Senat Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menetapkan Prof Hari Purnomo sebagai Dekan FTI UII periode 2018-2022.  Penetapan dilakukan setelah tahapan Pemilihan Dekan oleh Senat Fakultas  dilaksanakan di Audiovisual FTI UII, Lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo meraih 55,1% atau 27 suara dan Dr. R Teduh Dirgahayu meraih 44.9% atau 22 suara. Keterlibatan pemilih yang hadir mencapai 96,1% atau 49 dari 51 jumlah pemilih.

Baca : Solidnya Calon Dekan FTI UII

“Alhamdulillah, selamat menjalankan tugas pada Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi pada proses Pemilihan Dekan  FTI UII mulai dari tahap awal hingga tahap pemilihan oleh Senat Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) semua berjalan dengan lancar” ungkap Ir. Sukirman, MM, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Calon Dekan di FTI UII (31 Mei 2018)

Baca Juga : Mengenal Tiga Calon Dekan FTI UII

Pilihan Ulang

Sebelumnya penetapan oleh Senat, karena ada dua Calon Dekan memperoleh suara tertinggi dalam jumlah sama maka dilakukan pemungutan suara ulang dengan cara sama, sesuai dengan peraturan PP, dimana Dr. R Teduh Dirgahayu dan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, sama-sama  meraih  43,8%  atau 21 suara dan Ir Agus Taufiq, M.Sc meraih 10,4% atau 5 suara, serta terdapat 1 suara yang tidak sah, maka diputuskan dilakukan pemilihan ulang.

Semoga Allah, meridhoi UII, aaminnn

Jerri Irgo

 

Alhamdulillah tugas-tugas sudah saya laksanakan, tentu dengan berbagai kekurangannya. Semangat kerja dan kepercayaan diri seluruh sivitas akademika UII telah pulih, sehingga semua bekerja dengan keras, cerdas, tuntas dan ikhlas. “Selain keadaan UII sudah kembali normal, juga prestasi-prestasi membanggakan berhasil diraih baik di bidang akademik maupun non akademik, baik oleh institusi, dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa. Berbagai penghargaan juga diterima” jelas Nandang Sutrisno SH., LLM., M.Hum.,Ph.D., saat memberikan keterangan pers di Kampus UII Cik Ditiro, (27 Mei 2018).

Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum.,Ph.D., Rektor UII, masa bakti mulai Maret 2017 dan akan berakhir pada tgl 1 Juni 2018. Menyelesaikan masa bakti Rektor UII masa bakti 2014 – 2018, Dr. Ir. Harsoyo , M.Sc yang mengundurkan diri karena ada musibah Mapala Unisi. Dr. Harsoyo mundur pada 26 Januari 2017 di dalam pertemuan di Kopertis Wilayah V di depan Menristek M Nasir. Sebelum Nandang diangkat, Pelaksana Rektor UII dipercayakan kepada Ilya Maharika PhD yang tetap merangkap sebagai WR I.

Pada forum tersebut Nandang Sutrisno sekaligus pamitan kepada jajaran media, didampingi ketiga Wakil Rektor (WR) yakni WR I Ir Ilya F Maharika MSc PhD, WR II Dr Nur Feriyanto dan WR III Ir Agus Taufik MSc.

“Bahkan tidak berlebihan bahwa saat ini UII berada pada prestasi puncaknya selama sejarah UII, saya menaruh kepercayaan penuh bahwa penerus saya, Fathul Wahid, Ph.D yang akan membawa UII lebih berprestasi lagi menuju puncak-puncak yang lebih tinggi lagi” tegasnya.

Nandang menambahkan “Oleh karena itu saya dan semua Wakil Rektor, para Direktur, Dekan, Ketua Program Studi dan semua Pejabat UII akan meninggalkan posisi masing-masing dengan kepala tegak, langkah mantap dan hati ikhlas”

“Saya secara pribadi maupun institusi mengucapkan terima kasih, semoga Allah SWT membalas kebaikan teman-teman semua. Saya juga memohon maaf jika selama berinteraksi ada hal-hal yang kurang berkenan” pungkas Nandang.

Redesain Baru

Sementara WR II Dr Nur Feriyanto mengingatkan, tantangan UII akan semakin berat di era disruption. Bisa dipahami, karena setiap era ada tanggungjawab dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, Nur Feriyanto berharap penerus yang akan dilantik pada 1 Juni, memiliki kemampuan menanggulangi dan membawa UII ke puncak yang baru.

“Tantangan pimpinan yang tidak ringan di waktu mendatang adalah perubahan statute yang akan mengubah organisasi dan pola kerja. Paling nyata nanti ada 4 wakil rektor dan dekan dengan 2 wakil. Ini juga menyangkut perubahan anggaran,” jelas Feriyanto.

Hal ini sebagaimana disebutkan WR III Agus Taufik MSc, UII sekarang berada dalam puncak prestasi sepanjang sejarah. Kemahasiswaan UII berada dalam peringkat I nasional dari sekitar 4.300 PTS di Indonesia. Bahkan dalam beberapa capaian, UII mampu mengungguli perguruan tinggi negeri (PTN).

“Tahun ini, UII meraih pendanaan PKM untuk 92 proposal. Ini sangat luar biasa, meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya,” kata Agus.

Semua ini disebut WR I Ilya Maharika PhD, tidak lepas dari redesain baru yang menjadi tugas pimpinan periode 2014-2018. Termasuk akreditasi internasional untuk 5 program studi yaitu Teknik Sipil (Jepang), Arsitektur dan Profesi (Korea Selatan) serta Teknik Lingkungan (AS) dan akuntansi (Inggris). Dalam waktu juga dilengkapi Prodi Kimia

Jerri Irgo

Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), dilaksanakan di Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (25 Mei 2018)

Ketiga Calon Dekan yaitu Dr. R Teduh Dirgahayu, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo dan Ir Agus Taufiq, M.Sc – tampak solid, dalam menyampaikan rencana aksi yang merupakan tahapan dalam Pemilihan Dekan FTI UII tahun 2018-2022.

Dr. R Teduh Dirgahayu, dalam paparannya menegaskan tiga misi besar yang dijabarkan dalam sejumlah program strategis, diantaranya  “Peningkatan kejelasan proses manajemen dan level kualitas layanan dengan memanfaatkan TI menjadi salah satu yang perlu dilakukan FTI UII sebagai organisasi pelayanan” tutur Teduh

Dr. R Teduh Dirgahayu dengan tema yang diusung “Menegaskan Peran FTI Sebagai Organisasi Berorientasi Layanan Berkarakter Islami” secara ringkas disampaikan perlunya melakukan peningkatan fasilitas perluasan dan implementasi kerjasama untuk penyiapan alumni yang siap berkarya di level nasional dan internasioal

Baca :

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, dengan tema “Menggugah Potensi Diri Untuk Mencapai Keunggulan Akademik dan Pelayanan”. FTI UII harus mampu menjadi pengerak untuk membantu UII menghadapi makin ketatnya persaingan antar Perguruan Tinggi di Indonesia”.

Prof Hari menegaskan “FTI UII, perlu melakukan percepatan terhadap kualitas riset dan pengembangan SDM dengan cara meningkatkan kerjasama dan implementasi secara nyata, selanjutnya meningkatkan peran Dosen diranah nasional dan internasional, baik peran di akademik dan praktisi serta peningkatan kemampuan mahasiswa untuk mendukung daya saing untuk prestasi yang menjulang

Baca :

“Merajut Harapan, Menggapai Cita-Cita, Mengabdi Kepada Allah Untuk Pengembangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII)” menjadi tema Calon Dekan Ir Agus Taufiq, M.Sc

Agus Taufiq jelaskan proses bisnis di FTI UII dilaksanakan atas dasar 4 pilar yaitu, pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah Islamiyah, yang selanjutnya disebut Catur Dharma. “termasuk didalamnya penguatan technopreneur dan mendatangkan World Class Professor untuk kolaborasi publikasi dan riset. Penguatan Eco Campus, mengembangkan pusat-pusat pelayanan bertaraf internasional berbasis kearifan lokal” tegasnya

Baca :

Tahapan selanjutnya adalah Pemilihan Dekan oleh Senat Fakultas (31 Mei 2018)

Semoga Allah, meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Pemilihan Calon Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) akan masuk tahapan Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan, akan dilaksanakan di Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (25 Mei 2018)

Tiga nama Calon Dekan yang tidak asing lagi, berdasarkan hasil pemilihan yang dilaksanakan di Hall FTI UII Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (18 Mei 2018) yaitu Dr. R Teduh Dirgahayu meraih 30,5% atau 43 suara sebagai urutan pertama, diurutan kedua Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo meraih 24,1% atau 34 suara, dan Ir Agus Taufiq, M.Sc pada urutan ketiga besar meraih 17,0% atau 24 suara.

Dr. Raden Teduh Dirgahayu, ST., M.Sc., (Yogyakarta, 22 Juni 1974), menyelesaikan Program Doktornya di Computer Science, University of Twente (2010). Jabatan Dr R Teduh Dirgahayu saat ini sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII (2014-2018) dan sebelumnya Kepala Badan Sistem Informasi UII (2010-2014).

Calon Dekan FTI UII Termuda ini, juga sebagai pakar di Sistem Informasi Enterprise, mendapat penghargaan Best paper award dari IEEE International Conference on Cybernetics and Computational Intelligence (2017).  Dr Teduh juga tercatat sebagai anggota di Organisasi Profesi Internasional yaitu di Internet Society (2010-sekarang) dan IEEE Computer Society (2003-sekarang).

Baca : Curriculum Vitae Dr. Raden Teduh Dirgahayu.

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT, (Lumajang, 3 Januari 1964). Tercatat sebagai Guru Besar UII ke-13 pada tahun 2012 yang sebelumnya menyelesaikan Program Doktornya di Program Studi Ilmu Kedokteran,Universitas UDAYANA (2007). Jabatan Prof Hari Purnomo saat ini Kepala Badan Perencana UII (2008- Sekarang) sebelumnya Kepala Program Studi Teknik Industri UII (2001-2005).

Salah satu karya ilmiah yang diunggulkan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo adalah The Use of Macro-Ergonomic Work Syestem Design to Reduce Musculoskeletal Disorders and Injury Risk in Training (2017).  Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, tercatat sebagai anggota di International Ergonomics Association (2012-sekarang) dan pernah menjabat Sekretaris Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) tahun 2003-2006.

Baca : Curriculum Vitae Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo.

Ir. Agus Taufiq, M.Sc., (Temanggung, 22 Nopember 1959), menyelesaikan Program Master di Fakulti Kejuruteraan Universiti Kebangsaan Malaysia (2001). Agus Taufiq saat ini adalah menjabat Wakil Rektor III UII (2017-2018), sebelumnya Kepala Lab Kimia Dasar Jurusan Teknik Kimia FTI UII (2015-2017) dan Kepala Laboratorium Kimia Dasar Terpadu UII (2010- 2014).

Salah satu karya ilmiah Ir. Agus Taufiq, M.Sc. adalah Comparison of Different Methods for Extraction Indonesian Cashew Nut Shell Liquid: Yield, Chemical Composition yang dipublikasikan di International Conference on Global Sustainability and Chemical Engineering “Catalyzing Technologies For Sustainable Solution” Fac. of Chemical Engineering, Universiti Teknologi Mara Malaysia (2017). Ir. Agus Taufiq, M.Sc. tercatat sebagai anggota di Organisasi Profesi Persatuan Insinyur Indonesia (2016-sekarang)

Baca : Curriculum Vitae Ir. Agus Taufiq, M.Sc.

Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mengharapkan mahasiswa diminta untuk waspada dan tetap tenang menjalankan kegiatan seperti biasa sambil ikut mengikuti perkembangan status Gunung Merapi.

“Mahasiswa diharapkan untuk mengikuti petunjuk dari badan yang berwenang yaitu Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) termasuk  tidak melakukan kegiatan didaerah yang dilarang. Semoga Allah  melindungi kita semua. Aamiin” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja, lantai 2 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (22 Mei 2018)

Senada dengan penyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat didaerah setempat tetap tenang mesti status Gunung Merapi telah dinaikkan dari normal menjadi waspada “Tapikan (aktivitas) lavanya tetap normal, masyarakat tenang sajalah” kata Sultan di komplek Kantor Kepatihan Yogyakarta

Hal tersebut merespon informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menetapkan status Gunung Merapi naik dari Normal ke Waspada, Senin, 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB.

Sebagaimana Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada Antara, “Belum ada inikasi pergerkan magma, namun kami masih terus melakukan pengecekan laboratorium terhadap material yang terlontar saat erupsi freatik”

Salah satu faktor yang menyebabkan BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari normal ke waspada adalah munculnya gempa tremor setelah erupsi freatik (21 Mei 2018) pukul 17.50 WIB dan kembali muncul kembali pada (22 Mei 2018) pukul 01.47 WIB.

Tremor tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk diantaranya tekanan gas yang cukup tinggi dengan beragam material seperti abu yang kemudian naik ke atas

Selain itu, lanjut Hanik, BPPTKG juga tidak mendeteksi adanya deformasi berdasarkan hasil pengamatan dari EDM (Eletronic Distance Measure) yang ditempatkan maupun dari GPS.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi tidak panik dan selalu mematuhi informasi yang disampaikan petugas di lapangan..

Jerri Irgo

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, representatif dari FTI UII didampingi Ir Sukirman, MM, Ketua Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII di Tingkat FTI UII mengharapkan kehadiran civitas akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), Dosen, Tendik dan mahasiswa pada Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan FTI UII. Hal tersebut disampaikan dalam releasenya (21 Mei 2018).

Baca : Terpilih 3 Calon Dekan FTI UII

Kegiatan Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan FTI UII tersebut, akan dilaksanakan hari Jumat, 25 Mei 2018 jam 8.30 WiB sampai dengan selesai, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta

Baca Juga : Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, Periode 2018 – 2022

Ketiga Calon Dekan FTI UII tersebut yaitu Dr. R Teduh Dirgahayu yang meraih 30,5% atau 43 suara sebagai urutan pertama, diurutan kedua Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo meraih 24,1% atau 34 suara, dan Ir Agus Taufiq, M.Sc pada urutan ketiga besar meraih 17,0% atau 24 suara, akan menyampaian Rencana Aksi Calon Dekan FTI UII periode 2018-2022

Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

 

Hasil hitung cepat atau quick count pada Pemilihan Calon Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia periode 2018 sd 2022, menempatkan Dr. R Teduh Dirgahayu meraih 30,5% atau 43 suara sebagai urutan pertama, diurutan kedua Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo  meraih 24,1% atau 34 suara, dan Ir Agus Taufiq, M.Sc pada urutan ketiga besar meraih 17,0% atau 24 suara.

Baca : PP, Tetapkan Bakal Calon Dekan dan DPT

Alhamdulillah, Pemilihan Calon Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berjalan dengan lancar. Dr. R Teduh Dirgahayu, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo dan Ir Agus Taufiq, M.Sc terpilih menjadi tiga tertinggi jumlah perolehan suara pada hasil perhitungan suara, selanjutnya akan ditetapkan dan diumumkan oleh Panitia Pemilihan.

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, representatif dari FTI UII, didampingi Ir Sukirman, MM, Ketua Panitia Pemilihan Dekan  dan Wakil Dekan UII di Tingkat FTI UII mengungkapkan rasa syukur, disampaikan seusai acara pemilihan yang dilaksanakan di Hall FTI UII Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (18 Mei 2018).

Sukirman menjelaskan jumlah pemilih yang hadir 81,5% atau 141 dari 173 jumlah seluruh pemilih dan terdapat 1 suara tidak sah.

Baca Juga : Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, Periode 2018 – 2022

Selanjutnya ketiga Calon Dekan FTI UII tersebut akan masuk pada tahapan selanjutnya yaitu Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan (25 Mei 2018)

Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Civitas Akademika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) di awal Ramadhan 1439 akan melakukan Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Periode 2018 – 2022.

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII, representatif dari FTI UII, ungkapkan hal tersebut melalui pesan singkatnya (15 Mei 2018)

“Proses Penetapan & Pengumuman Daftar Pemilih Tetap Dalam Pemilihan Calon Dekan dan Wakil Dekan FTI UII, merujuk Lampiran Surat Keputusan Panitia Pemilihan Dekan Dan Wakil Dekan Periode 2018-2022 Nomor: 03/SK-PP/V/2018 Tentang Daftar Pemilih Tetap Dalam Pemilihan Calon Dekan telah disahkan pada tanggal 14 Mei 2018, dari daftar tersebut, FTI terdapat 173 Pemilih Tetap” ujar Dosen Magister Teknik Informatika tersebut.

Izzati menjelaskan, berdasar Daftar Pemilih tetap yang dikeluarkan Panitia Pemilihan (PP) terdapat 104 atau 60% pemilih adalah Dosen Tetap Reguler selanjutnya Dosen Tetap perjanjian Kerja sejumlah 26 atau 15% pemilih dan Tenaga Pendidik Tetap terdapat 29 atau 17% pemilih serta Perwakilan Lembaga Mahasiswa sejumlah 14 atau 7% pemilih.

Baca : Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan UII

Menurut Izzati Muhimmah, proses Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Universitas Islam Indonesia Periode 2018-2022 akan dimulai pada tanggal 18 Mei 2018 dengan agenda Pemilihan Calon Dekan selanjutnya Penetapan & Pengumuman Calon Dekan.

Terdapat 12 Bakal Calon Dekan FTI UII berdasarkan daftar yang dikeluarkan Panitia Pemilihan Tingkat Pusat, yaitu:

  1. Ir. Agus Taufiq, M.Sc
  2. Dr. Ir. Elisa Kusrini, MT
  3. Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT
  4. Dr.Eng Hendra Setiawan, ST, MT
  5. Hendrik, ST, M.Eng
  6. Dr. Ir. Paryana Puspaputra, M.Eng
  7. Dr. R. Teduh Dirgahayu, ST, M.Sc
  8. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T
  9. Tito Yuwono, ST, M.Sc
  10. Wahyudi Budi Pramono, ST, M.Eng
  11. Yustiasih Purwaningrum, ST, MT
  12. Zaibudin Zukhri, ST, MIT

Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2018 dan Pemilihan Dekan Terpilih dalam Rapat Senat Fakultas serta Penetapan & Pengumuman Dekan Terpilih pada tanggal 31 Mei 2018.

Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (PPs FTI UII) Yogyakarta mengajak warganet untuk memerangi terorisme dengan kesadaran berperilaku positif di ruang siber. Kampanye berperilaku positif di ruang siber dengan membumikan tag line ‘Crime Leaves Trace’ dan slogan ‘Think before Click’ sudah dilaksanakan sejak bulan Maret 2018 lalu dengan seminar dan pelatihan di berbagai kota.

“Melalui tag line ‘Crime Leaves Trace’ dan slogan ‘Think before Click’ diharapkan akan menumbuhkan alam bawah sadar masyarakat bahwa sekecil apapun perilaku negatif yang merugikan orang atau pihak tertentu akan dapat ditangkap aparat. Tentu ini akan merugikan diri sendiri karena akan bersinggungan dengan aspek hukum,” kata Dr R Teduh Dirgahayu, Ketua PPs FTI UII kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (15/5/2018).

Lebih lanjut Teduh mengatakan dengan slogan ‘Think before Click’ diharapkan memunculkan perilaku positif dalam masyarakat. Sehingga mereka selalu waspada dan bijak menggunakan digital device dalam beraktivitas di ruang siber.

“Perilaku positif tersebut antara lain terwujud dalam bentuk tidak mudah melakukan share dan click untuk hal yang terkait dengan data dan aplikasi. Selain itu, juga muncul kesadaran untuk tidak terlibat dalam penggunaan berbagai sarana dan media yang mengarah pada tindakan negatif yang merugikan orang lain,” kata Teduh.

Era teknologi informasi, kata Teduh, telah menghantarkan manusia pada sebuah dimensi dan ruang baru untuk berinteraksi atau ruang siber (cyberspace). Kekuatan ruang siber ini adalah kemampuannya untuk melakukan digitasi berbagai jenis konten dengan beragam format dan menyimpannya di berbagai media.

Ketersediaan berbagai jenis platform aplikasi membuat ruang siber menjadi ruang publik yang memiliki karakteristik mirip kehidupan nyata. Di ruang siber, segala sekat kehidupan sosial yang selama ini menjadi rambu-rambu berinteraksi menjadi hilang. “Dalam ruang siber, siapa pun dapat menjadi apa pun untuk melakukan apa pun serta di mana pun berada,” ujar Teduh yang menambahkan kampanye ini merupakan rangkaian Milad UII ke 75.

Sementara Yudi Prayudi MKom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) UII mengatakan berdasarkan informasi dari media, kerusuhan LP Cipinang Cabang Kelapa Dua (Mako Brimob) dan bom di Surabaya didukung aktivitas para pelaku dan jaringannya dalam media sosial. Ada empat hal yang menarik dari penyalahgunaan pemanfaatan media sosial yaitu sifat anonim, cakupan tanpa batas, mudah dan murah, serta penyediaan layanan tambahan.

“Ada enam fungsi media sosial yang umumnya dilakukan para pelaku teroris yaitu rekruitmen dan mobilisasi, membangun jejaring komunikasi terbatas sesama pelaku, sharing informasi; penyebaran paham dan ideologi, perencanaan dan koordinasi: penyampaian taktik dan setrategi, perang psikologis dan propaganda: menyebar ancaman dan propaganda berdampak pada munculnya ketakutan masyarakat, dan penggalangan dana,” kata Prayudi.

Selain enam hal di atas, lanjut Prayudi, terdapat alasan lain mengapa media digunakan secara efektif oleh jaringan teroris. Pergerakan teroris di ruang nyata mungkin dapat dengan mudah terdeteksi melalui berbagai instrumen yang diterapkan aparat. “Namun pergerakan mereka di ruang siber sulit dideteksi. Penerapan sifat anonim terhadap setiap aktivitas dalam ruang siber dapat dilakukan dengan mudah,” tandas Prayudi.

diberitakan : Jogpaper

Jerri Irgo

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) mengimbau pada Civitas Akademika FTI UII untuk tetap mengikuti perkuliahan sesuai jadual, “Belum ada informasi atau instruksi dari Universitas terkait perkuliahan, sementara jalan terus, kami imbau tetap tenang,” ucapnya di ruang kerja Dekan FTI UII, Lantai 2 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (Jumat, 11 Mei 2018)

Civitas Akademika UII dan Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi dihebohkan oleh letusan yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.40 WIB dengan asap membumbung tinggi yang keluar dari Gunung Merapi.

Mengutip Kepala BBPPTKG Hanik Humaida kepada Antara, “Benar terjadi letusan freatik di Gunung Merapi sekitar pukul 07.40 WIB dengan ketinggian kolom asap mencapai 5,5 kilometer (km),” kata  Dia menjelaskan letusan freatik tersebut terjadi sekitar lima menit dan sempat terdengar suara gemuruh, namun tidak ada letusan susulan.

Sedangkan untuk hujan abu usai letusan, Hanik mengatakan, masih belum dapat memastikan. BPPTKG sedang menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan di lapangan, yaitu di Pakem dan sekitar Kaliurang.

Hanik mengatakan letusan freatik di Merapi tidak hanya terjadi saat ini tetapi sudah terjadi beberapa kali. Ini juga merupakan kondisi normal usai letusan besar di Merapi pada 2010. “Letusan ini dipicu akibat ada uap air yang bertemu dengan panas yang menyebabkan terjadi embusan. Letusan didominasi uap air,” katanya. Sebelum terjadi erupsi, jaringan seismik Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan.

Namun demikian, sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat pukul 06.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum erupsi. Pascaerupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi tidak panik dan selalu mematuhi informasi yang disampaikan petugas di lapangan. Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Merapi “Aktif Normal”.

Jerri Irgo