Inisiasi Koordinasi Cyberarmy Mendesak

YOGYAKARTA, (PRLM).- Aktivitas cyberarmy atau pengamanan, pertahanan jaringan komputer dan sistem keamanan cyber untuk kepentingan pertahanan negara ini, dilakukan atas inisiatif pribadi dengan alasan nasionalisme.
Pakar informatika Yudi Prayudi,SSi,M.Kom menyatakan inisiasi dari pihak yang mengoordinasikan kegiatan pertahanan dan keamanan cyber. Berbicara di Yogyakarta, Jumat (2/11/12), dia menyatakan cyberwar merupakan perang melalui dunia maya dan kini menjadi perhatian dunia. Iran, Cina, Rusia, India, dan Pakisan sangat aktif merekrut ahli-ahli informatika untuk kepentingan cyberarmy.

 

“Cina sebagai negara sangat memproteksi aktivitas dunia maya justru memiliki aktivis cyberarmy terbanyak. Mereka terpanggil nasionalismenya atas ancanan cyberwar,” kata dia.
Survey UNICRI 2010 menunjukkan 60 persen komunitas hacker siap membela negara tanpa pamrih, tanpa imbalan. Lalu 26 persen siap membantu keamanan negara dengan imbalan. Sisanya abstain.
Ancaman dari cyberarmy bagi institusi pertahanan dan keamanan Indonesia, sejauh ini belum membahayakan. Serangan cyber yang disasar hampir seluruhnya server/jaringan swasta, belum terdapat kasus serangan serius terhadap cyber keamanan dan pertahanan milik pemerintah.
Data dari jaringan reaksi cybercrime, menurut Peneliti laboratorium forensik teknik informatika UII tersebut, mencapai 5.000 kasus sampai November 2012. Seluruh sasaran kejahatan cyber tersebut terjadi pada server dan jaringan komputer pribadi dan swasta.
Program Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Industri UII, kata Yudi, telah meluncurkan UII Cyber Guard sebagai bentuk partisipasi pertahanan dan keamanan negara melalui cyber. “Kami berharap pemerintah atau pihak terkait berinisiasi mengoordinasikan kegiatan cyberarmy atau pertahanan dan keamanan cyber proyek strategis dan pertahanan negara,” ujar dia. (A-84/A-88)***

 

Diberitakan di Pikiran Rakyat

Leave us a Comment