikasi yang baik antar anggota tim. Bagaimana robot bisa berdiri tegak, berjalan dengan seimbang, mampu mendengarkan perintah, dan dapat melihat sasaran,” kata Izzati.

 

Juru bicara Fakultas Teknik Industri UII Jerry Irgo menambahkan, UII akan mengikuti seluruh kategori lomba. Tim Elemen Unisi akan berlaga dalam divisi KRI. Tim Ksatria Unisi akan bertanding dalam divisi KRSBI dengan mempersiapkan tiga robot humanoid. Tim Abunawas Unisi membangun robot mirip laba-laba berkaki empat yang akan berlaga dalam divisi KRPAI Berkaki. Tim Admiral Unisi yang siap dengan robot beroda tank akan meramaikan kompetisi dalam divisi KRPAI Beroda. Sedangkan Tim Icon Unisi dengan robot humanoid berkepala hanoman akan mengikuti lomba dalam divisi KRSI.

 

“Tim robot UII sudah dibentuk yang bergabung dalam Tim Unisi Robotics. Mereka meliputi mahasiswa dari tiga jurusan, yaitu Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Mesin, dan Jurusan Teknik Informatika,” kata Jerri

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Tempo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — UII Yogyakarta siap menggelar kontes robot regional III yang meliputi Daerah Istimewa Yogyakata (DIY) dan Jawa Tengah. Ada 71 robot yang akan dipertandingkan dalam kontes ini.

 

Demikian dikemukakan Ketua Panitia Kontes Robot Indonesia Regional III, Izzati Muhimmah kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (24/4). Peserta kontes berasal dari 23 perguruan tinggi.

 

Kontes robot ini dibagi menjadi lima katagori yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI) tim planet, KRI pemadam api beroda, KRI pemadam api berkaki, KRI sepakbola, dan KRI seni. “Kontes ini akan digelar Sabtu 4 Mei 2013 mendatang, pukul 07.00-22.00,” kata Izzati.

 

UII, lanjut Izzati, telah mempersiapkan robot untuk kelima katagori dan timnya dinamakan Elemen Unisi. Ksatria Unisi mempersiapkan tiga robot untuk katagori sepak bola.

Abunawas Unisi yang mempersiapkan robot untuk pemadam api berkaki. Admiral Unisi memperasiapkan robot tank untuk pemadam api berkaki. Sedang Icon Unisi mempersiapkan robot seni.

 

Setiap tim terdiri atas empat atau lima mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda. “Tahun 2013, tim Unisi Robotics sudah terbentuk yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi dari tiga jurusan yaitu jurusan teknik elektro, teknik mesin, dan teknik informatika,” katanya.

 

Untuk kontes ini, kata Izzati, UII telah membuat maskotnya yaitu Si Hanuiiman atau tokoh Hanoman yang diplesetkan. Hanoman dipakai sebagai maskot karena setia, gesit, lincah, cerdik, dan taktis.

“Ekspresi wajah Hanoman, selalu ingin tahu dan percaya diri dalam menghadapi berbagai masalah. Sehingga maskot ini melambangan risk taker,” ujarnya.

 

Peserta kontes robot ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Peserta yang menjadi juara dalam kontes ini akan maju ke kontes tingkat nasional. Bahkan jika bisa menjadi juara di tingkat nasional akan diikutkan pada kontes robot internasional Abu Robocon 2013 di Vietnam.

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Republika

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 71 tim robot nasional yang terdiri dari 266 mahasiswa dan 71 dosen pembimbing asal perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) DI Yogyakarta dan Jateng atau regional III beradu kecanggihan robot dalam kompetisi Kontes Robot Nasional Regional (KRN) III-2013.

 

“Kontes ini akan menjadi saksi perjuangan para mahasiswa dalam merancang, membangun, dan mengatur strategi robot-robot untuk mengatasi setiap tantangan yang ada dalam setiap kategori lomba,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kontes Robot Nasional Regional III Izzati Muhimmah, ST, MSc, PhD.

 

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) bertindak sebagai tuan rumah konteks robot yang dijadwalkan berlangsung 3-4 Mei 2013. Seluruh pelaksanaan lomba di gedung-gedung fakultas setempat dan perangkat pertandingan serta venue yang dijadikan ajang kontes dalam finalisasi.

 

“Kami mempersiapkan penyelenggaraan KRN Regional III dengan target sebagai momen mengasah batu menjadi emas,” kata dia, Rabu (24/4).

 

Tuan rumah, UII, mengirimkan beberapa tim dan mengikuti seluruh kategori, yaitu Elemen Unisi (peserta divisi KRI), Ksatria Unisi (menyertakan tiga robot humanoid akan bertanding dalam divisi KRSBI). Abunawas Unisi (mengirim robot laba-laba berkaki empat dalam divisi divisi KRPAI Berkaki), Admiral Unisi (mengirim robot beroda tank, peserta divisi KRPAI Beroda dan Icon Unisi (menyiapkan robot humanoid berkepala hanoman, peserta divisi KRSI). (A-84/A-147)***

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Pikiran Rakyat

paradeSabtu (13/4) rangkaian acara Exploraphoria 2013 kembali digelar. Kali ini menyajikan Parade Budaya, Festival Seni dan Budaya, serta Malam Puncak (Expression Night)Exploraphoria 2013 mengangkat tema “Explode Your Spirith of Youth through Art & Culture” (meledakkan semangat kaum muda melalui seni dan budaya). Pada Kamis (18/4) juga menyelenggarakan rangkaian terakhir yaitu pemecahan rekor MURI.

 

“Khazanah kekayaan budaya nusantara agaknya sudah mulai ditinggalkan generasi muda bangsa ini. Karenanya mahasiswa FakultasTeknologi Industri UII bersama belasan asrama mahasiswa se-Jogjakarta mengadakan parade budaya nusantara yang bertujuan untuk melestarikan budaya kita tercinta ini”. Ujar Fauzan selaku panitia pengonsep acara ini.

 

Parade Budaya dimulai pada pukul 8.30 Wib start point di Gedung DPRD Yogyakarta dan finish di Taman Pintar Yogyakarta pada pukul 10.00 wib. Parade dipimpin oleh Barongsai Putra Mataram, diikuti Colour Guard. Beberapa provinsi yang mengikuti parade budaya ini antara lain Kalimantan Tengah, Riau, Tidore, Bima, Kalimantan Barat, Riau serta diikuti 2 orang mahasiswa Jepang yang tengah kuliah di UGM.

 

Usai Parade Budaya, dilanjutkan ke rangkaian berikutnya: Festival Seni dan Budaya, yang berupa Stand Budaya Nusantara yang telah tersedia sejak pagi di Taman Pintar, serta penampilan tarian dari masing-masing provinsi hingga sore hari. Diselingi penampilan komunitas musik dari FTI, yaitu Imunity (Industrial Music Community) dan Kosmik (Komunitas Musik Informatika). Rangkaian acara yang lain, yaitu FTI Peduli mengundang Panti Asuhan Yatim Putri Islam, mereka difalitasi untuk berkeliling di Taman Pintar, makan siang serta diberikan santunan berupa uang tunai. Rangkaian berikutnya pada malam hari, yaitu Expression Night dimulai pada pukul 19.00 wib di tempat yang sama. Menampilkan band lokal Swing-Swing, The Hope serta Stand Up Jogja. Expression Night Berakhir pada pukul 21.00 wib.

 

Rangkaian Exploraphoria 2013 yang terakhir adalah Pemecahan Rekor MURI. “Mozaik Gedung FTI UII Terbesar dan Foto Terbanyak”, dilaksanakan pada Kamis (18/4) pukul 10.00 wib di area parkir barat Fakultas Teknologi Industri. Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menyaksikan langsung proses ini. Upaya pengesahan (Hak Cipta) sedang dalam proses.

parade--

presidential_lecture_AMIN_RAISPencetus gerakan reformasi, Prof. Dr. Amien Rais, MA menilai adanya kesalahan dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia khususnya di bidang pertambangan sehingga cenderung sangat menguntungkan kepentingan asing dibanding kepentingan rakyat banyak.

 

“Sesuai amanah konstitusi, sumber daya alam adalah milik rakyat dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat namun yang terjadi justru sebaliknya”, jelasnya di sela acara Presidential Series Lecturebertema “Kontrak Karya Pro Asing : Indonesia Miskin di Ladang Emas”. Acara ini digelar di Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII, Rabu (17/4).

 

Amien menyayangkan carut-marut kebijakan pertambangan di Indonesia di mana pihak asing cenderung mendikte isi kontrak perjanjian kerjasama yang dijalin dengan pemerintah. “Mereka (korporasi asing) dengan serakah berlomba-lomba mengeruk kekayaan alam dari Indonesia,sementara sangat sedikit manfaat yang dirasakan oleh rakyat”, ungkap tokoh yang pernah menerima penghargaan UII award ini.

 

Kondisi tersebut menyebabkan rakyat Indonesia seperti ayam yang mati di lumbung padi. Kekayaan alam yang begitu melimpah belummampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan. Bahkan bukan hal baru jika ada masyarakat di sekitar pertambangan yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

 

Oleh karena itu, Amien berharap agar para pengambil kebijakan di sektor pertambangan segera mengambil langkah demi menyelamatkan sumber daya alam Indonesia. “Masih ada jalan, kita berhak melakukan negosiasi ulang kontrak kerjasama yang memang diatur dalam hukum internasional”, imbuhnya.

 

Di hadapan lebih dari 1000 peserta yang didominasi oleh mahasiswa, Amien juga mengajak agar kaum muda terutama mahasiswa dapat menjadi calon pemimpin dan agen perubahan positif bagi bangsa dan negara. “Untuk menjadi pemimpin, harus berani dalam menyuarakan kebenaran dan menentang ketidakadilan Saya menyimpan harapan bahwa UII kelak akan mencetak generasi pemimpin baru yang berkarakter bagi bangsa ini”, harapnya.

 

Sementara itu, Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dalam sambutannya menyampaikan, sebagai salah satu bidang investasi yang sangat berperan penting dalam kelangsungan pertumbuhan perekonomian nasional, kontrak karya hendaknya harus mengedepankan prinsip keadilan dan juga menjadikan negara-negara maju sebagai benchmark. Sebagai kaum intelektualitas kampus sudah saatnya bersama-sama mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap keberadaan kontrak karya yang ada di Indonesia.

 

Acara Presidential Series Lecture kali ini merupakan penutup dari rangkaian acara serupa yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional di Indonesia. Acara ini juga salah satu agenda dalam rangka memeriahkan Milad UII ke-70, yang di gelar oleh Fakultas Teknologi Industri UII.

 

Diberitakan di Web UII.