Pada tanggal 5 – 9 September 2015 UII turut berpartisipasi dalam Yogyakomtek 2015 yang merupakan pameran komputer dan perangkat elektronik yang diselenggarakan oleh Apkomindo DIY. Kesempatan bereksebhisi ini diperoleh berkat kerja sama dengan Intel yang merupakan tindak lanjut dari program Galileo for Universities. Dalam program ini UII merupakan salah satu perguruan tinggi dari sekitar 40 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh dari Intel donasi berupa produk Galileo. Tujuan dari program ini adalah selain memperkenalkan Galileo kepada pengajar dan mahasiswa, juga memberikan kesempatan kepada para akademisi dalam pengembangan teknologi di bidang embeded system untuk menghasilkan produk berbasis Galileo.

 

Intel Galileo adalah komputer berukuran mini berbasis Intel yang dirancang untuk digunakan sebagai pengendali pada berbagai perangkat elektronik. Tidak seperti komputer pada umumnya yang tidak dapat secara langsung dihubungkan dengan komponen input dan output seperti saklar, relay, lampu, sensor ataupun motor listrik, Galileo dilengkapi dengan pin yang dapat langsung dikoneksikan dengan komponen-komponen tersebut. Hal ini membuat Galileo cocok untuk digunakan dalam perancangan berbagai macam produk cerdas (smart device).

 

Dalam pameran kali ini UII memamerkan empat produk yang menggunakan Galileo sebagai pengendalinya, yaitu timbangan Body Mass Index (BMI), robot lengan untuk menggambar, robot holonomik,  dan mobil listrik. Timbangan BMI adalah pengukur berat badan yang dilengkapi dengan pengukur ketinggian tubuh manusia. Hasil dari pengukuran dikirim, ditampilkan, serta disimpan pada suatu komputer. Sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung program ketahanan pangan, misalnya untuk menimbang berat sapi sehingga dapat diketahui taksiran berat daging yang terdapat pada seekor sapi. Pada produk robot lengan pengguna dapat membuat gambar pada perangkat ponsel atau tablet Android yang kemudian ditransfer untuk dibuat gambarnya oleh robot lengan.

 

Robot holonomik adalah robot yang dapat dikendalikan ke segala arah. Robot beroda pada umumnya dapat bergerak dan dikendalikan seperti kendaraan beroda seperti mobil dan motor. Kendaraan beroda hanya dapat bergerak dan dikendalikan pada arah tertentu, misal maju, mundur, dan belok, namun tidak dapat bergeser ke samping atau berputar pada sumbunya. Robot holonomik yang dipamerkan dapat bergerak ke segala arah dengan dikendalikan oleh operator melalui perangkat lunak di ponsel/tabloid Android. Mobil listrik, yang diberi nama Kaliurang Unisi ini, merupakan purwarupa (prototype) yang dikembangkan oleh tim mobil listrik UII. Mobil yang digerakkan motor listrik ini dapat bergerak dengan kecepatan maksimum 50 km/jam. Yang membedakan mobil listrik ini dibandingkan karya mahasiswa perguruan tinggi lain adalah penggunaan kontroler Galileo  dan sistem monitor yang digunakan menggunakan perangkat berbasis Android.

 

Dr. Izzati Muhimmah sebagai koordinator pameran menyambut baik kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran ini. “Partisipasi UII ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami untuk mempubikasikan karya dosen dan mahasiswa UII kepada masyarakat luas. Dan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan UII” ujar Izzati. “Untuk itu kami berterima kasih dan sangat mengapresiasi kesempatan yang telah diberikan oleh Intel. Tentunya kami berharap bahwa kerja sama yang telah dilakukan antara UII dan Intel selama ini dapat terus dikembangkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak” demikian yang disampaikan Izzati menutup perbincangan kali ini.

 

Foto 1

Ketua Apkomindo saat mengunjungi stand mobil listrik FTI UII

Foto 2

Salah satu pengunjung yogyakomtek berfoto dengan tim promo FTI UII

Foto 3

Aksi robot holonomik menarik pengunjung Yogyakomtek 2015

Jumat, 28 Agustus 2015 Fakultas Teknologi Industri berhasil melaksanakan kegiatan rapat koordinasi (rakor) program pengembangan fakultas di gedung auditorium KH. Mas Mansur lantai 3 kampus FTI UII. Kegiatan ini mengundang seluruh dosen tetap FTI yang berjumlah 117 orang dan sebagian besar hadir. Rakor yang berlangsung dari pukul 08.00 s.d 15.00 tersebut melaksanakan tiga agenda utama yakni : a) Evaluasi program pengembangan fakultas; b) Diskusi menjaring usulan, sharing, dan evaluasi; c) Perumusan program pengembangan fakultas.

 

Evaluasi program pengembangan fakultas dipresentasikan oleh dekan FTI, Dr. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc. Dalam presentasinya, dekan membahas mengenai student body FTI, manajemen body tentang profil dosen dan karyawan, kinerja dosen, prestasi dan hambatan yang dihadapi sekaligus evaluasi kegiatan-kegiatan yang sedang dan telah dilaksanan.  Beberapa kinerja yang targetnya telah tercapai adalah kualifikasi dosen ditargetkan 95%, tercapai 100% dosen memenuhi kualifikasi; Hadir perkuliahan ditargetkan 75%, tercapai 92.08% dan masih banyak lainnya, meskipun beberapa hal masih perlu diperbaiki.

 

Pada sesi kedua adalah diskusi menjaring usulan, evaluasi, dan sharing yang dibawakan oleh Dekan dan Wakil Dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi dengan moderator Kholid Haryono S.T., M.Kom. Sesi ini cukup interaktif dengan banyaknya keterlibatan dosen menyampaikan pendapat dan masukan untuk pengembangan fakultas. Isu yang cukup menarik diantaranya adalah masalah memasukkan nilai-nilai islam kedalam Course Outline (CO) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), tentang teknik pengambilan dan distribusi Nilai Kinerja Dosen (NKD) yang perlu dikembangkan lebih baik, manajemen KP/TA dengan sistem dan komputesi disemua prodi, usulan perbaikan fasilitas seperti laboratorium, kelas, ruang dosen, mushola, toilet, air, listri, ruang pusat studi dan lain sebagainya. Disamping sarana-prasaranan, beberapa program pengembangan SDM dan peningkatan kualitas lulusan juga menjadi perhatian khusus.

 

Setelah masukan, usulan, evaluasi, laporan, dan sharing pada sesi kedua selesai. Sesi ketiga adalah perumusan program pengembangan fakultas. Sesi terakhir ini melakukan kompilasi notulen pada sesi diskusi dan memasukkannya kedalam rumusan program pengembangan fakultas. Hasil rumusan dipresentasikan kembali dihadapan forum oleh ibu wakil dekan, Dr. Sri Kusuma Dewi. Dalam penyampaian hasil rumusan pengembangan fakultas, ibu wakil dekan mengakomodir hampir seluruh usulan dan masukan, sedikit yang tidak diakomodir adalah hal-hal yang terkait diluar wewenang FTI seperti kurikulum yang sekarang menjadi wewenang universitas dan prodi, dan beberapa pendanaan pengembangan infrastruktur yang dibawah wewenang badan wakaf seperti keterbatasan tempat sholat putri serta penginapan bagi tamu/mahasiswa luar negeri yang mengikuti student exchange dengan prodi yang ada di FTI. Meski demikian, fakultas tetap akan mendorong, mengawal, dan berusaha mewujudkan ketersediaan mushola putri tersebut secara baik dan layak.

 

Akhirnya, hasil rumusan yang telah dipresentasikan tersebut selanjutnya dikirim ke universitas sebagai masukan pengembangan dari Fakultas Teknologi Industri.

 

By. Kholid Haryono.

 

Foto 1

Agung Nugroho Adi, ST., MT memberikan masukan tentang NKD

Foto 2

Dekan dan Wakil Dekan FTI menyampaikan evaluasi proker 2015

Fakultas Teknologi Industri (FTI) bekerjasama dengan Badan Perencana (BP) Universitas Islam Indonesia pada hari Senin, 24 Agustus 2015 menyelenggarakan Workshop Local Genius di gedung auditorium KH. Mas Mansur Lantai 3 kampus FTI UII. Peserta workshop adalah seluruh ketua Program Studi (prodi) dibawah Fakultas Teknologi Industri dan perwakilan dosen masing-masing prodi dengan jumlah 47 peserta. Local Genius yang diartikan sebuah kearifan lokal atau ke-khasan masing-masing prodi didiskusikan secara bersama-sama.

 

Acara tersebut diawali dengan paparan ketua BP UII, Prof. Hari Purnomo. Beliau menjabarkan pentingnya prodi pada khususnya, fakultas dan UII pada umumnya memiliki ciri khas yang menjadi branding prodi sehingga prodi mampu menjadi rujukan expert tentang sesuatu yang menjadi local geniusnya. Sehingga beliau meminta output dari acara ini adalah sebuah rumusan local genius secara tertulis masing-masing prodi sebagai usulan awal yang akan integrasikan oleh BP dalam forum yang lebih tinggi. Sebelum sesi perumusan local genius, terlebih dahulu diisi materi workshop tentang teknologi ke-informasian dan teknologi ke-industrian.

 

Materi teknologi ke-informasian dibawakan oleh seorang praktisi bidang teknologi informasi, saudara Saga Iqranegara, S.Kom dengan moderator Kholid Haryono, S.T., M.Kom. Saga Iqranegara adalah manager inkubator bisnis Jogja Digital Valley (JDV) yakni sebuah wadah CSR-nya Telkom Indonesia. Pada forum ini Saga lebih banyak memaparkan apa yang dibutuhkan oleh industri dan pelaku bisnis teknologi informasi. Banyak perusahaan yang mulai melirik Jogja seperti Go-Jek yang akan membuka kantor produksi sistemnya di Jogja, Gamelof yang sudah membuka perwakilannya lebih dulu, perusahaan Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain juga mulai masuk Jogja. Perusahaan itu membuka diri terhadap produk kreatifitas dan tenaga kerja ahli dari Jogja. Menurut Saga, paling tidak ada dua alasan kenapa industri tertarik di Jogja. Pertama, Iklim Jogja sangat nyaman dan mendukung kerja kreatif sehingga tenaga kerja kreatif tidak mau keluar dari Jogja, akibatnya kalangan industrilah yang membuka kantor perwakilan produksinya disini. Kedua, tenaga kerja kreatif di Jogja relatif lebih murah.

 

Sedangkan materi local genius teknologi ke-industrian diisi oleh Assoc. Prof. Rika Fatimah, P.L., S.T., M.Sc., Ph.D dengan moderator Joko Susilo, S.T., MM. Rika Fatimah adalah direktur DEPQI (Dashboard for Excellence Quality and Productivity Improvement) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Lulusan FTI UII angkatan 96 ini lebih banyak memaparkan tentang local genius perguruan tinggi terkemuka di dunia dan Indonesia yang telah mendapatkan akreditasi nasional dan internasional sebagai rujukan dan inspirasi bagi FTI untuk membuat local genius-nya. Ibu yang memperoleh gelar Ph.D di National University Malaysia ini menekankan bahwa local genius adalah ejawantah dari visi pimpinan yang di drive secara paksa pada sebuah organisasi. Agar implementasinya dapat diterapkan secara baik, daya paksa yang dapat dilakukan oleh pimpinan dapat dilakukan dengan mencarikan musuh bersama, dalam posisi itu perubahan dalam organisasi lebih mudah dilakukan. Salah satu contoh musuh bersama adalah proses akreditasi, biasanya menghadapi akreditasi suatu organisasi akan sekuat tenaga menghadapinya dan cenderung kompak, disuruh apapun bersedia tanpa retensi, maka perlu bagi FTI untuk mulai mencari akreditasi yang memiliki tantangan dan daya saing tinggi terutama ditingkat internasional seperti ABET.

 

Sesi terakhir kegiatan ini adalah diskusi masing-masing prodi untuk merumuskan local genius dan ditutup dengan presentasi hasil rumusan didepan forum secara bergantian. Hasil rumusan kemudian dikirimkan ke BP untuk diintegrasikan pada level yang lebih tinggi yakni Universitas.

 

(Ditulis oleh: Kholid Haryono, ST., M.Kom)

 

Foto 1

Suasana panel sesi Keteknologi Informasian

dengan pemateri Saga Iqranegara, S.Kom (Manajer Inkubasi Jogja Digital Valley)

 

Foto 2

Assoc. Prof. Rika Fatimah (Direktur DEQPI FEB UGM) saat menyampaikan materi Keteknologi Industrian

(Antara Jogja) – Reuni alumni tidak sekadar kangen-kangenan tetapi juga reorientasi terhadap nilai-nilai perjuangan untuk negeri ini, kata Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Prof Dr Hari Purnomo.

 

“Hal itu untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” katanya di sela temu alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, Sabtu (15/8/2015)

 

Menurut dia, reuni juga dapat menjaga silaturahmi dan kebersamaan antara alumni dan sivitas akademika FTI UII untuk mewujudkan kemajuan program studi dan fakultas.

 

Selain itu, kontribusi alumni juga diharapkan pada pengembangan program studi seperti kurikulum dan dapat segera mewujudkan “Beasiswa Alumni FTI UII” yang sumber dananya berasal dari alumni.

Ia mengatakan temu alumni FTI UII juga diisi program pengabdian masyarakat berupa penghijauan dengan penanaman 1.000 bibit pohon sirsat.

 

Bibit pohon itu akan ditanam di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu desa yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi pada 2010.

 

“Penanaman bibit pohon itu diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lereng Merapi dengan membuat industri pengolahan hasil-hasil perkebunan,” katanya.

 

Dekan FTI UII, Dr Imam Djati Widodo mengatakan FTI UII yang memiliki lima program studi telah menghasilkan 12.512 alumnus. Lima program studi itu antara lain Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.

 

Menurut dia, FTI UII berkomitmen membentuk lulusan yang berkompeten dalam bidang teknologi informasi, elektro, mesin, industri, dan kimia serta menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan di kehidupan masyarakat.

 

“Selain itu juga mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjiwa Islam dan berpartisipasi aktif dalam membangun masyarakat dan negara Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridla Allah SWT,” katanya.

 

Sumber : Kantor Berita Antara Jogja

Jerri Irgo

“Dapat terjaganya silaturahmi dan kebersamaan antara Alumni dan Civitas Akademia FTI UII untuk mewujudkan kemajuan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII)” demikian harapan yang disampaikan oleh Dekan FTI UII, Dr Imam Djati Widodo saat melakukan checking akhir persiapan kegiatan “5.000 Alumni Pulang Kampus” di Gedung KH Mas Mansur, Rabu (12 Agustus 2015)

 

“Acara 5000 alumni UII ini tidak sekedar kangen-kangenan, tapi ada reorientasi terhadap nilai-nilai perjuangan untuk Negara tercinta, Indonesia” ujarnya

 

“Selain itu, juga diharapkan kontribusi Alumni pada pengembangan program studi seperti pengembangan kurikulum dan dapat segera mewujudkan Beasiswa Alumni FTI UII yang sumbernya berasal dari Alumni  untuk beasiswa adik-adik angkatan yang masih kuliah” tutup Dr. Imam Djati Widodo

 

 

Jerri Irgo

“Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta, sudah siap menyambut Alumni dengan substansi kegiatan yang bertajuk 5.000 Alumni Pulang Kampus. Kegiatan  ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi negara tercinta, Indonesia. Mengingat saat ini Indonesia tengah menghadapi banyak permasalahan” demikian disampaikan Prof. Dr. Ir. H. Hari Purnomo, MT selaku Koordinator Chapter FTI UII didampingi Hamid ST.,M Eng, Team Chapter FTI UII  , saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung KH Mas Mansur, Senin (10 Agustus 2015).

 

“Adapun rundown acara Alumni Pulang Kampus chapter FTI  UII yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu (15 Agustus 2015) bertempat di auditorium FTI UII, lt. 3  mulai pukul 13.00  hingga 16.30 dengan agenda sebagai berikut “ ujarnya

 

  • 13.00-14.00 Makan siang diiringi live music dr kosmik
  • 14.00-15.00 Sambutan Dekan FTI & Ketua Panitia dilanjutkan dengan dialog singkat
  • 15.00-16.30 Sholat ashar dilanjutkan acara di prodi masing-masing
  • 16.30 persiapan acara makan malam di belakang auditorium Kahar Muzakir (Nb. Alumni FTI akan berkumpul di FTI pukul 18.30 utk bersama-sama berangkat ke acara utama di Kahar Muzakir).

Pendaftaran bagi Alumni dapat dilakukan secara online – Pendaftaran 5.000 Alumni Pulang Kampus

 

“Kegiatan tersebut sekaligus sebagai wadah reuni atau silahturahmi bagi mantan-mantan aktivis mahasiswa kampus Islam itu” pungkasnya.

 

 

 

Jerri Irgo

Dengan terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan, maka tuntaslah rangkaian Ibadah Shaum yang diwajibkan bagi umat islam selama satu bulan penuh, tanpa jeda.

 

Inilah hari pembuktian siapa sajakah yang berhak mendapatkan predikqt Juara yang bertitel Al-Muttaqin (orang bertakwa) sebagaimana yang disebutkan Allah dalam surat albaqarah ayat 183 “ Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu supaya kamu menjadi orang yang bertakwa”.

 

Gema Takbir berkumandang dari bibir-bibir manusia yang berbahagia, mengagungkan nama Allah SWT membahana diseluruh penjuru bumi, yang disambung gegap gempita malaikat yang berada dilangit layaknya menyambut sang Juara. Inilah hari kemenangan bagi jiwa yang mampu menahan nafsunya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang patuh pada perintah tuhanNya, inilah hari kemenangan bagi jiwa yang selalu berderma.

 

Iedul Fithri, kembali kepada fitrah yang suci, adalah hari kemenangan bagi mereka yang telah menyempurnakan puasanya atau lebaran (selesai) dalam menjalankan puasanya yang ditutup dengan mengeluarkan zakat fitrah . Islam adalah agama yang sempurna, yang mengajarkan kepada umatnya melakukan Hablumminallah dan hablumminannas , dengan demikian Puasa tidak hanya dipahami sebagai nilai spiritual pribadi antara manusia dengan Allah tapi puasa mengajarkan kita untuk mempunyai jiwa social yang menyeru kepada umat manusia menjadi peduli kepada sesama.

 

Dalam kalimat bijak disampaikan “Tidaklah dikatakan memperoleh Ied bagi mereka dengan busana yang Jadid (baru), tetapi mereka yang mendapatkan Ied adalah mereka yang Takwanya Taziid (bertambah)”. Sungguh energy Ramadhan adalah energy para Juara, energy yang membawa kepada kebaikan, energy yang membawa kepada kefitrahan manusia.

 

Kekuatan energy ini akan terukur sejak bulan syawal, karena

syawal sendiri artinya peningkatan, artinya jika para manusia menjadi lebih baik pasca Ramadhan berarti puasa yang dilakukan sukses atau diterima, begitu pula sebaliknya. Sehingga dihari raya Iedul Fitri do’a yang paling Indah untuk disampaikan adalah Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqabballahu Shiyamana wa shiyamakum, Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal Aidin wal Faizin. (semoga Allah menerima amal kita dan amal anda sekalian, menerima puasa kita dan puasa anda sekalian, semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian orang-orang yang kembali suci dan memperoleh kemenangan). Allahu Akbar x 3, Laa Ilahaa Illa Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamdu.

 

Disampaikan Agus Mansur, ST, M.Eng. Sc, Sekretaris Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas islam Indonesia (PPs FTI UII).

Centris Fair adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Centre of Islamic Engineers Universitas Islam Indonesia (Centris UII). Kegiatan ini Centris UII laksanakan untuk kedua kalinya dengan 3 rangkaian kegiatan, antara lain Seminar Kewirausahaan, Tabigh Akbar dan Studi Banding (Rihlah).

 

Pada Seminar Kewirausahaan bertema tentang “Muslim Social Enterpreneur”. Tema tersebut dipilih untuk membentuk mahasiswa menjadi pengusaha muda yang tidak hanya sukses dari segi materi (harta benda) namun juga melibatkan ajaran-ajaran Islam dalam proses menggapai impian tersebut. Seperti yang dicontohkan oleh kedua pemateri yaitu Adi Jetendra pemilik Warung Es Gena Duren dan Yoyo Hery Wahyono pemilik Warung Spesial Sambal. Mereka mumulai usaha dari nol sembari kuliah dengan modal yang sedikit dan susah payah, ketika mendapat keuntungan mereka membagikan hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan. Acara ini terbukti sangat manarik dengan jumlah 150 peserta yang hadir di Auditorium FTI untuk mendapatkan ilmu pada acara seminar yang dilaksanakan pada hari minggu 31 Mei 2015.

 

Acara Tabligh Akbar bertemakan tentang “Sedekah Kok Hitung Hitung” dengan pembicara K.H. Hamammudin (Guru Aliyah Pondok Pesantren Pandanaran). Kegiatan ini dilaksanakan setelah sholat jum’at di Mesjid Ulil Albab tanggal 29 Mei 2015. Kegiatan ini menyampaikan bahwa harta yang kita miliki tidak sepenuhnya milik kita tetapi juga ada hak untuk orang yg kurang mampu didalamnya, oleh karena itu ketika bersedekah jangan hitung-hitung karena di luar sana banyak orang yang lebih membutuhkan sebagian harta kita. Dalam kegiatan ini turut mengundang anak-anak yatim dari panti asuhan yang sekaligus penggalangan dana dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim tersebut.

 

Rangkaian yang terakhir Studi Banding ke Kampus Universitas Diponegoro Semarang, lebih tepatnya Lembaga Dakwah  Fakultas Teknik “Izzati”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu 7 juni 2015 dengan 40 kader dan pengurus yang ikut didalamnya. Tujuan dari kegiatan ini untuk bertukar ilmu dalam strategi dakwah dan menjalin kerja sama dalam mempererat kekeluargaan internal Centris maupun ekstenal dalam hal ini kampus Undip Semarang. Studi banding ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas Centris UII kedepannya.

Mutiara KP.

157-jaka_tarip_foto

Jaka Tarip. Merupakan inovasi produk meja setrika yang dibuat oleh lima mahasiswa Teknik Industri UII dalam bimbingan M Ragil Suryoputro ST.,MSc. Kelima mahasiswa kreatif tersebut adalah Puput Rahmawati, Rizqi Ramadhani, Damang Suhdi Lubis, Halimatussadiah, dan Risky Fadhillah. Menurut Puput Rahmawati, ketua tim, ide produk ini berawal dari melihat ukm-ukm laundry dalam proses mencuci hingga menyetrika pakaian. “Kami lihat dari proses laundry yang ada proses menyetrikalah yang membutuhkan waktu lama, karena menyetrika butuh dilakukan per lembar sehingga pasti membuat karyawan laundry kewalahan dan bahkan durasi tunggu bagi pelanggan akan bertambah lama karena banyaknya antrian pakaian” tutur Puput Rahmawati selaku ketua tim tersebut.

 

Mahasiswa yang berasal dari Kalimantan tersebut juga menjelaskan bahwa jaka tarip sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada ukm laundry saja, namun juga kepada ibu rumah tangga di Indonesia. “Ditujukan kepada ukm laundry dan ibu rumah tangga di Indonesia saja karena ukuran yang ditetapkan dalam jaka tarip sudah mengikuti ukuran normal tubuh orang-orang Indonesia berdasarkan data anthropometri” kata Puput.

 

Prinsip kerja pada alat ini adalah menggunakan mekanisme putar dan lipat, sehingga dengan menggunakan jaka tarip, pengguna bisa menyetrika dan melipat pakaian sekaligus sehingga pengerjaan akan lebih praktis. Bahan dasar alat ini adalah stainless steel sehingga kekokohan alat sudah terjamin, kata mereka.

 

Kelima mahasiswa industry tersebut berharap agar produk jaka tarip bisa segera mendapatkan hak paten dan hak cipta dan bia segera diproduksi masal agar dapat membantu ukm-ukm laundry dalam mempercepat proses menyetrika dan lebih produktif.

 

Umina L.

Kembali mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berhasil ciptakan alat atau produk stapler otomatis yang mereka sebut INSTAPRES. Mereka adalah mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknik Industri Rizqi Ramadhani dan Muhammad Rizal Afif, Prodi Teknik Mesin, Puput Rahmawati dan Setyo Ardi Pramana, Prodi Teknik Elektro, M Alfian Noor Ramadhan. Mereka tergabung dalam satu tim yang solid.

 

Ide awal alat ini adalah berakar dari permasalahan UKM katering dalam menstaples kardus untuk membungkus kue dan makanan pesanan pelanggan. Apabila biasanya pihak katering menstples kardus makanan dan kue mereka menggunakan stapler konvensional, Rizqi dan kawan-kawannya menawarkan inovasi alat modern, yaitu stapler otomatis dengan komponen mesin dan elektronika yang dibuat dengan apik.

 

“Ide ini berawal dari permasalahan para usaha katering yang kerepotan menstapler kardus makanan mereka, apalagi kalau sampai harus menerima ribuan pesanan dalam sehari, pasti karyawannya sangat kewalahan,“ tutur Rizqi Ramadhani selaku ketua tim dalam penelitian.

 

Dalam menjalankan penelitiannya ini, mereka menggandeng mitra Toko Melia yang menjual berbagai aneka roti dan kue. Mitra akan menjadi tempat pertama mereka untuk mensimulasikan alat mereka dan melakukan evaluasi. “Memang aslinya alat ini dibuat untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra kami“ kata Rizqi. Saat ditanyakan tentang harapan kedepan atas penelitian ini, Rizqi dan kawan-kawan tersenyum, mereka serentak menjawab “semoga bisa segera diproduksi masal dan bermanfaat bagi ukm-ukm katering di Yogyakarta bahkan se-Indonesia“, tuturnya penuh harap.

 

Umina L.