Ismail Fahmi, Ph.D – Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Founder

= =

 

Masalah kebocoran data pengguna Tokopedia tidak berhenti sampai di situ. Pakar media sosial dari Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, melihat dampak dari kebocoran data yang tersebar luas di jagat maya akan memiliki efek yang besar.

Ia mengatakan aspek terpenting dari kasus tersebut bukanlah soal password akun Tokopedia, melainkan data-data pribadi yang bocor, berisi email, nama, alamat, tanggal lahir, dan nomor telepon yang dapat digunakan untuk keperluan lain.

“Tujuan saya, biar kita aware apa dampak dari data yang terbuka bebas ini. Kita hanya sibuk soal login ke Tokopedia, padahal aman. Kita lupa bahaya hal lain yang mungkin lebih besar,” jelas Ismail, kepada kumparan, Senin (4/5).

Ismail menuturkan data-data personal yang diambil dari kasus kebocoran tersebut bisa dipakai untuk profiling, scamming atau phishing. Dari data yang dimiliki bisa saja seseorang berpura-pura menjadi pihak Tokopedia yang menghubungi pengguna untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari data pribadi tersebut.

“Misalnya email tersebut digunakan untuk situs atau aplikasi lainnya yang butuh verifikasi. Data tersebut dipakai untuk hal-hal seperti ini, untuk scam. Itu yang bahaya,” jelasnya.

Selain itu, ada banyak pemanfaatan data personal yang bisa digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya mengajukan pinjaman online (pinjol). Dengan data yang dimiliki berupa nama, alamat, email, nomor telepon bisa saja mengajukan pinjol atas nama pengguna Tokopedia yang datanya bocor.

Ismail menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan selalu mewaspadai apa yang dilakukan di dunia maya. Pergantian password secara berkala dan menggunakan two factors authentication disarankan untuk mengamankan akun internet.

“Saya hanya ingin mengajak masyarakat aware akan pentingnya ‘perlindungan data pribadi’. Kalau tidak mengalami atau melihat sendiri betapa mudahnya data-data itu dimanfaatkan, masyarakat akan anggap enteng soal kebocoran data ini. Semoga makin waspada,” pungkasnya.

Sumber: Kumparan