Munculnya kekawatiran bahwa proses otomasi yang dikembangkan dalam keilmuan robotika akan menghilangkan banyak lapangan kerja. Pandangan skeptis lainnya menunjuk pada tingginya biaya pengembangan teknologi robot di Indonesia. Hal ini dilontarkan Ketua panitia penyelenggara kontes robot nasional di FTI UII, Izzati Muhimmah,,S.T., M.Sc., Ph.D. saat mendampingi Dekan FTI dalam jumpa press pada Jumat (3/5/2013) di ruang Dekanat FTI UII.
Izzati menambahkan bahwa perkembangan ilmu robotika akan menghilangkan beberapa sektor pekerjaan yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikerjakan oleh manusia. Pekerjaan baru yang diciptakan oleh bidang robotika ini membutuhkan banyak tenaga terampil untuk dapat mengoperasikan mesin-mesin otomatis. Tenaga terampil ini membutuhkan komptensi yang tinggi di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Keempat keahlian tersebut dapat dilatihkan dan ditumbuhkan kepada pemuda dan pemudi Indonesia melalui kompetisi robotika semacam ini.
Menjawab pertanyaan wartawan berapa banyak biaya yang dikeluarkan Dikti untuk kontes robot semacam ini, baik Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc maupun Izzati senyum tidak sanggup menyampaikan berapa nominalnya. Dekan dengan diplomatis menjawab, “itu tergantung nego antara masing-masing Perguruan Tinggi yang ditunjuk dengan Dikti”. Namun Izzati sekelumit menyampaikan bahwa hanya sekedar membuat papan atau lapangan untuk robotnya itu saja jauh diatas seratus juta. Belum yang lain-lainnya.
Sembari mengucapkan terima kasih kepada Badan Wakaf dan Rektorat, baik Gumbolo maupun Izzati menyampaikan bahwa FTI UII diuntungkan dengan berbagai fasilitas yang dimiliki UII. UII memiliki berbagai GOR sebagai tempat kontes robot, UII memiliki Rusunawa yang digunakan menginap para peserta. “Bayangkan kalau tidak memiliki itu semua”. Tutup Gumbolo.
Eko S.

“Tahun ini kami, FTI mendapatkan kehormatan khusus karena ditunjuk oleh Dikti sebagai penyelenggara kontes robot nasional” hal ini disampaikan Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc di hadapan wartawan pada Jumat (3/5/2013) di ruang sidang Dekanat FTI UII dalam rangka jumpa press terkait dipilihnya FTI UII sebagai penyelenggara oleh Dikti.
Bangga dengan kesiapan panitia yang sudah bekerja dengan penuh semangat. “Acara ini adalah acara yang sangat bergengsi. Kita sudah mendapatkan satu point karena kita sudah siap” Hal ini diungkapkan Wakil Rektor (Warek) III, Ir. Bachnas M.Sc. Melihat proses panjang panjang yang sudah dilalui panitia kali ini, Bachnas berani menilai kalau hal ini sudah 90%. “Tinggal 10% lagi itu adalah pelaksanaan”, imbuhnya. Tausiah dan motivasi ini disampaikannya dalam motivasi Gladi Bersih KRI dan KRCI Regional III Tahun 2013 di Auditorium FTI UII, Selasa (30/04/2013).
“Acara kontes robot ini acara yang besar, bukan acara main-main”. Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc mengawali motivasinya kepada para panitia kontes robot di Auditorium FTI UII, Selasa (30/04/2013). Dekan lebih lanjut menjelaskan bahwa kontes robot ini diikuti sebanyak 