Posts

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., M.T, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Dr. Edi Pambudi, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Sektor Jasa dan Sumber Daya Alam, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, membatalkan pertemuan yang terjadwal akibat wabah Virus Corona (COVID-19), sebagai gantinya, mengadakan pertemuan virtual (18 Maret 2020).

Salah satu agenda pertemuan terkait dengan “pohon industri yang merupakan sebuah peta,  dimana kita dapat mengisi kekosongan yang ada diantaranya bahan baku. Adanya wabah Covid-19 ini, kita perlu banyak melakukan perbaikan untuk mengisi kekosongan bahan baku, namun kalau mitra dagang tutup, sumber bahan baku tutup, maka kita pun akhirnya terpaksa tutup, sehingga ada baiknya melengkapi puzzle industri kita,” ujar Dr. Edi Pambudi.

Sebelumnya Dr. Edi Pambudi hadir sebagai narasumber Kuliah Perdana/Umum pada Mahasiswa Baru Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (14 September 2019) silam.

Baca : Maha Data, Transformasi Proses Bisnis Ketahanan Pangan

Dr. Edi Pambudi mengatakan “Berdasarkan data pada tahun 2007 sampai dengan 2009 industri kita setelah masa-masa krisis cukup baik dan pertambangan menjadi primadona,  tinggal menggarap investasi, sehingga industri harus dibuat ramai investasi namun masih menjadi PR (pekerjaan rumah-red) besar, pertama menyelesaikan puzzle terkait industri kita belum sambung menyambung, antara barang baku sampai barang jadi. Sampai saat ini, industri kita mengalami masalah, pada saat China menutup kegiatan industrinya. Hal tersebut menunjukkan ketergantungan industri kita pada satu negara masih sangat tinggi.”

Khusus untuk industri makanan dan minuman, tumbuhnya cepat sekali, namun dalam periode kuartal 2018 strukturnya berubah lagi.  “Kondisi saat ini (bagi akademisi-red) bukan lagi call for paper namun sudah call for action” ujarnya.

Dr. Edi Pambudi mendorong Himpunan Program Studi Teknik Industri se-Indonesia sama-sama memikirkan strategi yang tepat seperti apa, untuk dapat membantu pelaku usaha diantaranya menghubungkan dengan bahan baku. “Impor bahan baku terkonsentrasi di 2 negara, India dan China, sebelumnya di Eropa, tapi kemudian tutup.  Ini juga dapat menjadi kajian yang menarik bahwa Perilaku Produksi di Industri yang sangat sensitif dengan harga, mempengaruhi harga pokok produksi pasti juga akan mengalami relasi gagal media.”

Baca Juga : Prof Hari, Beri Arahan Mitigasi Covid-19

Prof Hari Purnomo, menerima peluang tersebut, ”insha Allah segera berkoordinasi untuk berkontribusi dalam hal ini, tidak hanya tataran akademik, namun action, apapun  hasilnya,” tutur Guru Besar Bidang Ergonomi Teknik Industri tersebut.

Hadir pula Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII sebagai inisiator pertemuan tindak lanjut tersebut.

Jerri Irgo

Pakar Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ismail Fahmi, Ph.D mengatakan, keterbukaan tentang penyebaran Virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat sangat penting. Sebab dengan mengetahui perkembangan penyebaran COVID-19, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri, menjaga diri, dan lingkungan dengan baik.

“Keterbukaan informasi tidak akan membuat masyarakat panik, justru memperkuat kepercayaan pada pemerintah. Untuk itu, masyarakat memerlukan informasi yang jelas dan terbuka mengenai Virus Corona,” kata Ismail Fahmi, Ph.D., Dosen FTI UII saat memaparkan Pemanfaatan Big Data, sesaat sebelum menjadi di Narasumber Kuliah Umum Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII, di Ruang Sidang Dekanat FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (14/3/2020).

Founder Media Kernels Indonesia dan Drone Emprit tersebut menjelaskan apa yang disampaikan berdasarkan data yang masuk dan diolahnya dari percakapan di media sosial. Khususnya yang menjadi perhatian serius masyarakat, yakni kepercayaan. Kepercayaan bisa positif, tapi juga dapat negatif.

Yang jelas, kepercayaan menduduki peringkat pertama. Kepanikan justru bukan menjadi hal yang utama dalam keseharian masyarakat. Persentase percakapan yang menyinggung kepanikan jauh lebih sedikit dibandingkan kepercayaan. “Untuk itu mendorong pemerintah agar terbuka menyampaikan informasi, sehingga masyarakat benar-benar memahami dan mengetahui yang harus dilakukan,” paparnya didampingi Winda Nurcahyo, S.T., M.T., Ph.D., Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII dan Dr. Zaroni, Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia

Namun keterbukaan tersebut tetap harus dari satu pintu seperti yang selama ini berlangsung. Tidak semua orang, dalam hal ini pemerintah daerah, bisa menyampaikan informasi terkait Corona. Informasi satu pintu menuntut Pemerintah Pusat memiliki data yang selalu baru dari waktu ke waktu berdasarkan laporan dari daerah yang juga harus selalu terbaru.

”Idealnya informasi tentang Virus Corona memang satu pintu, ada di Pemerintah Pusat,” tukasnya.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehnya, sudah bisa dikategorikan yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi melalui percakapan di media sosial. Ini memberi gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan.

Jerri Irgo

“Output yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dapat berupa perancangan maupun pengembangan, baik produk, sistem, metode atau kebijakan” jelas Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D, Ketua Program Studi Teknik Industri Program Magister Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Winda menjelaskan hal tersebut dihadapan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII yang mengikuti Program BootCamp 2019, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (02 Februari 2019).

“Dimulai saat membuat latar belakang penelitian, sudah harus memuat informasi dasar perlunya dilaksanakan kegiatan penelitian ini, masalah iptek yang dihadapi pada saat ini dan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat / industri. Latar belakang juga harus mampu menjelaskan bagaimana kegiatan riset ini dapat memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SINas)” ujar Dosen Magister Teknik Industri tersebut.

Selain itu harus dipahami bahwa peluang melakukan penelitian tidak harus dari masalah yang besar, namun dapat dimungkinkan juga dari sesuatu yang dianggap kecil, hal tersebut belum dimaknai oleh sebagian besar Mahasiswa. Bagi sebagian mahasiswa terlepas dari asal konsentrasinya saat menjalani tugas akhir adalah masa-masa yang menyeramkan dan penuh tantangan. Bahkan, tak sedikit di antara mahasiswa yang tidak mempersiapkan dengan baik, akhirnya memutuskan drop-out karena tidak kuat menghadapi dosen pembimbing yang terlalu ‘killer’.

Pada kesempatan tersebut, Winda juga berbagi tips dan triks mudahnya mengakses jurnal ilmiah dengan dukungan Teknologi Informasi. Jurnal menjadi penting, karena salah satu fungsi jurnal ilmiah adalah untuk mendapatkan permasalahan yang dapat dijadikan sebagai dasar penulisan latar belakang masalah tesis. Dalam contoh jurnal terbaru biasanya terungkap permasalahan yang aktual. Ini akan memudahkan peneliti dalam menyusun latar belakang masalah.

“Kita berharap dengan strategi tersebut mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir, selain dapat tepat waktu juga dengan selalu having fun” pungkasnya

Jerri Irgo

Program Studi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) membutuhkan tenaga kependidikan tidak tetap sebagai STAF KEUANGAN.

Persyaratan:

  • Pria, maksimal 27 tahun pada 1 Oktober 2018
  • Warga Negara Indonesia, beragama Islam
  • Pendidikan minimal D3 Akuntansi atau yang serumpun
  • Menguasai Microsoft Office
  • Sehat jasmani dan rohani, tidak merokok
  • Mampu berkomunikasi dengan baik
  • Memiliki etos kerja yang tinggi
  • Diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun

Prosedur:

  • Mengisi form pendaftaran di sini.
  • Mengajukan surat lamaran dilampiri berkas-berkas berikut
  • Fotokopi ijazah dan transkrip yang telah dilegalisasi (stempel basah)
  • Fotokopi sertifikat pelatihan yang pernah diikuti, jika ada
  • Fotokopi akte kelahiran
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
  • Pasfoto berwarna ukuran 3×4 (2 lembar)
  • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter (asli)
  • Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) yang masih berlaku.

Ketentuan-ketentuan lain:

Pendaftaran dibuka tanggal 27 Agustus sd 4 September 2018 pada jam 09.00 s.d. 15.00 WIB

Lamaran diserahkan ke :

Admisi Prodi Teknik Industri, Program Magister Fakultas Teknologi Industri UII, Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km. 14.5 Yogyakarta     atau dikirim melalui pos dengan alamat :

Ketua Prodi Teknik Industri,  Program Magister Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, Gedung KH. Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km 14.5 Yogyakarta

Persyaratan yang tidak lengkap tidak akan diproses lebih lanjut.

Jadwal penyelenggaraan rekrutmen:

  • Jumat, 07 September 2018 : Panggilan Seleksi
  • Sabtu, 08 September 2018 : Tes kompetensi dan Agama
  • Ahad, 09 September 2018 : Tes Wawancara
  • Senin, 10 September 2018 : Pengumuman penerimaan Senin
  • Selasa, 11 September 2018 : Tandatangan kontrak

Demikian pengumuman ini disampaikan.

Yogyakarta, 24 Agustus 2018

Ketua Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UII

Winda Nur Cahyo., S.T., M.T., Ph.D