Posts

Prof Hari Purnomo, Dekan Baru FTI UII

Senat Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menetapkan Prof Hari Purnomo sebagai Dekan FTI UII periode 2018-2022.  Penetapan dilakukan setelah tahapan Pemilihan Dekan oleh Senat Fakultas  dilaksanakan di Audiovisual FTI UII, Lantai 1 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo meraih 55,1% atau 27 suara dan Dr. R Teduh Dirgahayu meraih 44.9% atau 22 suara. Keterlibatan pemilih yang hadir mencapai 96,1% atau 49 dari 51 jumlah pemilih.

Baca : Solidnya Calon Dekan FTI UII

“Alhamdulillah, selamat menjalankan tugas pada Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi pada proses Pemilihan Dekan  FTI UII mulai dari tahap awal hingga tahap pemilihan oleh Senat Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) semua berjalan dengan lancar” ungkap Ir. Sukirman, MM, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Calon Dekan di FTI UII (31 Mei 2018)

Baca Juga : Mengenal Tiga Calon Dekan FTI UII

Pilihan Ulang

Sebelumnya penetapan oleh Senat, karena ada dua Calon Dekan memperoleh suara tertinggi dalam jumlah sama maka dilakukan pemungutan suara ulang dengan cara sama, sesuai dengan peraturan PP, dimana Dr. R Teduh Dirgahayu dan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, sama-sama  meraih  43,8%  atau 21 suara dan Ir Agus Taufiq, M.Sc meraih 10,4% atau 5 suara, serta terdapat 1 suara yang tidak sah, maka diputuskan dilakukan pemilihan ulang.

Semoga Allah, meridhoi UII, aaminnn

Jerri Irgo

 

Mengenal Tiga Calon Dekan FTI UII

Pemilihan Calon Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) akan masuk tahapan Penyampaian Rencana Aksi Calon Dekan, akan dilaksanakan di Auditorium FTI UII, Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (25 Mei 2018)

Tiga nama Calon Dekan yang tidak asing lagi, berdasarkan hasil pemilihan yang dilaksanakan di Hall FTI UII Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (18 Mei 2018) yaitu Dr. R Teduh Dirgahayu meraih 30,5% atau 43 suara sebagai urutan pertama, diurutan kedua Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo meraih 24,1% atau 34 suara, dan Ir Agus Taufiq, M.Sc pada urutan ketiga besar meraih 17,0% atau 24 suara.

Dr. Raden Teduh Dirgahayu, ST., M.Sc., (Yogyakarta, 22 Juni 1974), menyelesaikan Program Doktornya di Computer Science, University of Twente (2010). Jabatan Dr R Teduh Dirgahayu saat ini sebagai Ketua Program Pascasarjana FTI UII (2014-2018) dan sebelumnya Kepala Badan Sistem Informasi UII (2010-2014).

Calon Dekan FTI UII Termuda ini, juga sebagai pakar di Sistem Informasi Enterprise, mendapat penghargaan Best paper award dari IEEE International Conference on Cybernetics and Computational Intelligence (2017).  Dr Teduh juga tercatat sebagai anggota di Organisasi Profesi Internasional yaitu di Internet Society (2010-sekarang) dan IEEE Computer Society (2003-sekarang).

Baca : Curriculum Vitae Dr. Raden Teduh Dirgahayu.

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT, (Lumajang, 3 Januari 1964). Tercatat sebagai Guru Besar UII ke-13 pada tahun 2012 yang sebelumnya menyelesaikan Program Doktornya di Program Studi Ilmu Kedokteran,Universitas UDAYANA (2007). Jabatan Prof Hari Purnomo saat ini Kepala Badan Perencana UII (2008- Sekarang) sebelumnya Kepala Program Studi Teknik Industri UII (2001-2005).

Salah satu karya ilmiah yang diunggulkan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo adalah The Use of Macro-Ergonomic Work Syestem Design to Reduce Musculoskeletal Disorders and Injury Risk in Training (2017).  Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, tercatat sebagai anggota di International Ergonomics Association (2012-sekarang) dan pernah menjabat Sekretaris Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) tahun 2003-2006.

Baca : Curriculum Vitae Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo.

Ir. Agus Taufiq, M.Sc., (Temanggung, 22 Nopember 1959), menyelesaikan Program Master di Fakulti Kejuruteraan Universiti Kebangsaan Malaysia (2001). Agus Taufiq saat ini adalah menjabat Wakil Rektor III UII (2017-2018), sebelumnya Kepala Lab Kimia Dasar Jurusan Teknik Kimia FTI UII (2015-2017) dan Kepala Laboratorium Kimia Dasar Terpadu UII (2010- 2014).

Salah satu karya ilmiah Ir. Agus Taufiq, M.Sc. adalah Comparison of Different Methods for Extraction Indonesian Cashew Nut Shell Liquid: Yield, Chemical Composition yang dipublikasikan di International Conference on Global Sustainability and Chemical Engineering “Catalyzing Technologies For Sustainable Solution” Fac. of Chemical Engineering, Universiti Teknologi Mara Malaysia (2017). Ir. Agus Taufiq, M.Sc. tercatat sebagai anggota di Organisasi Profesi Persatuan Insinyur Indonesia (2016-sekarang)

Baca : Curriculum Vitae Ir. Agus Taufiq, M.Sc.

Semoga Allah meridhoi UII, Aamiinn

Jerri Irgo

Informatika, Inisiasi Kemitraan Strategis

Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) secara aktif melakukan inisiasi kemitraan strategis, tampak saat Delegasinya yang terdiri dari 16 Dosen dan 2 Tendik, melakukan kunjungan studi banding ke 4 Institusi, Read more

Pembayaran SPP Mahasiswa UII Lebih Mudah dan Berkah

Kini Pembayaran SPP, CBT, PBT, Catur Dharma dll Mahasiswa UII Lebih Mudah dan Berkah. Melalui Teller, ATM dan Net Banking di seluruh outlet di Indonesia Bank Syariah Mandiri (BSM).

 

Pembayaran SPP, CBT, PBT, Catur Dharma dll Mahasiswa UII Lebih Mudah dan Berkah

Workshop Speaking With Power

Program Studi Teknik Mesin selenggarakan Workshop Speaking With Power. Kegiatan tersebut sangat beralasan untuk dapat menyampaikan materi kuliah ataupun penelitian pada seminar-seminar nasional maupun internasional  dengan baik tentu diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik dalam pembuatan Read more

UII – UNSW, Kolaborasi Penelitian Internasioal e-Voting,

Hendrik, S.T., M.Eng., Ketua Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII), melakukan kunjungan kerja sekaligus berdiskusi membahas Kolaborasi Penelitian Internasional dengan University of New South Wales (UNSW) di Canberra, Australia (25-27 Sya’ban 1438 H/22-24 Mei 2017).

 

“Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk aktivitas dari program UNSW-Indonesia Seed Research Grant, suatu program inisiasi kerjasama dari UNSW dengan institusi di Indonesia melalui penelitian” ujar Hendrik melalui pesan singkatnya

 

UNSW kampus utamanya di Sydney, yang di Canberra ini merupakan kerjasama dengan Australian Defense Force Academi (ADFA, Akmil-nya Australia). “Kita membahas mengenai penelitian yang akan dilakukan bersama dalam program ini. InsyaAllah tema yang akan diambil tentang e-Voting dengan judul projeknya insyaAllah Re-Assessing Indonesia e-Voting Policies: Earning The Trust, Building The Confidence, dengan lokasi penelitiannya di Boyolali, Jawa Tengah” imbuhnya.

 

Selain membahas penelitian yang akan dikerjakan, kita juga dipertemukan dengan pihak kampus dan periset dari UNSW. “Jadi di sana kita presentasi profil UII secara umum dan Program Studi Teknik Informatika. Harapannya dari situ kedua belah pihak saling kenal profil masing-masing dan dapat dilanjutkan kolaborasi penelitian sesuai bidang yang diminati. Meskipun kita juga menawarkan bentuk-bentuk kerjasama lainnya, semisal pertukaran pelajar, staf, dan mahasiswa” ujar Hendrik.

 

Tampak hadir dalam diskusi tersebut Dr. R. Teduh Dirgahayu, Ketua Program Pascasarjana FTI UII serta Dr. Ahmed Imran dan Manik Hapsara,  S.T., M.Sc., Ph.D., E-Voting Researcher di UNSW Canberra at ADFA

 

Secara terpisah dalam releasenya, Manik Hapsara, Ph.D yang menginisiasi kerjasama Kolaborasi Penelitian Internasioal UII dan UNSW, mengatakan, diperlukan beragam persiapan dari hulu hingga hilir untuk menerapkan e-voting di Indonesia. Jika tidak, penggunaan e-voting akan terbentur infrastruktur. Indonesia dinilai belum siap untuk melakukan pemungutan suara secara elektronik (e-voting). Apalagi, pemilu presiden dan pemilu legislatif tahun 2019 akan digelar secara serentak.

 

“Kesiapan infrastruktur perlu mendapat perhatian. Bukan hanya teknologi jaringan internet tapi juga soal regulasi dan industri dalam negeri. Jangan sampai ketergantungan dengan pihak swasta yang mengadakan alat e-voting,” kata Manik

 

Menurut Manik, keberhasilan Estonia dalam menyelenggarakan e-Voting tidak dapat dijadikan rujukan Indonesia untuk melaksanakan hal yang serupa. Dia mengungkapkan ada perbedaan karakteristik di antara dua negara itu. Estonia merupakan negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 1,32 juta. Sedangkan Indonesia memiliki jumlah pemilih yang jauh lebih banyak. “Indonesia kan jelas posisinya pemilih ada 170 juta pemilih, 540.000 TPS (Tempat Pemilihan Suara), kekayaan alam besar banget,” ucap Manik.

 

Manik menilai, e-Voting berbeda dengan penerapan teknologi lain seperti dalam dunia perbankan atau e-banking. Tingginya keamanan dan sedikitnya orang yang mengetahui sistem e-Voting misalnya, dapat menghilangkan transparansi terhadap pemilih.
Menurut Manik, Indonesia tidak dapat menerapkan e-Voting dalam waktu dekat. Ia menduga penerapan teknologi itu baru dapat dinikmati sekitar 15 hingga 25 tahun ke depan. “Ada jaringan yang jauh lebih aman, transparansi, publik ikut serta dalam melakukan evaluasi, ikut membantu memperbaiki sistem,” ujar Manik.

 

Jerri Irgo

Kholik, Raih Best Presentation Award Di London

Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) kembali menorehkan prestasi dalam ajang akademik internasional. Mahasiswa UII atas nama Kholik berhasil meraih predikat The Best Presentation Award dalam ajang ICSEST 2017 : 19th International Conference on Renewable Energy Read more

Fakhri, berbagi Tips dan Trik Capai Nilai Maksimal

Fakhri Fachreza, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berbagi tips dan trik untuk mendapatkan nilai maksimal. “tidak punya tips dan trik khusus, saya hanya menjalani kebiasaan, belajar yang diberikan orangtua” ujarnya seusai menerima penghargaan dari Dekan FTI Read more

Editor di Media Sosial adalah Diri Sendiri.

workshop-humas-uii-octo-lampito-2(Kaliurang) Ada jutaan peristiwa, kini setiap hari terjadi jutaan peristiwa, apakah semua peristiwa itu layak dijadikan berita?. Tentu tidak mungkin, sebab halaman suratkabar yang terbatas dan tak sanggup memuatnya, demikian juga media lainnya. Lontaran penyataan dari narasumber mengawali kegiatan Workshop Penulisan Jurnalistik “Be A Smart & Creative Journalist” yang diselenggarakan Direktorat Humas UII, Sabtu 26 November 2016, Read more

Mobil Listrik Mahasiswa UII Mampu Terkoneksi Internet

dekan-fti-uii-dan-team-mobil-listrik-kaliurang-unisi-generasi-2-1-2

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UII berhasil mengembangan mobil listrik dengan kemampuan Internet of Things (IoT). Mobil ini dapat terkoneksi dengan internet, dan terhubung dengan semua peralatan berbasis jaringan. Read more