Posts

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh 

Apa kabar rekan-rekan MABA 2021?

Selamat datang di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia. Setelah mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa baru di tingkat Universitas (Pesona Ta’aruf UII 2021) dan di tingkat Fakultas (Pekan Ta’aruf/PETA FTI UII 2021), saatnya kita memasuki masa perkuliahan. Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang proses akademik di setiap program studi, setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti acara Penjelasan Akademik Program Studi sesuai dengan jadwal berikut ini:

 

Program Studi Hari/Tanggal Waktu Tautan Zoom Meeting dan Youtube
Teknik Kimia Jum’at/24 September 2021 13.00 – 15.00 https://s.id/PenjelasanAkademikTK2021
Teknik Kimia International Program Jum’at/24 September 2021 13.00 – 15.00 https://s.id/PenjelasanAkademikTK2021
Teknik Industri Jum’at/24 September 2021 09.00 – 11.30 https://bit.ly/MABATI2021
Teknik Industri International Program Jum’at/24 September 2021 09.00 – 11.30 https://bit.ly/MABATI2021
Informatika
https://informatics.uii.ac.id/maba2021/
Jum’at/24 September 2021 08.00 – 10.30 https://s.id/mabaif21
Informatika International Program
https://informatics.uii.ac.id/maba2021/
Jum’at/24 September 2021 13:00 – 15:00 https://bit.ly/3lK7uY1
Teknik Elektro Jum’at/24 September 2021 09.00 – 11.30 http://bit.ly/MabaPSTE21
Teknik Mesin Jum’at/24 September 2021 08.00 – 10.30 https://s.id/MabaTM21
Rekayasa Tekstil Sabtu/25 September 2021 10.00 – 12.00 https://s.id/mabarekateks21
Jadwal Penjelasan Akademik Maba FTI 2021

 

Jangan sampai ketinggalan dan sampai jumpa di acara penjelasan akademik setiap prodi!

 

===

 

Dear Students of Class 2021,
Welcome to the Faculty of Industrial Technology Islamic University of Indonesia. After completing the orientation both at the University (Pesona Ta’aruf UII 2021) and Faculty Level (Pekan Ta’aruf/PETA FTI UII 2021), it is time to prepare for the academic process. To have a better preparation and understanding of each Department’s academic process, each student is obliged to join and follow the academic orientation process according to the following schedule:

 

 

 

Department Day/Date Time (Western Indonesian Time) Zoom Meeting Link
Chemical Engineering Friday/September 24, 2021 13.00 – 15.00 https://s.id/PenjelasanAkademikTK2021
Chemical Engineering International Program Friday/September 24, 2021 13.00 – 15.00 https://s.id/PenjelasanAkademikTK2021
Industrial Engineering Friday/September 24, 2021 09.00 – 11.30 https://bit.ly/MABATI2021
Industrial Engineering International Program Friday/September 24, 2021 09.00 – 11.30 https://bit.ly/MABATI2021
Informatics
https://informatics.uii.ac.id/maba2021/
Friday/September 24, 2021 08.00 – 10.30 https://s.id/mabaif21
Informatics International Program
https://informatics.uii.ac.id/maba2021/
Friday/September 24, 2021 13:00 – 15:00 https://s.id/mabaif21
Electrical Engineering Friday/September 24, 2021 09.00 – 11.30 http://bit.ly/MabaPSTE21
Mechanical Engineering Friday/September 24, 2021 08.00 – 10.30 https://s.id/MabaTM21
Textile Engineering Saturday/September 25, 2021 10.00 – 12.00 https://s.id/mabarekateks21
Schedule of Academic Orientation for new students of FTI UII 2021

 

Don’t miss it and see you at the event!!

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh 

Penghitungan biaya gudang diperlukan untuk menetapkan biaya logistik. Bersama biaya transportasi, biaya gudang menjadi komponen biaya logistik perusahaan. Bagi perusahaan yang mengelola Gudang secara internal, penting untuk memahami bagaimana menghitung biaya gudang. Selanjutnya,bagaimana mengendalikan biaya gudang untuk mendapatkan penurunan biaya gudang.

Sementara bagi perusahaan penyedia jasa logistik atau third-party logistics (3PL), penghitungan biaya gudang untuk menentukan harga jasa pergudangan ke pelanggan. Kemudian, bagaimana melakukan perbaikan operasional untuk menurunkan biaya gudang, sehingga harga jual jasa gudang yang dibebankan ke pelanggan semakin murah, atau mendapatkan peningkatan keuntungan.

Pembebanan biaya

Biaya merupakan pemakaian sumber daya yang dibebankan ke obyek biaya. Obyek biaya ini bisa berupa apa saja yang akan kita hitung biayanya. Contoh obyek biaya antara lain produk, layanan, departemen, dan pelanggan. Setidaknya, ada tiga metode pembebanan biaya ke obyek biaya (Hansen, Moven, Gekas, dan McConomy, 2012).

Gambar metode pembebanan biaya. Sumber: Hansen, et al, 2012

Pertama, pembebanan biaya secara langsung (direct tracing) ke obyek biaya. Pada metode ini, biaya dibebankan ke obyek biaya sesuai pemakaian sumber daya yang dapat diidentifikasi dan diobservasi secara fisik.

Contoh pembebanan biaya direct tracing adalah biaya tenaga kerja di gudang yang melaksanakan kegiatan penerimaan barang (receiving). Biaya tenaga kerja untuk kegiatan penerimaan barang di gudang dapat diidentifikasi dan dibebankan secara langsung ke obyek biaya. Berapa jumlah tenaga kerja yang digunakan, berapa jam kerjanya, dan berapa upah yang dibayarkan dapat dibebankan secara langsung ke obyek biaya gudang.

Idealnya, semua biaya sebaiknya dapat dibebankan secara langsung ke obyek biaya. Sayangnya, tidak semua biaya dapat dibebankan secara langsung ke obyek biaya. Beberapa sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan atau proses operasi gudang tidak dapat secara akurat diidentifikasi atau diobservasi secara langsung ke obyek biaya.

Contoh biaya listrik untuk mengoperasikan ban berjalan (conveyor belt). Tidaklah praktis bila kita harus mengamati berapa pemakaian listrik dari setiap conveyor belt yang digunakan di gudang, misalnya dengan pemasangan alat pemakaian listrik (energy power meter atau watt meter) pada setiap conveyor belt. Kita cukup menghitung berapa kwh (kilo watt hour), yaitu berapa kilo watt dalam satu jam sesuai keterangan angka power yang tercantum di conveyor belt tersebut. Dalam hal ini, jam pemakaian conveyor belt merupakan pemicu biaya (cost driver) listrik.

Metode pembeban biaya dengan menentukan pemicu biaya disebut driver tracing. Metode driver tracing ini diterapkan bila pembebanan biaya dengan menggunakan direct tracing tidak mungkin bisa dilakukan. Metode driver tracing membebankan biaya ke obyek biaya dengan menentukan pemicu biaya (cost driver), yaitu hubungan sebab-akibat (cause-effect) biaya dengan obyek biaya. Pada contoh biaya listrik conveyor belt, jam pemakaian merupakan cause dan biaya listrik merupakan effect.

Metode pembebanan biaya berikutnya adalah metode alokasi biaya (cost allocation). Metode ini digunakan bila kedua metode pembebanan biaya, yaitu direct tracing dan driver tracing tidak bisa diterapkan. Metode cost allocation merupakan pembebanan biaya secara tidak langsung (indirect cost assignment).

Umumnya biaya tidak langsung (indirect cost) dibebankan ke obyek biaya menggunakan metode ini. Karena hubungan biaya dengan obyek biaya tidak dapat diidentifikasi secara langsung atau tidak ada hubungan sebab-akibat, maka alokasi biaya dilakukan berdasarkan pertimbangan kemudahan (convenience) atau asumsi yang masuk akal. Contoh, biaya depresiasi bangunan gudang, dibebankan ke biaya penerimaan barang didasarkan luas ruangan (space) yang digunakan untuk kegiatan penerimaan barang. Dalam hal ini, luas ruangan merupakan dasar alokasi pembebanan biaya depresiasi bangunan gudang.

Menghitung biaya Gudang

Biaya gudang dihitung berdasarkan biaya pemakaian sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan produk atau layanan pergudangan. Umumnya proses operasi pergudangan mencakup penerimaan barang (receiving), penempatan barang (put away), penyimpanan barang (storage), pengambilan barang (picking), dan penyiapan pengiriman barang (shipping).

Brian J. Gibson, dalam Coyle (2017) menjelaskan aktivitas yang dilakukan pada setiap proses operasi pergudangan:

  1. Penerimaan barang (receiving). Menerima barang dari moda transportasi atau menerima barang yang dikirim dari pabrik. Pada proses operasi penerimaan barang, kegiatan yang dilakukan adalah memeriksa jadwal kedatangan angkutan (schedule carriers), memverifikasi order, memeriksa barang (inspect freight), dan membongkar barang (unloading vehicles).
  2. Penempatan barang (put away). Setiap jenis barang diidentifikasi dengan jumlah stock-keeping unit (SKU) dan pencatatan kuantitas barang yang diterima. Selanjutnya, mengirim barang ke penyimpanan, barang disortir dan diletakkan di tempatnya (put away).
  3. Penyimpanan barang (storage). Barang disimpan dalam penyimpanan dan dibawah perlindungan yang baik sampai saatnya dibutuhkan.
  4. Pengambilan barang (order picking). Jenis barang yang dibutuhkan dari stock harus dipilih dari penyimpanan dan dibawa ke area penyusunan.
  5. Penyusunan pengiriman. Barang yang dibuat menjadi satu pesanan dibawa bersamaan dan diperiksa jika ada kelalaian atau kekeliruan. Pencatatan pesanan selalu diperbaharui.
  6. Pengiriman barang. Pesanan dikemas, dokumen pengiriman disiapkan, dan barang dimuat di kendaraan yang tepat.

Untuk melaksanakan kegiatan operasi pergudangan tersebut diperlukan sumber daya. Umumnya, sumber daya yang digunakan dalam operasi pergudangan berupa bangunan gudang, peralatan penanganan material (material handling equipment, MHE), tenaga kerja, teknologi, energi, dan perlengkapan (supplies).

Berdasarkan setiap jenis sumber daya yang digunakan dalam gudang, kita mengelompokkan jenis biaya gudang (Richards, 2018) sebagai berikut:

1. Biaya penyimpanan (storage cost). Biaya penyimpanan berasal dari penggunaan ruangan (space) gudang, yang terdiri dari:

  • Biaya sewa bangunan dan tanah, atau biaya depresiasi bangunan, bergantung pada bagaimana bangunan dan tanah diperoleh. Bila bangunan dan tanah untuk Gudang diperoleh secara sewa, maka disebut biaya sewa (rent atau leasing cost). Sementara bila bangunan dan tanah diperoleh dengan cara investasi atau membangun, disebut biaya depresiasi.
  • Asuransi bangunan.
  • Pajak daerah, misalnya Pajak Bumi dan Bangunan, atau retibusi.
  • Biaya listrik dan telekomunikasi.
  • Biaya sewa atau depresiasi peralatan gudang.
  • Biaya sewa atau depresiasi rak.
  • Biaya peralatan refrigeration.
  • Biaya reparasi dan pemeliharaan.
  • Biaya kebersihan dan keamanan gudang.
  • Biaya pembuangan limbah (waste disposal).

2. Biaya penanganan (handling cost). Biaya penanganan barang di gudang berupa:

  • Biaya tenaga kerja langsung: upah, lembur, pelatihan, asuransi kesehatan dan tenaga kerja, dan pakaian alat pelindung diri (APD).
  • Biaya material handling equipment (MHE): biaya sewa, biaya depresiasi, dan biaya operasional MHE, seperti biaya pemakaian bahan bakar (fuel), biaya pemakaian baterai, ban, dan oli.
  • Biaya pengepakan.

3. Biaya overhead (overhead cost). Umumnya, biaya overhead gudang terdiri dari:

  • Biaya gaji manajer dan staf administrasi gudang.
  • Biaya sewa atau depresiasi kendaraan kantor.
  • Biaya administrasi.
  • Biaya IT, baik hardware maupun software.
  • Biaya sewa atau depresisasi peralatan kantor.
  • Biaya pemasaran, khusus perusahaan 3PL.

Gambar struktur biaya gudang. Sumber: Richards, 2017

Selanjutnya, untuk menghitung biaya gudang diperlukan informasi sebagai berikut:

  • Jenis sumber daya.
  • Kuantitas atau volume penggunaan atau pemakaian sumber daya.
  • Biaya atau tarif per unit.

Biaya total gudang diperoleh dengan cara mengalikan kuantitas atau volume penggunaan atau pemakaian setiap sumber daya dengan biaya atau tarif per unit.

Manajer gudang memerlukan pemahaman yang komprehensif tentang biaya gudang. Hal ini penting, tidak hanya dalam penyusunan dan pengendalian anggaran biaya gudang, namun untuk mengalokasikan biaya gudang ke obyek biaya dan pembebanan biaya atas layanan gudang yang diberikan ke pelanggan.

Lebih jauh, penentuan biaya gudang dapat mengidentifikasi pelanggan atau produk yang merugi. Hanya jika kita mempelajari angka-angkanya dengan cukup mendalam.

 

Dr. Zaroni, CISCP, CFMP, CMILT 

Dosen Magister Teknik Industri FTI UII ; Chartered Member in Logistics & Transport (CMILT)

 

Referensi

Don R. Hansen, Maryanne M. Mowen, George A. Gekas, and David J. McConomy, Cornerstones of Cost Accounting, First Canadian Edition, Cengage Learning, 2012

John J. Coyle, C. John Langley, Jr., Robert A. Novack and Brian J. Gibson, Supply Chain Management: A Logistics Perspective, Tenth Edition, Cengage Learning, 2017

Richards, Gwynne. Warehouse management: a complete guide to improving efficiency and minimizing costs in the modern warehouse, 3rd edition, Kogan Page Limited, CILT, 2018

Giri Mekar, Bandung, 1 Agustus 2021

Dr. Zaroni

Head of Consulting Division Supply Chain Indonesia / Dosen Prodi Teknik Industri Program Magister FTI UII

 

Pandemik Covid-19 telah memengaruhi semua ekosistem kehidupan dan ekonomi. Tidak hanya kesehatan dan keselamatan jiwa manusia. Pandemik ini berimbas pada kemandekan ekonomi. Kita dipaksa memaknai ulang sesuatu yang telah menjadi kebiasaan atau normal. Kita memasuki era kenormalan baru (new normal)

Seberapa lama Pandemik Covid-19 ini? Tergantung pada efektivitas pengendaliannya. Berbagai skenario pengendalian penyebaran Covid-19 dan perkiraan puncak siklus telah banyak diprediksi. Salah satunya, prediksi Budi Sulistiyo et al yang telah merilis laporan Pemodelan Multiskenario dan Rekomendasi Strategi Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Indonesia (2020) menyebutkan bila skenario physical distancing diterapkan cukup moderat, maka perkiraan akhir siklus akan berakhir 13 November 2020 dengan perkiraan akumulasi kasus terkonfimasi positif Covid-19 sebanyak 43.130 kasus.

Sebaliknya, bila skenario physical distancing diterapkan longgar, diperkirakan akhri siklus baru berakhir 18 Maret 2021. Dampaknya, akumulasi kasus yang terkonfirmasi menjadi 1.892.000 kasus, dengan perkiraan puncak siklus terjadi pada 12 Juli 2020 dengan puncak kasus harian mencapai 14.720. Mencermati berbagai skenario dan perkiraan penyebaran Covid-19 ini, isu penting yang perlu menjadi perhatian kita adalah Bagaimana kita merespon dan melakukan pemulihan. Bagi para pengusaha dan pemimpin bisnis, bagaimana melindungi keselamatan pekerja? Bagaimana tetap menjaga operasional dan menyediakan layanan kepada pelanggan? Dan bagaimana tetap menjaga keberlangsungan (going concern) perusahaan? Bagaimana pengaruh Pandemik Covid-19 terhadap sektor usaha? Dampaknya luar biasa.

Pada kondisi sebelum Covid-19 ditemukan, semua sektor usaha berjalan normal. Penjualan meningkat seiring dengan peningkatan pelanggan, baik pelanggan lama maupun penambahan pelanggan baru. Selain itu, umumnya, peningkatan penjualan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pasar. Semua berlangsung normal. Peningkatan penjualan mendorong peningkatan produksi atau pembelian barang. Peningkatan produksi menciptakan kegiatan pekerja untuk mengoperasionalkan sektor usaha, baik industrii, pertanian, perdagangan, keuangan, dan semua sektor yang mendukukung kegiatan usaha

Kegiatan usaha dan ekonomi yang normal mulai terguncang sejak Covid-19 ditemukan, menyebar, dan menjadi Pandemik. Sektor usaha pun menurun tajam seiring semakin ketatnya pengendalian penyebaran Covid-19, baik dalam skala rumah tangga, usaha, daerah, nasional sampai global. Para pengusaha dan pemimpin bisnis menghadapi dan menjalankan protokol survival, bertahan untuk tetap hidup. Masa pandemik dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mendorong banyak pengusaha untuk melakukan pemulihan dan lolos dari survival, meski kondisi belum normal.

Kondisi ketidaknormalan ini akan menjadi normal baru (new normal), dengan perubahan model bisnis baru yang kini telah biasa mereka jalankan selama survival di masa Pandemik Covid-19. Para pengusaha pun mengembangkan berbagai strategi pemulihan dan penyiapan untuk tetap tumbuh pada masa post Covid-19. Masa di mana kondisi “normal pada ketidaknormalan” atau next normal. Pandemik Covid-19 men-disrupsi banyak sektor usaha (BI, Doode dalam Liputan 6, 2020).

Banyak sektor usaha yang tertekan atau sulit bertahan dari disrupsi Covid-19 ini, contohnya sektor usaha penerbangan, restoran, hotel, konstruksi, industri pengolahan, pertambangan, energi khususnya bahan bakar, ekspor komoditi tambang, dan lain-lain. Sektor usaha ini mengalami penurunan permintaan yang sangat tajam. Sektor usaha yang masih bisa bertahan pada masa Pandemik Covid-19 ini, misalnya sektor kehutanan, perikanan, listrik, gas, air bersih, pengangkutan barang, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Pada sektor usaha ini umumnya masih bisa bertahan, mengingat permintaan akan jasa dan produk dari sektor ini masih normal.

= =

Sumber dan selengkapnya TruckMagz Ed. Agustus 2020, halaman 42 – No 74 / VI / AUGUST 2020: https://truckmagz.com/login/

Prof Fathul Wahid, ST, M,Sc., Ph.D,  Rektor Universitas Islam Indonesia

= =

 

Ujang, Ketua OSIS SMA Tunas Muda sedang galau. Masa pengabdiannya sudah hampir pungkas. Setahun mengabdi memimpin kawan-kawannya terasa sangat singkat. Waktu luang di sela menunaikan kewajiban sebagai siswa SMA digunakannya untuk mengasah diri: menjadi pemimpin muda.

Ujang mengasah kemampuan komunikasi. Saat ini, dia cukup lihai menjadi pembicara publik. Kemampuan menulisnya pun semakin tajam. Dia terbiasa menghadapi kawan-kawannya yang beragam. Dia lebih terbiasa menjadi pendengar. Dia sadar, sebagai pemimpin tidak cukup dengan kemampuan berbicara, tetapi perlu dilengkapi dengan menjadi pendengar yang baik.

Ketika banyak kawannya kesulitan membagi waktu di antara bejibun tugas sekolah, Ujang seakan santai, karena terbiasa mengelola waktu dengan efektif. Dia sadar, menjadi pemimpin harus berpikir beberapa langkah di di depan. Dia harus lebih sensitif dengan perkembangan yang ada.

Intinya, di penghujung masa pengabdiannya, Ujang merasa menjadi manusia baru. Manusia yang lebih siap bertumbuh dan adaptif di beragam lingkungan.

Tetapi mengapa dari sekian banyak keuntungan menjadi aktivis, Ujang kesulitan mendapatkan kader yang akan menggantikannya? Banyak adik kelasnya yang masih galau dan bertanya: “Ngapain repot-repot menjadi aktivis? Toh tidak ada yang menghargai. Waktu untuk main tersita.”

Ujang teringat dengan Greta Thunberg, aktivis lingkungan muda asal Swedia yang sangat berani itu. Majalah TIME menobatkannya menjadi Person of the Year 2019. Terlintas juga Malala Yousafzai asal Pakistan yang memperjuangkan hak pendidikan kaum hawa. Malala, pada 2013, dinobatkan majalah TIME sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di muka bumi.

Mata Ujang menerawang kosong, sampai dia mendapatkan informasi admisi mahasiswa baru sebuah universitas di lereng Merapi. “Aha, eureka!”, teriak Ujang. “Sekarang saya punya tambahan amunisi mengajak adik kelas untuk menjadi aktivis”, gumamnya.

Pertanyaan: universitas manakah yang menghargai para aktivis SMA tersebut?

Petunjuk: pmb.uii.ac.id/ppm

Catatan: Cerita di atas fiktif belaka. Kesamaan nama dan tempat hanya kebetulan, kecuali  lokasi sebuah universitas di lereng Merapi yang memang disengaja.

Sumber : Facebook Fathul Wahid

“Sangat beralasan, mengapa kita secepatnya harus bertindak melakukan mitigasi, karena kita bergerak di dunia pendidikan, artinya harus secepatnya juga memberikan pendidikan khususnya kepada Mahasiwa untuk berbuat baik, bagaimana kita menanggulanginya. Akan menjadi bencana, kalau dunia pendidikan lalai” ujar Prof Hari Purnomo, di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (16 Maret 2020).

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat memberikan arahan kepada 85 Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kerja FTI UII tentang Mitigasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dan Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca : Mitigasi Penyebaran Covid-2019

Adapun langkah antisipasi tersebut, dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan) dan memperhatikan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 tentang  Mitigasi penyebaran Covid-2019 dan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1050/Rek/10/SP/III/2020 tentang Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca Juga : Infografis Kerja dari Rumah

Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII, tampak hadir pada kegiatan tersebut

Dalam arahan terakhir,  Prof Hari Purnomo meminta agar Tendik FTI UII dan keluarga serta lingkungan dapat saling mengingatkan untuk mengantisipasi virus tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat diantaranya dengan berolahraga.

Baca : UII Respon Covid 2019

“Semoga dengan mengikhtiarkan secara sungguh-sungguh pelayanan kepada semua pemangku kepentingan dapat dipenuhi dalam kualitas yang terbaik” pungkasnya.

Jerri Irgo

Dr  Zaroni, Head of Consulting Division Supply Chain Indonesia, Dosen Program Studi Teknik Industri Program Magister FTI UII

Profit bukanlah tujuan berbisnis. Sejatinya, tujuan berbisnis adalah menyediakan produk atau jasa terbaik yang diperlukan orang-orang. Atas dasar itu, bisnis tersebut menghasilkan keuntungan. – James Rouse, Pengembangan Real Estate Amerika, aktivis filantropis.

 Seringkali, banyak pengusaha berpikir bahwa mendapatkan profit menjadi tujuan utama berbisnis. Bagaimanapun, profit saja tidak cukup. Profit yang diperoleh harus dibandingkan dengan investasi yang telah digunakan untuk mendapatkan profit tersebut. Karenanya, return on investment atau ROI, atau tingkat return terhadap investasi seringkali lebih penting daripada profit itu sendiri.

Keberhasilan bisnis dalam jangka panjang seringkali diukur dari ROI ini. Untuk mencapai keberlangsungan bisnis, ROI harus lebih besar daripada biaya modal (cost of finance).

Mengapa ROI penting?

Untuk mencapai keberhasilan bisnis dalam jangka panjang, pemimpin perusahaan harus memonitor pencapaian target profitabilitas secara teratur. Karena untuk menghasilkan profit memerlukan investasi, maka ROI merupakan ukuran penting dalam mengevaluasi kinerja bisnis.

ROI dihitung sebagai berikut:

selengkapnya

“Perasaan saya sekarang, dapat masuk di Prodi Teknik Informatika senang bangettt. Selain itu juga dapat teman dari berbagai Jurusan di Fakultas Teknologi Industri UII, terus juga dapat sharing – sharing tentang pangalaman masing-masing” ujar Dita Rahayu Berliana, seusia mengikuti rangkaian PETA FTI UII di Halaman Utara GOR Ki Bagus Hardikoesoemo, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Agustus 2018)

Mahasiswi Program  Studi Teknik Informatika, Angkatan 2018 tersebut juga ungkapkan rasa senangnya saat mendapatkan “banyak juga pengalaman baru dan senang saat dapat sharing tentang bahasa daerah temen, kaya orang palembang kalau menyebut kakak itu dengan sebutan ayuk, gitu”  ungkap Dita yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini.

“Bangga masuk studi FTI UII karena semua prodi terakreditasi A. Harapan saya semoga studi FTI UII kedepan dapat lebih maju dari sekarang” tutur Dita

Senada dengan itu, Ahmad Zaidan juga ungkapkan “Alhamdulillah saya seneng banget, masih berfikir kalau ini itu mimpi padahal engga, ini sudah kenyataan. Dan kerennya, saya belum masuk kuliah tapi saya sudah merasakan euforia nya sebagai maba FTI UII” ujar Mahasiswa Prodi Teknik Industri 2018 tersebut

Saya sudah merasakan rasa kekeluargaannya, walaupun saya belum mengenal semua maba miba FTI UII dan kating (kakak tingkat-red) saya. “Saya sangat bersyukur dapat masuk FTI UII Prodi Teknik Industri karena kalau tidak, mungkin sampai saat ini saya ga bisa ngerasain rasa kepedulian, rasa kekeluargaan dan rasa kebermanfaatan bersama kepada teman yang baru saya kenal saat Pesta UII atau bahkan PETA FTI UII ini. Alhamdulillah, cukup banyak sudah ya, walau masih banyak hal bahagia yang saya ga dapat tuliskan disini” ujar Zaidan melalui pesan singkatnya

Berdasarkan Data Penerimaan Mahasiswa Baru FTI UII TA 2018-2019, Program Studi Teknik Informatika menjadi primadona dengan menerima 251 atau 26,3% dari total 956 mahasiswa baru FTI UII. Prodi Teknik Industri menerima 247 atau 25,8% dan Prodi Teknik Kimia menerima 191 atau 20,0% . Selanjutnya Prodi Teknik Elektro menerima 131 atau 13,7% dan Prodi Teknik Mesin menerima 117 atau 12,2% serta Prodi Teknik Industri (IP) menerima 19 atau 2,0%

Secara terpisah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII, Dr R.M Sisdarmanto Adinandra S.T., M.Sc, jelaskan bahwa Dita dan Zaidan adalah bagian dari 956 jumlah keseluruhan Mahasiswa Baru FTI UII, angkatan tahun 2018 ini. “Alhamdulillah, PETA FTI sudah berakhir dengan lancar, Mahasiswa Baru dan Panitia semuanya happy, dan kegiatan ditutup bersama dengan sholat Maghrib berjamaah” pungkasnya

Jerri Irgo

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menerima kunjungan silaturahmi Delegasi Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di Ruang Program Pascasarjana FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (31 Januari 2018)

Pimpinan Delegasi, Merisha Hastarina, ST., M.Eng, Sekretaris Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mengungkapkan “Kunjungan yang sangat berkesan, mulai dari sambutan yang hangat dari Dekan, KaProdi, para Dosen, dan Mahasiwa. Dosennya sangat terbuka untuk sharing dan berbagi ilmu” ungkapnya melalui pesan singkat.

“Terutama saat kunjungan ke masing-masing Laboratorium. Bahkan diberikan sesi tersendiri untuk pemaparan Laboratorium juga peralatan yang terdapat didalamnya” tutur Merisha

Selanjutnya Merisha menambahkan “Laboratorium sebagai jantungnya teknik juga sangat difungsikan dengan baik. Dosen-Dosen juga sangat kreatif dan aktif. Satu lagi yg saya salut, Program Studi mampu melahirkan sense of belonging mahasiswa yang tinggi terhadap kampus sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa untuk berkarya” ujarnya.

Semoga UMP dapat menjalin silaturahmi dan kerjasama yang baik dengan UII. Aamiin

Jerri Irgo

Kolaborasi kerjasama Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII, Program Studi Teknik Industri UII dan PT Pos Logistik mengadakan kegiatan Diskusi Prospek Peluang Karir Profesional Teknik Industri, insya Allah

Ahad, 21 januari 2018 – 09.30 sd 11.30WIB di Ruang 1.10 Audiovisual FTI UII

Narasumber : Dr Imam Djati Widodo – Profesional Teknik Industri di era Global & Dr Zaroni – Profil & Peluang Karir di PT Pos Logistik

Adapun : Daftar Peserta yang sudah Mendaftar

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sambut 746 mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 pada kegiatan Kuantum FTI 2017 di Hall Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (6 Dzul Hijjah 1438 H/29 Agustus 2017). Read more