Posts

Workshop Trik Keamanan Data

Fietyata Yudha, S.Kom., M.Kom., Peneliti Pusat Studi Forensika (Pusfid) Digital Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) ungkapkan “Salah satu isu yg cukup menarik saat ini adalah serangan malware, yang awalnya di booming kan dengan serangan ransomware wannacry. Disisi akademik merupakan hal yang menarik untuk meneliti aktivitas malware. Nah salah satu organisasi yang mencoba menggeluti bidang malware analysis adalah honeynet project, khususnya Indonesia”.

Dosen Magister Teknik Informatika tersebut menyampaikan dalam releasenya di ruang Audiovisual Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (Selasa, 18 Desember 2018).

Yudha menjelaskan “Untuk menambah kemampuan para mahasiswa dan sebagai tindak lanjut MoU antara UII dan Indonesian Honeynet Project, kita mengundang praktisi dari Indonesian Honeynet Project, yaitu Charles Lim, M.Sc selaku Chapter Lead Indonesian Honeynet Project (IHP) dan Mario Marcello selaku peneliti di Indonesian Honeynet Project”.

Workshop dilakukan selama sehari untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa UII, khususnya Mahasiswa Magister Teknik Informatika konsentrasi Forensika Digital dengan tema tentang honeynet dan malware analysis.

IHP juga menyediakan peta serangan malware secara public dan juga menyediakan data statistik serangan malware di Indonesia. “Honeypot adalah sistem keamanan yang mirip dengan sistem sebenarnya sengaja dirancang untuk mudah diserang, honeynet sendiri adalah server yang dibangun untuk menjalankan honeypot di beberapa negara penyerang malware, diantaranya Chine, Rusia, India” jelasnya

Yudha berharap “kedepan mahasiswa dapat mengambil intisari dari workshop ini, dan dapat menuangkan ilmu yang didapat menjadi ide-ide penelitian di bidang keamanan komputer

Amankan Data & Sistem Dari Ancaman

Pengamanan Data & Sistem Informasi Rumah Sakit dari Serangan Perentas Maupun Virus menjadi tema workshop kerjasama Program Pascasarjana FTI UII dan RSU Islam Harapan Anda. Dr. R. Teduh Dirgahayu, ST., M.Sc, Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII dan Fietyata Yudha., S.Kom., M.Kom, Dosen Magister Informatika yang juga Peneliti Pusat Studi Forensika Digital UII, keduanya hadir sebagai narasumber.

Zaki Afiff, Ketua Yayasan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan tampak hadir, didampingi dokter Hj. Shahabiyah MMR, Direktur RSU Islam Harapan Anda dan dokter. Hj. Silvia, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSU Islam Harapan Anda serta dan Kepala Bagian serta Staf terkait

Inisiatif Workshop Pengamanan Sistem Informasi Rumah Sakit dari Serangan Perentas Maupun Virus, berangkat dari memastikan sistem dapat berjalan dengan baik dan kondusif, selain itu program aplikasinya dapat dipakai tanpa ada masalah. Selain itu bertujuan agar Dokter dan Paramedis mengetahui, memahami dan dapat mengamankan Sistem Informasi Rumah Sakit dari Serangan Perentas Maupun Virus

Fietyata Yudha, memaparkan hal tersebut pada sesi di Ruang Pertemuan Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda, Jl. Ababil No.42, Randugunting, Tegal, Jawa Tengah (6 Februari 2018)

“Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) secara garis besar mempunyai dua fungsi yaitu Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), kedua fungsi tersebut saling terkait dan saling melengkapi sehingga pada akhirnya akan membuat sistem yang terintegrasi dan handal” paparnya.

Pengguna Sistem Informasi Rumah Sakit sudah tentu memiliki data dan informasi yang berharga baginya. Melindungi data-data ini dari pihak-pihak yang tidak berhak merupakan hal penting bagi sistem operasi. Inilah yang disebut keamanan (security). Sebuah sistem operasi memiliki beberapa aspek tentang keamanan.

Fietyata Yudha menambahkan aspek-aspek ini berhubungan terutama dengan hilangnya data. Sistem komputer dan data di dalamnya terancam dari aspek ancaman (threats), aspek penyusup (intruders), dan aspek bencana (disaster). “Dari aspek ancaman, secara umum sistem informasi menghadapi ancaman terbukanya data-data rahasia, pengubahan data-data oleh orang yang tidak berhak, juga pelumpuhan sistem dengan adanya Denial of Service (DoS)” tuturnya.

Materi Workshop : Secure Your Self Today

Jerri Irgo