SCKD, Sumbangsih Indonesia bagi Ilmu Pengetahuan Dunia

Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami, Bersinergi dan Berkolaborasi Menunjukkan Sumbangsih Indonesia bagi Ilmu Pengetahuan Dunia, adalah tema dari Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Dr. Arif Hidayat, Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dalam releasenya.

Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018 dilaksanakan di Gedung GKU Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (16 Agustus 2018)

Dr. Arif Hidayat menjelaskan bahwa “Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan kolaborasi antara Professor dan Ilmuwan Diaspora dengan Professor dan Ilmuwan yang berkarier di dalam negeri untuk menciptakan suatu karya bermutu dan berdaya saing tinggi yang diakui oleh dunia keilmuan internasional dan mampu mendorong daya saing bangsa di pentas ilmu pengetahuan dunia”.

Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018, ialah program lanjutan dari SCKD 2017. “Pelaksanaan program ini akan mengundang Professor dan Ilmuwan Diaspora Indonesia dari perguruan tinggi terbaik di berbagai belahan dunia” ujarnya.

Dr. Arif Hidayat menambahkan “hadir sebagai narasumber Dr. Kiki Adi Kurnia dari Chemical Engineering Department, Universiti Teknologi, Petronas, Malaysia, pada kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar “Kiat Sukses Menembus Jurnal Internasional Bereputasi” dan “Student Development Program” tersebut.

“Alhamdulilah, kesempatan baik ini, UII dapat ambil peran dan kita bersyukur hadirnya Ilmuan Diaspora Dr. Kiki yang mempunyai h-index scopus 18” tutur Arif

“Realisasi kerjasama yang akan dilakukan dalam 1 (satu) tahun kedepan antara Prodi Teknik Kimia FTI UII dan Chemical Engineering Department UTP adalah kolaborasi riset, penulisan paper bersama, student mobility, KKN mahasiswa UTP ke UII, exchange student” pungkasnya

Jerri Irgo

TRENDI, Tas Stylist Multifungsi

Muhammad Iqbal Sabit bersama Adinda Khairunisa, Reno Dias Anggara Purba, Nuraditya Ahmad Fadilah dan Nazula Rukhiana Mukarromah, Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), terpilih menjadi salah satu Tim yang berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan tahun 2018. Pada tahun ini, tercatat 92 Proposal yang dibiayai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Tas merupakan produk fashion yang digandrungi khayalak ramai yang digunakan untuk membawa barang saat berpergian seperti saat ke sekolah, kerja atau traveling. Tim kami melihat peluang pasar dan melakukan inovasi dengan menghadirkan TRENDI, Tas Stylist Multifungsi (4 in 1) satu tas yang dapat ditransformasi menjadi 4 jenis tas yaitu menjadi tas tipe Backpack, Slingbag, Totebag dan Waistbag” ujar Iqbal dalam releasenya saat ditemui di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (16 Agustus 2018)

Iqbal menambahkan “Hasil survey mengatakan kebanyakan orang memiliki lebih dari satu model tas dalam berkegiatan, sehingga diperlukan inovasi produk tas komersial yang multifungsi. Selain itu, Fashion merupakan salah satu media yang strategis dalam sarana penyampai pesan motivasi dan memperkenalkan keanekaragaman kain tradisional di Indonesia”.

Selain itu, terdapat kata pesan motivasi yang dapat di Custom oleh pembeli. Tim kami melakukan perencanaan dan pengembangan lebih lanjut hingga ketahap produksi untuk dikomersialkan. “Waktu produksi tasnya kita lakukan setiap bulan dengan kapasitas 50/bulan dengan harga Jualnya Rp 100.000 untuk TRENDI ORIGINAL dan Rp 125.000 yang TRENDI ETHNIC” kata Iqbal.

Tim dengan bimbingan Ir. Ali Parkhan, M.T, Dosen Program Studi Teknik Industri FTI UII ini melakukan kerjasama dengan Anas Production sebagai partner dalam melakukan produksi tas yang berbahan baku kain parasut waterproof tersebut secara berkala. Selain itu juga kami menjalin kerja sama International Partnership dengan Allysia yang merupakan social enterprise dengan jalinan kerjasama dalam hal distribusi kepasar Internasional seperti Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar dan Malaysia.

Harapannya, “kedepannya kami terus akan mengembangkan dan berinovasi terhadap produk TRENDI dalam memperluas pangsa pasar dan menjadi produk yang mampu diterima dimasyarakat” pungkas Iqbal

Jerri Irgo

Takohiro Nomura, Silaturahmi ke Teknik Kimia

Alhamdulillah, suatu kehormatan bagi Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) atas kunjungan Takohiro Nomura, Associate Professor di Faculty of Engineering, Center for Advanced Research of Energy and Materials Laboratory of Energy Media, Hokkaido University, Sapporo, Jepang.

Dr Arif Hidayat., S.T., M T., Dosen Prodi Teknik Kimia FTI UII, sampaikan hal tersebut seusai menerima kunjungan Takohiro Nomura, Assosiate professor termuda di Hokkaido University (34 tahun) di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (13 Agustus 2018)

Prof Hari Purnomo, Dekan FTI UII di ruang Sidang Utama FTI UII, didampingi Ir. Pratikno Hidayat, M.Sc., Sekretaris Prodi Teknik Kimia dan Beberapa Dosen Teknik Kimia, tampak ikut menyambut Takohiro Nomura untuk berdiskusi

Arif jelaskan setidaknya ada 5 poin yang dibahas, diantaranya “membuka kesempatan studi S3 dan S2 bagi dosen dan mahasiswa Teknik Kimia FTI UII, kolaborasi riset, publikasi bersama di jurnal bereputasi dan visiting professor serta visiting research” jelasnya

“Bidang spesialisasi Takohiro Nomura adalah phase change materials, energi, dan katalis” ujar Arif didampingi Dr. Keisuke Abe (post doctoral) dan Ade Kurniawan (mahasiswa S3 dari Indonesia) yang turut serta bersama Takohiro Nomura” pungkas Arif.

Jerri Irgo

Ridwan, Nahkoda Jurusan Teknik Industri 2018-2022

“Bismillahirrohmaanirrohiim. Innalillaahi wa inna ilaihi roojiun. Terasa berat sebenarnya menerima amanah menjadi Ketua Jurusan Teknik Industri dari Bapak Ibu Dosen Teknik Industri, apalagi dengan tantangan dunia pendidikan di masa yang akan datang”.

Ungkap Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri periode 2018-2022

“Kita ingat perintah Allah SWT dalam Al Qur’an, bahwa tugas pemimpin ada 3, yaitu mengajak yang dipimpin untuk bersama-sama beribadah kepada Allah SWT, menciptakan kesejahteraan bersama serta beramar ma’ruf nahi mungkar” tuturnya seusai Sidang Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII yang menetapkan secara musyawarah mufakat Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, sebagai Ketua Jurusan dan Harwati, S.T., M.T sebagai Sekretaris Jurusan (03 Agustus 2018)

Oleh karena itu, lanjut Ridwan, “dengan mengucap Bismillaahirrohmaanirrohiim, saya mengajak semua sivitas akademika di lingkungan Teknik Industri pada khususnya dan Fakultas Teknologi Industri pada umumnya untuk bersama-sama berazam menjawab tantangan dunia pendidikan di masa yang akan datang dalam koridor tiga hal di atas dan tetap menjaga niat ihlas karena Allah SWT. Semoga Allah SWT meridhoi kita dan mencatat semua usaha kita sebagai amal sholih yang berpahala jariyah. Amiin”.

Sidang Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Industri dilaksanakan di Auditorium FTI UII lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, dihadiri 30 Dosen Teknik Industri FTI UII.

Jerri Irgo

Hendrik, Pimpin Jurusan Teknik Informatika 2018-2022

Alhamdulillah, Sidang Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) berjalan dengan lancar melalui musyawarah mufakat memilih Hendrik, ST, M.Eng sebagai Ketua Jurusan periode 2018 – 2020.

Pimpinan Sidang, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, menyampaikan hal tersebut saat menutup Sidang Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Informatika yang dilaksanakan di Auditorium FTI UII lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (03 Agustus 2018).

“Ada tujuh kandidat yang memenuhi syarat untuk menjadi Ketua Jurusan Teknik Informatika, bersyukur proses pemilihan berlangsung lancar” tutur Prof Hari Purnomo juga menjabat sebagai Dekan FTI UII tersebut

Sidang Pemilihan Ketua Jurusan Teknik Informatika FTI UII dihadiri 33 Orang Dosen Tetap ini juga sepakat saat Hendrik mengusulkan Nur Wijayaning Rahayu, S.Kom., M.Cs. sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Informatika FTI UII periode 2018 – 2020.

“Terima kasih kepada semua yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami, insha Allah akan kami jalankan sebaik-baiknya amanah tersebut” tutur Hendrik, saat ditemui sesuai sidang.

Jerri Irgo

Ridwan, SCM 4.0 Era Mesin dengan Mesin Berbicara

Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta mengatakan Industri 4.0 sangat menekankan kepuasan pelanggan, efisien dan efektif. “Kuncinya ada pada custumer focus, value chain, dan integrasi. Sebagai contoh kasus, seorang mahasiswa menjual dompet berkualitas bagus tanpa kemasan seharga Rp 15.000. tidak laku, namun setelah dibungkus bagus dan dijual mahal dengan harga lebih mahal Rp 75.000. malah laku terjual”

Fenomena tersebut menunjukkan value chain menjadi sangat berperan di industri 4.0. Untuk menciptakan value chain, sudah dilakukan secara otomatisasi melalui mesin. “Di era Industri 4.0 mesin dengan mesin dapat berbicara” ungkapnya saat menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional: Kolaborasi Supplay Chain Management 4.0, di Ruang Audiovisual, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (28 Juli 2018).

Seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana (PPs) FTI UII menghadirkan pembicara Dr Zaroni CISCP, CFMP, Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia; Muhammad Ridwan Andi Purnomo ST, MSc, PhD, Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII; dan M Ali Santoso, Kepala Kantor Cabang Bank Jateng di Yogyakarta.

Hal senada disampaikan Dr RM Sisdarmanto Adinandra, ST, M.Sc., Wakil Dekan II FTI UII, saat pembukaan ungkapkan “Revolusi industri keempat atau Industri 4.0 telah menyatukan sistem dunia maya dan fisik. Selain itu, penginderaan yang meresap (reaktif) dan volume besar data yang dirajut sistem analitik canggih telah menghasilkan peningkatan efisiensi yang sangat signifikan”

Lebih lanjut Nandra mengatakan dengan teknologi dan inovasi baru, model bisnis baru muncul. Bahkan beberapa organisasi menghilang, sebagian beradaptasi, dan sebagian lagi menemukan diri mereka sebagai pemimpin dalam inovasi. “Merangkul teknologi dapat diselaraskan sepanjang dua dimensi: peluang efisiensi dan peluang pertumbuhan. Mencapai keduanya adalah tujuan akhir,” ujarnya.

Menurut Nandra, proses transformasi tidak gampang, penuh rintangan. Namun mengelola proses sangat penting untuk memastikan peluang keberhasilan tertinggi. “Merangkul Industri 4.0, rantai pasokan beradaptasi dan juga berubah,” kata Nandra.

Lapisan fisik logistik, ujar Nandra, juga berubah dengan tingkat otomatisasi dan kecerdasan buatan yang semakin meningkat. “Meskipun pelaksanaannya terutama digerakkan oleh biaya, sistem baru sering memberikan banyak manfaat lain seperti peningkatan fleksibilitas dan waktu tunggu yang lebih pendek,” katanya.

Seminar ini diharapkan pertama semakin membuka wawasan mengenai peluang, tantangan dan contoh implementasi sukses yang dilakukan pelaku SCM Indonesia. Kedua, memahami optimalisasi elemen model transformasi organisasi dalam menghadapi era SCM 4.0. Ketiga, menemukan faktor kunci keberhasilan implementasi SCM 4.0, dari berbagai perspektif seperti model dan strategi bisnis, manajemen biaya, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Jerri Irgo

 

Bank Jateng Kembangkan Cash Management System

Model bisnis yang dikembangkan Bank Jateng saat ini, adalah melakukan evolusi dengan mengadopsi teknologi informasi untuk peningkatan pelayanan bagi nasabahnya. Kemajuan internet memaksa Bank Jateng untuk menggunakan aplikasi. “Ini merupakan tuntutan sehingga Bank Jateng tidak bisa meninggalkannya

Hal tersebut diungkapkan M Ali Santoso, Kepala Kantor Cabang Bank Jateng di Yogyakarta, pada seminar Kolaborasi Supply Chain Management 4.0 yang diselenggarakan Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) di Ruang Audiovisual Lantai 1 Gedung KH Mas Mansur Kampus terpadu UII Yogyakarta (28/7/2018).

Seminar juga menghadirkan pembicara Dr Zaroni, Finance Director Pos Logistics Indonesia dan Muhammad Ridwan Andi Purnomo, ST, MSc, PhD, Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII.

Saat ini, kata Ali Santoso, Bank Jateng telah mengembangkan Cash Management System (CMS) bagi pemerintah kabupaten/kota se Jawa Tengah. Bahkan Bank Jateng sudah mengembangkan sayapnya ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Kita sudah sosialisasi ke Pemkot Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul. Pada intinya mereka tertarik untuk menerapkan CMS,” kata Ali Santoso yang menambahkan Bank Jateng juga telah mengembangkan ATM tanpa kartu dan e-money.

Jerri Irgo

Lizda: Isi liburanmu menjadi relawan “Petakan Jogja!”

Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Perkumpulan Open Street Map (OSM) Indonesia dan World Food Programme (WFP) mengadakan “Jogja Mapathon and Field Survey Training”.

Hal tersebut diungkapkan Lizda Iswari., S.T., M.Sc saat melakukan release bersama rekan media di ruang kerjanya, Gudung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (27 Juli 2018)

Training ini dilaksanakan dalam dua tahap, “Tahap Pertama (1 sd 3 Agustus 2018) peserta akan diberikan dasar-dasar pemetaan dan digitasi online menggunakan fitur dari Open Street Maps” jelas Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII tersebut.

Selanjutnya Tahap Kedua (6 sd 10 Agustus 2018) peserta akan diajak survei langsung ke lapangan. Objek utama yang disurvey adalah fasilitas-fasilitas umum yang dapat digunakan sebagai tempat pengungsi jika terjadi bencana di sekitar Kabupaten Sleman. Selain itu, peserta juga akan diajak untuk updating informasi berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana” tuturnya.

Acara akan dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Lantai 3 Teknik Informatika UII (in-house training selama 3 hari) dengan fasilitas goodie bag, sertifikat, lunch, dan snack.

“Adapun persyaratan, yaitu Mahasiswa UII (terbuka untuk seluruh jurusan) dan mampu menggunakan internet dan mouse secara aktif.  Peserta terbatas untuk 24 orang dan pendaftaran paling lambat Ahad, 29 Juli 2018” pungkasnya.

Jerri Irgo

Link Pendaftaran: https://bit.ly/2Lkp1Xd

Info lanjut:  lizda.iswari@uii.ac.id

Prodi Teknik Kimia UII Raih Akreditasi A

Program Studi (Prodi) Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta berhasil meraih akreditasi ‘A’ berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor: 1796/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2018, tertanggal 17 Juli 2018. Dengan nilai sempurna pada Publikasi, nilai 4 dalam skala 4.

“Publikasi ilmiah, memang menjadi salah satu poin besar di dalam akreditasi tersebut. “Alhamdulillah publikasi ilmiah para dosen Teknik Kimia banyak yang terindeks Scopus. Ini sangat mengangkat nilai untuk akreditasi,” ungkap Prof Dr Ir Hari Purnomo MT, Dekan FTI UII seraya menjelaskan, tercatat 77 publikasi selama tiga tahun terakhir dengan kategori 39 Nasional dan 38 Internasional.

“Raihan akreditasi tersebut menjadikan UII sebagai perguruan tinggi swasta pertama dan satu-satunya di wilayah Jawa Tengah dan DIY dengan raihan akreditasi A pada Program Studi Teknik Kimia,” ujarnya di ruang Sidang Dekanat FTI UII, lantai 2 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (26 Juli 2018)

Sementara itu, Ir Drs Faisal RM MT PhD, Ketua Program Studi Teknik Kimia UII, menjelaskan “Selain beberapa standard yang memang dipersyaratkan dalam akreditasi, ada beberapa unggulan yang menunjang pencapaian akreditasi tersebut, antara lain double degree kerjasama dengan perguruan tinggi asing, joint research, dan publikasi dalam jurnal bereputasi Scopus. Prodi Teknik Kimia pun kini sedang merintis staff exchange dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri,” tuturnya.

Sebagai sarana penunjang proses pendidikan, Program Studi Teknik Kimia UII pun dilengkapi tujuh unit laboratorium. “Keberadaan laboratorium ini diharapkan menjadi pusat unggulan desain produk dan teknologi proses, memanfaatkan potensi lokal maupun sumberdaya alam nasional,” ujar Faisal

Jerri Irgo

Prof Oki, Kinetika Dengan Berbagai Pendekatan

Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta, menghadirkan narasumber Prof. Dr. Oki Muraza, Associate Professor, Dept Of Chemical Engineering & Center of Excellence di Nanotechnology King Fahd University of Petroleum an Minerals.

“Alhamdulillah, 30 Dosen lintas Prodi di FTI UII hadir pada kegiatan bagaimana membuat Jurnal Internasional bereputasi tinggi Q1 dan Q2, tidak sepenuhnya identik dengan modal berupa dana penelitian yang besar dan peralatan yang canggih” ungkap Dr. Arif Hidayat., S.T., M.T disela-sela kegiatan yang dilaksanakan di ruang PPs 1 Program Pascasarjana FTI UII, Lantai 1 Gedung KH Mas mansur, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (23 Juli 2018)

Prof. Dr. Oki Muraza, tidak hanya hadir sebagai narasumber namun juga berbagi pengalamannya dengan berdiskusi, terkait bagaimana strategi membuat agar data penelitian dapat dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi, mesti alat penelitian terbatas.

Mengutip dari berbagai sumber, pada tahun 2017, Prof Oki bertugas sebagai World Class Professor dari Kemenristekdikti untuk untuk Institut Teknologi Bandung dan sebelumnya tahun 2016, ditugaskan Kemenristekdikti ke Universitas Jember.

Keseharian Prof. Dr. Oki Muraza, berkampus di Dhahran 31261, Saudi Arabia, tepatnya di Center of Research Excellence in Nanotechnology (CENT) yang menjadi platform di mana King Fahd University of Petroleum dan Mineral (KFUPM) memungkinkan para ilmuwan dan anggota Fakultasnya melaksanakan penelitian Nanoscience dan Nanoteknologi berkelas dunia di bidang kepentingan strategis untuk Kerajaan Arab Saudi (KSA), dan mendukung hal yang sama melalui pengajaran di KFUPM.

Secara terpisah, salah satu peserta workshop, Ajeng Yulianti Dwi Lestari, ST. M.Eng, menyampaikan “Kalau rencana penelitian saya tentang pengembangan adsorben untuk limbah cair yang berbasis dari biomassa. Prof Oki memberi masukan kalau pengembangan penelitian adsorben biomassa itu masih sangat luas dan diapresiasi karena tujuannya bagus berbasis masyarakat” tutur Dosen Prodi Teknik Kimia tersebut.

“Prof Oki menyarankan untuk setiap data yang dihasilkan dapat berakhir sampai dengan kinetikanya dengan berbagai macam pendekatan” pungkas Ajeng

Jerri Irgo