Prof Dr Ir Indra Surjati, MT, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti (FTI Usakti) Jakarta bersama 25 orang delegasinya yang terdiri dari Dosen, Pejabat Struktural maupun Fungsional melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Rabu (12/02).

 

Bertempat di Auditorium Lt 3 Gedung Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman, Yogyakarta, Delegasi FTI Usakti disambut langsung oleh Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan FTI UII didampingi Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng, Wakil Dekan FTI UII beserta Ketua Program Studi dan Kepala Divisi di Lingkungan FTI UII.

 

Setelah masing-masing Dekan memperkenalan satu persatu Pejabat Struktural maupun Fungsionalnya, dilanjutkan pembahasan berdasarkan kelompok diskusi.

 

Pembahasan dibagi menjadi 7 kelompok diskusi, pada kelompok diskusi 1 tentang tata pamong, perpustakaan, kerjasama, kemahasiswaan, selanjutnya kelompok diskusi 2 tentang penjaminan mutu, alumni dan pengelolaan sumber daya keuangan. Pembahasan pengembangan pendidikan dan pengajaran pada kelompok diskusi 3 dan kelompok diskusi 4 membahas program kerja divisi bidang SIM, keuangan dan perbekalan.

 

Kelompok diskusi 5 membahas program kerja divisi bidang umum, akademik dan perkuliahan dan kelompok diskusi 6 dan kelompok diskusi 7 membahas pengembangan pendidikan, pengajaran dan keprodian. Kegiatan pembahasan kelompok diskusi, ditutup dengan penyerhan kenang-kenangan dari masing-masing Dekan dilanjutkan ramah tamah dan jamuan makan siang bersama.

 

Jerri Irgo

Komponen-komponen hasil kompilasi dari berbagai penelitian yang dapat digunakan untuk membangun Digital Forensic Readiness Index (DiFRI) terdiri dari enam komponen, yaitu Strategy, Policy & Procedure , Technology & Security, Digital Forensic Response, Control dan Legality.  Selanjutnya dari enam komponen utama tersebut, dibuatlah indikator masing-masing komponen. Dari komponen-komponen dan indikator tersebut dibuatlah metode penghitungan untuk mengetahui indeks masing-masing komponen maupun DiFRI keseluruhan.
 

Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan dari penelitian Tri Widodo yang akhirnya mengantarkannya mendapat gelar Magister Komputer dari Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia PPs FTI UII) konsentrasi Forensika Digital.
 

Berdasar studi pustaka dan kompilasi beberapa penelitian-penelitian sebelumnya, komponen utama Digital Forensic Readiness terdiri dari beberapa hal, antara lain Strategy, Policy & procedure, Technology & security, Digital forensic response, Control, dan Legality. Model Digital Forensic Readiness Index (DiFRI) Untuk Mengukur Tingkat Kesiapan Institusi dalam Menanggulangi Aktivitas Cyber Crime11 merupakan judul penelitiannya

 

Alasan Tri Widodo melakukan penelitian dengan bimbingan Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom, Dosen Magister teknik Informatika PPs FTI UII dan Teknik Informatika FTI UII adalah tindak kejahatan internet selalu meningkat dan tidak diimbangi dengan jumlah barang bukti yang tersedia. Minimnya laporan dan barang bukti digital, mengindikasikan kurangnya pemahaman masyarakat akan cyber crime dan kurangnya kesiapan Digital Forensic(Digital Forensic Readiness) dari berbagai institusi maupun masyarakat.

 

Download : Model Digital Forensic Readiness Index (Difri) Untuk Mengukur Tigkat Kesiapan Institusi Dalam Menanggulangi Aktivitas Cyber Crime

 

Jerri Irgo

Setelah melewati tahapan yang panjang, akhirnya lima calon rektor Universitas Islam Indonesia dipilih oleh anggota Senat Universitas. Pada pemilihan yang berlangsung di GKU Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa (11/2), kandidat calon rektor Prof. Drs. Hadri Kusuma, MBA, DBA.,Ph.D berhasil mengungguli keempat calon lainnya dengan perolehan 37 suara atau persentase 29 %. Sementara keempat calon lain, yaitu Prof. Ir Muhammad Teguh, MSCE, Ph.D mendapat 33 suara (28 %), Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D mendapat 28 suara (22 %), Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum., Ph.D mendapat 16 suara (12 %), dan Prof. Ir. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U mendapat 13 suara (10 %). Selanjutnya, ketiga nama calon yang mengantongi suara terbanyak akan diajukan ke Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII untuk dipilih sebagai Rektor UII.

 

Adapun dari jumlah anggota senat yang memiliki hak suara adalah sebanyak 136 orang, namun yang ikut memberikan hak suaranya sebanyak 129 orang, lima di antaranya berhalangan hadir untuk ikut memilih, 1 suara abstain, dan 1 lainnya dianggap tidak sah. Atas keunggulan suara yang diraihnya, maka Hadri berpeluang besar untuk terpilih sebagai rektor UII melalui keputusan final rektor oleh PYBW UII yang akan ditentukan pada tanggal 18 Februari 2014 mendatang.

 

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Pemilihan Rektor UII, Dr. Abdul Jamil, SH.,M.H bahwa panitia besok akan menyerahkan 3 (tiga) besar nama calon rektor yang memperoleh suara terbanyak, kemudian tahap selanjutnya pihak PYBW yang akan menentukan rektor terpilih periode 2014-2018. “Panitia hari ini telah melaksanakan pemilihan calon rektor dan hasilnya sudah diketahui sehingga tanggal 12 besok akan kami serahkan ke PYBW untuk kemudian dipilih,” terangnya.

 

Abdul Jamil juga menyampaikan, meski proses pemilihan hanya bisa diikuti oleh anggota senat universitas, namun dengan adanya fasilitas Streaming TV yang dimiliki UII maka semua civitas UII bahkan termasuk masyarakat umum dapat mengikuti berlangsungnya proses pemilihan tersebut. Ia pun menjamin proses pemilihan rektor UII ini berlangsung dengan transparan dan akuntabel. “Pemilihan yang berlangsung dari jam 09.00 sampai jam 11.00 juga dapat diikuti via tv streaming, sehingga masyarakat umum dapat ikut memantau sekaligus sebagai bentuk keterbukaan kami bahwa proses pemilihan berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

 

Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyampaikan proses demokratis yang telah berlangsung ini nantinya juga akan berlanjut pada tahap penetapan oleh PYBW UII. Artinya diharapkan pihak yayasan juga mempertimbangkan hasil pilihan senat universitas ini. “Saya berharap nantinya PYBW tetap menghargai proses demokrasi ini, sehingga rektor yang ditetapkan nanti juga mempertimbangkan hasil perolehan suara terbanyak yang dilangsungkan oleh Senat Universitas,” katanya. Sementara Prof. Edy sendiri tidak dapat dicalonkan kembali karena telah terpilih untuk dua kali periode masa jabatan Rektor (2006 – 2010 dan 2010 – 2014), sesuai dengan Peraturan Yayasan Badan Wakaf UII.

 

Sementara, calon rektor yang mengantongi suara terbanyak, Prof. Drs. Hadri Kusuma, MBA, DBA.,Ph.D menyampaikan, sejumlah rencana aksi yang akan ia gulirkan seandainya terpilih sebagai Rektor. Ia berkomitmen akan memperkuat nuansa akademik di UII. “Salah satu yang akan saya lakukan adalah dengan memperkuat kebijakan akademik seperti kuliah umum yang tersentralisasi, serta percepatan bagi dosen yang mengurus gelar guru besar,” tutupnya.

 

diberitakan oleh Humas UII 

 

Jerri Irgo

Berikut disampaikan hasil yudisium tutup teori semester Ganjil tahun akademik 2013/2014 untuk program studi Teknik Informatika.

 

Selengkapnya klik link berikut ini:

 

fti_uii_-_hasil_yudisium_tf

Kadiv Akademik FTI UII,

 

Eko Sukanto

“Membantu memberikan kesejahteraan karyawan dan terus melanjutkan serta meningkatan pada program-program yang sudah bagus dan berjalanbaik  hingga saat ini” ujar Ir Sukirman, MM, seusai terpilih menjadi Ketua Koperasi Karyawan KOPKARTI FTI UII.

 

Ditemui di Ruang Prodi Teknik Kimia FTI UII di Gedung Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta, Selasa (10/02/2014), Sukirman menambahkan ““Selain itu juga mencari sebab apabila ada program yang tidak berjalan dengan baik, untuk ditingkatkan dari sisi usahanya (bisnis) dengan melakukan diversifikasi dan mencari peluang usaha-usaha baru yang prospektif”

 

Sukses ya pak Kirman .. Sukses juga untuk KOPKARTI FTI UII

 

Jerri Irgo

Ir Sukirman, MM, Sekretaris Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) terpilih menjadi Ketua Koperasi Karyawan KOPKARTI FTI UII. Pemilihan digelar di Ruang 106 Gedung Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta, pada Rapat Anggota Tahunan, Selasa (10/02/2014).
 

Berdasarkan rekap perolehan suara, untuk posisi Ketua diperoleh Ir Sukirman, MM mencapai 44 suara atau 73%, selanjutnya disusul oleh Yuli Agusti Rohman, ST, M.Eng memperoleh 9 suara atau 15% dan Anggodo memperoleh 7 suara atau 12%.

 

Posisi Sekretaris, Noor Hilal F, memperoleh 46 suara atau 79% dan Mugiyono 12 suara atau 21%. Selanjutnya Bendahara, Erawati Lestari, A.Md memperoleh 34 suara atau 59% dan Dra Hj Kamariah, MS memperoleh 24 suara atau 41%.

 

Sunaryanto memperoleh 52 suara atau 88% untuk Posisi di Seksi Pinjaman, selanjutnya disusul Diana Adi ST, memperoleh 7 suara atau 12%  serta Sutrisno tidak memperoleh suara.

 

Cukup menarik pada Seksi Usaha, terdapat 2 calon yang mempunyai jumlah perolehan yang sama, yaitu Saijo dan H Suharno, sama-sama memperoleh 17 suara atau sama-sama memperoleh 28%, selanjutnya Kasiyono, S.Kom memperoleh 15 suara atau 25% disusul Sisdarmanto Adinandra, ST, M.Sc, Ph.D memperoleh 10 suara atau 17% dan Nono Sulistryo Nugroho memperoleh 1 suara atau 2%

 

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pilihan Pengawas KOPKARTI FTI UII dan yang terpilih adalah Ir H Bachrun Sutrisno, M.Sc memperoleh 24 suara, selanjutnya Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng memproleh 7 suara dan Arif Hidayat, ST, MT memperoleh 6 suara.

 

Jerri Irgo

fti_uii-LEM_FTI_UII_Bedah_BukuLembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) bidang Kajian dan Strategis mengadakan bedah buku berjudul “Man Shabar Zhafira” yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Indonesia pada Sabtu (4/1/2014). Buku ini merupakan karangan dari Ahmad Rifa’i Rif’an, seorang penulis berusia 26 tahun. Buku ini bercerita tentang kesuksesan dalam hidup dapat dicapai jika dengan berani bermimpi, berusaha mencapai sesuatu, ibadah dan berserah diri pada Allah, sabar dalam menyikapi kegagalan, cinta dan menghargai waktu.
“Jangan mau jadi orang rata-rata, karena orang yang impiannya rata-rata maka usahanya juga akan rata-rata”, ujarnya. Berani bermimpi setinggi mungkin agar usaha yang dilakukan pun juga tinggi. Kegagalan yang paling banyak dialami dalam kehidupan ada 2 penyebabnya, yaitu bertindak tanpa berpikir atau tetap berpikir tanpa bertindak. Ahmad mengatakan “barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru. Dan jangan pernah menghabiskan waktu hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak penting”.
Untuk mendapatkan kesuksesan, Ahmad mengatakan bahwa kita harus menemukan passion semuda mungkin serta fokus pada tujuan kita dan mengasahnya sehingga prestasi akan didapat. Terdapat 4 tangga kesuksesan: materi, bahagia, bermanfaat dan abadi. “Jangan sampai ada dan tiadanya dirimu tidak ada bedanya di dunia ini”, ujar Ahmad. Ahmad mengatakan bahwa hal yang menghantarkan kita pada keberhasilan adalah menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan lagi kewajiban.

 

IRVAN

fti_uii-LEM_FTI_UII_Dian_JanariLembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) melaui bidang Kajian dan Strategis (Kasrat) mengadakan kajian keteknikan di Kampus FTI UII pada Jumat (17/1/2014). Kajian ini bertema “Peran dan Fungsi Seorang Engineering” dengan pembicara dosen Teknik Industri yaitu Dian Janari, ST., MT.

 

Beliau menyampaikan bahwa seorang engineering ketika ada masalah tidak mudah mengeluh, mencari solusi dari masalah menggunakan logika berpikir dan mencari penyebab kesalahan bukan dengan mencari kesalahan dari orang lain melainkan dari introspeksi diri. Beliau juga memaparkan bagaimana seorang chemical engineering ketika bekerja pertama kali dan masuk dunia kerja di bidang perencanaan proses, proses di sini adalah proses regulasi menjadi produk jadi, misal pipa yang cocok untuk suatu produk. Beda halnya dengan Teknik Elektro yang lebih fokus pada manufacture dan sistem perawatan, Teknik Informatika yang lebih fokus pada jaringan sistem informasi, Teknik Industri yang berfokus pada DPPC serta Teknik Mesin yang berfokus pada perakitan mesin dan perawatan mesin.

 

Beliau juga menambahkan contoh seorang sarjana S1 yang hanya menunggu satu minggu untuk mendapatkan pekerjaan sedangkan seorang lain yang IPK-nya tinggi namun untuk mendapatkan pekerjaan menunggu satu tahun. Hal ini dapat terjadi karena faktor soft skill yang masih kurang, terlalu memilih pekerjaan yang sesuai dengan apa yang dia inginkan, atau bekerja belum selesai namun ingin bekerja di perusahaan lain yang lebih besar keuntungannya.

 

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam kajian tersebut adalah untuk selalu fokus pada apa yang dikerjakan. Selain itu juga mencari sebanyak mungkin faktor-faktor pendukung agar peran dan fungsi dari seorang engineer tepat sasaran.

 

IRVAN

FTI_UII-TAMU_MALAYSIA-0Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mantapkan kerjasama nyata dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia. Upaya nyata ini ditengarahi dengan dilaksanakannya diskusi serius dalam rangka mencari rumusan terbaik terkait kerjasamanya dalam berbagai bidang disiplin ilmu dan manajemennya dengan berkelompok-kelompok. Diskusi yang berlangsung di Auditorium FTI UII pada selasa (21/01/2014) itu, setidaknya diikuti lebih dari 40 peserta yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu pimpinan perguruan tinggi, intelligent city, petroleum, fundamental sains dan staft/strudent exchange.
Dari UTP Malaysia hadir lima orang delegasi yang dipimpin oleh Prof. Halabi bin Hasbullah. Prof Halabi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan yang kali kedua ke UII, ”yang artinya kami pernah ketemu dengan beberapa dosen di sini”, ungkapnya. “Kepada FTI UII kami ucapkan terima kasih karena bersedia menerima kunjungan kami”, imbuh halabi.  Selanjutnya beliau sangat berharap  kunjungan kali ini bisa lebih memberikan hasil dari pada kunjungan yang sebelumnya. “Harapan kami program ini tidak perlu dipikir-pikir terlalu panjang, tapi langsung melakukan aksi untuk melakukan riset, meskipun dari sisi pemerintahan terjadi sentimen-sentimen tertentu yang membuat komunikasi Indonesia–Malaysia kurang harmonis. “Semoga kerjasama yang dijalin ini menjadi pembuka jalan hubungan Indonesia–Malaysia semakin lebih harmonis.” tutupnya.
Sementar Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menanggapi kehadiran rombongan tamu dari UTP Malaysia dengan gembira. Dengan semangat Gumbolo mengucapkan selama datang kepada delegasi UTP.  Selanjutnya Gumbolo sedikit menceritakan tentang FTI UII, fakultas yang gedungnya berada paling pinggir diantara dari pada fakultas lainnya di lingkungan kampus terpadu UII.  “Tidak kenal maka tak sayang”, ungkapan ini digunakan Gumbolo untuk memperkenalkan seluruh personil UII yang hadir di tempat itu yang ternyata tidak hanya dari FTI UII saja, namun hadir beberapa pimpinan dan dosen dari luar FTI UII seperti MIPA UII dan FIAI UII.
Kami sangat gembira menerima kunjungan dari UTP Malaysia, senada dengan Prof. Halabi, Gumbolo juga berharap segera direalisasi kerjasama, joint reserch, student excenge, staft exchange, dan lain sebagainya. “Kapanpun kami siap untuk melakukan kolaborasi baik itu di bidang akademik maupun bidang-bidang lainnya”. “Kami juga banyak dosen yang alumni Malaysia”, paparnya. “Semoga segera MoA yang telah ditanda tangani membawa hasil untuk kemajuan bersama di masa yang akan datang”, Gumbolo berharap sembari menutup sambutan.
Usainya seremonial dilanjutkan diskusi dalam kelompok hingga sore hari sebagaimana disebutkan diatas. Pembagian kelompok diskusi dipandu langsung oleh dosen tetap FTI UII, Izzati Muimmah, ST, M.Sc. Ph.D.

 

Eko Sukanto

Lembaga Eksekutif Mahasiswa FTI UII bidang Kampus dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM) mengadakan acara Public Speaking. Acara ini berlangsung selama dua hari di penghujung tahun 2013 kemarin tepatnya pada hari Sabtu (21/12/13) dan Minggu (22/12/13) bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito.

 

Pada hari pertama disampaikan materi seminar Public Speaking oleh Andreas Susetya yang dipandu oleh moderator. Seminar ini dibawakan dengan santai namun semangat, bahkan di antara materi terdapat hiburan dan candaan dari pembicara sampai dengan permainan-permainan edukatif namun menyenangkan sebagai pengaplikasian dari materi public speaking itu sendiri. Para peserta mengikuti setiap rangkaiannya dengan baik. Acara hari pertama ini ditutup dengan para peserta dan panitia berfoto bersama dengan pembicara.

 

Pada hari kedua, digelar lomba Public Speaking 2013. Lomba ini terdiri dari 5 jenis lomba yaitu VJ (penyiar radio), News Presenter, Pidato, Debat dan Stand up Comedy. Terdapat 3 juri lomba Public Speaking yaitu Indra Miftah Faluthi, Dika dan Arif Santoso Hamdanas. Sedangkan jumlah peserta sebanyak 24 orang dari beberapa fakultas Universitas Islam Indonesia yang terbagi untuk setiap lomba. Satu per satu peserta lomba menampilkan kemampuannya. Urutan jenis lomba tersebut dijalankan secara acak seperti yang telah disiapkan oleh panitia. Banyak bakat dari peserta yang sebelumnya belum tereksplorasi ditampilkan hingga tak jarang membuat para penonton terkejut. Selanjutnya acara diisi dengan hiburan yang telah disiapkan oleh panitia selagi menunggu juri untuk memutuskan pemenang lomba dari tiap lomba.

 

Akhirnya pengumuman lomba dibacakan oleh perwakilan juri. Berikut juara pertama pemenang dari setiap lomba.

VJ (penyiar radio) : Vita Silondae (Teknik Kimia 2012)
Debat : Tim dari FPSB
Pidato : Malichah Mutarromah (Teknik Kimia 2012)
News presenter : FIAI
Standup Comedy : Alan (Teknik Kimia 2013)

Pengumuman juara lomba tersebut menandai berakhirnya acara Public Speaking 2013.