FTI UII Terima Kunjungan Siswa SMK Ksatrya JakartaFakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menerima kunjungan dari SMK Ksatrya Jakarta, pada hari Jumat lalu (17/04/15). Kunjungan dari rombongan SMK Ksatrya Jakarta, yang terdiri dari 157 siswa/siswi dan 29 orang guru langsung disambut oleh Koordinator Tim Promosi FTI UII, Bapak Nashrullah Setiawan., S. T., M. Sc. di Ruang Audiotorium FTI UII Gedung KH. Mas Mansur lantai 3.

 

Acara tersebut dimulai pada pukul 10.30, diawali dengan sambutan dari koordinator Tim Promosi, dilanjutkan dengan presentasi singkat tentang profil UII dan FTI secara khusus. Acara ini diakhiri dengan foto bersama dan bagi siswa/siswi yang beragama islam, diajak untuk melakukan solat Jum’at berjamaah di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia.

 

Dalam kunjungan tersebut dijelaskan mengenai gambaran umum jurusan-jurusan termasuk fasilitas dan laboratorium dan kurikulum pendidikan yang ada di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia. meskipun latar belakang siswa/siswi SMK Ksatrya Jakarta tersebut adalah dari jurusan ekonomi dan kesekretariatan, namun para siswa/siswi terlihat sangat antusias untuk mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh anggota Tim Promo FTI UII.

 

Diharapkan dari kunjungan ini, siswa/siswi maupun guru-guru dari SMK Ksatrya Jakarta mendapatkan gambaran umum mengenai Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan menjalin silahturahmi dengan Universitas Islam Indonesia.

 

Nunung

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Alumnus Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta, Arif Nugrahanto, mengembangkan aplikasi twit forensic. Aplikasi ini bisa membantu penegak hukum untuk mengungkap kejahatan dengan barang bukti twitter.

 

Demikian diungkapkan Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII Yogyakarta, Sabtu (18/4). Aplikasi Twit Forensic dapat digunakan sebagai alat investigasi artefak digital Twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang bersangkutan. “Ketersediaan aplikasi ini membantu penegak hukum akan terbantu untuk melakukan analisis dan identifikasi untuk mendukung proses penyidikan,” kata Yudi Prayudi.

 

Walaupun belum maksimal, kata Yudi, aplikasi ini cukup andal untuk memberikan support ketersediaan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan. “Aplikasi ini tidak kalah dengan berbagai tools forensic yang dihasilkan vendor luar negeri,” katanya.

 

Untuk keperluaan investigasi, ketersediaan barang bukti twitter forensic juga dapat diperoleh dari penyedia tools. Namun untuk mendapatkan data yang dibutuhkan memerlukan prosedur yang rumit. “Adanya aplikasi ini bisa mempermudah para penegak hukum,” katanya.

 

Twitter, kata Yudi, merupakan media sosial yang semakin banyak digunakan sebagian besar masyarakat dunia. Hingga kuarter 4 tahun 2014, pengguna aktif twitter ada 288 juta di dunia.

 

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu Top Countries yang aktif mengakses Twitter. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah pengakses sebesar 6,5 persen dari keseluruhan pengakses Twitter.

 

Pengguna Twitter juga memberi manfaat positif bagi teknologi komunikasi di Indonesia. Di antaranya, penyebaran informasi positif dan media jual beli barang/jasa. Kemudahan tersebut juga membawa dampak negatif tersendiri. Seperti informasi yang disebarkan tidak benar atau bahkan menjelekan nama orang lain.

 

Pengaduan masyarakat tentang informasi yang merugikan berdasarkan aktivitas seseorang melalui Twitter sudah mulai banyak diterima penegak hukum. “Kondisi ini menutut penegak hukum untuk memiliki kemampuan, baik dari aspek teknologi, pengetahuan maupun ketrampilan untuk mengungkap kasus-kasus yang ditanganinya yang didasarkan pada barang bukti berupa aktivitas twitter,” tandasnya.

 

 

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA — Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII Yogyakarta, Arif Nugrahanto mengembangkan aplikasi twit forensic. Aplikasi ini bisa membantu penegak hukum untuk mengungkap kejahatan dengan barang bukti twitter.

 

Demikian diungkapkan Yudi Prayudi, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII Yogyakarta kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (18/4). Aplikasi Twit Forensic dapat digunakan sebagai alat investigasi artefak digital Twitter dengan cara melakukan analisa aktivitas pemilik akun yang bersangkutan.

 

“Ketersediaan aplikasi ini membantu penegak hukum dalam melakukan analisis dan identifikasi untuk mendukung proses penyidikan,” kata Yudi Prayudi.

 

Walaupun belum maksimal, kata Yudi, aplikasi ini cukup handal untuk memberikan support ketersediaan informasi awal yang diperlukan dalam proses penyidikan. “Aplikasi ini tidak kalah dengan berbagai tools forensic yang dihasilkan vendor luar negeri,” katanya.

 

Untuk keperluaan investigasi, ketersediaan barang bukti twitter forensic juga dapat diperoleh dari penyedia tools. Namun untuk mendapatkan data yang dibutuhkan memerlukan prosedur yang rumit. “Adanya aplikasi ini bisa mempermudah para penegak hukum,” katanya.

 

Twitter, kata Yudi, merupakan media sosial yang semakin banyak digunakan sebagian besar masyarakat dunia. Hingga kuarter 4 tahun 2014, pengguna aktif twitter ada 288 juta di dunia.

 

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu Top Countries yang aktif mengakses Twitter. Indonesia menempati urutan keempat dengan jumlah pengakses sebesar 6,5 persen dari keseluruhan pengakses Twitter.

 

Pengguna Twitter juga memberi manfaat positif bagi teknologi komunikasi di Indonesia. Di antaranya, penyebaran informasi positif dan media jual beli barang/jasa. Kemudahan tersebut juga membawa dampak negatif tersendiri. Seperti informasi yang disebarkan tidak benar atau bahkan menjelekan nama orang lain.

 

Pengaduan masyarakat tentang informasi yang merugikan berdasarkan aktivitas seseorang melalui Twitter sudah mulai banyak diterima penegak hukum. “Kondisi ini menutut penegak hukum untuk memiliki kemampuan, baik dari aspek teknologi, pengetahuan maupun ketrampilan untuk mengungkap kasus-kasus yang ditanganinya yang didasarkan pada barang bukti berupa aktivitas twitter,” tandasnya.

 

Jerri Irgo

 

diberitakan di Republika On Line

IP UII mengadakan program “Summer Camp in China”, yang akan dilaksanakan di Zhengzhou China mulai 5 sampai dengan 15 Juli 2015. Di poster tersebut deadline masih tertulis tgl 10 April, namun masih diperpanjang sampai 30 April.

 

Adapun biaya yang untuk bisa mengikuti program ini adalah 1000 USD, yang mengcover biaya pembuatan visa dan penerbangan internasional. Sedangkan untuk penerbangan lokal ke Jakarta dan tambahan uang saku ditanggung oleh mahasiswa. untuk pengeluaran Akomodasi dan makan selama program akan ditanggung oleh Xiaozhuang University.

 

Kuota peserta terbatas 15 orang. Deadline diperpanjang sampai dengan 30 April 2015.

 

china_summer_camp_2015_rev_3

 

Hariyanto, SE, MM, Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia, akan hadir sebagai Pembicara Kuliah Perdana Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII), bertempat di Auditorium Gedung KH Mas Mansur, FTI UII, Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta pada hari Sabtu 25 April 2015.

 

“Adapun tema Kuliah Perdananya adalah Supply Chain Manajemen Berbantuan Teknologi Informasi”, hal tersebut disampaikan oleh Zaroni, Chief Head of Planning and Business Development PT Pos Logistik Indonesia melalui pesan singkatnya (14/4/2015)

 

Hariyanto bukan lah sosok yang baru di dunia jasa pengiriman dan logistik di Indonesia. Putra Makassar ini telah berpuluh tahun malang melintang di PT Pos Indonesia (Persero) dalam berbagai penugasan. Dunia jasa pengiriman surat dan paket (jasa pos) yang membawa dirinya naik menjadi Direktur Utama PT Pos Logistik atau yang disingkat dengan PosLog.

 

PT Pos Logistik Indonesia adalah Anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), mempunyai visi Pos Logistik “Menjadi penyedia solusi logistik terpadu yang terpercaya, terluas, dan terkemuka di Indonesia”. Sebagai profesional, Hariyanto selalu berusaha meninggalkan legacy yang baik bagi organisasi yang dipimpinnya.

 

Jerri Irgo

Program Studi Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia pada Sabtu, 11 April 2015 menerima 2 orang asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam rangka proses re-akreditasi Prodi Magister Teknik Industri yang akan habis masa berlakunya per tanggal 11 Juni 2015. Tim asesor BAN-PT tersebut diketuai oleh Prof. Budi Santosa, Ph.D yang merupakan guru besar dari Universitas Teknologi Surabaya (ITS) hadir bersama dengan Ir. Didien Suhardini, M.Sc., Ph.D dari Universitas Tri Sakti Jakarta. Dalam acara yang dimulai tepat pukul 09.00 tersebut, akan dilakukan berbagai evaluasi termasuk mencocokkan kesesuaian data yang dikirimkan kepada BAN PT dan hasil asesmen di lapangan. Adapun kegiatan ini direncanakan selesai satu hari diawali dengan pembukaan/sambutan oleh pimpinan universitas, klarifikasi data dengan pengelola fakultas, klarifikasi data dengan prodi, wawancara dengan alumni dan mahasiswa serta kunjungan ke fasilitas kampus.

 

Dalam acara pembukaan tersebut nampak hadir Dr. -Ing Ilya Fadjar Maharika, MA., IAI dan Drs. Nur Feriyanto, MM selaku pimpinan universitas yang hadir mewakili Rektor UII yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota. Pada sambutannya, Wakil Rektor I UII menyampaikan rasa terimakasih kepada tim asesor yang telah berkenan hadir untuk melaksanakan tugasnya dalam rangka melakukan penilaian atas usulan Prodi Magister Teknik Industri yang tengah berupaya untuk meraih nilai akreditasi dengan hasil Baik. Seperti halnya akreditasi AIPT UII  yang telah meraih nilai A, harapan dari pimpinan universitas adalah semua prodi dibawah UII juga dapat meningkatkan nilai akreditasi sehingga mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia. Wakil Rektor I UII juga menyinggung berbagai kegiatan perbaikan sarana dan prasarana yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh UII merupakan salah satu cara untuk dapat meningkatkan fasilitas yang memadai bagi segenap sivitas academica, selain juga melakukan perbaikan kurikulum agar dapat sejalan dengan perkembangan global. Dalam perkembangannya UII selain mengacu pada standar nasional BAN PT, UII juga tengah mempersiapkan diri untuk mengacu pada standar AUN QA (Asean University Network) Quality Assurance dimana institusi melakukan penilaian sendiri (self assesmen) Penilaian dilakukan secara mandiri (self assessment) dengan melakukan penulisan SAR (Self-Assesment Report). Penulisan SAR ini merupakan proses penjaminan mutu internal sebuah program studi atau institusi yang selanjutnya diikuti dengan konfirmasi kelengkapan dokumen dan menentukan Action For Improvement terhadap hasil SAR. Setelah itu akan dilakukan visitasi oleh tim Reviewer dari anggota AUN yang berasal dari Negara ASEAN lainnya untuk memberikan masukan terhadap self assessment yang telah dilakukan dan diperoleh rekomendasi untuk perbaikan di masa datang. selanjutnya, WR I juga berharap agar asesmen lapangan kali ini dapat membuahkan hasil maksimal bagi prodi Magister Teknik Industri, dan pimpinan universitas siap untuk kapan saja dimintai klarifikasi terkait kelengkapan data yang diinginkan oleh BAN-PT.

 

Setelah sesi pembukaan acara dilanjutkan dengan klarifikasi data pengelola fakultas, diawali dengan presentasi oleh Wakil Dekan Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., MT dan sesi tanya jawab dengan Dekan FTI UII, Ketua Program Pascasarjana dan juga PSM Fakultas. sesi tersebut berakhir setelah 3 jam proses klarifikasi, dimana fakultas harus menyiapkan semua data fisik yang mendukung data akreditasi. setelah makan siang, tepatnya pukul 13.00 dilakukan wawancara dengan alumni dan mahasiswa yang berlangsung singkat dan terperinci sampai dengan pukul 14.00. setelah wawancara dengan alumni dan mahasiswa, Tim asesor memulai klarifikasi data dengan prodi dalam hal ini Prodi Magister Teknik Industri, klarifikasi dengan prodi baru berakhir hingga menjelang sholat isya, dan ditutup dengan verifikasi serta penandatanganan berita acara visitasi.

 

Dalam penutupannya, ketua Tim Asesor, Prof Budi Santosa mengungkapkan bahwa asesor telah menyusun resume berdasarkan hasil penilaian di lapangan selanjutnya hasil rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada BAN-PT untuk dievaluasi lebih lanjut, harapan dari Tim asesor semoga nilai yang diperoleh merupakan hasil terbaik dari kerja keras tim borang prodi MTI, meskipun demikian banyak hal yang menjadi catatan tersendiri bagi pengelola program MTI diharapkan dapat diperbaiki pada masa-masa mendatang.

“Sistem Keamanan web dan jaringan komputer merupakan proses untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari web dan jaringan komputer menjadi latar belakang kegiatan Pekan Teknologi dan Informatika (PETA) 2015, Universitas Siliwangi Tasikmalaya”

 

Nur Widiyasono, Dosen Teknik Informatika Universitas Siliwangi Tasikmalaya yang juga  ahli digital forensik Indonesia menyampaikan hal tersebut sesaat setelah Drs. H. Budi Budiman, Walikota Tasikmalaya membuka  Seminar Nasional Sistem Kemananan Web dan Jaringan Komputer di Gedung Mandala Kampus Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jawa Barat (11/04/2015)

 

“Antisipasi terhadap resiko penyalahangunaan baik berupa bentuk ancaman fisik maupun logik secara langsung ataupun tidak langsung dapat mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan komputer”  ujar Nur yang juga sebagai narasumber seminar.

 

Nur Widiyasono,  yang saat ini sedang menyelesaikan penelitiannya, untuk mendapatkan Master di Magister Teknik Informatika Program pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (MI PPs FTI UII) Yogyakarta menambahkan  “Cyber Crime & Digital Forensics menjadi tahapan penting bagi pencegahan yang membantu untuk menghentikan pengguna yang tidak sah dalam mengakses setiap bagian baik web maupuan sistem jaringan komputer”

 

Tampak hadir selain Nur Widiyasono, juga hadir Onno Widodo Purbo tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi Indonesia.

 

Jerri Irgo

Memperhatikan nilai-nilai dasar Universitas Islam Indonesia dalam rangka menghasilkan manusia yang berkualitas (ulil albab) yang berilmu amaliyah dan beramal ilmiah serta berakhlakul karimah, maka program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia berupaya untuk dapat turut melaksanakan fungsinya sebagai pengemban amanah dalam mencetak mahasiswa mahasiswi yang mampu menjadi khaliifatullah fil-ardl yang mampu bersaing di kancah global. Dalam rangka mewujudkan tujuan mulia tersebut, pada Selasa 7 April 2015 bertempat di Auditorium FTI UII, Program studi Teknik Kimia mengadakan kegiatan Studium Generale dan Sosialisasi Program Joint Degree dengan The Hague University Belanda.

 

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa Prodi Teknik Kimia semester 4 dan 6 ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTI UII, Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng. Sc. dalam pembukaannya Dekan FTI UII menyampaikan ungkapan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi FTI UII dalam mencari informasi terkait dengan program-progran beasiswa bagi mahasiswa, Beliau juga berpesan kepada peserta untuk dapat serius mengikuti acara sehingga mampu mengambil manfaat dari materi yang akan disampaikan oleh pembicara.

 

Dalam kesempatan tersebut Ketua Program studi Teknik Kimia Ir. Faisal RM., MSIE., Ph.D juga berkesempatan memberikan pengarahan kepada para peserta mengenai program joint degree yang merupakan hasil tindaklanjut kerjasama antara Program Studi Teknik Kimia khususnya bidang studi Teknik Tekstil FTI UII deengan The Hague University of Applied Science Belanda yang telah berdasarkan MoU tertanggal 23 Februari 2012 dan telah mendapatkan pengakuan dari Dirjen Dikti melalui SK no 1515/E/T/2012.

 

Selain sosialisasi program joint degree, dalam kesempatan tersebut peserta juga mendapatkan ilmu mengenai “Cheese making Introduction in the Manufacturing of Gouda Cheese” yang disampaikan oleh Mr Johan Korp selaku Course Director Process & Food Technology The Hague University didampingi oleh Ibu Tina Purwono/YUKIB selaku Representative of The Hague University of Applied Sciences.

Di era globalisasi yang semakin kompetitif, program kerja sama dengan institusi di luar negeri merupakan sebuah keharusan. Untuk itu, Universitas Islam Indonesia yang memilik visi  menjadi institusi rahmatan lil ‘alamin yang memiliki komitmen pada kesempurnaan (keunggulan), risalah islamiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah, setingkat universitas yang berkualitas di negara-negara maju, selalu berusaha untuk menjalin kerjasama dengan universitas lain, baik di dalam maupun di luar negeri.
Sebagai bagian tak terpisahkan dari Universitas Islam Indonesia, maka Fakultas Teknologi Industri (FTI UII) selalu berkomitmen untuk mendukung setiap kebijakan yang ditetapkan oleh institusi. Usulan program joint degree ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung terwujudnya visi mulia tersebut.

 

Dalam rangka implementasi kerjasama antara Universitas Islam Indonesia dengan Rajamangala University of Technology Tawan-ok, serta untuk mempererat jalinan persahabatan antara dua Negara Indonesia-Thailand, pada Rabu (25/3) FTI UII menyelenggarakan kegiatan kebudayaan yang bertema “UII-RMUTTO Cultural Show: Celebrating Culture and Diversity through Arts and Dance”. Pentas budaya ini dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswi UII serta delegasi dari RMUTTO. Pentas seni yang dibawakan oleh mahasiswa UII diantaranya adalah pertunjukan tari saman, tari mandau, serta pertunjukan musik oleh paguyuban seni rukun rencang. sementara dari delegasi RMUTTO menampilkan 4 tarian yaitu; Classical Thai Dance, Plai cum pol, dan Thai Boxing. Pementasan budaya diakhiri dengan tarian Rum Wong yang merupakan tarian persahabatan dari Thailand dengan mengajak tamu didaulat untuk menari bersama, seluruh peserta larut dalam kemeriahan acara yang ditutup dengan pertunjukan seni rukun rencang.

 

tari_saman_2

Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang di kawasan Asia Tenggara, UII merasa perlu memperluas jaringan kerjasamanya dengan berbagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di kawasan tersebut. Hal ini cukup beralasan karena dalam waktu dekat Asia Tenggara akan memberlakukan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tidak hanya berkutat pada sektor ekonomi semata namun juga di bidang pendidikan. Kerjasama di antara perguruan tinggi Asia Tenggara dipandang penting sebagai langkah strategis guna meningkatkan kualitas dan mempersiapkan SDM terdidik di masing-masing negara dalam menyongsong bergulirnya MEA 2015 yang sudah di depan mata.

 

Sebagaimana disampaikan oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc ketika membuka acara penandatanganan memorandum of agreement (MoA) di antara UII dan Rajamangala University of Technology Tawan-ok (RMUTTO) Thailand. Penandatangan MoA yang berlangsung di Gedung GBPH Prabuningrat, Rabu (25/3) diikuti oleh pimpinan UII yang terdiri dari Rektor UII, Dekan FTI UII, dan Dekan FTSP UII. Sementara perwakilan RMUTTO dipimpin oleh Vice President of Administrative Affairs, Mr. Thanakarn Wongngen.

 

Dr. Harsoyo mengatakan bahwa jalinan kerjasama di antara kedua universitas sebenarnya telah dimulai pada tahun 2012 melalui penandatangan nota kesepahaman. “Lewat payung MoU, kedua universitas menyepakati untuk mengembangkan program kerjasama, seperti program dual degree untuk mahasiswa jenjang sarjana, pertukaran pelajar dan tenaga kependidikan, pertukaran budaya, konferensi, serta kerjasama dalam bidang penelitian”, tambahnya.

 

Sedangkan penandatanganan nota kesepakatan pada kesempatan kali ini lebih menyasar program kerjasama yang lebih spesifik yang melibatkan lingkup fakultas di antara kedua universitas. “Selain untuk menguatkan dan memperbarui komitmen kerjasama, di sini kita melibatkan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII dan Faculty of Science and Technology RMUTTO untuk mengimplementasikan kerjasama”, ujarnya. Sebelumnya pada Agustus 2014 silam, RMUTTO juga telah mengunjungi FTI UII. Ia berharap implementasi nota kesepakatan ini juga menginspirasi fakultas lain di lingkungan UII untuk melakukan hal serupa.

 

Sementara perwakilan RMUTTO, Mr. Thanakarn Wongngen mengatakan pihaknya cukup puas dengan kolaborasi yang terjalin dengan UII selama ini. “Ini adalah langkah nyata pertama untuk membangun hubungan yang baik dengan kedua univeritas”, tambahnya. Pihak RMUTTO juga memaparkan beberapa program khas yang mereka jalankan di Thailand seperti community service yang melibatkan mahasiswa dan upacara penghormatan kepada guru sebagai simbol bakti seorang mahasiswa.

 

Sumber: http://www.uii.ac.id/content/view/3448/257/