UII Lantik 88 Insinyur Angkatan Pertama PSPPI, Perkuat Kompetensi melalui Integrasi Sertifikasi Internasional

Universitas Islam Indonesia (UII) mencatat tonggak baru dalam pengembangan pendidikan profesi dengan melantik 88 lulusan angkatan pertama Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur yang digelar di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Ahad (28/6/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 lulusan mengikuti prosesi secara luring dan enam lulusan mengikuti secara daring, sementara empat lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti pelantikan pada periode berikutnya.

Pelantikan perdana ini menjadi penanda awal kontribusi PSPPI UII dalam menyiapkan insinyur profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung etika profesi, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan industri dan pembangunan.

PSPPI UII yang resmi berdiri pada 22 April 2025 memperoleh antusiasme tinggi sejak pembukaan angkatan pertamanya. Dari 129 pendaftar, sebanyak 99 orang diterima sebagai mahasiswa dan 88 di antaranya dinyatakan lulus pada Juni 2026.

Ketua PSPPI UII, Dr.Eng. Ir. Risdiyono, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan program ini terletak pada integrasi sertifikasi inovasi dan pemecahan masalah berbasis metode Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ). Penguatan kompetensi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Malaysia TRIZ Innovation Association (MyTRIZ) dan Indonesia TRIZ Practitioners Association (INTRIZ).

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadikan PSPPI UII sebagai salah satu pelopor pengembangan pembelajaran profesi keinsinyuran yang mengintegrasikan metode systematic problem solving ke dalam kurikulum pendidikan profesi.

“Mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti ujian sertifikasi TRIZ yang dilaksanakan di kampus sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional,” ujar Risdiyono.

Pada pelantikan perdana ini, sebanyak 18 mahasiswa dinyatakan lulus sertifikasi TRIZ Level 1 dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi praktisi yang berlaku secara internasional.

Selain penguatan kompetensi melalui sertifikasi internasional, PSPPI UII juga dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan praktik keinsinyuran, manajerial, dan profesionalisme sesuai kebutuhan dunia kerja serta standar praktik keinsinyuran nasional dan global.

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., didampingi Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Teknologi Industri, Dr. Agus Mansur, serta Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika. Pembacaan sumpah profesi insinyur disaksikan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, M.T., PUSDA, IPU, ASEAN Eng., APEC Eng.

Dalam sambutannya, Prof. Eko Siswoyo menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan peneguhan amanah profesi yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan amanah profesional yang membawa tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Ketua PII Wilayah DIY, Ir. Tri Budi Utama, turut menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan beradaptasi dan integritas profesi.

“Pegang dua hal penting ini: tetaplah adaptif agar terus relevan, dan tetaplah berintegritas agar terus bermanfaat serta menyelamatkan kehidupan manusia,” pesannya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Pelantikan, Dr. Ir. Dwi Handayani, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pelaksanaan pelantikan perdana ini menjadi momentum penting dalam penguatan profesi insinyur di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 180.000–220.000 lulusan bidang teknik, teknologi, dan rekayasa setiap tahun yang menjadi potensi besar pengembangan pendidikan profesi insinyur.

Menurutnya, Program Profesi Insinyur merupakan investasi jangka panjang karena tidak hanya memberikan gelar insinyur (Ir.), tetapi juga memperkuat pengakuan kompetensi profesional, meningkatkan kredibilitas, memperluas peluang karier, serta memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

Menutup rangkaian pelantikan, Risdiyono menegaskan bahwa PSPPI UII terbuka tidak hanya bagi lulusan baru bidang teknik, tetapi juga bagi para profesional yang telah berkarya di bidang rekayasa dan ingin memperoleh pengakuan kompetensi serta meningkatkan profesionalisme sesuai standar praktik keinsinyuran di Indonesia.