Posts

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Diberitahukan kepada mahasiswa Fakultas Teknologi Industri terutama angkatan 2020 dan angkatan 2019 diwajibkan untuk mengikuti acara Stadium General Taklim FTI UII 2020.

Insya Allah akan dilaksanakan pada

Hari, Tanggal: Ahad, 11 Oktober 2020
Pukul: 08.00 – 10.00

Pembicara: Ustadz Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
(Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII)
Tema: “Belajar dari Teladan Engineer Nabi Daud ‘Alayhissalam”

Tautan Zoom Meeting: s.id/zoomsgtaklim
Tautan Youtube Live: s.id/ytsgtaklim

Info lengkap bisa melihat infografis diatas.
Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. Kepala Badan Sistem  Informasi (BSI) Unversitas Islam Indonesia (UII)

= = =

 

Ini bukan posting berbayar, dan bukan karena UII juga pakai Zoom. Tapi untuk sekedar meluaskan pandangan, agar juga tidak menelan mentah-mentah semua yang ada di internet. Always take everything with a grain of salt, termasuk tulisan saya ini tentu saja.

  1. Zoombombing. Ini sudah menjadi word kayaknya hehe. Yakni menampilkan “ilicit” video di tengah meeting berlangsung. Ada orang-orang tidak dikenal masuk ke kanal meeting Zoom, terus menampilkan video-video yang tidak “baik”. Hal ini terjadi karena banyak orang yang menyebarkan link Zoom di publik, kemudian ada orang-orang yang join di meeting tersebut. Fitur share link bukan hanya dimiliki oleh Zoom, tapi hampir semua conferencing media memiliki hal yang sama. Potensi “zoombombing” pun bisa terjadi di seluruh platform conferencing yang lain. Isu utamanya bukan Zoom yang “bolong”, tapi karena orang ceroboh membuka link conferencing ke tempat publik. Platform lain? Ya tetap punya kerawanan yang sama, asal public link dibagi. Setidaknya sekarang di Zoom waiting room di-encourage, ada lock meeting, dlsb untuk mencegah zoombombing. Mengapa kok di platform lain nggak kedengaran isu ini? Karena mereka penggunanya sedikit hehe. Kalau mereka banyak, mungkin isu sama pun akan terjadi.
  2. Password Zoom bocor sebanyak 500.000. Jika merujuk ke beragam sumber yang ada, sebenarnya yang terjadi karena orang-orang menggunakan password yang sama di akun-akun mereka. Ya email, ya sosial media, ya Zoom. Akibatnya para “hacker” bisa masuk ke akun-akun Zoom tersebut. Same old lazy people who have been using the same password again. Kalau mereka pakai akun itu di Google, Microsoft, Cisco, dlsb gimana? Ya sama aja 🙂
  3. Zoom tidak end-to-end encryption. Betul. Tapi begitu juga mayoritas video conferencing yang lain. Hanya sebagian kecil, dan itu pun tidak aktif by default. Salah satu yg ada fitur end-to-end adalah Cisco Webex. So far, Google Meet? Nope. Microsoft Teams? Nope. Jitsi? AFAIK, Nope.
  4. Privacy Issue, attendance tracker. Ini tidak disukai banyak orang karena bisa tahu kalau ada peserta meeting yang Idle. Dosen suka fitur ini, karena tahu kalau mahasiswanya ngeZoom tapi malah ditinggal pergi (entah ke mana gitu) hehehe. Conference lain? Ada juga, Cisco WebEx sampai beberapa waktu lalu pun ada. Tapi fitur ini ditentang oleh banyak pegiat privasi, sehingga akhirnya fitur ini dibuang (dan dosen jadi sedih kembali hihihi)

Itu beberapa isu yang sering dimunculkan. Tentu Zoom tidak berarti tidak ada masalah, faktanya dia di-ban oleh Tesla dan Google (aneh aja sih kalau Google pake Zoom wkwk, orang dia punya platform sendiri) – meski untuk kepentingan individual, employee masih boleh pake Zoom.

Tapi setidaknya mereka mulai terbuka dengan beragam masukan. Wajar aja, tiga bulan lalu mereka cuma 10 juta pengguna, dan hari ini 200 juta pengguna. Anak kecil tiba-tiba jadi bongsor, tentu banyak pihak jadi shock, termasuk zoom sendiri.

Btw, sampai hari ini, kalau saya meeting sama partner-partner UII dari LN, semua juga masih pakai Zoom 😀 termasuk pagi ini, saya diskusi sama team Coursera, mereka juga masih pakai Zoom.

sumber : Facebook Andri Setiawan

Program Studi Magister Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia membuka konsentrasi baru, yaitu Sain Data. Hal tersebut untuk merespon perkembangan keilmuan dan kebutuhan profesional di bidang Big Data.

Dosen / Pengajar,  diantaranya:

  • Fathul Wahid, Ph.D
  • Ismail Fahmi, Ph.D
  • Dr. R. Teduh Dirgahayu
  • Dr. R. Bagus Fajriya Hakim S.Si., M.Si
  • Dr. Mukhammad Andri Setiawan

Pendaftaran sampai dengan 24 Agustus 2018.

Informasi lengkap beserta prosedur pendaftaran dapat diakses : master-fit.uii.ac.id atau dapat hubungi Jerri Irgo : 0813.9246.9391

 

 

Untuk meningkatkan literasi dalam beraktivitas di media sosial (medsos) pada era siber, sejumlah dosen di Yogyakarta mendirikan Jogja Mendaras Data (JMD).

“Jogja Mendaras Data ini merupakan inisiatif dari sejumlah dosen di Yogyakarta agar masyarakat siber tidak gampang terjerumus dan bermain informasi hoaks di media sosial,” kata Dosen Program Magister Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, Ph.D., salah satu inisiator JMD dalam konferensi pers peluncuran JMD di ruang PPs 1 Program Pascasarjana FTI UII, Gedung KH Mas Mansur, Kkampus Terpadu UII Yogyakarta (15 Maret 2018).

Fathul Wahid, yang juga Kepala Badan Sistem Informasi (BSI) UII itu menjelaskan, sesuai dengan namanya mendaras, artinya mengkaji atau belajar dengan sungguh agar masyarakat menjadi cerdas dalam menggunakan media sosial.

Sebagai dukungan aktivitas JMD, ujarnya, saat ini telah memiliki perangkat teknologi yang memungkinkan digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data percakapan warganet melalui media sosial seperti Twitter, Facebook dan lain sebagainya. Data ini, jelasnya, menjadi sangat penting untuk mendeteksi apakah sebuah topik yang lagi hangat menjadi perbincangan warganet sengaja digerakkan oleh kelompok kepentingan, atau benar-benar murni kepentingan publik. Kelak JMD akan menyediakan data bagi publik tentang apa saja terkait berbagai isu aktual yang menjadi perbincangan publik.

Turut hadir dalam peluncuruan JMD, Ismail Fahmi, Ph.D yang juga pengajar Program Magister Informatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, Yogyakarta.

Kepada media, Fahmi menjelaskan, dalam pengoperasiannya JMD akan dibantu oleh Drone Emprit yang dikembangkan oleh Media Kernels Indonesia, yang sudah berpengalaman terlebih dahulu dalam pendataan dan pemetaan pembicaraan warganet di media sosial.

“Data yang tersimpan nanti dapat diakses oleh siapa saja. Kami akan buat mekanisme teknisnya agar banyak orang dapat mengakses data percakapan warganet di media sosial secara gratis,” jelasnya.

Namun, katanya, akan dibuat mekanisme yang mengendalikan keteraksesannya. Fokus JMD, tambah Kepala Pusat Studi Sistem Informasi Enterprise UII Dr Teguh Dirgahayu, sejalan dengan ide Program Pascasarjana FTI UII yang sedang menggodog pembukaan konsentrasi baru dalam bidang sains data atau analitika data.

Sementara Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Subhan Afifi mengatakan JMD ingin mendedikasikan diri untuk mengembangkan kajian dan penelitan bidang media sosial terkait isu-isu kontemporer. “Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bermedia sosial, bicara berbasis data, dan terhindar dari berita palsu (hoaks),” tambah Subhan Afifi.

JMD terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja bersama berbagai pihak yang memiliki visi dan dedikasi sama, yaitu publik yang cerdas dalam bermedia, iklim media sosial yang sehat, dan informasi yang bersih.

Sementara itu pengamat sosial media UIN Sunan Kalijaga, Dr Iswandi Syahputra yang juga tergabung dalam JMD menjelaskan, JMD dapat membantu membersihkan informasi pada era media baru. “Saat ini siapa saja bisa membuat dan menyebar informasi tentang apa saja di media sosial. Informasi menjadi berlimpah ruah. Apalagi memasuki tahun politik. Informasi dapat menjadi komoditas politik. Informasi bersih dan kotor atau tersamar menjadi bercampur di media sosial. JMD dapat menjadi alat pembersih informasi berbasis data. Demokrasi virtual tidak dapat dibangun dari informasi yang kotor,” katanya.

Jerri Irgo

Alhamdulillah sebuah pengalaman yang sangat luar biasa tatkala mendapat kesempatan untuk melakukan ibadah umroh.  Niat yang baik akan mendapatkan hasil yang baik, sudah dua kali Allah SWT memanggil untuk berangkat Umroh/Haji,  sebagai hikmah dari sebuah niat baik. Akhirnya, tiba juga di kota yang dirindukan, Makkah, kota kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, lokasi Masjid al-Haram berada.

Dr. Mukhammad Andri Setiawan, Dosen Magister Teknik Informatika Program Pascasarjana FTI UII, berbagai pengalaman seusai menjalankan ibadah Umroh bersama Jamaah Umroh FTI UII. (11 sampai dengan 19 Februari 2018) dengan berbagi Video dan Foto.

Video 1 : Umrah FakultasTeknologi Industri UII (1)

Salah satunya ungkapkan sebuah foto yang diambilnya menjelang azan Maghrib,  dari atap Masjidil Haram. “Saat bersamaan ditempat tawaf sedang penuh-penuhnya, tampak Tawaf begitu Spektakuler, apalagi Abraj Al-Bait Towers di belakang semakin menambah kemegahan arsitektur seputar Masjidil Haram” ungkap Dr. Andri Setiawan, yang juga Dosen Program Studi Teknik Informatika FTI UII, melalui pesan singkatnya (19 Februari 2018)

Video 2 : Umrah FakultasTeknologi Industri UII (2)

Kota Makkah yang diberkahi, Masjidil Haram yang dimuliakan, lebih khusus lagi, di depan Ka’bah yang sakral, miliaran umat Islam sedunia memutari kiblat itu sambil melantunkan kalimat talbiah “Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wanni’mata laka walmulk laa syariikalak. “Tawaf yang di bawah itulah yang lebih memberikan kesan tersendiri, seandainya Abraj Al-Bait Towers tidak ada pun, the looks of tawaf is spectacular, Like a magnet” tuturnya.

Sebelum kembali tanah air, mengutip sebagaimana hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Bila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pulang dari peperangan ekspedisi, ibadah haji, atau ibadah umroh lalu melewati jalan setapak atau tempat yang tinggi, beliau membaca takbir tiga kali dan berdoa”Tiada Tuhan melainkan Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, mengabdi, bersujud, dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sekutu musuh dengan sendiri-Nya.”

Jerri Irgo