Opini

Bismillah

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Diberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, bahwasanya kami akan memperkenalkan Sistem Presensi yang kami beri nama dengan SIM Presensi. Sistem ini akan digunakan selama proses perkuliahan berlangsung, dalam artian akan menggantikan presensi manual yang biasanya dilakukan pada semester yang lalu. Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk dapat mempersiapkan terlebih dahulu. Berikut panduannya:

  1. Mahasiswa akses https://nkmd-uii.id
  2. Pilih menu SIM Presensi lalu login dengan akun Unisys Anda.
  3. Terdapat 3 menu pada halaman mahasiswa yaitu Home, Presensi dan Lihat Presensi
    -> Pada halaman Home merupakan halaman yang menampilkan kelas yang sedang berlangsung (sesi harus dibuka oleh dosen untuk bisa melakukan presensi).
    -> Pada halaman Presensi merupakan tampilan kelas yang aktif yang sedang diikuti mahasiswa yang bersangkutan.
    -> Pada halaman Lihat Presensi merupakan tampikan riwayat presensi yang dilakukan mahasiswa.
  4. Untuk melakukan presensi, dapat menggunakan 2 metode, yaitu:
    -> Melalui menu Home
    -> Melalui menu Presensi
  5. Mahasiswa kemudian memilih kelas yang akan dipresensi.
  6. Apabila presensi sudah dibuka oleh Dosen, maka mahasiswa dapat memilih metode untuk melakukan presensi, yaitu dengan kode unik ataupun QR Code.

Demi kelancaran sistem baru ini maka setiap mahasiswa disarankan membawa gawai yang dilengkapi camera (Ponsel, Tablet, Laptop). Jika tidak maka dosen harus membuka menu presensi manual yang tentu saja akan menambah lama waktu presensi di kelas.

Jika terjadi kendala atau ada keluhan mengenai masalah presensi dapat mengisi di form http://bit.ly/kendalaUIIPresensiFTI

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Yogyakarta, 22 Februari 2020

Kepala Divisi Administrasi Akademik
Fakultas Teknologi Industri

Ttd,

Edi Haryono

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan kerjasama dengan Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat magang mahasiswa. Ini merupakan implementasi FTI UII yang mendapatkan 21 pendanaan penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi pada Perguruan Tinggi Non Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Demikian diungkapkan Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT kepada wartawan di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Kamis (30/1/2020). Dari 21 proposal yang mendapat pendanaan penelitian, sebanyak 17 proposal baru, dan empat proposal lanjutan. Mahasiswa yang didampingi dosen akan melakukan pengabdian masyarakat di seluruh desa Kapanewon Ngemplak yaitu Desa Wedomartani, Umbulmartani, Widodomartani, Bimomartani, dan Sindumartani.

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan semua penelitian dosen ini akan melibatkan mahasiswa dari seluruh Program Studi (Prodi) FTI. Mahasiswa akan ditempat magang di masing-masing desa minimal selama enam bulan. “Mereka akan kita carikan tempat tinggal di desa tempat mereka magang. Sehingga mahasiswa bisa lebih fokus pada pengabdian masyarakat,” kata Prof Hari Purnomo yang didampingi Dr RM Sisdarmanto Adinandra ST, MSc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Selama ini, kata Prof Hari Purnomo, pengabdian masyarakat bersifat spontanitas. Kalau ada kebutuhan saja, dosen dan mahasiswa datang ke desa dan memberikan ceramah. “Model seperti ini harus dihilangkan, harus ada action. Kita kerjasama dengan Ngemplak sudah empat tahun, tetapi tidak ada hasilnya,” tutur Prof Hari Purnomo yang berupaya untuk memperbaiki model pengabdian masyarakat.

Prof Hari Purnomo, menyampaikan ada tiga tujuan magang mahasiswa yaitu digitalisasi, hilirisasi produk dan income generating activity (program peningkatan pendapatan masyarakat). Prof Hari Purnomo berharap dengan pola baru ini, pengabdian masyarakat benar-benar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dosen FTI yang mendapatkan dana pengabdian masyarakat adalah Alvin Sahron, ST, MEng, PhD (Teknik Elektro) satu proposal; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo (Teknik Industri) tiga proposal; Muhammad Ridwan Andi Purnomo., ST, MSc, PhD (Teknik Industri) satu proposal melibatkan empat Prodi; Dhomas Hatta Fudholi, ST, MEng, PhD (Informatika) enam proposal; Ridho Rahmadi, ST, MSc, PhD (Informatika) tiga proposal; Izzati Muhimmah, ST, MSc, PhD (Informatika) satu proposal; Dr Raden Teduh Dirgahayu, ST, MSc (Informatika) satu proposal dengan 11 Prodi; Dr Arif Hidayat, ST, MT (Teknik Kimia) dua proposal; Dr Diana, ST, MSc (Teknik Kimia) satu proposal melibatkan tiga Prodi; Dr Muhammad Khafidh, ST, MT (Teknik Mesin) satu proposal; dan Dr Eng Risdiyono, ST, MEng (Teknik Mesin) satu proposal melibatkan dua Prodi.

FTI UII menjadi Fakultas yang paling banyak mendapatkan pendanaan penelitian. Kemudian disusul Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing mendapat 11 proposal, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) lima proposal, Fakultas Psikologi Sastra Budaya (FPSB) dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) masing-masing dua proposal.

“Capaian tersebut sebagai salah satu wujud dari Visi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam, profesionalitas, dan daya saing global, dalam bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat dan Dakwah Islamiyah, pada tahun 2038,” pungkas Prof Hari Purnomo

Jerri Irgo

Ismail Fahmi., Ph.D – Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Founder

= =

Analisis Drone Emprit: Corona Virus

After having 2 days of complete data, Drone Emprit now release some insight and findings based on it’s analysis of conversation in social media and online media (Indonesian).

detail