Berikut ini diumumkan hasil PLACEMENT TEST saat Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI) bagi mahasiswa tahun angkatan 2013 untuk masing-masing Program Studi di lingkungan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia sebagai berikut:
Berikut ini diumumkan hasil PLACEMENT TEST saat Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI) bagi mahasiswa tahun angkatan 2013 untuk masing-masing Program Studi di lingkungan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia sebagai berikut:
“Diucapkan SELAMAT kepada 21 mahasiswa Magister Teknik Informatika UII yang telah berhasil menerima beasiswa BPP-DN 2013…. Semoga Semakin Sukses!!!” demikian disampaikan Dr Sri Kusumadewi, S.Si., MT Direktur Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), melalui posting singkatnya (30/09/2013) kepada Mahasiswa baru Magister Teknik Informatika (MI) PPs FTI UII.
Beasiswa BPP-DN 2013 Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sebagaimana mengutip releasenya bahwa “Sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi, Perguruan Tinggi mempunyai peran dan fungsi strategis dalam mewujudkan amanat Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Dalam rangka mewujudkan peran dan fungsinya tersebut, dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum dan Sertifikasi Pendidik Profesional sesuai dengan jenjang kewenangan mengajarnya. Amanat tersebut secara jelas tertuang dalam pasal 46 ayat 2 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu bahwa dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum: (a) lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan (b) lulusan program doktor untuk program pascasarjana.
Untuk itu, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terus berupaya untuk mendorong dan meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen yang memiliki kualifikasi akademik minimal magister melalui beragam pendekatan. Satu diantaranya adalah dengan memberikan beasiswa kepada dosen tetap, baik yang bekerja di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pascasarjana di dalam negeri atau di mancanegara.
“Alhamdulillah, Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MI PPs FTI UII) terpilih menjadi salah satu penyelenggara untuk program tersebut” pungkas Dr Sri Kusumadewi, S.Si,. MT
Jerri Irgo
Dr. Sri Kusumadewi, S.S,. MT Ketua Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyatakan “Pada saat ini aplikasi medis berbasis Android telah banyak dikembangkan. Aplikasi ini dirasa sangat membantu tenaga medis dalam melakukan tindakan perawatan kesehatan. Beberapa aplikasi yang bersifat kalkulator dan pemberi informasi juga telah banyak dikembangkan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Luasnya bidang informatika medis masih memungkinkan dikembangkannya beberapa aplikasi lain yang tentunya akan sangat membantu dalam penegakan kesehatan di Indonesia”
“Seperti telah diketahui bahwa selama ini Jurusan Teknik Informatika juga sangat concern dengan bidang minat informatika medis. Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) yang dalam setiap kegiatannya didukung oleh Kelompok Studi Informatika Medis (KSIM) senentiasa berupaya untuk turut serta menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan IPTEK khususnya di bidang informatika medis. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan pemrograman berbasis Android. Menindaklanjuti hasi penelitian tersebut, kami mencoba untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan aplikasi medis berbasis Android” ujar Dr. Sri Kusumadewi, yang juga menjabat Direktur Program Pascasarjana (PPs) FTI UII.
Berdasarkan hal tersebut dan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Jurusan Teknik Informatika yang ke-19, maka akan diadakannya Lomba Pemrograman Aplikasi Medis Berbasis Android (Android Medical Application Development Contest) bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UII.
Pendaftaran pada tanggal 23 September hingga 21 Oktober 2013, dilanjutkan Babak penyisihan pada tanggal 04 November 2013 dan Babak Final: 07 November 2013. Lomba ini akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 10.000.000,- dan tiga buah tablet” Pungkas Dr. Sri Kusumadewi.
info detail : pusat studi informatika medis teknik informatika fti uii
Jerri Irgo
Tidak hanya berkunjung ke Borobudur, akan tetapi juga melakukan sebuah small research, dalam perspektif Sistem Informasi Enterprise (SIE), hal ini dilakukan Hajra Rasmitha Mahasiswa Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MI PPs FTI UII), yang mengambil konsentrasi SIE.
Alasannya sederhana, “bagaimana mengoptimalkan UMKM Lokal dan juga memberikan rasa nyaman bagi pengunjung. Sebagaimana kita ketahui, pada saat tiba masa liburan, sebagian besar wisatawan yang menuju Jawa Tengah, tidak akan pernah melewatkan untuk berkunjung ke Candi Borobudur” ungkap Rasmitha.
Candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini selain meninggalkan jejak sejarah juga kemegahan dan keindahannya mengantarkan Borobudur dicatat sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.
“Berdasarkan data jumlah wiasatawan, Kepala Unit PT Taman Wisata Candi Borobudur, Bambang Irianto mengatakan, khususnya para pemudik Lebaran 2013 dan juga wisatawan mancanegara. Jumlah pengunjung Candi Borobudur tercatat 23.490 orang yang terdiri atas wisatawan nusantara 22.507 orang dan wisatawan mancanegara 983 orang. Dengan tiket masuk Candi Borobudur untuk wisatawan nusantara Rp 30.000 (dewasa), Rp 12.500 (anak-anak), sedangkan wisatawan mancanegara Rp 190.000 (dewasa) dan Rp 95.000 (anak-anak). Sangat fantastis bukan, berapa omsetnya?” Jelas Rasmitha
Metode yang digunakan Rasmitha, dalam melakukan sebuah small research ini adalah metode Rapid Rural Appraisal (RRA)
Berdasarkan hasil mapping small research-nya, Rasmitha terdapat beberapa point yang dapat dikembangkan, diantaranya “akan lebih baik apabila adanya e-ticketing dan sistem id-card, sehingga petugas dapat mendekteksi jumlah pengunjung yang datang setiap hari, serta siapa saja pengnjung yang masih berada di dalam lokasi wisata. Hal ini mempermudah kunjungan wisata dalam jumlah yang banyak, jika mereka mencari anggota wisata yang belum berkumpul”.
“Ada baiknya perlu dikembangkan IT-Centre, dimana pengunjung dapat menikmati keindahan budaya dengan adanya dukungan aplikasi dari IT” ujar Rasmitha
Selanjutnya, Rasmitha menambahkan “Pengembangan potensi budaya lokal, saat penyambutan wisatawan akan lebih menarik lagi dengan dipentaskannya khas budaya Jawa serta memperbanyak event budaya-budaya di borobudur. Tentu saja, harapannya, akan memberikan peluang meningkatkan potensi bagi UMKM lokal. Apalagi kalau Petugas atau para penerima tamu, menggunakan pakaian adat tradisional yaa seperti di bali, mereka memakai baju adat bali, pasti lebih keren”
“Optimalisasi potensi UMKM Lokal juga dalam bentuk penataan kantin atau warung lebih bersih agar wisatawan dapat menikmati makanan dengan nyaman. Serta sarana ibadah /Mushola, yang masih minim dari aspek kebersihannya maupun fasilitasnya. Semoga bermanfaat untuk mengoptimalkan kunjungan wisatawan ke Borobudur” pungkasnya
Jerri Irgo
Kepada mahasiswa baru Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia angkatan 2013, diberitahukan bahwa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Buku Panduan Akademik Unversitas dapat diambil di Divisi Administrasi Akademik FTI UII.
Pengambilan dilayani mulai Selasa, tanggal 24 September 2013, dengan menyerahkan Kartu Mahasiswa Sementara.
Demikian informasi ini disampaikan
Yogyakarta, 23 September 2013
Kadiv. Administrasi Akademik,
Eko Sukanto

“Objek Wisata Goa Pindul Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, saat memiliki omset rata-rata mencapai 3 Milyar pertahun. Angka yang cukup fantastis sekelas UMKM” kata Arif Sulistyo, Pengelola Desa Wisata Bejiharjo Dewa Bejo kepada Team Survai Pengembangan Potensi Wisata UMKM – Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta, Sabtu (14/09/2013).
Arif, mengatakan “dengan program pemberdayaan pariwisata oleh masyarakat ini, dapat mengurangi pengangguran. Sebelumnya banyak pengangguran di sekitar Goa Pindul. Namun setelah dibuka pada tahun 2010, kondisi masyarakat lokal semakin sejahtera dan saat ini, telah memiliki 70 orang pemandu lokal yang 20 orang atau 29% diantaranya telah memiliki sertifikat dari Himpunan Pemandu Indonesia” katanya.
Dijelaskannya, juga bahwa “peningkatan kesejahteraan ini dikarenakan setiap tahun pengunjung semakin meningkat. Pada 2012, misalnya, jumlah wisatawan lokal baru mencapai 127 ribu orang dan wisatawan asing sejumlah 4.597. Namun pada tahun 2013, selama lebaran saja Objek Wisata Goa Pindul ini telah dikunjungi sejumlah 12.660 wisatawan, dengan pendapatan Rp 379,8 juta, bahkan sesuai batasan setiap hari tidak lebih dari 3.000 pengunjung. Jumlah pendapatan tersebut belum termasuk yang menyusuri Kali Oyo, yang setiap orang dikenakan retribusi Rp 45.000, sedangkan susur goa dikenakan retribusi Rp 30.000 setiap orang” jelas Arif.
“Saat ini, telah dilakukan kerjasama dengan banyak pihak, khususnya melalui program CSR. Harapan kedepan adalah meningkatkan jalinan kemitraan strategis baik dengan lembaga lokal Karang Taruna ataupun dengan pihak pemerintah, swasta dan termasuk perguruan tinggi agar program pengembangan keterampilan dan pengetahuan SDM khususnya terkait pengelolaan wisata dapat berkelanjutan serta terus meningkat”, pungkas Arif
Jerri Irgo
Ir Gumbolo Hadi Susanto, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyambut baik dan menyatakan senang sekali, saat FTI UII kembali mendapat kepercayaan dari Garuda Indonesia untuk memperpanjang kontrak corporate rate bagi Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan Pendamping Mahasiswa (Orang Tua, suami/istri).
Besaran corporate rate adalah sejumlah 25% dari Harga Tiket Ekonomi N Class untuk semua rute penerbangan domestik maupun luar negeri.
Informasi pelayanan harga korporasi silahkan menghubungi counter Garuda di seluruh Indonesia dengan menyebutkan kode korporasi FTI (FTII) dan melampirkan Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) bagi mahasiswa, serta Fotokopi Kartu keluarga (C1) bagi pendamping (orang tua, suami/istri). Selamat menikmati layanan first class dari Garuda Indonesia.
Jerri Irgo
Fleming Hardianto dari Kantor Pusat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk – Jakarta, melakukan kunjungan silaturahmi ke Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam hal menjajaki kerjasama peningkatan kompetensi UMKM (06/09).
Bertempat di Balai Desa Tirtoadi, pada kunjungan tersebut, tampak hadir juga Suharyanto dari Kantor Wilayah PT BRI Tbk Yogyakarta, Karjono dan Royadi Ade Sejati dari Kantor Cabang PT BRI Tbk Sleman serta Ambar Garijo dari Kantor BRI Unit Kecamatan Mlati. Sedangkan dari Perangkat Desa Tirtoadi, hadir Kardjono selaku Kepala Desa Tirtoadi dan Ir H Margiono selaku Badan Perwakilan Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati serta Jerri Irgo dari Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) / Consultant Expert Pool GIZ RED – Bappenas
Rombongan juga sempat diskusi singkat dengan salah satu pelaku UMKM, sesaat melakukan kunjungan langsung ke salah satu potensi unggulan Desa Tirtoadi, yaitu Sentra Kerajinan Industri Bambu di Dusun Sendari.
Data Potensi Desa Tirtoadi merupakan hasil Mapping Potensi Ekonomi dengan menggunakan Cluster Management telah digagas bersama antara FTI UII dan GIZ RED mulai tahun 2010 di 3 (tiga) desa, yaitu Desa Tirtoadi, Desa Sumberadi dan Desa Tlogoadi Kecamatan Mlati. Dari hasil mapping tersebut, salah satu yang sudah dilanjutkan oleh Bank Indonesia Yogyakarta di sentra ikan air tawar Minakepis di dusun Burikan Sumberadi.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya kunjungan silaturahmi ini, yang merupakan bagian dari implementasi kerjasama antara PPs FTI UII dan Desa Tirtoadi, diantaranya dalam hal meningkatkan kompetensi UMKM khususnya dan Masyarakat Desa Tirtoadi secara umum yang melibatkan multi stakeholders” ujar Kepala Desa Kardjono sesaat setelah melepas rombongan dari BRI.
Jerri Irgo
Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Ir. Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc menyampaikan berbagai jawaban dari asesor terkait borang ketiga dalam sesi borang fakultas saat visitasi akreditasi Program Studi (Prodi) Teknik Industri FTI UII, Kamis (5/9/2013). Di Ruang Sidang 1 Dekanat FTI UII, Gumbolo dengan gamblang memaparkan apa saja yang dilalui untuk memperoleh mahasiswa yang berkualitas sampai upaya mencetak alumni yang mampu berkiprah di masyarakat.
Menurut Dekan, FTI UII selalu kerjasama dengan panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pusat secara periodik. Ada beberapa model PMB diantaranya Penelusuran Siswa Berprestasi (PSB), Paper Base Tes (PBT), dan Computer Base Tes (CBT). CBT merupakan model penjaringan yang favorit, karena tes langsung menggunakan komputer, usai melakukan tes dapat langsung diketahui lulus atau tidaknya. Untuk penjaringan calon mahasiswa melalui PBT dibagi lagi menjadi dua model yaitu reguler terjadwal, ada waktu mendaftar ada waktu tesnya juga sudah ditentukan dan model cepat yaitu calon mahasiswa pada hari Sabtu mendaftar dan hari Ahadnya tes tertulis. Sementara bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendaftaran melalui PSB harus memiliki nilai yang tercatat baik di buku raport sejak kelas 2 SLTA dan selalu meningkat.
Menanggapi bagaimana kemampuan menerima calon mahasiswa baru? Secara umum, baik Dekan maupun Wakil Dekan (Wadek) menjelaskan adanya pembatasan kuota dengan batas minimal nilai yang diperoleh untuk bisa memasuki prodi-prodi yang ada di FTI UII. “Karena kalau tidak demikian kami kesulitan menempatkan mahasiswa yang animonya selalu meningkat dari tahun ke tahun”, jelas Gumbolo. Sementara sekretaris Prodi FTI UII, Agus Mansur S.T., M.Eng.Sc menjelaskan khusus untuk Prodi Teknik Industri sudah sejak lama membatasi jumlah mahasiswa baru. Hal ini dibenarkan Kaprodi Teknik Industri FTI UII, Drs. Mohammad Ibnu Mastur MSIE. “Jadi mahasiswa yang masuk Prodi Teknik Industri ini kalau tidak benar-benar pintar akan sangat sulit untuk bisa masuk”, timpalnya. “Kalau kebanyakan, selain kapasitas ruang kuliah yang terbatas kami juga tetap menjaga rasio dosen dan mahasiswa tetap seimbang sesuai aturan dari Dirjend Dikti”, Gumbolo menambahkan.
Terkait lulusan yang rata-rata masa studinya masih agak rendah, Agus memaparkan bahwa hal ini kebanyakan karena mahasiswa kurang puas dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh. Sehingga mahasiswa yang sebenarnya sudah bisa lulus tepat waktu, ada beberapa yang mengulang mata kuliah di tahun berikutnya untuk menaikkan IPK. Upaya untuk menaikkan hal ini lebih lanjut Mastur menjelaskan bahwa sejak awal semester ditekankan mahasiswa harus masuk minimal 75% untuk bisa mengikuti ujian. “Implikasinya kalau masuknya rajin mahasiswa tentu akan memiliki kemampuan lebih dalam menjawab berbagai soal dalam ujian”, jelasnya.
Berita Terkait:
Prioritas Visitasi Ditetapkan Tim Asesor
Dulu, Kampus FTI UII Memang Mewah
Gedung KH. Mas Mansyur
Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Telepon: +62 274 895287 ext. 4148
Faks: +62 274 895007
Email: fti[at]uii.ac.id

