“Alhamdulillahirabbilalamin, ucapan syukur tiada henti diucapkan oleh segenap sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, khususnya Program Studi Teknik Informatika UII. bagaimana tidak, kerja keras yang telah dilakukan selama 21 tahun berdirinya Prodi tersebut akhirnya berbuah manis, penantian panjang dosen dan mahasiswa JTF FTI UII akan pengakuan akreditasi yang merupakan tolak ukur penjaminan mutu program studi telah diraih dengan nilai A – Sempurna”.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Program Studi Teknik Informatika, Hendrik, ST., M.Sc. di ruang kerjanya di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (14 Muharam 1437 H / 28 Oktober 2015)

 

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tanggal 12 September 2015, memutuskan pemberian nilai A bagi prodi Teknik Informatika yang dituangkan dalam SK BAN PT Nomor 990/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana, berlaku 5 (lima) tahun.

 

Keputusan tersebut berlaku selama proses pengelolaan dan penyelenggaraan program akademik pada Prodi Teknik Informatika memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dengan perolehan nilai akreditasi dari BAN PT tersebut, prodi Teknik Informatika telah lulus ujian terberat dalam proses re-akreditasi Prodi, dengan nilai A yang saat ini diamanahkan kepada prodi TF FTI UII, pembenahan-pembenahan harus tetap dilakukan, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

 

Harapannya pencapaian tersebut tidak melenakan pengelola prodi tetapi menjadi semangat untuk terus berkiprah dan meraih Akreditasi yang lebih tinggi, setidaknya mulai di tingkat ASEAN ataupun Asia sehingga dapat mencetak sarjana Teknik Informatika yang lebih unggul dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi terkemuka lainnya baik di dalam maupun luar negeri” ujar Hendrik dengan senyum khasnya, menutup wawancara.

 

Jerri Irgo

Pemberitahuan

Nomor: 1006/Dek/20/DAUH/X/2015

Tentang

Program CEPT Preparation

Untuk Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UII

Dalam rangka membantu ketepatan masa studi mahasiswa utamanya yang berkaitan dengan pemenuhan syarat kelulusan CEPT, maka Fakultas Teknologi Industri UII bekerjasama dengan CILACS UII akan menyelenggarakan Program CEPT Preparation berupa short course (4 x 120 menit) yang terdiri dari 3x pertemuan dan 1x real CEPT. Adapun Program dilaksanakan pada Minggu Pertama Bulan Desember 2015

 

Syarat:

 

  1. Mahasiswa aktif pada Semester Ganjil TA 2015/2016;
  2. Pernah mengikuti tes CEPT di CILACS dan mendapatkan skor < 422, dibuktikan dengan serfifikat CEPT;
  3. Diutamakan bagi mahasiswa yang sudah mengambil tugas akhir.

 

Prosedur:

  1. Mahasiswa mengisi form yang disediakan
  2. Melampiri Fc. sertifikat CEPT

 

Pendaftaran dilakukan di

Loket Layanan Terpadu

Lantai Basement Gd. KH Mas Mansur

Kampus Fakultas Teknologi Industri

Universitas Islam Indonesia

 

Pendaftaran dilayani hingga hari Senin, 16 November 2015 atau hingga jumlah pendaftar telah mencapai 75 mahasiswa.

 

 

Yogyakarta, 16 Oktober 2015

Dekan,

 

 

 

 

Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc.

NIK 935220102

 

 

Pengumuman resmi disini

Yuli Agusti Rochman, S.T., M.Eng, Ketua Prodi Teknik, ketua Delegasi benchmark Program Studi Teknik Industri FTI UII Industri diterima langsung oleh Dr. Julita Robles (Director of Quality Assurance DLSU, Philipine (1 Muharam 1437 H/ 15 Oktober 2015).

 

Dr. Julita Robles mengantarkan tim ke Biology departement untuk bertemu dengan Prof. Dr. Jose SR Carandang VI MNSA, College of Science Dean yang juga ketua tim asesmen AUN QA pada tahun 2014 and Mary Jane Cruz-Flores, Ph.D., Chair of Biology Department juga merupakan wakil ketua tim asesmen. Atas prestasi mendapatkan AUN QA terbaik, mereka dipercaya untuk menduduki jabatan mereka saat ini.

 

“Tujuan melakukan benchmarking ke Universitas ini selain telah karena tekah terakreditasi Internasional juga untuk mengetahui profil jurusan, di mana dalam hal ini adalah untuk mengetahui rancangan kurikulum yang telah berjalan” ujar Yuli Agusti Rochman

 

Pembicaraan dengan biology departement dihasilkan beberapa kesepakatan, yaitu diantaranya aktivitas penyusunan dokumen AUN QA didasarkan pada strategic planning universitas sebagai framework. Strategic planning yang dimaksud adalah mendefinisikan universitas sebagai teaching university atau Research University. Selanjutnya strategic planning universitas diturunkan menjadi desain kurikulum.

 

Selanjutnya Yuli juga menyampaikan “Dalam waktu dekat perlunya dirancang strategi khusus untuk menjamin mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu sesuai kurikulum yang dirancang, semisal : DLU mempunyai program trimester atau program kuliah mandiri bagi mahasiswa yang tidak lulus dalam satu mata kuliah”

 

“Selain itu pengelolaan laboratorium menjadi factor urgent yang harus diperhatikan sehingga lab mampu memberikan dukungan yang signifikan dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan riset, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah upaya untuk meningkatkan utilitas laboratorium, kebijakan untuk sharing resources antar departemen menjadi pilihan yang sangat diprioritaskan di DLU, tidak hanya sharing resources berbasis alat, namun juga terkait sharing sumber daya manusia sehingga diharapkan bisa memunculkan adanya riset lintas department” ujarnya.

 

Tampak hadir anggota delegasi Teknik Industri FTI UII, Nasrullah Setiawan, ST, MT., Agus Mansur, ST., M.Eng.Sc., Muhammad Ragil Suryoputro.M, ST, M.Sc dan Joko Sulistio, ST.M.Sc.

 

Jerri Irgo

Dr. R Teduh Dirgahayu, Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), melakukan rangkaian kunjungan kerja sebagai upaya peningatan kompetensi berupa inisiasi riset ke PT Bio Farma dan PT Kereta Api Indonesia Pusat di Bandung (23 Dzulhijjah 1436 H/ 07 Oktober 2015).

 

Hikmatullah Insan Purnama, Head of InformationnTechnologi Division Bio Farma menerima kunjungan silaturahmi Dr. R Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc, yang di dampingi Jerri Irgo, Liaison Officer dan Marketing PPs FTI UII, bertempat di Lantai 4 Gedung Bio Farma, Pasteur Bandung.

 

Dalam pokok materi diskusi, terdapat irisan dalam pengembangan Bio Informatic dimana Magister Teknik Informatika PPs FTI UII, memiliki konsentrasi Informatika Medis. Dengan perkembangan ke arah lebih komersial, dimana keragaman penyakit lebih banyak, maka diharapkan dengan adanya informatika medik dapat diselaraskan.

 

“Baik dari bisnis maupun dari akademik, berharap terdapat hal yang sama, yaitu perguruan tinggi perlu insert dari dunia industri dan sebaliknya sehingga akademik ataupun bisnis tidak terisolir pada dunianya sendiri” ujar Hikmatullah

 

Harapan bersama adalah dapat memberikan value added pada studi-studi  vaksin, dimana saat ini trendnya perlu cara analisis, metode sesuai dengan perkembangan bisnis. Hadir sebagai anggota team PT Bio Farma terdiri dari dr Bambang Djalinud, Pemasaran, Wage, Warehouse, Dicky MT, RAD dan Alan A Prakosa, IT Syi Del.

 

Inisiasi riset juga dilakukan Direktur PPs FTI UII ke PT Kereta Api Indonesia Pusat yang diterima oleh Irwan Juliardi Manager Protocol & Secretary PT Kereta Api Indonesia.

 

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan dedikasi untuk melayani negeri. Dedikasi itu ditunjukkan dengan pelayanan dan inovasi untuk meningkatkan kemajuan bangsa lewat aspek transportasi perkeretaapian. Kini tak hanya masyarakat Indonesia, namun para wisatawan mancanegara pun dapat merasakan pelayanan kereta api yang modern, maju dan nyaman dari PT KAI” ujar Irwan Juliardi

 

Irwan Juliardi   menambahkan “Hingga saat ini PT KAI telah banyak menerapkan teknologi terbaru untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasanya. Sebut saja dalam hal ticketing reservation, sehingga calon penumpang dapat memesan tiket kereta api dengan mengakses berbagai channel pemesanan tiket dan ini berawal dari Yogyakarta”

 

“Kami mengharapkan adanya riset bersama dengan PPs FTI UII dapat mendukung upaya dan kerja cerdas yang telah dikerahkan PT KAI selama ini. Hal tersebut murni didedikasikan bagi kemaslahatan bangsa Indonesia. Pelayanan yang ramah dan modern akan terus ditingkatkan. Seperti pada gambar di atas pelayanan yang ramah selalu menjadi ciri khas PT KAI” ujar Irwan Juliardi diujung diskusi.

 

Jerri Irgo

Alhamdulillahirabbilalamin, ucapan syukur tiada henti diucapkan oleh segenap sivitas akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, khususnya Prodi Teknik Informatika UII. bagaimana tidak, kerja keras yang telah dilakukan selama 21 tahun berdirinya Prodi tersebut akhirnya berbuah manis, penantian panjang dosen dan mahasiswa JTF FTI UII akan pengakuan akreditasi yang merupakan tolak ukur penjaminan mutu program studi telah diraih dengan nilai sempurna.

 

Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tanggal 12 September 2015, memutuskan pemberian nilai A bagi prodi Teknik Informatika yang dituangkan dalam SK BAN PT Nomor 990/SK/BAN-PT/Akred/S/IX/2015 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Sarjana. Nilai dan peringkat akreditasi tersebut berlaku selama 5 (lima) tahun. keputusan tersebut berlaku selama proses pengelolaan dan penyelenggaraan program akademik pada Prodi Teknik Informatika memenuhi dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

sementara itu, Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) merupakan lembaga pemerintah yang memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada semua institusi pendidikan tinggi meliputi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), program pendidikan jarak jauh, serta program-program kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar.

 

Dengan perolehan nilai akreditasi dari BAN PT tersebut, prodi Teknik Informatika telah lulus ujian terberat dalam proses re-akreditasi Prodi, dengan nilai A yang saat ini diamanahkan kepada prodi TF FTI UII, pembenahan-pembenahan harus tetap dilakukan, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, harapannya pencapaian tersebut tidak melenakan pengelola prodi tetapi menjadi semangat untuk terus berkiprah dalam mencetak sarjana Teknik Informatika yang unggul dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi terkemuka lainnya baik di dalam maupun luar negeri.

 

Informasi tersebut dapat pula diakses di http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php

Sabtu, 3 Oktober 2015 Fakultas Teknologi Industri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kerja Tingkat Fakultas (Rakorja). Bertempat di auditorium KH. Mas Mansur lantai 3 kampus FTI. Agenda acara meliputi pembahasan RKAT 2016 tingkat fakultas dan paparan rencana pengembangan lima program studi, yakni Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan program pascasarjana. Peserta Rakorja adalah seluruh dosen tetap aktif FTI yang berjumlah 116 orang dan lima kepala divisi (kadiv), yakni Divisi Akademik, SIM, Keuangan, Perbekalan & Rumah Tangga, serta Divisi Umum dan Humas.

 

Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut banyak mengingatkan bagaimana kita tidak boleh lengah dengan nama besar kampus UII. Belum lama ini Ban PT Dikti menonaktifkan 243 perguruan tinggi dengan berbagai indikasi pelanggaran yang ditemukan, ini bukti bahwa Dikti mulai bersungguh-sungguh membenahi sistem pendidikan tinggi, oleh karenanya kalau kita lengah, bukan tidak mungkin hal ini juga menimpa kampus kita. Rektor juga memberikan apresiasi dengan perolehan akreditasi kita yang meningkat, universitas sudah memperoleh akreditasi A begitu juga banyak prodi yang Alhamdulillah sudah banyak memperoleh A. Jangan berhenti disini, kita masih punya harapan menjadikan kampus kita World Class University, maka kita harus bisa meningkatkan akreditasi pendidikan kita pada tingkat internasional.

 

Rakorja dilanjutkan dengan pembahasan RKAT fakultas untuk tahun anggaran 2016 yang dibawakan oleh Dekan FTI, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc dan Wakil Dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi dengan moderator Wahyudi Budi Pramono, S.T., M.Eng. Isu yang menarik dan menjadi perhatian adalah terkait sistem pengakuan keuangan dimana saldo akhir tahun pada periode lalu diakui sebagai saldo awal tahun berikutnya, sekarang berubah yakni akan diakui sebagai pendapatan pada periode selanjutnya padahal anggaran FTI berasal dari prosentase pembagian pendapatan sehingga saldo itu akan dibagi-bagi oleh pusat, maka penting bagi FTI dan semua prodi dibawahnya untuk meningkatkan efektifitas penggunaan anggaran secara maksimal.

 

Pada sesi paparan program pengembangan prodi-prodi dan pascasarjana, isu yang baru dan cukup kuat menjadi konsen dari prodi-prodi adalah pemilihan local genius atau ciri khas prodi. Semua program studi dalam paparannya memasukkan ciri ke-Islaman menjadi local genius-nya. Kekhasan ini diimplementasikan pada setiap aktifitas akademik seperti belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Rakorja selesai tepat pada pukul 15.00 WIB, 30 menit lebih awal dari jadwal  yang direncanakan. Hasil pembahasan RKAT fakultas 2016 selanjutnya dikirim ke universitas untuk dibahas pada tingkat yang lebih tinggi.

 

By. Kholid Haryono.

 

Foto 1

Suasana Rakorja saat Pembukaan Rakorja

Sabtu, 3 Oktober 2015

Komitmen Program Studi Teknik Mesin untuk mengembangkan Local Genius di bidang desain dan manufaktur seni dan perhiasan mulai menunjukkan hasil. Salah seorang mahasiswa Teknik Mesin,  Bayu Dharma Saputra, berhasil menjadi salah satu dari dua peserta asal Indonesia yang mendapatkan penghargaan yang sangat bergengsi (Honorable Mention Award) dalam  3design Asia and Oceania Contest 2015. Pengumuman pemenang diadakan pada 12 September 2015 di Shenzhen Exhibition Center, China. Dikarenakan tidak bisa menghadiri acara tersebut,  pemberian penghargaan kepada Bayu dilakukan di Jakarta berbarengan dengan acara Seminar 3design Software V9  bersama PT. HONG CHEK. Hadiah diberikan langsung oleh David Lehman sebagai Manager, Support and Services -Type 3 dari Perancis, sekaligus narasumber pada acara tersebut.

 

Hadiah yang diperoleh berupa 1 Lisensi dan dongle software 3Design V9 dan 3Shaper versi terbaru selama 1 tahun, 1 buat trophy, uang tunai sebesar 600 RMB, sertifikat penghargaan dan beberapa bingkisan dari Swarovski. Swarovski merupakan perusahaan perhiasaan ternama yang menjadi sponsor acara tersebut.

 

“Ini prestasi yang sangat menggembirakan dan menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki potensi yang luar biasa. Sebenarnya kita bukan pengguna software 3Design yang digunakan dalam lomba tersebut.  Kebetulan ada alumni Teknik Mesin UII yang sudah menjadi Branch Manager PT Hong Chek (reseller software 3Design) bersedia meminjami lisensi selama kurang lebih 1 bulan. Dia juga mengirimkan staff untuk mentraining mahasiswa kita selama 4 hari. Alhamdulillah dari sekitar 20 desain yang kita kirimkan, 7 diantaranya masuk 50 besar, dan akhirnya ada satu yang menjadi juara” demikian penjelasan dari Kaprodi Teknik Mesin FTI UII, Dr.Eng. Risdiyono, M.Eng.

 

Selamat buat Bayu Dharma Saputra, semoga bisa menjadi pemacu semangat dan motivasi mahasiswa yang lain untuk terus berprestasi.

Untuk membekali mahasiswa dengan wawasan global,  Prodi Teknik Mesin FTI UII memiliki program kerja praktek dan magang di luar negeri. Di semester ganjil Tahun Akademik 2015/2016 ini sebanyak enam mahasiswa terpilih telah diberangkatkan ke Bangkok Thailand untuk magang selama satu bulan. Saat acara pelepasan di Gedung KH. Mas Mansur, Dekan FTI UII, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. berharap kepada seluruh mahasiswa yang akan magang agar serius dalam mengikuti program sehingga benar-benar mampu mendapatkan manfaat yang optimal. Sementara itu, Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, SH, MH berpesan bahwa apapun yang dilakukan oleh mahasiswa selama magang di Thailand akan selalu membawa nama UII. Untuk itu, beliau menegaskan agar mahasiswa selalu berfikir dengan jernih sebelum bertindak, sehingga semua tindakannya bisa mengharumkan nama baik UII di luar negeri, bukan sebaliknya. Beliau juga menyampaikan komitmennya untuk selalu membantu mahasiswa yang mengikuti program ke luar negeri, baik dalam rangka seminar, pelatihan, lomba, maupun magang.

 

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok Thailand, Bapak Dr. Yunardi saat menerima rombongan dari Teknik Mesin FTI UII sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada UII karena MoU yang telah ditandatangani benar-benar ditindaklanjuti dengan serius. Menurut beliau, masih banyak MoU yang sekedar disimpan sebagai dokumen saja tanpa ada implementasi riilnya. UII telah membuktikan keseriusannya dalam bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di Thailand dengan hasil yang sangat positif.

 

Menurut Kaprodi Teknik Mesin, Dr.Eng. Risdiyono, S.T., M.Eng., program ini merupakan salah satu implementasi dari nota kerjasama antara Universitas Islam Indonesia dengan Rajamangala University of Technology Tanyaburi (RMUTT) Thailand yang telah ditandatangani pada tahun 2012.Setidaknya sudah ada  duapuluhan mahasiswa dari berbagai Prodi di FTI UII yang telah memanfaatkan kerjasama ini dalam bentuk program joint degree, penelitian tugas akhir, magang, maupun kerja praktek. Karena program ini bersifat resiprokal (timbal balik), maka telah banyak juga mahasiswa RMUTT yang mengikuti short course dan penelitian di Prodi Teknik Mesin maupun Prodi lain di FTI UII.

 

Foto 1

Pelepasan oleh Bapak Dekan dan Wakil Rektor III

Foto 2

Bersama Bapak Dr. Yunardi, atase Pendidikan di KBRI Bangkok

YOGYAKARTA,(PRLM).- Batik cap asal Tiongkok dengan motif yang sama persis dengan produk lokal Indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi batik cap lokal dari Yogyakarta, Pekalangan, Cirebon, dan Solo. Produk batik yang dikenal dengan istilah batik mekanik tersebut telah merangsek pasar dan menguasai pangsa di berbagai kota di tanah air sebesar 25-30 persen.

 

Dosen Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Dr Taufiq Immawan menyatakan ancaman pangsa batik juga datang dari Malaysia, tetapi eskalasi ekspor batik Malaysia tidak sebesar batik asal Tiongkok, sehingga tidak terlalu memengaruhi pasar di Indonesia.

 

Dalam pernyataannya di Yogyakarta, Selasa (22/9/2015), dia menyatakan pasar batik tanah air sebenarnya tengah mencapai masa panen sejak UNESCO mengukuhkan Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009, yang diikuti penetapan tanggal tersebut sebagai hari batik nasional.

 

Berdasarkan penelitian Taufiq Immawan, penjualan batik Solo, Yogyakarta dan Pekalongan melonjak. Pasar batik solo meningkat omzet penjualannya antara 30 – 50 persen (2010) dan 200 persen tahun berikutnya (2011). Peningkatan pada kisaran yang sama berlaku di pasar-pasar di Yogyakarta dan Pekalongan.

 

Melihat pasar batik meningkat tajam, produsen Tiongkok alias China menggempur pasar batik di berbagai kota di Indonesia. Batik Tiongkok bisa dikategorikan sebagai batik cap, tetapi produksinya menggunakan mesin atau disebut batik mekanik. Ekspor batik mereka sangat massif, sebagai contoh batik asal China selama tiga bulan pertama 2013 (Januari-Maret) masuk pasar Indonesia sebanyak 159 ton, dengan nilai 4.6 juta dolar AS atau setara Rp 43.7 miliar.

 

“Perkembangan ini sudah mengkhawatirkan, karena mengurangi pangsa pasar batik nasional,” kata dia saat memaparkan hasil penelitian untuk melengkapi data disertasi di Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. (Mukhijab/A-147)***

 

Dipublikasikan di Pikiran Rakyat

 

Jerri Irgo

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Hari Raya Idul Adha merupakan hari yang diistimewakan oleh Allah SWT, dimana pada hari tersebut Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah udhiyah atau Ibadah Qurban” ujar Agus Mansur, ST, M.Eng.Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta.

 

Sebagaimana disebutkan dalam surat Al kautsar ayat 2. fashalli lirabbika wanhar yang artinya “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah” kata qurban sendiri diambil dari bahasa arab qaraba, yuqaribu, qurbanan yang artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT” ujarnya, yang disampaikan Rabu, 9 DZULHIJJAH 1436 H / 23 September 2015.

 

Agus menjelaskan “Hakekat Ibadah Qurban adalah mewujudkan ketaatan kita kepada Allah (Total Action) dengan tanpa membantah atau mencari –cari alas an kenapa kita diperintah, dan melaksanakan kesempurnaan (Excellent Action) dalam ibadah, itulah dulu yang diperintahkan Allah kepada putra-putra nabi Adam A.S yaitu Qabil dan Habil, yang diperintahkan untuk melaksanakan kurban atas harta yang diberikan kepada mereka”.

 

Tersebutlah Habil, hamba Allah yang dengan penuh ketulusan, tidak membantah dan semata karena Allah SWT , dia berikan contoh total action and excellent action dalam menjalankan perintah Allah SWT , dia berikan seekor domba terbaik yang dimilikinya untuk dijadikan kurbannya karena dia tahu apa yang dilakukan semata untuk Allah SWT semata.

 

Sedangkan Qabil dengan berbagai macam alasan yang mendominasi pikirannya ia berikan qurbannya, karena Qurban yang diberikan tidak murni karena Allah SWT di mana ia masukkan ego dan pamrih dalam beribadah sehingga bukan yang terbaik yang dia berikan, qabil telah merepresentasi dirinya dalam Poor Action dalam ibadah, bukan yang terbaik yang dia berikan namun sekedar menjalankan perintah, akibatnyaqurbanQabiltertolakdanqurbanHabil yangditerima Allah SWT.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu. Idul Adha juga merupakan napak tilas sunah nabi Ibrahim A.S yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam bentuk pengujian keimanan, ketaatan, dan keseriusan.

 

Dimana Allah SWT mengujinya untuk mengurbankan putera semata wayangnya yaitu Ismail A.S, putera yang sangat dicintai dan sangat lama dinanti kelahirannya (Allah SWT memberikan putera kepada nabi Ibrahim ketika usia beliau sudah tua)  yang kemudian Allah SWT  menggantinya dengan seekor domba, sebagaimana dijelaskan dalam QS. As Shafat: 105 – 107.

 

Rasulullah Muhamad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk melaksanakan Ibadah Qurban, bahkan saking kuatnya perintah ini beliau “menyampaikan jikalau umatnya mampu untuk melaksanakan ibadah qurban tapi enggan melakukannya beliau melarang orang tersebut untuk mendekati tempat ibadahNYa” .

 

Ibadah Qurban adalah Ibadah yang mengajarkan kesempurnaan, dimana hewan yang disembelih haruslah hewan yang tidak cacat, tidak sakit, tidak kurus dan disembelih dengan cara yang baik, serta didistribusikan secara baik. Sedangkan waktu pelaksanaannya dimulai dari pagi setelah sholat Idul Adha (10 Dhulhijjah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

 

Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan pemeluknya untuk melaksanakan sesuatu untuk mencapai yang terbaik, dengan cara terbaik dan dengan niat yang terbaik. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikan kita sebagai golongan hambanya yang baik.Aamiin., pungkas Agus Mansur

 

Jerri Irgo