Program Studi Rekayasa Tekstil (Rekateks) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Alumni dan Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Tim UII Siaga Covid-19 selanjutnya akan diserahkan kepada Tenaga Medis dan Masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

Pada tahap pertama, APD dibagikan kepada masyarakat di sekitar Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14,5 Sleman, DIY berupa 2.000 pcs masker dan 100 pcs pakaian pelindung (protective clothing) kepada beberapa Puskesmas dan rumah sakit di sekitar Yogyakarta. Dan pada tahap berikutnya akan dibagikan 8.000 pcs masker dan 400 pcs pakaian pelindung, sehingga total akan disediakan 10.000 pcs masker dan 500 pcs pakaian pelindung kesehatan.

Suharno Rusdi, Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Kimia FTI UII yang juga Ketua Umum IKATSI dalam rilis Jumat (17 April 2020) mengatakan, spesifikasi bahan APD yang digunakan terbuat dari Spun Viscose Yarn 8450 30R dan Spun Cotton Yarn 7454 30C, yang telah melalui proses kimiawi sehingga memiliki sifat Water Repellent (menolak air) dan Anti Bacterial dan telah diuji di Laboratorium Kendali Mutu Prodi Rekayasa Tekstil FTI UII. Dengan demikian, berdasarkan hasil laboratorium diperhitungkan APD tersebut akan mampu menangkal virus Corona.

Dikatakan, masker dibuat dengan dua lapis kain, bagian luar terbuat dari 8450 30R dan bagian dalam terbuat dari 7454 30C, sementara kain pelindung terbuat dari 8450 30R 100 persen. Dengan spesisfikasi tersebut APD yang dipakai akan terasa nyaman karena memiliki sifat dapat ditembus udara (breathable) dan dapat dicuci ulang dan digunakan kembali (washable) setelah melalui proses sterilisasi.

Sebagaimana diketahui bahwa ukuran partake (particel size) virus Corona adalah sebesar 0,12 mikron, sementara dengan proses penyempurnaan kimiawi Water Repellent di samping kain akan mampu menolak air, juga akan memiliki porosity lebih kecil dari 0.12 mikron, sehingga APD mampu memblokir virus corona menembus ke badan ataupun terhirup oleh manusia. Dengan proses anti Bacterial, si pemakai APD diharapkan tidak akan terkontaminasi oleh jenis bakteri apa pun.

Menurut Suharno Rusdi, puluhan bahkan ratusan tenaga medis yang tertular bahkan sampai meninggal saat menangani wabah Covid-19 karena kurang efektifanya APD yang digunakan. “Dengan dikenalkannya APD jenis 8450 30R/7454 30C ini diharapkan dapat mengurangi korban tenaga medis akibat terkena resiko tertular virus Corona,” kata Suharno Rusdi.

Rencana ke depan

Pada tahap lanjut, untuk membantu menanggulangi wabah Covid-19, dalam skema Catur Dharma UII, Program Rekayasa Tekstil FTI UII sedang dan akan mengembangkan jenis APD dengan bahan spesifikai lain yang dibuat dari bahan hydrophobic (tidak menyerap air) dan akan segera dirilis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dikatakan, Program Studi Rekayasa Tekstil FTI UII merupakan program studi satu-satunya di Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan Rekayasa Tekstil program Sarjana/S1. Program studi ini mendalami pemintaan di bidang Garmen dan Tata Busana, Proses Kimia Tekstil, Proses Manufaktur Tekstil, Tekstil Fungsional, serta Teknologi Baik dan Kerajinan Tekstil.

Jerri Irgo