DONOR_1Dalam upaya meningkatkan peduli terhadap sesama, Bidang JPK LEM FTI UII bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Sleman Yogyakarta menyelenggarakan donor darah.  Kegiatan donor darah ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Maret 2013 jam 09.00 – 14.00 bertempat di depan  Parkiran Timur FTI UII.

Sebagaimana diungkapkan salah satu panitia donor darah, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk (1) Terlaksananya salah satu program kerja bidang JPK LEM FTI UII. (2) Bertambahnya kepedulian mahasiswa FTI UII dan masyarakat terhadap sesama, dan yang lebih penting lagi adalah (3) Terjalinnya hubungan silahturahmi dengan baik antara mahasiswa FTI UII dengan masyarakat sekitar kampus UII.

Di luar dugaan panitia, kegiatan ini mendapat tanggapan sangat positif dari civitas akademika di lingkungan kampus terpadu UII. Terbukti dengan banyak mahasiswa, karyawan dan dosen di lingkungan kampus terpadu UII berpartisipasi ikut mendonorkan darah mereka. Dari catatan panitia, tidak kurang dari 75 orang mendaftarkan diri ikut donor darah.

Total darah yang terkumpul sebanyak 43 kantong, terdiri dari: (1) Darah golongan A sebanyak 12 kantong. (2) Darah golongan B sebanyak 12 kantong. (3) Darah golongan AB sebanyak 4 kantong, dan (4) Darah golongan O sebanyak 15 kantong.

Saat kegiatan ini berlangsung masih menyisakan tidak kurang dari 40 orang pendonor darah yang terpaksa tidak dapat dilayani karena beberapa faktor, antara lain hemoglobin rendah dan faktor lain yang menyebabkan mereka tidak bisa mendonorkan darahnya. Ambil saja contoh Wakil Dekan FTI UII, Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng. “Waduh mau donor darah saja ditolak mas, gara-gara semalam saya minum obat”, ujarnya. Namun demikian yakinlah bagi yang tertolak darahnya, setiap niatan baik untuk sesama Allah akan mengganti dengan kebaikan yang berlipat.

imam_djati_w-Dosen Tetap Fakultas Tekonologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc menyampaikan bawah rata-rata tingkat kegagalan produk baru adalah sekitar 40%. “Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan Stevens dan Burley tahun 2003 menyatakan tingkat kegagalan produk mencapai 40 s.d 75%”, jelasnya. Hal tersebut disampaikannya dalam ujian doktor di Fakultas Teknik UGM, Jumat (15/3).

Masih menurut Imam, sukses dan tidaknya sebuah produk di pasaran di masa mendatang dapat dirumuskan dengan mengintegrasikan tingkat penjualan dan kepuasan konsumen dengan menggunakan pendekatan regresi. Faktor kesuksesan produk juga bervariasi antara jenis dan segmen produk. Merek dan lama di pasar adalah dua variabel yang berpengaruh terhadap tingkat penjualan untuk semua produk dan segmen. Bahkan terdapat perbedaan preferensi, penilaian kinerja dan persepsi citra produk antar etnik. Selanjutnya pengembangan perancangan konsep produk sukses telah dapat dilakukan dengan mengintegrasikan faktor antar segmen dan pengaruh etnik dalam Quality Function Deployment (QFD).

Usainya menyampaikan paparan mengenai hasil penelitiannya, dan sukses menjawab berbagai sanggarah dari dewan penguji, saat itu juga sekitar jam 10:00 Imam Djati dinyatakan lulus sebagai Doktor ke 17 dari tempatnya menyelesaikan studi saat ini.

Sebelum menutup acara sidang senat, ketua tim penguji, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng.,Ph.D menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan untuk kesuksesan acara. Tidak ketinggalan pula ucapan terimakasih dan selamat disampaikan kepada UII yang diwakili oleh Warek I, Nandang Sutrisno S.H., M.H., LLM., Ph.D., Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dan Ketua Prodi Teknik Industri FTI UII, Drs. Mohammad Ibnu Mastur MSIE, yang telah mempercayakan stafnya untuk melakukan studi di FT UGM.

Kini, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc sudah kembali ke kampus dan siap memperkuat FTI UII.  Ucapan selamat akhirnya mengalir dari banyak pihak kepada Dr. Imam Djati Widodo. Semoga ilmunya bisa dikembangkan dan menjadi ilmu yang bermanfaat dapat menolong baik di dunia hingga akhirat kelak.

gathering_mtf

Dr Sri Kusumadewi, S.Si, M.T Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) menyampaikan “Selamat datang kepada 41 mahasiswa baru, Magister Teknik Informatika (MI) PPs FTI UII angkatan VII” bertempat di sebuah rumah makan seputaran Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta.

 

“Harapan agar mahasiswa dapat mengikuti dan menyelesaikan kuliah tepat waktu, dengan hasil yang memuaskan, adalah harapan kita bersama” ujar Dr Sri Kusumadewi. Hal tersebut, disampaikan saat gathering MI PPs FTI UII, Sabtu 16 03 2013, yang juga dihadiri Dosen dan Mahasiswa MI PPs FTI UII angkatan sebelumnya

 

Dr Sri Kusumadewi menambahkan “MI PPs FTI UII resmi dibuka dengan dikeluarkannya ijin penyelenggaraan oleh Dikti dengan surat ijin bernomor 1273/D/T/2009 tertanggal 31 Juli 2009 dan saat ini MI PPs FTI UII telah mendapatkan akreditasi B berdasarkan SK BAN-PT No 003/BAN-PT/AK-X/52/V/2012. MI PPs FTI UII, memiliki konsentrasi yang spesifik dan khas yang sangat jarang dimiliki oleh PPs lain di Indonesia. Adapun konsentrasinya meliputi Informatika Medis, Sistem Informatika Medis dan Forensika Digital”

 

“Kabar baik di awal semster adalah, MI PPs FTI saat ini ditunjuk oleh Dikti menyelenggaran Program BPPS“, pungkas Dr Sri Kusumadewi

 

 

Jerri Irgo

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – “Jangan bugil di depan kamera”, kalimat ini sempat tren ditengah maraknya penyebaran materi-materi pornografi baik itu yang disengaja maupun tak disengaja. Tampaknya memang tak berlebihan. Sebab data-data yang sudah dihapus, bisa dikembalikan lagi seperti sedia kala hanya dengan melakukan proses recovery sederhana. Tentu langkah ini bisa bermanfaat terutama jika ada data-data berharga yang tak sengaja terhapus, namun bagaimana dengan data-data yang memang ingin dihapus?

 

“Jangankan data yang dihapus, perangkat atau memory card yang sudah diformat pun masih bisa dikembalikan (datanya-red),” jelas Dosen Teknik Informatika, FTI UII, Hamid, S.T, M.Eng, Senin (18/03/2013) pagi.

 

Temuan ini diperoleh dari hasil penelitian Pusat Studi Forensika Digital (PusFid), Jurusan Teknik Informatika, FTI UII. Mereka kembali melakukan penelitian setelah sebelumnya menggelar penelitian mengenai kerentanan wifi hotspot di Yogyakarta.

 

Penelitian kali ini, ditempuh dengan cara membeli perangkat elektronik bekas yang memiliki media penyimpanan. Dari pembelian yang dilakukan secara acak tersebut ditemukan banyak data pribadi yang sifatnya rahasia maupun data perusahaan yang sensitif.

 

“Data yang ditemukan itu berasal dari data yang sudah dihapus namun masih bisa diangkat kembali dengan metode tertentu,” timpal Ahmad Lutfi, M,Kom, peneliti dari PusFid lainnya.

Sayangnya, hingga kini masyarakat belum sepenuhnya sadar mengenai hal itu. Mereka bebas menjual perangkatnya, sementara sudah cukup puas dengan hanya melakukan penghapusan data. “Di sini kami mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga data dan hati-hati dengan perangkat penyimpanan,” tandas Ahmad.

 

Jerri Irgo

diberitakan di tribun jogja

Sindonews.com – Kemajuan perangkat elektronik yang ada saat ini, memicu masyarakat untuk bergonta-ganti alat elektronik pribadi. Namun masyarakat belum menyadari pentingnya untuk memusnahkan atau paling tidak mengamankan data pribadi mereka dalam perangkat elektronik yang lama.

 

“Seringnya bergonta-ganti perangkat elektronik tersebut lalu membuat masyarakat biasanya menjual perangkat yang lama tanpa membersihkan secara sempurna data yang mereka simpan maupun data yang sudah dihapus di perangkat tersebut. Padahal sangat gampang me-recovery data meski sudah dihapus dengan berbagai cara,” ujar Dosen Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Hamid ST MEng, di Yogyakarta, Senin (18/3/2013).

 

Ditemui di Pascasarjana FTI UII, Hamid mengatakan, ada langkah tertentu agar gadget kita bisa dibersihkan sepenuhnya. Dan cara tersebut memang tidak mudah serta hanya orang-orang ahli yang bisa melakukannya.

 

Karenanya ia menyarankan, untuk membawa peralatan elektronik kita ke teknisi untuk dibersihkan sepenuhnya sebelum dijual.

 

“Istilahnya dilakukan deep level format. Dengan format ini, barang elektronik dengan kemampuan menyimpan data milik kita bisa kembali bersih seperti layaknya batang baru. Dengan begitu, kemungkinan penyalahgunaan data pribadi kita oleh orang yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan seminim mungkin,” imbuhnya.

 

Diakui Hamid, semakin hari teknologi semakin canggih, namun sayangnya masyatakat penggunanya justru belum memperhatikan keamanan diri sendiri akibat penggunaan barang elektronik itu sendiri. Karena bahkan data yang menurut kita tidak terlalu penting bisa jadi justru membantu pelaku kejahatan melancarkan kegiatan mereka.

 

Perlunya musnahkan data pribadi di ponsel

 

“Bahkan ada pula kasus mengenai kebocoan data suatu perusahaan. Jangankan orang awam, masih banyak perusahaan yang tidak melakukan proteksi terhadap hardisk data perusahaan, termasuk perusahaan perbankan. Yang saya tahu hanya KPK yang tidak memperbolehkan menjual alat apapun meski sudah tidak terpakai,” paparnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dosen FTI UII lainnya Ahmad Luthfi MKom mengatakan, pencegahan bocornya data rahasia bisa dicegah dengan memberi edukasi pada masyarakat tentang penghapusan data secara sempurna. Namun menurutnya hal tersebut kembali pada tingkat kepedulian masing-masing personal.

 

“Tapi yakinlah bahwa keamanan pengguna perangkat elektronik juga penting di zaman sekarang. Tak hanya memproteksi diri sendiri, tapi kita juga bisa membantu orang lain memproteksi diri mereka. Karena tindak kejahatan komputer saat ini berbanding lurus dengan pesatnya perkembangan kecanggihan teknologi itu sendiri,” ujarnya.

 

Jerri Irgo

diberikan di sindonews.com

Mengundang Civitas Akademika UII dan dari luar UII, untuk berpartisipasi dalam KULIAH UMUM Pengenalan Resiko Manajemen Resiko Asuransi, Acara ini dipersembahkan PT Asuransi Umum Mega. Info pendaftaran: langsung ke sekretariat Jurusan Teknik Informatika. Tanpa diupungut Biaya.  Informasi lebih lanjut, simak infor berikut:

kuliah_umum_asuransi

Dunia industri senantiasa berupaya memberikan produk terbaik kepada konsumen dengan harapan keuntungan terbesar selalu diterapkan semua industri di dunia tanpa memperhatikan input, proses,dan output yang ramah lingkungan. Hal tersebut sangat penting bagi seluruh industri dalam penerapan produk yang ramah lingkungan, karena lingkungan hidup merupakan faktor utama dalam kelangsungan hidup manusia. Sebaliknya, eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan hidup dapat mendatangkan bencana bagi umat manusia itu sendiri.
Berangkat dari keprihatinan terhadap kenyataan-kenyataan tersebut, dan dengan harapan agar bisa memberikan sumbangsih bagi upaya menyadarkan pikiran tentang pentingnya rasa kepedulian terhadap lingkungan, terutama yang berhubungan dengan dunia industri dalam menghasilkan produk-produknya, maka akan diselenggarakannya “Seminar Nasional Green Manufacturing” pada :
Hari, Tanggal   : Ahad, 7 April 2013
Waktu              : 07.00 – selesai
Tempat            : Auditorium Abdul Kahar Muzakkir, Jalan Kaliurang KM 14,5 Selman, Yogyakarta.
Pembicara       :

  1. Widjayadi,Environtment & Quality Superintendent PT. Holcim
    2. Panggah Susanto, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementrian Perindustrian RI.
    3. Suparlan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Zona Yogyakarta.

Contact Person  :

1.  Zaza (087838755904)
2.  Luthfi (085753885566)
3.  Tia (081285697618)

hamidYOGYAKARTA, (PRLM).- Pengguna jasa hotspot berbayar maupun tak berbayar sangat berisiko terhadap keamanan data pribadinya. Survei di Yogyakarta memperlihatkan 13 titik sampel, dua di antaranya hotspot berbayar, bisa ditembus dengan dibajak (hack).

 

Survei dilakukan oleh tim dosen Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) pada pertengah Februaru hingga awal Maret 2013. “Dari 13 titik sampel penyedia hotspot, semua pengguna jasa hotspot bisa diintip data-data pribadinya saat mereka berselancar di dunia maya,” kata Hamid, ST, Eng dan Fityatayudha, Rabu (13/3).

 

Menurut dia, hacker yang bisa menembus hotspot publik tersebut perorangan yang iseng maupun profesional. Hacker iseng masuk kategori pemula untuk menunjukkan eksistensi dan membuktikan ilmu yang diperolehnya, sementara hacker profesional bisa dari orang bayaran instansi tertentu dalam rangka menguji sofware maupun keamanan jaringan instansi tertentu.

 

“Dari survei 13 titik pelayanan hotspor di kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, semua bisa ditembus oleh hacker manapun (hacker iseng maupun profesional, red),” ujar Hamid.  Yang sangat mengejutkan, hacker bisa menembus data pengguna jasa hotspot hanya dengan modal gadget, tanpa notebook dan jaringan kompter canggih. Menurut dia penyedia jasa hotspot tidak pernah berpikir keamanan jasa internetnya, apalagi hotspotnya digratiskan. Bahkan, hotspot berbayar juga berpikiran sama.

 

Rekomendasi dari survei ini, pengguna jasa hotspot harus mengantisipasi dengan menggunakan antivirus dan pengaman jaringan serta menggunakan modem milik pribadi. Dari segi kebijakan, pemerintah perlu membuat rambu-rambu penyelenggaraan hotspot aman karena payung hukumnya belum ada. “Penyedia jasa hotspot perlu peduli dengan keamanan pelayanan hospotnya dengan memasang pengaman anti penjebolan data pengguna jasanya,” ujar Hamid. (A-84/A-147)***

 

 

Jerri Irgo

Diberitakan di Pikiran Rakyat

Baca juga di uii.ac.id

presidential_lecture_1Satu diantara sekian banyak agenda Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dalam rangka Milad UII ke 70 adalah menyelenggarakan kuliah umum berseri dalam bingkai Presidential Series Lectures. Sejatinya acara ini adalah kuliah umum tematik yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional. Hal ini disampaikan Dekan FTI UII, Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc dalam menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi acara yang bertempat di Auditorium KH. Abdul Kahar Muzakir UII pada hari Rabu tanggal 13 Maret 2013, jam 12:30.

Acara yang dikemas berseri ini sebagai bentuk usaha dalam menjawab kecemasan akan beberapa hal di kalangan akademisi seperti rendahnya motivasi dalam melakukan penelitian untuk menggali ilmu pengetahuan, lunturnya nilai-nilai nasionalisme seperti nasionalisme sumber daya alam, nasionalisme ekonomi yang sesungguhnya adalah nasionalisme yang dibutuhkan bangsa ini dari para civitas akademika.

Seri pertama dalam rangkai kuliah umum kali ini FTI UII mendatangkan Narasumber Dr. Warsito P Taruno, M.Eng. dengan membawa topik: Peran Riset & Teknologi Industri dalam Membangun Daya Saing Bangsa. Materi ini sangat menarik, bisa dibuktikan dengan banyaknya peserta kuliah yang hadir tidak kurang dari 600 orang.

Dalam paparannya, Warsito yang saat ini menjabat sebagai ketua Masyarakat lmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) menyampaikan banyak hal tentang riset dan penelitian, sampai hasilnya yang bisa dinikmati masyarakat. Warsito yang hobi meneliti sejak duduk di bangku kuliah tahap pertama, hingga melanglang buana di Jepang, Korea, Amerika dan berbagai negeri lainnya fokus meneliti gelombang listrik (tomografi).  Dari upayanya yang panjang, kini Warsito berhasil menciptakan alat yang sudah dipatentan dan digunakan di dunia kesehatan untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, terutama penyakit kanker.

Agar penelitian bisa lebih bermanfaat, Warsito menyampaikan tip yaitu pertama gabungkan berbagai riset dan penelitian dengan teknologi, kedua hasilnya bisa dipakai di masyarakat dan ketiga memiliki manfaat ekonomi dengan indikasi bisa dibeli oleh masyarakat.  Penemuannya yang berupa pakaian/rompi yang diberi nama rompi kalkulus ini sudah dibuktikan dapat mengantarkan gelombang positif dari listrik untuk dapat mempengaruhi sel-sel kanker dalam tubuh pasien, sehingga sel-sel kanker tersebut bunuh diri.

Sebagai penutup, sambil memberikan motivasi kepada peserta, Warsito berpesan dengan kata singkat ‘kiwameru’. Menurutnya kiwameru adalah bahasa Jepang yang berarti ‘jangan’. Maksudnya dalam penelitian “Jangan Pelit, Jangan Ingin Cepat Kaya, dan Jangan Cepat Puas” Warsito mengakiri kuliah.

presidential_lecture_1-

Pembangkit Jawa-Bali yang merupakan anak perusahaan PT PLN, membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik untuk bergabung. Untukpersyaratan selengkapnyasebagai berikut.