YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – BEGITU banyak mobil listrik dikembangkan di Indonesia. Kerap menjadi bahan riset sejumlah mahasiswa perguruan tinggi, kali ini Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melakukan terobosan terbaru dengan mengembangkan mobil listrik berandroid.

 

“Semua sistem operasi mobil listrik ini nanti akan dikendalikan melalui ponsel smartphone android ini,” jelas salah seorang mahasiswa teknik mesin Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Nasri Afandi Pasaribu, Rabu (23/4).

 

Maka tak mengherankan, sesuai nama mobilnya yakni mobil listrik berandroid maka sebuah telpon pintar dengan layar sentuh 8 inch yang dilengkapi sistem operasional android Jelly Bean disematkan pada bagian kemudi mobil. Nasri mengungkapkan, cukup dengan menyentuh beberapa aplikasi yang ada di android tersebut, maka mobil listrik yang masih dalam bentuk prototipe ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.

 

“Pada sistem android sudah tersedia aplikasi untuk mengukur kecepatan, kondisi kapasitas baterai, GPS (Global Positioning System) dan sejumlah fitur hiburan lain seperti wi-fi, Bluetooth, internet browser, bahkan pengemudi juga bisa mengirimkan pesan singkat dan video call,” papar Nasri mewakili rekan-rekannya.

 

Berbentuk layaknya mobil balap Formula One, mobil ini memiliki panjang total 2,5 meter dengan lebar 1,4 meter dan tinggi 1,2 meter. Sistem kemudi dengan menggunakan rack and pinion, butuh dua motor penggerak BLDC yang masing-masing berkekuatan 1 kW dimana pada penggerak roda belakang menggunakan differential elektronik

 

“Mobil ini dibuat untuk mensimpelkan semua panel instrument dan kendali yang ada pada mobil umumnya. Padahal semua sistem yang kompleks itu bisa merepotkan pengemudi disamping menambah beban mobil listrik. Maka semua hal yang rumit itu digantikan menggunakan komputer android berspesifikasi tinggi,” tutur dia.

 

Dalam peluncuran prototipe yang dilakukan di kampus setempat, kemarin, Nasri paham bahwa mobil yang dibuat sejak September 2013 itu masih jauh dari sempurna. Dia dan kawan-kawannya pun masih menyimpan obsesi agar mobil listrik yang dibuat bisa lebih canggih lagi. Nasri menyebutkan salah satu hal yang ingin segera diperbaiki terkait dengan sistem penstabilan kedua roda depannya. Dia menginginkan agar kedua roda depan dapat bergerak stabil di jalan rusak.

 

“Untuk androidnya, ke depan akan disempurnakan agar mobil ini bisa berjalan sendiri menuju lokasi yang sudah ditentukan. Apalagi sudah ada GPS-nya. Kami juga ingin nomor-nomor kantor polisi se Indonesia tersimpan di android ini. Jadi ketika mobil hilang, maka mobil bisa secara otomotis menghubungi nomor polisi terdekat,” papar dia.

 

Wahyudi Budi Pramono, ST M.Eng selaku Wakil Dekan FIT menambahkan proyek pembuatan mobil dikerjakan oleh 13 mahasiswa dari berbagai jurusan di FIT. Mereka rata-rata masih semester dua sampai enam. “Tujuan semula kami membuat mobil ini untuk mengikuti kompetisi antarperguruan tinggi di ITS Surabaya Juni nanti dan pada November mendatang ada pula kejuaraan tingkat ASEAN di Malaysia,” tandas Wahyudi yang juga turut membimbing proses pembuatan mobil tersebut.

 

Diberitkan Suara Merdeka

 

Jerri Irgo

Sindonews.com – Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia berhasil menciptakan sebuah mobil listrik berbasis android.

 

Mereka yang tergabung dalam Tim Ulil Albab UII ini bahkan mengklaim mobil listrik tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang berbasis android.

 

Ketua Tim Ulil Albab UII Nazri Afandi Pasaribu mengatakan, mobil listrik tersebut mulai dirancang sejak September 2013 lalu.

 

Berbeda dari mobil listrik karya mahasiswa yang sudah ada selama ini, mobil listrik karya mereka dilengkapi dengan tablet android.

 

Jika pada mobil listrik lain dipasang panel instrumen dan kendali yang kompleks, mobil listrik satu ini digantikan hanya dengan satu tablet android.

 

“Berbagai panel instrumen yang biasanya dipasang tentu lebih ribet dan menambah berat mobil. Belum lagi karena terlalu banyak justru merepotkan driver. Dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang kami buat sendiri, speedometer, accelerometer, battery indicator, RPM meter, stopwatch, odometer, tombol lampu sign dan tombol-tombol lainnya ada dalam 1 alat,” jelasnya, Rabu (23/4/2014).

 

Ditemui di sela-sela launching mobil listrik berbasis android di kampus setempat, Nazri menuturkan, tablet yang digunakan sebagai instrument display dan monitoring tersebut harus menggunakan alat dengan komputasi cepat terhadap software yang sedang dijalankan.

 

Tak hanya sebagai pusat kendali, tablet android yang digunakan juga menjadi pusat komunikasi dan entertainment.

 

“Tanpa perlu menambah alat dan biaya banyak, mobil listrik ini sudah bisa kita lengkapi dengan wifi, bluetooth, sistem global untuk komunikasi mobile, internet browser, tv analog, map, video/voice call, mp3 player, radio bahkan games. Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan aki tambahan yang dapat menunjang aki utama. Dan karena semua berbasis komputerisasi, sistem pengereman pun dikontrol oleh komputer. Meski demikian, tingkat keamanan terjamin,” tuturnya.

 

Diberitakan : Sindonews

 

Jerri Irgo

YOGYAKARTA, (PRLM).- Mobil listrik dengan operasi berbasis teknologi komunikasi android dirintis oleh Tim Ulil Albab Fakultas Teknlgi Industri Universitas Islam Indonesia (UII). Pada tahap awal perancangan, kendaraan bermuatan tunggal tersebut sebagian operasi secara otomatis di bawah kendali gadget, dan targetnya dalam tahap penyempurnaan seluruh operasional kendaraan secara otomatis dikendalikan oleh gadget, termasuk stang kemudi atau sistem auto driver.

 

Ketua Tim Ulil Albab Nazri Afandi Pasaribu menyatakan mobil ini dirancang sejak pertengahan 2013, dengan kelengkapan sistem suspense double wishbone, camber angle-2 derajat, caster angle+5 derajat.

 

Adapun posisi perangkat android ditempelkan pada setir mobil, berfungsi mengukur kecepatan, rem, GPS, kekuatan baterai, dan entertain kendaraan, tombol lampu sign dan stopwatch. Khusus entertain kendaraan, gejet dalam setir trsebut juga bisa dijadikan kelengkapan asesori mobil berupa televisi analog, musik, video call. “Semua panel instrumen tersebyt dinamikanya pada mobil cukup dikendalikan melalui tablet,” kata dia, Kamis (24/4/2014).

 

Menurut dia aplikasi android untuk basis operasi mobil balap tersebut dirancang sepenuhnya oleh delapan mahasiswa FTI, sementara kelengkapan mobil melibatkan mahasiswa luar jurusan serta perancang mobil di luar kampus.

 

“Force Unisi” sebagai merk mobil tersebut memiliki komponen penggerak tenaga terdiri dari baterai tipe GS-NS60, 12 volt dengan arus 45Ah. Adapun spesifikasi bodi mobil : panjang 2,5 total meter, panjang rangka utama 1,9 meter, lebar 1,4 meter, lebar rangka utama 0,52 meter, tinggi 1,2 meter, sistem kemudi rack and pinion, dan ukuran roda sepeda motor metik, sistem penggerak dua buah motor BLDC @ 1kW, penggerak roda belakang RWD dengan differential elektronika. Bobot total mobil 140 kg. “Dari seluruh komponen di dalamnya, mobil ini bisa dikategorikan ramah lingkungan,” kata Nazri Afandi Pasaribu.

 

Wakil Dekan FTI Wahyudi Pramono ST M Eng mengatakan, tujuan awal pembuatan mobil listrik tersebut untuk kompetisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Malaysia. Jika mobil balap tersebut berhasil disempurnakan, semua sistem akan dikembangkan untuk mobil kota (city car). Biaya perancangan dan perakitan mobil balap warna biru tersebut sebesar Rp 60 juta. (A-84/A-147)***

 

Diberitrakan di Pikiran Rakyat

 

Jerri Irgo

Pesatnya kemajuan pengembangan teknologi alat transportasi alternatif memungkinkan tumbuhnya gagasan untuk membangun wahana transportasi yang ramah lingkungan, efisien, nyaman, dan aman ketika digunakan. Hal ini penting untuk menjawab tantangan mengenai dampak kerusakan lingkungan di masa depan akibat tingginya penggunaan alat transportasi yang masih mengandalkan bahan bakar fosil. Inilah yang kemudian direspon oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII dengan meluncurkan mobil listrik “Force UNISI”. Mobil listrik sendiri merupakan wahana transportasi alternatif yang sumber dayanya berasal dari energi listrik yang tersimpan dalam baterai sehingga sangat ramah lingkungan. Mobil listrik yang diklaim memiliki banyak fitur unggulan ini dirancang secara mandiri oleh para mahasiswa UII dari berbagai jurusan yang ada di FTI UII bersama para dosen pembimbing. Peluncuran wahana ini berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, kampus terpadu UII, Rabu (23/4). Acara peluncuran juga disaksikan oleh Ricky Elson, salah seorang pelopor pengembangan mobil listrik Indonesia.

 

Diungkapkan oleh Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng sebagai salah satu dosen pembimbing tim, bahwa ide pembuatan mobil listrik ini telah mulai digodok sejak awal September 2013, sedang pengerjaannya dimulai pada awal Februari 2014. “Proses pembuatan mobil mulai dari tahap desain, program software, perakitan, hingga penambahan komponen instrumen digital dikerjakan oleh tim yang terdiri dari 13 mahasiswa FTI UII bersama dosen pembimbing”, ungkapnya. Mobil listrik yang pertama kali dihasilkan oleh FTI UII ini diharapkan dapat berpartisipasi mewakili UII dalam berbagai ajang kejuaraan mobil listrik di Indonesia.

 

Ketika disinggung mengenai fitur-fitur unggulan yang dimiliki mobil berwarna biru tersebut, ia membeberkan bahwa mobil ini tidak hanya hemat, ramah lingkungan, dan cepat, tetapi juga memiliki keseimbangan (Balance) yang baik pada saat mobil dijalankan. “Dengan bantuan komputer, mobil ini memiliki sistem smart brake sehingga memberikan keamanan bagi pengendara ketika melaju pada kecepatan tinggi”, ucapnya. Tak hanya itu, mobil juga dilengkapi panel instrumen berbasis sistem operasi android yang dapat memberi tahu pengendara tentang kondisi mobil dan sistem navigasi pintar yang akan mengarahkan di mana mobil dapat mengisi daya baterainya. Sedangkan tipe baterai yang digunakan adalah tipe GS-NS60 yang bertegangan 12V dengan kemampuan arus 45Ah.

 

Pakar mobil listrik, Ricky Elson menilai mobil listrik karya mahasiswa UII sebagai hal yang patut mendapat apresiasi tinggi. “Ini sebagai langkah kecil menuju langkah besar dari kampus UII. Saya secara pribadi merasa terpanggil atas upaya anak-anak ini dalam berkarya”, tuturnya. Ia berpendapat meski masih terdapat kekurangan, namun pengembangan mobil listrik perlu terus didorong oleh semua pihak agar bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa pemilik teknologi seperti Jepang.

 

Sementara Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc mengungkapkan kegembiraannya ketika secara resmi meluncurkan mobil listrik Force UNISI. “Bisa jadi ini merupakan awal sejarah baru bagi FTI dan UII di mana para mahasiswa kita dapat membuktikan bahwa mereka dapat sejajar dalam penguasaan teknologi”, ungkapnya. Ia berharap hal ini dapat menjadi awal yang baik untuk semakin menggairahkan semangat para mahasiswa dalam berkarya.

 

Luncurkan Wahana Pesawat Tanpa Awak

 

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan produk teknologi lainnya dari FTI UII yaitu wahana pesawat tanpa awak (UAV). Pesawat yang dikendalikan dengan remote kontrol ini memiliki keunggulan dapat lepas landas hanya dalam jarak 4-5 meter. Meski baru berupa prototipe, pesawat rencananya akan dikembangkan sebagai wahana yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi sehingga dapat memotret dan merekam video dari ketinggian.

 

Diberitakan oleh Humas UII

 

Jerri Irgo

Jogja (AntaraJogja)  Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta meluncurkan mobil listrik “Force Unisi” yang dilengkapi komponen instrumen digital untuk pengoperasiannya.

 

“Mobil listrik yang memiliki banyak fitur unggulan itu dirancang secara mandiri oleh para mahasiswa UII dari berbagai jurusan yang ada di Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama para dosen pembimbing,” kata dosen pembimbing Wahyudi Budi Pramono di Yogyakarta, Rabu.

 

Di sela peluncuran mobil listrik “Force Unisi”, ia mengatakan fitur unggulan yang dimiliki mobil berwarna biru itu selain hemat, ramah lingkungan, dan cepat, juga mempunyai keseimbangan yang baik pada saat mobil dijalankan.

 

“Dengan bantuan komputer, mobil itu memiliki sistem ‘smart brake’, sehingga memberikan keamanan bagi pengendara ketika melaju pada kecepatan tinggi,” katanya.

 

Menurut dia, mobil itu juga dilengkapi panel instrumen berbasis sistem operasi android yang dapat memberitahu pengendara tentang kondisi mobil dan sistem navigasi pintar yang akan mengarahkan di mana mobil dapat mengisi daya baterainya.

 

“Tipe baterai yang digunakan adalah tipe GS-NS60 yang bertegangan 12V, dengan kemampuan arus 45Ah,” katanya.

 

Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik “Force Unisi” Nasri Affandi Pasaribu mengatakan ide pembuatan mobil listrik itu telah mulai digodok sejak awal September 2013, sedangkan pengerjaannya dimulai pada awal Februari 2014.

 

Menurut dia, proses pembuatan mobil mulai dari tahap desain, program “software”, perakitan hingga penambahan komponen instrumen digital dikerjakan oleh tim yang terdiri atas 13 mahasiswa FTI UII bersama dosen pembimbing.

 

“Mobil listrik yang pertama kali dihasilkan oleh FTI UII tersebut diharapkan dapat berpartisipasi mewakili UII dalam berbagai ajang kejuaraan mobil listrik di Indonesia,” katanya.

 

Dekan FTI UII Gumbolo Hadi Susanto mengatakan mobil listrik “Force Unisi” itu bisa jadi merupakan awal sejarah baru bagi FTI dan UII, di mana para mahasiswanya dapat membuktikan bahwa mereka dapat sejajar dalam penguasaan teknologi.

 

“Kami berharap hal itu dapat menjadi awal yang baik untuk semakin menggairahkan semangat para mahasiswa dalam berkarya,” katanya.

 

Pakar mobil listrik Ricky Elson mengatakan mobil listrik karya mahasiswa UII merupakan hal yang patut mendapat apresiasi tinggi. Hal itu merupakan langkah kecil menuju langkah besar dari kampus UII.

 

“Saya secara pribadi merasa terpanggil atas upaya anak-anak itu dalam berkarya. Meskipun masih terdapat kekurangan, pengembangan mobil listrik perlu terus didorong oleh semua pihak agar Bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa pemilik teknologi seperti Jepang,” katanya. (Ant/AP)

 

Diberitakan di : Kantor Berita Antara Jogja

 

Jerri Irgo

RIMANEWS – Mahasiswa Indonesia semakin membanggakan dalam membuat karya-karya inovatif yang berguna untuk bangsa. Kali ini Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta meluncurkan mobil listrik “Force Unisi” yang dilengkapi komponen instrumen digital untuk pengoperasiannya. Salut!

 

“Mobil listrik yang memiliki banyak fitur unggulan itu dirancang secara mandiri oleh para mahasiswa UII dari berbagai jurusan yang ada di Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama para dosen pembimbing,” kata dosen pembimbing Wahyudi Budi Pramono di Yogyakarta, Rabu (23/4).

 

Di sela peluncuran mobil listrik “Force Unisi”, ia mengatakan fitur unggulan yang dimiliki mobil berwarna biru itu selain hemat, ramah lingkungan, dan cepat, juga mempunyai keseimbangan yang baik pada saat mobil dijalankan.

 

“Dengan bantuan komputer, mobil itu memiliki sistem ‘smart brake’, sehingga memberikan keamanan bagi pengendara ketika melaju pada kecepatan tinggi,” katanya.

 

Menurut Wahyudi, mobil itu juga dilengkapi panel instrumen berbasis sistem operasi android yang dapat memberitahu pengendara tentang kondisi mobil dan sistem navigasi pintar yang akan mengarahkan di mana mobil dapat mengisi daya baterainya.

 

“Tipe baterai yang digunakan adalah tipe GS-NS60 yang bertegangan 12V, dengan kemampuan arus 45Ah,” ia melanjutkan.

 

Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik “Force Unisi” Nasri Affandi Pasaribu mengatakan ide pembuatan mobil listrik itu telah mulai digodok sejak awal September 2013, sedangkan pengerjaannya dimulai pada awal Februari 2014.

 

Menurut dia, proses pembuatan mobil mulai dari tahap desain, program “software”, perakitan hingga penambahan komponen instrumen digital dikerjakan oleh tim yang terdiri atas 13 mahasiswa FTI UII bersama dosen pembimbing.

 

“Mobil listrik yang pertama kali dihasilkan oleh FTI UII tersebut diharapkan dapat berpartisipasi mewakili UII dalam berbagai ajang kejuaraan mobil listrik di Indonesia,” paparnya.

 

Dekan FTI UII Gumbolo Hadi Susanto mengatakan mobil listrik “Force Unisi” itu bisa jadi merupakan awal sejarah baru bagi FTI dan UII, di mana para mahasiswanya dapat membuktikan bahwa mereka dapat sejajar dalam penguasaan teknologi.

 

“Kami berharap hal itu dapat menjadi awal yang baik untuk semakin menggairahkan semangat para mahasiswa dalam berkarya,” katanya.

 

Pakar mobil listrik Ricky Elson mengatakan mobil listrik karya mahasiswa UII merupakan hal yang patut mendapat apresiasi tinggi. Hal itu merupakan langkah kecil menuju langkah besar dari kampus UII.

 

“Saya secara pribadi merasa terpanggil atas upaya anak-anak itu dalam berkarya. Meskipun masih terdapat kekurangan, pengembangan mobil listrik perlu terus didorong oleh semua pihak agar Bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa pemilik teknologi seperti Jepang,” kata Ricky.

 

Diberitakan : Rima.News

 

Jerri Irgo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rabu (23/4), meluncurkan mobil listrik Force Unisi di kampus setempat. Mobil ini menggunakan komputer android untuk pengendalian dan pengukurannya.

 

Wakil Dekan FTI UII, Wahyudi Budi Purnomo mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Yogyakarta, Rabu (23/4). Tujuan pembuatan mobil listrik ini akan dilombakan dalam kompetisi mobil listrik di Institut Teknologi Surabaya (ITS) Juni mendatang.

 

Dijelaskan Wahyudi, mobil ini menggunakan baterai tipe GS-NS60 dengan tegangan 12V dan kemampuan arus 45Ah. “Baterai ini dipilih karena ketahanannya sangat baik dan mampu bekerja pada temperatur tinggi, stabil, dan menghasilkan tenaga besar,” katanya.

 

Sedang komputer Android yang dipasangkan pada mobil ini digunakan untuk mengendalikan speedometer, baterai indicator, RPM meter, stopwatch, odometer, tombol lampu head, tombol lampu sign, tombol rear, tombol kendali fitur dan lain-lain. Selama ini, panel tersebut dipasang sendiri-sendiri sehingga merepotkan pengemudi dan menambah berat beban mobil listrik.

 

Komputer Android ini, lanjut Wahyudi, terdiri dua bagian yaitu bagian pertama instrument display dan monitoring, dan bagian kedua, parameter input. Komputer instrument display menggunakan komputer android dengan spesifikasi yang tinggi.

 

Spesifikasi Force Unisi adalah panjang total 2,5 meter, panjang rangka 1,9 meter, lebar 1,4 meter, lebar rangka utama 0,52 meter, tinggi 1,2 meter, sistem kemudi rack and pinion, ukuran roda Yamaha Mio.

 

Sedang sistem suspensi double wishbone, camber angle -2 derajat dan caster angle + 5 derajat. Sistem penggerak menggunakan dua motor BLDC @ 1kW dan penggerak roda belakang/RWD dengan differential elektronik.

 

Mobil Force Unisi ini dikerjakan 13 mahasiswa dan diketuai Nazri Afandi Pasaribu. Proses pembuatannya sejak September 2013 dan April 2014 diluncurkan.

 

“Secara keseluruhan pembuatan mobil listrik ini dibuat tim sendiri, mulai dari desain, program software, assembly, dan program-program digital elektrik lainnya dikerjakan di Laboratorium Teknik FTI UII,” katanya.

 

Keunggulan mobil listrik ini memiliki Force Unisi adalah hemat, ramah lingkungan, serta cepat. Selain itu, juga memiliki keseimbangan yang baik saat berjalan,” ujarnya.

 

Diberikan Republika On Line

 

Jerri Irgo

Ide Mobil Listrik FTI UII 2014 yang berasal dari Mahasiswa berbagai Program Studi yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Informatika dan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Mahasiswa FTI UII tersebut membuat Mobil Listrik sebagai kontribusi akademis bagi dunia pendidikan termasuk almamaternya yaitu UII khususnya Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII. Demikian kutipan release yang dikeluarkan team Mobil Listrik FTI UII (20/04)

 

Team Mahasiswa FTI UII yang terbagi dari tim non teknis dan teknis memiliki tim yang solid dan kemampuan yang sungguh – sungguh dalam mengerjakan proyek pembuatan mobil listrik yang dikerjakan oleh tim itu sendiri dengan dibimbing Team Dosen FTI UII, diantaranya Wahyudi Budi Pramono S.T., M.Eng, Wakil Dekan FTI UII.

 

Kreatifitas Mahasiswa FTI UII ini tampak saat, team memikirkan terobosan baru yang inovatif, berupa menciptakan mobil listrik dengan sistem suspensi double wishbone, Camber angle -2 derajat, caster angle +5 derajat.  Dengan sistem tersebut maka dapat dihasilkan mobil yang ramah lingkungan. Mobil Listrik ini juga merupakan Mobil yang akan dibuat pertama di lingkungan Universitas Islam Indonesia dan Indonesia dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.

 

Masyarakat akademis maupun umum, diberikan kesempatan untuk menyentuh langsung Mobil Listrik FTI UII 2014 ini, pada acara Launching hari Rabu, 23 April 2014 jam 09.00 WIB di Gedung Mas Mansur Kampus Terpadu UII Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta.

 

Diharapkan hadir Ricky Elson (Putra Petir) Pencipta Mobil Listrik Indonesia “SELO” untuk berbagi ilmu mengenai pembuatan Mobil Listrik dan akan sharing untuk mengadakan kerjasama pembuatan proyek City Car terbaru bersama tim mobil listrik FTI UII dan Kupu – Kupu Malam dengan teknologi yang lebih canggih dan akan menjadi mobil City Car pertama yang akan Indonesia miliki.

 

Berita Terkait : FTI UII Segera Launcing Mobil Listrik

 

Jerri Irgo

berkasDeberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, bahwa pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2013/2014 dilaksanakan pada tanggal 28 April 2014 s.d 12 Mei 2014.

 

Selengkapnya jadwal ujian dapat didownload di sini.

 

Secara rinci berikut disampaikan jadwal untuk masing-masing Jurusan/Prodi:

 

 

  1. Teknik Kimia
  2. Teknik IndustriTI Program International
  3. Teknik Informatika
  4. Teknik Elektro
  5. Teknik Mesin

 

—=== SELAMAT MENEMPUH UJIAN ==—

—=== SEMOGA KESUKSESAN SELALU MENGIRINGI ==—

 

Upaya maksimal yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) untuk membuat mobil listrik, kini sudah menampakkan hasilnya. Seperti apa hasilnya? Dari pada penasaran datang dan saksikan Launching mobil listrik tersebut yang diberi nama Mobil Listrik Ulil Albab UII pada hari Rabu (23/04/2014) pukul 10:00 di Hall FTI UII. Siang harinya tepat pukul 13:00 pada hari dan tanggal yang sama akan dilangsungkan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber pembuat mobil listrik Dahlan Iskan, Sdr. Risky Elson.

 

Berita Terkait : Mobil Listrik, Kreatifitas Mahasiswa FTI UII

 

Informasi lebih rinci perhatikan poster berikut:

 

fti_uii_mobil_listrik--_copy