Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia  (FTI UII), menyatakan “Perkembangan teknologi informatika untuk medis semakin berkenang,  sehingga berharap peran akademik baik prodi teknik informatika maupun magister teknik informatika dapat ditingkatkan lagi dari tahun ketahun”. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) IV 2013 dengan tema “Adopsi Teknologi Informatika Medis sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat, Sabtu (09/11/2013) bertempat di Auditorium Gedung Mas Mansur FTI UII Kampus Terpadu UII, Jl Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta.

 

Seminar Nasional Informatika Medis ini merupakan forum diseminasi pengetahuan dan informasi di bidang Informatika Medis. Seminar yang diselenggarakan rutin setiap tahun untuk keempat kalinya merupakan kerjasama antara Magister Informatika Program Pascasarjana (MI) PPs FTI UII dan Teknik Informatika FTI UII

 

Jerri Irgo

Bagaimana menjadi Wirausaha yang handal dengan menguasai 4 (empat) aspek Manajemen meliputi aspek pemasaran, aspek produksi, aspek SDM dan organisasi dan aspek keuangan?

 

CEFE International yang berkantor pusat di Auenweg 185, 51063 Cologne Germany, bekerjasama dengan Business Development Service Provider Universitas Islam Indonesia (BDSP UII), Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII dan ERP Competence Center Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi akan mengadakan CEFE Appreciation Workshop, pada hari Kamis (07/11/2013).

 

Direncanakan hadir sebagai pembicara adalah Eberhard Baerenz (CEFE International), Dr Ir H Harsoyo, M.Sc (BDSP UII), Beni Suranto, ST, M.SoftEng (Koordinator Bidang Keilmuan Magister Teknik Informatika PPs FTI UII) dan Dra  Primanita Setyono, MBA, Ak ‎(Team Leader SAP University Alliance at Universitas Islam Indonesia)

 

Info dan pendaftaran dapat hubungi Rina – Admisi Magister Teknik Industri PPs FTI UII 08572975960 atau Jerri Irgo Marketing PPs FTI UII 081392469391

 

Jerri Irgo

Ir Gumbolo Hadi Susanto, M.Sc, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), menyatakan “Keikutsertaan UII dalam hal ini diwakili oleh FTI, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP) dan Fakultas Ekonomi (FE) merupakan salah satu upaya mengenalkan UII lebih dekat dengan masyarakat luas di luar Daerah Istimewa Yogyakarta”.

 

Hal tersebut dinyatakan saat menghadiri dan memberikan support kepada team promosi UII di  Pameran Beasiswa Unggulan atau Beasiswa Unggulan Fair di Gedung FX Senayan, (1/11/2013) yang diselenggarakan oleh  Biro Program Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Kegiatan ini di ikuti sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

Adapun tema Beasiswa Unggulan Fair yang baru pertamakali digelar Biro PKLN Kemendikbud ini, bertajuk Meraih insan Indonesia cerdas dan kompetitif, pada tahun 2014 akan  menyiapkan 3000 program Beasiswa Unggulan (BU).

 

Antusias pengunjung Pameran Beasiswa Unggulan sangat terlihat, dengan salah satu indikator adalah semua paket tas dan brosur yang disediakan oleh 3 Fakultas habis, “kami menyiapkan 450 paket promosi, Alhamdulillah, semua telah terdistribusi ke pengunjung pameran” ujar Basori, salah satu team promosi UII dari Program Pascasarjana FTSP UII.

 

Tampak hadir juga Prof. Ir. Mochamad Teguh, MSCE, Ph.D, Dekan FTSP UII, Prof Hadri Kusuma, Drs, MBA, DBA, Dekan FE UII dan team promosi UII dari Jerri Irgo dari Program Pascasarjana FTI UII.

 

Jerri Irgo

 

JIka kita mau meluangkan sedikit waktu melirik beragam berita akhir-akhir ini, ada fenomena sosial yang perlu mendapatkan perhatian kita. Selain kasus korupsi yang tidak henti, muncul fenomena yang cukup menggelisahkan yaitu fenomena kejahatan siber (cyber crime) ujar Fathul Wahid Ph.D, Dosen Teknik Informatika dan Magister Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta

 

Kejahatan ini mewujud dalam banyak bentuk, mulai dari akses tanpa hak ke sistem komputer, pencurian data, sampai dengan penyebaran konten pornografi dan pelecehan online

 

Selengkapnya : Kendali Diri dan Kejahatan Siber

Tulisan ini telah dimuat dalam Kolom Analisis Kedaulatan Rakyat edisi 2 November 2013

 

Jerri Irgo

Metrotvnews.com, Jakarta: Biro Program Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 3000 program Beasiswa Unggulan (BU) untuk 2014.

 

“Ya kami menargetkan 2014 nanti program BU menjadi 3.000 peserta guna menampung lebih banyak lagi generasi muda kita khususnya para mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi,”kata Kordinator Program Beasiswa Unggulan (BU) Biro PKLN Kemendikbud AB Susanto disela sela acara Pameran Beasiswa atau Beasiswa Unggulan Fair di Gedung FX Senayan, Sabtu (2/11).Adapun tema Beasiswa Unggulan Fair yang baru pertamakali digelar Biro PKLN Kemendikbud tersebut bersama sejumlah kampus bertajuk Meraih insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Kegiatan ini di ikuti sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

 

Menurut AB Susanto,kegiatan pameran BU diharapkan dapat memberikan informasi langsung ke masyarakat tentang sekolah di dalam negeri dan luar negeri melalui dukungan Beasiswa Unggulan. “Pameran BU ini merupakan media sosialisasi tentang beasiswa Bu dan menjadi wadah bagi masyarakat luas mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya bagi seluruh pengunjung mal,”cetus AB Susanto.

 

Hemat dia,dengan aktivitas pameran yang biasanya digelar hotel maka pameran pendidikan di mal dapat lebih terinformasikan ke masyarakat. AB Susanto yakin dengan pameran tersebut para calon penerima beasiswa BU akan mendapatkan informasi lebih lengkap yang sesuai dengan keinginan masyarakat untuk melanjutkan studinya.

 

Ia berpesan untuk mahasiswa yang telah mendapat BU tetap mengutamakan dan mempertahankan prestasi yang telah di raih.Sedangkan bagi yang belum atau akan mendaftar program BU agar mempersiapkan diri dengan baik.

 

Sri Sulartiningrum, Pembantu Ketua Bibang Kemahasiswaan STP Trisakti yang hadir mendampingi mahasiswa di stand pameran mengatakan kesempatan masyarakan melanjutkan pendidikan tinggi terbuka luas dengan sejumlah program bantuan beasiswa dari Kemendikbud. Menurut dia, program BU sangat bermanfaat karena berhasil menampung mahasiswa dan juga anggota masyarakat yang dinilai layak dalam kemampuan profesinya mendapat program BU. “Sastrawan,tokoh masyarakat, budayawan, olahragawan dan juga wartawan dapat mendaftar program BU ini,”cetusnya.

 

Edvi Gracia lulusan S2 program BU STP Trisakti yang menjadi host acara tersebut menyatakan bahwa keunggulan program BU terbuka luas bagi masyarakat dan mahasiswa.

“Selama ini kesannya beasiswa itu hanya untuk mereka yang pintar dan prestasi bagus secara akademis padahal tidak demikian.Program BU terbuka bagi masyarakat lain yang punya prestasi di bidang lain.”pungkasnya.

 

Sementara Riska penerima BU double degree di UNJ dan Universitas di Jerman serta Etiva penerima BU double degree di IPB dan universitas di Jerman mengaku bersyukur mendapat bantuan beasiswa.Etiva kini telah lulus S2 double degree dan mengajar sebagai asisten dosen di IPB. “Saya bersyukur selain bisa kuliah dengan BU juga dapat belajar kebudayaan bangsa Jerman yang maju dan humanis serta amat menghargai orang lain,”ungkapnya. (Syarief Oebaidillah)

 

Sumber : Metro News

 

Jerri Irgo