Posts

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengumumkan secara online, hasil penilaian karya-karya peserta Tenaga Kependidikan dan menetapkan 5 pemenang terbaik, lomba kegiatan FTI UII Berdakwah 1441 H (29 Juli 2020).

Lima juara impresif terdiri dari kategori artikel, diraih Azifatul Azifah tentang Sabar atas Ujian yang Menimpa dan Rizky Wirantara tentang menyenangkan hati. Selanjutnya Nur Muhammad Syafi’i di kategori Kaligrafi non Digital dan Kategori poster Hery Suryantoro, dengan judul dakwah bertema Mushola FTI serta Herviana El Diansyah, poster tentang bersedekah.

Secara terpisah Azif mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, artikel Sabar atas Ujian yang menimpa mendapat apresiasi dari Pimpinan FTI UII,”  ujarnya melalui pesan singkat.

Azifatul Azifah, Tenaga Kependidikan Jurusan Informatika FTI UII menyampaikan bahwa intinya dalam masa pandemi ini kita harus sabar menghadapi ujian yang menimpa kita, karena Allah SWT sedang menguji kesabaran kita.

Allah SWT berfirman, ”Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah SWT mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS Ali Imran [3]: 200).

Janji Allah SWT kepada orang-orang yang memiliki sifat sabar adalah keberuntungan dengan surga dan keselamatan dari api neraka. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka pada hari ini, karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” (QS Al-Mu’minun [23]: 111).

Saat di tengah bencana yang bertubi-tubi menghampiri kita, kesabaran itu masih tetap menjadi milik kita. “Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersabar atas ujian yang menimpa kita. Dan Allah akan memberikan pahala tanpa batas kepada kita dan kita termasuk orang-orang yang mulia dan masuk ke surganya Allah. Aamiin,” kata Azif

Sementara Tenaga Kependidikan Jurusan Teknik Industri,  Herviana El Diansyah mengatakan poster yang dibuatnya terinspirasi dari “tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih.”

Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215).

“Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya dan sungguh, dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat  mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya,” pungkas El

Jerri

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., M.T., mengingatkan kepada semua Sivitas Akademika Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) untuk “senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dan betul-betul menerapkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.  Dengan cara demikian, upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 dapat diminimalisasi.”

Dekan FTI UII sampaikan hal tersebut  secara online (29 Juli 2020) saat Sosialisasi Surat Edaran Rektor UII, Nomor: 2191/Rek/10/SP/VII/2020, tentang Pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021 dan Kegiatan Kantor.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, memulai penjadwalan kegiatan di kampus dengan sif mulai 3 Agustus 2020, untuk setiap tenaga kependidikan paling tidak dua hari dalam sepekan, dengan jam kerja mulai pukul 09.00-16.00 WIB dan tetap mengkoordinasikan pelaksanaan kerja dari rumah (KdR) untuk yang sedang tidak mendapatkan sif di kantor.

Lebih lanjut Dwi Ana juga “mewajibkan pelaksanaan protokal kesehatan secara serius dan konsisten bagi semua sivitas selama melakukan kegiatan di kantor atau kampus, antara lain dengan menjaga jarak fisik, memakai masker, dan tidak berbagi perlengkapan pribadi, sesuai dengan Peraturan Rektor UII Nomor 10 Tahun 2020 tentang Panduan Mitigasi dan Tatanan Baru Universitas Islam Indonesia Merespons Pandemi Covid 2019.”

Hal penting tegas Dwi Ana adalah tertib mengikuti alur jalur masuk maupun alur jalur keluar, selanjutnya mencuci tangan atau gunakan handsanitizer sebelum masuk Gedung KH Mas Mansur dan setelah menyentuh permukaan yang sering disentuh banyak orang serta saat akan memasuki Gedung wajib cek suhu tubuh pastikan dibawah 37,5 derajat celcius.

Saat sosialisasi tersebut dijelaskan juga  surat dari Direktorat Sumber Daya Manusia terkait himbauan uiipresensi secara online.

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni tampak hadir berserta seluruh tenaga Kependidikan FTI UII.

Jerri

Berpuasa di bulan Ramadhan tidaklah menjadikan aktivitas kita berkurang, justru pada saat melaksanakan puasa umat harus lebih produktif dan bersemangat, sebab, tidak sedikit peristiwa penting dan bersejarah dalam dunia Islam yang terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Puasa Produktif diusung menjadi tema Pengajian online Ramadhan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) oleh Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo., S.T., M.Sc., Ph.D sekaligus memimpin doa khataman Al Quran bagi Pimpinan dan Tenaga Kependidikan FTI UII (20 Ramadhan 1441 H /13 Mei 2020).

credit photo: Rahmat Miftahul Habib, S.Kom

Allah SWT begitu banyak melimpahkan nikmat-Nya kepada kita. Ada nikmat kesehatan yang membuat kita merasa nyaman dalam menjalani hidup. Ada nikmat kekuatan yang memungkinkan kita selalu siap melakukan segala aktifitas. Ada nikmat akal yang terus menuntun kita untuk menemukan pikiran-pikiran baru dalam bekerja. Ada banyak lagi nikmat yang tiada hentinya kita rasakan, dalam setiap detik pekerjaan hidup kita, yang semuanya harus dan wajib untuk kita syukuri.

“Bersyukur karena dapat bekerja adalah nikmat Allah SWT diharapkan akan lebih produktivitas apalagi dilakukan dengan senang hati, dan output yang didapat akan lebih lagi” ujar Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo.

Ustadz Muhammad Ridwan Andi Purnomo mengatakan “sebagaimana dalam QS. Al Ashr (103): 1 – 3, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”

Dalam surah Al-Ashr, “kita memahami bahwa orang tidak akan merugi jika beriman (mengaktifkan hati), mengerjakan amal saleh (mengaktifkan panca indra/fisik), dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran (mengaktifkan akal sebanyak dua kali). Berdasarkan surah Al-Ashr, manusia tidak akan merugi jika mengaktifkan hati, panca indra, dan akal,” tutur Ketua Jurusan Teknik Industri FTI UII tersebut

“Salah satu implementasi dari QS. Al Ashr adalah adalah amal sholeh kontekstual, yaitu kebermanfaatan ilmu yang kita miliki untuk kesejahteraan umat manusia sehingga bisa mencegah mereka dari bermaksiat kepada Allah SWT”, tegasnya.

Harapannya mari sama-sama dengan hati-hati untuk menggunakan waktu kita, seperti dalam bulan Ramadhan ini Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya apa saja amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an. Ketahuilah, bahwa Al-Qur’an pertama kali di turunkan pada bulan Rahamdhan.

Tentunya tak heran jika Rasulullah SAW sering membaca Al-qur’an pada bulan ini. Allah Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah: 185)

Pengajian online Ramadhan FTI UII ini, dihadiri Dekan FTI UII, Prof., Dr., Ir., Hari Purnomo., M.T., selanjutnya Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya serta Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyerahkan bantuan logistik kepada mahasiswa yang tengah belajar di rumah atau kos, sebagaimana Surat Edaran Rektor UII Nomor: 1499/Rek/10/SP/IV/2020, perihal Perpanjangan Kerja dari Rumah, Pembelajaran Daring, Libur dan Jam Kerja Selama Ramadan, dan Layanan Konseling.

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII mengatakan “menyusul pembatasan aktivitas untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.  Bantuan logistik ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa, sekaligus untuk mengatasi keterbatasan akses logistik yang mulai tutup.”

“Program ini dilatar belakangi oleh masih adanya mahasiswa FTI UII yang tinggal di Yogyakarta dan memerlukan bantuan. Jadi idenya mendata dari masing-masing Program Studi, siapa mahasiswa yang tinggal di Yogya dan memerluan bantuan, selanjutnya dilakukan seleksi” katanya disela-sela kegiatan bertempat di Teras Hall FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta (18 April 2020).

Mahasiswa yang mendapatkan bantuan logistik tercatat 80 mahasiswa. “Kriteria bantuan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, namun juga bagi yang mulai mengalami kesulitan mengakses logistik. Adapun bantuannya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, karena sebagai institusi pendidikan, kita mengajak untuk hidup sehat dengan memasak sendiri sehingga berupa kebutuhan pokok berupa beras dan lauk pauk,” tutur Dosen Program Studi Teknik Elektro FTI UII tersebut.

Harapan Sisdarmanto Adinandra untuk rekan-rekan mahasiswa semua, adalah  “stay safe, stay strong and stay healthy. Untuk tetap di kos, jaga jarak aman, jaga kesehatan, be happy karena bagian meningkatkan imunitas dan semoga kita semua dipertemukan di bulan Ramadhan 1441 H. Insha Allah Ramadhan tahun ini membawa keberkahannya Allah, aamiin” pungkasnya.

Jerri Irgo

Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan kerjasama dengan Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat magang mahasiswa. Ini merupakan implementasi FTI UII yang mendapatkan 21 pendanaan penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi pada Perguruan Tinggi Non Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Demikian diungkapkan Dekan FTI UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT kepada wartawan di Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Kamis (30/1/2020). Dari 21 proposal yang mendapat pendanaan penelitian, sebanyak 17 proposal baru, dan empat proposal lanjutan. Mahasiswa yang didampingi dosen akan melakukan pengabdian masyarakat di seluruh desa Kapanewon Ngemplak yaitu Desa Wedomartani, Umbulmartani, Widodomartani, Bimomartani, dan Sindumartani.

Lebih lanjut Hari Purnomo mengatakan semua penelitian dosen ini akan melibatkan mahasiswa dari seluruh Program Studi (Prodi) FTI. Mahasiswa akan ditempat magang di masing-masing desa minimal selama enam bulan. “Mereka akan kita carikan tempat tinggal di desa tempat mereka magang. Sehingga mahasiswa bisa lebih fokus pada pengabdian masyarakat,” kata Prof Hari Purnomo yang didampingi Dr RM Sisdarmanto Adinandra ST, MSc, Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII.

Selama ini, kata Prof Hari Purnomo, pengabdian masyarakat bersifat spontanitas. Kalau ada kebutuhan saja, dosen dan mahasiswa datang ke desa dan memberikan ceramah. “Model seperti ini harus dihilangkan, harus ada action. Kita kerjasama dengan Ngemplak sudah empat tahun, tetapi tidak ada hasilnya,” tutur Prof Hari Purnomo yang berupaya untuk memperbaiki model pengabdian masyarakat.

Prof Hari Purnomo, menyampaikan ada tiga tujuan magang mahasiswa yaitu digitalisasi, hilirisasi produk dan income generating activity (program peningkatan pendapatan masyarakat). Prof Hari Purnomo berharap dengan pola baru ini, pengabdian masyarakat benar-benar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dosen FTI yang mendapatkan dana pengabdian masyarakat adalah Alvin Sahron, ST, MEng, PhD (Teknik Elektro) satu proposal; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo (Teknik Industri) tiga proposal; Muhammad Ridwan Andi Purnomo., ST, MSc, PhD (Teknik Industri) satu proposal melibatkan empat Prodi; Dhomas Hatta Fudholi, ST, MEng, PhD (Informatika) enam proposal; Ridho Rahmadi, ST, MSc, PhD (Informatika) tiga proposal; Izzati Muhimmah, ST, MSc, PhD (Informatika) satu proposal; Dr Raden Teduh Dirgahayu, ST, MSc (Informatika) satu proposal dengan 11 Prodi; Dr Arif Hidayat, ST, MT (Teknik Kimia) dua proposal; Dr Diana, ST, MSc (Teknik Kimia) satu proposal melibatkan tiga Prodi; Dr Muhammad Khafidh, ST, MT (Teknik Mesin) satu proposal; dan Dr Eng Risdiyono, ST, MEng (Teknik Mesin) satu proposal melibatkan dua Prodi.

FTI UII menjadi Fakultas yang paling banyak mendapatkan pendanaan penelitian. Kemudian disusul Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masing-masing mendapat 11 proposal, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) lima proposal, Fakultas Psikologi Sastra Budaya (FPSB) dan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) masing-masing dua proposal.

“Capaian tersebut sebagai salah satu wujud dari Visi Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam, profesionalitas, dan daya saing global, dalam bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat dan Dakwah Islamiyah, pada tahun 2038,” pungkas Prof Hari Purnomo

Jerri Irgo

Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin selama kuliah di FTI UII, tidak hanya di bidang akademik namun juga kreativitas dan inovasi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat membuka Pekan Ta’aruf (PETA) FTI UII 2019 di GOR Ki Bagus Hardikoesoemo Kampus Terpadu UII (27 Agustus 2019).

Berdasarkan data unisys, Tahun Akademik 2019/2020, FTI UII menerima 903 Mahasiswa Baru, dimana sejumlah 316 atau 35% dari Program Studi Teknik Industri, selanjutnya Program Studi Teknik Informatika sejumlah 190 atau 21% dan Program Studi Teknik Kimia, sejumlah 135 atau 15%.

Program Teknik Mesin tercatat 130 atau 14% disusul Program Studi Teknik Elektro sejumlah 114 atau 13% dan Program Studi Teknik Industri – Program Internasional sejumlah 18 atau 2%.

Mahasiswa FTI UII, mau tidak mau, harus siap di Era industri 4.0, sehingga dibutuhkan kemampuan Mahasiswa dengan kompetensi intelektual dan keterampilan yang terus diasah jangan sampai kemampuan mahasiswa lebih rendah dari perkembangan jaman.

“Saya janji di FTI UII tidak ada plonco, PETA menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengenalan kampus, ikuti kegiatan ini dengan baik dan riang gembira, serta tirulah yang baik-baik” pungkasnya

Jerri Irgo

“Perasaan saya sekarang, dapat masuk di Prodi Teknik Informatika senang bangettt. Selain itu juga dapat teman dari berbagai Jurusan di Fakultas Teknologi Industri UII, terus juga dapat sharing – sharing tentang pangalaman masing-masing” ujar Dita Rahayu Berliana, seusia mengikuti rangkaian PETA FTI UII di Halaman Utara GOR Ki Bagus Hardikoesoemo, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (24 Agustus 2018)

Mahasiswi Program  Studi Teknik Informatika, Angkatan 2018 tersebut juga ungkapkan rasa senangnya saat mendapatkan “banyak juga pengalaman baru dan senang saat dapat sharing tentang bahasa daerah temen, kaya orang palembang kalau menyebut kakak itu dengan sebutan ayuk, gitu”  ungkap Dita yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini.

“Bangga masuk studi FTI UII karena semua prodi terakreditasi A. Harapan saya semoga studi FTI UII kedepan dapat lebih maju dari sekarang” tutur Dita

Senada dengan itu, Ahmad Zaidan juga ungkapkan “Alhamdulillah saya seneng banget, masih berfikir kalau ini itu mimpi padahal engga, ini sudah kenyataan. Dan kerennya, saya belum masuk kuliah tapi saya sudah merasakan euforia nya sebagai maba FTI UII” ujar Mahasiswa Prodi Teknik Industri 2018 tersebut

Saya sudah merasakan rasa kekeluargaannya, walaupun saya belum mengenal semua maba miba FTI UII dan kating (kakak tingkat-red) saya. “Saya sangat bersyukur dapat masuk FTI UII Prodi Teknik Industri karena kalau tidak, mungkin sampai saat ini saya ga bisa ngerasain rasa kepedulian, rasa kekeluargaan dan rasa kebermanfaatan bersama kepada teman yang baru saya kenal saat Pesta UII atau bahkan PETA FTI UII ini. Alhamdulillah, cukup banyak sudah ya, walau masih banyak hal bahagia yang saya ga dapat tuliskan disini” ujar Zaidan melalui pesan singkatnya

Berdasarkan Data Penerimaan Mahasiswa Baru FTI UII TA 2018-2019, Program Studi Teknik Informatika menjadi primadona dengan menerima 251 atau 26,3% dari total 956 mahasiswa baru FTI UII. Prodi Teknik Industri menerima 247 atau 25,8% dan Prodi Teknik Kimia menerima 191 atau 20,0% . Selanjutnya Prodi Teknik Elektro menerima 131 atau 13,7% dan Prodi Teknik Mesin menerima 117 atau 12,2% serta Prodi Teknik Industri (IP) menerima 19 atau 2,0%

Secara terpisah Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni FTI UII, Dr R.M Sisdarmanto Adinandra S.T., M.Sc, jelaskan bahwa Dita dan Zaidan adalah bagian dari 956 jumlah keseluruhan Mahasiswa Baru FTI UII, angkatan tahun 2018 ini. “Alhamdulillah, PETA FTI sudah berakhir dengan lancar, Mahasiswa Baru dan Panitia semuanya happy, dan kegiatan ditutup bersama dengan sholat Maghrib berjamaah” pungkasnya

Jerri Irgo