MHS_CUMLAUDE-0“Jika Anda ingin menjadi duta Universitas di ajang Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES), anda harus Cumlaude Akademik dan juga Cumlaude Organisasi” begitulah closing statement Laifa Humaira, mahasiswi Teknik Informatika yang pernah menjadi duta FTI UII di ajang bergengsi Mawapres dalam acara Pembeklan Mahasiswa Berprestasi 2015 yang diselenggarakan jurusan Informatika FTI UII di ruang Audiovisal (16/01/2015).

 

Seperti dikutip dari buku panduan pemilihan Mawapres 2014, terbitan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembelajaran Dan Kemahasiswaan, devinisi Mawapres atau mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Agenda rutin tahunan dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, memiliki tujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sebagai wahana menyinergikan hard skills dan soft skills mahasiswa. Calon Mawapres Nasional adalah mahasiswa berprestasi yang lolos di seleksi tingkat Jurusan, Fakultas hingga Unversitas dan tingkat Wilayah (Kopertis).

 

Terdorong untuk ikut serta mengembangkan iklim kehidupan kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang membanggakan secara berkesinambungan, menjadikan jurusan Informatika FTI UII mengambil inisiatif dengan mengajak mahasiswanya di angkatan 2012 hingga 2014, untuk mengenal dan memotivasi keikutsertaannya dalam ajang pemilihan Mawapres 2015 mendatang. “Meskipun diantarakalian ada yang baru semester 1 atau 3, hal ini perlu untuk diketahui. Semakin dini kalian mengetahui ajang pemlihan mawapres ini, persiapan kalian akan semakin mantap” ujar Laifa yang menjadi pemateri dalam acara pembekalan mawapres tersebut.

 

Selengkapnya……

(Irwan Khoiruddin)

141-TUTUP_TEORI

Diinformasikan Kepada Mahasiswa Fakultas Teknologi Universitas Islam Indonesia (FTI UII), seiring berakhirnya semester Ganjil 2014/2015 segera dibuka pelayanan tutup teori.

 

Bagi Saudara/i yang sudah memenuhi syarat tutup teori, pelayanan pendaftaran dilangsungkan selama Ujian Akhir Semester (UAS) berlangsung pada tanggal 19 s.d 30 Januari 2015.

 

Berikut ini link yang berkaitan dengan Pengajuan Tutup Teori di FTI UII.

 

Prosedur dan Syarat Tutup Teori lihat di sini.

Formulir Pengajuan Tutup Teori.

Agung Nugroho Adi, ST, MT, Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII). Menyampaikan bahwa “Satu Gambar Lebih Bermakna Dibanding Seribu Kata”

 

Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan Teknik Pembuatan Materi Presentasi yang Menarik dan Interaktif pada Upgrading Skills Tim Promosi FTI UII, Sabtu 10/1/2015 di Auditorium FTI UII Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

 

“Selain itu ada baiknya menggunakan konsep storytelling, yaitu menyampaikan suatu cerita kepada audiens, baik dalam bentuk kata-kata, gambar,foto, maupun suara” ujarnya.

 

Storytelling sering digunakan dalam proses belajar mengajar utamanya pada tingkat pemula atau anak-anak. Teknik ini bermanfaat melatih kemampuan mendengar secara menyenangkan. Orang yang ingin menyampaikan storytelling harus mempunyai kemampuan public speaking yang baik, memahami karakter pendengar, meniru suara-suara, pintar mengatur nada dan intonasi serta keterampilan memakai alat bantu.

 

“Dikatakan berhasil menggunakan teknik storytelling, apabila audiens mampu menangkap jalan cerita serta merasa terhibur. Selain itu, pesan moral dalam cerita juga diperoleh” pungkasnya

 

Jerri Irgo

“Teknik Public Speaking bukan sekedar presentasi, namun termasuk juga didalamnya konten apa saja yang harus disampaikan” ujar Beni Suranto, ST, Soft.Eng, Direktur Direktorat Pengembangan Bakat/Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia

 

Hal tersebut disampaikan saat materi Teknik Public Speaking dan Pengkayaan Materi Ice Breaking pada kegiatan upgrading sklills Tim Promosi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) , Sabtu 10/1/2015 di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta.

 

Keberanian berbicara di depan umum merupakan hal utama yang sangat penting dalam public speaking. Seseorang akan sulit untuk berbicara di depan umum jika tidak memiliki keberanian. Selain persiapan mental public speaking, persiapan materi presentasi public speaking, kita juga harus menyiapkan Persiapan Tampil Sebagai Public Speaker.

 

Orang akan menjadi sangat gugup dan berbicara terbata-bata hingga berkeringat dingin jika tidak memiliki keberanian dalam dirinya sendiri untuk berbicara di depan umum.

 

“Karenanya, dibutuhkan latihan dan persiapan sebelum melakukan public speaking. kuncinya mengutip ralph waldo emerson quote adalah speech is power,  speech is to persuade, to convert, to compel” pungkasnya

 

Jerri Irgo

berkasDeberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester GANJIL Tahun Akademik 2014/2015 dilaksanakan pada tanggal 19 – 30 Januari 2015.

 

Selengkapnya jadwal ujian dapat didownload di sini.

 

Secara rinci berikut disampaikan jadwal untuk masing-masing Jurusan/Prodi:

 

 

  1. Teknik Kimia
  2. Teknik IndustriTI Program International
  3. Teknik Informatika
  4. Teknik Elektro
  5. Teknik Mesin

Untuk menjaga ketertiban dalam ujian, berikut disampaikan tata tertib bagi mahasiswa yang mengikuti ujian.

 

—=== SELAMAT MENEMPUH UJIAN ==—

—=== SEMOGA KESUKSESAN SELALU MENGIRINGI ==—

fti_uii_sd_salsabila-1Selasa (23/12/2014), bisa jadi merupakan hari yang paling berkesan bagi siswa-siswi SD IT Islamic Centre Purwodadi selama duduk di bangku sekolah, pasalnya pada hari tersebut para siswa dan guru tengah berwisata dan menimba ilmu di laboratorium Sistem Manufaktur (SIMAN) dan Mekatronika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), tentang teknologi perakitan dan robotik. Rombongan yang berjumlah sekitar 50 siswa beserta guru pendamping tersebut, berkunjung ke FTI UII dalam rangka mengenalkan kepada para siswa sedini mungkin, terhadap cita-cita dan disiplin ilmu yang ingin mereka tekuni di masa mendatang, “Kami para guru ingin, peserta didik mengenal betul minat dan bakatnya sejak kecil, sehingga kami tau bagaimana kami memotivasi dalam mengoptimalkan pencapaian minat dan bakatnya” tutur kepala sekolah.
 

Bertempat  di ruang Audiovisual FTI UII, perwakilan fakultas Muhammad Sugarindra, ST., MT mengucapkan terimakasih kepada siswa dan guru yang hadir atas kepercayaannya memilih FTI UII sebagai salah satu tujuan wisata pendidikan, “Saya mewakili pimpinan fakultas, menrasa senang dengan kehadiran adik-adik semua, beserta guru pendamping, karena adanya kunjungan ini menunjukan kami diberi kepercayaan untuk berbagi ilmu kepada seluruh hadirin disini”. Seusai sambutannya, Muhammad Sugarindra, ST.,MTI langsung mengajak seluruh rombongan untuk mengunjungi laboratorium SIMAN dan Mekatro yang berada di gedung laboratorium terpadu FTI UII. Mengenal Sistem Manufaktur Melalui game perakitan mobil mainan di lab. Sistem Manufaktur (SIMAN) ini, para siswa dikenalkan dengan contoh kerja suatu sistem manufaktur sebuah industri. Sebelumnya siswa dibagi beberapa kelompok dan ditempatkan pada pos-pos tertentu, yang memiliki tugas berbeda dalam merakit mobil mainan tersebut, beberapa kelompok memasang rodanya saja dan yang lain memasang bodi mobil dan asesorisnya. Setiap mobil yang selesai dirakit akan diuji ketepatan perakitannya, kelompok dengan hasil mobil rakitan paling banyak dan tepat perakitannya, akan mendapatakan hadiah yang telah disediakan. Suasana lab mendadak ramai karena setiap kelompok beradu cepat dan tepat dalam merakit setiap bagian-bagian mobil mainan yang terpisah.
 

Berbeda ceritanya ketika para siswa dan guru beralih mengunjungi lab. Mekatronika, kedatangan rombongan disambut dengan pemaparan berbagai robot milik FTI UII yang ada di lab tersebut. Melalui mahasiswa tim robotika FTI UII, Rasyid, siswa antusias mendengarkan penjelasan dalam aktif dalam bertanya mengenai fungsi masing-masing robot yang ada, bahkan prestasi yang telah diraih. Untuk menjawab rasa penasaran para siswa, akhirnya salah satu robot pemadam api milik FTI UII di pertontonkan kebolehannya di lintasan khusus yang sudah disediakan, robot diletakkan diujung lintasan dengan jalan yang berliku, sedangkan di sisi ujung yang lainnya, diletakkan sebuah lilin yang sudah menyala, robot harus mendeteksi keberadaan api itu kemudian memadamkannya dengan semburan air melali pipa yang sudah terpasang pada tubuh robot. Setelah beberapa detik berjalan merangkak, robot yang berbentuk seperti serangga tersebut akhirnya menemukan sumber api dan memadamkannya dengan semburan air serta udara, para siswa pun bertepuk tangan ramai melihat kemahiran robot tersebut. Pertunjukan robot ini juga sekaligus menjadi agenda penutup dari kunjungan mereka di FTI UII.

 

Irwan

“Manajemen pengadaan obat-obatan ketika terjadi banjir tidak efektif, Beberapa penyakit yang sering menyerang korban bencana banjir diantaranya diare / amubiasis, dermatitis, kontak jamur dan/atau bakteri, dan ISPA: peneumonia dan beberapa penyakit lainnya yang bersifat menular,  apabila obat-obatan tidak tersedia ketika kondisi emergensi maka kondisi ini akan mengakibatkan bencana baru bagi korban banjir tersebut”.

 

Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) telah melakukan penelitian meminimalkan jumlah stockout dan overstock obat dengan cara menentukan jumlah pemesanan obat setiap periode\ menggunakan pendekatan simulasi system dynamicsdan evolutionary search algorithms.

 

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang telah dilakukan, metode ini mampu melakukan penurunan jumlah stockout dan overstock obat diare, ISPA, dan penyakit kulit sehingga mampu menekan biaya diatas 30%.

 

Analisa dan pengolahan data yang telah dilakukan dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII ini dapat disimpulkan bahwa “Pertama Untuk meminimalkan jumlah stockout dan overstock obat-obatan diperlukan berbagai langkah sesuai dengan faktor penyebab terjadinya stockout dan overstockitu sendiri. Untuk faktor metode, penyebab kesalahan perkiraan permintaan dan safety stock dapat diatasi dengan menggunakan bobot forecastdemandyang didapatkan dari pencarian evolutionary algoritms menggunakan software Powersim AS dan persamaan safety stock Render” ujarnya

 

“Selanjutnya Penghitungan kebutuhan obat dengan metode yang dilakukan mampu memberikan pengaruh terhadap penurunan jumlah stockout dan overstock obat diare, ISPA, dan penyakit kulit”.

 

“Dan ketiga Bobot forecast demand yang didapatkan dari pencarian evolutionary algorithms yang digunakan untuk memperkirakan permintaan kebutuhan obat ketika kejadian banjir dinilai efektif untuk diterapkan pada sistem yang memiliki kesamaan dengan model yang telah dibangun” pungkasnya.

 

Jerri Irgo

“E-government atau penyediaan layanan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi  dan komunikasi (TIK) kembali mendapatkan momentum di awal pemerintahan baru  Jokowi – Jusuf Kalla.  E-government yang dilakukan dengan baik menjanjikan efisiensi dan transparansi pemerintahan.  Salah satu tantangan e-government di sisi teknis adalah penyediaan layanan TIK yang selaras dengan kebutuhan layanan pemerintahan secara efisien”.

 

Hal tersebut disampaikan Dr R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc. di ruang kerjanya sebagai Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) didampingi Hendrik, ST, M.Eng Ketua program Studi Teknik Informatika FTI UII di Gedung KH mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (17/12/2014).

 

“Keselarasan antara layanan pemerintahan dan TIK merupakan kunci penting dalam penerapan e-government yang berhasil. Tanpa keselarasan ini, belanja TIK pemerintah daerah (pemda) menjadi tidak efektif. Tambahan lagi, institusi pemdayang terdiri dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) berpotensi memunculkan infrastruktur dan layanan TIK yang terpisah-pisah. Hal ini bisaberujung pada pemanfaatan sumberdaya TIK yang kurang  efisien” tegasnya

 

Dr Teduh kembali menegaskan “Untuk menghindari hal itu, pemda perlu mempunyai arsitektur enterprise yang menyeluruh, mulai dari arsitektur proses bisnis layanan pemerintahanhingga arsitektur sistem informasi dan teknologi untuk menghantarkan layanan tersebut. Tak kalah penting adalah keterkaitan antara arsitektur-arsitektur tersebut untuk memastikan keselarasan antara layanan pemerintahan dan TIK”.

 

“Arsitektur enterprise yang menyeluruh juga bisa dimaknai bahwa arsitektur mencakup semua layanan yang diberikan oleh semua SKPD di lingkungan pemda.  Dengan menggambarkannya dalam satu arsitektur, dapat diidentifikasi kemungkinan integrasi layanan dari SKPD yang berbeda. Selain itu, dapat pula diketahui potensi pemakaian sumberdaya TIK secara bersama” ujarnya

 

Bagi Dr. Teduh Dirgahayu dan Hendrik, ST, M.Eng yang keduanya mewakili Pusat Studi e-Government FTI UII, sepakat memberikan contoh “Arsitektur enterprise yang dikembangkan mencakup arsitektur bisnis, sistem informasi dan teknologi, dengan mempertimbangkan infrastruktur TIK yang selama ini telah dikembangkan di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau”.

 

Bukan tanpa alasan memberikan contoh tersebut, dengan tidak hanya bersumber dengan data yang ada, namun juga berdasarkan fakta yang ada, apalagi keduanya baru-baru ini keduanya sebagai narasumber ahli dalam penyusunan arsitektur enterprise e-government di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (08/12/2014)

 

Jerri Irgo

Semakin meluasnya pemanfaatan komputer maupun perangkat bergerak, semakin banyak pula tindak kejahatan yang dapat dilakukan dengan perangkat canggih tersebut. Hal ini terbukti dengan bertambahnya jumlah kasus kejahatan siber (cyber crime) yang dilaporkan ke pihak penegak hukum. Penanganan kasus kejahatan siber di lingkungan kepolisian memiliki panduan dalam bentuk Standar Operational Procedure (SOP) yang mengacu pada Accociation of Chief Police Officers (ACPO).

 

SOP tersebut saat ini digunakan oleh jajaran Kepolisan Negara Republik Indonesia baik di Mabes Polri maupun di sejumlah Polda yang telah mempunyai tim cyber crime, ungkap AKP Suharno, SH, M.Kom yang juga Alumni Magister Teknik Informatika, Konsentrasi Forensika Digital, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, pada Rabu (10/12), di Kampus UII Terpadu.

 

Suharno yang kesehariannya berkantor di Polda DIY mengungkapkan, trend kejahatan siber yang semakin meningkat menuntut penanganannya tidak hanya ditangani oleh pihak Kepolisian saja, namun juga oleh instansi penegak hukum lain yang mempunyai kewenangan melakukan investigasi forensika digital, antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Narkotika nasional (BNN). “Sudah selayaknya instansi-instansi tersebut juga dengan menerapkan framework standar ACPO dalam melaksanakan investigasi kasus kejahatan siber,” paparnya.

 

Dengan adanya investigator dari berbagai instansi yang berbeda menurut Suharno, maka tentu akan terdapat perbedaan cara pandang dan persepsi dalam menginvestigasi kasus kejahatan siber. Hal ini dikarenakan antar instansi menggunakan framework investigasi yang berbeda dalam menangani kasus-kasus tersebut. Proses investigasi yang dilakukan di tiap bagian dalam masing-masing instansi pun memiliki perbedaan tergantung dari jenis kasus yang ditangani.

 

Lebih lanjut disampaikan Suharno, belum diterapkannya framework standar yang dipakai secara nasional di jajaran penegak hukum di Indonesia dalam proses investigasi forensika digital sangat memungkinkan terjadinya perbedaan metodologi pada saat proses investigasi kasus kejahatan siber. Hal ini bisa berakibat kontraproduktif terhadap hasil keluarannya.

 

“Setelah sidang kasus siber misalnya, pengacara pihak tersangka yang merasa kurang puas atas pembuktian pada saat sidang dapat meminta bantuan saksi ahli untuk menginvestigasi ulang kasusnya dalam rangka membela kliennya,” ungkap Suharno.

 

Ditambahkan Suharno, Integrated Digital Forensics Investigation Framework (IDFIF) dinilai dapat menjadi solusi untuk mengakomodasi proses investigasi karena tingkat efisiensi efektifitas, reliabilitasnya bersifat komprehensif dan terintegrasi. Selain itu, framework IDFIF dapat direkomendasikan menjadi framework standar di jajaran penegak hukum di Indonesia untuk menghindari perselisihan di pengadilan karena penerapan metode investigasi forensika digital yang berbeda.

 

Diberitakan Humas UII

 

Jerri Irgo