Ramadan Produktif, Tendik FTI Ikuti Pelatihan Pembacaan Hadis dan Dakwah
Suasana Ruang Learning Space 2 Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) tampak berbeda pada Rabu (25/2). Sejak pagi, para tenaga kependidikan FTI telah berkumpul. Mereka datang guna mengikuti Pelatihan Pembacaan Hadis dan Dakwah, sebuah forum penguatan kapasitas keagamaan bagi pegawai yang diadakan oleh panitia Ramadan fakultas.
Kegiatan ini menghadirkan Ust. Ahmad Fathan Hidayatullah, S.T., M.Cs., Ph.D., dosen Informatika UII, sebagai pembicara utama. Dengan latar akademik teknologi dan minat pada studi keislaman, ia mengajak peserta memahami pentingnya membaca hadits secara tepat sekaligus menyampaikannya dengan pendekatan dakwah yang bijak dan kontekstual.
Pelatihan dibuka oleh Dr. Arif Hidayat, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembekalan ilmu bagaimana berdakwah yang kreatif dan selaras dengan perkembangan zaman bagi tenaga kependidikan sebagai bagian penting dari ekosistem kampus.
Selama sesi berlangsung, Ust. Ahmad Fathan memandu peserta menelusuri kaidah dasar dalam memahami hadis, mulai dari pentingnya mengetahui sumber dan derajat hadits hingga cara menyampaikan pesan keagamaan secara santun. Ia menekankan bahwa dakwah bukan sekadar berbicara di depan publik, melainkan juga tercermin dalam sikap sehari-hari di lingkungan kerja.
Ia pun mengajak peserta agar sebelum berdakwah terlebih dahulu meluruskan niat. Pasalnya, niat yang baik tentunya akan mengarahkan ke tujuan dan hasil yang baik pula. “Niat ada pada sebelum, ketika sedang, dan setelah melaksanakan dakwah”, pesannya.
Selain itu, tak kalah penting menurutnya adalah peserta perlu menguasai ilmu agama yang akan disampaikan. Sebab hal itu nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. “Sampaikan yang mudah dan sesuai dengan kapasitas diri dan audiens”, jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis ini menjadi ruang refleksi bersama tentang peran tenaga kependidikan dalam turut berdakwah. Tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, pelatihan ini juga mendorong lahirnya semangat dakwah yang inklusif dan relevan dengan tantangan zaman.
Melalui pelatihan ini, FTI UII berharap nilai-nilai keislaman dapat terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari. Dengan demikian, dakwah tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan hadir nyata dalam etos pelayanan, integritas, dan keteladanan di lingkungan kampus. Selanjutnya, para peserta pelatihan diminta mempraktekkan ilmu yang diperoleh lewat aksi nyata pembacaan hadis maupun kultum setelah salat berjamaah. (Erry)



