Posts

Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. Kepala Badan Sistem  Informasi (BSI) Unversitas Islam Indonesia (UII)

= = =

 

Ini bukan posting berbayar, dan bukan karena UII juga pakai Zoom. Tapi untuk sekedar meluaskan pandangan, agar juga tidak menelan mentah-mentah semua yang ada di internet. Always take everything with a grain of salt, termasuk tulisan saya ini tentu saja.

  1. Zoombombing. Ini sudah menjadi word kayaknya hehe. Yakni menampilkan “ilicit” video di tengah meeting berlangsung. Ada orang-orang tidak dikenal masuk ke kanal meeting Zoom, terus menampilkan video-video yang tidak “baik”. Hal ini terjadi karena banyak orang yang menyebarkan link Zoom di publik, kemudian ada orang-orang yang join di meeting tersebut. Fitur share link bukan hanya dimiliki oleh Zoom, tapi hampir semua conferencing media memiliki hal yang sama. Potensi “zoombombing” pun bisa terjadi di seluruh platform conferencing yang lain. Isu utamanya bukan Zoom yang “bolong”, tapi karena orang ceroboh membuka link conferencing ke tempat publik. Platform lain? Ya tetap punya kerawanan yang sama, asal public link dibagi. Setidaknya sekarang di Zoom waiting room di-encourage, ada lock meeting, dlsb untuk mencegah zoombombing. Mengapa kok di platform lain nggak kedengaran isu ini? Karena mereka penggunanya sedikit hehe. Kalau mereka banyak, mungkin isu sama pun akan terjadi.
  2. Password Zoom bocor sebanyak 500.000. Jika merujuk ke beragam sumber yang ada, sebenarnya yang terjadi karena orang-orang menggunakan password yang sama di akun-akun mereka. Ya email, ya sosial media, ya Zoom. Akibatnya para “hacker” bisa masuk ke akun-akun Zoom tersebut. Same old lazy people who have been using the same password again. Kalau mereka pakai akun itu di Google, Microsoft, Cisco, dlsb gimana? Ya sama aja 🙂
  3. Zoom tidak end-to-end encryption. Betul. Tapi begitu juga mayoritas video conferencing yang lain. Hanya sebagian kecil, dan itu pun tidak aktif by default. Salah satu yg ada fitur end-to-end adalah Cisco Webex. So far, Google Meet? Nope. Microsoft Teams? Nope. Jitsi? AFAIK, Nope.
  4. Privacy Issue, attendance tracker. Ini tidak disukai banyak orang karena bisa tahu kalau ada peserta meeting yang Idle. Dosen suka fitur ini, karena tahu kalau mahasiswanya ngeZoom tapi malah ditinggal pergi (entah ke mana gitu) hehehe. Conference lain? Ada juga, Cisco WebEx sampai beberapa waktu lalu pun ada. Tapi fitur ini ditentang oleh banyak pegiat privasi, sehingga akhirnya fitur ini dibuang (dan dosen jadi sedih kembali hihihi)

Itu beberapa isu yang sering dimunculkan. Tentu Zoom tidak berarti tidak ada masalah, faktanya dia di-ban oleh Tesla dan Google (aneh aja sih kalau Google pake Zoom wkwk, orang dia punya platform sendiri) – meski untuk kepentingan individual, employee masih boleh pake Zoom.

Tapi setidaknya mereka mulai terbuka dengan beragam masukan. Wajar aja, tiga bulan lalu mereka cuma 10 juta pengguna, dan hari ini 200 juta pengguna. Anak kecil tiba-tiba jadi bongsor, tentu banyak pihak jadi shock, termasuk zoom sendiri.

Btw, sampai hari ini, kalau saya meeting sama partner-partner UII dari LN, semua juga masih pakai Zoom 😀 termasuk pagi ini, saya diskusi sama team Coursera, mereka juga masih pakai Zoom.

sumber : Facebook Andri Setiawan

Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia yang sedang #dirumahaja dalam situasi darurat COVID-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menyelenggarakan Online Academy dalam Program Digital Talent Scholarship (DTS) 2020.

Program Digital Talent Scholarship adalah program beasiswa pelatihan dan sertifikasi yang ditujukan kepada para peserta terpilih untuk meningkatkan keterampilan di bidang IT. Program DTS kembali menghadirkan Online Academy dengan materi pelatihan yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Global Technology Company seperti Cisco, Redhat, Google, dan mitra lainnya. Peserta Online Academy akan belajar secara mandiri secara daring/online dan peserta mengatur waktu belajar secara mandiri dan terjadwal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Adapun tema pelatihan Online Academy yang dibuka sebagai berikut:

1. Cloud Computing
(Open Stack Administration)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 5 Minggu

2. Cloud Computing
(Containers, Kubernetes, OpenShift)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 4 Minggu

3. IT Essentials
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

4. CCNA Network Engineer
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

5. CCNA Cyber Operations Specialist
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 9 Minggu

6. Python
Pendaftaran: 30 Maret – 23 April 2020
Pelatihan: mulai 4 Mei 2020
Durasi Pelatihan: 8 Minggu

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Sedang bekerja/sudah pernah bekerja (dibuktikan dengan surat pernyataan sedang atau pernah bekerja / ID Card / Surat Tugas)
– Tidak sedang menempuh pendidikan/perkuliahan
– Terbuka untuk ASN/TNI/Polri
———————————————–

7. Digital Entrepreneurship
Pendaftaran: 30 Maret – 12 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 1 Hari

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Untuk Kelas Umum berusia minimal 17 Tahun
– Memiliki akun gmail dan sosial media
terbuka juga kelas untuk Ibu Rumah Tangga
———————————————–

8. Programming
(HTML, CSS, Javascript)
Pendaftaran: 30 Maret – 11 April 2020
Pelatihan: mulai 15 April 2020
Durasi Pelatihan: 8 Minggu

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Terbuka untuk umum Lulusan SMA/SMK/Sederajat yg belum bekerja (tidak sedang menempuh pendidikan /perkuliahan)
– Terbuka untuk ASN/TNI/Polri
———————————————–

9. Digital Marketing
Pendaftaran: 30 Maret – 9 April 2020
Pelatihan: 13 – 24 April 2020
Durasi Pelatihan: 10 Hari

Persyaratan:
– Warga Negara Indonesia
– Memiliki KTP / KK
– Lulusan D3/D4/S1 yang belum bekerja / tidak sedang bekerja
– Usia 18-30 Tahun
– Berkomitmen untuk mengikuti live session 3 jam sehari
———————————————–

Seluruh pelatihan Terbuka untuk penyandang disabilitas (dengan sarana prasarana disediakan oleh peserta secara mandiri)

INFORMASI DAN PENDAFTARAN melalui digitalent.kominfo.go.id

Follow untuk informasi lebih lanjut:
Instagram: @digitalent.kominfo
Twitter: DTS_Kominfo
Facebook & Telegram: Digital Talent Scholarship

Stay safe & stay healthy Digiers!

Salam,
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

 

Unduh Poster | Info Detail: Program Online Academy (OA)

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahiim

Memperhatikan dan menindaklanjuti Surat Edaran Rektor Universitas Islam Indonesia Nomor: 1048/Rek/10/SP/III/2020 tentang UII Mitigasi Penyebaran Covid-19 tanggal 14 Maret 2020, Nomor: 1080/Rek/10/SP/III/2020 tentang Perpanjangan Pembelajaran Daring dan Peniadaan Layanan Tatap Muka tanggal 23 Maret 2020 dan dengan berlandaskan pada kaidah dar’ul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih, maka Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) menerbitkan protokol kesehatan Mitigasi Covid-19 di FTI UII sebagai berikut:

Jika Ibu/Bapak/Sdr merasa kondisi badan sedang tidak sehat dengan kriteria:

  1. Suhu Badan setelah diukur mencapai 38 derajat celcius, dan/atau
  2. Batuk/Pilek

Maka mohon maaf jika Ibu/Bapak/Sdr TIDAK DIIJINKAN MASUK kedalam Gedung K.H. Mas Mansur, mohon untuk segera pulang untuk istirahat yang cukup di rumah dan perbanyak minum air putih.

Jika keluhan berlanjutatau disertai dengan kesulitan bernafas (sesak atau nafas cepat) segera lakukan pemeriksaan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, dengan memperhatikan hal berikut:

  1. Gunakan Masker
  2. Apabila tidak menggunakan masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau punggung lengan
  3. Sebaiknya menggunakan transportasi pribadi, bukan transportasi umum

Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

= = =

Surat Edaran Dekan FTI UII Nomor: 164/Dek/10/DAURT/III/2020

unduh: format pdfformat JPEG

Retno Dyah Purwaningrum, Mahasiswi Program Studi Teknik Industri, Program Sarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) mendapat apresiasi atas raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi yaitu 4.0.

Apresiasi ini juga diberikan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T, Dekan FTI UII kepada 4 Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 lainnya yang dari Program Studi Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Sebagai rangkaian kegiatan Temu Orangtua/Wali Mahasiswa FTI UII Angkatan 2018 (Sabtu, 23 Februari 2019) bertempat di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Prof. Hari Purnomo berharap “Semoga penghargaan ini dapat menginspirasi kita semua, untuk meneruskan semangat khususnya bagi Mahasiswa FTI UII lainnya”. IPK tinggi sebenarnya bukan hanya soal meraih nilai tinggi saja, tapi bagaimana selalu mempertahankan IPK yang sudah bagus sehingga nilanya dapat stabil sampai lulus.

Seusai menerima apresiasi, puteri pasangan Agus Djuari dan Yulia Mulyawati, yang berasal dari Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini pun berbagi tips dan triks untuk dapat meraih IPK Tertinggi.

“Saya mempunyai manajemen waktu saya sendiri, membagi waktu untuk belajar dan juga aktif di kegiatan lain. Yang penting bagi saya ialah ada kemauan dan kerja keras. Serta   jangan pernah malas, terutama untuk urusan menuntut ilmu” ujar Retno.

Selain itu Retno mengatakan “Dukungan dari orang tua, meliputi materi dan juga non materi. Tetapi sebenarnya, Orang tua saya tidak pernah menuntut banyak, senyamannya saya saja.  Tentunya itu semua tak luput dari doa orang tua saya dan juga teman teman. Teman teman juga membantu saya dalam belajar, seperti berdiskusi dan  belajar kelompok”.

Retno berharap untuk “Program Studi adalah dapat membangun kerjasama, saling memberikan manfaat, dan terus meningkatkan tenaga pengajar akademisi sehingga dapat menghasilkan mahasiswa yg berkualitas dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional” pungkasnya.

Jerri Irgo

Program Donasi adalah salah satu bentuk kontribusi Alumni Magister Teknik Industri (MTI) Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) kepada Almamaternya yang selanjutnya akan diperuntukkan diantaranya untuk Program Beasiswa Alumni MTI FTI UII

Program Donasi ini dikelola secara profesional dan akuntabel di bawah koordinasi Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII serta dimonitoring langsung oleh Dekan FTI UII.

Bagaimana Cara Donasi?

  • Layanan autodebet yang memudahkan para Alumni FTI UII dalam melakukan transfer secara otomatis, atau
  • Alumni MTI FTI UII dapat pula ditransfer secara manual

Sebagai kelengkapan administrasi mohon dapat melengkapi data isian berikut ini dengan mengunduh Donasi Alumni MTI FTI UII dan setelah dilengkapi mohon dikirimkan ke email:  mti@uii.ac.id

Seluruh dana alumni akan dikumpulkan ke rekening

No Rek : 137-00-1611057-5 – Bank Mandiri / Nama : Universitas Islam Indonesia – Beasiswa Alumni MTI / Kantor Kas Kampus Terpadu UII

Laporan Program Donasi

Laporan keuangan dan prestasi penerima Beasiswa Alumni MTI UII akan dilaporkan pada akhir tahun berjalan dan dapat diunduh pada laman fit.uii.ac.id

Infomasi detail

Dapat hubungi Jerri Irgo (LO & Marketing Program Magister FTI UII) di WhatsApp 0813.9246.9391 atau email mti@uii.ac.id

 

Fietyata Yudha, S.Kom., M.Kom., Peneliti Pusat Studi Forensika (Pusfid) Digital Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) ungkapkan “Salah satu isu yg cukup menarik saat ini adalah serangan malware, yang awalnya di booming kan dengan serangan ransomware wannacry. Disisi akademik merupakan hal yang menarik untuk meneliti aktivitas malware. Nah salah satu organisasi yang mencoba menggeluti bidang malware analysis adalah honeynet project, khususnya Indonesia”.

Dosen Magister Teknik Informatika tersebut menyampaikan dalam releasenya di ruang Audiovisual Gedung KH Mas Mansur, Kampus Terpadu UII (Selasa, 18 Desember 2018).

Yudha menjelaskan “Untuk menambah kemampuan para mahasiswa dan sebagai tindak lanjut MoU antara UII dan Indonesian Honeynet Project, kita mengundang praktisi dari Indonesian Honeynet Project, yaitu Charles Lim, M.Sc selaku Chapter Lead Indonesian Honeynet Project (IHP) dan Mario Marcello selaku peneliti di Indonesian Honeynet Project”.

Workshop dilakukan selama sehari untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa UII, khususnya Mahasiswa Magister Teknik Informatika konsentrasi Forensika Digital dengan tema tentang honeynet dan malware analysis.

IHP juga menyediakan peta serangan malware secara public dan juga menyediakan data statistik serangan malware di Indonesia. “Honeypot adalah sistem keamanan yang mirip dengan sistem sebenarnya sengaja dirancang untuk mudah diserang, honeynet sendiri adalah server yang dibangun untuk menjalankan honeypot di beberapa negara penyerang malware, diantaranya Chine, Rusia, India” jelasnya

Yudha berharap “kedepan mahasiswa dapat mengambil intisari dari workshop ini, dan dapat menuangkan ilmu yang didapat menjadi ide-ide penelitian di bidang keamanan komputer

Merajut Kebersamaan, Merengkuh Kebahagiaan menjadi tema kegiatan Outbound FTI UII tahun 2018, dengan salah satu outputnya adalah dapat terjalin kebersamaan dan kekompakan dengan menikmati arung jeram di Sungai Elo yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (12 Rabbiul Awal 1440 H / 20 November 2018).

Dosen dan Tendik FTI UII membaur di 24 perahu karet yang melintasi lima jeram sepanjang 12 kilometer menjadi istimewa, “bukan sekadar aliran air hampa yang tidak memiliki kehidupan. Bahkan, tiap meter mendayung memiliki aktivitas seru yang dapat memanjakan dahaga para wisatawan untuk bertualang” ungkap Novita Wulansari, Tendik Bagian Keuangan FTI UII salah satu peserta outbound

Secara terpisah, Eko Sukanto Ketua Pelaksana Outbound FTI UII tahun 2018 mengatakan “Hal ini sengaja diangkat, dengan penuh harapan, meski banyak perbedaan diantara civitas akademika FTI UII, tentu banyak juga persamaannya. Baik itu perbedaan maupun persamaan, melalui outbond ini perlu kita rajut, kita rawat yg sudah baik. Bila hal ini terwujud, maka merengkuh kebahagiaan bersama pasti tidak sulit”.

Banyak memang cerita dan pengalaman yang didapatkan sepanjang perjalanan, mengingat Sungai Elo membelah dua kecamatan, yaitu Muntilan dan Mungkid ini, membuat semua anggota pengarungan sadar, bahwa tidak dapat melakukannya sendiri.

Membentuk kebersamaan (team work) menjadi tujuan pertama dari outbound ini, jika rasa kebersamaan sudah tertanam di masing – masing individu maka akan ada rasa tanggung jawab, kepedulian, rasa setia kawan, saling membantu dan problem solving.

“Selain itu membentuk team building, adalah tujuan kedua dengan harapan dapat terwujud tim yang solid. “Semua Dosen dan Tendik FTI UII yang telah mengikuti kegiatan outbound untuk terus sadar dan mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari tim keluarga besar FTI UII” ungkap Eko Sukanto di sela-sela istirahat di rest point kilometer 8 pengarungan.

“Model outbond, pelaksana menetapkan rafting, bukan bermaksud mengesampingkan model lain. Tetapi pengalaman sudah mengajarkan kepada kita, bahwa berbagai permainan sudah pernah dilakukan, agar tidak jenuh maka rafting menjadi alternatif pilihan. Kenapa rafting? Di dalam rafting banyak hal dilakukan dalam upaya mewujudkan tema yang sudah ditetapkan yaitu merajut kebersamaan, merengkuh kebahagiaan” pungkas Kepala Divisi Akademik FTI UII tersebut

Jerri Irgo

Shofwatunnida’ Septarini dan Pramudya Kusuma Wardhani, Mahasiswi Program Studi Teknik Kimia melakukan silaturahmi ke Mohamad Azmi Bustam, PhD, Assoc. Prof., CEng Director of CORIL (Centre of Research in Ionic Liquids) Universiti Teknologi Petronas (UTP) dan Dr Kiki Adi Kurnia, Department of Chemical Engineering di Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia adalah Diaspora yang juga Cendekiawan Kelas Dunia.

“Alhamdulillah, senang sekali saat mendapat kabar, kedua Mahasiswi angkatan 2014 tersebut menyelesaikan research attachment in Chemical Engineering UTP yang merupakan Proyek CO2 Capture dengan Ionic Liquids. Rasa bangga pun muncul pada keduanya dalam waktu 4 minggu dapat menuntaskan research fellow dari CORIL (Centre of Research in Ionic Liquids) Universiti Teknologi Petronas yang berkampus di Persiaran UTP, 32610 Seri Iskander, Perak, Malaysia” ungkap Dr. Arif Hidayat, Sekretaris Program Studi Teknik Kimia melalui pesan singkatnya (15 November 2018)

CORIL didirikan November 2009 sebagai hasil dari upaya kolaborasi antara Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), PETRONAS Research Sdn. Bhd. (PRSB) dan Manajemen Penelitian Teknologi Kelompok PETRONAS (GTRM). Pusat ini didirikan dengan pendanaan awal dari Dana Penelitian Petroleum (PRF) yang disumbangkan melalui PETRONAS.

Salah satu tujuannya adalah mengembangkan potensi ionic liquids (cairan ionik) baru dan teknologi yang mungkin diperlukan untuk pengembangan mereka dalam berbagai aplikasi industri. Selain itu juga untuk mengembangkan kekayaan intelektual baru untuk tujuan meningkatkan citra UTP dan PETRONAS secara global.

CORIL bermitra dengan PETRONAS dalam menerapkan teknologi di industri minyak dan gas serta industri lainnya serta memberikan layanan kepada industri dalam bentuk pendidikan berkelanjutan dan saran / layanan teknis.

“Semoga di tahun mendatang, semakin banyak Mahasiswa Prodi Teknik Kimia FTI UII yang berkesempatan melakukan program Internasional seperti yang dilakukan Nida dan Ani” pungkas Arif Hidayat sembari sebut dua nama akrab mahasiswinya

Jerri Irgo

Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D, Dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana (PPs) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta mengatakan Industri 4.0 sangat menekankan kepuasan pelanggan, efisien dan efektif. “Kuncinya ada pada custumer focus, value chain, dan integrasi. Sebagai contoh kasus, seorang mahasiswa menjual dompet berkualitas bagus tanpa kemasan seharga Rp 15.000. tidak laku, namun setelah dibungkus bagus dan dijual mahal dengan harga lebih mahal Rp 75.000. malah laku terjual”

Fenomena tersebut menunjukkan value chain menjadi sangat berperan di industri 4.0. Untuk menciptakan value chain, sudah dilakukan secara otomatisasi melalui mesin. “Di era Industri 4.0 mesin dengan mesin dapat berbicara” ungkapnya saat menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional: Kolaborasi Supplay Chain Management 4.0, di Ruang Audiovisual, Gedung KH Mas Mansur Kampus Terpadu UII Yogyakarta (28 Juli 2018).

Seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana (PPs) FTI UII menghadirkan pembicara Dr Zaroni CISCP, CFMP, Chief Financial Officer (CFO) Pos Logistik Indonesia; Muhammad Ridwan Andi Purnomo ST, MSc, PhD, Dosen Magister Teknik Industri PPs FTI UII; dan M Ali Santoso, Kepala Kantor Cabang Bank Jateng di Yogyakarta.

Hal senada disampaikan Dr RM Sisdarmanto Adinandra, ST, M.Sc., Wakil Dekan II FTI UII, saat pembukaan ungkapkan “Revolusi industri keempat atau Industri 4.0 telah menyatukan sistem dunia maya dan fisik. Selain itu, penginderaan yang meresap (reaktif) dan volume besar data yang dirajut sistem analitik canggih telah menghasilkan peningkatan efisiensi yang sangat signifikan”

Lebih lanjut Nandra mengatakan dengan teknologi dan inovasi baru, model bisnis baru muncul. Bahkan beberapa organisasi menghilang, sebagian beradaptasi, dan sebagian lagi menemukan diri mereka sebagai pemimpin dalam inovasi. “Merangkul teknologi dapat diselaraskan sepanjang dua dimensi: peluang efisiensi dan peluang pertumbuhan. Mencapai keduanya adalah tujuan akhir,” ujarnya.

Menurut Nandra, proses transformasi tidak gampang, penuh rintangan. Namun mengelola proses sangat penting untuk memastikan peluang keberhasilan tertinggi. “Merangkul Industri 4.0, rantai pasokan beradaptasi dan juga berubah,” kata Nandra.

Lapisan fisik logistik, ujar Nandra, juga berubah dengan tingkat otomatisasi dan kecerdasan buatan yang semakin meningkat. “Meskipun pelaksanaannya terutama digerakkan oleh biaya, sistem baru sering memberikan banyak manfaat lain seperti peningkatan fleksibilitas dan waktu tunggu yang lebih pendek,” katanya.

Seminar ini diharapkan pertama semakin membuka wawasan mengenai peluang, tantangan dan contoh implementasi sukses yang dilakukan pelaku SCM Indonesia. Kedua, memahami optimalisasi elemen model transformasi organisasi dalam menghadapi era SCM 4.0. Ketiga, menemukan faktor kunci keberhasilan implementasi SCM 4.0, dari berbagai perspektif seperti model dan strategi bisnis, manajemen biaya, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Jerri Irgo

 

Workshop Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) Yogyakarta, menghadirkan narasumber Prof. Dr. Oki Muraza, Associate Professor, Dept Of Chemical Engineering & Center of Excellence di Nanotechnology King Fahd University of Petroleum an Minerals.

“Alhamdulillah, 30 Dosen lintas Prodi di FTI UII hadir pada kegiatan bagaimana membuat Jurnal Internasional bereputasi tinggi Q1 dan Q2, tidak sepenuhnya identik dengan modal berupa dana penelitian yang besar dan peralatan yang canggih” ungkap Dr. Arif Hidayat., S.T., M.T disela-sela kegiatan yang dilaksanakan di ruang PPs 1 Program Pascasarjana FTI UII, Lantai 1 Gedung KH Mas mansur, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,4 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (23 Juli 2018)

Prof. Dr. Oki Muraza, tidak hanya hadir sebagai narasumber namun juga berbagi pengalamannya dengan berdiskusi, terkait bagaimana strategi membuat agar data penelitian dapat dipublikasikan pada jurnal yang bereputasi, mesti alat penelitian terbatas.

Mengutip dari berbagai sumber, pada tahun 2017, Prof Oki bertugas sebagai World Class Professor dari Kemenristekdikti untuk untuk Institut Teknologi Bandung dan sebelumnya tahun 2016, ditugaskan Kemenristekdikti ke Universitas Jember.

Keseharian Prof. Dr. Oki Muraza, berkampus di Dhahran 31261, Saudi Arabia, tepatnya di Center of Research Excellence in Nanotechnology (CENT) yang menjadi platform di mana King Fahd University of Petroleum dan Mineral (KFUPM) memungkinkan para ilmuwan dan anggota Fakultasnya melaksanakan penelitian Nanoscience dan Nanoteknologi berkelas dunia di bidang kepentingan strategis untuk Kerajaan Arab Saudi (KSA), dan mendukung hal yang sama melalui pengajaran di KFUPM.

Secara terpisah, salah satu peserta workshop, Ajeng Yulianti Dwi Lestari, ST. M.Eng, menyampaikan “Kalau rencana penelitian saya tentang pengembangan adsorben untuk limbah cair yang berbasis dari biomassa. Prof Oki memberi masukan kalau pengembangan penelitian adsorben biomassa itu masih sangat luas dan diapresiasi karena tujuannya bagus berbasis masyarakat” tutur Dosen Prodi Teknik Kimia tersebut.

“Prof Oki menyarankan untuk setiap data yang dihasilkan dapat berakhir sampai dengan kinetikanya dengan berbagai macam pendekatan” pungkas Ajeng

Jerri Irgo