Dalam upaya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, Peneliti Utama Direktorat Infokom PMK melakukan sosialisasi program Digital Talent Scholarship 2019 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Audiovisual Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (23 Ramadhan 1440 H / 28 Mei 2019).

Prof. Gati Gayatri menjelaskan, program Digital Talent Scholarship 2019 merupakan kesiapan pemerintah untuk menghadapi era 4.O. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia. “Jadi, ambilah peran penting sebagai orang yang akan membuat sebuah kebijakan, yang akan membuat aturan dan instruksi kerja,” jelasnya

Baca : Kemenkominfo Gandeng UII dalam Digital Talent Scholarship 

Beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementrian Kominfo bersama dengan 30 Kampus diantaranya Universitas Islam Indonesia dan 23 mitra Politeknik serta 4 mitra sertifikasi internasional dari perusahaan global AWS, Cisco, Google serta Microsoft ini terdiri dari empat akademi, yakni Fresh Graduate Academy (FGA) yang terdiri dari 6.000 beasiswa, Vocational School Graduate Academy (VSGA) 4.000 beasiswa, Coding Teacher Academy (CTA) 4.000 beasiswa serta Online Academy (OA) 11.000 beasiswa.

Peserta akan menjalani program ini selama dua bulan, terhitung sejak 28 Juni-20 Agustus 2019. Terdapat beberapa pilihan yang ditawarkan dalam Digital Talent Scholarship 2019. UII mendapatkan amanah peserta Digital Talent Scholarship 2019 kategori Fresh Graduate Academy dengan Program Pelatihan Machine Learning (AWS).

Program Fresh Graduate Academy (FGA) merupakan program pelatihan bidang TIK yang berfokus pada enam (6) tema pelatihan yakni Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning. Pelatihan ini ditujukan bagi 6.075 orang lulusan D3/D4/S1 bidang TIK dan MIPA yang belum bekerja, agar memiliki kompetensi secara profesional dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0.

Diharapkan, dengan terselenggaranya program FGA ini, dapat memberikan kemampuan siap pakai bagi lulusan S1 dan D3/D4 yang akan berdampak untuk mengurangi angka pengangguran, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi. Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam hal ini berupaya untuk menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran triple helix (instansi pemerintahan, sektor privat, dan institusi pendidikan) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital.

Pendaftaran Online: digitalent.kominfo.go.id selambatnya 15 Juni 2019

Jerri Irgo