Bank Jateng Tawarkan Program Magang Mahasiswa

Prof. Dr. Ir. H. Hari Purnomo, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menyambut langsung M Ali Santoso, Kepala Kantor Cabang Bank Jateng di Daerah Istimewa Yogyakarta di ruang sidang Dekanat FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (27 November 2018).

Kehadiran Delegasi Bank Jateng secara khusus ke FTI UII, “setelah sebelumnya mendapat mandat dari Pimpinan untuk melakukan silaturahmi, sekaligus memberikan info untuk mahasiswa ataupun lulusan yang ingin magang di Bank Jateng” ungkap Ali yang hadir didampingi Winda Novriani, Pemasaran Bank Jateng.

Hadir mendamping Dekan FTI UII, tampak Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII, Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Sekretaris Program Studi Teknik Informatika, program Sarjana, Dhomas Hatta Fudholi, S.T., M.Eng., Ph.D, dan Sekretaris Jurusan/Program Studi Teknik Kimia – Program Sarjana, Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T serta Santo Ajie Dhewanto, ST., MM, Dosen Prodi Teknik Mesin FTI UII.

Program tersebut merupakan salah satu kontribusi memberikan kesempatan untuk mahasiswa atau lulusan untuk magang, dengan harapan akan membantu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, networking, dan juga paparan lingkungan kerja profesional.  Bagi Bank Jateng program Magang juga sebagai riset pengembangan yang kekinian. Selain Magang, Ali juga menyampaikan tentang program Dampingan Kewirausahaan Mahasiswa dan soft loan bagi Mahasiswa.

Sementara, Dhomas Hatta Fudholi,  mengatakan “dengan adanya kunjungan seperti ini kita jadi terupdate dengan program-program dari mereka (Bank jateng-red) terutama magang dan bisa jalankan kerjasama, this is good”.

“Informatika memang tidak pernah lepas dari berbagai bidang, kalau misal dapat ada forum lebih detil lagi mungkin bisa lebih ke teknis, di dunia kerja sekarang apa yang dibutuhkan oleh bidang ekonomi terkait keinformatikaan” ujarnya.

Jerri Irgo

Merajut Kebersamaan, Merengkuh Kebahagiaan

Merajut Kebersamaan, Merengkuh Kebahagiaan menjadi tema kegiatan Outbound FTI UII tahun 2018, dengan salah satu outputnya adalah dapat terjalin kebersamaan dan kekompakan dengan menikmati arung jeram di Sungai Elo yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (12 Rabbiul Awal 1440 H / 20 November 2018).

Dosen dan Tendik FTI UII membaur di 24 perahu karet yang melintasi lima jeram sepanjang 12 kilometer menjadi istimewa, “bukan sekadar aliran air hampa yang tidak memiliki kehidupan. Bahkan, tiap meter mendayung memiliki aktivitas seru yang dapat memanjakan dahaga para wisatawan untuk bertualang” ungkap Novita Wulansari, Tendik Bagian Keuangan FTI UII salah satu peserta outbound

Secara terpisah, Eko Sukanto Ketua Pelaksana Outbound FTI UII tahun 2018 mengatakan “Hal ini sengaja diangkat, dengan penuh harapan, meski banyak perbedaan diantara civitas akademika FTI UII, tentu banyak juga persamaannya. Baik itu perbedaan maupun persamaan, melalui outbond ini perlu kita rajut, kita rawat yg sudah baik. Bila hal ini terwujud, maka merengkuh kebahagiaan bersama pasti tidak sulit”.

Banyak memang cerita dan pengalaman yang didapatkan sepanjang perjalanan, mengingat Sungai Elo membelah dua kecamatan, yaitu Muntilan dan Mungkid ini, membuat semua anggota pengarungan sadar, bahwa tidak dapat melakukannya sendiri.

Membentuk kebersamaan (team work) menjadi tujuan pertama dari outbound ini, jika rasa kebersamaan sudah tertanam di masing – masing individu maka akan ada rasa tanggung jawab, kepedulian, rasa setia kawan, saling membantu dan problem solving.

“Selain itu membentuk team building, adalah tujuan kedua dengan harapan dapat terwujud tim yang solid. “Semua Dosen dan Tendik FTI UII yang telah mengikuti kegiatan outbound untuk terus sadar dan mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari tim keluarga besar FTI UII” ungkap Eko Sukanto di sela-sela istirahat di rest point kilometer 8 pengarungan.

“Model outbond, pelaksana menetapkan rafting, bukan bermaksud mengesampingkan model lain. Tetapi pengalaman sudah mengajarkan kepada kita, bahwa berbagai permainan sudah pernah dilakukan, agar tidak jenuh maka rafting menjadi alternatif pilihan. Kenapa rafting? Di dalam rafting banyak hal dilakukan dalam upaya mewujudkan tema yang sudah ditetapkan yaitu merajut kebersamaan, merengkuh kebahagiaan” pungkas Kepala Divisi Akademik FTI UII tersebut

Jerri Irgo

Nida Dan Ani, Raih Research Fellow CORIL

Shofwatunnida’ Septarini dan Pramudya Kusuma Wardhani, Mahasiswi Program Studi Teknik Kimia melakukan silaturahmi ke Mohamad Azmi Bustam, PhD, Assoc. Prof., CEng Director of CORIL (Centre of Research in Ionic Liquids) Universiti Teknologi Petronas (UTP) dan Dr Kiki Adi Kurnia, Department of Chemical Engineering di Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia adalah Diaspora yang juga Cendekiawan Kelas Dunia.

“Alhamdulillah, senang sekali saat mendapat kabar, kedua Mahasiswi angkatan 2014 tersebut menyelesaikan research attachment in Chemical Engineering UTP yang merupakan Proyek CO2 Capture dengan Ionic Liquids. Rasa bangga pun muncul pada keduanya dalam waktu 4 minggu dapat menuntaskan research fellow dari CORIL (Centre of Research in Ionic Liquids) Universiti Teknologi Petronas yang berkampus di Persiaran UTP, 32610 Seri Iskander, Perak, Malaysia” ungkap Dr. Arif Hidayat, Sekretaris Program Studi Teknik Kimia melalui pesan singkatnya (15 November 2018)

CORIL didirikan November 2009 sebagai hasil dari upaya kolaborasi antara Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), PETRONAS Research Sdn. Bhd. (PRSB) dan Manajemen Penelitian Teknologi Kelompok PETRONAS (GTRM). Pusat ini didirikan dengan pendanaan awal dari Dana Penelitian Petroleum (PRF) yang disumbangkan melalui PETRONAS.

Salah satu tujuannya adalah mengembangkan potensi ionic liquids (cairan ionik) baru dan teknologi yang mungkin diperlukan untuk pengembangan mereka dalam berbagai aplikasi industri. Selain itu juga untuk mengembangkan kekayaan intelektual baru untuk tujuan meningkatkan citra UTP dan PETRONAS secara global.

CORIL bermitra dengan PETRONAS dalam menerapkan teknologi di industri minyak dan gas serta industri lainnya serta memberikan layanan kepada industri dalam bentuk pendidikan berkelanjutan dan saran / layanan teknis.

“Semoga di tahun mendatang, semakin banyak Mahasiswa Prodi Teknik Kimia FTI UII yang berkesempatan melakukan program Internasional seperti yang dilakukan Nida dan Ani” pungkas Arif Hidayat sembari sebut dua nama akrab mahasiswinya

Jerri Irgo

Elektro dan UBTECH, Inisiasi Robot membaca Al Qur’an

Yusuf Aziz Amrullah, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Elektro didampingi Setyawan Wahyu Pratomo., S.T., M.T. dan Husein Mubarok., S.T. M.Eng. Dosen Teknik Elektro FTI UII menerima kunjungan delegasi UBTECH adalah perusahaan robot teknologi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan Robot Humanoid global terkemuka, yang bermarkas di Xueyuan Road Nanshan District, Shenzhen City, 518055, P.R.China.

Deleasi UBTECH dipimpin Michael Chan – Director Story-i beranggotakan Chris Zhao – Business Development Manager Ubtech dan Ray Ong – Ubtech Jimu Master, Education Consultant, disambut langsung R.M. Sisdarmanto Adinandra., S.T., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni di Ruang Sidang Dekanat FTI UII, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (15 Safar 1440 H / 24 Oktober 2018)

Setyawan Wahyu Pratomo, seusai mendampingi Delegasi UBTECH dalam pesan singkatnya menyampailan “tujuan Deleasi UBTECH datang ke FTI UII adalah untuk selain melakukan sharing knowledge tentang perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Robot Humanoid juga membuka kesempatan dan peluang kerjasama penelitian di bidang AI dan Robot Humanoid dengan Laboratorium yg terkait di FTI UII”.

“Alhamdulillah, hasil diskusi, adanya rencana strategis dalam kerjasama penelitian dengan laboratorium yang terkait dengan bidang Artificial Intelligence dan Robot Humanoid di FTI, dengan langkah tindak lanjut, jika disetujui, akan ada penandatangan MoA/MoU dengan Pimpinan Fakultas. Pihak UBTECH menyatakan kesediannya untuk ikut serta didalam mendukung terselenggaranya kegiatan International Conference yang diselenggarakan oleh FTI UII” tuturnya

UBTECH memiliki pabrik di 5F, C Building, Huilongda Industrial Park, Shilongzai, Shiyan Town, Baoan District, Shenzhen ini berharap dengan Teknik Elektro dapat menjalin kerjasama penelitian bersama untuk pengembangan AI dan Robot Humanoid dalam bahasa Arabic dan Bahasa Indonesia, guna menciptakan varian penggunaan robot dalam lingkup yang lebih luas.

“Harapannya, kerjasama yang terjalin nantinya, kita beraharap dapat mengembangkan robot humanoid dengan kecerdasan buatan yang mampu membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, agar tujuan kerjasama penelitian mampu memberikan keunikan lokal dan kekhasan sebagai Universitas Islam bagi UII” pungkas Setyawan.

Rektor UII, Launching Drone Emprit Academic

Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) mengatakan Indonesia perlu memperkuat politik gagasan berbasis big data memasuki tahun politik Pemilu Presiden 2019, dimana hanya menghadirkan dua kontestan. Hal tersebut dinilai rawan dengan politik aliran atau identitas, oleh karena itu, kita memerlukan politik gagasan berbasis big data atau data raya. Dengan meluncurkan Drone Emprit Academic (DEA).

Fathul Wahid menegaskan saat ini sudah terlihat adanya polarisasi yang semakin menguat, baik di kalangan masyarakat maupun warganet di media sosial. “Hanya saja, polarisasi itu dibangun di atas semangat politik kelompok atau identitas. Politik yang digunakan untuk kepentingan kelompok atau perjuangan identitas tidak akan menjanjikan perbaikan bagi masa depan Indonesia” tegasnya di Auditorium FTI UII Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

“Kelompok yang menang pilpres akan terus dimusuhi oleh kelompok yang kalah. Padahal, kemenangan pilpres seharusnya menjadi kemenangan bagi Indonesia. Politik gagasan menjadi penting dikedepankan sejak dini” tuturnya

Sementara penggagas DEA Ismail Fahmi, Ph.D menjelaskan, warganet masuk dalam perangkap politik identitas karena tidak menggunakan data dengan baik dan maksimal. Pada media sosial, setiap warganet dapat saja terkait dan tersangkut oleh arus besar opini yang digulirkan.

“Opini tersebut sebenarnya belum tentu dimunculkan berdasarkan data. Dalam konteks ini, penggunaan data untuk membangun gagasan politik yang sehat menjadi jalan keluar,” ujar Dosen Program Studi Teknik Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII tersebut

Menurut Ismail Fahmi, Ph.D, big data dapat menjadi sumber rujukan, pembanding atau pedoman bagi warganet untuk mengusung politik gagasan.“Suatu gagasan itu harus berbasis data. Menggunakan data dalam beropini atau beradu argumentasi akan mendorong muncul politik gagasan. DEA akan menyediakan data yang dibutuhkan oleh penggunanya untuk mengusung penguatan politik gagasan”

DEA siap memberikan data yang dibutuhkan terutama oleh kalangan akademisi, seperti Dosen, Peneliti, dan Mahasiswa turut mengambil peran dan berkontribusi dalam mengusung politik gagasan,” tutur Ismail Fahmi

Sebagai rangkaian Launching Drone Emprit Academic dilaksanakan Seminar Big Data dan Politik Gagasan yang menghadirkan sebagai narasumber Ismail Fahmi, Ph.D, Dr. Raden Bagus Fajriya Hakim, S.Si., M.Si., Dosen Prodi Statistik MIPA UII, Dr. Iswandi Syahputra dan Dr. Subhan Afifi.

Dalam paparannya Dosen Ilmu Komunikasi UIN Kalijaga Yogyakarta, Dr. Iswandi Syahputra memaparkan bahwa, dibentuknya DEA sekaligus dimaksudkan sebagai literasi politik secara gratis bagi khalayak. “Netizen sejak 2014 telah mengalami kekerasan politik dan terbelah menjadi dua kelompok akibat percakapan di media sosial. Dengan melimpahnya informasi yang tak terkendali ternyata mengancam keutuhan bangsa. Untuk itu kehadiran DEA diharapkan mampu menjadi alternatif jalan keluar. “Kepada netizen pun diharapkan untuk tidak mudah masuk ke dalam arus hoax,” katanya.

Sedangkan Ketua prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, Subhan Afifi mengatakan, beberapa dosen merasa galau melihat keriuhan di media sosial yang tak tentu arah. Begitu keras polarisasi masyarakat akibat percakapan di media sosial. “Karenanya, kami merasa harus melakukan sesuatu” pungkasnya

Jerri Irgo

Biomedical Engineering Research using several Biosignals

Research in Biomedical Engineering Research using several Biosignals menjadi topik yang dipaparkan Tomohiko Igasaki, Ph.D, Kumamoto University, Kumadai • Department of Human and Environmental Informatics di studium general bagi Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Eletro Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Prodi Teknik Eletro, Program Sarjana, Yusuf Aziz Amrulloh, S.T., M.Eng., Ph.D. didampingi Alvin Sahroni., S.T., M.Eng., Ph.D dan Almira Budiyanto., S.Si.m M.Eng. Dosen Prodi Teknik Eletro, Program Sarjana FTI UII, bertempat di Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (07 September 2018),

Tomohiko Igasaki, Ph.D, memiliki riset bagaimana menggunakan signal biologis tubuh dalam sehari-hari, misal mengantuk saat mengendari kendaraan.
Dalam riset tersebut, membuat sistem berdasarkan bagaimana signal biologis itu sendiri bekerja. Signal tubuh merupakan refleksi signal tubuh kita sehingga perlu sistem yang dirancang aman dan nyaman

Tomohiko Igasaki, Ph.D, menggunakan Teknik Biomedis atau Biomedical Engineering (BME) yaitu suatu bidang keilmuan yang menerapkan berbagai metode rekayasa, sains, dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan kedokteran dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Sistem Biomedis memberikan dukungan bagi para profesional medis dalam melakukan prosedur medis termasuk pengumpulan data, analisis, diagnosis, dan terapi. Untuk mengembangkan bidang lintas disiplin ini, diperlukan ilmu dan teknik dasar, termasuk dasar elektronika dan lanjutan, komputer, anatomi dan fisiologi, fisika biomedika, transduser biomedis dan instrumentasi, serta desain sistem biomedis.

Jerri Irgo

Sains Data, Siapkan Profesional Big Data

Program Studi Teknik Informatika, Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Program Studi (Prodi) Statistik Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII membuka baru yaitu Konsentrasi Sains Data. Konsentrasi yang dimulai tahun ajaran baru 2018/2019 ini dimaksudkan untuk mencetak Data Scientist yang berkompeten dalam mengolah big data.

Demikian diungkapkan Izzati Muhimmah, S.T., M.Sc., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII, saat release di ruang PPs 1, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (30 Agustus 2018).

Baca Juga : Kurikulum Sains Data

Pembukaan Sains Data ini dimaksudkan untuk memenuhi permintaan akan Data Scientist yang semakin banyak. Sebelumnya Program Magister Teknik Informatika FTI UII ini telah memiliki tiga konsentrasi yaitu Informatika Medis, Forensika Digital, dan Sistem Informasi Enterprise.

“PT Media Kernels Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang Big Data, dilibatkan sebagai mitra kerja untuk penyusunan kurikulum konsentrasi ini, tujuannya untuk memastikan kompetensi lulusan Konsentrasi Sains Data ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Izzati Muhimmah

Sangat beralasan, karena di Indonesia, terjadi peningkatan tajam terhadap permintaan Data Scientist. “PT. Telkom, Indosat, Tokopedia, Traveloka, Grab, dan Go-Jek, untuk sekedar menyebut beberapa nama perusahaan, semua telah memanfaatkan sains data untuk mengembangkan bisnisnya. Namun sayang, pasokan profesional big data masih sangat kurang, baik melalui pendidikan formal maupun informal,” jelasnya mengutip release Ketua Program Pascasarjana FTI UII, Dr. R. Teduh Dirgahayu (4 Juni 2018)

Pendaftaran (Syarat & Proses Pendaftaran) sampai dengan Senin 3 September 2018, jam kerja, dapat langsung ke Admisi di Program Studi Teknik Informatika, Program Magister FTI UII, Gedung Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta – atau hubungi 081.39246.9391

Jerri Irgo

Alhamdulillah, Bangga Jadi Mahasiswa FTI UII

“Perasaan saya sekarang, dapat masuk di Prodi Teknik Informatika senang bangettt. Selain itu juga dapat teman dari berbagai Jurusan di Fakultas Teknologi Industri UII, terus juga dapat sharing – sharing tentang pangalaman masing-masing” ujar Dita Rahayu Berliana, seusia mengikuti rangkaian PETA FTI UII di Halaman Utara GOR Ki Bagus Hardikoesoemo, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Agustus 2018)

Mahasiswi Program  Studi Teknik Informatika, Angkatan 2018 tersebut juga ungkapkan rasa senangnya saat mendapatkan “banyak juga pengalaman baru dan senang saat dapat sharing tentang bahasa daerah temen, kaya orang palembang kalau menyebut kakak itu dengan sebutan ayuk, gitu”  ungkap Dita yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini.

“Bangga masuk studi FTI UII karena semua prodi terakreditasi A. Harapan saya semoga studi FTI UII kedepan dapat lebih maju dari sekarang” tutur Dita

Senada dengan itu, Ahmad Zaidan juga ungkapkan “Alhamdulillah saya seneng banget, masih berfikir kalau ini itu mimpi padahal engga, ini sudah kenyataan. Dan kerennya, saya belum masuk kuliah tapi saya sudah merasakan euforia nya sebagai maba FTI UII” ujar Mahasiswa Prodi Teknik Industri 2018 tersebut

Saya sudah merasakan rasa kekeluargaannya, walaupun saya belum mengenal semua maba miba FTI UII dan kating (kakak tingkat-red) saya. “Saya sangat bersyukur dapat masuk FTI UII Prodi Teknik Industri karena kalau tidak, mungkin sampai saat ini saya ga bisa ngerasain rasa kepedulian, rasa kekeluargaan dan rasa kebermanfaatan bersama kepada teman yang baru saya kenal saat Pesta UII atau bahkan PETA FTI UII ini. Alhamdulillah, cukup banyak sudah ya, walau masih banyak hal bahagia yang saya ga dapat tuliskan disini” ujar Zaidan melalui pesan singkatnya

Berdasarkan Data Penerimaan Mahasiswa Baru FTI UII TA 2018-2019, Program Studi Teknik Informatika menjadi primadona dengan menerima 251 atau 26,3% dari total 956 mahasiswa baru FTI UII. Prodi Teknik Industri menerima 247 atau 25,8% dan Prodi Teknik Kimia menerima 191 atau 20,0% . Selanjutnya Prodi Teknik Elektro menerima 131 atau 13,7% dan Prodi Teknik Mesin menerima 117 atau 12,2% serta Prodi Teknik Industri (IP) menerima 19 atau 2,0%

Secara terpisah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII, Dr R.M Sisdarmanto Adinandra S.T., M.Sc, jelaskan bahwa Dita dan Zaidan adalah bagian dari 956 jumlah keseluruhan Mahasiswa Baru FTI UII, angkatan tahun 2018 ini. “Alhamdulillah, PETA FTI sudah berakhir dengan lancar, Mahasiswa Baru dan Panitia semuanya happy, dan kegiatan ditutup bersama dengan sholat Maghrib berjamaah” pungkasnya

Jerri Irgo

SCKD, Sumbangsih Indonesia bagi Ilmu Pengetahuan Dunia

Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami, Bersinergi dan Berkolaborasi Menunjukkan Sumbangsih Indonesia bagi Ilmu Pengetahuan Dunia, adalah tema dari Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Dr. Arif Hidayat, Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dalam releasenya.

Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018 dilaksanakan di Gedung GKU Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (16 Agustus 2018)

Dr. Arif Hidayat menjelaskan bahwa “Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan kolaborasi antara Professor dan Ilmuwan Diaspora dengan Professor dan Ilmuwan yang berkarier di dalam negeri untuk menciptakan suatu karya bermutu dan berdaya saing tinggi yang diakui oleh dunia keilmuan internasional dan mampu mendorong daya saing bangsa di pentas ilmu pengetahuan dunia”.

Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) Seri II Tahun 2018, ialah program lanjutan dari SCKD 2017. “Pelaksanaan program ini akan mengundang Professor dan Ilmuwan Diaspora Indonesia dari perguruan tinggi terbaik di berbagai belahan dunia” ujarnya.

Dr. Arif Hidayat menambahkan “hadir sebagai narasumber Dr. Kiki Adi Kurnia dari Chemical Engineering Department, Universiti Teknologi, Petronas, Malaysia, pada kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar “Kiat Sukses Menembus Jurnal Internasional Bereputasi” dan “Student Development Program” tersebut.

“Alhamdulilah, kesempatan baik ini, UII dapat ambil peran dan kita bersyukur hadirnya Ilmuan Diaspora Dr. Kiki yang mempunyai h-index scopus 18” tutur Arif

“Realisasi kerjasama yang akan dilakukan dalam 1 (satu) tahun kedepan antara Prodi Teknik Kimia FTI UII dan Chemical Engineering Department UTP adalah kolaborasi riset, penulisan paper bersama, student mobility, KKN mahasiswa UTP ke UII, exchange student” pungkasnya

Jerri Irgo

TRENDI, Tas Stylist Multifungsi

Muhammad Iqbal Sabit bersama Adinda Khairunisa, Reno Dias Anggara Purba, Nuraditya Ahmad Fadilah dan Nazula Rukhiana Mukarromah, Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), terpilih menjadi salah satu Tim yang berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan tahun 2018. Pada tahun ini, tercatat 92 Proposal yang dibiayai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Tas merupakan produk fashion yang digandrungi khayalak ramai yang digunakan untuk membawa barang saat berpergian seperti saat ke sekolah, kerja atau traveling. Tim kami melihat peluang pasar dan melakukan inovasi dengan menghadirkan TRENDI, Tas Stylist Multifungsi (4 in 1) satu tas yang dapat ditransformasi menjadi 4 jenis tas yaitu menjadi tas tipe Backpack, Slingbag, Totebag dan Waistbag” ujar Iqbal dalam releasenya saat ditemui di Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (16 Agustus 2018)

Iqbal menambahkan “Hasil survey mengatakan kebanyakan orang memiliki lebih dari satu model tas dalam berkegiatan, sehingga diperlukan inovasi produk tas komersial yang multifungsi. Selain itu, Fashion merupakan salah satu media yang strategis dalam sarana penyampai pesan motivasi dan memperkenalkan keanekaragaman kain tradisional di Indonesia”.

Selain itu, terdapat kata pesan motivasi yang dapat di Custom oleh pembeli. Tim kami melakukan perencanaan dan pengembangan lebih lanjut hingga ketahap produksi untuk dikomersialkan. “Waktu produksi tasnya kita lakukan setiap bulan dengan kapasitas 50/bulan dengan harga Jualnya Rp 100.000 untuk TRENDI ORIGINAL dan Rp 125.000 yang TRENDI ETHNIC” kata Iqbal.

Tim dengan bimbingan Ir. Ali Parkhan, M.T, Dosen Program Studi Teknik Industri FTI UII ini melakukan kerjasama dengan Anas Production sebagai partner dalam melakukan produksi tas yang berbahan baku kain parasut waterproof tersebut secara berkala. Selain itu juga kami menjalin kerja sama International Partnership dengan Allysia yang merupakan social enterprise dengan jalinan kerjasama dalam hal distribusi kepasar Internasional seperti Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar dan Malaysia.

Harapannya, “kedepannya kami terus akan mengembangkan dan berinovasi terhadap produk TRENDI dalam memperluas pangsa pasar dan menjadi produk yang mampu diterima dimasyarakat” pungkas Iqbal

Jerri Irgo