Temu Orang Tua FTI UII: Literasi Finansial Mahasiswa Dimulai dari Teladan di Rumah

Suasana pagi di Gedung K.H. Mas Mansur Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (20/6) nampak dipenuhi para orang tua dan wali mahasiswa Angkatan 2025. Mereka datang dari berbagai kota untuk menghadiri kegiatan Temu Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2025 FTI UII. Forum tahunan ini tidak hanya mempererat komunikasi antara kampus dan orang tua mahasiswa, tetapi juga membahas peran penting kedua pihak dalam mendampingi kehidupan mahasiswa.

Acara dibuka oleh Plt. Dekan FTI UII, Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., ASEAN Eng. Dalam kesempatan tersebut, para orang tua diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa di era digital, termasuk dalam mengelola keuangan. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni: Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T. yang juga memberikan pengarahan tentang peluang beasiswa di FTI UII.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh RR. Indah Ria Sulistya Rini, S.Psi., MA., Psikolog. Melalui materi bertajuk “Mendampingi Literasi Finansial Anak dan Mahasiswa”, ia menjelaskan bahwa persoalan keuangan mahasiswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan cara mengelola uang saku dari orang tua. Lebih dari itu, ia menilai ada pengaruh kuat dari ekosistem digital yang mendorong mahasiswa ke konsumsi instan, mulai dari belanja online, tren media sosial, hingga layanan paylater.

Menurutnya, perilaku boros pada mahasiswa sering kali berakar pada faktor psikologis seperti kebutuhan untuk diterima dalam pergaulan, rasa takut tertinggal tren (fear of missing out/FOMO), hingga rendahnya kepercayaan diri yang kemudian dikompensasi melalui konsumsi barang. Karena itu, pendampingan orang tua tidak cukup hanya berupa nasihat untuk berhemat.

“Anak belajar mengelola uang bukan hanya dari apa yang didengar, tetapi terutama dari apa yang dilihat di rumah,” ungkapnya. Teladan orang tua dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola pengeluaran, serta menyikapi utang menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa.

Indah Ria menekankan bahwa pendampingan finansial yang efektif perlu dilakukan secara hangat, tegas, dan terukur. Orang tua perlu membangun dialog terbuka, meminta anak mencatat pengeluaran, menetapkan batasan yang jelas, serta memberikan konsekuensi ketika terjadi pengeluaran yang tidak sesuai prioritas.

Selain sesi seminar, kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, konsultasi antara orang tua dan dosen pembimbing akademik, serta kunjungan ke berbagai laboratorium FTI UII. Melalui kegiatan ini, FTI UII berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara kampus dan orang tua dalam mendukung kesuksesan akademik maupun pembentukan karakter mahasiswa, termasuk dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab. (Erry)