FTI UII Gelar Studi Umum “PLOT TWIST: Unlock Your Leadership Skills”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yogyakarta, 21 September 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyelenggarakan Studi Umum Pengembangan Diri Qur’ani (PDQ) Periode 2026/2027 dengan tema “PLOT TWIST: Unlock Your Leadership Skills”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ulil Albab UII ini menghadirkan Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai narasumber.

Kegiatan mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan bukan sesuatu yang hadir secara instan, melainkan hasil dari proses panjang dalam membangun karakter, spiritualitas, ilmu, adab, pengalaman, hingga kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
Melalui konsep “7 Fase dari Usia Muda ke Pemimpin Qur’ani”, peserta diperkenalkan pada tahapan pembentukan diri yang dimulai sejak masa kanak-kanak hingga mampu membimbing dan melahirkan pemimpin baru. Ketujuh fase tersebut meliputi:
| Fase | Rentang Usia | Fokus |
|---|---|---|
| Fase 0 | 0–7 tahun | Menanam fitrah |
| Fase 1 | 7–12 tahun | Pembiasaan ibadah dan adab |
| Fase 2 | 13–18 tahun | Mencari dan mengikat identitas |
| Fase 3 | 18–23 tahun | Tempaan ilmu dan adab |
| Fase 4 | 23–30 tahun | Ujian lapangan |
| Fase 5 | 30–40 tahun | Menerima dan menjalankan amanah |
| Fase 6 | 40 tahun ke atas | Melahirkan pemimpin baru |
Bagi mahasiswa, Fase 3 menjadi bagian penting dalam perjalanan pembentukan diri. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun adab, kedewasaan, kemampuan memimpin, serta fondasi ruhani. Masa perkuliahan dipandang sebagai fase tempaan untuk mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

Materi juga membahas pentingnya pengalaman dan amanah dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu menjalankan tanggung jawab, tetapi juga memahami kondisi orang yang dipimpinnya. Karena itu, pendekatan kepemimpinan perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kesiapan masing-masing individu.
Pada fase terakhir, kepemimpinan diarahkan pada kemampuan melahirkan pemimpin baru. Seorang pemimpin tidak lagi berorientasi menjadi pihak yang paling penting, tetapi berperan dalam membimbing dan mengembangkan generasi berikutnya.
Sebagai penutup, peserta diajak melakukan refleksi dan muhasabah terhadap fase kehidupan yang sedang dijalani. Materi menekankan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki proses pembentukan diri. Pesan utama yang disampaikan adalah “yang menjadi masalah bukan terlambat, tetapi melompat.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FTI UII diharapkan dapat memandang kepemimpinan sebagai perjalanan yang dibangun melalui ilmu, adab, ujian, amanah, dan keteladanan, hingga pada akhirnya mampu memberikan manfaat dan menumbuhkan pemimpin baru.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.












