Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tekankan Keteladanan Rasulullah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yogyakarta, 15 September 2026 — Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menyelenggarakan Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (15/9), bertempat di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung KH Mas Mansur FTI UII. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, satuan pengamanan, pegawai koperasi, teknisi, cleaning service, serta keluarga besar FTI UII.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari, yang mengumandangkan Surah Al-Ahzab ayat 21–24. Ayat tersebut menjadi salah satu landasan utama dalam pengajian, khususnya mengenai keteladanan Rasulullah SAW dan sikap orang-orang beriman dalam meneladani ajaran beliau. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 disebutkan bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat uswatun hasanah atau suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara berupa penampilan hadroh, tadarus, pembukaan, pembacaan Kalam Ilahi, sambutan pimpinan fakultas, pengajian inti, penutup, dan ramah tamah. Berdasarkan susunan acara, pengajian inti berlangsung pada pukul 10.00–11.00 WIB.

Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah

Dalam pengajian yang disampaikan oleh Ustadz Miftahul Khoir, S.Sos., M.Sos. (Miko Cak Coy), keteladanan Rasulullah SAW menjadi pesan utama yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW merupakan Uswatun Hasanah, yaitu teladan terbaik bagi umat manusia. Keteladanan tersebut tercermin melalui ucapan, perbuatan, dan sikap beliau dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pesan tersebut mengajak umat Islam untuk tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya terdapat tiga nilai utama keteladanan Rasulullah SAW yang dapat menjadi refleksi bersama.

1. Lemah Lembut dan Pemaaf

Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menghadapi perlakuan buruk dengan sikap yang penuh kelembutan dan pemaafan. Beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan. Bahkan ketika menghadapi berbagai penolakan dan perlakuan menyakitkan dalam perjalanan dakwahnya, Rasulullah SAW tetap menunjukkan kasih sayang dan mendoakan kebaikan.

Sikap tersebut sejalan dengan pesan Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 159 tentang pentingnya bersikap lemah lembut dan memaafkan kesalahan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai ini dapat diwujudkan melalui kemampuan menjaga ucapan, mengendalikan emosi, menghargai perbedaan, serta memberikan ruang bagi orang lain untuk memperbaiki kesalahan.

2. Menumbuhkan Kasih Sayang Antar-Sesama

Keteladanan Rasulullah SAW juga tercermin melalui kasih sayang kepada sesama. Beliau memberikan perhatian kepada orang-orang di sekitarnya, mendengarkan dengan baik ketika seseorang berbicara, serta menunjukkan kepedulian kepada kelompok yang membutuhkan.

Semangat kasih sayang tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan kerja. Hal sederhana seperti menyapa dengan senyum, mendengarkan rekan kerja, membantu orang yang mengalami kesulitan, serta aktif dalam kegiatan sosial merupakan bentuk nyata menghadirkan nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Keteladanan Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya memberikan manfaat bagi orang lain. Kehidupan beliau didedikasikan untuk membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik, berlandaskan ilmu, iman, dan akhlak.

Nilai tersebut menjadi pengingat agar setiap individu tidak hanya berorientasi pada kepentingan diri sendiri, tetapi juga berusaha memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di sekitarnya.

Prinsip “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” menjadi salah satu pesan yang relevan untuk direnungkan. Dalam konteks kehidupan sivitas akademika, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pekerjaan yang amanah, pelayanan yang baik, berbagi ilmu, serta kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di FTI UII menjadi momentum untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan. Nilai kelembutan, kasih sayang, kepedulian, serta semangat memberikan manfaat merupakan bagian dari akhlak yang dapat dihadirkan dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar FTI UII diharapkan tidak sekadar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah agenda tahunan, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat akhlak, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan semangat memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi di lingkungan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.