“Anda ingin bahagia, laksanakan langkah konsumsi islami dan bijak belanja. Ingat prinsip puasa menahan diri dan kesederhanaan,” tutur Ustadz Dr. Nur Kholis, SEI., M.Sh.Ec., saat menjadi narasumber Pengajian Rutin Dosen dan Tenaga Kependidikan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan tema Manajemen Keuangan Keluarga Saat Pandemi dan Ramadhan (17 Ramadhan 1442H/29 April 2021).

Dosen Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII menegaskan “Manajemen Keuangan Islami adalah proses komprehensif mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan yang baik dengan berpandukan pada nilai-nilai ajaran Islam.”

Selaras dengan tujuan hidup termasuk diantaranya membeli rumah, berhaji dan umrah, kendaraan, berkurban, Ramadhan dan hari raya ceria, banyak tabungan akhirat, tabungan dana pendidikan anak dan Hari Tua yang bebas finansial, keliling dunia, dan sebagainya.

Untuk itu disarankan mengikuti “Golden Rules yaitu Harta yang dibelanjakan diperoleh secara halal dan thayyib, dan telah dikeluarkan zakatnya. Selanjutnya membuat perencanaan keuangan yang baik, melakukan saving dulu baru shopping serta sederhana dalam konsumsi, tidak israf dan boros. Prioritaskan need dibanding want (skala prioritas) dan berhati-hati terhadap hutang,’ ujar Dr. Nur Kholis.

Pengelolaan keuangan keluarga kini semakin penting, karena ketidakpastian masa depan, risiko-risiko yang mungkin timbul karena pandemi dan pemanfaatan teknologi yaitu Internet of Things, sehingga perlunya awareness umat Islam untuk hidup secara islami dalam berbagai aspek semakin meningkat.

Menurut Dr. Nur Kholis, “idealnya cara bijak dan Cerdas Berbelanja adalah Penghasilan (100%), dikurangi Zakat (2,5%) ditambah cicilian utang (30%), ditambah Saving dan Investasi (30%) serta Shopping (37,5%). Jika Cicilan utang tidak punya, maka 30% tersebut dapat ditambahkan ke saving dan investasi atau ke investasi akhirat.”

Jerri

Materi : Dr Nur Kholis – Manajemen Keuangan Keluarga saat pandemi Covid dan Ramadhan