fti_uii_sukirman_lepas_robot_1KALIURANG FTINews – Pertandingan tahunan Kontes Robot Indonesia (KRI) untuk tahun 2014 ini segera dilaksanakan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada tanggal 9-11 Mei 2014. Untuk itu pada hari Kamis (8/5/2014) Pjs. Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Sukirman, MM melepas keberangkatan mahasiswa-mahasiswa FTI UII yang menjadi duta UII menuju GOR Jatidiri Semarang untuk mengikuti kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kasubdit Kreativitas Mahasiswa, DPPM, DIKTI Jakarta.
Tahun ini, duta-duta UII mengikuti tiga kategori lomba robot. Tim Admiral Unisi, yang terdiri dari Deky Dilfiana Dewantara (Teknik Informatika), Baihaki Erwanda (Teknik Elektro), dan Setyo Ardi Pratama (Teknik Mesin) mengikuti kompetisi dalam karegori Robot Pemadam Api Beroda. Untuk kategori Robot Pemadam Api Berkaki, UII diwakili oleh Tim Akhtar Unisi yang beranggotakan Irsyad Safrony (Teknik Mesin) dan Chabib Nurrochman (Teknik Informatika). Sedangkan dalam kategori Kontes Robot Sepakbola Indonesia diwakili oleh Deny Rahmalianto dan Surya Hendriy (Teknik Informatika), Feri Apriyanto dan Fatchuri Rohman Syarif (Teknik Mesin), Fajar Nofriyudi (Teknik Elektro), bergabung dalam Tim Athaya Unisi dalam membangun tiga robot humanoid untuk bermain sepak bola.
Pada kesempatan pamitan sebelum keberangkatan tim, Ir. Sukirman, MM didampingi Pjs. Wadek, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng, Kaprodi Teknik Elektro, Tito Yuwono, ST, M.Eng dan Dosen Pembimbing, Izzati Muhimmah S.T., M.Sc., Ph.D memberi motivasi sebagai penyemangat kepada mahasiswa-mahasiswa anggota tim. Dengan penuh percaya diri dan kebahagiaan yang terpancar, Sukirman mengapresiasi semangat para mahasiswa yang dalam mewujudkan robot-robot sebagaimana telah disebutkan. Bahkan tidak jarang anggota tim tersebut sampai begadang di laboratorium Mekatronika FTI UII. Selain itu, beliau juga menitipkan nasihat untuk selalu menjaga nama baik almamater UII. “Nanti yang bertanding hanya fisik robot-robotnya saja ya”. “Jangan sampai anggota tim ikut bertanding dengan supporter lain”, kelakarnya.
Sementara dosen pembimbing yang ikut mengawal, Izzati Muhimmah S.T., M.Sc., Ph.D menyampaikan, meskipun tahun ini, FTI UII tidak mengikuti semua kategori namun persiapan tim Unisi Robotics sudah disiapkan sejak empat bulan lalu. Dan ketiga tim tersebut dinyatakan lolos menuju kompetisi regional setelah melalui penjurian video oleh tim DIKTI. “Mohon doa dari semua civitas UII semoga mahasiswa-mahasiswa yang telah bekerja keras mewujudkan rancangan robot mereka ini dapat sukses dalam kompetisi Regional III dan lolos ke tahap pertandingan nasional yang kelak akan diselenggarakan di UNY Yogyakarta.

 

Berita Terkait:

Tim Unisi Robotics Raih Juara 1 RPA Beroda

Perpaduan Ikhtiyar dan Doa Membuahkan Hasil Gemilang

fti_uii_lizda_iswariKALIURANG FTINews – Komunitas Open Street Map (OSM) dari Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyelenggarakan kuliah umum di bidang Sistem Informasi Geografis pada Kamis, (24/04/2014). Kuliah umum yang berlangsung di ruang Audio Visual FTI UII ini sekaligus mensosialisasikan aplikasi Open Street Map (OSM).  Tidak hanya di FTI UII, kegiatan ini juga diselenggarakan di beberapa universitas antara lain UI, UGM, ITS, Universitas Trunojono Madura, Universitas Hasanuddin, dan enam universitas lainnya.
 

Sosialisasi program ini tidak lepas dari kerjasama Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT), Australian Aid, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan apa itu OSM dan kegunaannya. Dalam presentasinya narasumber dari HOT, Elida Nurrohmah, S.Si, mengatakan bahwa alasan diselenggarakannya sosialisasi OSM adalah agar para peserta sosialisasi terutama para mahasiswa dapat lebih mengenal OSM dan dapat memberikan kontribusinya dalam penambahan data di OSM tersebut.
 

Dikatakannya bahwa OSM adalah peta dunia gratis yang dapat diedit dan dimanfaatkan secara kolaboratif oleh kita semua. OSM merupakan project pemetaan berbasis internet untuk membuat peta gratis di seluruh dunia. Model OSM adalah gabungan dari wikipedia dan GPS. Data spasial dari OSM dapat ditambah dan diedit oleh seluruh anggota OSM yang telah memiliki akun di OSM. Lebih jauh lagi Elida Nurrohmah berharap, setelah terselenggaranya sosialisasi ini, peserta dapat mengikuti training yang diadakan oleh HOT. Materi training meliputi komponen pengumpulan data, integrasi data, validasi data, serta cara penggunaan aplikasi OSM untuk penambahan dan pengeditan data.
 

Sementara dosen pengampu matakuliah Sistem Informasi Geografis yang juga memandu kuliah umum, Lizda Iswari S.T., M.Sc menaruh harapan besar dengan adanya sosialisasi OSM ini dapat membuka wawasan dan siapa saja yang terlibat dapat memperbaharui pengetahuan di bidang pemetaan, serta memiliki gambaran mengenai pemanfaatan OSM dalam pengolahan aplikasi berbasis data spasial.

fti_uii_smk1_pangandaranKALIURANG FTINews – Selamat datang di kampus yang tampak sepi ini. “Sepinya kampus ini bukan karena tidak ada mahasiswa, tetapi karena para mahasiswa sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS)”. Hal ini disampaikan Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom dalam menyambut lebih kurang 200 siswa SMK Negeri 1 Pangandaran berkunjung ke FTI UII, pada Rabu (07/05/2014) bertempat di Auditorium FTI UII.
 

Lebih lanjut, Yudi Prayudi memperkenalkan Prodi Teknik Informatika yang dipimpinnya. Sekilas disampaikan bahwa Prodi Teknik Informatika FTI UII adalah salah satu dari dua puluh tiga program studi yang ada di lingkungan UII. “UII adalah merupakan kampus tertua di Indonesia”. “Untuk itulah silahkan dimanfaatkan waktu sebaik-baiknya saat berkunjung ke kampus ini untuk memperoleh pengetahuan dan semoga dapat memotivasi”, pesan Yudi kepada rombongan tamu. Selanjutnya Yudi memperkenalkan civitas akademika FTI UII yang hadir di ruang itu yang terdiri dari para dosen dan tenaga kependidikan.
 

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pangandaran, Nana Supena Dipayana, S.Pd., M.M dalam sambutannya menyampaikan maksud kunjungan ke FTI UII antara lain memberikan dorongan kepada adik2 siswa atau anak didiknya untuk berpandangan jauh di dunia pendidikan yaitu kampus. “Untuk itulah kami bawa mereka ke FTI UII ini khususnya pada Program Studi Teknik Informatika”, jelasnya.  Lebih jauh Nana Sepena menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini merupakan salah satu program sekolah diantara program-progam lainnya.  Selain kunjungan ada praktik industri selama tiga bulan. “Barangkali pada waktu yang akan datang anak kami ini bisa melakukan praktik di sini bahkan bisa lanjut studi di tempat ini juga”, harapnya.
 

Sebagai tamu yang membawa rombongan dalam jumlah besar atas nama rombongan, kepala sekolah mohon maaf apabila dalam pertemuan ini nanti banyak yang tidak berkenan. ”Mudah-mudahan silaturahim ini bukan yang pertama dan terakhir”, Nana Supena Dipayana meminta. Selanjutnya ucapan terima kasih diucapkannya kepada FTI UII, khususnya Kaprodi Teknik Informatika yang telah memberikan kesempatan luas untuk belajar.

 

Usainya mendapat penjelasan tentang dunia informatika dan Prodi Teknik Informatika FTI UII meskipun sangat singkat, para siswa dan guru pendamping diajak berkunjung ke berbagai laboratorium yang ada di lingkungan Prodi Teknik Informatika FTI UII sesuai kompetensi yang dimiliki masing-masing siswa.

“Mahasiswa Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (MTI PPs FTI UII) Yogyakarta, akan melakukan kunjungan industri ke PT Dua Kelinci yang memproduksi kacang garing. Kunjungan ini direncanakan pada hari Rabu (30/04)” ujar Ir Ali Parkhan, MT, Koordinator Bidang Keilmuan MTI Pps FTI UII di ruang kerjanya (29/04)

 

PT Dua Kelinci, berlokasi di Pati, Jawa Tengah pada tahun 1985.  Dalam perkembangannya hingga saat ini, PT Dua Kelinci selalu menggunakan kacang tanah berkualitas dan memprosesnya dengan teknologi canggih sehingga menghasilkan produk yang kacang garing dan berkualitas.

 

Awalnya, hanya menjual produk berupa kacang garing, tapi sesuai perkembangannya dalam mengikuti permintaan pasar akhirnya mengeluarkan berbagai produk, sepert kacang garing, kacang salut, dan juga makanan ringan, diantaranya pilus.

 

“Inovasi produk oleh PT Dua Kelinci ini menjadi salah satu alasan dan daya tarik tersendiri, karena mengembangan produk yang terbuat dari kacang-kacangan selain kacang tanah” pungkas Ir Ali Parkhan, MT

 

Jerri Irgo

Kita sudah sering mendengar para intelektual muda merancang bangun kendaraan bertenaga listrik. Namun, baru mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang berhasil menciptakan sebuah mobil listrik berbasis sistem operasi (OS) Android dari Google!.

 

Seperti apa spesifikasi dan kehebatannya dibanding mobil listrik umumnya? Hasil rancang bangun para mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ulil Albab Unisi ini memang tergolong baru. Baru mereka yang pertama di Indonesia yang membuat mobil listrik berbasis Android. Ketua Tim Ulil Albab Unisi Nazri Afandi Pasaribu menginformasikan, mobil listrik tersebut mulai dirancang sejak September 2013.

 

Berbeda dari mobil listrik karya mahasiswa yang sudah ada selama ini, produk mereka dilengkapi tablet PC dengan OS Android. Kalau pada mobil listrik lain dipasang panel instrumen dan kendali yang kompleks, di mobil listrik ini semua itu digantikan hanya dengan satu tablet PC Android.

 

“Berbagai panel instrumen yang biasanya dipasang tentu lebih ribetdan menambah berat mobil. Belum lagi karena terlalu banyak, justru merepotkan pengemudi. Dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang kami buat sendiri, speedometer, accelerometer, battery indicator, RPM meter, stopwatch, odometer, tombol lampu sigi, dan tombol-tombol lainnya ada dalam satu alat,” ucap Nazri, kemarin.

 

Ditemui di sela-sela launchingmobil listrik berbasis Android di Kampus UII, Nazri menuturkan, tablet yang digunakan sebagai instrumen display dan monitoringharus menggunakan alat berkomputasi cepat terhadap software yang sedang dijalankan. Tak hanya sebagai pusat kendali, tabletAndroid yang digunakan juga menjadi pusat komunikasi dan entertainment.

 

“Tanpa perlu menambah alat dan biaya banyak, mobil listrik ini sudah bisa kita lengkapi dengan WiFi, Bluetooth, sistem global untuk komunikasi mobile, internet browser, TV analog, map, video/voice call,mp3 player, radio, bahkan games,î katanya. Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan aki tambahan yang dapat menunjang aki utama. Karena semua berbasis komputerisasi, sistem pengereman pun dikontrol oleh komputer. Meski demikian, tingkat keamanan tetap terjamin.

 

Dikemukakan Nazir, saat mengerjakan mobil listrik tersebut, ia bersama 13 rekan timnya tidak mengalami banyak kendala berarti. Kendala baru mereka hadapi pada tahap elektrikal, yakni menggabungkan semua alat yang ada dengan mobil. Yang cukup membuat mereka bangga, beberapa komponen inti mobil merupakan hasil buatan mereka sendiri. Seperti controller, chargeraki, semua softwareyang digunakan, hingga master bodymobil.

 

“Untuk sistem tenaga utama, baterai yang kami gunakan ialah GS-NS60. Baterai free maintenance ini spesifikasi tegangannya 12 V dan arus 45 Ah. Baterai ini kami pilih karena ketahanannya sangat baik dan mampu bekerja pada temperatur tinggi. Selain itu, baterai ini lebih stabil, dapat menghasilkan power besar. Namun tanpa perlu mengisi air aki,” katanya.

 

Tim Ulil Albab Unisi terdiri dari mahasiswa FTI angkatan 2011–2012 dari semua program studi yang ada. Mereka adalah Nazri Afandi Pasaribu, Muhammad Fanriado, Fachmi Salasa Alfian, Mulfiandi, Revelino, Hafyyan Azmi, Alifa Nasyahta Dila, Utari Heppy, Yanuar Anaba Wahyuesa, Gaida Fathcha Mubiena, Nindi, Yuardhita Widiaswara, Gyan Cassandra, serta Kristamayu.

 

Ke depan, Tim Ulil Albab Unisi berkeinginan semakin mengembangkan mobil listrik berbasis Android tersebut. Menurut teknisi tim, Muhammad Fanriado, mereka bercita-cita membuat mesin mobil sendiri. Sistem otomasi mobil juga perlu dikembangkan lebih baik lagi. Untuk suspensi, mereka ingin menggunakan sistem pnematik agar mobil bisa lebih stabil di jalan rusak.

 

Sementara bagian bodi mobil, mereka berkeinginan mengganti bahan komposit serat fiber dengan komposit bulu ayam agar lebih ringan. “Sedangkan pengembangan pada aplikasi pusat pengendalian, kami berencana mengembangkan aplikasi autodriveagar mobil bisa melaju tanpa perlu driverdan dengan remotejarak jauh,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Dekan FTI UII Wahyudi Budi Pramono ST MEng menuturkan, penggunaan tablet Android sebagai pusat pengendali dan pengukuran dilakukan untuk menyederhanakan semua sistem pada mobil listrik dalam satu alat saja. Dia pun bangga dengan kreasi dan inovasi para mahasiswanya itu.

 

“Untuk di kalangan perguruan tinggi, saya kira ini mobil listrik berbasis Android pertama. Bahkan mungkin, di kalangan profesional untuk Indonesia, saya kira belum ada yang seperti ini. Kelebihannya tentu semua sistem pengendali menjadi lebih mudah sehingga siapa pun bisa menjalankan mobil ini,” katanya.

 

Budi menambahkan, pembuatan mobil listrik tipe formula tersebut merupakan pengembangan generasi pertama. Selanjutnya, generasi kedua mobil listrik berbasis Android rencananya akan diaplikasikan pada tipe city car. “Dana yang kami gunakan untuk membuat mobil ini bersumber dari dua pihak yakni fakultas dan beberapa sponsor. Totalnya kurang lebih Rp60 juta,” ungkapnya.

 

RATIH KESWARA Yogyakarta_Selanjutnya, mobil listrik tersebut akan diikutsertakan pada kompetisi mobil listrik nasional pada Juni dan November 2014 mendatang.

 

Diberitakan di KoranSINDO

 

Jerri Irgo

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Proyek pengembangan mobil listrik, beberapa waktu belakangan ini kian banyak dilakukan, baik itu oleh kalangan sekolah maupun perguruan tinggi. Mereka pun menawarkan kelebihannya masing-masing, selain tentu saja keunggulan teknologi ramah lingkungannya.

 

Seolah tak mau ketinggalan, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta saat ini juga tengah mengembangkan mobil listrik bernama Force Unisi. Uniknya, mobil listrik yang mulai dikerjakan sejak awal September 2013 ini dilengkapi dengan sensor gadget bersistem operasi android.

 

Sensor tersebut, digunakan untuk mencatat kecepatan, posisi kendaraan dengan memanfaatkan Global Positioning System (GPS). Sensor ini juga berfungsi untuk membaca kapasitas baterai, mencatat RPM, mengoperasikan lampu sein, lampu utama, tombol kendali fitur, G Sensor atau sensor gravitasi. Juga berfungsi untuk mencatat putaran masing-masing roda differensial, mencatat data afterdrive, bahkan hingga tombol entertaint semisal pemutar musik maupun video.

 

Adapun, layar gadget ini ditempatkan ditengah bilah kemudi. Sementara ini, mereka menggunakan Galaxy TAB lantaran diklaim lebih cepat dalam pemrosesan data. Sementara sistem operasinya, mereka menggunakan android versi Jelly Bean.

 

Di gadget ini, sudah tertanam aplikasi rancangan mereka yang berfungsi mencatat sensor-sensor di mobil. Sementara aplikasi lainnya, mereka lebih memanfaatkan yang sudah tersedia bebas di Play Store, semisal Google Map untuk pemetaan dan GPS.

 

“Ide utamanya selain aplikasi teknologi, juga berfungsi untuk menyederhanakan kendali yang sedemikian banyak, sehingga dikontrol hanya lewat satu layar saja,” jelas Wahyudi Budi Pramono, Wakil Dekan FTI UII, Rabu (23/4/2014).

 

Jika dilihat dari rancang bangunnya, mobil listrik ini dikemas menyerupai mobil balap mini berkapasitas satu kursi dengan panjang total 2500 mm. Kemudian rangka utama sepanjang 1900 mm berbahan dasar besi bulat ditutup dengan cover berbahan fiberglass berkelir biru.

 

Di bagian kanan dan kiri bodi, ditempatkan dua unit catu daya tipe GS-NS60 12 V/45 Ah. Sementara di bagian belakang ada sirkuit utama kelistrikan mobil.

 

Sementara untuk menghidupkannya, diperlukan dua gadget yang diposisikan saling berhadapan dengan layar utama di kemudi. Prinsipnya hampir sama dengan cara kerja barcode. Syaratnya, kedua gadget ini harus sudah dipasang aplikasi serupa dengan kode hak akses tertentu atau password.

 

Sayang, mobil yang masih dalam tahap pengembangan ini belum bisa dijalankan sehingga belum jelas berapa kecepatan maksimal maupun faktor keseimbangannya.

 

“Kami masih terus kembangkan, masih banyak yang akan ditambahkan termasuk penambahan fungsi kontrol lewat android,” jelas anggota tim proyek mobil listrik, Nasri Afandi Pasaribu.

 

Penambahan itu, antara lain kendali remote sensor jarak jauh untuk menghidupkan dan mematikan mesin via android dan penggantian bahan bodi mobil dengan serat yang lain yang diklaim lebih ringan namun kuat. Material ini juga dikembangkan oleh salah satu dosen di UII.

 

Wahyudi menjelaskan, proyek mobil listrik ini memang merupakan proyek lintas program studi. Ada dari teknik mesin, teknik elektro, teknik industri, teknik informatika dan teknik kimia. Semua prodi tersebut berkontribusi untuk mengembangkan bagian-bagian mobil yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

 

Fitur menarik lainnya yang dibenamkan pada mobil listrik ini yaitu dilengkapi dengan database nomor-nomor kantor polisi.

 

Memanfaatkan fitur GPS yang sudah ada di android device manager, si pemegang kendali bisa mengetahui keberadaan mobil tersebut. Bagaimana jika hilang? Ada sensor yang akan memberitahukan posisinya serta ada sensor otomatis yang mengirimkan informasi ke kantor polisi terdekat.

 

“Kedepannya kami akan kembangkan sistem navigasi, data aquisition dan telemetri mobil listrik menggunakan seluruh fasilitas yang ada di android,” tutup Nasri. (*)

 

Spesifikasi :

Panjang : 2500mm

Panjang rangka utama : 1900 mm

Lebar total : 1400 mm

Lebar rangka utama : 520mm

Tinggi total : 1200mm

Sistem kemudi : rack and pinion

Ukuran roda : roda yamaha mio matic

Suspensi : double wishbone, chamber angle -2 derajat dan caster angle +5 derajat

Penggerak : dua unit motor BLDC @1 kW

Penggerak roda belakang : RWD dengan differential elektronik

Fitur elektronik dasar : differensial, afterdrive, flux capacitor, smart brake, GPS

 

Diberitakan di Tribun Jogja

Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

 

Jerri Irgo

YOGYAKARTA, KabarKampus – Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII meluncurkan mobil listrik “Force UNISI” di Kampus UII, Yogyakarta. Mobil listri ini memiliki fitur unggulan yang dirancang secara mandiri oleh mahasiswa UII dari berbagai jurusan di FTI UII.

 

Peluncuran ramah lingkungan ini berlangsung di Gedung K.H. Mas Mansur, kampus terpadu UII, Rabu (23/04/2014). Dan acara peluncuran juga disaksikan oleh Ricky Elson, salah seorang pelopor pengembangan mobil listrik Indonesia.

 

Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng sebagai salah satu dosen pembimbing tim, mengatakan, ide pembuatan mobil listrik ini telah mulai digodok sejak awal September 2013, sedang pengerjaannya dimulai pada awal Februari 2014.

 

“Proses pembuatan mobil mulai dari tahap desain, program software, perakitan, hingga penambahan komponen instrumen digital dikerjakan oleh tim yang terdiri dari 13 mahasiswa FTI UII bersama dosen pembimbing”, katanya.

 

Menurutnya, mobil listrik yang pertama kali dihasilkan oleh FTI UII ini diharapkan dapat berpartisipasi mewakili UII dalam berbagai ajang kejuaraan mobil listrik di Indonesia.

 

Adapun menurutnya, fitur-fitur unggulan yang dimiliki mobil ini adalah tidak hanya hemat, ramah lingkungan, dan cepat, tetapi juga memiliki keseimbangan (Balance) yang baik pada saat mobil dijalankan.

 

“Dengan bantuan komputer, mobil ini memiliki sistem smart brake sehingga memberikan keamanan bagi pengendara ketika melaju pada kecepatan tinggi,”, tuturnya.

 

Tak hanya itu, ia mengatakan, mobil juga dilengkapi panel instrumen berbasis sistem operasi android yang dapat memberi tahu pengendara tentang kondisi mobil dan sistem navigasi pintar yang akan mengarahkan di mana mobil dapat mengisi daya baterainya. Sedangkan tipe baterai yang digunakan adalah tipe GS-NS60 yang bertegangan 12V dengan kemampuan arus 45Ah.

 

Sementara itu Ricky Elson menilai mobil listrik karya mahasiswa UII sebagai hal yang patut mendapat apresiasi tinggi. Ini sebagai langkah kecil menuju langkah besar dari kampus UII.

 

“Saya secara pribadi merasa terpanggil atas upaya anak-anak ini dalam berkarya”, tuturnya.

 

Ia juga mengatakan, meski masih terdapat kekurangan, namun pengembangan mobil listrik perlu terus didorong oleh semua pihak agar bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa pemilik teknologi seperti Jepang.[]

 

Diberitakan di KabarKampus

 

Jerri Irgo

Merdeka.com – Satu lagi karya anak bangsa yang patut mendapatkan apresiasi dari semua orang khususnya pemerintah. Mahasiswa di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta meluncurkan mobil listrik “Force Unisi” yang dilengkapi komponen instrumen digital untuk pengoperasiannya.

 

Mobil listrik tersebut diklaim memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk lain yaitu hemat bahan bakar, ramah lingkungan, balancing yang bagus dan juga cepat.

 

“Mobil listrik yang memiliki banyak fitur unggulan itu dirancang secara mandiri oleh para mahasiswa UII dari berbagai jurusan yang ada di Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama para dosen pembimbing,” kata dosen pembimbing Wahyudi Budi Pramono di Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/04).

 

Wahyudi juga menjelaskan bahwa mobile tersebut dilengkapi dengan sistem smart brake yang dapat memberikan rasa aman bagi pengendaranya ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

 

Menurut dia, mobil itu juga dilengkapi panel instrumen berbasis sistem operasi Android yang dapat memberitahu pengendara tentang kondisi mobil dan sistem navigasi pintar yang akan mengarahkan di mana mobil dapat mengisi daya baterainya.

 

“Tipe baterai yang digunakan adalah tipe GS-NS60 yang bertegangan 12V, dengan kemampuan arus 45Ah,” katanya.

 

Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik “Force Unisi” Nasri Affandi Pasaribu mengatakan ide pembuatan mobil listrik itu telah mulai digodok sejak awal September 2013, sedangkan pengerjaannya dimulai pada awal Februari 2014.

 

Menurut dia, proses pembuatan mobil mulai dari tahap desain, program “software”, perakitan hingga penambahan komponen instrumen digital dikerjakan oleh tim yang terdiri atas 13 mahasiswa FTI UII bersama dosen pembimbing.

 

“Mobil listrik yang pertama kali dihasilkan oleh FTI UII tersebut diharapkan dapat berpartisipasi mewakili UII dalam berbagai ajang kejuaraan mobil listrik di Indonesia,” katanya.

 

Dekan FTI UII Gumbolo Hadi Susanto mengatakan mobil listrik “Force Unisi” itu bisa jadi merupakan awal sejarah baru bagi FTI dan UII, di mana para mahasiswanya dapat membuktikan bahwa mereka dapat sejajar dalam penguasaan teknologi.

 

“Kami berharap hal itu dapat menjadi awal yang baik untuk semakin menggairahkan semangat para mahasiswa dalam berkarya,” katanya.

 

Pakar mobil listrik Ricky Elson mengatakan mobil listrik karya mahasiswa UII merupakan hal yang patut mendapat apresiasi tinggi. Hal itu merupakan langkah kecil menuju langkah besar dari kampus UII.

 

“Saya secara pribadi merasa terpanggil atas upaya anak-anak itu dalam berkarya. Meskipun masih terdapat kekurangan, pengembangan mobil listrik perlu terus didorong oleh semua pihak agar Bangsa Indonesia dapat sejajar dengan bangsa pemilik teknologi seperti Jepang,” katanya.

 

Diberitakan di Merdeka

 

Jerri Irgo

SLEMAN-Memanfaatkan sebuah tablet android merek terkemuka, mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) mengembangkan sebuah mobil listrik. Mereka tergabung dalam Tim Ulil Albab UII, yang terdiri atas mahasiswa dari semua jurusan di FTI.

 

Ketua Tim Ulil Albab Nazri Afandi Pasaribu mengklaim, model formula yang dirancang sejak 2013 tersebut adalah mobil listrik berbasis android pertama di IndonesiaMobil warna biru itu bersistem suspense double wishbone, camber angle-2 derajat, caster angle+5 derajat. Sistem tersebut diyakini menghasilkan mobil ramah lingkungan.

 

Tablet android memiliki multifungsi pengendali sistem. Tablet diletakkan di tengah setir, sehingga mudah dijangkau pengendara.  “Itu keunggulan mobil ini,” ujarnya di laboratorium teknik UII kemarin (23/4).

 

Sistem android dimanfaatkan untuk mengukur kecepatan, GPS, kekuatan baterai, dan entertain kendaraan. Semua panel instrumen dinamika pada mobil cukup dikendalikan melalui tablet. Termasuk stopwatch dan tombol lampu sign. “Semua aplikasinya kami buat sendiri,” lanjutnya.

 

Mengingat sarana utama sstem adalah android, tentu saja alat itu tetap bisa difungsikan seperti kebanyakan gajet sejenis. Misalnya, wifi, Bluetooth, berkomunikasi, internet browser, video call, dan mp3 player. Bahkan bisa dipasang tv analog. Semua berjalan dengan sistem komputerisasi. Termasuk rem.

 

Wakil Dekan FTI Wahyudi Pramono ST M Eng mengatakan, tujuan awal pembuatan mobil listrik tersebut untuk kompetisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Malaysia. “Semua aplikasi android, mesin, assembly, dan bodi digarap anak-anak sendiri. Dibantu pihak sponsor,” ujarnya.

 

Mobil listrik yang dinamai “Force Unisi” itu digerakkan dengan sistem tenaga utama baterai tipe GS-NS60. Baterai free maintenance itu bertegangan 12 volt dengan arus 45Ah. Baterai tersebut dipilih karena memiliki ketahanan baik dan mampu bekerja pada temperature tinggi, serta lebih stabil dan bertenaga besar.

 

Spesifikasi Force Unisi terdiri atas panjang total 2,5 meter, panjang rangka utama 1,9 meter, lebar 1,4 meter, lebar rangka utama 0,52 meter, tinggi 1,2 meter, sistem kemudi rack and pinion, dan ukuran roda Yamaha Mio. Sistem penggeraknya berupa dua buah motor BLDC @ 1kW. Sistem penggerak roda belakang /RWD dengan differential elektronika. (yog/din)

 

Diberitakan di Radar Yogya

 

Jerri Irgo