Dunia Kerja, Menuntut Profesional

Workshop Pembekalan Calon Wisudawan dilaksanakan oleh FTI UII setiap akan dilaksanakannya wisuda. Workshop ini bertujuan untuk membekali calon wisudawan dengan ilmu praktis dan teknis bagaimana menghadapi dunia kerja pasca wisuda dengan baik. Workshop kali ini bertemakan Knowing Yourself, Preparing and Setting Career Priority dengan materi yang dibawakan oleh Annisaa Miranty N., S.Psi., M.Psi, Dosen Psikologi FPSB UII.

Ajeng Yulianti Dwi Lestari, ST. M.Eng, Ketua Pelaksana Workshop, menyampaikan hal tersebut saat membuka Workshop Pembekalan Calon Wisudawan yang dihadiri 79 wisudawan di Auditorium FTI UII Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII (2 Rajab 1439 H / 19 Maret 2018)

“Kami dari tim berharap agar wisudawan periode ini dapat sukses ke depannya.. dan seperti kata bu Cici saat beliau membuka acara, semoga wisudawan dapat menjaga integritasnya” tegas Ajeng yang juga sebagai Dosen Prodi Teknik Kimia FTI UII tersebut.

Annisaa Miranty dalam presentasinya menyampaikan “Dunia kerja adalah dunia yang sesungguhnya, Sangat berbeda dengan dunia sekolah/kuliah maka Anda adalah manusia dewasa – anda dituntut profesional” jelasnya

Pilihlah pekerjaan yang RELEVAN dengan bidang studi anda. Memilih pekerjaan yang tidak linear dengan bidang studi bisa saja apabila pertama adalah lowongan terbuka untuk jurusan apapun, selanjutnya kedua (terpaksa) berhadapan dengan realita. Jangan terpaku pada proses sekali apply – apply sebanyak mungkin.

Diskusikan pilihan karir anda dengan orang yang anda anggap ahli dan keluarga. Hal penting adalah kenali diri supaya tak salah pilih, selanjutnya mengetahui apa potensi diri anda? Pastikan profesi atau pekerjaan yang dipilih memfasilitasi potensi terbaik Anda. “Kenali kelebihan dan kekurangan diri, apa aspek yang paling anda anda anggap penting dalam pekerjaan? Gaji? Lokasi kerja yang dekat dengan domisili? dan Jenjang karir?” tutur Annisaa Miranty

Tidak kalah penting adalah “tampilkan keunggulan anda yang lain, personal? Misalnya Prestasi akademik/ Prestasi di bidang lain ataupun keterampilan, keahlian, karakter terutama yang mendukung kerja. Last but not least, apapun pilihan karir anda, semoga membawa kebermanfaatan di dunia dan di akhirat” pungkasnya

Jerri Irgo

Kejahatan ATM Skimming

Yudi Prayudi, M.Kom, Kepala Pusat Studi Forensika Digital FTI UII ungkapkan ATM Skimming adalah sebuah bentuk kejahatan modern yang terorganisasi, yaitu sebuah upaya untuk melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menngunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM ataupun yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Hal tersebut disampaikan Yudi Prayudi, M.Kom,  yang juga sebagai Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII dalam releasenya kepada media (17 Maret 2018).

Data yang direlease oleh The British Press, di wilayah Inggris saja setiap tahun tercatat hampir 100.000 nasabah yang melaporkan menjadi korban dari aktivitas Skimming. “Berdasarkan data yang direlease tersebut setiap tahun jumlah uang nasabah yang dicuri melalui kejahatan Skimming meningkat hampir 20% tiap tahunnya” tutur Yudi.

Selain ATM Skimming yang saat ini populer, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Pertama adalah apa yang disebut dengan Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa mencopy langsung / duplikasi kartu debit/credit. Kedua adalah apa POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit/credit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko – toko. Dan ketiga adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit/kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini.

Baca selengkapnya : Kejahatan ATM Skimming 

Jerri Irgo

Tingkatkan Literasi Siber, Jogja Mendaras Data

Untuk meningkatkan literasi dalam beraktivitas di media sosial (medsos) pada era siber, sejumlah dosen di Yogyakarta mendirikan Jogja Mendaras Data (JMD).

“Jogja Mendaras Data ini merupakan inisiatif dari sejumlah dosen di Yogyakarta agar masyarakat siber tidak gampang terjerumus dan bermain informasi hoaks di media sosial,” kata Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, Ph.D., salah satu inisiator JMD dalam konferensi pers peluncuran JMD di ruang PPs 1 Program Pascasarjana FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kkampus Terpadu UII Yogyakarta (15 Maret 2018).

Fathul Wahid, yang juga Kepala Badan Sistem Informasi (BSI) UII itu menjelaskan, sesuai dengan namanya mendaras, artinya mengkaji atau belajar dengan sungguh agar masyarakat menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial.

Sebagai dukungan aktivitas JMD, ujarnya, saat ini telah memiliki perangkat teknologi yang memungkinkan digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data percakapan warganet melalui media sosial seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya. Data ini, jelasnya, menjadi sangat penting untuk mendeteksi apakah sebuah topik yang lagi hangat menjadi perbincangan warganet sengaja digerakkan oleh kelompok kepentingan, atau benar-benar murni kepentingan publik. Kelak JMD akan menyediakan data bagi publik tentang apa saja terkait berbagai isu aktual yang menjadi perbincangan publik.

Turut hadir dalam peluncuruan JMD, Ismail Fahmi, Ph.D yang juga pengajar Program Magister Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Yogyakarta.

Kepada media, Fahmi menjelaskan, dalam pengoperasiannya JMD akan dibantu oleh Drone Emprit yang dikembangkan oleh Media Kernels Indonesia, yang sudah berpengalaman terlebih dahulu dalam pendataan dan pemetaan pembicaraan warganet di media sosial.

“Data yang tersimpan nanti dapat diakses oleh siapa saja. Kami akan buat mekanisme teknisnya agar banyak orang dapat mengakses data percakapan warganet di media sosial secara gratis,” jelasnya.

Namun, katanya, akan dibuat mekanisme yang mengendalikan keteraksesannya. Fokus JMD, tambah Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII Dr Teguh Dirgahayu, sejalan dengan ide Program Pascasarjana FTI UII yang sedang menggodog pembukaan konsentrasi baru dalam bidang sains data atau analitika data.

Sementara Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Subhan Afifi mengatakan JMD ingin mendedikasikan diri untuk mengembangkan kajian dan penelitan bidang media sosial terkait isu-isu kontemporer. “Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bermedia sosial, bicara berbasis data, dan terhindar dari berita palsu (hoaks),” tambah Subhan Afifi.

JMD terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja bersama berbagai pihak yang memiliki visi dan dedikasi sama, yaitu publik yang cerdas dalam bermedia, iklim media sosial yang sehat, dan informasi yang bersih.

Sementara itu pengamat sosial media UIN Sunan Kalijaga, Dr Iswandi Syahputra yang juga tergabung dalam JMD menjelaskan, JMD dapat membantu membersihkan informasi pada era media baru. “Saat ini siapa saja bisa membuat dan menyebar informasi tentang apa saja di media sosial. Informasi menjadi berlimpah ruah. Apalagi memasuki tahun politik. Informasi dapat menjadi komoditas politik. Informasi bersih dan kotor atau tersamar menjadi bercampur di media sosial. JMD dapat menjadi alat pembersih informasi berbasis data. Demokrasi virtual tidak dapat dibangun dari informasi yang kotor,” katanya.

Jerri Irgo

Fathul, UII Siap Hadapi Digitalisasi Universitas

Fathul Wahid, Ph.D ungkapkan “UII dibangun atas keragaman dan siap hadapi Digitalisasi Universitas dengan cara Menguatkan Akar, Menjulangkan Cabang dan Melebatkan buah” saat memaparkan rencana aksi (action plan) Calon Rektor UII periode 2018 – 2022, di Auditorium Prof. Dr. Abdukahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (14 Maret 2018)

Baca  : Fathul Wahid, Ph.D – Ringkasan Eksekutif Rencana Aksi Calon Rektor UII

Calon Rektor UII terpilih sesuai dengan ranking, Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D., Dr.Suparman Marzuki, SH., M.Si., Dr.Drs.Rohidin, S.H., M.Ag., Dr.-Ing.Ir.Widodo, M.Sc., dan Dr.Dwipraptono Agus Harjito, M.Si semua menyampaikan rencana aksi di depan forum terbuka yang dihadiri oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Rektor UII dan Wakil Rektor, Anggota Senat Universitas, Dewan Dosen, Tenaga Kependidikan, serta beberapa perwakilan dari Lembaga Kemahasiswaan dilingkungan UII

Baca Juga  : Fathul Wahid, Ph.D – Rencana Aksi Calon Rektor UII 2018-2022

Selengkapnya : Video – Penyampaian Action Plan Calon Rektor UII Periode 2018-2022

“Bingkai besar Rencana Aksi ini diinspirasi oleh Surat Ibrahim ayat 24-25. Inspirasi ini sangat relevan dengan tema besar 2018-2022, yaitu membangun reputasi internasional. Rencana ini ini didasarkan pada (a) Strategic Direction 2018-2022 PYBW, (b) perkembangan mutakhir UII, (c) tren pendorong perubahan, dan (d) semangat dasar UII” tutur Fathul.

Tren pendorong perubahan dari refleksi atas fakta dan beragam litratur adalah: (1) teknologi digital, (2) demokratisasi pengetahuan dan akses, (3) mobilitas global, (4) kolaborasi dengan industri dan masyarakat, (5) persaingan yang semakin ketat, dan (6) nilai-nilai dalam masyarakat semakin pudar. Tren ini telah menghadirkan era disrupsi.

“Di sini disrupsi dianggap sebagai peluang dan bukan ancaman. Semangat dasar UII yang tergali dari fakta sejarah ketika masa awal kehadirannya adalah: (1) semangat integrasi ilmu dan agama, (2) semangat keragaman Islam, (3) semangat kebangsaan, dan (4) semangat internasionalisasi” jelasnya.

Refleksi atas keempat dasar di atas membimbing pada perumusan beragam program besar yang terangkum sebagai berikut. Pertama, penguatan akar yang dilakukan dengan penguatan kembali nilai-nilai dasar dan peningkakan kapasitas internal. Hal ini dilakukan dengan (1) penguatan strategi besar islamisasi diri, internalisasi nilai-nilai organisasi, dan integrasi ilmu pengetahuan dan Islam; (2) pengembangan infrastruktur teknologi informasi berkelas dunia; (3) pengembangan sistem informasi yang komprehensif, terintergrasi, dan adaptif terhadap perubahan; (4) peningkatkan sistem penjaminan mutu yang berbasis sistem informasi; (5) penguatan integrasi hasil penelitian ke dalam konten pembelajaran; (6) peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menjalankan dan mendukung proses manajemen dan pembelajaran berbantuan teknologi informasi; (7) peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen; (8) peningkatan efisiensi manajemen dan proses dengan bantuan sistem dan teknologi informasi; (9) peningkatan relevansi konten pembelajaran dengan pemutakhiran kurikulum program studi.

Kedua, untuk menjulangkan cabang diperlukan dorongan dalam inovasi berkelanjutan. Hal ini diimplementasikan dengan berapan usulan program berikut: (1) eningkatan keaktifan dalam komunitas Islam nasional dan internasional; (2) penguatan konsep dan strategi internasionalisasi; (3) perluasan kerjasama dan peningkatan implementasinya dengan mitra universitas/lembaga nasional dan internasional; (4) pengembangan peran dosen dalam komunitas akademik nasional dan global; (5) pengembangan keunggulan kompetitif mahasiswa yang siap menjadi warga globa; dan (6) peningkatan eksposur dosen dan mahasiswa ke masalah industri dan masyarakat untuk meingkatkan relevansi pemikiran dan penelitian.

Ketiga, melebatkan buah hanya bisa dilakukan dengan memperluas dan meningkatkan dampak, yang diturunkan ke dalam program berikut: (1) pengembangan pendekatan dan konten pembelajaran untuk menyiapkan cendekiawan dan pemimpin masa depan; (2) pengembangan konten dakwah berbasis teknologi informasi untuk menjangkau auidens yang lebih luas; (3) peningkatan publikasi yang berdampak; (4) perintisan pembelajaran jarak jauh berbantuan teknologi informasi (5) peningkatan keteraksesan hasil penelitian dan pemikiran oleh pemangku kepentingan eksternal (industri, pemerintah, dan publik); dan (6) peningkatan hilirisasi hasil penelitian untuk menambah manfaat.

Proses selanjutnya Pemilihan Calon Rektor Terpilih dalam Rapat Senat Universitas tanggal 21 Maret 2018 dan Penetapan & Pengumuman Rektor Terpilih, tanggal 26 Maret 2018

Semoga Allah meridhoi UII Aamiiin

Jerri Irgo

UII dan UMP, Kerjasama Pengembangan IPTEK

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dan Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, MT, Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang (FT UM Palembang), bertempat di Gedung FT Universitas Muhammadiyah Palembang, Jl. Jendral A.YAni, 13 Ulu, Seberang Ulu II, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan sepakat melakukan penandatangan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (14 Maret 2018).

Dr. Imam Djati Widodo, memandang perlu dan sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam bidang peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan tujuan untuk menyediakan satu kerangka dan mekanisme kerjasama teknis di bidang peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, melalui kegiatan-kegiatan ilmiah yang disetujui kedua belah pihak.

Adapun lingkup kerjasama untuk mencapai tujuan kerjasama tersebut kedua belah pihak akan bersama-sama melakukan kerjasama melalui kegiatan-kegiatan diantaranya penyelenggaraan program pelatihan/workshop dan pertukaraan pengalaman khususnya yang terkait dengan pengembangan ilmu dan aplikasi teknologi selanjutnya terkait dengan penelitian dan pengembangan serta inovasi dalam hal teknologi serta diseminasi hasil penelitian dalam bidang-bidang keilmuan yang disepakati dalam bentuk penyelenggaraan pertemuan dan presentasi ilmiah.

Penyelenggaraan program magang mahasiswa dan penyelenggaran studi lanjut strata dua bagi pimpinan, staf, karyawan dan alumni bagi Pihak Kedua serta penyelenggaraan program pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat merupakan point-point yang juga disepakati.

Dalam kesempatan tersebut Dr Imam Djati Widodo juga hadir menjadi narasumber sharing session Kesiapan dan Tantangan Profesional Teknik Industri di Era Revolusi Industri 4.0. Tantangan Profesional Teknik Industri meliputi Keahlian, pengakuan dan mind set. Keahlian dalam bidang Ilmu yang relevan dengan kebutuhan pasar, kemampuan praktis dan kemampuan komunikasi dalam bahasa internasional .

Materi : Dr Imam Djati Widodo – Tantangan Profesional Teknik Industri di Era Revolusi Industri 4.0

“Sedangkan pengakuan dalam hal kesepakatan pengakuan tenaga profesional dan tantangan akreditasi internasional baik institusi maupun setifikasi perseorangan. Selanjutnya mind set, baik secara Internasionalisasi ataupun cara pandang tentang Persaingan yang akan dihadapi regional ataupun global” tegasnya.

Masih banyak sektor yang perlu diperbaiki dalam menyambut pelaksanaan pasar global diantaranya perlu pengembangan dan peningkatan daya saing SDM melalui peningkatan Pendidikan, Pelatihan dan Ketrampilan untuk memenangkan persaingan. “Salah satu tantang terberat menghadapi pasar terbuka Asean tersebut adalah pemanfaatan tenaga ahli bidang logistik, dimana kebutuhan tenaga ahli logistik sekitar 17.000 orang per tahun, untuk memenuhi minimal dua ahli logistik di setiap perusahaan besar dan menengah yang bergerak baik di bidang manufacturing, perdagangan, retail, dan distribusi” pungkas Imam Djati

Jerri Irgo

Drone Emprit, The War on MCA

Setelah sebelumnya Polri melakukan “shock therapy” dengan mengumumkan penangkapan anggota “Sindikat Saracen”, kali ini Polri lebih berani lagi, yaitu mengumumkan penangkapan anggota “MCA”, sebuah jaringan yang jauh lebih besar dari Saracen. Landasan penangkapan ini sangat kuat: “pembuatan dan penyebaran hoax yang sangat meresahkan masyarakat, yaitu tentang maraknya ‘orang gila’ yang meneror ulama” dan isu PKI oleh anggota MCA.

Ismail Fahmi, Ph.D, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesiaungkapkan hal tersebut dalam releasenya (4 Maret 2018)

Founder Media Kernels Indonesia tersebut, sebutkan Drone Emprit awalnya lagi sibuk dengan pengembangan fitur baru, jadi jarang bikin analisis. Namun terkait isu terbaru ini, yaitu tentang MCA, dan belum adanya analisis yang menggunakan data untuk rentang waktu yang panjang, sementara Drone Emprit masih menyimpan rekaman data ini, maka diputuskan untuk membuat analisa singkat. – selengkapnya

Jerri Irgo

FTI kerjasama Kemenakertrans, Siapkan AK3U

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta menjalin kerjasama dengan  Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia  tentang Pelaksanaan Pembinaan Calon Ahli Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Umum (AK3U) bagi  Mahasiswa dan/atau Lulusan/Dosen/Karyawan Universitas Islam Indonesia

Nota Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Imam Djati Widodo., Dekan FTI UII dan Drs Herman Prakoso Hidayat, M.M., Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3), di ruang Audiovisual Lantai 2 Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman Yogyakarta. (02 Maret 2018).

Dr Imam Djati Widodo, jelaskan “kerjasama ini bertujuan untuk pelaksanaan pembinaan calon ahli keselamatan dan kesehatan kerja umum (AK3U). Pembinaan diperuntukkan bagi mahasiswa dan/atau lulusan/dosen/karyawan Universitas Islam Indonesia (UII)”.

Lebih lanjut Imam mengatakan mahasiswa yang boleh mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang telah mengikuti minimal 5 (lima) semester untuk mahasiswa tingkat diploma. Sedangkan bagi mahasiswa tingkat sarjana, minimal telah mengikuti enam semester untuk mahasiswa tingkat sarjana, dan telah menempuh 75 persen dari jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditetapkan.

Sementara Herman Prakoso, ungkapkan “kerjasama Kemenakertrans ini diharapkan dapat  mempersiapkan mahasiswa FTI UII agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang K3. “Adanya kerjasama ini, kita bisa bersinergi untuk mempersiapkan calon-calon lulusan memiliki sertifikat K3 untuk memberikan pendampingan ijazah. Setelah mengikuti workshop K3, mereka memiliki ijazah lulusan perguruan tinggi dan ketrampilan keselamatan dan kesehatan kerja (K3),” ungkap Herman.

Lebih lanjut Herman mengatakan ketrampilan K3 sengaja diberikan kepada mahasiswa. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa sebelum lulus sudah tahu tentang K3, sehingga ketika lulus dan bekerja sudah bisa mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.

Menurut Herman, problem keselamatan kerja itu banyak faktor, bisa dari sumber daya manusia (SDM) dan peralatan kerja. Tetapi kecelakaan kerja selalu mengintai setiap saat. Karena itu, pemerintah bekerjasama dengan kampus-kampus bisa mempersiapkan mahasiswa agar berperilaku baik sehingga bisa menekan kecelakaan kerja.

Jerri Irgo

Fathul, Peroleh Suara Tertinggi Calon Rektor

Fathul Wahid, ST, M,Sc, Ph.D peroleh suara tertinggi yaitu capai 30% atau 259 suara dari total pemilih sejumlah 871 suara sah, pada tahapan Pemilihan Calon Rektor UII periode tahun 2018 sd 2022, Hasil tersebut berdasarkan rekap perhitungan suara “quick count” oleh Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII tingkat FTI UII yang disampaikan Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, representatif dari FTI UII,  melalui pesan singkatnya (28 Februari 2018).

Baca : Raih Suara Terbanyak Pilcarek UII, Fathul Ucapkan ‘Innalillahi’

Izzati Muhimmah, juga mengingatkan bahwa hasil perolehan suara melalui hitung cepat atau quick count harus disikapi belum sebagai informasi resmi dari Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII.

Baca : Fathul, Kandidat Terbaik Untuk kemajuan UII 

Adapun Lima besar Calon Rektor UII, yaitu selain Fathul Wahid, ST, M,Sc, Ph.D pada urutan pertama, selanjutnya Suparman Marzuki, Dr, SH, M.Si pada posisi kedua meraih 17% atau 151 suara disusul Rohidin, Dr, Drs, M.Ag pada urutan ketiga meraih 11% atau 98 suara. Selanjutnya pada urutan keempat, Widodo, Dr-Ing, Ir, M.Sc, meraih 83 suara atau 10% dan terakhir pada urutan lima besar, Dwipraptono Agus Harjito, Dr, M,Si meraih 71 suara atau 8%.

Proses selanjutnya adalah Penetapan & Pengumuman Calon Rektor : 01 Maret 2018 dan pada tanggal 14 Maret 2018 Penyampaian Rencana Aksi (Action Plan) Calon Rektor

Semoga Allah meridhoi UII Aamiiin

Jerri Irgo

Fathul, Kandidat Terbaik Untuk Kemajuan UII

Alhamdulillah Proses Pemilihan Calon Rektor UII di Fakultas Teknologi Industri (FTI)  telah dilaksanakan dengan lancar. Aspirasi suara terbanyak sejumlah 104 suara atau 75% dari 139 suara, pemilih menentukan kandidat terbaiknya Fathul Wahid, ST, M,Sc, Ph.D untuk kemajuan UII.

Hal tersebut disampaikan Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, representatif dari FTI UII,  saat ditemui seusai proses pemilihan yang dilaksanakan di Hall FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (28 Februari 2018)

Baca : UII Gelar Pemilihan Rektor 

Fathul Wahid meraih 75% atau 104 suara, disusul  Imam Djati Widodo pada urutan kedua meraih 8% atau 11 suara. Selanjutnya Widodo, Dr-Ing, Ir, M.Sc meraih 6% atau 8 suara dan Suparman Marzuki, Dr, SH, M.Si meraih 5% atau 7 suara serta Riyanto, Prof, S.Pd, M.Si, Ph.D  pada urutan kelima meraih 4% atau 6 suara.

Baca Juga : Fathul & Imam, Bakal Calon Rektor UII

Proses selanjutnya adalah Penetapan & Pengumuman Calon Rektor : 01 Maret 2018 dan pada tanggal 14 Maret 2018 Penyampaian Rencana Aksi (Action Plan) Calon Rektor

Jerri Irgo

 

PP Tetapkan Nama Bakal Calon Rektor

Izzati Muhimmah, ST., M.Sc, Ph.D, Anggota Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, representatif dari FTI UII,  melalui pesan singkat mengirimkan Daftar Nama-Nama Bakal Calon Rektor Terpilih Universitas islam Indonesia periode 2018 sd 2022, berdasarkan Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor dan Wakil Rektor UII, nomor 05/SK-PP/II/2018 tanggal 23 Februari 2018.

Adapun Daftar Nama-nama Bakal Calon Rektor Terpilih sebagai berikut

  1. Dwipraptono Agus Harjito, Dr, M,Si (FE)
  2. Farida Hayati, Dr., S.Si, M.Si, Apt (FMipa)
  3. Fathul Wahid, ST, M,Sc, Ph.D (FTI)
  4. Fuad Nashori, Dr., S.Psi, M.Si (FPSB)
  5. Ilya Fadjar Maharika, Dr-Ing, Ir, MA, IAI (FTSP)
  6. Imam Djati Widodo, Dr, Drs, M.Eng.Sc (FTI)
  7. Jaka Sriyana, Dr, SE, M.Si (FE)
  8. Rahmani Timorita Yulianti, Dr, Dra, M.Ag (FIAI)
  9. Riyanto, Prof, S.Pd, M.Si, Ph.D (FMIPA)
  10. Rohidin, Dr, Drs, M.Ag (FH)
  11. Suparman Marzuki, Dr, SH, M.Si (FH)
  12. Widodo, Dr-Ing, Ir, M.Sc (FTSP)

Berita Terkait : Fathul & Imam, Bakal Calon Rektor UII 

Tahapan selanjutnya adalah Pemilihan Calon Rektor di Fakultas dan Rektorat yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2018

Semoga Allah meridhoi UII Aamiiin

Jerri Irgo