Posts

“Sangat beralasan, mengapa kita secepatnya harus bertindak melakukan mitigasi, karena kita bergerak di dunia pendidikan, artinya harus secepatnya juga memberikan pendidikan khususnya kepada Mahasiwa untuk berbuat baik, bagaimana kita menanggulanginya. Akan menjadi bencana, kalau dunia pendidikan lalai” ujar Prof Hari Purnomo, di Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (16 Maret 2020).

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) saat memberikan arahan kepada 85 Tenaga Kependidikan di Lingkungan Kerja FTI UII tentang Mitigasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dan Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca : Mitigasi Penyebaran Covid-2019

Adapun langkah antisipasi tersebut, dengan berpegang pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih (menghindari kerusakan lebih utama dibandingkan meraih kebaikan) dan memperhatikan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 tentang  Mitigasi penyebaran Covid-2019 dan Surat Edaran Rektor, Nomor: 1050/Rek/10/SP/III/2020 tentang Kerja dari Rumah untuk Mitigasi Penyebaran Covid-2019.

Baca Juga : Infografis Kerja dari Rumah

Dwi Ana Ratna Wati, S.T., M.Eng., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Dr. R.M. Sisdarmanto Adinandra, S.T., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni FTI UII, tampak hadir pada kegiatan tersebut

Dalam arahan terakhir,  Prof Hari Purnomo meminta agar Tendik FTI UII dan keluarga serta lingkungan dapat saling mengingatkan untuk mengantisipasi virus tersebut dengan menerapkan pola hidup sehat diantaranya dengan berolahraga.

Baca : UII Respon Covid 2019

“Semoga dengan mengikhtiarkan secara sungguh-sungguh pelayanan kepada semua pemangku kepentingan dapat dipenuhi dalam kualitas yang terbaik” pungkasnya.

Jerri Irgo

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M,T, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan penandatangan Nota Kesepakatan dengan Disril Revolin Putra, Direktur SDM dan Umum PT Bio Farma (persero).

Penandatangan Nota Kesepakatan FTI UII dengan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi, penelitian dan pengembangan vaksin, antisera, dan produk biologi lainnya, dilakukan di Kantor Pusat PT Bio Farma Jl. Pasteur No.28, Pasteur, Sukajadi, Bandung, Jawa Barat (5 Rajab 1440 H / 12 Maret 2019)

Program pemagangan ini merupakan program unggulan dari Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang diinsiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Republik Indonesia dan merupakan salah satu perwujudan program “BUMN Hadir untuk Negeri”.  FHCI yang merupakan Wadah bagi para pengelola dan praktisi Manajemen Human Capital di lingkungan BUMN, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyalurkan potensi dan menggali pengalaman di BUMN (link and match universitas dengan industri) melalui Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

PMMB wujud komitmen FHCI untuk menjadi forum pembelajaran guna menghasilkan HC Indonesia yang berdaya saing global dan terbuka untuk Universitas di seluruh nusantara. FHCI mencatat program magang gelombang pertama 2018 telah terdaftar 2.732 mahasiswa dari 25 universitas negeri dan swasta. Peserta magang akan terdistribusi di 68 perusahaan BUMN. Jumlah peserta yang akan terserap tahap I sebanyak 2.000 dari 2.732 permintaan yang masuk. Hingga periode 2020 ditargetkan 20 ribu mahasiwa bisa bergabung dalam program ini.

“PPMB Bio Farma, adalah salah satu upaya mendukung program Pemerintah terkait Pemagangan sebagai Implementasi BUMN Hadir Untuk Negeri dan merupakan Program Pengayaan Wawasan dan Keterampilan untuk mempersiapkan Mahasiswa masuk ke dunia Kerja. Selain itu dapat meningkatkan kompetensi Mahasiswa dalam menghadapi persaingan global dan juga Link & Match Kurikulum & Silabus antara PTN/PTS dengan Sektor Industri” ujar Disril Revolin Putra dalam sambutannya

Menurut Disril, penandatanganan Nota Kesepakatan ini merupakan bukti kesiapan dan dukungan BIO Farma sebagai BUMN untuk generasi dan hadir untuk negeri, dan kita bercita cita jika indonesia yang kaya ini dapat dikelola oleh SDM Nasional, hasil dari program PMMB ini sendiri.

Program tersebut merupakan sinergi saling menguntungkan karena SDM unggul yang lahir dari program ini akan menjadi alternatif sumber rekrutmen BUMN. Institusi pendidikan seperti perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini akan mendapat manfaat berupa peningkatan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan untuk semakin menyiapkan lulusan mahasiswa memasukdi dunia kerja.

Saat ditemui Reporter UII News disela-sela kegiatan ramah tamah, Prof Hari Purnomo, menyambut baik kerjasama antara BUMN dan perguruan tinggi ini, dan Insha Allah akan menyukseskan program FHCI dan Kementrian BUMN ini, karena “kerja sama yang akan dilakukan diantaranya berkaitan dengan program magang bersertifikat dalam bidang peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan era Industri 4.0. saat ini FTI UII memiliki 5 Prodi S1 dan 2 Prodi S2, berharap dengan adanya kerjasama ini dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun global”

Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D, Dekan FMIPA UII juga tampak hadir dan melakukan penandatangan Nota Kesepakatan yang sama dengan PT Bio Farma.

“Harapan kita bersama dari program ini adalah dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing, dan siap membangun bangsa dan negara. tidak hanya melaksanakan tugasnya sebagai agen pembangunan nasional, tetapi juga berperan serta dalam mendorong generasi muda di era globalisasi,” pungkas Prof Hari Purnomo.

Jerri Irgo

Retno Dyah Purwaningrum, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Sarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mendapat apresiasi atas raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi yaitu 4.0.

Apresiasi ini juga diberikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T, Dekan FTI UII kepada 4 Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 lainnya yang dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Sebagai rangkaian kegiatan Temu Orangtua/Wali Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 (Sabtu, 23 Februari 2019) bertempat di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Prof. Hari Purnomo berharap “Semoga penghargaan ini dapat menginspirasi kita semua, untuk meneruskan semangat khususnya bagi Mahasiswa FTI UII lainnya”. IPK tinggi sebenarnya bukan hanya soal meraih nilai tinggi saja, tapi bagaimana selalu mempertahankan IPK yang sudah bagus sehingga nilanya dapat stabil sampai lulus.

Seusai menerima apresiasi, puteri pasangan Agus Djuari dan Yulia Mulyawati, yang berasal dari Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini pun berbagi tips dan triks untuk dapat meraih IPK Tertinggi.

“Saya mempunyai manajemen waktu saya sendiri, membagi waktu untuk belajar dan juga aktif di kegiatan lain. Yang penting bagi saya ialah ada kemauan dan kerja keras. Serta   jangan pernah malas, terutama untuk urusan menuntut ilmu” ujar Retno.

Selain itu Retno mengatakan “Dukungan dari orang tua, meliputi materi dan juga non materi. Tetapi sebenarnya, Orang tua saya tidak pernah menuntut banyak, senyamannya saya saja.  Tentunya itu semua tak luput dari doa orang tua saya dan juga teman teman. Teman teman juga membantu saya dalam belajar, seperti berdiskusi dan  belajar kelompok”.

Retno berharap untuk “Program Studi adalah dapat membangun kerjasama, saling memberikan manfaat, dan terus meningkatkan tenaga pengajar akademisi sehingga dapat menghasilkan mahasiswa yg berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional” pungkasnya.

Jerri Irgo

Fietyata Yudha, S.Kom., M.Kom., Peneliti Pusat Studi Forensika (Pusfid) Digital Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) ungkapkan “Salah satu isu yg cukup menarik saat ini adalah serangan malware, yang awalnya di booming kan dengan serangan ransomware wannacry. Disisi akademik merupakan hal yang menarik untuk meneliti aktivitas malware. Nah salah satu organisasi yang mencoba menggeluti bidang malware analysis adalah honeynet project, khususnya Indonesia”.

Dosen Magister Teknik Informatika tersebut menyampaikan dalam releasenya di ruang Audiovisual Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (Selasa, 18 Desember 2018).

Yudha menjelaskan “Untuk menambah kemampuan para mahasiswa dan sebagai tindak lanjut MoU antara UII dan Indonesian Honeynet Project, kita mengundang praktisi dari Indonesian Honeynet Project, yaitu Charles Lim, M.Sc selaku Chapter Lead Indonesian Honeynet Project (IHP) dan Mario Marcello selaku peneliti di Indonesian Honeynet Project”.

Workshop dilakukan selama sehari untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa UII, khususnya Mahasiswa Magister Teknik Informatika konsentrasi Forensika Digital dengan tema tentang honeynet dan malware analysis.

IHP juga menyediakan peta serangan malware secara public dan juga menyediakan data statistik serangan malware di Indonesia. “Honeypot adalah sistem keamanan yang mirip dengan sistem sebenarnya sengaja dirancang untuk mudah diserang, honeynet sendiri adalah server yang dibangun untuk menjalankan honeypot di beberapa negara penyerang malware, diantaranya Chine, Rusia, India” jelasnya

Yudha berharap “kedepan mahasiswa dapat mengambil intisari dari workshop ini, dan dapat menuangkan ilmu yang didapat menjadi ide-ide penelitian di bidang keamanan komputer

RUMAHWEB INDONESIA, SALES DAN BILLING

 

CV. Rumahweb Indonesia
Painless hosting solution

Jl. Lempongsari No. 39C Sariharjo, Ngaglik Sleman Yogyakarta
www.rumahweb.com

CV. Rumahweb Indonesia membuka kesempatan bagi mahasiswa/alumni FTI UII untuk berkarir di dunia teknologi informasi untuk bergabung dalam posisi:

POSISI SALES

Deskripsi Pekerjaan:

  • Melayani pertanyaan pelanggan secara online melalu chat dan email
  • Melakukan kegiatan penjualan online maupun offline

Kualifikasi:

  • Tidak perlu sarjana, tetapi sarjana juga boleh mendaftar
  • Memiliki passion dan jiwa melayani
  • Memiliki kemampuan komunikasi verbal maupun tulisan yang baik dan memiliki kemampuan presentasi yang menarik
  • Mampur bekerja dengan target

POSISI BILLING

Deskripsi Pekerjaan:

  • Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur pajak
  • Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan
  • Melakukan komunikasi dengan client, terkait melalui chatting, email dan telepon
  • Membuat, mencetak tagihan dari email/surat tagihan kepada client dan memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan teapt waktu

Kualifikasi:

  • Tidak perlu sarjana, tetapi sarjana juga boleh mendaftar
  • Dapat mengetik dengan cepat
  • Menguasai Microsoft Office
  • Memiliki kemampuan komunikasi dengan baik
  • Dapat bekerjasama dan bersifat baik

Syarat Pendaftaran:

  • Curriculum Vitae, Lamaran, beserta pas foto terakhir
  • Ijazah terakhir (lampiran transkrip nila terakhir jika berstatus mahasiswa)

CV, surat lamaran dan syarat lain dalam bentuk .pdf dikirimkan melalui email ke hrd@rumahweb.co.id dan paling lambat diterima pada tanggal 31 Mei 2018.

 

download poster 

UII membuka kesempatan belajar lebih banyak bagi semua kalangan dalam topik “Digital Marketing: zaman old vs zaman now”.

 

Pelatihan setengah hari ini mencakup sesi Sharing Tren Digital Marketing dan Praktik Fotografi Produk. Acara diagendakan pada hari Ahad, 6 Mei 2018 pukul 08.00 – 12.00 di Gedung KH Mas Mansyur 1.06 FTI UII.

 

Pelatihan bersifat gratis, terbuka untuk umum, dan pendaftarannya hanya melalui form di: s.id/6Mei.

 

Ayo buruan daftar, karena form akan ditutup sewaktu-waktu setelah kuota terpenuhi ! 🙏

Peserta diharapkan membawa produk unggulan masing-masing

 

download poster disini.

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) dan Usmansyah, Ak.,MM.,M.Si.,CA. Direktur Utama P.T. Primissima melakukan penandatangan perbarui Memorandum Of Agreement (MoA), bertempat di Gedung KH Mas Mansur, Read more

Dr. Imam Djati Widodo, Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) sambut 746 mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 pada kegiatan Kuantum FTI 2017 di Hall Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII Yogyakarta (6 Dzul Hijjah 1438 H/29 Agustus 2017). Read more