fti_uii-mahasiswa_di_kedubes_ri_thailandSetelah memulai rangkaian perjalanan yang panjang, pada Kamis (7/11/13), rombongan FTI-UII bersilaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia dan diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Thailand, Dr. Yunardi. Keesokan harinya Jum’at (8/11/13) rombongan berkesempatan untuk melakukan diskusi dan koordinasi akademik penyelenggaran program serta pembahasan mengenai study path, sekaligus penyambutan mahasiswa FTI-UII yang akan menyelesaikan kegiatan akademiknya di RMUTT, Thailand.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan Orientation Day pada Sabtu (9/11) ditujukan untuk seluruh mahasiswa  Internasional di RMUTT, termasuk pula di dalamnya adalah mahasiswa asal FTI UII. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan tentang jadwal dan kegiatan akademik, pengetahuan imigrasi di Thailand serta akomodasi mahasiswa.

 

Setelah  berakhirnya acara Orientation Day, dosen pendamping yang juga sekretaris Prodi Teknik Industri FTI UII, Agus Mansur, ST., M.Eng.Sc kembali ke Indonesia pada Minggu (10/11/13). “Dengan program joint degree ini, diharapkan agar terjalin kerjasama akademik yang baik sehingga mampu meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosennya. Selain itu, FTI UII juga sudah harus siap untuk menerima mahasiswa internasional yang akan berkuliah di FTI UII”, Agus Mansur menjelaskan.

 

>> Diana <<

 

Berita Terkait:

FTI UII, Kembali Kirim Mahasiswa Studi Ke Thailand

RMUTT Thailand Gembira Mahasiswa FTI UII

mhs_ke_thailandKembali Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melepas sejumlah mahasiswa ke Thailand untuk mengikuti program double degree dengan Perguruan Tinggi (PT) yang sudah menjalin kerjasama dengan FTI UII di Thailand. Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dengan berat hati namun juga bangga melepas kelima mahasiswa pada hari Senin (4/11/2013) di ruang sidang 1 FTI UII.

 

Di hadapan mahasiswa yang hendak diberangkatkan ke Thailand, Dekan Internasional Program UII, Drs. Asma’i Ishak, M.Bus, Ph.D menyampaikan pesan. “Pertama, jangan lupa bahwa Anda adalah mahasiswa-mahasiswi dari UII, bukan dari perguruan tinggi lainnya. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena Anda membawa nama UII disana”. “Kedua, yakinlah Anda semua pasti bisa. Pertahankan keislaman dan keimanan untuk terus belajar. Tugas dan kerja Anda disana adalah kuliah dan belajar”. “Kalau refreshing ya bolehlah, agar Anda tidak terlalu suntuk sambil mempelajari budaya mereka. Ya alokasikan saja waktu kira-kira 5 sampai 10% untuk itu, jangan terlalu banyak”, imbuhnya sambil kelakar.  Masih menurut Asma’i, dengan semangat tahun baru hijriah, setelah para mahasiswa yang dikirim ke Thailand lulus, jangan lagi berfikir untuk bagaimana bisa kembali ke Jogja. “Anda semua harus jadi orang yang bisa kerja di perusahaan multinasional”. “Disana nanti, jadikan sebagai tempat untuk belajar hidup, untuk itu Anda tidak hanya dituntut kreatif saja tetapi juga harus proaktif”.

 

Dosen tetap FTI UII yang memiliki pengalaman panjang di Thailand dan yang menorehkan awal sejarah kerjasama UII dengan PT di Thailand, Dr. Eng. Risdiyono menyampaikan hal penting yang sifatnya teknis untuk dipersiapkan. Menurutnya, di sana nanti mahasiswa wajib berseragam dalam aktifitasnya di kampus, bagi perempuan jangan kawatir soal jilbab. “Di sana jilbab juga boleh dikenakan. Soal makanan, Saudara nanti bisa memilih makanan yang halal. Pilihannya juga banyak”, jelasnya.  Untuk nilai mata uang, sebaiknya disiapkan dari sekarang, bahkan Risdi menawarkan, “Saya ada sejumlah uang Thailand, kalau Saudara kesulitan tukar bisa menggunakan uang saya dulu”.

 

Selain menjelaskan berbagai jadwal awal yang harus dilalui di sana, Risdi mengingatkan kepada mahasiswa jangan lupa membawa batik sebagai bagian dari pakaian budaya Indonesia. Salah satu agenda yang akan dilalui di sana nanti, mahasiswa akan ditemukan di kantor atase pendidikan Republik Indonesia di Thailand dan wajib mengenakan batik.  Penting juga untuk dilakukan setelah di Thailand nanti, mahasiswa diminta segera mendaftarkan diri sebagai anggota mahasiswa Indonesia di Thailand. “Segala sesuatu yang kurang jelas segera konsultasikan dengan kakak angkatan yang sudah ada disana, misalnya dengan Yoski”, Risdi menutup pesan.

 

Sementara Sekretaris/Koordinator Prodi IP FTI UII, M. Ridwan Andi Purnomo, Ph.D menekankan apa yang sudah dipesankan Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc. bahwa, untuk bisa berangkat ke Thailand kali ini tidak bisa begitu saja terjadi, untuk itu berbagai bantuan yang diberikan dalam bentuk apapun diucapkan terima kasih. “Terlebih kepada saudara kita Arman. Saudara yang akan berangkat ini sangat dibantu oleh kehadirannya. Semoga Allah SWT mengganti segala apa yang sudah diupayakan dengan kebaikan yang berlipat ganda”, tutup Andi.

 

Berita Terkait:

 

Kedubes RI di Thailand Terima Mahasiswa FTI UII

RMUTT Thailand Gembira Mahasiswa FTI UII

fti_uii-teknoin-gumboloTopik yang diangkat dalam pelaksanaan seminar nasional Teknoin 2013 yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), pada hari Sabtu (16/11/2013) ‘Menuju Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional’ memiliki makna yang sangat luas untuk kestabilan Negara. Hal ini disampaikan Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara seminar bertempat di Gedung KH Mas Mansur FTI UII.

 

Dengan menggaris bawahi apa yang telah disampaikan ketua panitia, Dr. Eng. Hendra Setiawan, Dekan FTI UII menyampaikan pula betapa pentingnya ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonsia (NKRI). “Kebutuhan akan sistem pertahanan nasional yang memadahi dan handal sangatlah mendesak untuk diupayakan”, jelasnya.  Selanjutnya masih menurut Gumbolo, sangat diperlukan kemandirian nasional yang tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkannya. Dengan kemandirian di bidang pertahanan nasional ini, akan semakin memperkuat posisi Indonesia di tingkat Internasional.

 

Sebagaimana disampaikan ketua panitia, dalam kesempatan itu Dekan juga sampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber dan para pemakalah. “Terima kasih kami sampikan pula kepada ibu Connie”. “Maaf tidak berani saya menyebutkan yang lengkap, takut salah. Soalnya panjang banget”, kelakar dekan.  “Juga kepada bapak Hery Mochtady dari PT. Pindad yang berkenan meluangkan waktu menjadi narasumber”.  “Semoga kesediaan ibu dan bapak menjadi narasumber seminar ini menjadi inspirasi untuk kami berupaya dengan berbagai keterbatasan yang ada untuk dapat mempertahankan NKRI”.

 

Sekilas dekan sampaikan keberadaan Gedung FTI UII yang ada di lokasi paling pojok. “Dari depan tadi saya mengikuti, ada beberapa tamu sempat tanya sana tanya sini karena sulitnya mencari lokasi FTI UII barangkali”. “Sekali lagi kami mohon maaf kalau petunjuk arah yang kami siapkan belum memadahi sehingga membuat para peserta kesulitan mencari bahkan nampaknya ada yang tersesat”,  pinta Gumbolo.

 

Berita Terkait:

Teknoin: Panitia Terima 98 Makalah Full Paper

fti_uii-teknoin-hendra Agenda tahunan yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berupa seminar Nasional Teknoin, sejak pertama kali diselenggarakan 2004 tidak pernah lowong. Saat ini pada penyelenggaraan yang ke 10 tahun 2013 tepatnya pada hari Sabtu (16/11/2013) mengangkat tema “Menuju Kemandirian Teknologi Pertahanan Nasional” bertempat di Gedung KH Mas Mansur FTI UII komplek kampus terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14,5 Sleman Yogyakarta.

 

Dalam menyampaikan sambutan mengawali acara, Ketua Panitia Seminar Teknoin tahun 2013, Dr. Eng. Hendra Setiawan menyampakan bahwa pelaksanaan Teknoin ini adalah merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan misi UII yang memiliki komitmen pada kesempurnaan dan risalah Islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiyah.  Lebih dari itu Hendra berharap dengan seminar Teknoin tahun 2013, akan terjadi saling memberikan informasi setidaknya dari 5 disiplin ilmu terknik yang ada “sekaligus menjadi forum diseminasi untuk lima disiplin ilmu, yaitu: Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin”, jelasnya.

 

Masih menurut Hendra, pada seminar nasional Teknoin tahun 2013 ini panitia menerima 98 makalah full paper yang berasar dari berbagai propinsi di Indonesia. Setelah dilakkan review, ditetapkan 72 makalah yang memenuhi syarat untuk dipresentasikan dalam seminar Teknoin kali ini.  Adapun distribusi makalah berdasarkan bidang ilmunya masing-masing. “Bidang Teknik Kimia ada 12 makalah, bidang Teknik Industri 12 makalah, bidang Teknik Informatika 7 makalah, bidang Teknik Elektro 20 makalah dan 12 makalah dari bidang Teknik Mesin”, papar Hendra.

 

Ucapan terimakasih yang tak terhingga disampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan Universitas, Fakultas yang terdiri dari Dekanat, Pascasarjana, Para Pimpinan Prodi juga seluruh panitia yang terlibat dalam kegiatan seminar Teknoin 2013 ini.  Lebih dari itu Hendra sampaikan juga terimakasih dan maaf kepada narasumber dan para pemakalah. “Terima kasih kami sampikan pula kepada ibu Connie Rahakundini Bakrie dan Universitas Indonesia dan apak Hery Mochtady dari PT. Pindad yang berkenan meluangkan waktu menjadi narasumber”. “Juga kepada seluruh pemakalah serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara ini, kami juga mohon maaf apabila selama ini ada sesuatu yang kurang berkenan”, pungkasnya.

 

 

Berita Terkait:

Dekan FTI UII: Kemandirian Pertahanan Nasional Harus Diupayakan

Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan, Swiss German University, Serpong – Indonesia, menyatakan “Dengan mempertimbangkan kemampuan Industri Nasional, daya saing dan volume pasar, maka kita dapat  mengelompokan jenis Alat Kesehatan yang perlu dikembangkan di Indonesia, sebagai berikut yaitu yang pertama Hospital Furniture diantaranya Beds, Operating Table. Selanjutnya Disposable Products, misal Catheter, Oxygen Masks, PVC Tubes, Blood Lines for HD, Blood Bags dan Electro Medical  Equipment, diantaranya Doppler, EKG, USG, Nebulizer, Oxygen Concentrator”.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Dr Maruli dalam presentasinya dengan judul Perkembangan Produksi Alat Kesehatan Indonesia di Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) IV 2013 dengan tema “Adopsi Teknologi Informatika Medis sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat, Sabtu (09/11/2013) bertempat di Auditorium Gedung Mas Mansur FTI UII Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta.

 

“Saat ini, Ada lebih dari 7.000 macam alat kesehatan yang beredar di dalam negeri dan sebagian besar masih diimpor sehingga hal ini merupakan suatu pemborosan devisa. Pada faktanya kebanyakan tender Pemerintah lebih memilih untuk membeli produk impor walaupun produk tersebut sudah diproduksi di dalam negeri” ujarnya

 

Dengan Konsep Tripartite, yaitu kerjasama dan sinergi baik dari Teknokrat yang diantarnya Universitas, Ristek, LIPI, selanjutnya Industri yang meliputi diantaranya Aspaki, Gakeslab dan User / Konsumen, meliputi Depkes, Askes, Rumah Sakit, dokter dan swasta, maka permasalahan tersebut dapat diatasi, setidaknya menghemat devisa negara.

 

“Dengan memperhatikan potensi pengguna alat kesehatan di Indonesia cukup banyak maka apabila dapat diwujudkan kerjasama dengan para pihak untuk merealisasikan rencana ini, maka  akan banyak Alat Kesehatan yang dapat dikembangkan sampai ketahapan Industri” tutup Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan

 

Jerri Irgo

 

Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia  (FTI UII), menyatakan “Perkembangan teknologi informatika untuk medis semakin berkenang,  sehingga berharap peran akademik baik prodi teknik informatika maupun magister teknik informatika dapat ditingkatkan lagi dari tahun ketahun”. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) IV 2013 dengan tema “Adopsi Teknologi Informatika Medis sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat, Sabtu (09/11/2013) bertempat di Auditorium Gedung Mas Mansur FTI UII Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta.

 

Seminar Nasional Informatika Medis ini merupakan forum diseminasi pengetahuan dan informasi di bidang Informatika Medis. Seminar yang diselenggarakan rutin setiap tahun untuk keempat kalinya merupakan kerjasama antara Magister Informatika Program Pascasarjana (MI) PPs FTI UII dan Teknik Informatika FTI UII

 

Jerri Irgo

Bagaimana menjadi Wirausaha yang handal dengan menguasai 4 (empat) aspek Manajemen meliputi aspek pemasaran, aspek produksi, aspek SDM dan organisasi dan aspek keuangan?

 

CEFE International yang berkantor pusat di Auenweg 185, 51063 Cologne Germany, bekerjasama dengan Business Development Service Provider Universitas Islam Indonesia (BDSP UII), Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII dan ERP Competence Center Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi akan mengadakan CEFE Appreciation Workshop, pada hari Kamis (07/11/2013).

 

Direncanakan hadir sebagai pembicara adalah Eberhard Baerenz (CEFE International), Dr Ir H Harsoyo, M.Sc (BDSP UII), Beni Suranto, ST, M.SoftEng (Koordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika PPs FTI UII) dan Dra  Primanita Setyono, MBA, Ak ‎(Team Leader SAP University Alliance at Universitas Islam Indonesia)

 

Info dan pendaftaran dapat hubungi Rina – Admisi Magister Teknik Industri PPs FTI UII 08572975960 atau Jerri Irgo Marketing PPs FTI UII 081392469391

 

Jerri Irgo

Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), menyatakan “Keikutsertaan UII dalam hal ini diwakili oleh FTI, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Ekonomi (FE) merupakan salah satu upaya mengenalkan UII lebih dekat dengan masyarakat luas di luar Daerah Istimewa Yogyakarta”.

 

Hal tersebut dinyatakan saat menghadiri dan memberikan support kepada team promosi UII di  Pameran Beasiswa Unggulan atau Beasiswa Unggulan Fair di Gedung FX Senayan, (1/11/2013) yang diselenggarakan oleh  Biro Program Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Kegiatan ini di ikuti sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

Adapun tema Beasiswa Unggulan Fair yang baru pertamakali digelar Biro PKLN Kemendikbud ini, bertajuk Meraih insan Indonesia cerdas dan kompetitif, pada tahun 2014 akan  menyiapkan 3000 program Beasiswa Unggulan (BU).

 

Antusias pengunjung Pameran Beasiswa Unggulan sangat terlihat, dengan salah satu indikator adalah semua paket tas dan brosur yang disediakan oleh 3 Fakultas habis, “kami menyiapkan 450 paket promosi, Alhamdulillah, semua telah terdistribusi ke pengunjung pameran” ujar Basori, salah satu team promosi UII dari Program Pascasarjana FTSP UII.

 

Tampak hadir juga Prof. Ir. Mochamad Teguh, MSCE, Ph.D, Dekan FTSP UII, Prof Hadri Kusuma, Drs, MBA, DBA, Dekan FE UII dan team promosi UII dari Jerri Irgo dari Program Pascasarjana FTI UII.

 

Jerri Irgo

 

JIka kita mau meluangkan sedikit waktu melirik beragam berita akhir-akhir ini, ada fenomena sosial yang perlu mendapatkan perhatian kita. Selain kasus korupsi yang tidak henti, muncul fenomena yang cukup menggelisahkan yaitu fenomena kejahatan siber (cyber crime) ujar Fathul Wahid Ph.D, Dosen Teknik Informatika dan Magister Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta

 

Kejahatan ini mewujud dalam banyak bentuk, mulai dari akses tanpa hak ke sistem komputer, pencurian data, sampai dengan penyebaran konten pornografi dan pelecehan online

 

Selengkapnya : Kendali Diri dan Kejahatan Siber

Tulisan ini telah dimuat dalam Kolom Analisis Kedaulatan Rakyat edisi 2 November 2013

 

Jerri Irgo

Metrotvnews.com, Jakarta: Biro Program Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 3000 program Beasiswa Unggulan (BU) untuk 2014.

 

“Ya kami menargetkan 2014 nanti program BU menjadi 3.000 peserta guna menampung lebih banyak lagi generasi muda kita khususnya para mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi,”kata Kordinator Program Beasiswa Unggulan (BU) Biro PKLN Kemendikbud AB Susanto disela sela acara Pameran Beasiswa atau Beasiswa Unggulan Fair di Gedung FX Senayan, Sabtu (2/11).Adapun tema Beasiswa Unggulan Fair yang baru pertamakali digelar Biro PKLN Kemendikbud tersebut bersama sejumlah kampus bertajuk Meraih insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Kegiatan ini di ikuti sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

Menurut AB Susanto,kegiatan pameran BU diharapkan dapat memberikan informasi langsung ke masyarakat tentang sekolah di dalam negeri dan luar negeri melalui dukungan Beasiswa Unggulan. “Pameran BU ini merupakan media sosialisasi tentang beasiswa Bu dan menjadi wadah bagi masyarakat luas mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya bagi seluruh pengunjung mal,”cetus AB Susanto.

 

Hemat dia,dengan aktivitas pameran yang biasanya digelar hotel maka pameran pendidikan di mal dapat lebih terinformasikan ke masyarakat. AB Susanto yakin dengan pameran tersebut para calon penerima beasiswa BU akan mendapatkan informasi lebih lengkap yang sesuai dengan keinginan masyarakat untuk melanjutkan studinya.

 

Ia berpesan untuk mahasiswa yang telah mendapat BU tetap mengutamakan dan mempertahankan prestasi yang telah di raih.Sedangkan bagi yang belum atau akan mendaftar program BU agar mempersiapkan diri dengan baik.

 

Sri Sulartiningrum, Pembantu Ketua Bibang Kemahasiswaan STP Trisakti yang hadir mendampingi mahasiswa di stand pameran mengatakan kesempatan masyarakan melanjutkan pendidikan tinggi terbuka luas dengan sejumlah program bantuan beasiswa dari Kemendikbud. Menurut dia, program BU sangat bermanfaat karena berhasil menampung mahasiswa dan juga anggota masyarakat yang dinilai layak dalam kemampuan profesinya mendapat program BU. “Sastrawan,tokoh masyarakat, budayawan, olahragawan dan juga wartawan dapat mendaftar program BU ini,”cetusnya.

 

Edvi Gracia lulusan S2 program BU STP Trisakti yang menjadi host acara tersebut menyatakan bahwa keunggulan program BU terbuka luas bagi masyarakat dan mahasiswa.

“Selama ini kesannya beasiswa itu hanya untuk mereka yang pintar dan prestasi bagus secara akademis padahal tidak demikian.Program BU terbuka bagi masyarakat lain yang punya prestasi di bidang lain.”pungkasnya.

 

Sementara Riska penerima BU double degree di UNJ dan Universitas di Jerman serta Etiva penerima BU double degree di IPB dan universitas di Jerman mengaku bersyukur mendapat bantuan beasiswa.Etiva kini telah lulus S2 double degree dan mengajar sebagai asisten dosen di IPB. “Saya bersyukur selain bisa kuliah dengan BU juga dapat belajar kebudayaan bangsa Jerman yang maju dan humanis serta amat menghargai orang lain,”ungkapnya. (Syarief Oebaidillah)

 

Sumber : Metro News

 

Jerri Irgo