Dr R Edi Prio Pambudi, SE, MA, Staf Ahli Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Kementerian Koordinator Keuangan Republik Indonesia menyatakan “Welcome to Hyper Connected World, dimana berawal  dari people to people bergeser ke people to things dan saat ini things to things, sehingga perlu kolaborasi hulu hilir”.

Hal tersebut terjadi disemua komoditas termasuk pangan. Komoditas pangan merupakan sebuah sistem kehidupan, maka yang perlu dibentuk adalah sebuah ekosistem, bagaimana makanan dapat tersaji diatas meja makan. Dalam kerangka pikir seorang industrialis adalah harus berpikir efesiensi dan mampu menciptakan barang, untuk menciptakan harus punya pengetahuan dan teknologi yang akan diinjeksi sehingga barang yang diproduksi memiliki nilai tambah” jelasnya

Edi Pambudi memaparkan hal tersebut saat menjadi narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bertempat di ruang Audiovisual FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 Muharram 1441 H / 14 September 2019).

Pemanfaatan Maha Data (Big Data) dalam industri pangan meliputi “Pengendalian Stok Ketersediaan pangam, Maha Data dapat digunakan untuk memonitor gudang bulog dan ketersediaan stok didalamnya secara real time, selanjutnya digunakan untuk Perkiraan Distribusi Pangan, dengan sensor yang dipasang pada truk, Maha Data dapat digunakan untuk mengetahui kemana persebaran stol pangan tertentu” tuturnya

Edi menambahkan Maha Data pun dipergunakan untuk “perhitungan masa produksi dan panen, Maha Data juga dapat digunakan untuk menghitung kapan waktu optimum untuk produksi dan panen, relatif terhadap musim dan profiling selera dan preferensi masyarakat, Maha Data dapat dipergunakan untuk mengetahui preferensi terhadap makanan tertentu, dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan pangan”

Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr, Zaroni CISCP, CFMP – Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistics Indonesia hadir juga sebagai narasumber.

Zaroni, dalam paparannya menjelaskan “saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, dari pushing the resources ke pulling the resources, dengan memaksimalisasi sumberdaya, minimalisasi pemborosan (waste) dan optimalisasi harga yang dikemas menjadi CERDASS atau Chain Enterprises Resources Demand Analysis Sharing System sebagai salah satu opsi ketahanan logistik”

Sementara itu, scara terpisah Winda Nur Cahyo didampingi Andrie Pasca Hendradewa, Manajer Akademik Keilmuan Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, mengatakan pada semester ganjil ini, telah menerima 30 Mahasiswa Baru yang terdiri dari 16 orang Mahasiswa kelas Weekdays, selanjutnya 6 orang kelas Blok dan 9 orang Mahasiswa Program Seat in / Fast Track.

Jerri Irgo